Anda di halaman 1dari 11

Tugas Kelompok Akuntansi Manajemen

SOAL 1
Perusahaan Baik telah didekati oleh pelanggan baru yang memesan 10.000 produk pada
harga Rp40.000 per unit. Pelanggan baru tersebut terpisah secara geografis dari pelanggan
yang lain dan penjualan lain yang ada tidak akan terpengaruh dengan pesanan khusus
tersebut. Baik biasanya memproduksi 75.000 unit per tahun, tetapi hanya menjual 60.000
unit tahun depan. Harga normal produk Rp120.000 per unit. Berikut ini adalah informasi
kos pada penjualan normal.

Bahan baku langsung Rp 15.000


TKL 20.000
Overhead variabel 10.000
Overhead tetap 32.500
Total Rp 77.500

Diminta:
a. Tentukan keputusan perusahaan apakah akan menerima atau menolak pesanan
khusus tersebut
b. Berapa laba operasi yang naik atau turun jika pesanan khusus tersebut diterima?

Jawab :
a.
Perhitungan laba-rugi dengan pendekatan margin kontribusi :
Biaya variabel harga per unit unit total
Biaya bahan baku langsung 15.000 60.000 900.000.000
TKL 20.000 60.000 1.200.000.000
Overhead variabel 10.000 60.000 600.000.000
Biaya Variabel 45.000 2.700.000.000
Biaya tetap :
Overhead tetap 32.500 60.000 1.950.000.000
Total biaya 77.500 4.650.000.000

Penjualan 120.000 60.000 7.200.000.000


Laba operasional 42.500 60.000 2.550.000.000

Jika menerima pesanan


Biaya variabel harga per unit unit total
Biaya bahan baku langsung 15.000 10000 150.000.000
TKL 20.000 10000 200.000.000
Overhead var 10.000 10000 100.000.000
45.000 450.000.000
Penjualan pesanan khusus 40.000 10000 400.000.000
Margin kontribusi (5.000) 10000 (50.000.000)

|
Dengan adanya pesanan khusus oleh pelanggan baru ini, diperkirakan biaya yang akan
bertambah adalah biaya variabel yaitu sebesar Rp. 45.000 per unit. Maka dari itu,
berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan pendekatan margin kontribusi dan
menghasilkan angka negatif, - 50.000 maka diambil keputusan untuk menolak pesanan
khusus.

b.
Dengan Pesanan
Tanpa Pesanan Khusus Selisih
Khusus
Penjualan 7.200.000.000 7.200.000.000 0
400.000.000 400.000.000
total penjualan 7.200.000.000 7.600.000.000 400.000.000

Biaya variabel 2.700.000.000 2.700.000.000 0


450.000.000 450.000.000
Margin kontribusi 4.500.000.000 4.450.000.000 50.000.000
Biaya tetap 1.950.000.000 1.950.000.000 0
Laba Operasi 2.550.000.000 2.500.000.000 (50.000.000)

Jika pesanan khusus diterima, maka laba operasi akan turun sebesar Rp. 50.000.000.

