Anda di halaman 1dari 16

MANAJEMEN PEMASARAN

Crafting The Brand Positioning

Disusun Oleh :

RUDI CANDRA : 1825156

IBRAHIM HAM : 1825153

ARDELA RAHAYU : 1825132

DESTA RIADI : 1825102

ANWAR WIBOWO : 1825098

FEBRI MALDI H : 1825106

DOSEN PENGAMPU :
TRIYANI CAPEQ HADMANDHO, M.BA

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat

menyelesaikan makalah tentang " Crafting The Brand Positioning " ini. Sholawat dan

salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad

SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam

yang sempurna dan menjadi anugerah serta rahmat bagi seluruh alam semesta.

Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi tugas

pendidikan Manajemen Pemasaran dengan judul " Crafting The Brand Positioning ".

Disamping itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak dan Kepada

Ibu Dosen Triyani Capeq Hadmandho, M.BA yang telah membantu kami selama

pembuatan makalah ini berlangsung sehingga terealisasikanlah makalah ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan

jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya bisa diperbaiki.

Pasir Pengaraian, 20 Oktober 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULAUAN

1.1 Latar Belakang ........................................................................................................ 1


1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................ 2
1.3 Manfaat Penulisan ....................................................................................................... 2
2.1 Pengertian Positioning ................................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN

2.2. Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran ............................................................. 4


2.2.1 Tujuan Positioning ................................................................................................. 4
2.2.2 Cara Penentuan Positioning ................................................................................... 5
2.2.3 Syarat Membangun Positioning ............................................................................. 5
2.2.4 Kriteria Dalam Positioning .................................................................................... 6
2.2.5. Prosedur Positioning ............................................................................................. 7
2.3. Strategi Positioning ..................................................................................................... 8
2.3.1 Langkah-langkah mengembangkan strategi positioning : .................................... 9
2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Positioning ......................................... 10
2.4.1 Komunikasi Positioning Yang Efektif ................................................................. 10

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan ............................................................................................................... 12


3.2. Saran ......................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................... 13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini pemasaran bukan lagi merupakan suatu fungsi bisnis; pemasaran adalah
suatu cara menjalankan bisnis. Pemasaran mengintegrasikan pelanggan ke dalam
rancangan produk dan merancang proses secara sistematis untuk interaksi yang akan
menciptakan substansi dalam hubungan tersebut. Sehingga, semua arah baru yang penting
dalam pemikiran dan praktek manajemen berorientasi kepada pemasaran. Dalam industri
yang tengah menghadapi persoalan overcapacity terhadap permintaan pasar seperti
sekarang ini, muncul persoalan tentang bagaimana menciptakan permintaan di antara
konsumen yang sudah sangat terdiferensiasi. Overcapacity ini mendorong munculnya
“hypercompetition” di antara para pelaku bisnis dalam memasarkan produknya. Dalam
persaingan yang sudah sangat keras, kacau dan unpredictable tersebut maka perusahaan
yang ingin lestari di pasar tampaknya perlu untuk mengganti-ganti pernyataan sebagai
upaya mengantisipasi perubahan lingkungan.

Supaya berhasil di masa kini, perusahaan harus menyatu dengan realitas. Realitas
yang sungguh-sungguh diperhitungkan adalah hal-hal yang terdapat dalam pikiran calon
pelanggan. Pendekatan mendasar atas positioning bukanlah dengan menciptakan sesuatu
yang baru dan berbeda. Akan tetapi dengan menggunakan apa yang telah ada di dalam
pikiran. Mengikat kembali hubungan yang telah ada. Pasar yang ada saat ini tidak lagi
merespon strategi-strategi yang berhasil di masa lalu. Saat ini yang ada hanyalah terlalu
banyak produk, terlalu banyak perusahaan, dan kebisingan pasar. Dalam hutan komunikasi
di luar sana, harapan bagi nilai yang besar adalah menjadi selektif, berkonsentrasi pada
target yang sempit, mempraktikan segmentasi. Dalam kata lain “positioning” (Al Ries dan
Jack Trout).

