Anda di halaman 1dari 11

MODUL PERKULIAHAN

Rekayasa
Transportasi
Model Hubungan Arus
Lalu Lintas

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

3
Teknik Teknik Sipil 11020 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT

Abstract Kompetensi
Model hubungan parameter arus lalu Dapat memberikan penjelasan tentang
lintas Karakteristik pengguna jalan karakteristik pengguna dan arus lalu
lintas
Hubungan Fundamental
Suatu hubungan yang penting terdapat pada 3 variabel utama arus yaitu volume, kecepatan
dan kerapatan. Walaupun hubungan ini sangat luas digunakan pada aplikasi lalu lintas jalan,
hubungan ini juga berlaku sama dalam jenis kendaraan lainnya. Hubungan dasar ketiganya
dalam kondisi arus tidak terganggu (uninterupted flow) dinyatakan sebagai :

Q = Us . k

Dimana : q = arus lalu lintas (kend/jam)

Us = rata-rata kecepatan ruang (km/jam)

K = kerapatan (kend/km)

Dari bentuk dasar tersebut kemudian dicoba bentuk-bentuk hubungan matematik yang lain
guna merepresentasikan hubungan ke 3 parameter tersebut dalam arus lalu lintas.

Gambar 1. Hubungan grafis antara volume, kecepatan dan kerapatan

2019 Rekayasa Transportasi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


2 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT http://www.mercubuana.ac.id
Model Greenshields
Model ini mengasumsikan bahwa hubungan kecepatan dan kerapatan adalah linier, yang
dinyatakan sebagai :

Y = A.X +B atau Us = A.k +B

Dengan A dan B merupakan konstanta. Apabila dimasukkan syarat batas dimana saat k =0,
maka kecepatan adalah kec. Arus bebas atau Us = Uf (seperti gambar) serta syarat batas
disaat k =kj dan Us =0, maka didapat :

Uf
Us  U f  .k
kj

dan dengan mensubstitusi hubungan k =q/Us, maka hubungan antara volume –kecepatan
dapat ditulis sebagai :

kj 2
q  k j .U s  .U s
Uf

Jika persamaan tersebut diturunkan terhadap Us maka didapat kecepatan optimum Uo=Uf/2
dan volume maksimum adalah :

k j .U f
qmaks 
4

Dengan cara yang sama, mensubstitusi hubungan Us = q/k maka didapat hubungan
volume dan kerapatan sebagai berikut :

Uf
q  k .U f  .k 2
kj

dan dengan menurunkan persamaan tersebut terhadap k didapat kerapatan pada saat
volume maksimum adalah :

ko=kj/2

Model Greenberg
Greenberg merumuskan bahwa hubungan antara kecepatan dan kerapatan bukan
merupakan hubungan linier tetapi eksponensial. Dasar rumusan greenberg adalah :

k  c. e  b.us

2019 Rekayasa Transportasi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


3 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT http://www.mercubuana.ac.id
c dan b merupakan konstanta. Dan bila kedua ruas dinyatakan dalam bentuk logaritma,
maka didapat hubungan Us dan k adalah :

Us = 1 ln (c) – 1 ln (k)
b b

dengan memisalkan sebagai persamaan linier Y = A +BX atau S = A +B ln k persamaan


diatas dapat ditentukan nilainya

Selanjutnya hubungan q dan Us didapat dari persamaan dasar yang disubstitusi dengan
nilai k=q/Us, maka didapat :

Q = Us. c. e -b.Us

Dan hubungan q dengan k adalah :

Q = k ln (c) – k ln (k)
b b

Model Underwood
Underwood mengembangkan bahwa hubungan antara Uk dan k adalah fungsi logaritmik.
Persamaan dasar yang digunakan adalah :

Us  U f . e  k / ko

dengan ko adalah kerapatan pada keadaan q maksimum.

