Anda di halaman 1dari 19

NAMA : SRI APRILIANINGSIH

NO : 19052769810016
JAWABAN
MAKALAH PEMBUATAN BUSANA CUSTOM MADE

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
“Custom-made” adalah busana yang dibuat dengan sistem tailor maupun
couture untuk perorangan sesuai dengan ukuran pemesan dengan desain yang
eksklusive. Namun menurut perkembangan, yang dimaksud dengan “Custom-made”
dapat dilakukan berdasarkan pesanan secara individu/perorangan, baik untuk pria
maupun wanita dalam jumlah tunggal atau lebih yang biasa dilakukan di modiste,butik
dan rumah mode bertaraf Adi Busana.
Tailoring adalah salah satu metode menjahit halus dengan hasil sangat rapi
baik pada bagian luar maupun bagan dalam. Menurut Goet Poespo (2009:7) Tailoring
adalah Suatu metode menjahit busana yang hasilnya lebih kuat dibandingkan dengan
sistem menjahit biasa. Tailoring biasanya diterapkan pada jahitan untuk mantel ( coat),
jas (jacket), dan blaser (blazer)
Tailoring merupakan proses menyatukan bagian-bagian kain yang yang telah
digunting berdasarkan pola busana yang diselesaikan dengan metode menjahit busana
yang memperhatikan kehalusan, kerapihan, kekuatan jahitan, menggunakan kambuh
terbuka, menggunakan kalin pelapis (lining), lapisan dalam (interlining), lapisan singkap
(interfacing), dan lapisan bawah (underlining) yang biasanya diterapkan pada jahitan
jas, dan blazer.
Pada makalah ini mempraktekkan pembuatan blazer dengan system tailoring
agar dapat memahami lebih dalam dan bisa menerapakannya dalam pembuatan
busana

B. TUJUAN MAKALAH
Laporan ini dibuat untuk memberi informasi tentang perencanaan dan proses
pembuatan busana costom made.

C. MANFAAT MAKALAH
Dapat memahami langkah-langkah pembuatan busana custom made.
BAB II
ISI

A. Desain
Muka Belakang
B. Analisis Model
a. Jas Kerja Wanita :
• Panjang jas sejajar dengan pergelangan tangan
• Garis hias princess pada bagian belakang
• Menggunakan krah setali
• Kancing dobel brested (Opening dengan kancing jas besar 1 diatas, 5 kancing
jas kecil tersembunyi di bawahnya)
• Lengan panjang two set in dengan variasi kancing 4
• Full furing/lining
b. Rok :
• Rok bungkus (pola draping)
• Sisi depan rok menggunakan kancing
• Full furing/lining
• Menggunakan ban pinggang 2,5 cm
• Panjang rok sampai lutut

C. Ukuran
D. Pola Dasar
Pola Dasar Badan Sistem Meyneke
Pola Dasar Lengan Jas

Keterangan pola lengan blezer


J° K° = 1/4 lingkar badan (yang dibesarkan) - 2 cm = 20,5 cm
T° = tengah - tengah J° K°
Dari J° T° dan K° garis-garis siku ke bawah
K° K°° = 4 cm (tetap)
K° K'= panjang sampai siku = 28 cm
K° K"= panjang sampai pergelangan = 52 cm
J° J = = K° J°° = J° T° + 2.1/2 cm =12,7 cm
J dihubungkan dengan T°
X di tengah-tengah J T°
X dihubungkan dengan J°
X X ° = 1/2 cm
Kepala lengan bagian atas dapat digambar dari J X° T° ke K°°
Dari K' dan K" ditarik garis-garis siku ke kiri
K K°° = 3 cm
K" k' = 2 cm
Dari k' turun 1 cm = k"
K' J' = 1/2 lingkar siku + 2 ½ cm = 18,5 cm
k" J" = 1/2 lingkar pergelangan + 2 ½ cm =15,5 cm
K' j = 1/2 lingkarsiku – 2 ½ cm = 13,5 cm
K" j' = 1/2 lingkar pergelangan – 2 ½ cm =10,5 cm
JZ = 5 cm

E. Pecah Pola

F. Pola Draping Rok


Langkah memperkirakan bahan untuk mendraping rok muka dan belakang
adalah sebagai berikut :
1. Panjang bahan : diukur dari pinggang sampai panjang yang diinginkan +10cm
2. Lebar bahan : diukur dari sisi panggul terbesar sampai TM/TB +10cm
Langkah kerja membuat rok bungkus adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan kain yang lebarnya 1 ¼ x lingkar panggul ditambah kampuh masing-
masing sisi ± 3 cm. Pangjang ditambah 3 cm untuk kelim bawah dan 2 cm untuk
kampuh pinggang.
2. Menyemat bahan yang tersedia pada sekeliling panggul dress form mulai dari TM,
mengarah ke sisi kiri melewati TB menuju sisi kanan hingga kembali lagi ke TM. Sisa
kain / over lap pada muka bagian kiri.