Dengan cara ini, tindakan-tindakan pemasar menempatkan suatu produk atau


merek di tempat tertentu dalam benak konsumen. Segala macam bentuk komunikasi dari
pemasar kepada konsumen menentukan lokasi psikologis yang akan ditempati produk.
Penentuan posisi, karenanya, adalah segala tindakan yang dilakukan pemasar untuk
mencapai tujuan mempengaruhi persepsi pasar.

1
Positioning merupakan strategi komunikasi untuk memasuki jendela otak
konsumen, agar produk/merek/nama perusahaan mengandung arti tertentu yang dalam
beberapa segi mencerminkan keunggulan terhadap produk/merek/nama lain dalam benak
hubungan asosiatif. Lewat suatu kalimat sederhana, tapi jelas, konsumen bisa
membedakan suatu produk atau jasa dari para pesaing. Lewat kalimat itu, juga diharapkan
seluruh karyawan perusahaan jadi aware terhadap strategi perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah

 Apa pengertian dari crafting the brand positioning?


 Bagaimana Peran positioning Dalam strategi Pemasaran?
 Bagaimana langkah-langkah mengembangkan Strategi positioning?
 Apa saja faktor -faktor yang memperngaruhi strategi positioning?

1.3 Manfaat Penulisan

Bagi penulis

Tugas makalah ini merupakan kesempatan yang baik untuk dapat memahami dan
menguasai teori Manajemen Pemasaran khususnya yang berhubungan dengan Positioning.

Bagi pihak lain

Sebagai informasi dan bahan referensi bagi penulis lainnya khususnya yang
melakukan penulisan makalah yang sejenis.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Positioning

Banyak defenisi positioning diberikan oleh pakar marketing dengan versi dan
model mereka masing-masing, namun tak akan valid kita bicara positioning tanpa
menyebut defenisi yang diberikan oleh Al-Ries dan Jack Trout, dua orang yang dianggap
sebagai penemu positioning. Al-Ries dan Jack Trout (dalam Kartajaya, 2007:56)
mengatakan, “positioning is not what you do to a product, positioning is what you do to
the mind of the prospect. that is you position the product in the mind of prospect”. Intinya
positioning adalah menempatkan produk dan merek kita di benak pelanggan. Dengan
definisi ini Ries-Trout mengatakan bahwa perang pemasaran bukanlah terletak di pasar,
tapi di benak pelanggan. Perang pemasaran adalah perang untuk memperebutkan sejengkal
ruang di benak pelanggan.

Menurut Kotler (2002 : 262): “Positioning is the act of designing the company’s
offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan
strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau
langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai
dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang
dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu
perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya. Sedangkan menurut Cravens (2006:255),
keputusan pemilihan target pasar merupakan titik vokal dari strategi pemasaran itu sendiri
dan menjadi dasar dalam menentukan tujuan dan pengembangan strategi positioning.

Jadi positioning adalah usaha untuk menemukan suatu celah di benak konsumen
agar konsumen mempunyai image yang khusus terhadap produk atau merk produk atau
bahkan terhadap perusahaan.

3
2.2. Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran

Menurut Craven (2006:270) bahwa positioning memegang peran yang sangat besar
dalam strategi pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam
suatu analisis internal perusahaan(total situation analysis).Alasannya dunia sekarang ini
dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang,media, maupun iklan. Akibatnya pikiran
para prospek menjadi ajang pertempuran.

Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi,
perusahaan apa pun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan
tidak hanya kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan
kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya. Itulah sebabnya, ancangan dasar
‘positioning’tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang
lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengkaitkan
hubungan-hubungan yang telah ada, hal ini karena pikiran manusia juga memiliki tempat
bagi setiap keping informasi yang telah dipilih untuk disimpan.

Sementara itu, pikiran konsumen sering dianologikan sebagai benteng terakhir


pertahanan melawan riuhnya komunlkasi, sebagai tempat menyaring, menerima atau
menolak informasi yang ditawarkannya. Apabila ternyata pikiran konsumen telah
terbentuk, biasanya produsen lain mengalami kesulitan untuk merubahnya, apalagi
pesaingnya tidak tinggal diam melakukan reposisi. Konkritnya, satu hal pokok yang perlu
dilakukan dalam usaha ‘memaku mati’pesan di dalam pikiran seseorang adalah sama
sekali bukan yang berhubungan dengan pesannya, tapi justru pikiran itu sendiri. Pikiran
yang bersih adalah pikiran yang belum dipoles oleh merk lain. Sehingga peranan
positioning merupakan sistem yang terorganisir dalam upaya menemukan suatu hal yang
tepat, pada waktu yang tepat di dalam pikiran seseorang.

