Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Untuk perusahaan perseorangan, ekuitas sering disebut modal. Untuk
perseorangan, istilah ekuitas (ekuitas pemegang saham atau stockholders'
equity) lebih merefleksi kata yang ingin dikandungnya.Istilah modal sering
digunakan pula sebagai padan kata equity walaupun modal lebih dekat
maknanya dengan istilah capital.Ekuitas mengandung unsur kepemilikan
(ownership), untuk organisasi nonprofit ekuitas disebut dengan aset bersih (net
assets) untuk menghindari kesan adanya pemilikan.
Pengertian ekuitas secara formal yaitu dalam kerangka dasar Standar
Akuntansi Keuangan (2002), misalnya, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
mendefinisikan ekuitas sebagai berikut (pasal 49) : “Ekuitas adalah hak
residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.”
Sedangkan ekuitas tidak didefinisi secara semantik tetapi secara sintatik.
Artinya, ekuitas didefinisi secara mekanik atau prosedural dalam kaitannya
dengan elemen-elemen statemen keuangan yang lain.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apakah pengertian ekuitas secara formal dan semantik ?
2. Apakah makna kewjiban dan ekuitas ?
3. Apa saja komponen – komponen ekuitas dan sumber perubahannya ?
4. Apa yang dimaksud dengan modal setoran dan modal bentukan ?
5. Apa saja komponen – komponen ekuitas dalam statemen keuangan dan apa
saja konsep – konsep yang mendasarinya ?

1.3 TUJUAN
Agar bisa memahami dan mengetahui apa yang dimaksud dengan
ekuitas, makna kewajiban dan ekuitas, komponen – komponen ekuitas dan
sumber- sumber perubahannya, apa yang dimaksud dengan modal setoran dan
modal bentukan dalam teori akutansi.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN EKUITAS SECARA FORMAL DAN SEMATIK


2.1.1 Pengertian Ekuitas Secara Formal
Pengertian ekuitas secara formal yaitu dalam kerangka dasar Standar
Akuntansi Keuangan (2002), misalnya, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
mendefinisikan ekuitas sebagai berikut (pasal 49) : “Ekuitas adalah hak
residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.”
Ekuitas didefinisi sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas
bukan kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber ekonomi
masa datang. Karena didefinisi atas dasar eset dan kewajiban, nilai ekuitas
juga bergantung pada bagaimana aset dan kewajiban diukur.
FASB Statement of Financial Accounting Concepts No. 6 mendefinisikan
ekuitas sebagai "hak sisa terhadap aktiva suatu entitas setelah dikurangi
hutang". Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa dua karakteristik
ekuitas adalah sebagai berikut:
a. Ekuitas sama dengan aktiva neto, yaitu selisih antara aktiva perusahaan
dengan hutang perusahaan.

b. Ekuitas dapat bertambah atau berkurang karena kenaikan atau penurunan


aktiva neto baik yang berasal dari sumber bukan pemilik (pendapatan dan
biaya) maupun investasi oleh pemilik atau distribusi kepada pemilik.

2.1.2 Pengertian Ekuitas Secara Sematik

Pengertian ekuitas secara semantik, ekuitas tidak didefinisi secara


semantik tetapi secara sintatik. Artinya, ekuitas didefinisi secara mekanik atau
prosedural dalam kaitannya dengan elemen-elemen statemen keuangan yang
lain. Lebih tegasnya, ekuitas tidak dapat didefinisi secara independen terhadap
aset dan kewajiban.

Pada dasarnya ekuitas berasal dari investasi pemilik dan hasil


usaha perusahaan. Ekuitas akan berkurang dengan adanya penarikan kembali

2
penyertaan oleh pemilik, pembagian keuntungan (deviden) atau kerugian
usaha.