3. Kelonggaran kain pada bagian pinggang dibuat kupnat sebagai berikut :


- 2 kupnat di muka

- 2 kupnat di belakang

- 1 kupnat di sisi kanan

- 1 kupnat di sisi kiri

Dengan demikian besarnya masing-masing kupnat = selisih antara panggul dan


pinggang di bagi 6

Muka Sisi Belakang


4. Memberi tanda pola pada kupnat, pinggang dan TM.
5. Melepas kain dari dress form dan menyempurnakan tanda-tanda polanya.

G. Merancang bahan
1. Bahan utama 2. Bahan interfacing/viselin
3. Bahan lining

H. Merancang Harga

RANCANGAN HARGA
BLEZER

Banyak Spesifikasi Harga


No. Nama Barang
Barang Satuan Total
1. Bahan utama 2, 25 m Lebar 150 cm Rp. 40.000 Rp. 90.000
Polyester
2. Bahan furing 2m Lebar 115 cm Rp. 13.000 Rp. 16.000
Hero
3. Fliselin kodok 1m Lebar 100 cm Rp. 15.000 Rp. 15.000

4. Benang jahit 1 buah Katun Rp. 2000 Rp. 2.000

5. Kancing besar 4 buah Lubang 4 Rp. 800 Rp. 4.000

6 Kancing kecil 8 buah Lubang 4 Rp 500 Rp 4.000

Total Rp. 131. 000


Upah tenaga kerja = Rp.100.000
Biaya produksi = modal + upah
= Rp.131. 000 + Rp.100.000
= Rp. 231.000
Keuntungan yang ingin diperoleh = 30% x biaya produksi
= 30% x Rp. 231.000
= 69.300
Harga jual = biaya produksi + keuntungan
= Rp. 231.000 + Rp. 69.000
= Rp. 300.000
Jadi harga jual busana tersebut yaitu :Rp. 300.000

I. Langkah-langkah menjahit
1. Meletakkan pola pada bahan
a. Bahan utama b. bahan interfacing
c. Bahan Lining

2. Memotong
a. Memotong bahan utama
b. Memotong lining
c. Memotong interlining
3. Merader atau memberi tanda
a. Merader atau memberi tanda pada bahan utama
b. Merader atau memberi tanda pada lining
4. Melekatkan Viselin/interfacing pada bagian-bagian:
• Bagian badan depan
• Bagian badan belakang
• Lapisan badan bagian depan
5. Menjahit Garis Princes
• Sebelum dijahit dijelujur terlebih dahulu sesuai tanda pada badan bagian
depan dan belakang, kemudian dijahit
• Pada ujung garis princes diberi jahitan penguat / setik ulang
• Setelah semua dijahit kemudian disetrika
6. Menjahit lining/furing sama dengan menjahit bahan utama
7. Menjahit krah

Cara kerja menjahit kerah setali adalah sebagai berikut:


• Selesaikan kerah dengan lapisan, bagian baik dengan bagian baik berhadapan
• Bahu di bagian muka disambungkan dengan bahu bagian belakang juga
bagian leher muka dan leher belakang dijahit dari bagian buruk tepat pada
garis pola
• Pasangkan lapisan leher belakang bagian baik dengan kampuh ditipiskan
• Lapisan leher belakang di bagian bahu dipasangkan dengan kerah bagian
bahu
• Lapisan kerah yang belum terjahit diselesaikan dengan tangan (di sum)
8. Menjahit sisi badan
9. Menjahit Bahan Utama dan Furing
• Menyambung lapisan bagian muka dengan furing, bagian baik berhadapan
dijahit dari bagian buruk
• Menjahit bagian muka dengan lapisan pada bagian kerah setali, bagian baik
berhadapan
- Dijahit dari atas garis kampuh kelepak sampai kampuh kelim
- Kampuh ditipiskan
- Menggunting sudut garis patah
- Dari batas garis patah ke bawah sampai kelim kampuh diarahkan
kelapisan dan dijahit tindas dengan mesin 2 mm dari tepi
• Menyambung / menjahit bahu furing dari bagian buruk
• Menyambung / menjahit bagian sisi badan muka dan belakang pada bahan
utama
• Menyambung / menjahit bagian sisi badan muka dan belakang pada bahan
furing
• Bahan utama dan furing dibagian atas, sekitar kerung leher, bahu dan kerung
lengan dijelujur, untuk menahan supaya posisinya tepat dan tetap antara
bahan utama dan furing
• Menjahit kelim pada bagian bawah dari bagian dalam. Antara kelim furing dan
bahan utama diberi jarak ±1 cm
10. Menjahit Lengan
Lengan jas terdiri dari 2 bagian yaitu lengan atas (luar) dan lengan bagian
bawah, untuk mendapatkan penampilan bagian yang sempurna diperlukan teknik
menjahit / menyelesaikan dengan cermat.
• Menyatukan lengan atas (luar) dan lengan bawah
- Menyambung sisi lengan bagian muka dijahit mesin
- Menyambung sisi lengan bagian belakang / siku dijahit mesin
- Menjahit renggang puncak lengan 2 mm diluar batas jahitan dan 2 mm di
dalam batas jahitan
- Menyetrika sisi kampuh lengan dibuka dengan bantal lengan
- Menyetrika puncak lengan dengan bantal lengan
- Mengelim lengan dengan tusuk selip
• Menyatukan lengan bahan furing
- Menyambung sisi lengan bagian muka dengan dijelujur tepat pada batas
jahitan
- Menyambung sisi lengan bagian belakang / siku sama dijelujur tepat pada
batas jahitan
- Menjahit sisi-sisi lengan tersebut 3 mm diluar batas jahitan / jelujuran
• Menyatukan lengan bahan utama dan furing
- Letakkan lengan diatas meja bagian bawah lengan ada di atas kampuh
dibuka kemudian lengan bahan furing letakkan berhadapan / lengan
bawah bertemu dengan bawah, batas jahitan lengan bertemu dengan
jelujuran pada furing, kemudian semat dengan jarum pentul lalu jelujur
permanent untuk melekatkan bahan utama dan bahan furing dengan
benang jahit. Caranya : 7 cm dari batas kelin, dan 7 cm dari batas kerung
lengan tidak dilekatkan. Jelujur permanent posisinya diluar jahitan bahan
furing.
- Lengan dibalik, kampuh ada dibagian dalam. Bagian lingkar lengan bawah
furing dilipat kedalam 2 cm dari batas kelim kemudian disoorn sembunyi /
tusuk selip. Bagian sekitar lengan dijelujur

