Anda di halaman 1dari 3

KRIOTERAPI

: ...../....-
No. Dokumen
SOP/Pkmklp/.../2019

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman : 1/2

UPTD H.Sugiharto
Puskesmas NIP.19680913
Kalipucang 198902 1 001

Krioterapi adalah tindakan mencakup pembekuan serviks, baik


1. Pengertian menggunakan karbon dioksida terkompresi maupun gas nitroksida
sebagai bahan pendingin.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah krioterapi di UPTD
2. Tujuan
Puskesmas Kalipucang
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor ...../....-
3. Kebijakan
SK/Pkmklp/.../2017 tentang Penyusunan Standar Layanan Klinis

4. Referensi Buku acuan pencegahan kanker payudara dan kanker leher rahim tahun
2010 Permenkes 75 tahun 2014 tentang puskesmas
a. Persiapan Bahan dan Alat :
1. Alat tulis dan format IVA
2. Alat cryosurgery N2O
b. Prosedur :
1. Isi Format Catatan Medis Diteksi Dini Kanker Leher Rahim
5. Prosedur 2. Mengisi Persetujuan Medis
3. Krioterapi
a) Memasang dan menyesuaikan spekulum agar
seluruh serviks dapat terlihat.
b) Memasang cocor bebek spekulum dalam posisi
terbuka sehingga tetap berada di tempat dan serviks
dapat dilihat. Jika menggunakan sarung tangan lapis
dua, celupkan tangan tersebut ke dalam larutan klorin
0,5% lalu melepas sarung tangan dengan
membalikan sisi dalam keluar.
 Jika sarung tangan akan dibuang,buang ke dalam
kantung plastic.
 Jika sarung tangan akan dipakai
ulang,dekontaminasi dengan merendam sarung
tangan dalam larutan 0,5% selam 10 menit.
c) Memindahkan lampu/senter sehingga serviks dapat
terlihat dengan jelas.
d) Menggunakan swab kapas yang bersih untuk
menghilangkan cairan, darah, atau mukosa dari
serviks. Membuang swab kapas yang telah dipakai ke
dalam kantung plastic.
e) Mengidentifikasi cervital os, SSK serta lokasi dan
ukuran lesi. (bila perlu, atau mengoleskan asam
asetat dengan swab bersih sehingga lesi dapat
terlihat.buang swab yang telah dipakai.)
f) Arahkan probe ke atas. Tekan tombol freeza selama
1 detik lalu tekan tombol defrost selama 1 detik.
g) Kencangkan cryotip yang berpelindung pada ujung
probe.
h) Menempelkan cryotip pada serviks dengan
memastikan ujungnya diletakan sama rata pada os.
Memastikan cryotip tidak menyentuh dinding vagina.
i) Mengatur timer untuk 3 menit. Menekan tombol
freeze. Menekan serviks saat gas mulai mengalir ke
cryoprobe. Perhatikan saat bola es terbentuk.
j) Menggunakan teknik “freeza-clear-freeze,” dan
membekukan serviks selama 3 menit.
k) Menunggu sampai kriotip terlepas dari serviks.
Mengeluarkan krioprob dari vagina dan meletakannya
di wadah peralatan yang bersih.
l) Menunggu sampai 5 menit lalu mengurangi prosedur
(langkah 8,9 dan 10) sampai bola es lebih 4mm dari
tepi kriotip.
m) Memeriksa serviks dengan teliti untuk memastikan
adanya bola es putih yang keras dan benar-benar
beku.
n) Menutup katup tabung utama.
o) Memeriksa apakah serviks berdarah. Jika berdarah,
tekan daerah yang berdarah dengan swab kapas
bersih. Buang swab ke dalam kantung plastic.
p) Mencabut speculum dan meletakkannya dalam
larutan 0,5% selama 10 menit untuk dekontaminasi.
4. LANGKAH/TUGAS PASCA-KRIOTERAPI
a) Bersihkan lampu/senter dengan larutan klorin 0,5%
atau dengan alcohol.
b) Merendam sarung tangan dalam keadaan dipakai ke
dalam larutan klorin 0,5%. Melepas sarung tangan
dengan membalikan sisi dalam keluar.
c) Jika sarung tangan akan dibuang, buang ke dalam
kantung plastic.
d) Jika sarung tangan akan dipakai ulang,
dekontaminasi dengan merendam sarung tangan
dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit.
e) Mencuci kedua tangan dengan air dan sabun sampai
bener-bener bersih lalu dikeringkan dengan kain
kering dan bersih atau dianginkan.
f) Memastikan agar ibu tidak mengalami kram berlebih
sebelum ibu duduk, turun dari meja dan berpakaian.
g) Memberi nasihat mengenai asuhan pasca-
pengobatan, tanda-tanda peringatan dan tindak
lanjut.
h) Mencatat hasil pengobatan dan jadwal tindak lanjut
pada catatan medis ibu.
i) Mengamati ibu minimal selama 15 menit.
Menanyakan keadaannya sebelum membolehkan ibu
pulang.

a. Pendaftaran
6. Unit Terkait b. KIA / Poned