2.2 MAKNA KEWAJIBAN DAN EKUITAS


2.2.1 Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang wajib atau harus dibayar oleh perusahaan
pada saat tertentu di masa akan datang. Kewajiban merupakan tagihan para
kreditur kepada perusahaan. Kewajiban ini muncul akibat kegiatan masa lalu
dan akan menimbulkan arus keluar (ada dana keluar) dari perusahaan saat ini.
Kewajiban atau utang memperlihatkan adanya hak tagih dari perorangan atau
perusahaan lain (termasuk bank) kepada perusahaan atas sejumlah uang
tertentu.
Pada umumnya perusuhaan membagi kewajiban menjadi dua jenis yaitu
kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.
a. Kewajiban Jangka Pendek.
Kewajiban jangka pendek merupakan utang yang wajib dibayar atau
dilunasi dalam jangka pendek, yaitu kurang dari masa satu tahun, atau
dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan, atau saat jatuh
tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal Neraca (laporan
keuangan). Yang termasuk dalam Kewajiban jangka pendek yaitu:
 Utang dagang yang timbul dari transaksi pembelian secara kredit dan
pelunasannya harus dilakukan dalam jangka pendek.
 Utang pajak merupakan kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan
segera kepada pemerintah atas pajak yang dikenakannya.
 Utang dividen yaitu laba yang dibagikan kepada para pemegang saham,
Utang kepada karyawan dan Utang dagang.
 Pendapatan yang diterima di muka. Pendapatan ini merupakan perkiraan
untuk menampung hasil penjualan di mana oleh pembeli dibayar terlebih
dahulu.

b. Kewajiban Jangka Panjang.


Kewajiban jangka panjang merupakan utang yang timbul di waktu
lalu yang jatuh temponya lebih dari satu tahun. Jadi utang ini wajib
dilunasi setelah atau lebih dari satu tahun. Kewajiban ini akibat dana yang

3
dipinjam perusahaan dari pihak lain, baik bank atau lembaga keuangan
lainnya. Pelunasan utang dapat diselesaikan dengan cara sebagai berikut;

1). Pembayaran dilakukan secara kas atau tunai


2). Pembayaran dilakukan dengan aktiva lain
3). Pembayaran atau pelunasan dilakukan dengan Pemberian jasa
4). Pembayaran dilakukan dengan Penggantian kewajiban dengan
kewajiban lain
5). Pembayaran dilakukan dengan mengkonversi kewajiban menjadi
ekuitas

2.2.2 Ekuitas
Ekuitas merupakan hak yang dimiliki perusahaan setelah dikurangi semua
kewajiban. Ekuitas terdiri dari modal disetor, saham, laba ditahan, cadangan
laba, dan modal lainnya.
a. Modal disetor merupakan setoran dana dalam jumlah tertentu dari pemilik
perusahaan biasa disebut ekuitas pemilik (stockholder’s equity) dengan
tujuan memperoleh saham.
b. Laba ditahan atau biasa disebut retained earning merupakan laba atau
keuntungan perusahaan yang belum dibagi untuk periode tertentu. Ini
artinya ada keuntungan perusahaan yang belum dibagikan dividennya dan
masih disimpan sampai waktu tertentu dengan alasan tertentu.

Nilai atau jumlah dari ekuitas pemilik dan laba ditahan merepresentasikan
nilai kepemilikan perusahaan. Di dalam laporan keuangan Neraca, ekuitas
merupakan selisih antara aktiva dengan kewajiban. Jadi ekuitas adalah hak
residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.

2.3 KOMPONEN – KOMPONEN EKUITAS DAN SUMBER


PERUBAHANNYA
Dari segi riwayat terjadinya dan sumbernya, ekuitas pemegang saham
diklasifikasi atas dasar dua komponen penting yaitu modal setoran dan laba
ditahan. Modal setoran dipecah menjadi modal saham sebagai modal yuiridis dan
modal setoran tambahan dan komponen lain yang merefleksi transaksi pemilik.
Ekuitas Pemegang Saham dan Komponennya.
A. Modal Setoran, terdiri dari :