11. Menjahit Lengan + Bantal Bahu


• Temukan garis tengah lengan bahan utama
Pada garis bahu kerung lengan kemudian semat dengan jarum pentul,
kemudian jelujur sekeliling kerung lengan, lalu dijahit dengan mesin.
• Memasang bantal bahu
- Beri tanda pada titik temu garis bahu dengan bantal bahu.
- Bantal bahu diletakkan keluar 1 cm dari kerung lengan bagian atas.
- Lekatkan bantal bahu dengan jarurn pentul pada bagian buruk bahan
utama
- Letakkan pada tempatnya dengan tepat, gunakan papan setrika khusus
bahu.
- Jahitlah dengan jarum tangan (mengesom) bantal bahu pada kampuh
bahu dengan rapi sehingga kampuh bahu tertutup (tidak terlihat).
- Jahitlah bantal bahu pada kerung lengan dengan tusuk kelim (disom).
• Merapikan garis bahu furing dan bahan utama dari dalam
- Satukan kampuh kerung lengan “bahan utama” dengan “bahan furing” dari
bahu ke depan dan ke belakang
- Kemudian satukan pula kampuh bawah lengan bahan utama dan bahan
furing, ke depan dan ke belakang

Penyelesain kerung lengan furing

12. Menjahit rok


a. Menjahit kupnat bahan utama dan furing
b. Menyambung rok bahan utama dengan furing
c. Mngepres kelim bawah rok bahan utama 4cm dan furing 3 cm
d. Menyambung kelim rok bahan utama dengan furing dengan diberi kelonggaran
pada bagian furing 1 cm.
e. Melekatkan kelim bagian dalam agar tidak jatuh dengan tusuk flannel
f. Menyambung ban pinggang dengan lebar 2,5cm
g. Memasang kancing
13. Pengepresan
Pengepresan dilakukan dua cara, yaitu:
• Pengepresan antara : pengepresan diakukan setip kali penyambungan
jahitan

• Pengepresan akhir : pengepresan dilakukan di akhir penjahitan


14. Evaluasi akhir dan membersihkan sisa-sisa benang
15. Hasil jadi
a. Blazer

Atasan Depan Belakang


b. Rok
BAB III
PENUTUP
Dalam penyelesaian tugas ini penulis memperoleh banyak ilmu dan pengalaman
baru mengenai pembuatan busana custom made. Mulai dari pembuatan pola kecil , pecah
pola, merancang bahan dan harga serta proses menjahit sehingga dapat dilakukan secara
sistematis agar tidak terjadi kesalahan.
Walaupun penulis berharap suatu kesempurnaan dalam penyusunan format
makalah ini, namun tetap saja faktanya masih begitu banyak kesalahan dan kekurangan
yang terdapat pada makalah ini sehingga perlu dilakukan perbaikan yang lebih.
Dikarenakan masih kurangnya pengetahuan penulis akan penyusunan makalah
ini. Oleh sebab itu saran dan kritikan dari pembaca sekalian sangatlah diharapkan oleh
penulis agar kedepannya dapat lebih baik dan lebih bagus lagi