Anda di halaman 1dari 54

Kumpulan materi 

kultum Sesungguhnya Al lah 
SWT telah

Pentingnya
mewaj ibkan atas 
hartawan musl im suatu
kewajiban zakat yang 
dapat
menanggulangi 
kemiskinan. Tidaklah

Ilmu Bagi
mungkin ter jadi 
seorang faki r menderi 
ta
kelaparan atau kekur 
angan pakaian,

Kehidupan Kita kecual i oleh sebab 


kebakhi lan yang ada
pada har tawan musl 
im. Ingat lah, Al lah
SWT akan melakukan 
perhi tungan yang
tel i ti dan meminta 
pertanggungjawaban
mereka dan selanjutnya 
By : Al Fajar akan menyiksa
mereka dengan siksaan 
yang pedih
                               
HR.Thabrani dalam Al 

November 25 Ausath an AshShoghir 

2010
Adalah sudah menjadi fakta, bahwa Apabila
k egiatan ekonomi sekarang adalah kamumelewati
melahi rkan kesenjangan pendapatan yang
taman-taman
semakin lebar dan semakin besar.
Misalnya, sebagaimana dikemukakan
surga,
dalam Human Development Repor t 2006 minumlah hingga
yang di terbi t kan oleh UNDP (United puas. Para sahabat
Nations Development Programme). bertanya,
Berdasark an laporan tersebut , 10% "Ya Rasulullah,
k elompok k aya dunia menguasai 54% total apa yang dimaksud
k ekayaan dunia. Sedangkan sisanya 90% tamantaman
masyar ak at dunia menguasai 46% total
surga itu
k ekayaan dunia (Beik, 2006).

WWW.ADABISNISHALAL.CO.CC
Pentingnya Ilmu • Bisa Masuk Penjara

Nabi Muhammad SAW bersabda • atau bisa Mati masuk neraka

Apabila kamu melewati taman-taman surga, naudzubillah..


minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,
"Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman- Maka Islam memberi jalan apa bila kita
taman surga itu?" Nabi Saw menjawab, "Majelis- yang ingin
majelis taklim." (HR. Ath-Thabrani)
• bahagia,
Begitu pentingnya ilmu sehingga tempat
mncari ilmu disebut taman surga, pada • tua kaya raya
hadits lainnya:
• dan mati masuk surga
Man salaka thariiqay yaltamisu fii hi ilman,
Sahhallaahu thoriiqan ilal jannah bukan dengan cara Foya foya tetapi
dengan iqra atau membaca atau
yang bermakna: dengan mencari Ilmunya, apakah itu
Barangsiapa merintis jalan mencari • Ilmu dari sekolah
ilmu maka Allah akan memudahkan
baginya jalan ke surga. (HR. • Ilmu dari Kuliah dan
Muslim)
• Ilmu dari Masjid2 (majelis
Namun apa yang terjadi di indonesia Taklim) dan sebagainya
terkait soal ke surga, entah siapa yag
mengarang sebuah pepatah, pepatah yg dengan ilmu, manusia bisa berbuat
salah, tapi terkenal, yang bunyinya sesuatu. sesuatu karya yang baik
disebut amal shalih
• Muda Foya Foya
• amal=perbuatan
• Tua Kaya Raya
• shalih=kebaikan
• Mati Masuk Surga
(Jangan Baca Semua. kontak
Pepatah itu adalah pepatah yang pandangan dan baca perlahan-lahan
hampir mustahil terjadi, bila muda foya-
foya dan tak bertobat. di negara2 maju, penduduknya banyak
yg belum beriman tetapi mereka
Kenyataanya yang sering terjadi beramal shalih atau (berkarya),
adalah, apabila
karena mereka rajin menuntut Ilmu
• Muda Foya Foya maka mereka mampu mengasilkan
alat2 teknologi yang bermanfaat,
• Cendrung banyak sehingga hidupnya lebih mudah
maksiyatnya bagaikan mendapat surga dunia
• Bisa terjerat Narkoba
sesuai hadits nabi mengenai mudahnya maka dari itu, kita perlu ingat kembali
jalan ke surga yaitu dengan Ilmu, tanpa pada pentingnya Ilmu dengan
mereka sadari mereka mengamalkan menghadiri majelis Ilmu, karena
sabda nabi tersebut menuntut ilmu hukumnya wajib. Nabi
bersabda
Barangsiapa merintis jalan mencari
ilmu maka Allah akan memudahkan Menuntut ilmu wajib atas tiap
baginya jalan ke surga. (HR. muslim (baik muslimin maupun
Muslim) muslimah). (HR. Ibnu Majah)

baik surga di dunia maupun surga di tanpa memandang siapa yang


akhirat. padahal surga dunia sangat membagikan ilmu, apakah masih muda
kecil bila dibandingkan Surga di Akhirat atau Tua yang penting apa yang
disampaikannya adalah Ayat-ayat Allah,
Perbandingan dunia dengan akhirat kalau ada orang yang meremehkan
seperti seorang yang mencelupkan Ilmu, meremehkan kebenaran
jari tangannya ke dalam laut lalu meremehkan orang yang membagikan
diangkatnya dan dilihatnya apa Ilmu, hanya karena masih muda atau
yang diperolehnya. (HR. Muslim sebab lainnya, khawatir orang itu
dan Ibnu Majah) termasuk orang yang sombong

maka dari itu, hampir semua masjid seperti sabda nabi yang artinya
menyediakan fasilitas menambah Ilmu
(majlis taklim), menyediakan bacaan Sombong adalah menolak
perpustakaan untuk dibaca agar kebenaran dan merendahkan
memudahkan hambanya menuju (meremehkan) manusia” . (Hadits
Surga. Karena Allah perintahkan Riwayat Muslim, at Tirmidzi dan
manusia untuk Iqra ! (bacalah) di Abu Daud).
surah Al Alaq 1-5
Hadirin yang disayangi Allah
Manusia yang banyak membaca
akan banyak Ilmunya, akan banyak Alhamdulillah di bulan penuh berkah
hal yang bisa disampaikan, bagaikan dan rahmah ini masjid AlFurqan
teko yang selalu diisi air minum, maka menyediakan fasilitas Ilmu
akan kelebihan air akan tumpah
membagi2kan ilmunya lewat lisan Majelis Taklim
maupun tulisan.
SanLat Untuk Anak-anak
Sebaliknya…
Lomba dan Gebyar Ramadhan untuk
Orang yang malas menuntut ilmu, anak
malas mendengarkan majelis taklim
dan/atau malas membaca biasanya yang merupakan wujud amal shalih kita
hidupnya akan membosankan, karena Semoga Allah membalas dengan
hidupnya tiada sesuatu yang baru, pahala n kebaikan yang berlipat ganda
hanya itu itu melulu, karena ruhnya bagi seluruh jamaah masjid
jarang diisi ilmu dan jarang diisi dengan AlFurqan.amin,
bacaan Ayat Ayat AlQuran
AlFurqan adalah nama lain dari Duduk bersama para ulama adalah
AlQuran yang artinya ibadah. (HR. Ad-Dailami)
Penyaring/Pembeda antara kebaikan
dan keburukan. 3. Mendapat taman surga dunia

Orang yang memiliki Furqan akan Apabila kamu melewati taman-


bisa menyaring kebaikan dan taman surga, minumlah hingga
menjauhi keburukan, puas. Para sahabat bertanya, "Ya
Rasulullah, apa yang dimaksud
tahu dan mengerti cara taman-taman surga itu?" Nabi Saw
membedakan kebaikan dan menjawab, "Majelis-majelis
keburukan. Juga berkat rajin taklim." (HR. Ath-Thabrani).
menuntut ilmu dan beribadah
Merajut Pakaian Taqwa
penutup dan kesimpulan:
Pada hakekatnya, pakaian adalah segala 
Ilmu sangat penting dan sangat perlu yang “melekat” di badan ini; entah baju, 
kita perbarui setiap hari karena celana, segala aksesoris yang “melekat” 
sebagai manusia kita tempatnya lupa lainnya, termasuk perhiasan. Selaras 
maka kita perlu orang lain yang dengan pengertian ini, bahkan Allah 
mengingatkannya
membahasakan suami sebagai “pakaian” 
dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari 
yaitu dengan cara
suami (Q.S. Al­Baqarah: 187: hunna  
• rajin menghadiri majelis taklim libaasul lakum wa antum libaasun  
tanpa memandang usia, lahunna). Mungkin karena suami dan istri 
pun “melekat” satu sama lain, hingga 
• dengan banyak mereka tak ubahnya seperti pakaian.
membaca,AlQuran dan
terjemahannya, Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian 
yang disebut di dalam Al­Qur’an. Pertama, 
• banyak membaca buku pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An­
islamnya Nuur: 58 dan Al­A’raf: 26). Kedua, pakaian 
sebagai perhiasan (Q.S. Al­A’raf: 26). Dan 
karena Ilmu sangat penting untuk orang ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni 
tua dan muda, untuk kita semua
dari panas dan hujan, juga dari serangan 
musuh (Q.S. An­Nahl:81).
Sebagai motivasi mari kita ingat
kembali manfaat dan keuntungan
Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di 
Keuntungan Menuntut Ilmu dalam Al­Qur’an yang berbicara tentang 
pakaian. Entah memakai bahasa 
1. bisa membuat kita dimudahkan “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun 
jalan ke surga. “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara 
tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. 
2. Duduk bersama Ulama sudah Hanya ada satu yang menyebutkan tentang 
dianggap ibadah. pakaian ruhani.
Pakaian ruhani adalah sebenar­benar  sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan 
pakaian, yang menunjukkan baik buruknya  rajut kembali.
seseorang. Meski seseorang mengenakan 
pakaian lahiriah yang mewah dan mahal,  Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di 
tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek,  sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika 
terhina, maka dirinya akan terhina pula.  datang bulan Ramadan, maka dibuka 
Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa­ pintu­pintu syurga, ditutup pintu­pintu 
apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa  neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” 
melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan  (muttafaq ‘alaih). 
mulia dalam pandangan manusia, tetapi 
tidak dalam pandangan Allah. Semua tidak lain sebagai motivasi buat 
kita untuk memperbanyak amal kebaikan 
Apakah pakaian ruhani yang dimaksud?  kita. Mumpung kesempatan itu dibuka 
Al­Qur’an menyebutnya sebagai pakaian  lebar­lebar oleh Allah. Allah sedang 
taqwa (libaasut taqwa). Sebagaimana  membuka “Big Sale”. Obral besar­besaran. 
firmannya, “Dan pakaian takwa itulah  Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar 
yang paling baik. Yang demikian itu adalah  zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang 
sebahagian dari tanda­tanda kekuasaan  berbuka puasa, menghentikan menggunjing 
Allah, mudah­mudahan mereka selalu  orang. Semuanya adalah jalan­jalan 
ingat.” (Q.S. Al­A’raf: 26). kebaikan; jalan­jalan merajut pakaian 
takwa kita.
Tentang taqwa, imam Ali karramallahu  
wajhah berkata: Hakikat Ramadhan

ِ ‫حْي‬
‫ل‬ ِ ‫سِتْعَداُد ِلَيْوِم الّر‬
ْ‫ل‬ِ ‫ل َو ْا‬
ِ ‫ل ِبالَتْنْزِي‬
ُ ‫ل َو اْلَعَم‬
ِ ‫جِلْي‬
َ ْ‫ن ال‬
َ ‫ف ِم‬
ُ ‫خْو‬
َ ‫َاْل‬
Sudah berapa kali kita berjumpa 
(Takut kepada Zat Yang Mahaagung;   Ramadhan? Bagaimana kita memaknai 
mengamalkan apa yang diturunkan (al­ Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa 
Qur’an); dan menyiapkan diri untuk   melaluinya begitu saja? Ataukah kita 
menyambut datangnya hari yang kekal   menjalaninya dengan biasa­biasa saja? 
[akhirat]). Ataukah kita benar­benar 
mengistimewakan dan mengoptimalkannya 
Ramadan adalah hari­hari dimana kita  untuk mengubah diri kita menjadi lebih 
memintal benang­benang pakaian takwa  baik lagi?
itu. Hari demi hari kita memintalnya, 
dengan harapan pada akhir Ramadan, hari  Jika kita ingin benar­benar 
kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah  mengistimewakan dan mengoptimalkan 
sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan  Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus 
di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk  memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini 
dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali.  beberapa makna dan hakikatnya.
Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu 
seharusnya kita pakai seterusnya sampai  Bulan Ramadhan adalah Bulan 
tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana  Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah)
kita akan memeriksa pakaian takwa itu 
kembali barangkali ada lubang, kotor,  Seberapa bersemangat dan seberapa 
mampu kita memanfaatkan Ramadhan 
pada setiap menit dan detiknya,  Rasulullah bersabda, “Barangsiapa 
merupakan indikasi ketaqwaan kita  berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan 
kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai  berharap pahala dari Allah, maka dosa­
diri kita, apakah kita termasuk hamba  dosanya yang telah lalu akan diampuni.” 
Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka  Beliau juga bersabda, “Barangsiapa berdiri 
menganiaya diri sendiri), atau yang  (menegakkan shalat malam, shalat 
muqtashid (yang pas­pasan saja), ataukah  tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar 
yang sabiqun bil khairat (yang bergegas  iman dan berharap pahala dari Allah, maka 
dalam melaksanakan berbagai kebaikan).  dosa­dosanya yeng telah lalu akan 
diampuni.” Beliau bahkan berkata, 
Disamping itu, Ramadhan juga merupakan  “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata­
sarana yang sangat tepat bagi kita untuk  kata buruk dan tidak mengumpat maka ia 
bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq   akan keluar dari dosa­dosanya seperti 
‘alaih menyatakan bahwa selama bulan  keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh 
Ramadhan syetan­syetan dibelenggu. Nah,  ibunya.” Jadi, apa lagi yang kita tunggu. 
jika syetan­syetan telah dibelenggu tetapi  Mari kita banyak­banyak beribadah dan 
kita masih saja melakukan dosa dan  memohon ampunan kepada Allah, agar 
kemaksiatan maka seperti itulah diri kita  Ramadhan ini dapat menjadi penghapus 
yang sebenarnya. dosa­dosa kita.

Bulan Ramadhan adalah Bulan  Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa 
Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) (Syahrush Shiyam)

Rasulullah bersabda, “Telah datang  Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya 
kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang  dengan meninggalkan makan, minum dan 
penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas  hubungan suami isteri pada siang hari. 
kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa  Lebih dari itu, puasa yang sejati adalah 
tidak mendapat bagian kebaikannya, maka  puasa yang bersifat total, yakni 
sungguh berarti ia telah dijauhkan dari  mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: 
rahmat Allah.” akal pikiran, hati, mata, telinga, lidah, 
tangan, kaki, dan anggota­anggota tubuh 
Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan  kita yang lainnya. Semuanya harus kita 
segenap rahmat­Nya melebihi pada bulan­ puasakan dari berbagai bentuk dosa dan 
bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah  kemaksiatan. Rasulullah bersabda, 
melipatgandakan pahala amal kebaikan,  “Barangsiapa tidak meninggalkan 
memberikan semangat ketaatan kepada  perkataan dan perbuatan yang keji, maka 
hamba­hamba­Nya, dan bahkan  sekali­kali Allah tidak butuh dengan 
memberikan bonus satu malam yang lebih  puasanya yang hanya meninggalkan 
baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr.  makan dan minum saja.”
Karena itu, rugilah kita jika selama bulan 
ini kita tidak memanfaatkan limpahan  Bulan Ramadhan adalah Bulan Al­
rahmat Allah yang sedemikian besar. Qur’an (Syahrul Qur’an)

Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat  Bulan Ramadhan adalah bulan 
(Syahrut Taubah) diturunkannya Al­Qur’an. Pada setiap 
bulan ini, Rasulullah selalu melakukan  Ramadhan Bulan Jihad (Bagian 
tadarrus Al­Qur’an bersama malaikat  Pertama): Memahami Makna Jihad
Jibril. Beliau ingin memberikan teladan 
kepada kita semua agar kita berinteraksi  Rasulullah SAW. selalu memotivasi para 
seakrab mungkin dengan Al­Qur’an selama  sahabat dengan kabar gembira akan 
bulan Ramadhan. Interaksi ini meliputi  datangnya Ramadhan, sebagaimana 
banyak hal: membacanya, memahami  sabdanya, “Telah datang kepada kalian 
maknanya, mengamalkannya, dan  bulan Ramadhan, rajanya bulan, sambut 
mendakwahkannya. Akan lebih baik lagi  dan hormatilah Ramadhan.” 
jika kita juga berusaha untuk 
menghafalnya sesuai dengan kemampuan  Lintasan sejarah Islam berbicara, terdapat 
yang kita miliki. hubungan yang penting antara jihad dan 
Ramadhan. Selama kehidupan Rasulullah 
Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq  saw., dua buah peperangan terjadi di bulan 
dan Sedekah (Syahrul Infaq wash   Ramadhan, yang pertama adalah Perang 
Shadaqah) Badar yang terjadi di tahun kedua setelah 
hijrah, dan yang kedua Penaklukan 
Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk  Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun 
beribadah secara vertikal saja. Ia juga  kemudian.
kesempatan emas untuk beribadah secara 
horisontal, melakukan berbagai kebaikan  Bahkan, setelah kehidupan Rasulullah 
kepada sesama. Di bulan ini kita sangat  SAW, bulan Ramadhan tetap menjadi 
dianjurkan untuk banyak berinfak dan  bulan konfrontasi militer penting bagi 
bersedekah. Kita telah merasakan  kaum muslimin. Beberapa kejadian penting 
bagaimana rasanya kelaparan dan  yang berhubungan antara bulan Ramadhan 
kehausan. Sudah semestinya kita  dan jihad terus terjadi dalam kehidupan 
kemudian mampu berempati kepada  bersejarah kaum muslimin. Tentunya, 
mereka yang selama ini biasa kelaparan  Allah SWT yang paling mengetahui hikmah 
dan kehausan, dengan cara berinfaq dan  yang besar mengapa bulan Ramadhan 
bersedekah kepada mereka. Demikianlah  begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. 
yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.  Pastinya, Allah SWT sajalah yang 
Sebuah riwayat menyatakan bahwa  mengetahui hikmah itu semua dan 
kedermawanan beliau di bulan Ramadhan  memberikan indikasi dan tanda­tanda 
sampai menyerupai angin yang bertiup. tersebut, yakni kaitan antara Ramadhan 
dan jihad kepada kaum muslimin.
Demikianlah beberapa makna dan hakikat 
Ramadhan. Jika kita telah memahaminya  Untuk memahami lebih dalam hubungan 
maka selanjutnya kita harus bergegas  ini maka seseorang haruslah memahami 
untuk mengimplementasikannya dalam  esensi jihad sebaik dia memahami esensi 
hari­hari Ramadhan kita. Harapan kita,  shaum. Jihad adalah aktualisasi dari 
keluar dari Ramadhan kita telah menjadi  ibadah seorang muslim untuk 
pribadi yang jauh lebih bertaqwa,  membuktikan tidak ada kecintaan baginya 
la’allakum tattaqun. kecuali hanya Allah SWT saja, Rasulullah 
SAW, dengan upaya sekuat tenaga untuk 
Materi 3 menggapai Ridho Ilahi. Seorang Mujahid 
dengan bersungguh­sungguh memberikan  bulan ini umat Islam mendapatkan panen 
semua apa pun miliknya di dunia,  pahala karena ada malam yang lebih baik 
termasuk hidupnya, ini merupakan bukti  dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar, dan 
bahwa dia sungguh­sungguh ikhlas  ketiga, dilipatgandakannya pahala semua 
beribadah hanya kepada Allah SWT.  amalan muslim dan muslimah. Yang wajib 
semata. Dia tidak memiliki keinginan lain,  dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah 
selain Allah SWT. Dia tidak menyembah  disamakan dengan pahala amalan wajib. 
materi apa pun dalam kehidupannya,  Dengan keistimewaan ini, dosa umat Islam 
keinginannya, dan semua semata­mata  terbakar oleh banyaknya pahala amalan 
ditujukan untuk menggapai keridloan­Nya.  kebajikan yang diraih pada bulan 
Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak  Ramadhan.
ada selain itu. 
Barangkali, di sinilah rahasianya mengapa 
Untuk beberapa alasan, banyak muslim  Rasulullah senantiasa menanti bulan 
tidak mampu melakukan keikhlasan dalam  Ramadhan, sehingga berdoa, “Allahumma 
beribadah tersebut. Mereka masih  baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa 
membutuhkan atau mengharapkan sesuatu  ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati 
yang lain meskipun mereka tahu bahwa  kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban 
mereka adalah hamba Allah SWT, mereka  dan antarkan kami sampai ke bulan 
masih lebih mementingkan pekerjaan,  Ramadhan.).
keluarga, kesehatan, dan segala sesuatu 
yang merupakan kenikmatan dunia. Salah  Selain dari pada itu, Beliau senantiasa 
satu jalan untuk mencapai tingkat  berkhutbah ketika menyambut awal 
ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa,  Ramadhan. Di antara isi khutbahnya yang 
sebagaimana firman Allah SWT. diriwayatkan oleh Imam Ahmad
dan An Nasa’i adalah sebagai berikut:
“Wahai orang­orang yang beriman 
diwajibkan atas kamu berpuasa  “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, 
sebagaimana orang­orang sebelum kamu  penuh berkah. Allah mewajibkan atas 
agar kamu bertaqwa.” (QS 2 : 183) kamu puasa di bulan itu. Pada bulan itu 
semua pintu neraka terbuka lebar dan 
Materi 4  semua pintu neraka Jahim tertutup rapat 
Ramadhan Bulan Jihad (Bagian  serta syetan­syetanpun dibelenggu. Di 
Kedua) dalamnya terdapat suatu malam yang lebih 
baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang 
1. Ramadhan Bulan Istimewa, tidak mendapatkan kebaikannya, maka 
sesungguhnya orang yang tidak beramal 
Ramadhan adalah bulan kesempatan umat  kebaikan pada bulan ini sungguh amat 
Islam untuk membakar dosa lebih intensif  merugi.”
dibandingkan dengan bulan lain. Mengapa 
membakar dosa? Pertama, amalan puasa  Konotasi “pintu­pintu surga terbuka lebar 
adalah ibadah istimewa dan berpahala  dan pintu neraka tertutup rapat dan 
istimewa yang mampu meningkatkan  syetan­syetanpun dibelenggu”, maksudnya 
ketakwaan dan menepis semua bentuk  bahwa orang yang berpuasa berkesempatan 
kemunkaran dan maksiat. Kedua, pada  besar untuk masuk surga dan jauh dari 
neraka. Karena dengan puasanya ia  telah menghadapi jihad besar melawan 
berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda  kezhaliman dalam menegakkan keadilan.
oleh syetan yang terkutuk.
Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan 
2. Ramadhan dan Jihad mencapai dua sasaran:

Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad  Pertama: Untuk mempertahankan diri dari 
melawan hawa nafsu. Orang yang tidak  serangan asing dan mempertahankan 
bisa menahan nafsu syahwatnya, nafsu  tanah air di mana mereka tinggal.
amarahnya, nafsu seksualnya, dan nafsu­
nafsu lainnya selama berpuasa, berarti  Kedua: Mempertahankan dakwah 
puasanya akan ditolak Rabbul Izzati.  Islamiyah dan ajaran­ajaran Ilahi sekaligus 
Rasulullah pernah menegaskan dengan  melindungi para pembawa panji­panjinya, 
sabdanya: “Barangsiapa yang tidak  demi menebarkan ajaran Islam dengan al­
meninggalkan ucapan dan perbuatan  hikmah, almau’izhah al hasanah dalam 
dusta, maka Allah tidak butuh darinya  suasana penuh aman dan kedamaian. 
untuk meninggalkan makanan dan  Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam 
minumannya.” tetap tersebar ke seantero dunia. Dakwah 
bagaikan air yang harus dirasakan 
Inilah jihad muslim yang tiada hentinya,  manfaatnya oleh seluruh umat manusia. 
karena nafsu al ammarah bis suu’  Bila tidak disyariatkan jihad, maka 
senantiasa menyertainya, baik di kala jaga  kebatilan akan menggusur yang hak, 
atau tidur. Namun, selain jihad melawan  kerusakan akan menghantui dunia, dan 
hawa nafsu ini, umat Islam diperintahkan  panji­panji Islam akan tumbang diserang 
juga berjihad melawan kekafiran dan  kekufuran.
kesyirikan. Jihad untuk mempertahankan 
diri dari serangan kaum kufar ini sering  3. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas
disebut dengan jihad qitali.
Ketika musuh­musuh Islam menyerang 
Allah swt. telah mensyariatkan jihad  dengan berbagai macam cara untuk 
melawan kekufuran sebagai sarana ibadah  memadamkan cahaya agama Allah, kondisi 
dan perjuangan untuk menyiapkan  ini menuntut umat Islam agar melakukan 
individu muslim yang mampu membawa  jihad dalam berbagai aspek kehidupan. 
beban untuk mencapai kebahagiaan dunia  Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad 
dan akhirat. Ibadah puasa penuh dengan  setiap saat bagi setiap muslim yang masih 
kebaikan dan sumber pengkaderan untuk  waras dan sehat. Jihad qitaali adalah wajib 
menyiapkan generasi yang mau berkorban  bila umat Islam diserang dengan senjata 
lii’laai kalimatillah. seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, 
Bosnia, dan belahan bumi lainnya. Selain 
Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan  jihad nafsiy dan jihad qitaali, masih banyak 
Ramadhan penuh dengan kenangan  lagi tuntutan jihad lainnya, sebanyak 
peristiwa besar yang menggambarkan jihad  aneka ragam serangan musuh. Di antara 
kaum muslimin. Sejak Islam datang  jihad­jihad yang dituntut sekarang adalah:
menembus gelapnya kekufuran dan 
kesyirikan menuju cahaya Islam, umatnya  a. Jihad tablighi, yaitu jihad dengan lisan 
untuk menyampaikan ajaran Islam 
dengan penuh hikmah, kelembutan, dan  kehidupan manusia, maka secara garis 
kesejukan. Kita diwajibkan tablighi ini  besar struktur akhlak mulia terhadap 
sebagai jihad bil­lisan untuk  seluruh ciptaan Allah itu dapat 
meluruskan berbagai penyimpangan  digambarkan seperti struktur sederhana 
yang terjadi dalam masyarakat. berikut ini. Yang pertama yaitu ciptaan 
b. Jihad ta’limi, yaitu jihad melalui  Allah yang gaib, meliputi gaib dalam arti 
pendidikan, baik formal atau Non  positif dan gaib dalam arti negatif. Gaib 
formal. Saat ini umat Islam sangat  dalam arti positif di antaranya malaikat, 
dituntut untuk menekuni jihad ta’limi  qada dan qadar, kiamat, alam kubur, 
ini, karena sekolah­sekolah unggulan  padang mashar, sorga dan neraka beserta 
umat Islam masih perlu peningkatan  penghuninya, dan lain sebagainya. 
kualitas dan kuantitas. Apalagi sekolah­ Sedangkan gaib dalam arti negatif di 
sekolah yang dikelola pendidikan non  antaranya iblis, jin, syetan, dan benda serta 
Islam sarat dengan unsur­unsur yang  alam gaib lainnya. Yang kedua yaitu 
bisa memadamkan semangat keislaman  ciptaan Allah yang nyata. Ciptaan Allah 
siswa. yang nyata meliputi sesama manusia (nabi 
c. Jihad Maali, yaitu jihad dengan harta  dan rasul, diri sendiri, orang tua, kerabat 
dalam rangka menebarkan Syiar Islam,  dekat, kerabat jauh, tetangga dekat dan 
melindungi kaum fuqara’ dan masakin  tetangga jauh, sesama muslim, non 
dari kekufuran yang mengintai mereka.  muslim), selain manusia (tumbuhan dan 
Jihad maali ini sering disebut Al­Qur’an  hewan), serta benda mati (bumi dan 
lebih daripada jihad binnafsi, karen segalanya serta benda angkasa). 