2.2.1 Tujuan Positioning

Tujuan Positioning Menurut Fandy Tjiptono (2008:201) : Untuk menempatkan


atau memosisikan produk di pasar sehingga produk tersebut terpisah atau berbeda dengan
merek-merek yang bersaing.Untuk memosisikan produk sehingga dapat menyampaikan
beberapa hal pokok kepada para pelanggan untuk mencapai hasil yang diharapkan:

 Pemenuhan sejauh mungkin kebutuhan segmen-segmen pasar yang spesifik.


 Meminimumkan atau membatasi kemungkinan terjadinya perubahan yang
mendadak dalam penjualan.
 Menciptakan keyakinan pelanggan terhadap merek-merek yang ditawarkan.

4
2.2.2 Cara Penentuan Positioning

Menurut Kotler dan Amstrong (2008:265), terdapat beberapa cara penentuan posisi
di benak konsumen, antara lain :

Penentuan Posisi Menurut Atribut


Ini terjadi bila suatu perusahaan mempromosikan atribut produk yang lebih unggul
di banding pesaingnya.

Penentuan Posisi Menurut Manfaat


Dalam pengertian ini produk di posisikan sebagai pemimpin suatu manfaat
tertentu.Penentuan Posisi Menurut Penggunaan atau Penerapan.Seperangkat nilai-nilai
penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan.

Penentuan Posisi Menurut Pemakai


Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok
pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada satu atau lebih komunitas,
baik dalam arti sempit maupun luas.

Penentuan Posisi Menurut Pesaing


Disini produk secara keseluruhan menonjolkan mereknya secara utuh dan
diposisikan lebih baik dari pada pesaing.
Penentuan Posisi Menurut Kategori Produk Disini produk diposisikan sebagai pemimpin
dalam suatu kategori produk

Penentuan Posisi Menurut Harga


Disini produk di posisikan memberikan nilai terbaik untuk harganya.

2.2.3 Syarat Membangun Positioning

Menurut Kartajaya (2007:62) terdapat empat syarat dalam membangun positioning


Positioning haruslah dipersepsi secara positif oleh para pelanggan dan menjadi alasan
untuk membeli oleh pelanggan.Positioning mencerminkan kekuatan dan keunggulan
kompetitif perusahaan.Positioning haruslah bersifat unik dan dengan mudah
mendiferensiasikan diri dari para pesaing.Positioning harus berkelanjutan dan selalu
relevan dengan berbagai perubahaan dalam lingkungan bisnis, apakah itu perubahaan
persaingan, prilaku pelanggan, perubahaan sosial budaya dan sebagainya.

5
2.2.4 Kriteria Dalam Positioning

Menurut Kotler, Keller, Kevin Lane 2009 ada empat kriteria yang dapat dilakukan
perusahaan untuk menentukan positioning, yaitu :

Customer : Didasarkan atas kajian pelanggan (customer) positioning harus dipersepsikan


secara positif oleh para pelanggan dan menjadi alasan dalam pembelian mereka. Hal ini
akan terjadi bila positioningnya mendiskripsikan value atau nilai yang diberikan kepada
para pelanggan dan value ini benar-benar merupakan suatu asset bagi mereka. Karena
positioning mendiskripsikan value yang unggul, maka positioning akan menjadi penentu
penting bagi pelanggan pada saat memutuskan untuk membeli. Satu contoh yang menarik
untuk kita pelajari bersama adalah produk Vegeta yang menyatakan dirinya sebagai
sebagai minuman berserat. Sebelumnya tidak ada produk yang semacam itu. Melalui kerja
keras dan keyakinan bahwa produk yang ditawarkan sesuai dengan keinginan dan
kebutuhan konsumen maka produk tersebut pada akhirnya dapat menembus pasar dan
memiliki posisi tertentu pada benak konsumen. Contoh : Merk “Garuda Indonesia” :
Customer Garuda ingin dikenal sebagai operator penyedia jasa penerbangan terbaik.

