Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMABAHASAN

1. Pengertian Respirasi
Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui
pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup.
Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan
dengan pernapasan. Namun demikian, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak
tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai
dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan
penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan oksigen.
Pada dasarnya, respirasi adalah proses oksidasi yang dialami SET sebagai unit penyimpan energi
kimia pada organisme hidup. SET, seperti molekul gula atau asam-asam lemak, dapat dipecah
dengan bantuan enzim dan beberapa molekul sederhana. Karena proses ini adalah reaksi
eksoterm (melepaskan energi), energi yang dilepas ditangkap oleh ADP atau NADP membentuk
ATP atau NADPH. Pada gilirannya, berbagai reaksi biokimia endotermik (memerlukan energi)
dipasok kebutuhan energinya dari kedua kelompok senyawa terakhir ini.
Kebanyakan respirasi yang dapat disaksikan manusia memerlukan oksigen sebagai oksidatornya.
Reaksi yang demikian ini disebut sebagai respirasi aerob. Namun demikian, banyak proses
respirasi yang tidak melibatkan oksigen, yang disebut respirasi anaerob. Yang paling biasa
dikenal orang adalah dalam proses pembuatan alkohol oleh khamir Saccharomyces cerevisiae.
Berbagai bakteri anaerob menggunakan belerang (atau senyawanya) atau beberapa logam
sebagai oksidator.
Respirasi dilakukan pada satuan sel. Proses respirasi pada organisme eukariotik terjadi di
dalam mitokondria.

1. A. PERNAPASAN
Pernapasan dapat diartikan sebagai proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup
dengan gas yang ada di lingkungannya. Sedangkan proses perombakan bahan makanan
menggunakan oksigen sehingga diperoleh energi dan gas sisa pembakaran berupa karbon
dioksida (CO2) disebut respirasi. Proses respirasi terbagi menjadi pernapasan aerob dan
pernapasan anaerob. Pernapasan aerob adalah pernapasan yang memerlukan oksigen, sedangkan
pernapasan anaerob tidak memerlukan oksigen.

1. a. Pernapasan aerob
Pernapasan aerob dapat diartikan sebagai serangkain reaksi enzimatik yang mengubah glukosa
secara sempurna menjadi CO2,H2O,dan energi. Reaksi dapat terjadi secara sempurna karena
terdapat cukup oksigen. Energi yang dihasilkan dalam pernapasan aerob adalah 36 ATP.

1. b. Pernapasan anaerob (fermentasi)


Pernapasan ini dapat diartikan sebagai serangkaian enzimatik yang mengubah glukosa secara
tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Pada manusia, pernapasan anaerob menghasilkan
asam laktat, sedangkan pada tumbuhan, reaksi ini menghasilkan CO2 dan alkohol. Pernapasan
anaerob hanya menghasilkan sedikit energi yaitu 2 ATP.

2. Alat-alat pernapasan manusia


Pernapasan pada manusia dilakukan melalui alat respirasi yang terdiri dari :

1. a. Hidung
Merupakan bagian paling atas dari alat pernapasan dan merupakan alat pernapasan paling awal
yang dilalui udara. Lubang hidung terbagi menjadi dua yaitu sebelah kanan dan kiri dibatasi oleh
sekat hidung. Rongga hidung berhubungan dengan rongga mulut. Rongga hidung memiliki tiga
fungsi utama yaitu menghangatkan udara, melembabkan udara, dan menyaring udara. Di dalam
lubang hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring
udara yang masuk dan mengeluarkan partikel-partikel.

1. b. Laring (pangkal tenggorokan)


Laring merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara. Faring (tekak)
merupakan lanjutan dari saluran hidung yang meneruskan udara ke laring. Laring terdiri dari
lempengan-lempengan tulang rawan. Bagian dalam dindingnya digerakan oleh otot untuk
menutup serta membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah yang mengubungkan faring dan
trakea. Pada laring juga terdapat selaput suara yang akan bergetar jika ada udara yang
melaluinya, misal saat kita berbicara. Laring memiliki katub yang disebut epiglotis (anak tekak).
Epiglotis selalu dalam keadaan terbuka, dan hanya akan menutup jika ada makanan yang masuk
ke kerongkongan.

1. c. Trakea (batang tenggorokan)


Tersusun dari cincin tulang rawan yang terletak di depan kerongkongan dan berbentuk pipa.
Bagian dalam trakea licin dilapisi oleh selaput lendir dan mempunyai lapisan yang terdiri dari
sel-sel bersilia. Lapisan bersilia berfungsi untuk menahan debu atau kotoran dalam udara agar
tidak masuk ke paru-paru.