4
a.Modal Yuridis
Modal yuridis timbul karena ketentuan hukum yang mengharuskan
bahwa harus ada sejumlah rupiah yang harus dipertahankan dalam rangka
perlindungan rehadap pihak lain. Bentuk ketentuan hukum ini adalah bahwa
saham harus mempunyai nilai nominal atau nilai minimum yang dinyatakan
untuk menunjukkan hak yuridis. Modal yuridis merupakan jumlah rupiah
“minimal” yang harus disetor oleh investor sehingga membentuk modal
yuridis.
Tujuan penyajian modal yuridis ini adalah untuk memberi informasi
kepada para pemegang ekuitas lainnya tentang batas perlindungan
investasinya. Akuntansi menganggap pengungkapan modal yuridis tersebut
tidak penting karena akuntansi lebih menekankan pada jumlah rupiah yang
benar-benar disetor oleh pemegang saham sebagai jumlah rupiah kontrak
antara perseroan dengan pemegang saham.
b. Modal Setoran Lain
Transfer dari modal setoran ke laba ditahan tanpa alasan yang kuat
adalah penyimpangan dari penalaran yang valid. Ini berarti bahwa modal
tidak dapat digunakan sebagai sumber laba ditahan. Demikian juga, tidak
sebagianpun dari jumlah rupiah laba ditahan dapat dimasukkan sebagai
modal setoran kecuali jumlah rupiah tersebut telah diubah menjadi modal
dengan proses kapitalisasi yuridis atau telah berubah karena transaksi modal
yang dibahas dibawah ini.
Tujuan utama perekayasaan akuntansi modal setoran ini adalah untuk
membedakan secara tegas antara perubahan akibat transaksi operasi dan
perubahan akibat transaksi modal. Dalam hal kenaikan modal setoran,
pembedaan ini bermanfaat untuk mencegah memperlakukan kenaikan akibat
transaksi modal sebagai laba sehingga timbul kesan adanya jumlah yang
tersedia untuk pembagian dividen.
Berbagai sumber yang dapat mengubah modal setoran dengan berbagai
masalah teoretisnya adalah:
1). Pemesanan saham.
Pada umumnya, investor yang berminat membeli saham harus
memesan lebih dahulu saham yang akan dibeli dengan harga sesuai
dengan kesepakatan pada saat pemesanan. Pada saat perusahaan
didirikan atau melakukan penawaran publik perdana, perusahaan telah

5
menetapkan apa yang disebut modal dasar. Dengan autorisasi
tersebut perusahaan akan mencetak sertifikat saham. Bila saham
telah terjual dan pembeli telah membayar penuh kesepakatannya,
sertifikat saham akan diserahkan kepada pembeli. Berdasar konsep
kesatuan usaha, jumlah rupiah yang diterima perusahaan akan
menimbulkan atau diimbangi dengan modal setoran.Pada umumnya
investor yang berminat membeli saham perusahaan harus memesan
terlebih dahulu saham yang dibeli dengan harga yang sesuai. Yang
menjadi masalah adalah apakah jumlah rupiah saham pesanan tersebut
telah dapat diakui sebagai modal setoran? Jumlah rupiah saham pesanan
dapat diakui sebagai modal setoran hanya apabila memenuhi dua syarat,
yaitu tidak dapat dibatalkan, dan pelunasan tidak terlalu lama
2). Obligasi terkonversi atau berhak-tukar.
Dalam hal tertentu perusahaan menerbitkan obligasi dengan
kharakteristik dapat ditukarkan dengan saham biasa. Kalau hak tukar
dari obligasi tersebut digunakan oleh pemegang obligasi akan timbul
perubahan status kewajiban menjadi modal storan. Masalah teoritisnya
adalah pada saat hak diambil, berapakah jumlah rupiah yang diakui
sebagai modal setoran sehingga modal saham dan kelebihan diatas
modal saham (kalau ada) dapat ditentukan? Untuk mengatasi
masalah tersebut terdapat beberapa alternatif yang dapat digunakan
sebagai basis kapitalisasi, yaitu nilai bawaan obligasi, harga pasar
obligasi, dan harga pasar saham
3). Saham istimewa terkonversi atau berhak-tukar
Saham prioritas atau saham istimewa menjadi saham biasa atas
kehendak pemegang saham.
4). Dividen saham.
Dividen saham adalah distribusi dividen dalam bentuk saham yang
sejenis dengan saham yang mula-mula diterbitkan. Permasalahan
yang muncul akibat pembagian deviden saham adalah bila
dikapitalisasi, berapakah jumlah rupiah yang dikapitalisasi menjadi
modal setoran? Untuk mengatasinya, alternatif penyelesaian yang
digunakan terdiri atas dasar nilai nominal, dan atas dasar nilai pasar
saham
5). Hak beli saham