Untuk hubungan yang lain didapat dengan menyatakan ruas kanan dan kiri sebagai fungsi
logaritma:

Ln (Us) =Ln (Uf . e-k/ko)

Ln (us) = - 1. K + Ln (Uf)
Ko

Ln (us) = Ln (Uf) - K
Ko

Persamaan ini analog dengan persamaan linier : Y =A.X + B dengan y = Ln(Us) dan x=
k, maka A = - 1 atau Ko = - (1/A)
Ko

B= Ln (Uf) atau Uf = eB

Kemudian hubungan q dan k didapat dengan substitusi persamaan dasar dengan Us =q/k
sehingga didapat :

q = Uf. e –k/ko

2019 Rekayasa Transportasi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


4 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT http://www.mercubuana.ac.id
k
q = k. Uf. e –k/ko

dan nilai q maksimum didapat dengan menurunkan persamaan diatas terhadap k sehingga
didapat :

qmaks = (Ko. Uf)


e
hubungan q dan Us didapat dengan mensubstitusi persamaan dasar dengan k =q/Us, dan
dijadikan bentuk logaritma. Hasil akhir didapat :

ln(Us) = - q + Ln (Uf)
Us.ko

atau

q =-Us.ko ln (Us) + Us.ko Ln(Uf)

Contoh Soal
Soal
Diberikan data-data flow dan speed di bawah ini.
Tabel 1. Data Flow dan Speed

FLOW SPEED
No. y
(smp/jam) (km/jam)
1 240 57
2 360 55
3 480 55
4 1080 56
5 840 54
6 600 57
7 360 61
8 360 53
9 600 60
10 840 56
11 1080 55
12 360 57
13 600 53
14 1440 55
15 720 56
16 1440 55
17 1560 57
18 240 53
19 1080 52

2019 Rekayasa Transportasi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


5 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT http://www.mercubuana.ac.id
20 480 53
21 600 53
22 960 52
23 600 53
24 480 56
25 360 55
26 960 55
27 1080 57
28 600 57
29 1080 52
30 1080 55

Buatlah model matematis hubungan antara Flow, Speed dan Density dari data-data di atas
dengan menggunakan:
1. Model Greenshields
2. Model Greenberg
3. Model Underwood

Penyelesaian.
Untuk mendapatkan model matematis 3 parameter lalu lintas (flow, speed dan density), kita
harus menghitung nilai Density (k) terlebih dahulu dengan persamaan dibawah ini.

Dimana, k = kerapatan (density) – (smp/km)


q = arus (flow) – (smp/jam)
u = kecepatan (speed) – (km/jam)

Nilai Density disajikan pada tabel 2 berikut.


Tabel 2. Data Flow, Speed dan Density
FLOW SPEED DENSITY
No.
(smp/jam) (km/jam) (smp/km)
1 240 57 4.210526316
2 360 55 6.545454545
3 480 55 8.727272727
4 1080 56 19.28571429
5 840 54 15.55555556
6 600 57 10.52631579
7 360 61 5.901639344
8 360 53 6.79245283
9 600 60 10
10 840 56 15
11 1080 55 19.63636364
12 360 57 6.315789474

2019 Rekayasa Transportasi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


6 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT http://www.mercubuana.ac.id
13 600 53 11.32075472
14 1440 55 26.18181818
15 720 56 12.85714286
16 1440 55 26.18181818
17 1560 57 27.36842105
18 240 53 4.528301887
19 1080 52 20.76923077
20 480 53 9.056603774
21 600 53 11.32075472
22 960 52 18.46153846
23 600 53 11.32075472
24 480 56 8.571428571
25 360 55 6.545454545
26 960 55 17.45454545
27 1080 57 18.94736842
28 600 57 10.52631579
29 1080 52 20.76923077
30 1080 55 19.63636364

1. Model Greenshields
Greenshields merumuskan bahwa hubungan matematis antara Kecepatan dan
Kerapatan diasumsikan linier, seperti yang dinyatakan dalam persamaan di bawah ini.

Dimana: u = Kecepatan
uf = Kecepatan pada kondisi arus lalu lintas = 0 (kondisi arus bebas)
kj = Kerapatan pada kondisi arus lalu lintas macet total
k = Kerapatan lalu lintas

Dengan melakukan transformasi linier, persamaan tersebut dapat disederhanakan dan


ditulis kembali dengan persamaan linier y = Ax + B dengan mengasumsikan u = y dan k = x.