SOAL 2
PT AMANAH memproduksi alat pembuat jus buah. Sumua suku cadang, termasuk gelas
plastik dibuat sendiri dalam pabriknya. Akhir-akhir ini, perusahaan menerima tawaran
harga gelas plastik untuk alat pembuat jus dari pemasok luar dengan harga Rp245.000 per
unit. Perusahaan memerlukan unit gelas plastik per tahun dan pemasok luar sanggup untuk
memenuhi kebutuhan sebanyak itu. Data yang dikumpulkan oleh akuntan managemen
untuk kepentingan pertimbangan keputusan membeli atau membuat sendiri gelas plastic
disajikan berikut ini.
Kos bahan baku Rp 100.000
Kos tenaga kerja langsung 80.000
Kos overhead pabrik (25% variabel) 240.000
Total full production costs Rp 420.000
Diminta:
Berdasarkan data tersebut di atas.
a. Informasi apa yang menjadi pemicu pertimbangan managemen untuk memutuskan
pengambilan keputusan make or buy tersebut?
b. Haruskah perusahaan menerima tawaran pemasok luar tersebut? Jelaskan jawaban
Saudara dengan perhitungan.
c. Apabila pertimbangan alternatif membeli dari luar disertai rencana menyewakan
mesin dan ekuipmen yang digunakan untuk membuat gelas plastik dengan
pendapatan sewa Rp175.000.000 per tahun, haruskah perusahaan menerima
tawaran pemasok tersebut?
Jelaskan jawaban Saudara dengan perhitungan.
Jawab :
|
a.
Informasi yang menjadi pemicu manajemen mempertimbangkan untuk mengambil
keputusan tawaran tersebut adalah apabila ingin membuat sendiri, maka manajemen
harus mempertimbangkan kos bahan baku, kos tenaga kerja langsung, dan kos
overhead pabrik variabel. Serta apabila ingin membeli dari pemasok maka
manajemen hanya mempertimbangkan biaya pembelian gelas plastik.
b.
Alternatif
Jenis Biaya Perbedaan biaya
Membuat Membeli
Kos bahan baku 3.000.000.000 3.000.000.000
Kos TKL 2.400.000.000 2.400.000.000
Kos overhead pabrik var 1.800.000.000 1.800.000.000
Biaya pembelian 7.350.000.000 (7.350.000.000)
Total 7.200.000.000 7.350.000.000 (150.000.000)

Berdasarkan perhitungan diatas, maka perusahaan tidak harus meneria tawaran pemasok
dari luar dan disarankan untuk menolak. Karena terdapat perbedaan biaya, apabila
menerima tawaran untuk membeli dari pemasok luar biaya yang dikeluarkan lebih besar
selisih Rp. 150.000.000 daripada membuat sendiri.

c.
Alternatif
Jenis Biaya Perbedaan biaya
Membuat Membeli
Kos bahan baku 3.000.000.000 3.000.000.000
Kos TKL 2.400.000.000 2.400.000.000
Kos overhead pabrik var 1.800.000.000 1.800.000.000
Biaya pembelian 7.350.000.000 (7.350.000.000)
Total 7.200.000.000 7.350.000.000 (150.000.000)
Pendapatan sewa 175.000.000,00 (175.000.000)
7.200.000.000 7.175.000.000,00 25.000.000

Apabila pertimbangan alternatif membeli dari luar disertai rencana menyewakan mesin dan
ekuipmen yang digunakan untuk membuat gelas plastik dengan pendapatan sewa
Rp175.000.000 per tahun, perusahaan dapat menerima tawaran tersebut. Karena apabila
perusahaan membeli dari pemasok luar biaya yang dikeluarkan lebih sedikit selisih Rp.
25.000.000 dibanding jika membuat sendiri. Maka dari itu sebaiknya perusahaan menerima
tawaran tersbut untuk membeli dari pemasok luar.
SOAL 3
PT A merencanakan mengeluarkan produk baru yang pembuatannya membutuhkan nilai
investasi sebesar Rp. 500.000.000. ROI ditetapkan sebesar 12,5 %. Perusahaan ingin
menetapkan harga jual dengan pendekatan variable costing.
Data biaya untuk produk tersebut adalah sbb:
Keterangan Biaya per unit Biaya Per tahun
Biaya produksi Variabel (Bahan, Upah, BOP variabel) 19.000
Biaya Overhead Tetap 500.000.000
|
Biaya penjualan & Adm Variabel 1.000
Biaya penjualan & Adm Tetap 150.000.000

diminta:
Jika target penjualan adalah 50.000 unit setahun. Berapa persentase mark-up yang
diperlukan untuk mencapai ROI. Berapa harga jual yang diberlakukan?

