Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI

PRAKTIKUM X

SIMPLISIA BIJI (SEMEN)

OLEH:

Kelompok 1 / S1 Farmasi 2018

1. Kadek Dina Feronica Philip (181001)


2. Ni Komang Trianawati (181002)
3. Mikki Salsabillah (181003)
4. Indah Sri Wiratini (181005)

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


SEKOLAH TINGGI FARMASI MAHAGANESHA
2019/2020
PRAKTIKUM X

SIMPLISIA BIJI (SEMEN)

A. Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat mengetahui dan membedakan macam-macam simplisia biji (semen) secara
makroskopik, mikroskopik dan kimiawi.

B. Dasar Teori
 Biji
Biji (Semen) adalah bakal biji dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji merupakan
suatu bentuk inti hasil dari persarian dan bakal tanaman mini (embrio) yang masih dalam
keadaan perkembangan terkekang (dorman). Biji tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman
tanpa campur tangan manusia misalnya terbawa angin, air, atau melalui perantaraan binatang
(Cronquist, 1981).
 Biji Pala (Myristicae Semen)
Taksonomi Pala
 Divisio : Magnoliophyta
 Sub divisio : Spermatophyta
 Kelas : Magnoliopsida
 Ordo : Magnoliales
 Family : Myristicaceae
 Genus : Myristica
 Spesies : Myristica fragrans (Houtt)
Spesifikasi Simplisia
 Tanaman asal : Biji Pala
 Nama latin : Myristica semen
 Zat aktif : Miristin, kamfer, asam oleat dan asam linoleate
 Khasiat : Bahan pewangi, karminativa

(Cronquist, 1981)
Tumbuhan ini berumah dua (dioecious), sehingga dikenal pohon jantan dan pohon betina.
Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna
kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri pada daging
buahnya. Bila masak, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat terbungkus fuli
yang berwarna merah. Satu buah menghasilkan satu biji berwarna coklat. Pala dipanen biji,
salut bijinya (arillus), dan daging buahnya. Pada masa perdagangan, salut biji pala
dinamakan fuli, atau dalam bahasa inggris disebut mace, dalam istilah farmasi disebut
myristicae arillus atau macis. Daging buah pala dinamakan myristicae fructus cotex. Panen
pertama dilakukan 7 sampai 9 tahun 2 setelah pohonnya ditanam dan mencapai kemampuan
produksi maksimum setelah 25 tahun. Tumbuhnya dapat mencapai 20 m dan usianya bisa
mencapai ratusan tahun (Nurdjannah, 2007).

Biji pala mengandung minyak atsiri (essential oil) sebanyak 5-15% dari berat biji
keseluruhan, diantaranya golongan senyawa monoterpene hidrokarbon seperi α-pinen, β-
pinen, limonene dan komponen fenolik eter (miristin, safrol dan metil eugenol) (Shinta,
2013:17).

 Biji Kopi (Coffeae Semen)


Klasifikasi tanaman kopi (Coffea sp.)
 Kingdom : Plantae
 Subkingdom : Tracheobionta
 Super Divisi : Spermatophyta
 Divisi : Magnoliophyta
 Kelas : Magnoliopsida
 Sub Kelas : Asteridae
 Ordo : Rubiales
 Famili : Rubiaceae
 Genus : Coffea
 Spesies :Coffea sp. ( Cofffea arabica L., Coffea canephora, Coffea liberica, Coffea
excels) (Rahardjo, 2012).
Pada umumnya tanaman kopi berbunga setelah berumur sekitar dua tahun. Bila bunga
sudah dewasa, terjadi penyerbukan dengan pembukaan kelopak dan mahkota yang akan
berkembang menjadi buah. Kulit buah yang berwarna hijau akan menguning dan menjadi
merah tua seiring dengan pertumbuhannya. Waktu yang diperlukan dari bunga menjadi buah
matang sekitar 6-11 bulan, tergantung jenis dan lingkungan. Kopi Arabika membutuhkan
waktu 6-8 bulan, sedangkan kopi Robusta 8-11 bulan. Bunga umumnya mekar awal musim
kemarau dan buah siap dipetik diakhir musim kemarau. Diawal musim hujan, cabang primer
akan memanjang dan membentuk daun-daun baru yang siap mengeluarkan bunga pada awal
musim 9 kemarau mendatang (Najiyati dan Danarti 2007).
Jika dibandingkan dengan kopi Arabika, pohon kopi Robusta lebih rendah dengan
ketinggian sekitar 1,98 hingga 4,88 meter saat tumbuh liar di kawasan hutan. Pada saat
dibudidayakan melalui pemangkasan, tingginya sekitar 1,98 hingga 2,44 meter (Retnandari
dan Tjokrowinoto 1991).
Buah kopi mentah berwarna hijau muda. Setelah itu, berubah menjadi hijau tua, lalu
kuning. Buah kopi matang (ripe) berwarna merah atau merah tua. Ukuran panjang buah kopi
Arabika sekitar 12–18 mm, sedangkan kopi Robusta sekitar 8– 16 mm. Buah kopi terdiri
dari beberapa lapisan, yakni eksokarp (kulit buah), mesokarp (daging buah), endokarp (kulit
tanduk), kulit ari dan biji (Panggabean 2011).