Company : Didasarkan atas kajian pada kapabilitas dan kekuatan internal perusahaan
(company), maka positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif
perusahaan. Dalam hal ini jangan sampai terjadi bahwa perusahaan merumuskan
positioningnya namun ternyata tidak mampu melakukan dan memenuhi janjinya. Hal ini
tentunya sangat berbahaya karena bisa kelebihan janji. Pelanggan pada akhirnya akan
berpendapat bahwa perusahaan telah ingkar janji dan berbohong. Apabila hal ini terjadi
maka hancurlah kredibilitas perusahaan dimata pelanggan. Untuk itu dalam merumuskan
posisi pasarnya perusahaan harus benar-benar dengan pertimbangan yang sangat matang.
Sebagai contoh Honda menyatakan sebagai rajanya Bebek. Ungkapan ini akan selalu
dipatuhi, agar kepercayaan konsumen akan tetap terpelihara. Contoh : Merk “Amazon”
Ingin dikenal sebagai toko buku dengan pilihan buku lengkap & best value.

Competitor : Berdasarkan kajian atas keadaan pesaing, maka positioning harus bersifat
unik sehingga dapat dengan mudah mendiferensiasikan diri dan memiliki perbedaan
khusus dibanding dengan produk saingannya. Apabila positioning unik maka keuntungan
akan diperoleh bahwa positioning tersebut tidak akan mudah ditiru oleh pesaing. Hal
menjadi catatan disini keunikan tersebut haruslah menyeluruh bukan hanya pada
produknya saja. Bila tidak mudah ditiru maka positioningnya akan berkelanjutan dalam
jangka panjang. Berdasarkan pengamatan banyak produk baru yang lahir dengan cara
meniru apa yang telah dilakukan oleh pesaing. Dengan strategi seperti ini biaya
marketingnya bisa lebih ditekan. Contoh sebelum Nokia memasuki industri komunikasi
tanpa kabel Motorola merupakan market leader yang dikenal karena handsetnya
berteknologi canggih. Namun secara perlahan dan pasti Nokia dapat merebut hati
konsumen melalui modelnya yang selalu mengikuti jaman dan sporty. Melihat kondisi

6
seperti Motorolla pun melakukan gebragan baru dalam tehnologi komunikasinya.Contoh :
Merek “Indomie” ingin menanamkan anggapan bahwa Mie instan merk Lain bukan Selera
pasar “Indomie Seleraku” Positioning harus memiliki keunikan sehingga tidak mudah
ditiru oleh pesaing

Change : Didasarkan pada kajian atas perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis,
positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan dalam
lingkungan bisnis apakah itu perubahan persaingan, perilaku pelanggan ataupun perubahan
sosial budaya dan sebagainya. Hal ini berarti bahwa apabila positioning dan perangkatnya
sudah tidak relevan dengan kondisi lingkungan bisnis maka dengan cepat harus
merubahnya, dengan melakukan perubahan strateginya. Satu contoh yang menarik adalah
apa yang dilakukan oleh perusahaan Sosro. Guna menuju posisi pasarnya, dalam
slogannya Sosro pernah menyatakan; “Hari-hari Teh Botol”. Namun setelah kurun waktu
tertentu slogannya berubah menjadi “Hari-hari Teh Sosro”. Hal ini terjadi karena yang
semula hanya ada Teh botol Sosro, saat ini menjadi banyak merek teh yang dikemas dalam
botol seperti halnya yang dilakukan oleh Sosro.Sehingga untuk lebih menegaskan posisi
pasarnya perusahaan Sosro merubah strategi iklannya. Contoh : Merk “A Mild” perubahan
untuk memantapkan Positioning “How Low Can You Go” menjadi “Others Can Only
Follow”

2.2.5. Prosedur Positioning

Menurut Fandy Tjiptono (2008:202) prosedur untuk melakukan penempatan posisi


yang tepat meliputi delapan langkah pokok, yaitu:
Menentukan produk / pasar yang relevan Suatu produk umumnya dimaksudkan untuk
memenuhi lebih dari satu keinginan atau kebutuhan.

Pendataan kebutuhan pelanggan.