Jawab :
Menetapkan harga dengan pendekatan biaya variabel :

Presentase mark up = ROI + BiayaTetap x 100%


Q x Biaya Prod variabel per unit

= 62.500.000 + 500.000.000 + 150.000.000 x 100%


50.000 x 20.000

= 712.500.000 x 100%
1.000.000.000
= 71%
Harga jual yang diberlakukan :
Target Harga = 20.000 + 71% x 20.000
= Rp 34.250
Jadi jika target penjualan adalah 50.000 unit setahun persentase mark-up yang diperlukan
untuk mencapai ROI adalah 71% dan harga jual yang diberlakukan adalah Rp. 34.250

SOAL 4
Sebuah bengkel yang mempekerjakan 21 montir yang bekerja masing-masing 150 jam
dalam satu bulan, mengajukan anggaran sbb.

Laba yang diharapkan dari bahan-bahan yang dipakai rata-rata 12,5%


DIMINTA: Berdasarkan data di atas:
a. Tentukan tarif yang ditetapkan di bengkel tersebut.
b. Buatlah daftar tagihan kepada pelanggan sbb:

|
Jawab :
a.
Biaya Tenaga
KerjaLangsung
Gaji Montir Rp 56.000.000
Tunjangan 15% x 56.000.000 Rp 8.400.000
Jumlah Rp 64.400.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung Per Jam


Biaya TKL per jam = Jumlah Biaya TKL
Jumlah Jam
= Rp 64.400.000
21 x 150 jam
= Rp 20.444

Presentase Mark UP Biaya TKL


Biaya tidak langsung
Gaji manajer Rp 8.000.000
Gaji administrasi Rp 9.000.000
Penyusutan peralatan Rp 8.000.000
Penyusutan gedung Rp 6.000.000
Tunjangan :
Manajer Rp 1.200.000
Administrasi Rp 1.350.000
Utilitas Rp 6.000.000
Asuransi Rp 1.500.000
Bahan pembantu Rp 500.000
Jumlah Rp 41.550.000
Laba yang diharapkan 12,5% x Rp105.950.000 Rp 13.243.750
Jumlah Biaya Tidak
Langsung Rp 54.793.750

Mark up TKL = Jumlah Biaya tidak langsung


Jumlah biaya langsung
= Rp 54.793.750
Rp 64.400.000
= 85%

Jadi tarif yang dikenakan bengkel adalah Rp20.444 per jam dengan Mark up sebesar
85%

|
b.
Daftar tagihan kepada pelanggan :
Persentase Mark Up Pengelolaan Bahan
Gaji manajer Rp 6.000.000
Gaji administrasi Rp 3.000.000
Penyusutan Gedung Rp 5.400.000
Tunjangan Rp 1.350.000
Utilitas Rp 4.500.000
Asuransi Rp 1.450.000
Bahan pembantu Rp 1.200.000
Jumlah Rp 22.900.000
Laba yang diharapkan (12,5%) Rp 2.862.500
Jumlah Rp 25.762.500

Mark up pengelolaan bahan = Rp 25.762.500


Rp 160.000.000
= 16%

AB 53 NN
Tarif Service Rp 69.511
Mark Up 85% Rp 59.084
Total Service Rp 128.596
SukuCadang Rp 560.000
Mark Up 16% Rp 89.600
Total Tarif Rp 778.196

AB 664 UL
Tarif Service Rp 40.889
Mark Up 85% Rp 34.756
Total Service Rp 75.644
SukuCadang Rp 650.000
Mark Up 16% Rp 104.000
Total Tarif Rp 829.644

AB 8444 NK
Tarif Service Rp 69.511
Mark Up 85% Rp 59.084
Total Service Rp 128.596
SukuCadang Rp 560.000
Mark Up 16% Rp 89.600
Total Tarif Rp 778.196

|
SOAL 5
Berikut ini data Laporan Laba Rugi PT Radenmas Tahun 20XX
Penjualan 9.320 unit x Rp25.000 Rp233.000.000
Biaya Variabel
Sediaan Awal: 520 unit x Rp. 6.000 = Rp 3.120.000
Biaya Prod Variabel: 10.000 unit x Rp. 6.000 = Rp 60.000.000
Rp 63.120.000
Sediaan Akhir 1.200 unit x Rp. 6.000 = Rp 7.200.000
Rp 55.920.000
Biaya Nonprod Variabel
Biaya Pemasaran (V) 9320 unit x Rp. 2.000 = Rp 18.640.000