C. Kegiatan Praktikum
1. Alat
 Mikroskop  Beker glass
 Objek glass  Loup
 Cover glass  Pensil
 Pipet tetes  Penghapus
 Tabung reaksi
2. Bahan
 Serbuk Biji Pala (Myristicae Semen)  HCl pekat P
 Serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen)  Asam Sulfat 10 N
 Klorhidrat  Asam Sulfat P
 NaOH P 5% b/v dalam etanol P  FeCl3 P 5% b/v
 Amonia (25%) P

3. Cara Kerja
 Identifikasi Simplisia Biji (Semen) secara Makroskopik
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan

Amati warna, bau dan bentuk

Catat hasilnya

 Identifikasi Simplisia Biji (Semen) secara Mikroskopik


Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan

Ambil sedikit serbuk simplisia

Letakkan pada objek glass dan tambahkan 1-2 tetes kloralhidrat

Tutup objek glass dengan cover glass

Amati fragmen pengenal dari masing-masing simplisia

Catat hasilnya

 Identifikasi Simplisia Biji (Semen) secara Kimiawi


 Serbuk Biji Kopi (Myristicae Semen)
Siapkan satu tabung reaksi

Ambil 2 mg serbuk simplisia

Masukkan ke dalam tabung reaksi

Tambahkan 5 tetes HCl pekat P

Amati dan catat hasilnya
 Serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen)
Siapkan lima tabung reaksi

Ambil 2 mg serbuk simplisia

Masukkan ke masing-masing tabung reaksi

Pada tabung I, tambahkan 5 tetes Asam Sulfat P
Pada tabung II, tambahkan 5 tetes Asam Sulfat 10 N
Pada tabung III, tambahkan 5 tetes NaOH P 5% b/v dalam etanol P
Pada tabung IV, tambahkan 5 tetes Amonia (25%) P
Pada tabung V, tambahkan 5 tetes FeCl3 P 5% b/v

Amati dan catat hasilnya

 Hasil Pengamatan
 Identifikasi Simplisia Biji (Semen) secara Makroskopik
No Simplisia Nama Tanaman Bau Warna Rasa
Asal
1 Myristicae Myristicae fragrans Khas Cokelat Agak pedas
Semen aromatik
2 Coffeae Coffea Arabica Khas Hijau Pahit
Semen aromatik
 Identifikasi Simplisia Biji (Semen) secara Mikroskopik
 Simplisia Biji Pala (Myristicae Semen)
No Simplisia Warna Serbuk Fragmen Gambar
Pengenal
1 Myristicae Cokelat Berkas pembuluh
Semen

2 Myristicae Cokelat Butir pati


Semen

3 Myristicae Cokelat Perisperm


Semen
sekunder sel
minyak

4 Myristicae Cokelat Endosperm


Semen
dengan butir pati
dan aleuron
5 Myristicae Cokelat Perisperm primer
Semen
terlihat tangensial

 Simplisia Biji Kopi (Coffeae Semen)


No Simplisia Warna Serbuk Fragmen Gambar
Pengenal
1 Coffeae Hijau Perisperm
Semen
dengan tetes
minyak

2 Coffeae Hijau Parenkim dinding


Semen
tipis

3 Coffeae Hijau Sel batu


Semen
4 Coffeae Hijau Lapisan sel
Semen
pigmen

 Identifikasi Simplisia Biji (Semen) secara Kimiawi


 Simplisia Biji Pala (Myristicae Semen)
Tabung Simplisia Perlakuan Reaksi
Hasil Pengamatan
Positif
I Myristicae 2 mg serbuk Terbentuk (+) Terbentuk warna hitam
Semen simplisia + 5 warna
tetes HCl hitam
pekat P