1. d. Bronkus (cabang batang tenggorokan)


Merupakan bagian yang menghubungkan paru-paru dengan trakea. Bronkus terdapat di paru-
paru kanan dan kiri. Setiap bronkus terdiri dari lempengan tulang rawan dan dindingnya terdiri
dari otot halus. Bronkus bercabang-cabang lagi disebut bronkiulus. Dinding bronkiolus tipis dan
tidak bertulang rawan.

1. e. Pulmo (paru-paru)
Alat pernapasan yang terletak di dalam rongga dada dan di atas diafragma. Diafragma adalah
sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru diselubungi oleh
selaput elastis yang disebut pleura. Paru-paru terdiri atas dua bagian yaitu paru-paru kiri (dua
gelambir) dan paru-paru kanan (tiga gelambir). Di dalam paru-paru terdapat bronkus dan
bronkiolus. Bronkiolus paru-paru bercabang-cabang lagi membentuk saluran-saluran halus yang
berakhir pada gelembung-gelembung halus atau gelembung paru-paru yang disebut alveolus.
Dinding alveolus sangat tipis, namun elastis dan mengandung kapiler-kapiler darah. Pada
dinding alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

1. B. Mekanisme pernapasan
Proses pernapasan pada manusia terjadi secara sadar maupun tidak sadar.

Pernapasan secara sadar terjadi jika kita melakukan pengaturan-pengaturan saat bernapas,
misalnya pada saat latihan dengan cara menarik napas panjang kemudian menahannya beberapa
saat lalu mengeluarkannya. Pernapasan secara tidak sadar yaitu pernapasan yang dilakukan
secara otomatis dan dikendalikan oleh syaraf diotak, misalnya pernapasan yang dilakukan pada
saat kita tidur nyenyak.

Proses respirasi melalui 2 tahap, yaitu

1. 1. Pernapasan luar (eksternal)


Merupakan pertukaran gas (o2 dan co2 ) yang terjadi antara udara dan darah yang berlangsung di
dalam paru-paru. Di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran gas yaitu co2 meninggalkan darah
dan o2 masuk kedalam darah melalui proses difusi (perpindahan molekul zat dari hipertonis ke
hipotonis).
Reaksinya sebagai berikut:

Hb + O2 =====è HbO2

1. 2. Pernapasan dalam (internal)


Merupakan pertukaran gas di dalam jaringan tubuh. Disini oksigen meninggalkan hemoglobin
dan berdifusi masuk ke dalam cairan jaringan tubuh.

Reaksinya sebagai berikut :

HbO2 ===è Hb + O2

Dalam pernapasan terjadi 2 siklus yaitu : inspirasi(menghirup udara) dan


ekspirasi(menghembuskan udara).

Berdasarkan otot yang berperan, terdapat pernapasan dada dan pernapasan perut.
1. 1. Pernapasan dada

Pernapasan dada disebut juga pernapasan tulang rusuk. Proses inspirasi diawali dengan
berkontraksinya muskulus interkostalis (otot antartulang rusuk), sehingga menyebabkan
terangkatnya tulang rusuk. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar dan paru-paru
mengembang. paru-paru mengembang menyebabkan tekanan udara rongga paru-paru menjadi
lebih rendah dari udara luar. Sehingga udara luar masuk kedalam paru-paru. Sebaliknya, proses
ekspirasi berlangsung saat muskulus interkostalis berelaksasi sehingga tulang rusuk turun
kembali yang mengakibatkan rongga dada menyempit, paru-paru mengecil. Paru-paru mengecil
menyebabkan tekanan udara dalam rongga paru-paru menjadi lebih tinggi dari tekanan udara
luar, sehingga udara keluar dari paru-paru.

1. 2. Pernapasan perut

Mekanisme proses inspirasi diawali dengan berkontraksinya otot diafragma sehingga diafrgma
yang semula melengkung berubah menjadi datar.

Diafragma merupakan sekat yang tersusun oleh jaringan ikat dan otot yang membagi rongga
badan menjadi 2 bagian yaitu rongga perut dan rongga dada. Keadaan diafragma yang datar
mengakibatkan rongga dada dan paru-paru mengembang. Tekanan udara yang rendah dalam
paru-paru menyebabkan udara masuk kedalam paru-paru, proses ekspirasi terjadi saat otot
diafragma berelaksasi, sehingga diafragma kembali melengkung yang mengakibatkan rongga
dada dan paru-paru mengecil, tekanan udara dalam paru-paru naik sehingga udara keluar dari
paru.
1. C. Kelainan atau gangguan pada sistem respirasi dan tekhnologi pengobatannya.

