Anda di halaman 1dari 1

Prosedur kerja

1.pasang alat penyuilingan

2.pipet 25 ml cairan yang akan di uji,masukkan ke dalam labu suling yang cocok.catat suhu pada saat
pemipetan.tambahan air suling volume yang sama (untuk mencegah terjadi biuh,masukkan
beberapa tetes asam sulfat pekat.nasukkan pula beberapa butir batu didih.

3.sambungkan labu tersebut pada alay penyulingan lengkap,aliri kondensor dengan air,panaskan
labu didih dengan api secukupnya sehingga cairan tersuling dengan kecepatan 4-5 ml/menit

4.tampung destilat sebanyak 23 ml,atur suhu destilat sehingga sama dengan pada saat
pemipetan.tambahkan air suling sampai volume dengan 25 ml.campur dan kocok, cairan harus
jernih.

5.tentukan bobot cairan dengan menggunakan piknometer.

6.cucilah piknometer dengan sulfokrimat, bilas dengan etanol lalu aseton kemudian keringkan.

7.timbnglah piknometer kosong (WI),lalu isi dengan air suling.bagian luar piknometer di lap dengan
kertas tisue kering dan ditimbang(W2)

8.buang air suking tersebut,lalu usi piknometer yersebut dengan destilat dan timbang (W3)
.tentukan bobot jenis dari destilat tersebut.

9.tentukan kadar e+anol dengan menggunakan tabel: daftar bobot jenus dan kadar etanol dari
farmakope indonesia edisi III

Bobot jenis destilat dapat di hitung dengan persamaan sebagai berikut :

Dt = W3-W1 / W2-W1

Dt = bobot henis destilat

W1 = bobot piknometer kosong

W2 = bobot piknometer berisi air

W3 = bobot piknometer dn destilat