Akhlak Mulia Walau struktur yang disampaikan masih 
sangat jauh dari lengkap dan sempurna, 
Secara garis besar, akhlak mulia itu dapat  namun diharapkan akan bisa memberikan 
dikelompokkan kedalam dua kelompok  gambaran cakupan akhlak mulia yang 
yaitu: sudah dicontohkan dan diajarkan 
1. Akhlak kepada Allah, Akhlak mulia  Rasulullah Muhammad SAW. Seluruh 
kepada Allah berati mengikuti seluruh  sikap dan perilaku serta adab sopan santun 
perintah yang telah disampikan Allah  terhadap semua ciptaan Allah sudah 
kepada Rasul yang Maha Mulia  termuat dan tercantum dalam Al­Quran 
Muhammad SAW. Seluruh perintah  dan Hadist. Tinggal bagaimana kita bisa 
tersebut sudah tercatat dalam Al­Quran  mempelajarinya secara benar dan teliti 
dan Hadist. serta mengamalkannya.
2. Akhlak kepada Ciptaan Allah, Akhlak 
terhadap ciptaan Allah meliputi segala  Pembahasan masalah Akhlak  adalah 
prilaku, sikap, perbuatan, adab dan sopan  pembahasan yang sangat luas, sama 
santun sesama ciptaan Allah yang terdiri  luasnya dengan seluruh asoek kehidupan 
atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan  manusia serta variasi ­ variasinya. Secara 
Allah yang nyata, benda hidup dan benda  garis besar fungsi dan tujuan pengamalan 
mati. akhlak mulia bagi umat manusia adalah :
1. Sebagai pengamalan syariat Islam. 
Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak  Sebagai pengamalan Syariat Islam. Islam 
ini karena menyangkut seluruh aspek  sebagai agama rahmat bagi seluruh alam 
semeste telah ,e,berikan tuntunan prilaku  suara, bentuk tubuh, atau pun sifat dan 
dan etika secar sempurna, sehingga dengan  karakter pasti akan berbeda. Allah SWT 
niat karena Allah SWT, pengamalan  telah menciptakan seluruh manusia dalam 
akhlak yang mulia itu insya Allah akan  keberagaman. Hingga anak­anak yang 
menjadi ibadah bagi umat islam yang  kembar siam pun tetap memiliki 
mengamalkanya. perbedaan. Perbedaan yang khas dari 
milyaran umat manusia di dunia ini 
2. Sebagai Identitas. Sebagai Identias,  seharusnya makin menyadarkan manusia 
Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah  akan Maha Agung dan Maha Besar­nya 
kepada manusia yang berakal budi karena  Sang Maha Pencipta.
dengan tuntunan akhlak yang mulia akan 
bisa membedakan antara manusia denga  Sebagai seorang muslim, kita adalah 
hewan. makhluk sosial. Allah telah mewajibkan 
kita untuk hidup berinteraksi dengan 
3. Pengatur tatanan Sosial. Akhlak Mulia  masyarakat. Saat berinteraksi dengan 
Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti  masyarakat tentu saja kita harus dapat 
dengan pengamalan akhlak mulia yang  menempatkan diri di tengah­tengah 
sudah dicontohkan oleh yang Mulia  masyarakat dengan baik. Agar tidak terjadi 
Saydina Muhammad SAW mengukuhkan  masalah yang akan membuat suasana 
bahwa manusia sebagai makhluk sosial  hubungan yang harmonis menjadi 
tidak akan pernah bisa dan lepas dari  terganggu. 
pengaruh lingkungannya. Dengan akhlak 
mulia ini tatanan sosial yang terbentuk   Materi 6 
semakin memberikan makna dan nilai yang  Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan
tidak saling merugikan.
Siapa saja yang berpuasa pada bulan  
4. Rahmat bagi seluruh alam. Akhlak Mulia  Ramadhan dengan penuh keimanan dan  
Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti  hanya mengharapkan pahala Allah semata  
akhlak mulia yang diperuntukkan bagi  maka diampunilah dosanya yang telah  
manusia tidak hanya mengatur tatanan  berlalu. (HR al­Bukhari dan Muslim).
hubungan manusia dengan manusia 
lainnya tetapi juga hubungan antara   Allah SWT Yang Maha Pemurah dan 
manusia dengan makhluk – makluk lain  Maha Penyayang, melalui sabda Nabi saw. 
selian manusia dan alam sekitarnya. tersebut, telah menegaskan kepada kaum 
Muslim tentang berita pengampunan pada 
5. Perlindungan diri dan HAM. Akhlak  bulan Ramadhan. Sungguh, ini adalah 
Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak  bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang 
Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan  Pencipta kepada makhluk­Nya. Bulan 
menjalin hubungan yang baik berdasarkan  Ramadhan merupakan bulan yang penuh 
hukum dan syariat agama akan terbentuk  dengan pengampunan. Oleh sebab itu, pada 
hubungan yang saling menghargai dan  bulan Ramadhan umat Islam 
saling menguntungkan. diperintahkan untuk banyak memohon 
ampunan kepada Allah Yang Maha 
Tidak ada manusia di dunia ini yang  Pengampun. 
memiliki kesamaan seratus persen. Baik 
Dosa merupakan konsekuensi dari  itu bagi siapa yang dikehendaki­Nya. Siapa  
perbuatan maksiat kepada Allah SWT, baik  saja yang mempersekutukan Allah, maka ia  
karena mengabaikan kewajiban ataupun  sungguh telah berbuat dosa yang besar. 
melakukan keharaman. Manusia sering  (QS an­Nisa [4]: 48).
berbuat dosa, siang maupun malam hari. 
Di rumah, di masjid, di kantor, di angkot, di  Di samping Allah SWT telah menyuruh 
bis, di kendaraan pribadi, di kereta api, di  setiap Muslim untuk sering memohon 
terminal, di stasiun, di bandara, di sekolah,  ampunan kepada­Nya, Rasulullah saw. 
di kampus, di pabrik dan dimana saja  juga telah memberikan teladan kepadanya. 
seseorang sangat mungkin berbuat  Dalam hadisnya, Rasul pernah 
kesalahan. Berbuat salah memang sudah  bersabda:”Demi Allah, sesungguhnya aku  
sunnatullah. Sebab, Rasul sendiri telah  benar­benar meminta ampunan kepada  
menyatakan bahwa manusia itu tempat  Allah dan bertobat kepada­Nya lebih dari  
salah dan lupa. Untuk itu, Allah SWT  tujuh puluh kali sehari. (HR al­Bukhari 
memerintahkan hamba­Nya untuk sering  dan Muslim) 
meminta ampunan kepada­Nya. Allah SWT 
berfirman: Padahal Rasulullah saw. adalah seorang 
yang maksum, atau terpelihara dari dosa. 
Orang­orang yang apabila mengerjakan   Beliau dijamin masuk surga. Namun, 
perbuatan keji atau menganiaya diri   beliau tetap terus memohon ampunan 
sendiri, mereka segera mengingat Allah,   kepada Allah Yang Maha Pengampun dan 
lalu memohon ampunan atas dosa­dosa   Maha Penyayang. Karena itu, Muslim yang 
mereka—dan siapa lagi yang dapat   menjadikan Baginda Rasul sebagai suri 
mengampuni dosa selain daripada Allah?   teladannya akan berupaya untuk sering 
Mereka tidak meneruskan perbuatan   meminta ampunan, khususnya pada bulan 
kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui.  Ramadhan. Allah SWT Maha Penyayang 
(QS Ali Imran [3]: 135). tidak pilih kasih dalam memberikan 
ampunan kepada hamba­Nya. Apapun 
Selain itu, nash di atas juga  dosanya, berapapun banyaknya, selama 
menggambarkan bahwa kaum Muslim  hamba mau bertobat, Dia akan 
harus senantiasa memohon ampunan  mengampuninya. 
kepada Allah SWT. Memang, jika Allah 
SWT menghendaki, dapat saja suatu dosa  Katakanlah, "Hai hamba­hamba­Ku yang  
seseorang langsung Dia ampuni. Namun,  melampaui batas terhadap diri sendiri,  
Dia sendiri memerintahkan kepada  janganlah kalian berputus asa dari rahmat  
manusia untuk sering meminta ampunan  Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni  
kepada­Nya. Baru kemudian, Allah SWT  dosa­dosa semuanya. Sesungguhnya Dia­
akan mengampuninya. Allah SWT sendiri  lah Yang Maha Pengampun lagi Maha  
pasti akan mengampuni semua dosa  Penyayang." (QS az­Zumar [39]: 53).
manusia, kecuali dosa syirik, tentu selama 
manusia tidak mau bertobat sampai akhir  Untuk itu, pada kesempatan Ramadhan 
hayatnyaAllah SWT berfirman:  yang penuh ampunan ini, seorang Muslim 
Sesungguhnya Allah tidak akan   sudah seharusnya banyak meminta 
mengampuni dosa syirik dan Dia   ampunan kepada Allah SWT. Di samping 
mengampuni segala dosa selain dari syirik   itu, dia akan senantiasa melakukan 
muhâsabah (instrospeksi diri), dengan  Seorang muslim yang kontinu mengerjakan 
mengajukan banyak pertanyaan kepada  qiyamullail, pasti dicintai dan dekat 
dirinya sendiri tentang berbagai hal.  dengan Allah swt. Karena itu, Rasulullah 
”Berlomba­lombalah kalian mendapatkan   saw. menganjurkan kepada kita, 
ampunan dari Tuhan kalian dan surga   “Lazimkan dirimu untuk shalat malam 
yang luasnya seluas langit dan bumi, yang   karena hal itu tradisi orang­orang shalih 
disediakan bagi orang­orang yang beriman   sebelummu, mendekatkan diri kepada 
kepada Allah dan Rasul­rasul­Nya. Itulah   Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, 
karunia Allah, diberikannya kepada siapa   dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)
yang dikehendaki­Nya. Allah memiliki  
karunia yang agung.  Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di 
(QS al­Hadid [57]: 21). sisi Allah dan di mata manusia, 
amalkanlah qiyamullail secara kontinu. 
Materi 7  Dari Sahal bin Sa’ad r.a., ia berkata, 
Keutamaan Qiyamullail “Malaikat Jibril a.s. datang kepada Nabi 
  saw. lalu berkata, ‘Wahai Muhamad, 
Dari Jabir r.a., ia berkata, “Aku mendengar  hiduplah sebebas­bebasnya, akhirnya pun 
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya  kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, 
pada malam hari itu benar­benar ada saat  pasti akan dapat balasan. Cintailah orang 
yang seorang muslim dapat menepatinya  yang engkau mau, pasti kamu akan 
untuk memohon kepada Allah suatu  berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat 
kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah  diraih dengan melakukan shalat malam, 
akan memberikannya (mengabulkannya);  dan harga dirinya dapat ditemukan dengan 
dan itu setiap malam.” (HR. Muslim dan  tidak minta tolong orang lain.’”
Ahmad)
Orang yang shalat kala orang lain lelap 
Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi  tertidur, diganjar dengan masuk surga. 
seorang hamba dengan Rabbnya. Sang  Kabar ini sampai kepada kita dari hadits 
hamba merasa lezat di kala munajat  yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari 
dengan Penciptanya. Ia berdoa,  Abdullah bin Salam dari Nabi saw., beliau 
beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang  bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah 
Pencipta. Dan Allah Yang Maha Pengasih  salam, berikanlah makanan, dan shalat 
lagi Maha Penyayang, sesuai dengan  malamlah pada waktu orang­orang tidur, 
janjinya, akan mencintai hamba yang  kalian akan masuk surga dengan selamat.”
mendekat kepadanya. Kalau Allah swt. 
mencintai seorang hamba, maka Ia akan  Seorang dai yang ingin berhasil 
mempermudah semua aspek kehidupan  dakwahnya, harus mennabur kasih sayang 
hambaNya. Dan memberi berkah atas  kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal 
semua aktivitas sang hamba, baik aktivitas  itu dapat digapai dengan wajah yang 
di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi,  berseri­seri, mengucapkan salam, 
sosial, budaya, maupun politik. Sang  mengulurkan bantuan, silaturahim, dan 
hamba akan dekat dengan Rabbnya,  pada malam hari memohon kepada Allah 
diampuni dosanya, dihormati oleh sesama,  diawali dengan qiyamulail. Tapi sayang, 
dan menjadi penghuni surga yang  yang melaksanakan qiyamulail secara 
disediakan untuknya. kontinu sangat sedikit jumlahnya. Semoga 
kita termasuk kelompok yang sedikit ini  jangan lupa pasang alarm sebelum 
dan berhak masuk surga tanpa dihisab.  tidur.
Rasululah saw. bersabda, “Seluruh  (7) Baik juga jika Anda janjian dengan 
manusia dikumpulkan di tanah lapang  beberapa teman untuk saling 
pada hari kiamat. Tiba­tiba ada panggilan  membangunkan dengan miscall melalui 
dikumandangkan dimana orang yang  telepon atau handphone yang Anda 
meninggalkan tempat tidurnya, maka  miliki.
berdirilah mereka jumlahnya sangat  (8) Buat kesepakatan dengan istri dan 
sedikit, lalu masuk surga tanpa hisab. Baru  anak­anak bahwa keluarga punya 
kemudiaan seluruh manusia diperintah  program qiyamullail bersama sekali 
untuk diperiksa.” atau dua malam dalam sepekan.
(9) Berdoalah kepada Allah swt. untuk 
Kiat Mudah Qiyamullail dipermudah dalam beribadah 
kepadaNya.
Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan 
kebulatan tekad. Jika ada tekad, akan  Materi 8 
sangat mudah merealisasikannya dengan  Ramadhan:Syahrut Tarbiyah
izin Allah. Berikut ini kiat­kiat pendorong 
meninggalkan tempat tidur untuk  Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan 
bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan 
pendidikan)??
(1) Programlah aktivitas Anda di hari yang 
malamnya Anda rencanakan untuk  Karena pada bulan ini umat Islam dididik 
qiyamulail agar memungkinkan Anda  langsung oleh Allah SWT. dan diajarkan 
tidak kelelahan. Sehingga tidak  oleh­Nya supaya bisa mengatur waktu 
membuat Anda tidur terlalu lelap. dalam kehidupan secara baik; Kapan 
(2) Pahamilah bahwa Anda punya  waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan 
kebutuhan jasmani, aqli, dan ruhani,  waktu istirahat dan kapan waktu ibadah.
serta Anda wajib memenuhinya dengan 
seimbang. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen 
(3) Hindari maksiat. Sebab menurut  bagi kehidupan insan dan umat, karena 
pengalaman Sufyan Ats­Tsauri, “Aku  dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah  
sulit sekali melakukan qiyamullail  islamiyah mutakamilah mutawazinah 
selama 5 bulan disebabkan satu dosa  (kepribadian islami yang utuh dan 
yang aku lakukan.” seimbang) yang siap menjawab tantangan 
(4) Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan  zaman dengan segala problematika, ujian 
keistimewaan qiyamulail. Dengan  dan cobaannya.
begitu Anda termotivasi untuk 
melaksanakannya. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri; untuk 
(5) Tumbuhkan perasaan sangat ingin  menghasilkan kader­kader yang memiliki 
bermunajat dengan Allah yang Maha  Syakhshiyah islamiyah mutakamilah  
Pengasih lagi Maha Penyayang. mutawazinah (kepribadian islami yang 
(6) Makan malam jangan kekenyangan,  utuh dan seimbang), maka pembinaan 
berdoa untuk bisa bangun malam, dan  dalam Islam harus mampu merealisasikan 
tujuan­tujuan berikut ini:
(1) Memahami Islam sebagai manhaj atau  Dalam bulan romadhan, Allah SWT ingin 
pedoman hidup bagi Manusia yang  memberikan tarbiyah kepada kaum 
bersifat syumiliyah (universal),  muslimin, agar tercetak sosok yang shalih, 
mutawazinah (seimbang), mutakamilah   meningkat keimanannya, berakhlak dan 
(integral), alamiyah (global), murunah   berpengetahuan yang lurus serta komitmen 
(fleksibel) dan  di jalan da’wah untuk menggapai ridho 
waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah   Allah.
(bersumber dari Allah).
(2) Memiliki komitmen pada Islam dalam  Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari 
semua aspeknya; sosial, politik,  kata ramadla­yarmudlu­ramadlan artinya 
ekonomi, pendidikan dan lain­lainnya;  panas membakar. Panas membakar ini bisa 
sehingga semua nazhoriyah (teori)  berasal dari sinar matahari. Orang Arab 
dapat teraplikasikan di dalam  dahulu ketika memindahkan nama­nama 
kehidupan yang nyata. bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab, 
(3) Memperhatikan kondisi obyektif  mereka menamakan bulan­bulan itu 
masyarakat dalam hal aplikasi,  menurut masa yang dilaluinya. Kebetulan 
komunikasi dan interaksi dengan  bulan Ramadhan masa itu sedang melalui 
prinsip­prinsip Islam. Semua itu harus  musim panas akibat sengatan terik 
disesuaikan dengan situasi, kondisi,  matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas 
waktu dan tempat. Apakah dengan  padang pasir pada masa itu.
kaum muslimin ataukah dengan non 
muslim dan baik dalam ta’amul da’awi   Ramadhan bermakna panas membakar 
(interaksi da’wah) maupun ta’amul   juga di dasarkan karena perut orang­orang 
siyasi (interaksi politik). yang berpuasa tengah terbakar akibat 
menahan makan minum seharian. Panas 
Selain itu juga perlu dilihat apakah di  membakar bulan Ramadhan bisa juga 
dalam masyarakat yang mono­loyalitas  berarti karena bulan Ramadhan 
ataukah multi­loyalitas; karena memang  memberikan energi untuk membakar dosa­
tidak mungkin mengaplikasikan Islam  dosa yang dilakukan manusia.
hanya dengan satu model. Oleh karena itu 
diperlukan ta­shil syari (pengokohan  Pada bulan yang sangat istimewa ini, 
terdapat sekian banyak wahana yang bisa 
hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan 
dimanfaatkan dalam rangka 
orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan 
penggemblengan dan pemanasan diri itu. 
manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas 
Dari yang wajib seperti puasa dan zakat 
landasan ini.
fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf, 
(4) Memperhatikan tanggung jawab  tadarus, tarawih, sedekah, dan sebagainya. 
pendidikan Islam. Dalam rangka  Dari yang berbentuk fisik seperti memberi 
mencetak generasi sholih yang bisa  makanan berbuka kepada fakir miskin 
bergaul dengan masyarakat luar;  hingga yang psikis seperti sabar, tawakal, 
mampu mempengaruhi, menguasai dan  amanah, jujur dan sebagainya.
tidak menganggap mereka sebagai 
Materi 9 
musuh walaupun perlakuan mereka 
keras, kasar dan menyakitkan.  Sarana­sarana Tarbiyah Ramadhan
Secara garis besar dapat kita temui bahwa  sedang musafir (dalam perjalanan); yang 
Ramadhan merupakan sarana tarbiyah  mana kesemua itu merupakan keringanan 
yang meliputi : (rukhsah) bagi mereka; karena ketidak 
mampuan, atau karena kesehatan janin 
1. Ramadhan merupakan sarana  dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang 
Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan  yang sedang musafir. (Lihat surat al­
spiritual) baqarah ayat 184). Selain itu juga dengan 
puasa dari segi kesehatan akan 
Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah  membersihkan usus­usus, memperbaiki 
perintahkan kepada hamba­hamba­Nya,  kerja pencernaan, membersihkan tubuh 
selain merupakan kewajiban dan alasan  dari sisa­sisa endapan makanan, 
diciptakannya manusia dan makhluk  mengurangi kegemukan dan menenangkan 
lainnya; juga merupakan sarana untuk  kejiwaan atas aspek materil yang ada 
membersihkan diri manusia itu sendiri dari  dalam diri manusia.
kotoran dan dosa yang melumuri jiwa, 
sehingga tidak ada satu ibadahpun yang  3. Ramadhan merupakan sarana 
lepas dari arah tersebut; shalat misalnya  tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan 
merupakan sarana untuk mencegah  sosial)
diri dari perbuatan keji dan mungkar. 
Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya  Selain melatih diri, puasa juga memiliki 
merupakan sarana untuk membersihkan  sisi pendidikan sosial, apalagi dalam 
diri dan hartanya dari kotoran yang  kewajiban puasa ramadlan, seluruh umat 
terdapat dalam hartanya, seperti yang  islam di dunia diwajibkan berpuasa, tanpa 
tersirat dalam surat At­Taubah (9) ayat 103  terkecuali; baik yang kaya atau miskin, 
dan Al­Lail (92) ayat 18. Begitupun dengan  pria atau wanita, kecuali bagi mereka yang 
bulan ramadhan yang di dalamnya  ada udzur, disinilah letak pendidikan 
terdapat ibadah puasa, berfungsi sebagai  sosial, mereka sama dihadapan perintah 
sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa),  Allah, sama dalam merasakan lapar dan 
dimana orang yang berpuasa selain  dahaga, dan sama dalam ketundukan 
menjaga diri untuk tidak makan dan  terhadap perintah Allah.       
minum, juga dituntut untuk mematuhi 
perintah Allah dan menjauhi larangan­Nya. Puasa juga dapat membiasakan umat 
untuk hidup dalam kebersamaan, bersatu, 
 2. Ramadhan merupakan sarana  cinta keadilan dan persamaan, begitupun 
tarbiyah jasadiyah (pembinaan  juga melahirkan kasih sayang kepada 
jasmani) orang­orang miskin, sehingga orang­orang 
yang mampu dan kaya merasakan apa 
Ibadah puasa merupakan ibadah yang  yang di derita oleh orang­orang fakir dan 
tidak hanya membutuhkan pengendalian  miskin dan mau memberi dari rizki yang 
hawa nafsu tapi juga membutuhkan  Allah anugrahkan kepadanya. Sehingga 
kekuatan fisik, karenanya puasa tidak  dari sinilah di harapkan timbul rasa 
diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya  persaudaraan dan solidaritas.
tidak prima, seperti orang tua yang telah 
renta, orang sakit, wanita yang sedang 
hamil tua atau menyusui serta orang yang 
4. Ramadhan merupakan sarana  yang nyata, karenanya peperangan yang 
tarbiyah khuluqiyah (pembinaan  terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan 
akhlak) para sahabatnya kebanyakan di bulan 
puasa, dan justru dengan berpuasa mereka 
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits  dapat lebih semangat dalam berjihad. 
yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.:
“Barangsiapa yang bersungguh­sungguh 
“Apabila seorang dari kamu sekalian  dijalan kami maka Kami akan tunjukkan 
berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor  jalan­jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. 29 
dan berteriak. Bila dicela orang lain atau  ayat 69)
dimusuhi, maka katakanlah: “Aku ini 
sungguh sedang puasa”. Dalam hadits lain  Dan puncak tarbiyah  yang dapat di raih 
disebutkan: Rasulullah SAW bersabda:  oleh seorang muslim pada bulan ramadhan 
“Barangsiapa yang tidak mampu  adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah 
meninggalkan perkataan dusta, dan   SWT, sebagaimana yang telah difirmankan 
melakukan perbuatan dusta, maka Allah  Allah  dipenutup perintah­Nya untuk 
tidak membutuhkan lapar dan dahaga  berpuasa, “agar kamu bertaqwa”, karena 
mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan 
jasad (jasmani) terjaga.
Mengenai hadits yang terakhir, Al’Allamah 
Asy­Syaukani berkata: “Menurut Ibnu  Materi 9
Bathal, maksud hadits di atas bukan  Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya 
berarti orang itu disuruh meninggalkan  hidup Islami Vs Jahiliyah
puasa, tetapi merupakan peringatan agar 
jangan berkata bohong atau melakukan  Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia
perbuatan yang memuat dusta. Sedangkan  dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-
menurut Ibnu Arabi, maksud hadits ini  khair), dan yang kedua ialah kebahagiaan (as
sa’adah). Hanya saja masing-masing orang
ialah bahwa puasa seperti itu tidak 
mempunyai pandangan yang berbeda ketika
berpahala. Dan berdasarkan hadits ini, 
memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah
Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa  yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya
perbuatan­perbuatan buruk tersebut di  hidup manusia. Dalam pandangan Islam gaya
atas dapat mengurangi pahala puasa hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua
golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya
 5. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah  hidup jahiliyah. 
jihadiyah
Gaya hidup Islami mempunyai landasan 
            Puasa juga merupakan sarana  yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah 
dalam menumbuhkan semangat jihad  gaya hidup orang yang beriman. Adapun 
dalam diri umat, terutama jihad dalam  gaya hidup jahili, landasannya bersifat 
memerangi musuh yang ada dalam jiwa  relatif dan rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya 
setiap muslim, mengikis hawa nafsu, dan  hidup orang kafir.      Setiap Muslim sudah 
berusaha menghilangkan dominasi jiwa  menjadi keharusan baginya untuk memilih 
yang selalu membawanya kepada  gaya hidup Islami dalam menjalani hidup 
perbuatan yang menyimpang. Sebagaimana  dan kehidupan­nya. Hal ini sejalan dengan 
puasa juga menumbuhkan semangat jihad  firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan  
(agama)ku, aku dan orang­orang yang   Hadits tersebut menggambarkan suatu 
mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah   zaman di mana sebagian besar umat Islam 
dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah,   telah kehilangan kepribadian Islamnya 
dan aku tiada termasuk orang­orang yang   karena jiwa mere­ka telah terisi oleh jenis 
musyrik”. (QS. Yusuf: 108). kepribadian yang lain. Mereka kehilangan 
 Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa  gaya hidup yang hakiki karena telah 
bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas  mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya 
setiap Muslim, dan gaya hidup jahili adalah  tak ada kehilangan yang patut ditangisi 
haram baginya. Hanya saja dalam  selain dari kehilangan kepribadian dan gaya 
kenyataan justru membuat kita sangat  hidup Islami. 
prihatin dan sangat menyesal, sebab justru 
Materi 10 
gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah 
Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): 
yang melingkupi sebagian besar umat Islam. 
Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum)
Fenomena ini persis seperti yang pernah 
disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi 
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam 
wa Salam . Beliau bersabda:
bersabda:
ٍ‫شبْر‬
ِ ‫شْبًرا ِب‬
ِ ‫ن َقْبَلَها‬
ِ ْ‫خِذ اْلُقُرو‬
ْ ‫ي ِبَأ‬
ْ ‫خَذ ُأّمِت‬
ُ ‫حّتى َتْأ‬
َ ‫عُة‬ َ ‫سا‬ّ ‫َل َتُقْوُم ال‬
.(‫ )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬.‫شّبَه ِبَقْوٍم َفُهَو ِمْنُهْم‬
َ ‫ن َت‬
ْ ‫َم‬
ِ َ‫ َوم‬:‫ َفَقاَل‬.‫س َوالّرْوِم‬
‫ن‬ َ ‫ َكَفاِر‬،‫ل‬ ِ ‫سْوَل ا‬ ُ ‫ َيا َر‬:‫ َفِقْيَل‬.‫ع‬ٍ ‫عا ِبِذَرا‬
ً ‫َوِذَرا‬
.(‫ صحيح‬،‫ )رواه البخاري عن أبي هريرة‬.‫ك‬ َ ‫الّناسُ ِإّل ُأوَلـِئ‬
        Artinya: “Barangsiapa menyerupai  
“Tidak akan terjadi kiamat sebelum   suatu kaum, maka ia termasuk golongan  
mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari 
umatku mengikuti jejak umat beberapa  
Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan).
abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal  
Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya
dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang  
menyerupai umat yang lain (tasyabbuh)
bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang   hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu
Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa   dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi
lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al­Bukhari  berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara
dari Abu Hurairah z, shahih). lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/
berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan
ْ‫حّتى َلو‬ َ ‫ع‬ٍ ‫عا ِبِذَرا‬
ً ‫شْبٍر َوِذَرا‬ِ ‫شْبًرا ِب‬
ِ ‫ن َقْبَلُكْم‬َ ‫ن َكا‬
ْ ‫ن َم‬
َ ‫سَن‬
َ ‫ن‬ ّ ‫َلَتّتِبَع‬ adat istiadat mereka”.
‫ َاْلَيُهْوُد‬،‫ل‬
ِ ‫سْوَل ا‬ ُ ‫ َيا َر‬:‫ ُقْلَنا‬.‫ب َتِبْعُتُمْوُهْم‬
ّ ‫ض‬َ ‫حَر‬ ْ‫ج‬ُ ‫خُلْوا‬
َ ‫َد‬ Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh 
،‫ )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري‬.‫ن‬ ْ ‫ َفَم‬:‫ َقاَل‬.‫صاَرى‬ َ ‫َوالّن‬ yang sudah membudaya dan mengakar di 
.(‫صحيح‬
masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. 
Mungkin kita boleh bersenang hati bila 
“Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak  
melihat berbagai mode busana Muslimah 
orang­orang yang sebelum kamu, sejengkal  
telah mulai bersaing dengan mode­mode 
demi sejengkal dan sehasta demi sehasta,  
busana jahiliyah. Hanya saja masih sering 
bahkan kalau mereka masuk ke lubang  
kita menjumpai busana Muslimah yang 
biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”.  
tidak memenuhi standar seperti yang 
Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang  
dikehendaki syari’at. Busana­busana itu 
Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa  
masih mengadopsi mode ekspose aurat 
lagi?” (HR. Al­Bukhari dari Abu Sa’id Al­
sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang 
Khudri z, shahih).
lebih memprihatinkan lagi adalah busana 
wanita kita pada umumnya, yang mayoritas 
beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai  Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi 
mode pakaian umum tersebut yang tidak  dan situasi masyarakat belum terjamah oleh 
mengekspose aurat. Kalau tidak memper­ risalah dan dakwah Islam. Periode ini sering 
tontonkan aurat karena terbuka, maka  juga disebut dengan istilah Pra­Islam. 
ekspose itu dengan menonjolkan keketatan  Seiring dengan perkembangan dan 
pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap  akulturasi bahasa, istilah ini juga melekat 
dengan dua bentuk itu; mempertontonkan  erat pada sifat orang­orang yang tidak taat 
dan menonjolkan aurat. Belum lagi  pada aturan agama yang telah diproyeksikan 
kejahilan ini secara otomatis dilengkapi  oleh Al­Qur’an dan As­Sunnah.
dengan tingkah laku yang ­kata mereka­  Kebiasaan­kebiasaan kaum jahiliyah yang 
selaras dengan mode pakaian itu.  realitasnya berseberangan dengan anjuran 
Na’udzubillahi min dzalik. Rasulullah s.a.w tersebut disebabkan oleh 
sifat keras kepala, apriori dan ta’assub 
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam  (fanatik yang berlebihan) terhadap 
pernah bersabda:   "Dua golongan ahli   peninggalan dan tradisi para leluhur yang 
Neraka yang aku belum melihat mereka (di   mengental rekat dalam ritual yang selalu 
masaku ini) yaitu suatu kaum yang   disakralkan. 
membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka  
Seperti kebiasaan dahulu orang­orang 
memukuli manusia dengan cambuk itu.   jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan 
(Yang kedua ialah) kaum wanita yang   bertelanjang tanpa busana, akhirnya 
berpakaian (tapi kenyataan­nya) telanjang   terwarisi dengan kebiasaan generasi 
(karena mengekspose aurat), jalannya   berikutnya yang tidak malu 
berlenggak­lenggok (berpenampilan   mempertontonkan auratnya di depan publik, 
menggoda), kepala mereka seolah­olah   sehingga hal seperti itu dianggap lumrah 
punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak   bahkan dianggap sebagai modernisasi.
akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan  
Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam 
baunya, padahal baunya Surga itu tercium   Masail Al­Jahiliyyah mengatakan, bahwa 
dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim,  agama mereka (orang­orang jahiliyah) 
dari Abu Hurairah z, shahih). terbangun oleh beberapa pondasi yang 
            Jika tasyabbuh dari aspek busana  menjadi akar dan pijakan. Yang terbesar 
wanita saja sudah sangat memporak­ diantaranya ialah “TAQLID”, yaitu sebuah 
porandakan kepribadian umat, maka tidak  sistim yang besar yang selalu menjadi 
ada alasan bagi kita untuk tinggal diam.  tumpuan semua orang­orang kafir, sedari 
Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh  dahulu kala hingga akhir zaman. 
aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada  Sebagaimana Allah SWT berfirman di 
orang­orang kafir yang jelas­jelas bergaya  berbagai ayat di dalam Al­Qur’an: 
hidup jahili. “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi 
qaryatin min nadziirin illaa qaala 
mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa­ana ‘ala 
Materi 10  ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim 
Pengertian Jahiliyah: Masa  muqtaduun”; 
Sebelum Islam “Dan demikianlah, Kami tidak mengutus 
sebelum kamu seorang pemberi peringatan 
pun dalam suatu negeri, melainkan orang­
orang yang hidup mewah di negeri itu  kelompok individu lain lakukan, sedangkan 
berkata: “Sesungguhnya kami mendapati  objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk 
bapak­bapak kami menganut suatu agama  menjadi percontohan (maslahat). 
dan sesunguhnya kami adalah pengikut  Sebagaimana Allah SWT berfirman: 
jejak­jejak mereka”(QS.Az­Zukhruf:23). “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi 
“Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa  qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna 
anzalallahu, qaaluu bal nattabi’u maa  wajadnaa aabaa­ana ‘ala ummatin, wa innaa 
wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana, awalaw  ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”;
kaanasy­syaythaanu yad’uuhum ilaa  Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah 
‘adzaabis­sa’iir”; “mereka (para penduduk) yang hidup mewah 
“Dan apabila dikatakan kepada mereka:  sejahtera dan bergelimang harta pada 
“Ikutilah apa yang diturunkan Allah”.  umumnya, karena mereka adalah orang­
Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami  orang yang cenderung berbuat jahat, 
(hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari  sombong, dan tiada keinginan menerima 
bapak­bapak kami mengerjakannya.” Dan  kebenaran. Berbeda halnya dengan kaum 
apakah mereka (akan mengikuti bapak­ faqir dan dhuafa, yang pada umumnya 
bapak mereka) walaupun syaithan itu  bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima 
menyeru mereka ke dalam siksa api yang  kebenaran.
menyala­nyala (neraka)?(QS.Luqman:21).  Kaum yang mengagung­agungkan harta, 
“Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum  tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah, 
walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a.  yang dahulu ketika para Rasul memberi 
Qaliilan maa tadzakkaruun”: peringatan dan mengajak mereka kepada 
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu  jalan yang benar, mereka selalu membantah 
dari Tuhanmu, dan janganlah kamu  dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa­ana 
mengikuti pemimpin­pemimpin selainnya  ‘ala ummatin, wa innaa ‘alaa aatsaarihim 
(pemimpin yang membawa kepada  muqtaduun”; “Sesungguhnya kami 
kesesatan). Amat sedikitlah kamu  mendapati bapak­bapak kami menganut 
mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS.Al­ suatu agama dan sesungguhnya kami adalah 
A’raf:3).  penganut jejak­jejak mereka.” Dengan kata 
lain (secara tidak langsung) mereka 
Syeikh DR.Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah 
bermaksud: Kami tidak butuh peran dan 
Al­Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al­
kehadiranmu wahai Rasul, kami lebih 
Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka 
percaya dengan apa yang telah dibudayakan 
(orang­orang jahiliyah) tidak menegakkan 
oleh leluhur kami. Hal inilah yang di dalam 
agama mereka sesuai dengan apa yang telah 
literatur Islam disebut dengan istilah “at­
para Rasul sampaikan kepada mereka, 
taqlid al­a’maa” atau dalam istilah kita: 
sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama 
“fanatisme buta” (blind obedience), yang 
mereka dengan dasar­dasar yang mereka 
tergolong dalam salah satu perangai kaum 
mengada­adakannya sendiri sekehendak hati 
jahiliyah.
mereka, dan mereka enggan merobah diri 
serta beranjak dari kebiasaan itu. Perihal  Materi 11
inilah yang dalam dunia Islam disebut  Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): 
sebagai “at­taqlid”, atau dalam istilah Arab  Tidak Mau Berpikir
juga akrab dengan sebutan “al­muhakah”, 
yaitu sebagian orang meniru cara­cara yang 
Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa  menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang 
A’idzhukum biwaahidatin. An taquumuu  benar­benar sesuai dengan apa yang 
lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma  dituntunkan oleh syariat), namun 
tatafakkaruu. Maa bishaahibikum min  hakikatnya adalah kesesatan yang nyata.
jinnatin”;
“Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak  Hal inilah yang menjadi sebab mengapa 
memperingatkan kepadamu satu hal saja,  dahulu Rasulullah s.a.w melarang para 
yaitu supaya kamu menghadap Allah  sahabat untuk berziarah kubur, sebelum 
(dengan ikhlas) berdua­dua atau sendiri­ akhirnya beliau me­mansukh­kan hadits itu 
sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang  dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an 
Muhammad), tidak ada penyakit gila  ziyaaratil qubuur, fazuuruhaa fa innahaa 
sedikitpun pada kawanmu itu” (QS.Saba’:  tudzakkirukumul aakhirah”; “Sesungguhnya 
46). dahulu aku mencegahmu untuk berziarah 
kubur, (sekarang) berziarahlah kamu, 
Orang­orang Jahiliyah yang mendengar ayat  sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu 
ini tidak mau berpikir sejenak seraya  akan kematian (kehidupan akhirat)” 
mempertimbangkan kandungan dan arti dari  (HR.Abu Daud, Turmudzi, An­Nasa’i, Ibnu 
ayat yang menarik ini. Mereka lebih memilih  Majah, dan Ahmad) (“Al­Ibdaa’u fi Madhaaril 
untuk menjawab: “Kami telah berpegang  Ibtidaa’ ”, As­Syaikh Ali Mahfudz, Daarul 
teguh terhadap apa yang telah dilakukan  Bayan Al­‘Arabi, Kairo).
oleh para leluhur kami. Kami tidak sudi  Itulah beberapa praktek jahiliyah, yang 
mematuhi orang ini, Muhammad s.a.w.” hanya bersandar pada dugaan­dugaan dan 
hawa nafsu, yang turun temurun terwarisi 
dari para leluhur mereka, yang dianggap 
Demikianlah kaum jahiliyah, yang 
sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang 
senantiasa memutarbalikkan fakta, 
benar, padahal pada dasarnya adalah 
menuding bahwa Rasulullah adalah orang 
kesesatan yang teramat nyata.
gila, pendongeng sejati, dan orang yang tidak 
tahu diri, tanpa berpikir terlebih dahulu dan  Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat 
membuktikan bahwa perkataannya itu  Islam, bahwa perangai Jahiliyah menganut 
sesuai dengan realitas yang hakiki. Hal ini  satu kaidah (asas): “Al­Ightirar bil Aktsar”; 
diakibatkan karena diri mereka yang tidak  “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the 
mau mendengar, tidak sudi berpikir dengan  most). Mereka berhujjah bahwa yang banyak 
akal sehatnya, dan senantiasa menyelimuti  pelaku dan pengikutnya, itulah yang benar. 
diri mereka dengan hawa nafsu, yang  Mereka mengambil kesimpulan bahwa 
mengantarkan mereka pada kesesatan yang  sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) 
nyata. dan sedikit penganut atau pengikutnya. 
Itulah prinsip dasar yang mereka pegang, 
dan mereka suka memutarbalikkan fakta 
Maka dari itu, hendaknya ini menjadi titik 
yang ada di dalam Al­Qur’an dengan 
sentral perhatian orang­orang yang beriman 
menukar­nukar kandungan tafsir Al­Qur’an 
agar cermat memilah dan memilih, yang 
sekehendak hawa nafsunya.
mana hidayah (petunjuk) dan yang mana 
Sudah menjadi sunnatullah, bahwa kebaikan 
dhalalah (kesesatan), karena tidak sedikit 
itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu 
kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase 
hidayah. Tidak jarang orang­orang 
banyak peminatnya. Sebagaimana Allah  “Wassaabiquunal awwaluuna minal 
SWT berfirman: muhaajiriina wal anshaari walladziinat­
“Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi  taba’uuhum bi ihsanin, radhiyallahu ‘anhu 
yudhilluuka ‘an sabiilillah. In yattabi’uuna  wa radhuu ‘anhu. Wa a’adda lahum 
illadzh­dzhonna wa in hum illa  jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru 
yakhrushuun”; khaalidiina fiiha abadan. Dzalikal fawzul 
adhziim”;
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan 
orang­orang yang di muka bumi ini, niscaya  “Orang­orang yang terdahulu yang pertama­
mereka akan menyesatkanmu dari jalan  tama (masuk Islam) diantara orang­orang 
Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti  Muhajirin dan Anshar dan orang­orang yang 
persangkaan belaka, dan mereka tak lain  mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha 
hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS.Al­ kepada mereka dan merekapun ridha kepada 
An’am:116). Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka 
surga­surga yang mengalir sungai­sungai di 
“Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. 
dalamnya; mereka kekal di dalamnya 
Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin”
selama­lamanya. Itulah kemenangan yang 
“Dan kami tidak mendapati kebanyakan 
besar.”(QS.At­Taubah:100).
mereka berjanji. Sesungguhnya kami 
mendapati kebanyakan mereka orang­orang 
yang fasik”(QS.Al­An’am: 102). Maka dari itu Allah berfirman dalam hal 
perangai jahiliyah:
Nabi s.a.w bersabda: “Bada­al Islaamu  
ghariiban, wa saya’uudu ghariiban kamaa   “Wa idzaa qiila lahumut­tabi’uu maa 
bada­a”; “Islam pada mulanya (hadir)   anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna 
dianggap sebagai hal yang aneh (asing), dan   ‘alaihi aabaa­ana awalaw kaana aabaa­uhum 
kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing   laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun.”
sebagaimana dahulu ia datang”. Allahu  “Dan apabila dikatakan kepada mereka: 
A’lam bishawaab. “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” 
mereka menjawab: “(Tidak), tatapi kami 
Materi 12
hanya mengikuti apa yang telah kami dapat 
Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) dari (perbuatan) nenek moyang kami.” 
(Apakah mereka akan mengikuti juga), 
Lawan dari istilah “at­taqlid al­a’maa” atau 
walaupun nenek moyang mereka itu tidak 
dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind 
mengetahui suatu apapun, dan tidak 
obedience), yang tergolong dalam salah satu 
mendapat petunjuk? (QS.Al Baqarah: 170).
perangai kaum jahiliyah adalah “at­taqlid fil 
khair”, yakni mengikuti dalam ruang lingkup  Sesungguhnya tidak akan mendatangkan 
kebaikan, dalam istilah Islam disebut Ittiba’  maslahat (kebaikan), jika orang yang tidak 
dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani.  berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk 
Sebagaimana yang termaktub dalam  (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan 
(QS.Yusuf:38), firman Allah SWT tentang  panutan. Pada dasarnya teladan itu 
kisah Nabi Yusuf a.s:  “Dan aku mengikuti  hanyalah tertuju pada orang yang mau 
agama bapak­bapakku Ibrahim, Ishaq dan  berpikir dan mendapat hidayah. Maka dari 
Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi)  itu, fanatisme yang berlebihan memantik 
mempersekutukan sesuatu apapun dengan  untuk menolak kebenaran yang hakiki, 
Allah.”(QS.Yusuf:38). karena pada dasarnya, kebenaran yang 
Dan di dalam QS.At­Taubah:10 
hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada  dan tidak lagi merasakan sakitnya 
pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. pembakaran tersebut. Beda halnya bila 
seseorang dibakar dengan api neraka, 
Materi 13 na’udzubillah. Karena Allah Subhanahu  
Menjaga Diri dan Keluarga dari Api  wa Ta’ala berfirman,
Neraka (Bagian Pertama)
 “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan  
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman  padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi  
dalam kitab­Nya yang mulia: mereka.” (Al –Isra’:97)