KELAINAN/PENYAKIT PADA SISTEM RESPIRASI MANUSIA SERTA TEKNOLOGI


PENGOBATANNYA
Bebrapa kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan pada manusia antara lain sebagai berikut:

1. a. Faringitis
Merupakan peradangan pada faring sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan
atau kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan
dapat juga disebabkan terlalu banyak merokok.

1. b. Pneumonia
Adalah peradangan paru-paru dimana aveolus biasanya berisi cairan dan eritrosit yang
berlebihan. Penyakit ini dimulai dengan infeksi dalam alveolus, yaitu membran paru-paru
mengalami peradangan dan berlubang-lubang sehingga cairan dan eritrosit masuk kedalam
alveolus. Infeksi ini disebarkan oleh bakteri dari alveolus ke alveolus lain sehingga dapat meluas
dapat meluas keseluruh lobus bahkan seluruh paru-paru.

1. c. Empisema
Adalah jumlah udara yang berlebihan dalam paru-paru.

Empisema paru-paru ini disebabkan oleh:

1. Infeksi kronik karena rokok atau bahan lain yang mengiritasi bronkus dengan serius
sehingga mengacaukan mekanisme pertahanan normal saluran pernapasan.
2. Infeksi akibat kelebihan mukus karena peradangan dan edema epitel bronkiolus.
3. Gangguan saluran pernapasan sehingga kesukaran ekspirasi dan udara yang terperangkap
dalam alveolus menyebabkan alveolus menjadi renggang.
4. d. Asma
Ditandai dengan kontaksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas.
Penyempitan saluran pernapasan dapat disebabkan oleh hal berikut :

1. Sumbatan jalan nafas yang sebagian reversibel.


2. Radang jalan nafas sehingga merusak sel epitel saluran nafas.
3. Reaksi yang berlebihan pada jalan nafas terhadap berbagai rangsangan, misal reaksi
alergi.
Penderita asma diobati dengan obat-obatan yang disebut bronkodilator. Obat ini tidak diminum
atau disuntikkan ke penderita tetapi digunakan sebagai inhaler (dihirup).

1. e. Dipteri
Merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diptherial yang
dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring maupun laring oleh lendir yang dihasilkan
bakteri tersebut.
1. f. Asfiksi
Adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan terganggunya
fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Gangguan lain adalah keracunan
karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida
sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang.

1. g. Tuberkulosis (TBC)
Merupakan penyakit spesifik yang disebabkan oleh bakteri mycrobacterium
tuberculosae. Keadaan ini dapat menyebabkan proses difusi oksigen terganggu karena adanya
bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.
1. h. Hipoksia
Adalah kekurangan oksigen dari dalam jaringan. Bila cukup berat, hipoksia dapat menyebabkan
kematian sel-sel. Pada tingkat yang kurang berat akan mengakibatkan

 Penekanan aktifitas mental, kadang-kadang memuncak sampai koma.


 Menurunkan kapasitas kerja otot.
1. i. Asidosis
Disebabkan meningkatnya kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah yang
menyebabkan terganggunya pernapasan.

1. Sianosis
Adalah kebiruan pada kulit yang disebabkan karena jumlah hemoglobin deoksigenisasi yang
berlebihan didalam pembuluh darah kulit terutama kapiler.
1. k. Bronkitis
Adalah radang pada bronkus, gejalanya batuk, demam dan sakit dari bagian kepala.

1. l. Tonisilitis
Adalah radang yang disebabkan infeksi pada tonsl oleh bakteri. Gejalanya adalah sakit
tenggorokan, sulit menelan dan demam.

1. m. Pleuritis
Adalah radang pada selaput pembungkus paru-paru (pleura)

1. n. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)


Adalah penyakit saluran pernafasan akut yng disebabkan oleh virus.

Gejala penyakit : sakit kepala, demam tinggi (> 380 c), batuk, sesak napas, tenggorokan gatal,
lesu dan nyeri tubuh. SARS disebabkan oleh virus yang disebut sars associated coronavirus
(sars-cov).
1. o. Kanker paru-paru
Biasanya terjadi Pada usia setengah baya yang sering merokok. Penyakit ini dapat dipicu oleh
polusi udara dan polusi asap rokok yang mengandung hidrokarbon termasuk benzopiren.
1. p. Rinitis
Adalah radang pada membran mukosa dirongga hidung yang menyebabkan bengkak dan
mengeluarkan lendir. Penyakit ini disebabkan oleh alergi terhadap suatu benda atau suasana
tertentu.
CARA MENGATASI DAN MENCEGAH BERBAGAI PENYAKIT DAN GANGUAN
PADA SISTEM RESPIRASI ANTARA LAIN :

1. A. Stetoskop

Stetoskop merupakan alat yang digunakan oleh dokter untuk menentukan bagian dari sistem
respirasi yang mengalami kelainan, yaitu dengan mengenali suara akibat gesekan udara
pernafasan melalui stetoskop.