Untuk melakukan positioning dengan tepat, maka marketer perlu mendata semua
kebutuhan dan keinginan yang mungkin dapat dipenuhi oleh semua produk.

Mengidentifikasi Pesaing
Baik pesaing primer maupun pesaing sekunder. Pesaing primer adalah pesaing-
pesaing yang bersaing untuk memenuhi kebutuhan inti, sedangkan pesaing sekunder
adalah pesaing-pesaing tak langsung, yakni mereka yang tidak langsung muncul di pikiran
bilamana seseorang sedang berpikir mengenai keinginan atau kebutuhan konsumen.

Menentukan Standar Evaluasi


Menentukan cara dan standar yang digunakan konsumen dalam mengevaluasi
pilihan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Biasanya seseorang akan mengevaluasi
berbagai alternatif pemecahan masalah yang dihadapinya dengan cara dan berdasarkan

7
standar-standar tertentu. Dalam hal ini perusahaan perlu melakukan riset pemasaran agar
dapat memahami cara dan standar yang digunakan konsumen dalam evaluasi keputusan
pembelian.

Membuat perceptual map.


Mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap posisi pesaing (dengan
membuat perceptual map). Pemasar perlu mengidentifikasi posisi yang ditempati pesaing
dengan menggunakan perceptual map yang didasarkan pada atribut produk, situasi
pemakai, atau kelompok pemakai.Mengidentifikasi kesenjangan posisi.Mengidentifikasi
senjang atau gap pada posisi yang ditempati. Melalui analisis terhadap posisi berbagai
produk yang saling bersaing, maka dapat ditentukan daerah-daerah atau aspek-aspek yang
belum tergarap maupun yang telah digarap banyak pesaing.

Merencanakan dan melaksanakan strategi positioning.


Setelah pasar sasaran ditentukan dan posisi yang dikehendaki ditetapkan, maka
pemasar harus merancang program pemasaran yang dapat memastikan bahwa semua
informasi mengenai produk atau merek yang disampaikan kepada pasar akan menciptakan
persepsi yang diinginkan dalam benak konsumen. Jantung dari strategi positioning ini
adalah kampanye promosi.

Memantau posisi.
Posisi aktual suatu produk atau merek perlu dipantau setiap saat guna melakukan
penyesuaian terhadap setiap kemungkinan perubahan lingkungan.

2.3. Strategi Positioning

Menurut Kottler dan Amstrong (2008 : 162) : Kemampuan untuk mengidentifikasi peluang
positioning merupakan ujian yang berat bagi seorang pemasar. Kebarhasilan satu
positioning biasanya berakar pada berapa lama produk tersebut mempunyai keunggulan
bersaing.

Hal ini mendasar dalam membangun strategi positioning suatu produk adalah:

Positioning pada fitur spesialisasi produk,


Positioning pada spesifikasi pembangunan produk,
Positioning pada frekuensi penggunaan produk,
Positioning pada alas an mengapa memilih produk tersebut dibanding pesaing,
Positioning melawan produk pesaing,
Positioning dengan melakukan pemisahan kelas produk,

8
Positioning dengan menggunakan symbol budaya / kultur.

2.3.1 Langkah-langkah mengembangkan strategi positioning :

Menurut Kotler (Dalam Lupiyoadi, 2006:48) setidaknya ada tiga langkah dalam
melakukan positioning, yaitu:

Menentukan produk/pasar yang relevan. Banyak produk dimaksudkan untuk


memenuhi lebih dari satu keinginan atau kebutuhan. Karenanya suatu produk dapat
diposisikan di berbagai pasar yang berbeda. Langkah pertama adalah mendaftar semua
keinginan dan kebutuhan yang mungkin dapat dipenuhi produk (artinya produk/pasar yang
mungkin digarap)

Mengidentifikasi pesaing. Pada umumnya setiap produk mempunyai banyak


pesaing, baik primer maupun sekunder. Pesaing primer adalah pesaing-pesaing yang
bersaing untuk memenuhi kebutuhan inti. Pesaing sekunder adalah ppesaing-pesaing tak
langsung, mereka yang tidak langsung muncul di pikiran bilamana seseorang sedang
berpikir tentang keinginan atau kebutuhan konsumen. Riset pemasaran sangat bermanfaat
disini.