 “Wahai orang­orang yang beriman, jagalah    “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami  
diri kalian dan keluarga kalian dari api   ganti kulit mereka dengan kulit yang lain,  
neraka yang bahan bakarnya adalah   supaya mereka terus merasakan azab.” (An­
manusia dan batu, penjaganya malaikat­ Nisa’: 56)
malaikat yang kasar, yang keras, yang  
tidak mendurhakai Allah terhadap apa    “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa  
yang diperintahkan­Nya kepada mereka   yang dapat mengantarkan mereka kepada  
dan selalu mengerjakan apa yang   kematian (mereka tidak mati dengan  
diperintahkan.” (At­Tahrim: 6) siksaan di neraka bahkan mereka terus  
hidup agar terus merasakan siksa) dan  
Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha  tidak pula diringankan azabnya dari 
Agung kepada orang­orang yang beriman,  mereka.” (Fathir: 36) [Al­Khuthab Al­
berisi perintah dan peringatan berikut  Minbariyyah fil Munasabat 
kabar tentang bahaya besar yang  Al­‘Ashriyyah, Asy­Syaikh Shalih Al­
mengancam. Seruan ini ditujukan kepada  Fauzan, dengan subjudul Fit Tahdzir  
insan beriman, karena hanya mereka yang  minan Nar wa Asbab Dukhuliha, 2/164­
mau mencurahkan pendengaran kepada  165]
ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, 
berpegang dengan perintah­Nya dan  Orang yang masuk ke dalam api yang 
mengambil manfaat dari ucapan­ucapan­ sangat besar ini tidak mungkin dapat lari 
Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala  untuk meloloskan diri, karena yang 
perintahkan mereka agar menyiapkan  menjaganya adalah para malaikat yang 
tameng untuk diri mereka sendiri dan  kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai 
untuk keluarga mereka guna menangkal  Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa 
bahaya yang ada di hadapan mereka serta  yang diperintahkan­Nya kepada mereka 
kebinasaan di jalan mereka. Bahaya yang  serta selalu mengerjakan apa yang 
mengerikan itu adalah api neraka yang  diperintahkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala 
sangat besar, tidak sama dengan api yang  berfirman:
biasa kita kenal, yang dapat dinyalakan 
dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh   “Penjaganya adalah malaikat­malaikat  
air. Api neraka ini bahan bakarnya adalah  yang kasar, yang keras” (At­Tahrim: 6)
tubuh­tubuh manusia dan batu­batu. Ini 
berbeda sama sekali dengan api di dunia.  Al­Imam Al­Qurthubi rahimahullahu  
Bila orang terbakar dengan api dunia, ia  menjelaskan, “Penjaganya adalah para 
pun meninggal berpisah dengan kehidupan  malaikat Zabaniyah yang hati mereka 
keras, kaku, tidak mengasihi jika dimohon  Sebagaimana ayat ini mengharuskan 
kepada mereka agar menaruh iba… seseorang menjaga keluarga dan anak­anak 
dari api neraka dengan cara memberikan 
‫ددد‬
Kata ‫د‬ ‫ دد‬maksudnya keras tubuh  pendidikan dan pengajaran kepada mereka, 
mereka. Ada yang mengatakan, para  serta memberitahu mereka tentang 
malaikat itu kasar ucapannya dan keras  perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. 
perbuatannya. Ada yang berpendapat,  Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali 
malaikat tersebut sangat kasar dalam  bila ia menegakkan apa yang Allah 
menyiksa penduduk neraka, keras  Subhanahu wa Ta’ala perintahkan 
terhadap mereka. Bila dalam bahasa Arab  terhadap dirinya dan orang­orang yang di 
dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa  bawah penguasaannya, baik istri­istrinya, 
fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya  anak­anaknya, dan selain mereka dari 
dengan kuat, menyiksanya dengan  orang­orang yang berada di bawah 
berbagai macam siksaan. kekuasaan dan pengaturannya.

Ada pula yang berpendapat bahwa yang  Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa  
dimaksud dengan ‫د‬‫ددد‬ ‫ دد‬adalah sangat  Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat­
besar tubuh mereka, sedangkan maksud  sifat yang mengerikan agar menjadi 
‫ددد‬ ‫ دد‬adalah kuat. peringatan terhadap manusia jangan 
sampai meremehkan perkaranya. Allah 
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,  Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Jarak antara dua pundak salah seorang 
dari malaikat tersebut adalah sejauh   “…yang bahan bakarnya adalah manusia  
perjalanan setahun. Kekuatan salah  dan batu…” (At­Tahrim: 6)
seorang dari mereka adalah bila ia 
memukul dengan alat pukul niscaya  Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala 
dengan sekali pukulan tersebut tersungkur  berfirman,
70.000 manusia ke dalam jurang 
Jahannam.” (Al­Jami’ li Ahkamil Qur’an,   “Sesungguhnya kalian dan apa yang  
18/218) kalian sembah selain Allah (patung­
patung) adalah bahan bakar/kayu bakar  
Al­‘Allamah Asy­Syaikh Abdurrahman ibnu  Jahannam, kalian sungguh akan  
Nashir As­Sa’di rahimahullahu berkata  mendatangi Jahannam tersebut.”1
menafsirkan ayat ke­6 surah At­Tahrim di 
atas, “Jagalah diri kalian dan keluarga  Penjaganya malaikat­malaikat yang kasar  
kalian dari api neraka, yang disebutkan  dan keras. Yaitu akhlak mereka kasar dan 
dengan sifat­sifat yang mengerikan. Ayat  hardikan mereka keras. Mereka membuat 
ini menunjukkan perintah menjaga diri  kaget dengan suara mereka dan membuat 
dari api neraka tersebut dengan ber­iltizam   ngeri dengan penampilan mereka. Mereka 
(berpegang teguh) terhadap perintah Allah  melemahkan penghuni neraka dengan 
Subhanahu wa Ta’ala, menunaikan  kekuatan mereka dan menjalankan 
perintah­Nya, menjauhi larangan­Nya, dan  perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala 
bertaubat dari perbuatan yang Allah  terhadap penghuni neraka, di mana Allah 
Subhanahu wa Ta’ala murkai serta  Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan 
perbuatan yang menyebabkan azab­Nya.  azab atas penghuni neraka ini dan 
mengharuskan azab yang pedih untuk  beritakan kepada kalian bahwa ada  
mereka. pasukan berkuda dari balik bukit ini akan  
menyerang kalian. Adakah kalian akan  
Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap   membenarkan aku?” Mereka serempak  
apa yang diperintahkankan­Nya kepada   menjawab, “Iya.” Beliau melanjutkan,  
mereka dan selalu mengerjakan apa yang   “Sungguh aku memperingatkan kalian  
diperintahkan. Di sini juga ada pujian  sebelum datangnya azab yang pedih.” (HR 
untuk para malaikat yang mulia dan  Al­Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu 
terikatnya mereka kepada perintah Allah  ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). Aisyah 
Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan  radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa 
mereka kepada Allah Subhanahu wa   ketika turun ayat di atas, Rasulullah 
Ta’ala dalam seluruh perkara yang  Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit 
diperintahkan­Nya.” (Taisir Al­Karimir  seraya berkata, “Wahai Fathimah putri 
Rahman, hal. 874) Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul 
Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! 
Materi 14 Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di 
Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari  hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala 
Api Neraka (Bagian Ketiga): untuk menolong kalian kelak. (Adapun di 
Penjagaan Rasulullah SAW terhadap  kehidupan dunia ini) maka mintalah harta 
Keluarganya dariku semau kalian.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam   Al­Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu 
sebagai uswah hasanah bagi orang­orang  meriwayatkan dari hadits Aisyah 
yang beriman telah memberikan arahkan  radhiyallahu ‘anha, istri Nabi Shallallahu  
dan peringatan kepada kerabat beliau  ‘alaihi wasallam, bahwa bila hendak shalat 
dalam rangka menjaga mereka dari api  witir, beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam 
neraka. Tatkala turun perintah Allah  membangunkan Aisyah radhiyallahu  
Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah   ‘anha. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  
peringatan kepada kerabatmu yang   wasallam sendiri telah bersabda dalam 
terdekat.” (Asy Syu’ara: 214) hadits yang diriwayatkan oleh Al­Imam 
Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah  
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  merahmati seorang lelaki yang bangun di  
mendatangi bukit Shafa dan menaikinya,  waktu malam lalu mengerjakan shalat dan  
lalu menyeru manusia untuk berkumpul.  ia membangunkan istrinya lalu si istri  
Maka orang­orang pun berkumpul di  mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan  
sekitar beliau. Sampai­sampai yang tidak  untuk bangun, ia percikkan air di wajah  
dapat hadir mengirim utusannya untuk  istrinya. Semoga Allah merahmati seorang  
mendengarkan apa gerangan yang akan  wanita yang bangun di waktu malam lalu  
disampaikan oleh Muhammad Shallallahu   mengerjakan shalat dan ia membangunkan  
‘alaihi wasallam. Rasulullah Shallallahu   suami lalu si suami mengerjakan shalat.  
‘alaihi wasallam kemudian memanggil  Bila suaminya enggan untuk bangun, ia  
kerabat­kerabatnya, “Wahai Bani Abdil   percikkan air di wajah suaminya.” (Sanad 
Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani   hadits ini shahih kata Asy­Syaikh Ahmad 
Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku   Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya 
terhadap Al­Musnad). Ummu Salamah  kanan mereka, seraya mereka berdoa,  
radhiyallahu ‘anha mengabarkan, suatu  ‘Wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi  
malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi   kami cahaya kami dan ampunilah kami,  
wasallam terbangun dari tidur beliau.  sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas  
Beliau pun membangunkan istri­istri  segala sesuatu’.” (At­Tahrim: 8)
beliau untuk mengerjakan shalat. Kata 
beliau: “Bangunlah, wahai para pemilik   Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat 
kamar­kamar (istri­istri beliau yang sedang   kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan 
tidur di kamarnya masing­masing)!” (HR.  sebenar­benarnya, taubat yang murni, 
Al­Bukhari) Tidak luput pula putri dan  kemudian ia membimbing keluarganya 
menantu beliau juga mendapatkan  untuk bertaubat. Taubat yang dilakukan 
perhatian beliau. Suatu malam, Rasulullah  disertai dengan meninggalkan dosa, 
Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi  menyesalinya, berketetapan hati untuk 
rumah Ali dan Fathima radhiyallahu   tidak mengulanginya, dan mengembalikan 
‘anhuma. Beliau berkata, “Tidaklah kalian  hak­hak orang lain yang ada pada kita. 
berdua mengerjakan shalat malam?” (HR.  Taubat yang seperti itu tentunya 
Al­Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali  menggiring pelakunya untuk beramal 
shalih. Buah yang dihasilkannya adalah 
radhiyallahu ‘anhu
dihapuskannya kesalahan­kesalahan yang 
Materi 15  diperbuat, dimasukkan ke dalam surga, 
dan diselamatkan dari kerendahan serta 
Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari 
kehinaan yang biasa menimpa para 
Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami 
pendosa dan pendurhaka.
sebagai Kepala Rumah Tangga 
Seorang kepala rumah tangga menerapkan 
Seorang suami sebagai kepala rumah  perkara ini dalam keluarganya, kepada 
tangga selain menjaga dirinya sendiri dari  istri dan anak­anaknya. Ia punya hak 
api neraka, ia juga bertanggung jawab  untuk memaksa mereka agar taat kepada 
menjaga istri, anak­anaknya, dan orang­ Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak 
orang yang tinggal di rumahnya. Salah  berbuat maksiat, karena ia adalah 
satu cara penjagaan diri dan keluarga dari  pemimpin mereka yang akan dimintai 
api neraka adalah bertaubat dari dosa­ pertanggungjawaban di hadapan Allah 
dosa. Allah Subhanahu wa Ta’ala 
Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan 
berfirman:
mereka, sebagaimana sabda Rasulullah 
Shallallahu ‘alaihi wasallam,
 “Wahai orang­orang yang beriman,  
bertaubatlah kalian kepada Allah dengan    “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap 
taubat nashuha. Mudah­mudahan Rabb   kalian akan ditanya tentang apa yang 
kalian menghapuskan kesalahan­kesalahan   dipimpinnya.” (HR. Al­Bukhari dan 
kalian dan memasukkan kalian ke dalam  
Muslim dari hadits Ibnu Umar 
surga­surga yang mengalir di bawahnya  
radhiyallahu ‘anhuma)
sungai­sungai, pada hari ketika Allah tidak  
menghinakan Nabi dan orang­orang yang   Ia harus memaksa anaknya mengerjakan 
beriman bersamanya, sedang cahaya   shalat bila telah sampai usianya, berdasar 
mereka memancar di depan dan di sebelah  
sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi    “Surga lebih dekat kepada salah seorang  
wasallam: dari kalian daripada tali sandalnya dan  
neraka pun semisal itu.” (HR. Al­Bukhari 
 “Perintahkan anak­anak kalian untuk   dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu  
mengerjakan shalat ketika mereka telah   ‘anhu)
berusia tujuh tahun dan pukullah mereka  
bila enggan melakukannya ketika telah   Maksud hadits di atas, siapa yang 
berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di   meninggal di atas ketaatan maka ia akan 
antara mereka pada tempat tidurnya.” (HR.  dimasukkan ke dalam surga. Sebaliknya, 
Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu  siapa yang meninggal dalam keadaan 
‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, dikatakan  bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke 
oleh Al­Imam Al­Albani rahimahullahu   dalam neraka. (Al­Khuthab Al­
dalam Shahih Abi Dawud, “Hadits ini  Minbariyyah, 2/217)
hasan shahih.”)
Bagaimana seseorang dapat menjaga 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah  keluarganya dari api neraka sementara ia 
berfirman: membiarkan mereka bermaksiat kepada 
Allah Subhanahu wa Ta’ala dan 
 “Perintahkanlah keluargamu untuk   meninggalkan kewajiban?
mengerjakan shalat dan bersabarlah dalam  
mengerjakannya.” (Thaha: 132) Maka, marilah kita berbenah diri untuk 
menjaga diri kita dan keluarga kita dari api 
Seorang ayah bersama seorang ibu harus  neraka. Bersegeralah sebelum datang akhir 
bekerja sama untuk menunaikan tanggung  hidup kita, sebelum datang jemputan dari 
jawab bersama anak, baik di dalam  utusan Rabbul Izzah, sementara kita tak 
maupun di luar rumah. Anak harus terus  cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api 
mendapatkan pengawasan di mana saja  neraka, apatah lagi meninggalkan ‘bekal’ 
mereka berada, dijauhkan dari teman  yang memadai untuk keluarga yang 
duduk yang jelek dan teman yang rusak.  ditinggalkan. Allahumma sallim!
Anak diperintahkan untuk mengerjakan 
yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan  Materi 16 
yang munkar.
Meraih Rahmat Allah 
Orangtua harus membersihkan rumah  Sebagai manusia apalagi sebagai muslim, 
mereka dari sarana­sarana yang merusak 
kita tentu amat mengharapkan rahmat 
berupa video, film, musik, gambar 
bernyawa, buku­buku yang menyimpang,  dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a, 
surat kabar, dan majalah yang merusak.
baik di dalam shalat maupun di luar shalat 
Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat  untuk bisa memperoleh rahmat Allah. Hal 
dengan seorang hamba, sebagaimana surga 
pun dekat. Nabi Shallallahu ‘alaihi   ini karena orang yang mendapat rahmat 
wasallam bersabda: Allah tentu saja tergolong kedalam 
kelompok orang yang beruntung 
sebagaimana firman Allah yang artinya:  artinya: Dan orang­orang yang beriman,  
lelaki dan perempuan, sebagian mereka  
Kemudian kamu berpaling setelah (adanya  
adalah menjadi penolong bagi sebagian  
perjanjian) itu, maka kalau tidak ada   yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan  
yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar,  
karunia Allah dan rahmt­Nya atasmu,  
mendirikan shalat, menunaikan zakat dan  
niscaya kamu tergolong orang­orang yang   mereka taat kepada Allah dan Rasul­Nya.  
Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah;  
rugi (QS 2:64). Bahkan di dalam ayat lain, 
sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi  
keuntungan orang yang mendapat rahmat  Maha Bijaksana (9:71)
Allah itu akan dijauhkan dari azab­Nya, 
Ketiga, Iman yang kokoh sehingga bisa 
Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa   dibuktikan dengan amal shaleh yang 
sebanyak­banyak meskipun hambatan, 
yang diajuhkan azab daripadanya pada  
tantangan dan rintangan selalu 
hari itu, maka sungguh Allah telah   menghadang, namun dia tetap Istiqomah 
dalam keimanannya sehingga dengan 
memberikan rahmat kepadanya. Dan  
keimanannya yang mantap itu, kesusahan 
itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). hidup tidak membuatnya harus berputus 
asa sedang kesenangan hidup tidak 
membuatnya menjadi lupa diri,  hal ini 
Kiat Meraih Rahmat
difirmankan Allah yang artinya: Adapun  
orang­orang yang beriman dan berpegang  
Pertama, taat kepada Allah dan Rasul­
teguh kepada (agama)­Nya, niscaya Allah  
Nya, baik dalam keadaan susah maupun 
akan memasukkan mereka ke dalam  
senang, berat maupun ringan, waktu 
rahmat yang besar dari­Nya (syurga) dan  
sendiri atau bersama orang lain. Tegasnya, 
limpahan karunia­Nya. Dan menunjuki  
kalau mau memperoleh rahmat Allah kita 
mereka kepada jalan yang lurus (untuk  
harus taat kepada Allah dan rasul­Nya 
sampai) kepada­Nya (QS 4:175). 
dalam situasi dan kondisi yang 
bagaimanapun juga, hal ini terdapat dalam 
Disamping itu, iman dan istiqomah harus 
firman Allah yang artinya: Dan taatilah  
disertai dengan hijrah, yakni meninggalkan 
Allah dan Rasul supaya kamu diberi  
segala bentuk larangan Allah dan berjihad 
rahmat (3:132).
dalam arti bersungguh­sungguh dalam 
perjuangan menegakkan nilai­nilai Islam 
Kedua, harus tolong menolong dalam 
dalam segala aspeknya, hal ini difirmankan 
kebaikan, melaksanakan amar ma’ruf dan 
Allah yang artinya: Orang­orang yang  
nahi munkar, mendirikan shalat sehingga 
beriman, berhijrah dan berjihad adalah  
memberi pengaruh yang besar dalam 
lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan  
bentuk menhindari perbuatan keji dan 
itulah orang­orang yang mendapat  
munkar serta menunaikan zakat agar 
kemenangan. Tuhan mereka  
menjadi suci jiwa kita, terjembatani 
menggembirakan mereka dengan  
hubungan antara yang kaya dengan yang 
memberikan rahmat daripada­Ny,  
miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara 
bertahap, hal ini difirmankan Allah yang  keridhaan dan syurga, mereka memperoleh  
di dalamnya kesenangan yang kekal (QS   pembicaraan sesama manusia saja harus 
9:20­21, lihat juga QS 2:218). kita dengarkan atau kita perhatikan, 
apalagi kalau ucapan Allah yang tentu 
Keempat, mengikuti Al­Qur’an dan selalu  harus lebih kita perhatikan. Manakala 
bertaqwa kepada Allah serta menunaikan  seorang muslim telah mendengarkan Al­
zakat, hal ini karena Al­Qur’an merupakan  Qur’an bila dibacakan, maka Allah senang 
petunjuk bagi manusia apabila ia ingin  pada orang tersebut sehingga Allah mau 
memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt,  memberi rahmat kepadanya. Allah 
karenanya untuk meraih rahmat Allah  berfirman yang artinya: Dan apabila  
manusia harus bertaqwa kepada­Nya,  dibacakan Al­Qur’an, maka dengarkanlah  
sedang untuk bisa bertaqwa harus  baik­baik, dan perhatikanlah dengan  
mengikuti petunjuk­petunjuk yang  tenang agar kamu mendapat rahmat (QS  
terdapat di dalam Al­Qur’an. Ini berarti,  7:204).
amat mustahil bagi manusia untuk bisa 
bertaqwa kepada Allah apabila Al­Qur’an  Keenam, taubat dari segala dosa yang 
tidak diikutinya. Dalam kaitan ini Allah  telah dilakukan, hal ini karena secara 
berfirman yang artinya:  Dan Al­Qur’an itu   harfiyah, taubat berarti kembali, yakni 
adalah kitab yang Kami turunkan yang   kembali kepada Allah. Dengan taubat, 
diberkati, maka ikutilah dia dan   manusia berarti mau mendekati Allah lagi 
bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS   dan Allah senang kepada siapa saja yang 
6:155). Maka Aku akan tetapkan rahmat­ mau bertaubat, sebanyak apapun dosa yang 
Ku untuk orang­orang yang bertaqwa, yang   sudah dilakukannya, menyadari terhadap 
menunaikan zakat dan orang­orang yang   kesalahan yang dilakukan. Menyesali, 
beriman kepada ayat­ayat Kami QS 7:156) bertekad untuk tidak mengulanginya dan 
membuktikan bahwa dia betul­betul telah 
Keempat, berbuat baik, yakni perbuatan  meninggalkan segala perbuatan salahnya 
apa saja yang tidak bertentangan dengan  dengan menggantinya kepada segala 
nilai­nilai yang datang dari Allah dan  kebaikan., inilah yang membuat Allah cinta 
Rasul­Nya serta tidak mengganggu orang  kepadanya sehingga rahmat Allah akan 
lain, bahkan orang lain bisa merasakan  diberikan kepadanya, hal ini difirmankan 
manfaat baiknya, sekecil apapun manfaat  Allah yang artinya:  Dia (Nabi Shaleh)  
yang bisa dirasakannya. Allah berfirman  berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta  
yang artinya: Dan janganlah kamu   disegerakan keburukan sebelum (kamu  
membuat kerusakan di muka bumi,   minta) kebaikan?. Hendaklah kamu minta  
sesudah (Allah) memperbaikinya dan   ampun kepada Allah, agar kamu mendapat  
berdo’alah kepadanya dengan rasa takut   rahmat  (QS 27:46).
(tidak akan diterima) dan harapan (akan  
dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah   Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah 
amat dekat kepada orang­orang yang   kepada orang yang bertaubat adalah yang 
berbuat baik (QS 7:56). artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai  
orang­orang yang bertaubat  dan mencintai  
Kelima, mendengarkan bacaan Al­Qur’an  orang­orang yang membersihkan diri” (QS 
apabila sedang dibacakan, hal ini karena,  2:222)
Al­Qur’an merupakan kalamullah atau 
perkataan Allah, sebab jangankan Allah, 
Materi 17 Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa 
Ukhuwah Islamiyah satu sama lain dengan ikatan aqidah.
Hakekat Ukhuwah Islamiyah:
1.Nikmat Allah (Q.S. 3:103) 
“Tidaklah dua orang muslim berjumpa,  
2.Perumpamaan tali tasbih (Q.S.43:67)
lalu keduanya berjabat tangan, kecuali  
3.Merupakan arahan Rabbani (Q.S. 8:63) 
keduanya diampuni sebelum keduanya  
4.Merupakan cermin kekuatan iman 
bepisah.” (H.R. Abu Daud)
(Q.S.49:10) 

Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al 
Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany  Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan 
rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku  universal karena berdasarkan akidah dan 
pernah masuk Masjid Damaskus. Tiba­tiba  syariat Islam. Ukhuwah Jahiliyah bersifat 
aku jumpai seorang pemuda yang murah  temporer (terbatas waktu dan tempat), 
senyum yang dikerumuni banyak orang.  yaitu ikatan selain ikatan akidah 
Jika Mereka berselisih tentang sesuatu  (missal:ikatan keturunan orang tua­anak, 
maka mereka mengembalikan kepada  perkawinan, nasionalisme, kesukuan, 
pemuda tersebut dan meminta  kebangsaan, dan kepentingan pribadi)
pendapatnya. Aku bertanya tentang dia, 
lalu dikatakan oleh mereka,’Ini Muadz bin 
Materi 18
Jabal.’ Keesokan harinya , pagi­pagi sekali 
Peringkat­Peringkat Ukhuwah
aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati 
dia telah berada di sana tengah melakukan 
 Peringkat­Peringkat Ukhuwah:
shalat. Kutunggu ampai dia selesai 
melakukan shalat kemudian aku temui dan 
1. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama 
kuucapkan salam kepadanya. Aku 
manusia. Saling mengenal antara kaum 
berkata,’Demi Alloh aku mencintaimu. Lalu 
muslimin merupakan wujud nyata 
ia bertanya.’Apakah Alloh tidak lebih kau 
ketaatan kepada perintah Allah SWT 
cintai?’ Aku jawab,’Ya Alloh aku cintai’. 
(Q.S. Al Hujurat: 13) 
Lalu ia memegang ujung selendangku dan 
2. Tafahum adalah saling memahami. 
menariknya seraya berkata,’Bergembiralah 
Hendaknya seorang muslim 
karena sesungguhnya aku pernah 
memperhatikan keadaan saudaranya 
mendengar Rasulullah saw, berabda,”Alloh 
agar bisa bersegera memberikan 
berfirman, cinta­Ku pasti akan mereka 
pertolongan sebelum saudaranya 
peroleh bagi orang yang saling memadu 
meminta, karena pertolongan 
cinta karena Aku, saling mengunjungi 
merupakan salah satu hak saudaranya 
karena Aku, dan saling memberi karena 
yang harus ia tunaikan. Abu Hurairah 
Aku.”
r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau 
bersabda, “Barangsiapa menghilangkan 
Makna Ukhuwah Islamiyah
kesusahan seorang muslim, niscaya 
Kata ukhuwah berakar dari kata kerja 
Allah akan menghilangkan satu 
akha, misalnya dalam kalimat “akha 
kesusahannya di hari kiamat. Barang 
fulanun shalihan”, (Fulan menjadikan 
siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah 
Shalih sebagai saudara). Makna ukhuwah 
selalu menolong seorang hamba selama 
menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah 
dia menolong saudaranya.” (H.R.  tangan melainkan keduanya diampuni 
Muslim) dosanya sebelum berpisah.” (H.R Abu 
3. Ta’awun adalah saling bekerja sama  Daud dari Barra’)
dan membantu tentu saja dalam  5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi 
kebaikan dan meninggalkan  saudara)
kemungkaran 6. Memberikan hadiah pada waktu­waktu 
4. Takaful, adalah saling menanggung  tertentu
kesulitan yang dialami saudaranya 7. Memperhatikan saudaranya dan 
membantu keperluannya
Hal­hal yang menguatkan ukhuwah  8. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya
islamiyah: 9. Mengucapkan selamat berkenaan 
1. Memberitahukan kecintaan kepada  dengan saat­saat keberhasilan
yang kita cintai. Hadits yang 
diriwayatkan oleh Anas bin Malik  Materi 17
bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada  Manfaat Ukhuwah Islamiyah
seseorang berada di samping Rasulullah 
lalu salah seorang sahabat berlalu di  Manfaat Ukhuwah Islamiyah
depannya. Orang yang disamping 
Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai  1. Merasakan lezatnya iman
dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab:  2. Mendapatkan perlindungan Allah di 
‘Apakah kamu telah memberitahukan  hari   kiamat   (termasuk   dalam   7 
kepadanya?’ Orang tersebut menjawab:  golongan yang dilindungi) 
‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda:  3. Mendapatkan tempat khusus di 
‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang  surga (Q.S. 15:45­48)
tersebut memberitahukan kepadanya  Di antara unsur­unsur pokok dalam 
seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku  ukhuwah adalah cinta. Tingkatan 
mencintaimu karena Allah.’ Kemudian  cinta yang paling rendah adalah 
orang yang dicintai itu menjawab:  husnudzon yang menggambarkan 
‘Semoga Allah mencintaimu karena  bersihnya hati dari perasaan hasad, 
engkau mencintaiku karena­Nya.” benci, dengki, dan bersih dari sebab 
2. Memohon didoakan bila berpisah “Tidak  sebab permusuhan. Al­Qur’an 
seorang hamba mukmin berdo’a untuk  menganggap permusuhan dan saling 
saudaranya dari kejauhan melainkan  membenci itu sebagai siksaan yang 
malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga  dijatuhkan Allah atas orang0orang 
seperti itu” (H.R. Muslim) yang kufur terhadap risalahNya dan 
3. Menunjukkan kegembiraan dan  menyimpang dari ayat­ayatNya. 
senyuman bila berjumpa “Janganlah  Sebagaiman firman Allah Swt dalam 
engkau meremehkan kebaikan (apa saja  Q.S. Al­Ma’idah:14
yang dating dari saudaramu), dan jika 
kamu berjumpa dengan saudaramu  Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih 
maka berikan dia senyum  tinggi dari lapang dada (Salamatus 
kegembiraan.” (H.R. Muslim) shadr)) dan cinta, yaitu itsar. Itsar 
4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali  adalah mendahulukan kepentingan 
non muhrim) “Tidak ada dua orang  saudaranya atas kepentingan diri 
mukmin yang berjumpa lalu berjabatan  sendiri dalam segala sesuatu yang 
dicintai. Ia rela lapar demi kenyangnya  sebagaimana yang dinyatakan­Nya dalam 
orang lain. Ia rela haus demi puasnya  QS Al­Hasyr: 7: “....supaya harta itu jangan  
prang lain. Ia rela berjaga demi  hanya beredar di antara orang­orang kaya  
tidurnya orang lain. Ia rela bersusah  saja di antara kamu...” (QS. al­Hasyr: 7).
payah demi istirahatnya orang lain. Ia 
pun rela ditembus peluru dadanya demi  Dalam ajaran Islam, salah satu mekanisme 
selamatnya orang lain. Islam  distribusi pendapatan dan kekayaan ini 
menginginkan dengan sangat agar cinta  adalah melalui instrumen zakat, infak dan 
dan persaudaraan antara sesama  sedekah (ZIS). Rasulullah SAW, dalam 
manusia bisa merata di semua bangsa,  sebuah Hadits riwayat Imam al­Ashbahani 
antara sebagian dengan sebagian yang  dari Imam Thabrani, menyatakan: 
lain. Islam tidak bisa dipecah­belah  “Sesungguhnya Allah SWT telah  
dengan perbedaan unsure, warna kulit,  mewajibkan atas hartawan muslim suatu  
bahasa, iklim, dan atau batas negara,  kewajiban zakat yang dapat  
sehingga tidak ada kesempatan untuk  menanggulangi kemiskinan. Tidaklah  
bertikai atau saling dengki, meskipun  mungkin terjadi seorang fakir menderita  
berbeda­beda dalam harta dan  kelaparan atau kekurangan pakaian,  
kedudukan. kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada  
pada hartawan muslim. Ingatlah, Allah  
Materi 18  SWT akan melakukan perhitungan yang  
Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam  teliti dan meminta pertanggungjawaban  
Islam mereka dan selanjutnya akan menyiksa  
mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. 
Adalah sudah menjadi fakta, bahwa  Thabrani dalam Al Ausath dan Ash 
kegiatan ekonomi sekarang adalah 
Shoghir).
melahirkan kesenjangan pendapatan yang 
semakin lebar dan semakin besar.   Hadits tersebut memberikan dua isyarat. 
Misalnya, sebagaimana dikemukakan  Pertama, kemiskinan bukanlah semata­
dalam Human Development Report 2006  mata disebabkan oleh kemalasan untuk 
yang diterbitkan oleh UNDP (United  bekerja (kemiskinan kultural), akan tetapi 
Nations Development Programme).  juga akibat dari pola kehidupan yang tidak 
Berdasarkan laporan tersebut, 10%  adil (kemiskinan struktural) dan 
kelompok kaya dunia menguasai 54% total  merosotnya kesetiakawanan sosial, 
kekayaan dunia. Sedangkan sisanya 90%  terutama antara kelompok kaya dan 
masyarakat dunia menguasai 46% total  kelompok miskin. Lapoe dan Colin (1978) 
kekayaan dunia (Beik, 2006). Salah satu  serta George (1981) menyatakan bahwa 
faktor utama yang menyebabkan besarnya  penyebab utama kemiskinan adalah 
kesenjangan pendapatan tersebut adalah  ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya 
karena ketiadaan mekanisme distribusi  sekelompok kecil orang­orang yang hidup 
kekayaan yang mencerminkan prinsip  mewah di atas penderitaan orang banyak, 
keadilan dan keseimbangan, sehingga  dan bukannya disebabkan oleh semata­
kekayaan terkonsentrasi di tangan  mata kelebihan jumlah penduduk (over  
segelintir kelompok. Padahal Allah SWT  population). Kedua, jika zakat, infak, dan 
sangat menentang perputaran harta di 
sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh 
tangan kelompok elit masyarakat saja, 
kesadaran dan dikelola dengan baik, 
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun  membenarkan dan memperjelas 
dalam aspek pendistribusian, kemiskinan  kandungan­kandungan dan hukum­hukum 
dan kefakiran ini akan dapat  yang telah dicantumkan dalam Al­qur’an. 
ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil  ”Dia­lah yang menjadikan matahari  
(Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan 
bersinar (sumber sinar) dan bulan  
Hadits, zakat, infaq dan sedekah di 
bercahaya (memantulkan cahaya) dan  
samping sering digandengkan dengan salat, 
ditetapkan­Nya manzilah­manzilah  
juga digandengkan dengan kegiatan riba, 
(tempat­tempat, garis edar yang tetap) bagi  
misalnya dalam QS. Ar­Rum: 39 dan QS. 
perjalanan bulan itu, supaya kamu  
Al­Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan 
mengetahui bilangan tahun dan  
bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil 
perhitungan (waktu). Allah tidak  
kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi.
menciptakan yang demikian itu melainkan  
 Karena itu, gerakan penyadaran zakat  dengan hak. Dia menjelaskan tanda­tanda  
hakikatnya adalah gerakan untuk  (kebesaran­Nya) kepada orang­orang yang  
menghilangkan kesenjangan, baik  mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus 
kesenjangan pendapatan maupun  ayat 5).
kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi  Al­qur’an adalah proyek Allah berisi 
kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.  tuntunan keselamatan kehidupan 
universal, dan dengan keterbatasan 
manusia yang hanya diberikan ilmu dan 
kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu 
serakah dan selalu dikelilingi setan 
Materi 19 (manusia dan jin) akan menjadi tersesat 
jika menafsirkan Al­qur’an dengan hawa 
Al Qur’an Terjaga Keasliannya
nafsunya.

Walaupun terjadi penyimpangan di sana­ Banyak cara Allah menjaga Al­Qur’an. 
sini terhadap Al­qur’an, tetapi pada  Sejak zaman rosulullah, ada ribuan 
akhirnya penyimpangan tersebut akan  penghafal­penghafal Al­qur’an sehingga 
terkalahkan dan Allah akan meluruskan  tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, 
kembali. Sungguh Allah telah menentukan  dan jika ada akan langsung terbongkar. 
hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita  Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al­
berlomba­lomba dalam beramal dan nyata  Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan 
antara yang benar dan yang salah.  rumus­rumus matematika sangat 
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan   menakjubkan, jelas diluar kemampuan 
Al­Quran, dan Kami tentu menjaganya.”   manusia apalagi Muhammad yang buta 
huruf, dengan temuan tersebut akan 
(QS 15:9)
menjadikan sangat memudahkan 
Di satu sisi banyak umat mendustakan, di  “menemukan Al­Qur’an Palsu”.
satu sisi lain akan banyak umat yang 
Setiap muslim pasti meyakini kebenaran 
membenarkan. Telah dibuktikan secara 
Quran sebagai kitab suci yang tidak ada 
ilmiah oleh ilmuwan­ilmuwan kaliber dunia 
keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi 
bahwa Al­qur’an adalah ayat­ayat yang 
orang­orang yang bertaqwa. Namun 
berlaku sepanjang masa dan penemuan­
kemukjizatan Quran tidak hanya 
penemuan ilmiah mereka ternyata hanya 
dibuktikan lewat kesempurnaan  Secara Syari’at (Terminologi) 
kandungan, keindahan bahasa, ataupun 
kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan  Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan 
para ahli. Suatu kode matematik yang  kepada Rasul dan penutup para Nabi­Nya, 
terkandung di dalamnya misalnya, tak  Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, 
terungkap selama berabad­abad lamanya  diawali dengan surat al­Fatihah dan 
sampai seorang sarjana pertanian Mesir  diakhiri dengan surat an­Naas.
bernama Rashad Khalifa berhasil 
menyingkap tabir kerahasiaan  tersebut.  Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya  
Hasil penelitiannya yang dilakukan selama  Kami telah menurunkan al­Qur’an  
bertahun­tahun dengan bantuan komputer  kepadamu (hai Muhammad) dengan  
ternyata sangat mencengangkan. Betapa  beransur­ansur.” (al­Insaan:23)
tidak, ternyata didapati bukti­bukti surat­
surat/ayat­ayat dalam Quran serba  Dan firman­Nya, “Sesungguhnya Kami  
berkelipatan angka 19. menurunkannya berupa al­Qur’an dengan  
berbahasa Arab, agar kamu  
Penemuannya tersebut berkat  memahaminya.” (Yusuf:2)
penafsirannya pada surat ke­74 ayat : 30­
31, Allah ta’ala telah menjaga al­Qur’an yang 
yang artinya :  agung ini dari upaya merubah, menambah, 
" Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat   mengurangi atau pun menggantikannya. 
penjaga). (QS. 74:30)  Dia ta’ala telah menjamin akan 
menjaganya sebagaimana dalam firman­
Materi 20 Nya, “Sesunggunya Kami­lah yang  
Pengertian Al Qur’an menurunkan al­Qur’an dan sesungguhnya  
Kami benar­benar memeliharanya.” (al­
Secara Bahasa (Etimologi)  Hijr:9)