 Simplisia Biji Kopi (Coffeae Semen)


Tabung Simplisia Perlakuan Reaksi
Hasil Pengamatan
Positif
I Coffeae 2 mg serbuk Terbentuk (-) Terbentuk warna cokelat
Semen simplisia + 5 warna muda
tetes Asam cokelat tua
Sulfat P
II Coffeae 2 mg serbuk Terbentuk (+) Terbentuk warna cokelat
Semen simplisia + 5 warna tua
tetes Asam cokelat tua
Sulfat 10N

III Coffeae 2 mg serbuk Terbentuk (+) Terbentuk warna cokelat


Semen simplisia + 5 warna
tetes NaOH P coklat
5% b/v dalam
etanol P

IV Coffeae 2 mg serbuk Terbentuk (-) Terbentuk warna hijau


Semen simplisia + 5 warna
tetes Amonia coklat tua
(25%) P

V Coffeae 2 mg serbuk Terbentuk (+) Terbentuk warna biru


Semen simplisia + 5 warna biru kehitaman
tetes FeCl3 P kehitaman
5% b/v
D. Pembahasan
Pada praktikum Semen, praktikan melakukan identifikasi secara makroskopik,
mikroskopik, dan kimiawi. Simplisia yang diidentifikasi adalah serbuk Biji Pala (Myristicae
Semen) dan serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen).

 Simplisia Biji Pala (Myristicae Semen)


Pada identifikasi secara makroskopik serbuk Biji Pala (Myristicae Semen) , didapatkan
hasil bahwa serbuk Biji Pala (Myristicae Semen) memiliki bau khas aromatik, berwarna
cokelat, dan memiliki rasa agak pedas.
Pada identifikasi secara mikroskopik, praktikan mengamati fragmen pengenal dari
simplisia Myristicae Semen. Praktikan mendapatkan beberapa fragmen pengenal diantaranya
berkas pembuluh, butir pati, perisperm sekunder dengan sel minyak, endosperm dengan butir
pati dan aleuron, dan perisperm primer terlihat tangensial. Pengamatan mikroskopik ini
dilakukan dengan beberapa prosedur yaitu dengan mengambil 2 mg serbuk Biji Pala
(Myristicae Semen) lalu diletakkan pada kaca preparat. Setelah diletakkan dengan tepat, tetesi
sampel dengan kloralhidrat. Hal ini bertujuan agar sampel dapat diamati dengan jelas. Tutup
sampel dengan cover glass, lalu amati dibawah mikroskop cahaya dengan menggunakan lensa
okuler dengan pembesaran 15x dan objektif S40/0.65.

Simplisia Hasil Pengamatan Literatur

Biji Pala
(Myristicae Semen)

Berkas pembuluh
Butir pati

Perisperm sekunder dengan sel


minyak

Endosperm dengan butir pati dan


aleuron

Perisperm primer terlihat


tangensial
Pada identifikasi secara kimiawi, pada serbuk Biji Pala (Myristicae Semen), dilakukan
dengan mengambil 2 mg serbuk Myristicae Semen, lalu dimasukkan ke dalam tabung reaksi
dan ditetesi 5 tetes HCl pekat P. Praktikan mendapat hasil berwarna hitam sesuai dengan reaksi
positif kimiawi serbuk Biji Pala (Myristicae Semen).

 Simplisia Biji Kopi (Coffeae Semen)


Pada identifikasi secara makroskopik serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen) , didapatkan hasil
bahwa serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen) memiliki bau khas aromatik, berwarna hijau, dan
memiliki rasa pahit.
Pada identifikasi secara mikroskopik, praktikan mengamati fragmen pengenal dari
simplisia Coffeae Semen. Praktikan mendapatkan beberapa fragmen pengenal diantaranya
perisperm dengan tetes minyak, parenkim dinding tipis, sel batu, dan lapisan sel pigmen.
Pengamatan mikroskopik ini dilakukan dengan beberapa prosedur yaitu dengan mengambil 2
mg serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen) lalu diletakkan pada kaca preparat. Setelah diletakkan
dengan tepat, tetesi sampel dengan kloralhidrat. Hal ini bertujuan agar sampel dapat diamati
dengan jelas. Tutup sampel dengan cover glass, lalu amati dibawah mikroskop cahaya dengan
menggunakan lensa okuler dengan pembesaran 15x dan objektif S40/0.65.