Menentukan bagaimana konsumen mengevaluasi pilihan. Pemasar perlu


memahami standar-standar yang menjadi dasar evaluasi konsumen dan tingkat
kepentingan relatif masing-masing dalam keputusan konsumen.

Mengetahui bagaimana persepsi konsumen tentang posisi pesaing. Posisi ini dapat
didasarkan pada atribut produk, situasi penggunaan, atau kelompok pengguna.

Mengidentifikasi senjang pada posisi yang ditempati. Tidaklah selalu berarti bahwa
kita harus berusaha mengisi senjang ini; terlebih dahulu harus dilakukan analisis segmen
pasar yang ada dalam senjang tersebut. Segmen itu harus memenuhi kriteria segmentasi
dari segi ukuran, aksesibilitas, identifikasi, ketanggapan dan stabilitas.

Merencanakan dan melaksanakan strategi positioning. Pemasar harus merancang


program yang memastikan bahwa semua informasi tentang produk atau merek yang
disampaikan kepada pasar akan menciptakan persepsi yang diinginkan di benak
konsumen. Memantau posisi. Sangatlah penting untuk memastikan bahwa posisi yang
dikehendaki benar-benar berhasil dicapai oleh produk atau merek. Posisi aktual ini harus
selalu dipantau dan setiap penyesuaian yang diperlukan dilakukan melalui perubahan-
perubahan dalam program pemasaran.

9
2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Positioning

Menurut Fandy Tjiptono (2008:205), efektif tidaknya strategi positioning itu akan
sangat dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu:
Target Pasar : Strategi positioning akan diawali dari target pasar (mengestimasi respon
pasar, merumuskan alternatif strategi), memperhitungkan persaingan, kinerja (penjualan,
pangsa pasar, profit) serta tersedianya sumber daya.

Daur Hidup Produk : Masing-masing tahapan memiliki kondisi berbeda,


memerlukan strategi positioning pemasaran yang berbeda. Harga akan turun pada mature,
pesan iklan saat perkenalan akan berbeda saat mature.

Strategi Unit Bisnis : Strategi positioning akan terikat dengan strategi SBU.
Penjabaran pengembangan strategi akan berbeda dengan harvest.
Program Pemasaran : Persepsi dibentuk melalui program marketing mix, terutama
program komunikasi pemasaran program dan perbedaan produk

Produk: Melalui keunikan atribut, jasa pengiring, merek, kemasan, dsb.


Distribusi: Melalui keunikan jenis, intensitas dan pola saluran.

Harga: Melalui metode, posisi relatif dan manajemen harga.

Promosi: Melalui keunikan pesan, format, desain, strategi kreatif, saluran audiens, media,
dsb.

2.4.1 Komunikasi Positioning Yang Efektif

Seperti halnya Merek, Positioning ini pun harus di komunikasikan kepada


pelanggan, tujuannya jelas, agar pelanggan memahaminya dan bisa membedakan dengan
merek mereka produk pesaing. dengan komunikasi yang baik, pelanggan bisa langsung
mengetahui produk mana yang bisa memenuhi kebutuhannya.positioning yang kuat
dengan disertai komunikasi yang bagus menjadi modal bagus untuk memenangi
persaingan di pasar. berikut adalah lima cara mengkomunikasikan Positioning yang kuat
dan efektif. Dalam mengkomunikasikan positioning sebuah produk perusahaan harus
memperhatikan faktor-faktor di bawah ini:

Be Creative – Kreativitas dalam mendesain Positioning mutlak di perlakukan, alasannya


agar desain positioning tidak standar sehingga memiliki daya tarik. kreativitas ini
diperlakukan untuk merebut perhatian konsumen. harapannya, Positioning yang kreatif ini
dengan gampang tertanam di benak para pelanggannya secara positif.

