Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN RESUME DI RUANG HEMODIALISA

RSUD ULIN BANJARMASIN

Tanggal 08 Agustus s/d 10 Agustus 2019

Resume 1

Tn.M berusia 63 tahun tinggal di Pelaihari Kabupaten Tanah Laut dan


berprofesi sebagai swasta. Klien masuk rumah sakit dari tanggal 05 Agustus 2019
dan dirawat di ruang Penyakit Dalam Pria dengan diagnosa medis CKD Pre HD
Stage V dan Hipertensi. Klien sebelumnya baru 1 kali melakukan cuci darah atas
perintah medis. Klien datang ke ruang hemodialisa untuk melakukan cuci darah
yang ke 2 pada tanggal 08 Agustus 2018 jam 08.00 wita di RSUD Ulin
Banjarmasin. Klien mengatakan saat ini merasa nyeri kepala, nyeri seperti nyut-
nyutan, nyeri pada kepala sampai ke leher, skala nyeri 4 (nyeri sedang), nyeri
hilang timbul, nyeri timbul ± 2 menit. Berdasarkan pemeriksaan fisik keadaan
umum klien tampak baik dengan kesadaran compos mentis (E=4, V=5, M=6),
tidak tampak edema, tanda-tanda vital klien Pre HD; TD: 136/84 mmHg, N: 82
x/menit, RR: 22 x/menit, T: 36,2º C; Intra HD; TD: 132/84 mmHg, N: 74 x/menit,
RR: 22 x/menit, T: 36,3º C dan Post HD: TD: 166/81 mmHg, N: 76 x/menit, RR:
20 x/menit, T: 36,3º C. Antropometri BB pre HD : 54 kg dan BB post HD yang
lalu : 54 kg. Hb klien 9,6 g/dl. Prosedur HD klien Times selama 4 jam 30 menit,
UF Goal: 500 ml, UF Rate: 125 ml dan QB: 180 ml/menit.

Diagnosa keperawatan klien saat ini adalah nyeri akut berhubungan


dengan agen cedera biologi (penyakit hipertensi), setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 1 x 3 jam diharapkan nyeri klien dapat teratasi dengan
criteria hasil klien mampu mengontrol nyeri dan status kenyamanan meningkat.
Intervensi yang dilakukan kepada klien pada tanggal 08 Agustus 2019 jam 08:10
wita antara lain melakukan pengkajian pada nyeri klien secara komprehensif,
mengobservasi reaksi nonverbal klien, mengajarkan kepada klien teknik relaksasi
nafas dalam untuk menurunkan dan mengontrol rasa nyeri klien, menganjurkan
klien untuk banyak istirahat dan tidur, serta menganjurkan untuk meminum obat
hipertensi secara rutin. Dari hasil evaluasi jam 12:00 didapatkan data S: Klien
mengatakan sekarang merasa nyaman setelah beristirahat selama proses HD
namun masih terasa nyeri, O: Klien tampak tertidur, klien mampu mempraktikkan
kembali teknik nafas dalam yang telah dipraktikkan sebelumnya oleh perawat, A:
Masalah teratasi sebagian, P: Hentikan intervensi.
Resume 2
Ny.R berusia 63 tahun tinggal di Banjarmasin dan sebagai ibu rumah
tangga. Klien masuk rumah sakit dari tanggal 05 Agustus 2019 dan dirawat di
ruang Penyakit Dalam wanita dengan diagnosa medis CKD pre HD stage V dan
Diabetes melitus. Klien sebelumnya belum pernah melakukan cuci darah dan baru
melakukan cuci darah hari ini atas perintah medis. Klien datang ke ruang
hemodialisa untuk melakukan cuci darah pada tanggal 09 Agustus 2018 jam 08.00
wita di RSUD Ulin Banjarmasin. Klien mengatakan tangan dan kakinya bengkak
sejak 3 minggu yang lalu keadaan umum klien tampak baik dengan kesadaran
compos mentis (E=4, V=5, M=6) tangan dan kaki tampak odem , terpasang CDL
subclavia, tanda-tanda vital klien Pre HD; TD: 120/84 mmHg, N: 81 x/menit, RR:
23 x/menit, T: 36,8º C; Intra HD; TD: 119/75 mmHg, N: 74 x/menit, RR: 22
x/menit, T: 36,3º C dan Post HD: TD: 116/91 mmHg, N: 76 x/menit, RR: 20
x/menit, T: 36,5º C. Antropometri BB pre HD : 54 kg dan BB post HD yang lalu :
- kg. Hb klien 9,3 g/dl. Prosedur HD klien Times elama 4 jam 30 menit, UF Goal:
2000 ml, UF Rate: 500 ml dan QB: 180 ml/menit.

Masalah keperawatan kelebihan volume cairan berhubungan dengan


gangguan mekanisme regulasi ginjal dan risiko infeksi dengan factor risiko
penyakit kronis (Diabetes Melitus dan CKD) dan prosedur invasive serta
penurunan hemoglobin. Implementasi yang diberikan kepada pasien adalah
Manajemen Hipervolemia yaitu menganjurkan klien menimbang berat badan
setiap hari dan sebelum serta sesudah hemodialisa, mempersiapkan pasien untuk
melakukan dialisa, memonitor status hemodinamik, memonitor pola pernafasan,
memonitor edema perifer, memonitor data laboratorium yang menandakan adanya
hemokonsentrasi seperti natrium dan BUN, monitor hasil laboratorium tentang
penyebab yang mendasari terjadinya hypervolemia, monitor intake dan output,
menganjurkan klien untuk control pengobatan, hemodialisa dan meminum obat
secara teratur, menganjurkan kepada klien untuk mempertahankan pembatasan
intake, mengatur posisi klien dengan meninggikan kepala tempat tidur untuk
memperbaiki ventilasi dan mempertahankan alat akses vascular dialysis.
Implementasi Kontrol infeksi dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah
melakukan tindakan, membersihkan lingkungan dengan baik setelah digunakan
untuk setiap pasien, mengganti peralatan per pasien, menganjurkan kepada
keluarga yang mendampingi klien sebaiknya keluarga yang tidak sakit penyakit
menular, membatasi jumlah pengunjung dan menganjurkan klien untuk
beristirahat. Dari hasil evaluasi jam 12:00 didapatkan data S: -, O: Klien tampak
tertidur, BB 53 kg, tidak tampak tanda-tanda infeksi, A: Masalah teratasi
sebagian, P: Hentikan intervensi.