Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Cervical root syndrome (CRS) adalah kumpulan gejala yang disebabkan
oleh iritasi atau kompresi dari akar saraf cervikal yang akan menimbulkan nyeri,
ngilu, kesemutan, kram-kram serta rasa tidak enak pada leher bagian belakang dan
bisa menjalar ke bahu, lengan atas dan lengan bawah tergantung dari akar mana
yang terkena.1 Kejadian CRS di populasi didapatkan sekitar 34% pernah mengalami
nyeri cervical dan hampir 14% mengalami nyeri tersebut lebih dari 6 bulan. Pada
populasi diatas 50 tahun, sekitar 10% mengalami nyeri cervical.1
Pada usia muda, radikulopati cervikalis merupakan akibat dari herniasi
diskus intervertebralis atau cedera akut yang menyebabkan tubrukan foramen dari
saraf yang keluar. Herniasi diskus intervertebralis sekitar 20-25% dari kasus
radikulopati cervikalis. Pada pasien yang lebih tua, radikulopati cervikalis sering
merupakan akibat penyempitan foramen dari pembentukan osteofit, penurunan
ketinggian diskus, perubahan degeneratif prosesus uncinatus vertebra dari anterior
dan facet dari posterior.2
CRS dapat ditatalaksana secara medikamentosa ataupun dengan non
medikamentosa. Pada pengobatan non medikamentosa dapat dilakukan dengan
rehabilitasi medic, yaitu baik secara fisioterapi, ortosis dan exercise ang bertujuan
untuk mengurangi rasa nyeri, mencegah spasme otot dan komplikasi lain. Dalam
hal rehabilitasi medik dengan menggunakan modalitas fisioterapi yang berupa
traksi servical, thermoterapi, SWD, gelombang ultrasonic, dan beberapa latihan.
Dengan latihan diharapkan terjadi penambahan ruangan pada intervertebralis maka
penyempitan yang dapat menekan akar saraf dapat berkurang, serta diperoleh
relaksasi otot-otot leher sehingga gejala pada pasien dapat berkurang.3

1.2 Rumusan Masalah


Adapun permasalahan yang dibahas dalam laporan kasus ini adalah :
1) Apakah definisi cervical root syndrome?
2) Bagaimana epidemiologi cervical root syndrome?
3) Apakah faktor resiko cervical root syndrome?
4) Apakah etiologi dan pathogenesis cervical root syndrome?
5) Bagaimana penegakan diagnosa cervical root syndrome?
6) Bagaimana penatalaksanaan cervical root syndrome?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penyusunan laporan kasus ini adalah :
1) Mengetahui definisi cervical root syndrome
2) Mengetahui epidemiologi cervical root syndrome
3) Mengetahui faktor resiko cervical root syndrome
4) Mengetahui etiologi dan pathogenesis cervical root syndrome
5) Mengetahui penegakan diagnose cervical root syndrome
6) Mengetahui penatalaksanaan cervical root syndrome

1.4 Manfaat
Menambah wawasan dan pengetahuan pembaca tentang cervical root
syndrome dan penatalaksanaannya.