Biaya Adm.& Umum (V) 9320 x Rp. 2.200 = Rp 20.504.000


Jumlah Biaya Variabel Rp 95.064.000
Margin Kontribusi Rp137.936.000

Biaya Tetap
Biaya Overhead pabrik (T) Rp 38.000.000
Biaya pemasaran (T) Rp 27.600.000
Biaya administrasi dan umum (T) Rp 35.200.000
Jumlah Biaya Tetap Rp 100.800.000
Laba Bersih Rp 37.136.000

Diminta:
Berdasarkan informasi di atas.
a. Tentukan berapa jumlah produk yang harus dijual agar perusahaan tidak menderita
kerugian. Tentukan pula dalam jumlah rupiahnya.
b. Hitunglah berapa besarnya : (i) Margin kontribusi per unit (ii) Margin of Safety (iii)
Degree of Leverage.
c. Jika pada periode yang akan datang pihak manajemen menurunkan harga jual
sebesar 10% dan menaikkan volume penjualan sebesar 5%, maka tentukan berapa
besar laba bersih perusahaan ?
d. Apabila perusahaan menginginkan kenaikan laba sebesar Rp10 juta dlm periode
yang akan datang, tentukan berapakah jumlah produk yang harus dijual.

Jawab :
Fixed cost = Rp 100.800.000
Variable Cost/unit =(Rp6.000+Rp2.000+Rp2.200)
= Rp 10.200
Price = Rp 25.000

a. Jumlah produk yang harus dijual


BEP(unit) = FC
P-VC
|
= 100.800.000
(25.000-10.200)
=100.800.000
14.800
=6.8180,81
=6.811 unit

BEP(Rupiah) =FC
1-VC
P
=100.800.000
1-(10.200/25.000)
= Rp 170.270.270
Jadi,jumlah produk yang harus dijual agar perusahaan tidak menderita kerugian adalah
sebanyak 6.811 unit dengan jumlah Rp 170.270.270

b.
 Margin kontribusi per unit
Margin kontribusi = P-VC
= (Rp25.000-Rp10.200)
= Rp14.800
 Margin of Safety
Margin of Safety = CS-BS x100%
CS
= 233.000.000-170.270.270 x 100%
233.000.000
= 26,92%
CS = Rp233.000.000
 Degree of Leverage
Degree of Leverage = Laba kontribusi
Laba Bersih
= 137.936.000
37.136.000
= 3,71%

Jadi,margin kontribusi per unit sesuai data di atas sebesar Rp 14.800,Margin of safety
sebesar 26,92% dan Degree of Leverage sevesar 3,71% yang menunjukkan bahwa setiap
tambahan 1% penjualan akan meningkatkan laba 3,71%,Jika penjualan naik 10% maka laba
bersih akan naik sebesar 37,1%.

c. Laba bersih perusahaan ketika periode yang akan datang pihak manajemen
menurunkan harga jual sebesar 10% dan menaikkan volume penjualan sebesar 5%.

Laporan Laba Rugi PT Radenman Tahun 20XX


|
Pendapatan Penjualan 9.786 unit x Rp22.500 Rp220.185.000
Biaya Variabel
Persediaan Awal : 520 unit x Rp6.000 = Rp3.120.000
Biaya Produksi Variabel 1.466 unit x Rp6.000 =Rp62.796.000
=Rp 65.916.000
Persediaan Akhir 1.200 unit x Rp6.000 =Rp 7.200.000
=Rp58.716.000
Biaya non Prod variable
Biaya pemasaran(V) 9.786 unit x Rp.2.000 = Rp19.572.000
Biaya Adm& Umum (V) 9.786 unit x Rp2.200 = Rp 21.529.200
Laba Kontribusi Rp99.817.200
Rp19.567.800
Biaya Tetap :
Biaya Overgead pabrik(T) Rp 38.000.000
Biaya pemasaran (T) Rp 27.600.000
Biaya adm dan umu (T) Rp 35.200.000
Jumlah biaya tetap Rp100.800.000
Laba bersih Rp 19.567.800
Sesuai perhitungan diatas ketika manajemen menurunkan harga jual sebesar 10%
dan menaikkan volume penjualan sebesar 5% maka perusahaan akan menghasilkan laba
bersih sebanyak Rp 19.567.800 lebih kecil jumlahnya dari pada sebelum melakukan
keputusan tersebut.