Merupakan mashdar (kata benda) dari kata  Oleh kerana itu, selama berabad­abad telah 
kerja Qoro­’a (‫)قرأ‬ yang bermakna Talaa (‫)تل‬  berlangsung namun tidak satu pun musuh­
[keduanya bererti: membaca], atau  musuh Allah yang berupaya untuk 
bermakna Jama’a (mengumpulkan,  merubah isinya, menambah, mengurangi 
mengoleksi). Anda dapat menuturkan,  atau pun menggantinya. Allah SWT pasti 
Qoro­’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫)قرأ قرءا وقرآنا‬  menghancurkan tabirnya dan membuka 
sama seperti anda menuturkan, Ghofaro  tipudayanya.
Ghafran Wa Qhufroonan (‫)غفر غفرا وغفرانا‬. 
Berdasarkan makna pertama (Yakni:  Allah ta’ala menyebut al­Qur’an dengan 
Talaa) maka ia adalah mashdar (kata  sebutan yang banyak sekali, yang 
benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul,  menunjukkan keagungan, keberkatan, 
ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan  pengaruhnya dan keuniversalannya serta 
berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a)  menunjukkan bahawa ia adalah pemutus 
maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il,  bagi kitab­kitab terdahulu sebelumnya.
ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) 
Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya  
kerana ia mengumpulkan/mengoleksi 
Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat  
berita­berita dan hukum­hukum.*
yang dibaca berulang­ulang dan al­Qur’an   surah ini menambah imannya sedang  
yang agung.” (al­Hijr:87) mereka merasa gembira. Dan adapun  
orang­orang yang di dalam hati mereka  
Dan firman­Nya, “Qaaf, Demi al­Quran   ada penyakit, maka dengan surah ini  
yang sangat mulia.” (Qaaf:1) bertambah kekafiran mereka, di samping  
kekafirannya (yang telah ada) dan mereka  
Dan firman­Nya, “Ini adalah sebuah kitab   mati dalam keadaan kafir.” (at­
yang Kami turunkan kepadamu penuh   Taubah:124­125)
dengan berkah supaya mereka  
memerhatikan ayat­ayatnya dan supaya   Dan firman­Nya, “Dan al­Qur’an ini  
mendapat pelajaran orang­orang yang   diwahyukan kepadaku supaya dengannya  
mempunyai fikiran.” (Shaad:29) aku memberi peringatan kepadamu dan  
kepada orang­orang yang sampai al­Qur’an  
Dan firman­Nya, “Dan al­Qur’an itu   (kepadanya)…” (al­An’am:19)
adalah kitab yang Kami turunkan yang  
diberkati, maka ikutilah dia dan   Dan firman­Nya, “Maka janganlah kamu  
bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al­ mengikuti orang­orang kafir, dan  
An’am:155) berjihadlah terhadap mereka dengan al­
Qur’an dengan jihad yang benar.” (al­
Dan firman­Nya, “Sesungguhnya al­Qur’an   Furqan:52)
ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al­
Waqi’ah:77) Dan firman­Nya, “Dan Kami turunkan  
kepadamu al­Kitab (al­Qur’an) untuk  
Dan firman­Nya, “Sesungguhnya al­Qur’an   menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk  
ini memberikan petunjuk kepada (jalan )   serta rahmat dan khabar gembira bagi  
yang lebih lurus dan memberi khabar   orang­orang yang berserah diri.” (an­
gembira kepada orang­orang Mu’min yang   Nahl:89)
menjajakan amal saleh bahawa bagi  
mereka ada pahala yang benar.” (al­Isra’:9) Dan firman­Nya, “Dan Kami telah  
turunkan kepadamu al­Qur’an dengan  
Dan firman­Nya, “Kalau sekiranya kami   membawa kebenaran, membenarkan apa  
menurunkan al­Qur’an ini kepada sebuah   yang sebelumnya, iaitu kitab­kitab (yang  
gunung, pasti kamu akan melihatnya   diturunkan sebelumnya) dan batu ujian*  
tunduk terpecah belah disebabkan takut   terhadap kitab­kitab yang lain itu; maka  
kepada Allah. Dan perumpamaan­ putuskanlah perkara mereka menurut apa  
perumpamaan itu Kami buat untuk   yang Allah turunkan…” (al­Maa’idah:48)
manusia supaya mereka berfikir.” (al­
Hasyr:21) Al­Qur’an al­Karim merupakan sumber 
syari’at Islam yang kerananya Muhammad 
Dan firman­Nya, “Dan apabila diturunkan   shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus 
suatu surah maka di antara mereka (orang­ kepada seluruh umat manusia. Allah ta’ala 
orang munafik) ada yang berkata,   berfirman,
‘Siapakah di antara kamu yang bertambah  
imannya dengan (turunnya) surat ini.? ‘   Dan firman­Nya, “Maha suci Allah yang  
Adapun orang­orang yang beriman, maka   telah menurunkan al­Furqaan (al­Qur’an)  
kepada hamba­Nya, agar dia menjadi   memberikan tempat istimewa bagi para 
pemberi peringatan kepada seluruh alam   pecintanya.
(jin dan manusia).” (al­Furqaan:1)
Oleh karena bagi anda yang ingin 
Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu  memaksimalkan peran al­Qur'an dalam 
‘alaihi wasallam juga merupakan sumber  kehidupan, nampaknya harus lebih banyak 
Tasyri’ (legislasi hukum Islam)  lagi mengetahui manfaat dan perannya, 
sebagaimana yang dikukuhkan oleh al­ terutama untuk kehidupan. Di antara 
Qur’an. Allah ta’ala berfirman,  manfaat itu adalah:
“Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu,   1. Ayat­ayat al­Qur'an yang dibaca setiap 
sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Dan   hari akan memberikan motivasi dan 
barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan   penyemangat bagi si pembacanya.
itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk   2. Ketika membaca al­Qur'an, Allah 
menjadi pemelihara bagi mereka.” (an­ menegur diri kita pada setiap ayat­ayat 
Nisa’:80) Nya.
3. Bacaan al­Qur'an yang melibatkan emosi 
Dan firman­Nya, “Dan barangsiapa yang   akan memberikan kedamaian dan 
mendurhakai Allah dan Rasul­Nya, maka   ketenangan yang tidak bisa dilukiskan, 
sungguhlah dia telah sesat, sesat yang   seperti yang dialami dan dirasakan oleh 
nyata.” (al­Ahzab:36) Sayyid Quthb Rahimahullah.
4. Orang yang membaca al­Qur'an akan 
Dan firman­Nya, “Apa yang diberikan   senantiasa ingat Allah dan kembali 
Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan   kepada­Nya.
apa yang dilarangnya bagimu, maka   5. Orang yang membaca al­Qur'an akan 
tinggalkanlah…” (al­Hasyr:7) selalu berada dalam kecukupan dan nikmat 
Allah meski ia merasakan serba kurang di 
Dan firman­Nya, “Katakanlah, ‘Jika kamu   dunia.
(benar­benar) mencintai Allah, ikutilah   6. Ayat­ayat Alloh akan menjadi 
aku, nescaya Allah mengasihi dan   penjaganya selama ia hidup di dunia, 
mengampuni dosa­dosamu.’ Allah Maha   karena ia telah menjaga ayat­ayat­Nya.
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali  7. Orang yang paham al­Qur'an adalah 
‘Imran:31) orang yang memiliki banyak ilmu.
8. Orang yang membaca al­Qur'an bagaikan 
Materi 21  orang yang sedang menyelami samudera 
Manfaat Membaca Al Qur’an kehidupan, dan mengambil manfaat 
darinya.
Sebagai wahyu yang Allah turunkan  9. Orang yang selalu akrab dengan ayat­
kepada nabi­Nya, tentu al­Qur'an memiliki  ayat akan diberikan jiwa yang sejuk, hati 
keutamaan dan keistimewaan tersendiri  yang damai dan pikiran yang jernih, 
bagi para pembaca dan penggemarnya.  sehingga membuatnya ingin selalu 
Ayat­ayat al­qur'an yang kita baca sehari­ beramal, kreatif, inovatif dan produktif.
sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk  10. Orang yang membaca al­Qur'an akan 
setiap muslim yang demikian besar.  selalu berada dalam kegembiraan dan 
Karena saking istimewanya al­Qur'an ini  penuh harapan, di saat orang lain 
dari kitab­kitab samawi lainnya, Allah  merasakan kesedihan, kecemasan dan rasa 
pesimis.Karena diri mereka selalu dipompa  Qur'an adalah bertemunya antara 
dengan siraman ayat­ayat­Nya yang  keindahan suara dan tajwidnya sampai 
lembut. keindahan bayan dan susunannya, oleh 
11. Orang yang rajin membaca al­Qur'an  karena itu Allah SWT berfirman: "Dan 
akan selalu diberikan jalan kemudahan  bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan­
dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk  lahan." (Al Muzzammil:4)
menyimpang dan menyerah karena ayat­
ayat Allah akan selalu mengingatkan  Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah 
dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan  termasuk ummatku orang yang tidak 
maksiat.' melagukan Al Qur'an." (HR. Bukhari)
12. Orang yang membaca dan menjaga al­
Qur'an selalu berada dalam lindungan dan  Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan 
penjagaan Allah. Ayat­ayat al­Qur'an  main­main atau merubah. "Hiasilah Al 
mengajak pembacanya untuk senantiasa  Qur'an itu dengan suaramu." (HR. Muslim)
berpikir, merenung dan beramal sebanyak­
banyaknya. Dalam riwayat lainnya disebutkan 
"Sesungguhnya suara yang baik itu 
Dan masih banyak manfaat­manfaat  menambah Al Qur'an menjadi baik." (HR. 
lainnya yang terus update dengan kondisi  Ahmad, Abu Dawud dan An­Nasa'i)
kehidupan kita...Semoga kita termasuk 
Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu 
orang­orang yang selalu belajar dan 
Musa Al Asy'ari RA, "Seandainya kamu 
meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi 
melihatku, aku mendengarkan suaramu 
dengan al­Qur'an...Amiin
tadi malam, sungguh kamu telah diberi 
seruling dari seruling keluarga Dawud." 
Materi 22
Abu Musa berkata, "Seandainya aku 
Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): 
mengetahui hal itu, maka aku akan 
Membaguskan Bacaan Al Qur’an
membacakan untukmu dengan bacaan 
yang lebih baik." (HR. Muslim)
Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat 
Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang 
Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang 
indah selain juga mu'jizat yang logis. Ia 
diizinkan Allah pada sesuatu, apa yang 
telah membuat bangsa Arab tidak mampu 
dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) 
berkutik, yaitu dengan keindahan 
untuk membaguskan dalam melagukan Al 
bayannya, kerapian susunan dan uslubnya, 
Qur'an yang dia baca dengan keras." (HR. 
dan keunikan suaranya apabila dibaca, 
Ahmad, Bukhari dan Muslim)
sehingga sebagian mereka menamakannya 
"Sihir." Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama, 
ilmu, sastra dan seni secara bersamaan. 
Para ulama balaghah dan para sastrawan 
Dia mampu memberikan siraman ruhani, 
bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir 
memberikan kepuasan akal, 
sampai Ar­Raf"i dan Sayyid Quthb dan 
membangunkan perasaan, memberikan 
selain mereka pada zaman kita ini telah 
kenikmatan pada perasaan dan 
menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan 
memperlancar lisan. 
mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab 
ini. Yang dituntut di dalam membaca Al  Materi 23
Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua):  karangan Nabi. Al­Qur'an kalam Allah. 
Kalamullah Sampai­sampai Al Baqillani menantang. 
Kalau masih belum percaya silahkan 
Bagaimanakah kita membuktikan Al­ kumpulkan hadits­hadits Nabi â€“ ujar Al 
Quran itu adalah Kalam Allah?  Baqillani ­, lalu susunlah sebagaimana 
Pertama, Al­Qur’an merupakan mu’jizat  susunan Al­Qur'an, anda akan menemukan 
( tidak ada seorangpun yang bisa  susunan yang tidak berkaitan antara satu 
mendatangkan sepertinya, atau seperti  hadits dengan lainnya. 
surah di antara surah­surahnya ). Mu’jizat 
ini hanya diberikan oleh Allah, kepada  Bandingkan dengan Al­Qur'an, teliti 
seorang rasulNya, sebagai bukti yang  susunan ayatnya, sunan surah­surahnya, 
membenarkan bahwa ia benar­benar  anda akan menemukan suatu keterpaduan, 
utusan Allah. Sebagai Mu'jizat Al­Qur'an  saling berkaitan dari awal sampai akhir. 
tentu dari Allah. Dan memang sampai  Padahal ia diturunkan secara berangsur­
sekarang tidak ada seorangpun yang bisa  angsur. Para Ulama sepanjang sejarah 
mengarang sepertinya, sampai seperti  telah membuktikan hakikat kesatuan Al­
surah yang paling pendek pun masih belum  Qur'an dengan susunannya yang ada. Di 
ada yang bisa mendatangkannya.  tambah lagi bahwa di dalam Al­Qur'an 
banyak " khitab " yang ditujukan kepada 
Pada waktu Al­Qur'an diturunkan, orang­ Rasulullah. Bahkan ada yang berupa 
orang Arab berada di puncak kefasihan  teguran seperti yang terdapat dalam surat " 
berbahasa.Tapi ternyata tidak seorang pun  Al Tahrim ", Rasulullah ditegur langsung 
dari mereka yang bisa membuat seperti Al­ karena mengharamkan madu pada dirinya, 
Qur'an. Berbagai usaha telah dilakukan  untuk menjaga perasaan istrinya yang 
oleh sebagian penyair mereka. Tapi usaha  tidak suka bau madu yang diminumnya. 
mereka gagal. Bahkan mereka sendiri 
mengakui bahwa Al­Qur'an memang bukan  Di permulaan surat " Abasa " juga teguran 
karangan manusia. Imam Az Zarkasyi  kepada Rasulullah kerena beliau bermuka 
menyebutkan bahwa mu’jizat Al­Qur'an  masam kepada Ibn Ummi Maktum yang 
nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi  pada waktu itu minta Rasulullah untuk 
ulumil Qur'an, oleh Az Zarkasyi  mengajarkannya Al­Qur'an, sementara 
:Jilid:2,hal:237, Darul Ma'rifah,  Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah 
Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang  pertemuan dengan pemuka­pemuka 
indah " balaghah ", susunan ayat­ayat dan  Quraisy. Masuk akalkah seorang menegur 
surah­surahnya, kebenaran isinya,  dirinya senidiri dalam buku yang 
kesesuaian informasinya dengan penemuan  dikarangnya? Kalau memang benar Al­
final ilmu pengetahuan.  Qur'an karangan Muhammad SAW. Ketiga, 
Al­Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah 
Kedua, memang ada tuduhan bahwa Al­ SAW untuk menantang siapa saja yang 
Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW,  dari mahluk yang ada, jin dan manusia 
namun kemudian Imam Al­Baqillani dalam  untuk membuat sepertinya. Dalam (QS: 
bukunya Ijazul Qur'an, mencoba  Hud:13) perintah untuk Nabi agar 
membandingkan antara hadits­hadits Nabi  menantang mereka supaya mendatangkan 
dan ayat­ayat Al­Qur'an, hasilnya sebuah  sepuluh surah. Dalam (QS:Yunus:38) 
kesimpulan bahwa Al­Qur'an bukan  perintah agar menantang mereka untuk 
mendatangkan satu surah. Pada (QS:Al  kepedihannya, adanya hari kiamat, dan 
Baqarah:23) juga demikian.  seterusnya yang semuanya ini tidak 
mungkin dijangkau oleh akal manusia. 
Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al­Qur'an  Suatu bukti bahwa yang mempunyai 
menegaskan bahwa sekalipun jin dan  informasi seperti ini hanya Dia yang 
manusia berkumpul untuk mengarang  menciptakan alam, dan yang menentukan 
seperti Al­Qur'an tidak akan bisa. Dan  akhir hidup manusia, yang mengatur 
sampai sekarang Al­Qur'an masih terus  kehidupan setelah matinya semua mahluk, 
menantang, tapi tidak ada seorangpun  dan yang membagi ada yang ke surga dan 
yang bisa menjawab. Kalau memang  yeng ke neraka. 
karangan Nabi Muhammad SAW, mengapa 
pakai perintah? Dan bentuk perintah  Materi 24
kepada Nabi Muhammad SAW, di dalam  Al Qur’an Membentuk Umat Mulia
Al­Qur'an begitu banyak. Perhatikan saja 
tiga surah terkahir : Al Ikhalsh, Al Falaq  "Segala puji bagi Allah yang telah  
dan An Nas. Semuanya dimulai dengan  menurunkan kepada hamba­Nya Al Kitab  
perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ).  (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan  
Ini semua menunjukkan bahwa Al­Qur'an  kebengkokan di dalamnya; sebagai  
kalam Allah.  bimbingan yang lurus, untuk  
memperingatkan akan siksaan yang sangat  
Dan kalau Al­Qur'an karangan manusia,  pedih dari sisi Allah dan memberi berita  
tentu tidak akan sampai sejauh ini berani  gembira kepada orang­orang yang beriman,  
menantang. Sementara Al­Qur'an akan  yang mengerjakan amal saleh, bahwa  
terus menantang sampai hari Kiamat.  mereka akan mendapat pembalasan yang  
Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang  baik, mereka kekal di dalamnya untuk  
mu'jiz. Keempat, Silahakan anda  selama­lamanya." ( Al Kahfi: 1­3)
bandingkan antara penemuan ilmu 
pengetahuan yang sudah final ( bukan teori  Rabb kita telah memberikan kemuliaan 
), tentang alam, atau tentang tubuh  kepada kita ­­sebagai kaum Muslimin­­ 
manusia dan lain sebagianya, lalu  dengan menganugerahkan kitab suci yang 
bandingkan dengan penegasan Al­Qur'an,  terbaik yang diturunkan kepada manusia. 
anda pasti akan mendapatkan hakikat  Rabb kita juga, telah memuliakan kita 
yang sama. Mengapa, karena alam ini  dengan mengutus nabi yang terbaik yang 
ciptaan Allah, dan Al­Qur'an kalamNya.  pernah diutus kepada manusia. Sesuai 
Sudah demikian banyak para ulama  firman Allah SWT:
mengungkap hal ini dalam pembahasan "al 
i'jazul ilmi lilqur'an".  "Sesungguhnya telah Kami turunkan 
kepada kamu sebuah kitab yang di 
Adakah akal manusia sejak sekian abad  dalamnya terdapat sebab­sebab kemuliaan 
silam, bisa menjangkau penemuan ilmu  bagimu. Maka apakah kamu tiada 
yang baru saja didapatkan tanpa sebuah  memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10).
penelitian? Kelima, di dalam Al­Qur'an 
banyak informasi mengenai alam ghaib,  Kitalah, kaum muslimin, satu­satunya 
seperti adanya surga dengan segala  umat yang memeliki manuskrip langit yang 
keindahannya, dan neraka dengan segala  paling autentik, yang mengandung firman­
firman Allah SWT yang terakhir, yang  Taubah. Ia tidak dimulai dengan basmalah. 
diberikan untuk menjadi petunjuk bagi  Dan tidak ada seorang pun yang berani 
umat manusia. Dan anugerah itu terus  untuk menambahkan basmalah ini pada 
terpelihara dari perubahan dan pemalsuan  surah at Taubah, baik dengan tulisan atau 
kata maupun makna. Karena Allah SWT.  bacaan. Karena, dalam masalah Al Qur'an 
telah menjamin untuk memeliharanya, dan  ini, tidak ada tempat bagi akal untuk 
tidak dibebankan tugas itu kepada  campur tangan.
siapapun dari sekalian makhluk­Nya:
Perhatian kaum muslimin terhadap Al 
"Sesungguhnya Kami­lah yang  Quran sedemikian besarnya, hingga 
menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya  mereka juga menghitung ayat­ayatnya 
Kami benar­benar memeliharanya." (Al  ­­bahkan kata­katanya, dan malah hurup­
Hijr: 9). hurupnya­­. Maka bagaimana mungkin 
seseorang dapat menambah atau 
Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus  mengurangi suatu kitab yang dihitung 
persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayat­ kata­kata dan hurup­hurupnya itu?! 
ayatnya disusun dengan rapi serta 
dijelaskan secara terperinci yang  Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang 
diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha  dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu 
Bijaksana lagi Maha Tahu." (Huud: 1) orang, di dalam hati mereka, kecuali Al 
Qur'an ini, yang telah dimudahkan oleh 
"Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah  Allah SWT untuk diingat dan dihapal. 
kitab yang mulia. Yang tidak datang  Maka tidak aneh jika kita menemukan 
kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari  banyak orang, baik itu lelaki maupun 
depan maupun dari belakangnya, yang  perempuan, yang menghapal Al Qur'an 
diturunkan dari Tuhan Yang Maha  dalam mereka. Ia juga dihapal oleh anak­
Bijaksana lagi Maha Terpuji." ( Fush­shilat:  anak kecil kaum Muslimin, dan mereka 
41­42) tidak melewati satu hurup­pun dari Al 
Qur'an itu. Demikian juga dilakukan oleh 
Tidak ada di dunia ini, suatu kitab, baik itu  banyak orang non Arab, namun mereka 
kitab agama atau kitab biasa, yang terjaga  tidak melewati satu hurup­pun dari Al 
dari perubahan dan pemalsuan, kecuali Al  Qur'an itu. Dan salah seorang dari mereka, 
Qur'an. Tidak ada seorangpun yang dapat  jika Anda tanya: "siapa namamu?" ­­dengan 
menambah atau mengurangi satu hurup­ bahasa Arab­­ niscaya ia tidak akan 
pun darinya. menjawab! (Karena tidak paham bahasa 
Arab!, penj.). Ia menghapal Kitab Suci 
Ayat­ayatnya dibaca, didengarkan, dihapal  Rabbnya semata untuk beribadah dan 
dan dijelaskan, sebagaimana bentuknya  mendekatkan diri kepada Allah SWT, 
saat diturunkan oleh Allah SWT kepada  meskipun ia tidak memahami apa yang ia 
nabi Muhammad Saw, dengan perantaraan  baca dan ia hapal, karena ia tertulis 
ruh yang terpercaya (Jibril). dengan bukan bahasanya.

