Anda di halaman 1dari 1

NILAI BUDAYA

oleh Piil Pesenggiri pada 14 Maret 2010 jam 21:28

Nilai budaya adalah konsep-konsep mengenai apa yang hidup dalam alam pikiran
sebagian besar dari warga sesuatu masyarakat mengenai apa yang mereka anggap
bernilai, berharga, dan penting dalam hidup, sehingga dapat berfungsi sebagai suatu
pedoman yang memberi arah dan orientasi kepada kehidupan para warga itu tadi
(Koentjaraningrat, 1985).
Nilai budaya merupakan konstruk yang disimpulkan sebagai sesuatu yang dianut
masyarakat secara kolektif dan pribadi-pribadi secara perorangan, istilah nilai
menunjuk pada suatu konsep yang dikukuhi individu atau anggota suatu kelompok
secara kolektif mengenai sesuatu yang diharapkan dan berpengaruh terhadap
pemilihan cara maupun tujuan tindakan dari beberapa alternatif (C. Kluckhon dalam
Berry, 1999).
Sedangkan menurut Hofstede (dalam Berry, 1999) Nilai budaya merupakan
kecenderungan umum untuk lebih menyukai keberadaan tertentu dari tata pergaulan
dengan orang lain. Nilai biasa dipertimbangkan sebagai hal yang lebih umum dalam
karakter (tabiat) dari pada sikap, namun kurang umum jika dibandingkan dengan
ideologi. Nilai tampak sebagai ciri individu dan masyarakat yang relatif lebih stabil
dan karena itu berkaitan dengan sifat kepribadian dan pencirian budaya (Berry Dkk,
1999).

Walaupun nilai-nilai budaya berfungsi sebagai pedoman hidup manusia dalam


masyarakat, tetapi sebagai konsep, suatu nilai budaya tersebut sangat umum,
mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, dan biasanya sulit diterangkan secara
rasional dan nyata. Namun, justru karena sifatnya yang umum, luas dan tak konkret
itu, maka nilai-nilai budaya dalam suatu masyarakat suatu kebudayaan berada dalam
daerah emosional dari alam jiwa para individu yang menjadi warga dari kebudayaan
bersangkutan. Kecuali itu, para individu itu sejak kecil telah diserapi dengan nilai-
nilai budaya yang hidup dalam masyarakatnya, sehingga konsep-konsep itu sejak
lama telah berakar dalam jiwa mereka. Itulah sebabnya nilai-nilai budaya dalam suatu
kebudayaan tak dapat diganti dengan nilai-nilai budaya yang lain dalam waktu yang
singkat (Rino, 2007).

Dalam setiap masyarakat, baik yang kompleks maupun yang sederhana, ada sejumlah
nilai budaya yang satu dengan yang lain berkaitan hingga merupakan suatu sistem,
dan sistem itu sebagai pedoman dari konsep-konsep ideal dalam kebudayaan memberi
pendorong yang kuat terhadap arah kehidupan warga masyarakatnya
(Koentjaraningrat, 1985).
Sumber :

Berry, J,W. 1999. Psikologi Lintas Budaya: Riset dan Aplikasi. Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. 1985. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.


Rino, M, A. 2007. Gambaran Perilaku yang Dipahami Masyarakat Lampung Pepadun
(Abung Siwo Mego) Sebagai Piil Pesenggiri dan Kesenjangannya Dengan Nilai-nilai
Luhur Piil Pesenggiri. Jakarta: FPSI Univ. Gunadarma.