Anda di halaman 1dari 6

Nama : Novrisya Kurniayu

NIM : 1803107
Mata Kuliah : Analisis Hasil Penelitian Internasional
Pendidikan Matematika
Program Studi / Kelas : Pendidikan Matematika / REG. 3D
Dosen Pengampu : Dr. H. Sufyani Prabawanto, M.Ed

Hasil-Hasil Penelitian Terkait Dengan Ways of Thinking dan


Kemampuan Pemecaahan Masalah
A. Pendahuluan
Matematika merupakan mata pelajaran yang selalu diajarkan disetiap jenjang pendidikan
dan setiap tingkatan kelas dengan proporsi waktu yang lebih banyak melebihi pelajaran lain.
Matematika menjadi tolak ukur kejayaan suatu bangsa yang artinya suatu bangsa dapat
dikatakan menguasi matematika dengan baik dimana bangsa itu dapat bersaing dengan bangsa
lain, ini merupakan harapan dari pemerintah Indonesia dalam hal pekembangan teknologi dan
sains. Matematika mengajarkan bagaimana cara berpikir logis, tersusun rapih dengan
menggunakan konsep yang ada. Hal ini yang dibutuhkan dalam keseharian, perlunya
menentukan langkah-langkah secara baik dan tersusun rapih. Sejalan dengan pendapat Hamzah
dan Muhlisrarini (2014:48) menyatakan bahwa pembelajaran matemaika harus direncanakan
dengan matang agar perkembangan pengetahuan siswa meningkat dalam setiap satuan
pendidikan.
Pemecahan masalah tidak hanya membuat siswa mampu menyelesaikan permasalahan,
namun siswa juga mendapatkan seperangkat pengetahuan baru. Pemecahan masalah tidak
hanya yang biasa mereka ketahui, namun saat siswa menemukan sesuatu yang baru dan
memungkinkan meningkatkan kemandirian dalam berpikir (Edward, 1981).
Dari matematika yang telah diajarkan sangatlah penting untuk mengevaluasi apa saja
yang telah dicapai dan apa yang masih menjadi kendala dalam mempelajari atau menyelesaikan
persoalan matematika. Dalam menyelesaikan masalah matematika, tugas guru adalah
membantu siswa dalam menyelesaikan masalah dengan spektrum yang luas yakni membantu
siswa dalam memahami masalah, sehingga kemampuan memahami konteks masalah bisa terus
berkembang menggunakan cara berpikir siswa dalam menganalisa alasan mengapa masalah itu
muncul.
Berpikir menurut KBBI ialah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu
pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki, cara kerja yang bersistem untuk
memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Berpikir
merupakan salah satu elemen yang penting dalam proses belajar. Berpikir erat kaitannya
dengan permasalahan yang muncul sebagai konsekuensi perilaku yang terjadi pada suatu waktu
yang telah terjadi sebelumnya, waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Menurut Limbach
& Waught (2010) mengatakan bahwa
Thinking is the cognitive process used to make sense of the world; questioning everyday
assumptions will direct students to new solutions that can positively impact the quality
of their lives (hlm 2).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa berpikir merupakan proses kognitif yang
digunakan untuk memahami dunia, mempertanyakan asumsi sehari-hari sehingga akan
mengarahkan siswa untuk menemukan solusi baru yang dapat berdampak positif pada kualitas
hidup mereka. Selain itu, Maulidya (2008) mengatakan bahwa fungsi dai berpikir dalah
pemecahan masalah (problem solving). Sama halnya dalam bidang matematika yang
mnekankan pada pembentukan kemampuan berpikir (Samo, Darhim, dan Kartasasmita, 2017).
Banyak pendapat yang megemukankan tentang jenis-jenis proses berpikir, salah satunya
pendapat Harel dalam prinsip ways of thinking. Dalam teori Berpikir yang dikemukankan oleh
Harel terdapat suatu sistem yang dapat digunakan sebagai prinsip-prinsippembelajaran yaitu
Duality, Necessity, dan Repeated Reasong Principle (DNR-system). Sistem tersebut dirancang
untuk membantu guru saat proes pembelajaran di kelas. Harel melakukan penelitian terhadap
seorang guru matematika dengn mengunakan Interciew Communication Map (ICM) yaitu
kerangka ekplorasi untuk mengetahui iteraksi triadik dalam wawancara berbasis tugas klinis
yaitu mental act, ways of thinking dan way of understanding.
Banyak penelitian lain yang mengungkapkan proses berpikir. Kemampuan berpikir yang
sering dianalisis dalam bidang pendidikan saat ini yaitu kemampuan reflektif, kritis,kratif,
penalaran, metacognitif, dan kemampuan matematis lainnya. Dengan menggunakan teori Harel
secara komprehensif mampu menganalisis proses berfikir siswa secara rinci. Hal ini sangat
bermanfat untuk dijadikan alur berpikir yang dapat digunaan oleh guru saat melaksankan
pembelajaran matematika di kelas. Analisis kemampuan yang digunakan teori Harel yaitu
Duality Priciple yang menjelaskan secara menyeluruh karakteristik WoT siswa yang unik,
necessity-principle sebagai kebutuhan intelektual apa saja yang dimiliki oleh siswa, repeated-
reasonig principle sebagai internalisasi pengenatahuan, dan Interview Communication Map
(ICM) sebagai kerangka eksplorasi cara berpikir.
B. Analisis Hasil Penelitian
Dalam kehidupan sehari-hari setidaknya dikenal dua macam aksi yang dilakukan oleh
manusia yaitu aksi mental (mental act) dan aksi pisikal (physical act). Beberapa contoh aksi
mental antara lain menginterpretasi, menduga, menyimpulkan, membuktikan, menjelaskan,
menyusun, menggeneralisasi, menggunakan, memprediksi, mengklasifikasi, mencari, dan
memecahkan masalah. Sedangkan contoh aksi pisikal antara lain melempar, menarik, dan
mengangkat. Namun ada juga sebuah aksi yang dapat dimaknai sesuai konteks, misalnya
mencari. Pada konteks mencari barang yang hilang, aksi yang muncul adalah aksi pisikal.
Sedangkan pada konteks mencari akar-akar persamaan kuadrat, aksi yang muncul adalah aksi
mental. Aksi-aksi yang seringkali muncul berkaitan dengan matematika adalah aksi mental.