Al Quran berisikan seratus empat belas  Al Qur'an tidak semata dijaga makna­
surah. Seluruhnya dimulai dengan  makna, kalimat­kalimat serta lafazh­
basmalah (bismillahirrahmanirrahim).  lafazhnya saja, namun juga cara membaca 
Kecuali satu surah saja, yaitu surah at 
dan makhraj hurup­hurupnya. Seperti kata  Al Qur'an adalah "cahaya" yang 
mana yang harus madd (panjang), mana  dianugerahkan Allah SWT kepada hamba­
yang harus ghunnah (dengung), izhhar  hamba­Nya, di samping cahaya fithrah dan 
(jelas), idgham (digabungkan), ikhfa  akal: "Cahaya di atas cahaya (berlapis­
(disamarkan) dan iqlab (dibalik). Atau  lapis)." (An Nuur: 35). Dan Al Qur'an 
seperti yang digarap oleh suatu ilmu  mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai 
khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid  cahaya, dalam banyak ayat.
Al Qur'an".
Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai 
Hingga rasam (metode penulisan) Al  manusia, sesungguhnya telah datang 
Qur'an, masih tetap tertulis dan tercetak  kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, 
hingga saat ini, seperti tertulis pada era  (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah 
khalifah Utsman bin Affan r.a., meskipun  Kami turunkan kepadamu cahaya yang 
metode dan kaidah penulisan telah  terang benderang (Al Qur'an)." (An Nisaa: 
berkembang jauh. Hingga saat ini, tidak  174)
ada suatu pemerintah muslim atau suatu 
organisasi ilmiah pun, yang berani  "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan 
merubah metode penulisan Al Qur'an itu,  Rasul­Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) 
dan menerapkan kaidah­kaidah penulisan  yang telah Kami turunkan." (At 
yang berlaku bagi seluruh buku, media  Taghaabun: 8).
cetak, koran dan lainnya yang ditulis dan 
dicetak, bagi Al Qur'an. Dan berfirman kepada para sahabat 
Rasulullah Saw dengan firman­Nya: "Dan 
Materi 25  mengikuti cahaya yang terang yang 
Al Qur’an Cahaya diturunkan kepadanya (Al Qur'an)." (Al 
A'raaf: 157)
Allah menurunkan Al Qur'an untuk 
memberikan kepada manusia tujuan yang  Di antara karakteristik cahaya adalah: 
paling mulia, dan jalan yang paling  Dirinya sendiri telah jelas, kemudian ia 
lurus."Sesungguhnya Al Qur'an ini  memperjelas yang lain. Ia membuka hal­
memberikan petunjuk kepada (jalan) yang  hal yang samar, menjelaskan hakikat­
lebih lurus."(Al Israa: 9)  hakikat, membongkar kebatilan­kebatilan, 
menolak syubhat (kesamaran), 
"Sesungguhnya telah datang kepadamu  menunjukkan jalan bagi orang­orang yang 
cahaya dari Allah, dan kitab yang  sedang kebingungan saat mereka gamang 
menerangkan. Dengan kitab itulah Allah  dalam menapaki jalan atau tidak memiliki 
menunjuki orang­orang yang mengikuti  petunjuk jalan, serta menambah jelas dan 
keredhaan­Nya ke jalan keselamatan, dan  menambah petunjuk bagi orang yang telah 
(dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan  mendapatkan petunjuk. Dan jika Al Qur'an 
orang­orang itu dari gelap gulita kepada  mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya", 
cahaya yang terang benderang dengan  dan dia adalah "cahaya yang istimewa", ia 
seizin­Nya, dan menunjuki mereka ke jalan  juga mendeskripsikan Taurat dengan kata 
yang lurus." ( Al Maaidah: 15­16) yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan 
cahaya (yang menerangi)."
Seperti dalam firman Allah SWT:  Al Qur'an juga mempunyai maksud dan 
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan  tujuan diturunkanya, di antaranya: 
Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk  meluruskan kepercayaan­kepercayaan dan 
dan cahaya (yang menerangi)". (Al  pola pandang manusia tentang Tuhan, 
Maaidah: 44) kenabian, dan balasan atas amal 
perbuatan, serta meluruskan pola 
Demikian juga mendeskripsikan Injil  pandangan tentang manusia, 
seperti itu, seperti dalam firman Allah SWT  kemuliaannya dan menjaga hak­haknya, 
tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah  menghubungkan manusia dengan Rabbnya, 
memberikan kepadanya Kitab Injil sedang  membersihkan jiwa manusia, membentuk 
di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya  keluarga, membangun umat yang saleh, 
(yang menerangi) ." (Al Maidah: 46) yang dianugerahkan amanah untuk 
menjadi saksi bagi manusia, mengajak 
Perbedaan dalam dua pengungkapan itu  untuk menciptakan dunia manusia yang 
menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an  saling kenal mengenal dan tidak saling 
dengan kitab­kitab suci lainnya. Seperti  mengisolasi diri, saling memberi maaf dan 
diungkapkan oleh Al Bushiry dalam  tidak saling membenci secara fanatik, serta 
Lamiah­nya: "Maha Besar Allah,  untuk bekerja sama dalam kebaikan dan 
sesungguhnya agama Muhammad Dan  ketaqwaan, bukan dalam kejahatan dan 
kitab sucinya adalah kitab suci yang paling  permusuhan.
lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab­
kitab suci lainnya di depannya Karena,  Kita berkewajiban untuk memperlakukan 
saat mentari pagi telah bersinar, ia akan  Al Qur'an ini secara baik: dengan 
memadamkan pelita­pelita". menghapal dan mengingatnya, membaca 
dan mendengarkannya, serta mentadabburi 
Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk  dan merenungkannya.
membenarkan kitab­kitab suci yang telah 
turun sebelumnya. Yaitu yang berkaitan  Materi 26 
dengan pokok­pokok aqidah dan akhlak,  Interaksi Dengan Al Qur’an
sebelum kitab­kitab itu dipalsukan dan 
diubah tangan manusia. Al Qur'an juga  Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban 
mengungguli kitab­kitab suci sebelumnya,  untuk berlaku baik dan benar terhadap Al 
yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan  Qur’an dalam memahami dan 
tambahan­tambahan dan perubahan­ menafsirkannya. Tidak ada yang lebih baik 
perubahan yang telah disisipkan oleh  dari usaha kita untuk mengetahui 
manusia dalam kitab­kitab itu. Tentang hal  kehendak Allah SWT terhadap kita. Dan 
ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah  Allah SWT menurunkan kitab­Nya agar 
turunkan kepadamu Al Qur'an dengan  kita mentadabburinya, memahami rahasia­
membawa kebenaran, membenarkan apa  rahasianya, serta mengeksplorasi mutiara­
yang sebelumnya, yaitu kitab­kitab (yang  mutiara terpendamnya. Dan setiap orang 
diturunkan sebelumnya) dan batu ujian  berusaha sesuai dengan kadar 
terhadap kitab­kitab yang lain itu." (Al  kemampuannya.
Maaidah: 48) 
Namun yang disayangkan, dalam bidang 
ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya, 
yaitu dalam memahami dan menafsirkan  telah diubah oleh Al Quran dengan amat 
Al Qur'an. Oleh karena itu harus dibuat  drastis dan revolusioner. Al Qur'an telah 
rambu­rambu dan petunjuk yang mampu  merubah mereka dari perilaku­perilaku 
menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini,  jahiliyah menuju kesucian Islam, dan 
serta perlu diberikan peringatan tentang  mengeluarkan mereka dari kegelapan ke 
ranjau­ranjau yang menghadang di jalan,  dalam cahaya. Kemudian mereka diikuti 
yang dapat berakibat patal jika dilanggar. oleh murid­murid mereka dengan baik, 
untuk selanjutnya murid­murid generasi 
Tidak selayaknya umat Al Qur'an  berikutnya mengikuti murid­murid para 
mengalami hal yang sama yang pernah  sahabat itu dengan baik pula. Melalui 
terjadi dengan umat Taurat, yang  mereka itulah Allah SWT memberikan 
diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman­ petunjuk kepada manusia, membebaskan 
Nya: "Perumpamaan orang­orang yang  negeri­negeri, memberikan kedudukan bagi 
dipikulkan kepadanya Taurat kemudian  mereka di atas bumi, sehingga mereka 
mereka tiada memikulnya adalah seperti  kemudian mendirikan negara yang adil dan 
keledai yang membawa kitab­kitab yang  baik, serta peradaban ilmu dan iman.
tebal." (Al Jumu'ah: 5).
Kemudian datang generasi­generasi 
Kita juga harus berlaku baik terhadap Al  berikutnya, yang menjadikan Al Qur'an 
Qur'an dengan mengikuti petunjuknya,  terlupakan, mereka menghapal hurup­
mengerjakan ajarannya, menghukum  hurupnya, namun tidak memperhatikan 
dengan syari'atnya serta mengajak  ajaran­ajarannya. Mereka tidak mampu 
manusia mengikuti petunjuknya. Ia adalah  berinteraksi secara benar dengannya, tidak 
manhaj bagi kehidupan individu, undang­ memprioritaskan apa yang menjadi 
undang bagi aturan politik, serta petunjuk  prioritas Al Qur'an, tidak menganggap 
dalam berdakwah kepada Allah SWT. besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an 
serta tidak menganggap kecil apa yang 
Inilah yang berusaha dilakukan buku ini  dinilai kecil oleh Al Qur'an. Di antara 
dalam empat bab utamanya, dengan  merek ada yang beriman dengan 
bertumpu ­­terutama­­ pada Al Qur'an itu  sebagiannya, namun kafir dengan 
sendiri, karena ia adalah objek kita, namun  sebagiannya lagi, seperti yang dilakukan 
ia juga petunjuk itu. oleh Bani Israel sebelum mereka terhadap 
kitab suci mereka. Mereka tidak mampu 
Umat kita pada abad­abad pertama ­­yang  berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an, 
merupakan abad­abad yang paling utama­­  seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. 
telah berinteraksi dengan baik terhadap Al  Meskipun mereka mengambil berkah 
Qur'an. Mereka berlaku baik dalam  dengan membawanya serta menghias 
memahaminya, mengetahui tujuan­ dinding­dinding rumah mereka dengan 
tujuannya, berlaku baik dalam  ayat­ayat Al Qur'an, namun mereka lupa 
mengimplementasikannya secara massive  bahwa keberkahan itu terdapat dalam 
dalam kehidupan mereka, dalam bidang­ mengikut dan menjalankan hukum­
bidang kehidupan yang beragam, serta  hukumnya. Seperti difirmankan oleh Allah 
berlaku baik pula dalam  SWT:
mendakwahkannya. Contoh terbaik hal itu 
adalah para sahabat. Kehidupan mereka 
"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami  Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga 
turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia  dan mengangkat harkat dan martabatnya. 
dan bertakwalah agar kamu diberi  Ia tidak rela untuk disingkap aib­aibnya 
rahmat." (Al An'aam: 155) atau pun dibeberkan kejelekannya. Karena 
hal ini dapat menjatuhkan dan merusak 
Tidak ada jalan untuk membangkitkan  harkat dan martabatnya di hadapan orang 
umat dari kelemahan, ketertinggalan dan  lain.
keterpecah­belahan mereka selain dari 
kembali kepada Al Qur'an ini. Dengan  Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam 
menjadikannya sebagai panutan dan imam  bersabda:
yang diikuti. Dan cukuplah Al Qur'an 
sebagai petunjuk:  “Setiap muslim terhadap muslim lainnya 
diharamkan darahnya, kehormatannya, 
"Dan siapakah yang lebih benar  dan juga hartanya.” (H.R Muslim no. 2564)
perkataannya daripada Allah?." (An Nisaa: 
122) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya 
hubungan persaudaraan dan kasih sayang 
Materi 27 sesama muslim. Bahwa setiap muslim 
Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian  diharamkan menumpahkan darah 
Pertama): Pengertian Ghibah (membunuh) dan merampas harta 
saudaranya seiman. Demikian pula setiap 
Islam merupakan agama sempurna yang  muslim diharamkan melakukan perbuatan 
Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan  yang dapat menjatuhkan, meremehkan, 
kepada umat Nabi Muhammad  atau pun merusak kehormatan saudaranya 
Shallallahu’alaihi wasallam.  seiman. Karena tidak ada seorang pun 
Kesempurnaan Islam ini menunjukkan  yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari 
bahwa syariat yang dibawa Rasulullah  kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. 
Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah  Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul 
rahmatal lil’alamin. Sebagaimana Allah  termasuk kita tidak lepas dari kekurangan 
Subhanahu wa Ta’ala telah  dan kelemahan.
mengkhabarkan di dalam firman­Nya 
(artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu  Suatu fenomena yang lumrah terjadi di 
melainkan sebagai rahmatal lil’alamin.” (Al  masyarakat kita dan cenderung 
Anbiya’: 107) disepelekan, padahal akibatnya cukup 
besar dan membahayakan, yaitu ghibah 
Diantara wujud kesempurnaan agama  (menggunjing). Karena dengan perbuatan 
Islam sebagai rahmatal lil’alamin, adalah  ini akan tersingkap dan tersebar aib 
Islam benar­benar agama yang dapat  seseorang, yang akan menjatuhkan dan 
menjaga, memelihara dan menjunjung  merusak harkat dan martabatnya.
tinggi kehormatan, harga diri, harkat dan 
martabat manusia secara adil dan  Tahukah anda apa itu ghibah? 
sempurna. Kehormatan dan harga diri  Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi 
merupakan perkara yang prinsipil bagi  kita. Ghibah ini erat kaitannya dengan 
setiap manusia. perbuatan lisan, sehingga sering terjadi 
dan terkadang di luar kesadaran.
Ghibah adalah menyebutkan, membuka,  memakan bangkai saudaranya. 
dan membongkar aib saudaranya dengan  Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa  
maksud jelek. Al Imam Muslim  Ta’ala … (pada ayat di atas). Tentunya itu 
meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari  perkara yang kalian benci dalam tabi’at, 
shahabat Abu Hurairah radhiyallahu   demikian pula hal itu dibenci dalam 
‘anhu, sesungguhnya Rasulullah  syari’at. Sesungguhnya ancamannya lebih 
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:  dahsyat dari permisalan itu, karena ayat 
“Apakah kalian mengetahui apa itu  ini sebagai peringatan agar menjauh/lari 
ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan  (dari perbuatan yang kotor ini ­pent). ” 
Rasul­Nya yang lebih tahu.” Kemudian  (Lihat Mishbahul Munir)
beliau Shallallahu’alaihi wasallam 
bersabda: Materi  28
Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): 
 “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada  Kriteria Ghibah
pada saudaramu yang dia membecinya, jika 
yang engkau sebutkan tadi benar­benar 
1. Menggambarkan keburukan 
ada pada saudaramu sungguh engkau telah 
bentuk tubuh seseorang
berbuat ghibah, sedangkan jika itu tidak 
benar maka engkau telah membuat  Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha 
kedustaan atasnya.” pernah berkata kepada Rasulullah 
Shallallahu’alaihi wasallam tentang 
Di dalam Al Qur’anul Karim Allah  Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang 
Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela  pendek. Maka beliau Shallallahu’alaihi  
perbuatan ghibah, sebagaimana firman­ wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah 
Nya (artinya): berkata dengan suatu kalimat yang kalau 
seandainya dicampur dengan air laut 
“Dan janganlah kalian mencari­cari  niscaya akan merubah air laut itu.” (H.R. 
kesalahan orang lain dan janganlah  Abu Dawud 4875 dan lainnya)
sebagian kalian menggunjing (ghibah)  Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: 
kepada sebagian yang lainnya. Apakah  “Dapat merubah rasa dan aroma air laut, 
kalian suka salah seorang diantara kalian  disebabkan betapa busuk dan kotornya 
memakan daging saudaramu yang sudah  perbutan ghibah. Hal ini menunjukkan 
mati? Maka tentulah kalian membencinya.  suatu peringatan keras dari perbuatan 
Dan bertaqwalah kalian kepada Allah.  tersebut.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah 
Sesungguhnya Allah Maha Penerima  Riyadhush Shalihin 3/25)
taubat dan Maha Pengasih.” (Al Hujurat: 
2. Membicarakan keburukan orang 
12)
lain
Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata  Dari shahabat Anas bin Malik 
dalam tafsirnya: “Sungguh telah  radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah 
disebutkan (dalam beberapa hadits)  Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: 
tentang ghibah dalam konteks celaan yang  “Ketika aku mi’raj (naik di langit), aku 
menghinakan. Oleh karena itu Allah  melewati suatu kaum yang kuku­kukunya 
Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang  dari tembaga dalam keadaan mencakar 
yang berbuat ghibah seperti orang yang  wajah­wajah dan dada­dadanya. Lalu aku 
bertanya: “Siapakah mereka itu wahai 
malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab:  Dari ancaman yang terkandung dalam ayat 
“Mereka adalah orang­orang yang  dan hadits­hadits di atas menunjukkan 
memakan daging­daging manusia dan  bahwa perbuatan ghibah ini termasuk 
merusak kehormatannya.” (H.R. Abu  perbuatan dosa besar, yang seharusnya 
Dawud no. 4878 dan lainnya). Yang  setiap muslim untuk selalu berusaha 
dimaksud dengan ‘memakan daging­daging  menghindar dan menjauh dari perbuatan 
manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat  tersebut.
ghibah (menggunjing), sebagaimana  Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab 
permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. Nuniyyah hal. 39 berkata:
Dari shahabat Ibnu Umar  Janganlah kamu tersibukkan dengan aib 
radhiyallahu’anhu, bahwa beliau  orang lain, justru kamu lalai
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:  Dengan aib yang ada pada dirimu, 
“Wahai sekalian orang yang beriman  sesungguhnya itu dua keaiban
dengan lisannya yang belum sampai ke  (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. 32)
dalam hatinya, janganlah kalian  3. Membicarakan sesuatu yang 
mengganggu kaum muslimin, janganlah 
tidak disukai saudaranya
kalian menjelek­jelekkannya, janganlah 
kalian mencari­cari aibnya. Barang siapa  Konteks dalam hadits: “Engkau 
yang mencari­cari aib saudaranya sesama  menyebutkan sesuatu pada saudaramu 
muslim niscaya Allah akan mencari aibnya.  yang dia membecinya.” Hadits di tersebut 
Barang siapa yang Allah mencari aibnya  secara zhahir mengandung makna yang 
niscaya Allah akan menyingkapnya  umum, yaitu mencakup penyebutan aib 
walaupun di dalam rumahnya.” (H.R. At  dihadapan orang tersebut atau diluar 
Tirmidzi dan lainnya) sepengetahuannya. Namun Al Hafizh Ibnu 
Hajar menguatkan bahwa ghibah ini 
Dari shahabat Jabir bin Abdillah 
khusus di luar sepengetahuannya, 
radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Suatu 
sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari 
ketika kami pernah bersama Rasulullah 
kata ghaib yang artinya tersembunyi­pent) 
Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau 
yang ditegaskan oleh ahli bahasa. Kemudia 
bangkai yang busuk. Lalu Rasulullah 
Al Hafizh berkata: “Tentunya 
Shallallahu’alaihi wasallam berkata: 
membeberkan aib di hadapannya itu 
‘Apakah kalian tahu bau apa ini? 
merupakan perbuatan yang haram, tapi hal 
(Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari 
itu termasuk perbuatan mencela dan 
orang­orang yang berbuat ghibah.” (H.R. 
menghina.” (Fathul Bari 10/470 dan 
Ahmad 3/351)
Subulus Salam hadits no. 1583, lihat 
Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu   Nashihati linnisaa’ hal. 29)
‘anhu sesungguhnya Rasulullah 
4. Mendengar pembicaraan ghibah 
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
tapi tidak melarangnya
 “Sesungguhnya termasuk riba yang paling 
Demikian pula bagi siapa yang mendengar 
besar (dalam riwayat lain: termasuk dari 
dan ridha dengan perbuatan ghibah maka 
sebesar besarnya dosa besar) adalah 
hal tersebut juga dilarang. Semestinya dia 
memperpanjang dalam membeberkan aib 
tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan 
saudaranya muslim tanpa alasan yang 
aibnya. Dari shahabat Abu Dzar 
benar.” (H.R. Abu Dawud no. 4866­4967)
radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah 
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang mencegah terbukanya  tahu kepadanya dan meminta ma’af 
aib saudaranya niscaya Allah akan  darinya. Pendapat ini ada sisi benarnya 
mencegah wajahnya dari api neraka pada  jika dikaitkan dengan hak seorang 
hari kiamat nanti.” (H.R. At Tirmidzi no.  manusia. Misalnya mengambil harta orang 
1931 dan lainnya) lain tanpa alasan yang benar maka dia pun 
Demikian juga semestinya ia tidak ridha  wajib mengembalikannya. 
melihat saudaranya terjatuh dalam  Tetapi dari sisi lain, justru bila ia memberi 
kemaksiatan yaitu berbuat ghibah.  tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan 
Semestinya ia menasehatinya, bukan  akan terjadi mudharat yang lebih besar. 
justru ikut larut dalam perbuatan tersebut.  Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru 
Kalau sekiranya ia tidak mampu  marah yang bisa meruncing pada 
menasehati atau mencegahnya dengan cara  percekcokan dan bahkan perkelahian. Oleh 
yang baik, maka hendaknya ia pergi dan  karena itu sebagian para ulama lainnya 
menghindar darinya. Allah Subhanahu wa   berpendapat tidak perlu ia memberi 
Ta’ala berfirman (artinya): tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib 
“Dan orang­orang yang beriman itu bila¬   baginya beristighfar (memohan ampunan) 
mendengar perkataan yang tidak   kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan 
bermanfaat, mereka berpaling darinya, dan   menyebutkan kebaikan­kebaikan orang 
mereka berkata: “Bagi kami amal­amal   yang dighibahi itu di tempat­tempat yang 
kami dan bagimu amal­amalmu, semoga   pernah ia berbuat ghibah kepadanya. 
kesejahteraan atas dirimu, kami tidak   Insyaallah pendapat terakhir lebih 
ingin bergaul dengan orang­orang jahil.”  mendekati kebenaran. (Lihat Nashiihatii 
(Al Qashash: 55) linnisaa’: 31)

Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri  Materi 29
radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah  Menggapai Keberkahan Hidup
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh 
“Barang siapa yang melihat kemungkaran 
keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. 
hendaknya dia mengingkarinya dengan 
Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta 
tangan. Bila ia tidak mampu maka 
orang lain mendo’akan kita agar segala 
cegahlah dengan lisannya. Bila ia tidak 
sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan 
mampu maka cegahlah dengan hatinya, 
memperoleh keberkahan dari Allah Swt. 
yang demikian ini selemah­lemahnya 
Secara harfiyah, berkah berarti an nama’ 
iman.” (Muttafaqun ‘alaihi)
waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, 
Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan  ini berarti Berkah adalah kebaikan yang 
ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap  bersumber dari Allah yang ditetapkan 
kemaksiatan, tentunya hal ini pun dilarang  terhadap sesuatu sebagaimana mestinya 
dalam agama. sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki 
Bertaubat dari Ghibah akan selalu berkembang dan bertambah 
Lalu bagaimana cara bertaubat dari  besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu 
perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya  yang kita miliki membawa pengaruh 
untuk memberi tahu kepada yang  negatif, maka kita berarti tidak 
dighibahi? Sebagian para ulama’  memperoleh keberkahan yang diidamkan 
berpendapat wajib baginya untuk memberi  itu.
Namun, Allah Swt tidak sembarangan  termasuk dalam soal harta dan bisa 
memberikan keberkahan kepada manusia.  menjalani kehidupan dengan sebaik­
Ternyata, Allah SWT hanya akan memberi  baiknya.
keberkahan itu kepada orang yang beriman  Keberkahan semacam ini telah diperoleh 
dan bertaqwa kepada­Nya. Janji Allah SWT  Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang 
untuk memberikan keberkahan kepada  ketika usia mereka sudah begitu tua 
orang yang beriman dan bertaqwa  ternyata masih dikaruniai anak, bahkan 
dikemukakan dalam firman­Nya yang  tidak hanya Ismail yang shaleh, sehat dan 
artinya: “Jikalau sekiranya penduduk  cerdas, tapi juga Ishak dan Ya’kub. Di 
negeri­negeri beriman dan bertaqwa,  dalam Al­ Qur’an keberkahan semacam ini 
pastilah Kami akan melimpahkan kepada  diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan 
mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi  isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia 
mereka mendustakan (ayat­ayat Kami) itu,  tersenyum. Maka Kami sampaikan 
maka Kami siksa mereka disebabkan  kepadanya berita gembira tentang 
perbuatannya” (QS 7:96). kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir 
Apabila manusia, baik secara pribadi  puteranya) Ya’kub. Isterinya berkata: 
maupun kelompok atau masyarakat "Sungguh mengherankan, apakah aku aka 
memperoleh keberkahan dari Allah Swt,  melairkan anak, padahal aku adalah 
maka kehidupannya akan selalu berjalan  perempuan seorang perempuan tua, dan ini 
dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup  suamikupun dalam keadaan yang sudah 
bahkan melimpah, sedang ilmu dan  tua pula?. Sesungguhnya ini benar­benar 
amalnya selalu memberi manfaat yang  suatu yang sangat aneh". Para malaikat itu 
besar dalam kehidupan. Disilah letak  berkata: "Apakahkamu merasa heran 
pentingnya bagi kita memahami apa  tentang ketetapan Allah? (itu adalah) 
sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa  rahmat Allah dan keberkatan­Nya, 
berusaha semaksimal mungkin untuk  dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait. 
meraihnya. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi 
Bentuk Keberkahan Maha Pemurah" (QS 11:71­73).
Secara umum, keberkahan yang diberikan  Kedua, keberkahan dalam soal makanan 
Allah SWT kepada orang­orang yang  yakni makanan yang halal dan thayyib, hal 
beriman bisa kita bagi kedalam tiga  ini karena ulama ahli tafsir, misalnya Ibnu 
bentuk. Pertama, berkah dalam keturunan,  Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari 
yakni dengan lahirnya generasi yang  langit dan bumi sebagaimana yang 
shaleh. disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 
Generasi yang shaleh adalah yang kuat  di atas adalah rizki yang diantara rizki itu 
imannya, luas ilmunya dan banyak amal  adalah makanan. Yang dimaksud makanan 
shalehnya, ini merupakan sesuatu yang  yang halal adalah disamping halal jenisnya 
amat penting, apalagi terwujudnya  juga halal dalam mendapatkannya, 
generasi yang berkualitas memang  sehingga bagi orang yang diberkahi Allah, 
dambaan setiap manusia. Kelangsungan  dia tidak akan menghalalkan segala cara 
Islam dan umat Islam salah satu faktornya  dalam memperoleh nafkah. 
adalah adanya topangan dari generasi yang 
shaleh. Di samping itu, makanan yang diberkahi 
Generasi semacam itu juga memiliki  juga adalah yang thayyib, yakni yang sehat 
jasmani yang kuat, memiliki kemandirian  dan bergizi sehingga makanan yang halal 
dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan  mengerjakan amal shaleh dan nasihat 
tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang  menasihati supaya mentaati kebenaran 
kuat untuk selanjutnya dengan tenaga  dan nasihat menasihati supaya menetapi 
yang kuat itu digunakan untuk  kesabaran” (QS 103:1­3). 
melaksanakan dan menegakkan nilai­nilai 
kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya  Karena itu, bagi seorang muslim yang 
kepada Allah Swt, Allah berfirman yang  diberkahi Allah, waktu digunakan untuk 
artinya: Dan makanlah makanan yang  bisa membuktikan pengabdiannya kepada 
halal lagi baik dari apa yang telah Allah  Allah Swt, meskipun dalam berbagai 
rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah  bentuk usaha yang berbeda, Allah 
kepada Allah yang kamu beriman kepada­ berfirman yang artinya: “Demi malam 
Nya (QS 5:88). apabila menutupi, dan siang apabila terang 
Karena itu, agar apa yang dimakan juga  benderang, dan penciptaan laki­laki dan 
membawa keberkahan yang lebih banyak  perempuan. Sesungguhnya usaha kamu 
lagi, meskipun sudah halal dan thayyib,  memang berbeda­beda. Adapun orang yang 
makanan itu harus dimakan sewajarnya  memberikan (harta di jalan Allah) dan 
atau secukupnya, hal ini karena Allah  bertaqwa dan membenarkan adanya pahala 
sangat melarang manusia berlebih­lebihan  yang terbaik (syurga), maka Kami kelak 
dalam makan maupun minum, Allah Swt  akan menyiapkan baginya jalan yang 
berfirman yang artinya: “Hai anak Adam,  mudah.” (92:1­7).
pakailah pakaianmu yang indak di setiap 
memasuki masjid, makan dan minumlah  Materi 30
dan janganlah berlebih­lebihan.  Kunci Keberkahan
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang­
orang yang berlebih­lebihan” (7:31). Sebagai seorang muslim, keberkahan dari 
Allah untuk kita merupakan sesuatu yang 
Ketiga, berkah dalam soal waktu yang  amat penting. Karena itu, ada kunci yang 
cukup tersedia dan dimanfaatkannya  harus kita miliki dan usahakan dalam 
untuk kebaikan, baik dalam bentuk  hidup ini. Sekurang­kurangnya, ada dua 
mencari harta, memperluas ilmu maupun  faktor yang menjadi kunci keberkahan itu.
memperbanyak amal yang shaleh, karena  1. Iman dan Taqwa Yang Benar
itu Allah menganugerahi kepada kita  Di dalam ayat di atas, sudah dikemukakan 
waktu, baik siang maupun malam dalam  bahwa Allah akan menganugerahkan 
jumlah yang sama, yakni 24 jam setiap  keberkahan kepada hamba­hambanya yang 
harinya, tapi bagi orang yang diberkahi  beriman dan bertaqwa kepada­Nya. 
Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu  Semakin mantap iman dan taqwa yang kita 
yang 24 jam itu semaksimal mungkin  miliki, maka semakin besar keberkahan 
sehingga pencapaian sesuatu yang baik  yang Allah berikan kepada kita. Karena itu 
ditempuh dengan penggunaan waktu yang  menjadi keharusan kita bersama untuk 
efisien, karena salah satu karakteristik  terus memperkokoh iman dan taqwa 
waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi  kepada Allah Swt. Salah satu ayat yang 
bila sudah berlalu, Allah berfirman yang  amat menekankan peningkatan taqwa 
artinya: “Demi masa. Sesungguhnya  kepada orang yang beriman adalah firman 
manusia itu benar­benar dalam kerugian,  Allah yang artinya: Hai orang­orang yang 
kecuali orang­orang yang beriman dan  beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah 
dengan sebenar­benar taqwa dan jangan  taqwa serta selalu menjadikan Al­ Qur’an 
sampai kamu mati kecuali dalam keadaan  sebagai pedoman dalam hidup ini.
berserah
diri/muslim (QS 3:102). Materi Tambahan
Keimanan dan ketaqwaan yang benar  Halal Bi Halal
selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min 
dalam bentuk melaksanakan perintah  Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak 
Allah dan meninggalkan larangan­Nya,  dikenal oleh kalangan bangsa Arab, tidak 
baik dalam keadaan senang maupun susah,  pula ada pada zaman Nabi saw. dan para 
dalam keadaan sendiri maupun bersama  sahabat. Karenanya, kamus bahasa Arab 
orang lain. Tegasnya keimanan dan  juga tak mengenal istilah itu. Justru 
ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi  ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa 
dan kondisi yang bagaimananpun juga dan  Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf­
dimanapun dia berada. memaafkan setelah menunaikan ibadah 
puasa Ramadhan, biasanya diadakan di 
2. Berpedoman kepada Al­Qur’an sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh 
Al­Qur’an merupakan sumber keberkahan  sekelompok orang dan merupakan suatu  
sehingga apabila kita menjalankan pesan­ kebiasaan khas Indonesia.” 
pesan yang terkandung di dalam Al­Qur’an 
dan berpedoman kepadanya dalam  Para ulama kita terdahulu mendasarkan 
berbagai aspek kehidupan, nicaya kita  kegiatan halal bihalal tersebut pada 
akan memperoleh keberkahan dari Allah  sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari 
Swt, Allah berfirman yang artinya: Dan Al­ seperti di bawah ini:
Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) 
yang mempunyai berkah yang telah kami  Artinya: “Barangsiapa yang berbuat 
turunkan. Maka mengapakah kamu  kezhaliman (kesalahan) kepada 
mengingkarinya? (QS 21:50, lihat juga QS  saudaranya sehingga merendahkan 
38:29.6:155). derajatnya, maka hendaklah ia meminta 
halal hal tersebut dari saudaranya itu pada 
Karena harus kita jalankan dan pedomani  hari ini.”
dalam kehidupan ini, maka setiap kita 
harus mengimani kebenaran Al­Qur’an  Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di 
bahwa dia merupakan wahyu dari Allah  sini:
Swt sehingga tidak akan kita temukan 
kelemahan dari Al­Qur’an, selanjutnya bisa  1. falyatahallal, yakni meminta halal, 
dan suka membaca serta menjalankannya  itu berarti bukan sekedar meminta 
dalam kehidupan sehari­hari, baik  maaf, tetapi juga harus mengembalikan 
menyangkut aspek pribadi, keluarga,  hak saudaranya yang telah ia langgar. 
masyarakat maupun bangsa. Akhirnya  Jika itu berupa barang, hendaknya 
menjadi jelas bagi kita bahwa, keberkahan  dikembalikan. Ketika orang saling 
dari Allah yang kita dambakan itu,  meminta halal, maka terjadilah ‘halal­
memperolehnya harus dengan berdo’a dan  halalan’; yang kemudian di­Arab­kan 
berusaha yang sungguh­sungguh, yakni  menjadi ‘halal­bi­halal’. Halal dengan  
dalam bentuk memantapkan iman dan  halal. Acara ini kemudian berkembang 
menjadi sangat bervariasi ragam bentuk  Menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat
dan acaranya hingga saat ini. yang kita mintai pertolongan adalah sebuah
2. al­yauma, yakni pada hari ini. ‘Hari 
keharusan. Sebab, Allah Maha Berkuasa atas
ini’ yang dimaksud tidak lain adalah 
hari raya Idul Fitri, karena menurut  segala sesuatu. Setiap kejadian, Allah-lah yang
sebagian riwayat, Rasulullah saw.  menentukannya. Dia menentukan takdir setiap
mengucapkan hadits itu saat hari raya 
urusan makhluk-Nya. Karenanya, jangan heran
Idul Fitri. Ada pula yang mengartikan 
‘pada hari ini (juga)’. Yakni bahwa  jika setiap muslim dianjurkan berdoa kepada Allah
ketika kita membuat kesalahan pada  baik dalam keadaan sempit atau pun lapang, agar
seseorang, hendaknya kita meminta 
kebaikan selalu ada bersamanya.muslim
halal kepadanya hari ini juga, jangan  
ditunda­tunda.  dianjurkan berdoa kepada Allah baik dalam
keadaan sempit atau pun lapang, agar kebaikan
Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada 
Syawal selepas Ramadhan? selalu ada bersamanya.

Selain dasar hadits tersebut, bahwa al­ Ada sebuah doa yang sudah menjadi favorit kaum


yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul  muslimin agar memperoleh kebaikan di dunia dan
Fitri, para ulama mendasarkan juga pada 
akhirat. Setiap berdoa, kita biasanya tidak
QS. Al­Baqarah: 133­134, bahwa ciri orang 
yang bertakwa (sebagai output dari ibadah  melewatkan untuk membaca doa ini. Doa ini
ramadhan) salah satunya adalah al­ berbunyi, “Rabbana atina fi dunya hasanah wa fil
kaazhimiinal gaidh, yakni ‘memaafkan 
akhirati hasanah waqina ‘adzabannar”. Artinya,
kesalahan manusia.’ Karena itu, ketika 
pada ramadhan kita memperbaiki  “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia
hubungan vertikal dengan Allah (hablun   dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari
minallah), maka ketika Syawal tiba 
siksa neraka.”
saatnya kita melengkapinya dengan 
memperbaiki hubungan horisontal dengan 
sesama manusia (hablun minannas), yakni  Para ulama memberikan keterangan berkaitan
dengan cara saling memaafkan; saling  harapan setiap muslim melalui doa itu. Berkaitan
meminta halal atas kesalahan kita masing­ dengan kalimat “fi dunya hasanah”, setidaknya ada
masing.  Maka jadilah tradisi halalbihalal 
sebagaimana berkembang seperti sekarang  tujuh hal yang akan diperoleh seorang muslim jika
ini; yang khas Indonesia. doanya dikabulkan Allah SWT.

“Dan diantara mereka ada orang yang berdoa : Pertama, selalu bersyukur kepada Allah. Setiap
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di muslim yang telah memperoleh kebaikan di dunia,
dunia dan kebaikan di akhirat dan periharalah akan selalu bersyukur kepada Allah SWT apapun
kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah [2]: ketentuan Allah kepadanya. Saat diberi
201) kenikmatan ia makin bersyukur dan ketika diberi
musibah ia bersabar. Orang-orang yang selalu
bersyukur kepada-Nya akan terus diberi Kelima, tidak memiliki hutang. Memiliki hutang
kenikmatan hidup oleh-Nya. “Lain syakartum tidaklah dilarang dalam ajaran Islam. Hanya saja,
laazidannakum”, artinya, “Apabila kalian hutang bisa menyebabkan hidup seseorang kurang
bersyukur niscaya akan kutambah nikmat-Ku nyaman dan bahagia. Biasanya, orang yang
kepadamu,” kata Allah SWT dalam Al-Quran. memiliki hutang kurang dihargai orang lain,
terlebih oleh orang yang memberikan piutang.
Kedua, memiliki pendamping yang
Setiap muslim harus berusaha untuk melunasi
shalih/shalihah. Setiap muslim yang diberi
hutang dengan sungguh-sungguh. Sebab, hutang
kebaikan di dunia akan diberi pendamping yang
bisa menyebabkan ditangguhkannya masuk ke
baik. Seorang laki-laki akan mendapatkan istri
surga sebelum hutangnya dilunasi, meskipun ia
yang shalihah. Dan begitu pula seorang wanita
mati dalam jihad fi sabilillah.
akan mendapatkan suami yang shalih.
Keenam, ilmunya bermanfaat. Banyak orang yang
Ketiga, memiliki anak yang shalih dan shalihah.
memiliki ilmu, namun hanya sedikit ilmunya
Memiliki anak yang shalih dan shalihah adalah
bermanfaat. Orang-orang yang mendapatkan
harapan setiap orang tua muslim. Anak yang
kebaikan di dunia (fi dunya hasanah), jika
shalih atau shalihah adalah investasi terbaik setiap
memiliki ilmu maka ilmunya akan bermanfaat
muslim. Keshalihan seorang anak akan
bagi orang lain dan agama.
memberikan manfaat kepada keluarga, bangsa dan
agamanya. Sudah tentu, pahalanya akan mengalir Ketujuh, umurnya berkah. Usia yang berkah tidak
terkait dengan usia yang panjang. Seseorang yang
deras kepada kedua orang tuanya.
umurnya berkah selalu menjadikan tiap ada detik
waktu yang disia-siakannya. Sepanjang usianya ia
Keempat, memiliki harta yang berkah. Harta yang gunakan untuk beribadah, beramal dan berdakwah.
Ia tebarkan manfaat kepada siapa pun. Ia bergaul
berkah bukanlah berati banyak melimpah ruah.
dengan orang-orang shalih agar kecipratan
Keberkahan harta tidak terkait dengan jumlah. keberkahan hidup. Baginya, tidak ada waktu
kecuali beramal, beramal, dan beramal.
Tetapi, harta yang berkah merupakan harta yang
bisa memberikan manfaat bagi pemiliknya dan Untuk itu, berdoalah selalu kepada Allah SWT
agar diberi kebaikan dan keselamatan dalam
orang lain. harta tersebut diperoleh dengan cara
kehidupan ini. Teruslah bersyukur atas semua
halal dan digunakan untuk keperluan fi sabilillah. nikmat-Nya dan bersabar terhadap musibah-Nya.
Bekerjalah untuk memperoleh rezeki yang halal
Harta itu akan menjadi jalan amal shalih bagi
dengan cara yang halal. Didiklah putera puteri kita
pemiliknya. Tentu saja, akan lebih baik bila kita agar menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah.
Tebarkanlah selalu kebaikan agar usia kita berkah
memiliki harta yang banyak dan berkah
dan bermanfaat
dibandingkan sedikit tapi tidak berkah.

13 Alasan Agar Sholat Lebih Khusuk


Dari  banyak ibadah  kita  kepada Allah  SWT,  orang-orang yang khusyu’” (QS. Al Baqarah
ada satu ibadah yang merupakan kunci dari  45)
seluruh   ibadah   dan   amal   yang   lain   dimana 
kalau kita berhasil melakukannya maka akan  Bila ada problema hidup maka sholatlah, bila
terbuka   ibadah   atau   amal   yang   lain.   Kunci  ada keiinginan sholatlah, bila akan marah
dari segala ibadah adalah  sholatlah. Maka ketika akan bertemu dua
kekuatan utama pada perang Badar,
Rosululloh SAW sholat dan bermunajat
“Amal yang pertama kali ditanyai Allah pada
kepada Allah SWT agar diberikan
seorang hamba di hari kiamat nanti adalah
kemenangan dalam perang.
sholat. Bila sholatnya dapat diterima, maka akan
diterima seluruh amalnya, dan bila sholatnya
3. Mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS.
ditolak, akan tertolah seluruh amalnya.”Pada 
Al Ankabut 45)
kenyataannya, bagaimana amalan sholat kita  Karena sholat khusuk hanya bisa dilaksanakan
pada   umumnya?   Seperti   yang   disabdakan  dengan menghadirkan perasaan dekatnya Allah
oleh   Rasulullah   SAW: SWT, maka bila akan berbuat maksiyat akan
ingat akan Allah SWT.

“Akan datang satu masa atas manusia, mereka 4. Melembutkan hati. Terkadang hati kita
melakukan sholat namun pada hakikatnya mereka menjadi keras karena kesibukan dalam bekerja
tidak sholat.” atau menghadapi masalah kehidupan. Dengan
sholat yang khusuk, hati menjadi lebih lunak
Banyak dari kita menganggap bahwa sholat karena kita seringnya kita berserah diri dan
adalah suatu perintah bukan suatu kebutuhan. merendah dihadapan Allah SWT.
Jadi sholat sering dianggap suatu beban dan hanya
bersifat menggugurkan kewajiban. Betapa sering
kita rasanya malas untuk sholat, sholat sambil 5. Memupuk kesabaran. Dengan sholat yang
memikirkan pekerjaan, sholat secepat kilat tanpa dilaksanakan dengan tumakninah, maka
tumakninah, mengakhirkan waktu sholat atau diperlukan waktu beberapa saat untuk sholat;
bahkan lupa berapa rakaat yang telah dilakukan. tidak dengan tergesa-gesa. Hal ini akan
memupuk rasa kesabaran kita.
Padahal kunci amal ibadah kita adalah sholat.
Jadi, kita bisa memasang strategi dalam hidup
dengan memperbaiki sholat kita terlebih dahulu 6. Menghapuskan dosa. Didalam suatu hadits
sehingga amalan yang lain akan mengikuti. Dan disebutkan bahwa dosa-dosa kecil kita akan
hal ini butuh suatu kesungguhan untuk dihapus diantara sholat 5 waktu. Tentu saja hal
mencapainya. Tahap awal untuk mencapai ini bila kita menghayati bacaan didalam duduk
kekhusukan sholat adalah mengetahui kegunaan diantara dua sujud rabbighfirli dan wa’fu’anni.
bagi diri kita apabila kita dapat melakukan sholat
dengan khusuk. Berikut adalah 13 alasan mengapa
kita perlu khusuk dalam sholat: 7. Menyembuhkan penyakit. Prof. M. Sholeh
dari Universitas Airlangga Surabaya telah
meneliti bahwa sholat malam bisa
1. Mendapatkan keberuntungan yang besar, meningkatkan imunitas tubuh kita. halat bisa
yaitu masuk dalam surga firdaus. Hal ini mencegah naik turunnya hormon kortisol yang
tersebut dalam QS. Al Mukminun 2 dan 11: berperan sebagai indikator stres. Sedangkan
2. Solusi terhadap permasalahan kita. stres merupakan salah satu faktor utama
pemicu penyakit, termasuk kanker. Yang
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai sederhana saja, bila kita sedang pening atau
penolongmu. Dan sesungguhnya yang sakit gigi maka sholatlah dengan khusuk maka
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi rasa sakit tersebut akan hilang. Hal lain yang
perlu diperhatikan adalah ada pendapat bahwa fardhu hanya mengalir sebatas di mulut saja
sholat juga merupakan sarana terbaik untuk tanpa penghayatan dalam hati kita. Setelah
bermeditasi. sholat dengan khusuk, maka kekhusukan
tersebut akan berlanjut hingga kita
berdzikir. Allahumma a’inni ala dzikrika wa
8. Menunggu-nunggu waktu sholat. syukrika wa husni ibadatika. Ya Allah,
Karena sholat adalah kesempatan untuk bantulah aku dalam mengingatMu dan dan
bermunajat, berdialog dan mencurahkan hati bersyukur kepadaMu dan perbaiki ibadahku.
ke Yang Maha Kuasa, maka waktu sholat akan
selalu ditunggu. Pekerjaan rumah, rapat atau
aktifitas lain akan diberhentikan 10-15 menit
sebelum waktu sholat sehingga memberi
kesempatan untuk sholat berjamaah di masjid.
Perasaan untuk menunggu waktu sholat adalah
seperti seorang perjaka yang menunggu waktu
untuk bertemu yang dicinta.

9. Mempersiapkan sholat dengan sebaiknya.


Karena kita merasa akan bertemu dengan Yang
Maha Agung, maka pakaian akan diperhatikan
seperti baju koko, kopyah dan sarung
digunakan yang bersih. Tidak lupa minyak
wangi juga dipakai agar harum ketika bertemu
dengan Yang Maha Pencipta.

10. Menangis dalam sholat. Kesejukan dalam


sholat akan membawa hati untuk bersyukur
dan mohon ampun kepada Allah SWT. Tidak
terasa air mata akan mengalir bahkan ketika
sholat Dhuhur di masjid kantor.

11. Merasa sedih ketika sholat akan selesai.


Tertanam rasa ingin berlama-lama dengan
Yang Maha Pengasih. Ketika tasyahud akhir
rasanya tidak ingin menyelesaikan sholat.

12. Merasakan nikmatnya sholat di masjid.


Akan terasa suasana sholat di masjid lebih
indah dibandingkan sholat di rumah. Sehingga,
keinginan untuk sholat berjamaah di masjid
akan selalu ada. Maka tidak heran ketika
sahabat Umar ra menjual kebunnya
dikarenakan terlupa sholat jamaah di masjid
karena sibuk mengurus kebunnnya.

13. Tetap khusuk dalam berzikir. Terkadang


dzikir yang kita lantunkan setelah sholat