6
Hak beli saham adalah hak yang diberikan bagi pemegang
saham lama untuk membeli sejumlah saham (proposional dengan
pemilikan). Hak ini biasanya dimaksudkan untuk mempertahankan
pemilikan pemegang saham lama.
6). Saham treasuri.
Saham treasuri adalah penarikan kembali saham yang beredar
untuk sementara dan kemudian diterbitkan kembali. Beberapa alasan
perusahaan melakukan penarikan kembali antara lain saham tersebut
akan diterbitkan kembali kepada karyawan dalam program opsi saham,
serta saham tersebut akan digunakan untuk membeli perusahaan lain
dalam transaski penggabungan usaha.

B. Modal Bentukan atau Laba Ditahan


Terdapat beberapa hal lain yang dapat menyebabkan laba ditahan dalam satu
periode berubah selain karena transaksi modal tetapi karena transaksi khusus
yaitu:
a) Penyesuaian periode-lalu.
Penyeuaian ini adlah perlakuan terhadap suatu jumlah rupiah yang
memepengaruhi operasi perioda masa lalu.bukan segai pengurang atau
penambah perhitungan laba tahun sekarang. Tetapi sebagai penyesuai terhadap
laba dithan awal perioda sekarang .perlakuan semacam ini dimaksudkan untuk
menjadikan laba di tahan awal perioda sekarang menunjkuan saldo yang
semestinya seadainya jumlah rupiah tersebut telah diakui dalam perioda yang
lalu.
b) Koreksi kesalahan dalam laporan keuangan sebelumnya.
Sistem akuntansi biasanya sudah dengan cukup cermat sehingga kesalahan
dalam pencatatan akan segera dapat dideteksi sehingga dapat segera dilakukan
koreksi. Dalam hal tertentu, kesalahan tidak segera diketahui dan baru
diketahui beberapa waktu atau bahkan beberapa perioda setelah statemen
keuangan disusun dan diterbitkan.
c) Pengaruh perubahan akuntansi
Karena alasan tertentu suatu perusahaan mungkin melakukan kebijakan
yang mempunyai pengaruh terhadap konsistensi dalam proses akuntansi dan
pelaporan keuangan yang disebut dengan perubahan akuntansi.
d) Kuasi-reorganisasi.
Kuasi-organisasi merupkan prosedur akuntansi yang mengatur perusahaan
untuk merestrukturisasi ekuitasnya dengan menghilangkan defisit dan menilai

7
kembali seluruh asset dan kewajibannya tanpa melalui reorganisasi secara
hokum.
Laba ditahan terdiri dari :
1). Laba atau rugi (dari statement laba rugi)
2). Dividen
3). Rekapitalisasi
4). Defisit
5). Koreksi
6). Perubahan akuntansi