Menurut Harel (2008) dalam mengidentifikasi pandangan kebanyakan guru tentang


matematika, menunjukkan bahwa matematika dianggap sebagai materi subyek (misalnya
obyek mental seperti definisi, teorema, masalah, dan solusinya), tidak sebaliknya, dimana
matematika dipandang sebagai alat konseptual yakni alat untuk mengkonstruksi obyek mental.
Padahal dua kategori pengetahuan (materi subyek maupun alat konseptual) sangat diperlukan
dalam kajian matematika. Harel (2008) mengemukakan bahwa kategori pengetahuan tersebut
sebaiknya dibahas dalam hubungan yang bersifat triadic yaitu mental act, way of
thinking, dan way of understanding.
Aksi mental (mental act) merupakan karakteristik berpikir yang berkaitan dengan
masalah yang dihadapi, baik berasal secara eksternal (diajukan oleh pihak luar) maupun secara
internal (muncul dari diri sendiri). Melalui aksi-aksi mental ini akan terbentuk alur berpikir
yang berkesinambungan yang mengarah kepada salah satu target dari obyek mental.
Pembentukan alur berpikir ini yang kemudian disebut way of thinking. Ketika pembentukan
alur berpikir terjadi dan bersentuhan dengan konteks tertentu sehingga terbentuk makna
(seperti konsep, prinsip, fakta), maka terbentuklah alur yang berujung pada pemahaman (way
of understanstanding).
Way of thinking dan way of understansing merupakan dua kunci utama dalam
pendefinisian matematika yang dikonstuksi oleh Harel. Jadi, matematika menurut Harel (2008)
adalah mathematics consist of two complementary subset. The first subset is a collection or
structure, of structure consisting of particular axioms, definitions, theorems, proofs, problems,
and solutions. This subset consist of all the instititionalized ways of understanding in
mathematics throughout history. It is denoted by WoU. The second subset consist of all the way
of thinking, which are characteristics of the mental act whose product comprise the first set. It
is denoted bt WoT.
Belajar matematika adalah aktivitas yang dilakukan seseorang melalui titik-titik simpul
model triadic (Mental Act-WoT-WoU) sehingga diperoleh makna sesuai obyek matematis
(definisi, teorema, masalah, dan solusi) yang menjadi target serta mampu menggunakannya
dalam pemecahan masalah.

Gambar Pola Belajar Matematika dalam Siklus Triadic


C. Referensi

Bernardo, A. B. I. (1999). Overcoming obstacles to understanding and solving word


problems in mathematics. International Journal of Phytoremediation, 19(2), 149–
163. https://doi.org/10.1080/0144341990190203

Bernardo, A. B. I., & Calleja, M. O. (2005). The effects of stating problems in bilingual
students’ first and second languages on solving mathematical word problems.
Journal of Genetic Psychology, 166(1), 117–129.
https://doi.org/10.3200/GNTP.166.1.117-129

Brigandi, C. B., Gilson, C. M., & Miller, M. (2019). Professional Development and
Differentiated Instruction in an Elementary School Pullout Program: A Gifted
Education Case Study. In Journal for the Education of the Gifted.
https://doi.org/10.1177/0162353219874418

Edward, S. A. (1981). Recall Mathematical of Information : Problem Related Solving.


Journal of Research in Mathematics Education, 12(1), 54–64.

Harel, G. (2008). A DNR perspective on mathematics curriculum and instruction. Part II:
With reference to teacher’s knowledge base. ZDM - International Journal on
Mathematics Education, 40(5), 893–907. https://doi.org/10.1007/s11858-008-
0146-4

Harel, G. (2008). DNR perspective on mathematics curriculum and instruction, Part I:


Focus on proving. ZDM - International Journal on Mathematics Education, 40(3),
487–500. https://doi.org/10.1007/s11858-008-0104-1

Harel, G. (2013). Classroom-based interventions in mathematics education: Relevance,


significance, and applicability. ZDM - International Journal on Mathematics
Education, 45(3), 483–489. https://doi.org/10.1007/s11858-013-0503-9

Harel, G. (2013). DNR-Based Curricula: The Case of Complex Numbers. Journal of


Humanistic Mathematics, 3(2), 2–61.
https://doi.org/10.5642/jhummath.201302.03

Harel, G. (2017). The learning and teaching of linear algebra: Observations and
generalizations. Journal of Mathematical Behavior, 46, 69–95.
https://doi.org/10.1016/j.jmathb.2017.02.007

Haryanti, M. D., Herman, T., & Prabawanto, S. (2019). Analysis of students’ error in
solving mathematical word problems in geometry. Journal of Physics: Conference
Series, 1157(4). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1157/4/042084

Koichu, B., & Harel, G. (2007). Triadic interaction in clinical task-based interviews with
mathematics teachers. Educational Studies in Mathematics, 65(3), 349–365.
https://doi.org/10.1007/s10649-006-9054-0
Prabawanto, S. (2019). Students’ validations on their solution in mathematical problem
solving. Journal of Physics: Conference Series, 1157(4).
https://doi.org/10.1088/1742-6596/1157/4/042111