Tabel 3. Hubungan Matematis Parameter Lalu lintas menurut model Greenshields


SPEED DENSITY
FLOW
No. y x x2
(smp/jam) (km/jam) (smp/km)
1 240 57 4.2105 17.7285
2 360 55 6.5455 42.8430
3 480 55 8.7273 76.1653
4 1080 56 19.2857 371.9388

2019 Rekayasa Transportasi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


7 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT http://www.mercubuana.ac.id
SPEED DENSITY
FLOW
No. y x x2
(smp/jam) (km/jam) (smp/km)
5 840 54 15.5556 241.9753
6 600 57 10.5263 110.8033
7 360 61 5.9016 34.8293
8 360 53 6.7925 46.1374
9 600 60 10 100
10 840 56 15 225
11 1080 55 19.6364 385.5868
12 360 57 6.3158 39.8892
13 600 53 11.3208 128.1595
14 1440 55 26.1818 685.4876
15 720 56 12.8571 165.3061
16 1440 55 26.1818 685.4876
17 1560 57 27.3684 749.0305
18 240 53 4.5283 20.5055
19 1080 52 20.7692 431.3609
20 480 53 9.0566 82.0221
21 600 53 11.3208 128.1595
22 960 52 18.4615 340.8284
23 600 53 11.3208 128.1595
24 480 56 8.5714 73.4694
25 360 55 6.5455 42.8430
26 960 55 17.4545 304.6612
27 1080 57 18.9474 359.0028
28 600 57 10.5263 110.8033
29 1080 52 20.7692 431.3609
30 1080 55 19.6364 385.5868
JLH 22560 1655 410.3149 6945.131

Berikut dijelaskan perhitungan hubungan arus, kecepatan dan kerapatan lalu lintas hari
dengan menggunakan model Greenshields.

n  xy     x   y 
A
n  x    x
2 2

30 22560   410,31491655


A  -0,056786514
30 6945.131   410,3149 
2

B
  x   y     x   xy 
2

n  x     x 
2 2

2019
8  69451655   410,3149 22560
Rekayasa Transportasi
Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT
B
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
 55,94334516
30 6945,131   410,3149
2
uf B
B = uf dan A   sehingga akhirnya di dapat nilai uf = B dan nilai k j   Sehingga
kj A
dihasilkan nilai B = uf = 52,9433 km/jam

Nilai k j   B   55,9433  985,1519 smp/km


A ( 0,0568)

y = Ax + B
y = 0,0568x – 55,9433

Gambar 2. Grafik Hubungan kerapatan dan Kecepatan serta garis regresinya


(Berdasar Model Greenshields)
Maka dapat ditentukan hubungan matematis antarparameter sebagai berikut:
Hubungan Kecepatan (u) dan Kerapatan (k)
uf
u  uf  .k
kj

55,9433
u  55,9433  .k
985,1519

u = 55,9433 – 0,0568 k

2019 Rekayasa Transportasi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


9 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT http://www.mercubuana.ac.id
Gambar 3. Hubungan Kerapatan dan Kecepatan berdasarkan
persamaan u = 55,9433 – 0,0568 k
Hubungan arus (q) dan Kerapatan (k)
uf
q  k .u f  .k 2
kj
55,9433 2
q  k .55,9433  .k
985,152
2
q = 55,9433k – 0,0568k

Gambar 4. Grafik Hubungan Arus dan Kerapatan berdasarkan


persamaan q = 55,9433k – 0,0568 k2
Hubungan Arus (q) dan Kecepatan (u)
kj
q  k j .u  .u 2
uf
985,152 2
q  985,1519.u  .u
55,9433
2
q = 985,1519u – 17,6098u

2019 Rekayasa Transportasi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


10 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT http://www.mercubuana.ac.id
Gambar 5. Grafik Hubungan Arus dan Kecepatan berdasarkan
persamaan q = 985,1519u – 17,6098 u2
Arus maksimum didapat dengan menggunakan persamaan di bawah ini:
k j .u f (985,1915)(55,9433)
qM    13778,1738 smp/jam
4 4

Kerapatan maksimum didapat:


kj 985,1915
kM    492,576 smp/km
2 2
Kecepatan maksimum didapat:
uf 55,9433
uM    27,9717 km/jam
2 2

Daftar Pustaka
- Manual Kapasitas Jalan Indonesia, 1997
- Sylvia Indriany. Modul Rekayasa Transportasi. Universitas Mercu Buana.
- Direktorat Bina system dan angkutan kota(1999),Rekayasa lalu lintas.
- O’Flaherty,C.A(editor)(1997),Transport Planning and Traffic Engineering

2019 Rekayasa Transportasi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


11 Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT http://www.mercubuana.ac.id