Simplisia Hasil Pengamatan Literatur

Biji Kopi
(Coffeae Semen)

Perisperm dengan tetes


minyak
Parenkim dinding tipis

Sel batu

Lapisan sel pigmen

Pada identifikasi secara kimiawi, pada serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen), pencampuran
serbuk dengan asam sulfat P memiliki reaksi positif yaitu berwarna cokelat tua, pada
praktikum didapatkan hasil yang negatif yaitu berwarna cokelat. Pencampuran serbuk dengan
asam sulfat 10N memiliki reaksi positif berwarna cokelat tua, pada praktikum didapatkan hasil
yang sesuai dengan reaksi positif yaitu cokelat tua. Pencampuran serbuk dengan NaOH P 5%
b/v memiliki reaksi positif berwarna cokelat, pada praktikum didapatkan hasil yang sesuai
dengan reaksi positif yaitu berwarna cokelat. Pencampuran serbuk dengan amonia (25%) P
memiliki reaksi positif berwarna cokelat tua, pada praktikum didapatkan hasil yang yang
negatif yaitu berwarna hijau. Pencampuran serbuk dengan FeCl3 P 5% b/v memiliki reaksi
positif berwarna biru kehitaman, pada praktikum didapatkan hasil yang sesuai dengan reaksi
positif yaitu berwarna biru kehitaman. Percobaan yang mendapatkan hasil negatif, hal tersebut
terjadi karena adanya zat pengacau saat praktikum, kurangnya jumlah pereaksi dan sampel,
kurangnya kebersihan dari tabung reaksi.

E. Kesimpulan
Praktikan melakukan identifikasi secara makroskopik, mikroskopik, dan kimiawi. Pada
identifikasi secara makroskopik serbuk Biji Pala (Myristicae Semen) , didapatkan hasil bahwa
serbuk Biji Pala (Myristicae Semen) memiliki bau khas aromatik, berwarna cokelat, dan
memiliki rasa agak pedas. Sedangkan serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen) , didapatkan hasil
bahwa serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen) memiliki bau khas aromatik, berwarna hijau, dan
memiliki rasa pahit.
Pada identifikasi secara mikroskopik, pada simplisia Myristicae Semen, didapatkan
beberapa fragmen pengenal diantaranya berkas pembuluh, butir pati, perisperm sekunder
dengan sel minyak, endosperm dengan butir pati dan aleuron, dan perisperm primer terlihat
tangensial. Sedangkan pada simplisia Coffeae Semen didapatkan beberapa fragmen pengenal
diantaranya perisperm dengan tetes minyak, parenkim dinding tipis, sel batu, dan lapisan sel
pigmen.
Pada identifikasi secara kimiawi, pada serbuk Biji Pala (Myristicae Semen), didapatkan
hasil positif. Sedangkan pada serbuk Biji Kopi (Coffeae Semen), terdapat dua hasil negatif.
Hal tersebut terjadi terjadi karena adanya zat pengacau saat praktikum, kurangnya jumlah
pereaksi dan sampel, kurangnya kebersihan dari tabung reaksi.

F. Daftar Pustaka
Cronquist, A. 1981. An Integrated System of Classification of Flowering Plants. New York :
Columbia University Press. p.477.
Nurdjannah N. 2007. Teknologi Pengolahan Pala. Bogor : Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Pascapanen Pertanian.
Dewi, Reni Shinta. 2013. ”Pengaruh Faktor Modal Psikologis,Karakteristik Entrepreneur,
Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Karakteristik UKM Terhadap
Perkembangan Usaha Pedagang di Pasar Tradisional”. Jurnal. Semarang: Universitas
Diponegoro.
Rahardjo, Pudji. 2012. Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta.
Jakarta : Penebar Swadaya.
Najiyati, S dan Danarti. 2007. Kopi: Budidaya dan Penanganan Lepas Panen. Jakarta :
Penebar Swadaya.
Retnandari, N.D dan Tjokrowinoto M. 1991. Kopi Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta:
Penerbit Aditya Media.
Panggabean, Edy. 2011. Buku Pintar Kopi. Jakarta Selatan: PT Agro Media Pustaka.
p.124-132.