2.4 MODAL SETORAN DAN MODAL BENTUKAN


Laba ditahan atau modal bentukan pada dasarnya adalah terbentuk dari
akumulasi laba yang dipindahkan dari akun ikhtisar Laba-Rugi (income
summary). Begitu saldo laba ditutup ke laba ditahan, sebenarnya saldo laba
tersebut telah lebur menjadi elemen modal modal pemegang saham yang sah.
Seperti juga modal setoran, laba ditahan menunjukkan sejumlah hak atas seluruh
jumlah rupiah aset bukan hak atas jenis aset tertentu. Dengan demikian untuk
mengukur seluruh hak pemegang saham atas aset, laba ditahan harus digabungkan
(ditambahkan) dengan modal setoran.
Pembedaan antara dua bagian elemen ekuitas pemegang sangat penting.
Dari segi administrasi keuangan, laba ditahan merupakan indikator daya melaba
(earning power) sehingga laba ditahan harus selalu dipisahkan dengan modal
setoran meskipun jumlahnya akhirnya ditotal untuk membentuk ekuitas pemegang
saham. Pembedaan ini juga penting secara yuridis karena modal setoran
merupakan dana dasar (basic fund) yang harus tetap dipertahankan untuk
menunjukkan perlindungan bagi pihak lain. Dana ini hanya dapat ditarik kembali
dalam likuidasi atau dalam keadaan luar biasa lainnya. Sementara itu, laba ditahan
adalah jumlah rupiah yang secara yuridis dapat digunakan untuk pembagian
dividen.
Ada beberapa komponen yang membentuk ekuitas pemegang saham yaitu:

a. Jumlah rupiah yang disetorkan oleh pemegang saham


b. Laba yang ditahan merupakan sisa laba setelah pembagian dividen
c. Jumlah rupiah yang timbul akibat apresiasi/revaluasi aset fisis tertentu
d. Jumlah rupiah donasi dari pihak nonpemegang saham
e. Sumber lainnya

8
2.5 KOMPONEN-KOMPONEN EKUITAS DALAM STATEMEN
KEUANGAN DAN KONSEP-KONSEP YANG MENDASARINYA
2.5.1 Modal disetor
Modal Setoran mencakup Modal Yuridis dan Modal Setoran Lainnya.
Modal yuridis yang dihitung berdasarkan nilai nominal (par value) saham
menunjukkan aktiva neto yang tidak dapat didistribusikan ke pemegang
saham. Kelebihan nilai di atas nilai nominal diakui sebagai agio
saham (additional paid-in capital).
2.5.2 Laba ditahan
Laba ditahan atau (Retained Earnings) ialah beberapa atau sekumpulan
laba yang diperoleh tidak dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk
deviden. Deviden ialah pembagian pada pemegang saham PT yang sejajar
dengan jumlah lembar yang dimiliki. Jadi, jumlah laba ditahan atau laba yang
tidak dibagikan dapat digunakan perusahaan untuk tambahan modal dalam
memperbesar modal perusahaan.Laba ditahan terdiri dari Laporan Laba/Rugi,
penyesuaian periode sebelumnya, dan deviden. Oleh
karena Laporan Laba/Rugi merupakan bagian dari laba ditahan, maka dapat
dikatakan bahwa ada hubungan saling terkait atau
artikulasi (articulation) antara Laporan Laba/Rugi dan Neraca.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Ekuitas didefinisikan secara sintatik sebagai hak residual atas aset


perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. ekuitas tidak didefinisi secara
semantik tetapi secara sintatik. Artinya, ekuitas didefinisi secara mekanik atau
prosedural dalam kaitannya dengan elemen-elemen statemen keuangan yang
lain. Ekuitas mengandung makna pemilikan. Oleh karena itu, untuk organisasi
nonbisnis ekuitas sering disebut sebagai aset bersih.
Ekuitas didefinisi sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas
bukan kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber ekonomi
masa datang. Karena didefinisi atas dasar eset dan kewajiban, nilai ekuitas
juga bergantung pada bagaimana aset dan kewajiban diukur.
Modal setoran perlu dibedakan dengan laba ditahan karena modal
setoran merupakan suatu bentuk kontrak yuridis yang harus dipertahankan
keutuhannya sedangkan laba ditahan merupakan modal yang tercipta atau
terhimpun karena pemanfaatan aset. Modal setoran merupakan perubahaan
aset dalam rangka pendanaan (transaksi modal) sedangkan laba ditahan
merupakan perubahan aset dalam rangka produksi (transaksi operasi).

10
DAFTAR PUSTAKA

http://konsepekuitas.blogspot.com/2016/04/konsep-ekuitas.html

https://dwiermayanti.wordpress.com/2009/03/14/ekuitas/

https://manajemenkeuangan.net/ekuitas-pemegang-saham/

11

Anda mungkin juga menyukai