1. B. Radiasi menggunakan sinar – X


Radiasi menggunakan sinar – X (rontgen) biasanya dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pada
alat pernapasan, misalnya kanker paru-paru. Adapun cara kerja alat rontgen adalah sebagai
berikut. Pasien menarik napas dalam-dalam dan berdiri tegak menghadap lapisan film. Mesin
rontgen berada sekitar meter belakang pasien. Metode yang umum dilakukan yaitu PA
(Posterior ke anterior), dimana sinar -X akan menyinari bagian tubuh dari belakang masuk
melewati tubuh dan keluar dibagian depan. Bila mesin ada didepan pasien maka sinar –X masuk
dari bagian depan dan keluar dari bagian belakang, metodenya disebut AP (Anterior ke
posterior).

1. 1. Pulmotor

Pulmotor merupakan alat yang sering digunakan di rumah sakit untuk melakukan pernapasan
buatan terhadap orang-orang yang mengalami gangguan pernapasan karena tenggelam atau
shock karena sengatan listrik. Di rumah sakit pulmotor dilengkapi dengan tabung oksigen yang
besar atau dibuat instalasi khusus yang dilengkapi dengan klep atau alat khusus dalam setiap
ruang pasien.
1. 2. Intubasi Endotrakea dan Trakeostomi

Cara yang sering digunakan untuk menjaga agar trakea tetap terbuka yang dilakukan terhadap
pasien yang baru saja menjalani endotrakea. Caranya adalah dengan memasukan selang dalam
trakea. Selain intubasi endotrakea, ada cara lain yang sering dilakukan oleh ahli bedah
trakeostomi. Trakeotomi biasanya dilakukan untuk memasukkan alat yang difungsikan untuk
mengeluarkan sekresi dari cabang bronkus (bronkiolus) atau saluran pernapasan lain untuk
meningkatkan kerja paru-paru.

1. 3. Oxygen catheter atau Oxygen cannula


Alat ini biasanya digunakan untuk mengalirkan oksigen ke dalam lubang hidung. Cara ini
biasanya dilakukan terhadap pasien yang sulit bernapas.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Di dalam sistem pernapasan oksigen merupakan hal utama yang dibutuhkan dan berdasar
kepada kebutuhan oksigen. Pernapasan seluler dibagi menjadi pernapasan aerop dan anaerob.

Secara garis besar pernapasan merupakan pemecah glukosa dengan bantuan-bantuan enzim
untuk menghasilkan energi. Pernapasan pada manusia menggunakan paru-paru. Jalur pernapasan
manusia adalah sebagai berikut :

Rongga hidung => faring => laring => trakea => bronkus =>bronkilius, aveolus.
Pertukaran/difusi O2 dan CO2 pada paru-paru terjadi pada dibagian alveolus.
Pernapasan melibatkan 2 proses yaitu menarik nafas (inspirasi) dan mengeluarkan nafas
(ekspirasi) berdasarkan organ-organ yang terlibat.
Pernapasan dibagi menjadi 2 yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

Dalam keadaan normal volume udara pernapasan 500- 3500ml, Yang terdiri dari 500 ml volume
tidal, 1500ml komplementer dan 1500 ml udara suplementer. Kapasitas vital paru-paru ditambah
udara residu tersebut kapasitas total.

Ada beberapa gangguan dan kelainan yang menyerang alat pernapasan antara lain : faringistis,
pneumonia, emfisema paru-paru, asma, dipteri, asfiksi, tuberkulosis (TBC), hipoksia, asidosis,
sianosis, bronkitis, tonsilitis, pleuritis, SARS, kanker paru-paru dan rinitis.

Teknologi pengobatan untuk mengatasi dan mencegah berbagai penyakit dan gangguan pada
sistem rsepirasi antara lain sebgai berikut : stetoskop, radiasi menggunakan sinar – X, pulmotor,
intubasi endotrakea dan trakeostomi, oygen catheter atau oygen cannula

2. Saran dan Kritik


Bertitik tolak dari penulisan makalah ini, penulis merasa perlu memberikan saran sebagai
berikut:

1. Perlu adanya usaha usaha untuk mencegah sistem respirasi pada manusia yang rentan
terhadap penyakit pernapasan.
2. Menyadari bahwa sistem respirasi berkaitan dengan lingkungan.
3. Penulisan makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan, oleh karena itu kritik
dan saran yang sifatnya membangun demi menyempurnakan makalah ini sangat
diharapkan.