10
Contoh :

LION AIR : Tiket murah dan tepat waktu

BLUE BIRD taxi : service melalui para sopir, jaminan keamanan, pemahaman jalan,
pemesanan via telpon, banyaknya armada, booking via aplikasi, dll

KOMPAS : keakuratan dan kesolidan berita, format tulisan padat dan lugas, gaya tulisan
cenderung moderat, matang, tidak meluap-luap, konsisten untuk tidak menjadi koran
partisan (independen)

Simplicity – Agar gampang dipahami dan diterima oleh pelanggan, Positioning harus bisa
di sampaikan sederhana mungkin. dengan penyampaian yang sederhana, pelanggan tidak
usah berpikir keras untuk memahaminya.

Contoh :

Cosmopolitan: fun, fearless, female: identitas “baru” wanita Indonesia (modern, dinamis,
mandiri, percaya diri, be positive, be brave, dan kosmopolit)

Flexible – Positioning yang baik harus dinamis, positioning ini harus di kontekstualkan
dengan tren perubahan yang ada, baik tren pasar maupun tren perilaku pelanggan. sebab
itu, repositioning secara kontinu itu di perlukan.

Contoh:

Sabun LUX :konsisten sebagai “Sabun kecantikan para bintang” (Widiawati, Ida Iasha,
Tamara Blezynski,Dian Sastro, Luna Maya, dll)
Extra Joss:” biangnya minuman berenergi” Dulu: segmen sopirtruk/pekerja keras:
mengubah ngos jadi joss Generasi Biang (Dani Ahmad, Sarah Sechan, Taufik Hidayat,
Sujiwo Tedjo (bebas, dinamis, kreatif, berani tampil beda dan berprestasi) Own, Dominate,
Protect – Positioning yang kuat harus tersusun dari kata-kata pilihan yang ampuh.

11
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Positioning merupakan tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran


pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga dengan
demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan
dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Positioning juga merupakan cara sebuah
perusahaan untuk menarik hati pelanggan dan dapat mengambil tahta tertinggi di benak
pelanggan. Bukan hal yang aneh jika sebuah perusahaan terus memberikan janji kepada
pelanggan untuk menjadi perusahaan yang terbaik, memberikan promosi-promosi, dan
mengembangkan jasanya, karena ini adalah sebagian cara yang dilakukan perusahaan
untuk menjadi yang nomor 1 ada di benak pelanggan dan dengan cara inilah, perusahaan
dapat membangun image di mata pelanggan. Oleh karena itu perusahaan harus memiliki
suatu karakter yang kuat dan menjadi nilai plus dibanding produk pesaing.

3.2. Saran

Diharapkan pembaca dapat memahami mengenai posisi sebuah produk di pasar


yang di dalamnya terkandung strategi, langkah-langkah dan Kreatif dalam menentukan
Positioning produk di pasar. Dengan bagusnya Positioning akan memberi arti dan arti itu
harus penting bagi dalam benak konsumen, sehingga konsumen dapat membedakan
produk perusahaan dengan lebih baik dibandingkan produk pesaing dengan memposisikan
produk yang kita jual dengan menambahkan pada atribut strategi spesifik, dimana produk
dapat diposisikan pada kebutuhan yang dipenuhi atau manfaat yang diberikan pada
konsumen.

12
DAFTAR PUSTAKA

Cravens, David W. Dan Piercy, Nigel F. 2006. Strategic Marketing. Eighth Edition.New
York: McGrawhill International Edition.

Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran Edisi Milenium, Jilid Ke-2. Jakarta
Prenhallindo.

Lupioyadi rambat dan Hamdani A, 2006. Manajemen Pemasaran Jasa, Penerbit Salemba
Empat, Jakarta

Hermawan Kertajaya. 2007. Boosting Loyalitas Marketing Performance. PT. Mizan


Pustaka

Mc. Kenna. R. 1991. Relationship Marketing; Successful Strategis for the Age of the
Customer. New York u.a 1991

Keller, Kevin Lane. 2005. “Measuring Brand Equity”. Journal of Marketing and
Management. Ch.26.

Keller, Kevin Lane. 2001. “Building Customer-Based Brand Equity:A Blueprint for
Creating Strong Brands”. Journal of Marketing and Management. Report Summary 01-
107.

Tjiptono, Fandy, 2008. Strategi Pemasaran. Edisi III. Yogyakarta: Andi Offset.

https://chubbyrawit.id/mengenal-brand-positioning-dan-tips-praktis

https://wiiranata.wordpress.com/2012/12/06/market-positioning

13