d.Jumlah produk yang harus dijual ketika perusahaan menginginkan laba sebesar 10 juta.
Penjualan(Unit) = BT- Laba sebelum pajak
Laba kontribusi per unit
= Rp100.800.000+Rp37.136.000+Rp10.000.000
Rp14.800
= Rp147.936.000
Rp14.800
= 9.996 Unit
Jadi,jumlah produk yang harus dijual perusahaan jika menginginkan kenaikan laba sebesar
Rp10 juta dalam periode yang akan datang sebanyak 9.996 unit.

SOAL 6
Perusahaan Yuan memproduksi dan menjual pensil kepada retailer dengan harga Rp8.420
per unit. Berikut ini adalah biaya variabel per unit pensil.
Biaya bahan baku Rp1.870
Biaya tenaga kerja langsung 1.700
Biaya overhead pabrik variabel 570
Biaya penjualan variabel 420
Biaya overhead pabrik tetap total Rp245.650.000 per tahun, biaya administrasi (semua
|
biaya tetap) Rp301.505.000, dan ekspektasi penjualan 225.000 unit.

Diminta:
a. Hitung BEP dalam unit.
b. Hitung margin pengaman dalam unit.
c. Hitung margin pengaman dalam jumlah rupiah.
d. Apabila tahun depan perusahaan menurunkan atau menaikkan harga jual, tetapi
seluruh komponen biaya dan jumlah unit yang dijual tetap. Apakah peningkatan dan
penurunan tersebut berisiko untuk perusahaan?

Jawab :
a.
FC = Rp 245.650.000 + Rp 301.505.000
FC = Rp 547.155.000
VC = 1.870 + 1.700 + 570 + 420
VC = Rp 4.560
P = Rp 8.420

BEP = TR = TC
= 8.420 Q = 547.155.000 + 4.560 Q
= 8.420 Q – 4.560 Q = 547.155.000
= 3.860 Q = 547.155.000
=Q = Rp 141.750 unit

Jadi Break Even Pointnnya sebesar Rp 141.750 unit

b. Margin pengaman dalam unit.

= (Ekpektasi penjualan - BEP)


(Ekpektasi penjualan)

= (Rp. 225.000 - Rp. 141.750)


(Rp. 225.000)
= Rp 83.250
Rp 225.000
= 0,37
= 37%
Jadi margin of safety dalam unit sebesar 37%
c. Margin pengaman dalam jumlah rupiah.

= (Ekpektasi total penjualan - BEP)


(Ekpektasi total penjualan)

= (Rp. 1.894.500.000 - Rp. 1.193.535.000)


(Rp. 1.894.500.000)

= Rp 700.965.000
Rp 1.894.500.000
|
= 0,37
= 37%
Jadi margin pengaman dalam jumlah rupiah sebesar Rp. 83.250

d. Fs
Harga jual awal Rp. 8.420 per unit

Harga jual turun mjd Rp 8.200 Harga jual naik Rp


mjd 8.500
BEP (unit) 150.317 BEP (unit) 138.872
MOS (unit) 33% MOS (unit) 38%

Peningkatan dan penurunan tersebut berisiko untuk perusahaan. Jika harga jual diturunkan
menjadi Rp8,200 maka MOS akan turun sehingga profitnya juga turun. Sedangkan harga jual
naik menjadi Rp8,500 maka MOS semakin meningkat. Hal tersebut mengidentifikasi bahwa
profit tinggi sehingga perusahaan aman.