Anda di halaman 1dari 1

Fisiologi Tidur

Tidur secara normal dibagi menjadi stase non-rapid eye movement (NREM) dan rapid eye
movement (REM). Stase Nrem lebih lanjut dibagi menjadi lagi menjadi N1, N2, dan N3
dengan gelombang otak delta. Semakin mendalam pada stase NREM terjadi, semakin sulit
seseorang untuk dibangunkan. Stase REM memiliki fase Tonik dan Phasic. Pada fase Phasic
bekerja sarah simpatis dengan peningkatan kerja pergerakan mata (Rapid eye movement),
muscle twitches. Pada fase Tonik Rem yang bekerja adalah saraf parasimpatis.

Fase REM pada satu malam memiliki waktu rata-rata 90 menit dengan lebih dari satu siklus
NREM – REM. Pada fase REM pertama biasanya berlangsung selama 10 menit dan
meningkat pada fase selanjutnya dengan rata-rata satu malam selama 90-120 menit. Siklus
NREM-REM berlangsung rata-rata sebanyak 4-5 kali dalam satu malam.

Siklus tidur manusia diatur dalam sistem sirkadian tubuh. Sistem ini diatur oleh
hypothalamus. Faktor yang mempengaruhi kebiasaan tidur manusia adalah rangsangan
cahaya.

Sumber:

1. M Suzanne Stevens, M.M.D.-A., 2015. Normal Sleep, Sleep Physiology, and Sleep Deprivation.
[Online] Available at: https://emedicine.medscape.com/article/1188226-overview#a1
[Accessed 08 September 2019].