Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH BURUNG BERKICAU (LOVE BIRD)

GURU PEMBIMBING :
Drs. EDI KURNIAWAN

ANGGOTA:
1. NURUL AZMI
2. ANDRE MAULANA
3. ARI ALWIANSYAH
4. WAWAN SETIAWAN

1
KATA PENGANTAR

Burung merupakan salah satu hewan ciptaan allah swt. Burung termasuk pada
golongan aves dalam klasifikasi penggolongan biologi.
Pada saat ini marak akan kesenangan manusia merawat burung, terutama yang
menjadi hobi. Hal ini membuat proses perawatan burung menjadi tren.
Burung cinta atau love bird adalah salah satu jenis burung yang sering dirawat. Bukan
hanya karena warnanya yang nampak indah dan berwarna warni, namun juga suaranya yang
merdu serta tingkah lakunya yang gesit membuat ketertarikan tersendiri bagi peminatnya.
Pada kesempatan kali ini penulis akan memaparkan mengenai jenis burung ini, baik
dari segi perawatan, jenis, maupun yang lainnya. Dalam penulisan ini banyak sekali
kekurangan, oleh karena itu, koreksi yang sifatnya membangun sangatlah dinantikan.

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Kata pengantar :
Daftar isi :
Jenis-jenis burung love bird :
Ciri jantan dan betina :
Cara memilih burung lovebird :
Cara perawatan :
Kesimpulan :
Daftar pustaka :

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Beternak burung kicauan seperti lovebird (Agapornis) saat ini semakin dilirik oleh
para penghobi burung kicauan diberbagai daerah. Meroketnya harga jual lovebird juga
menjadi pemicu para penangkar untuk mengembangkannya secara maksimal. Lovebird juga
menjadi topik yang saat ini sedang trend diperbincangkan dalam forum-forum offline maupun
forum-forum online di internet. Faktor kepopuleran inilah yang menyebabkan harga burung
tersebut melonjak.
Alasan lain yang membuat para penghobi tertarik untuk beternak lovebird karena
burung tersebut memiliki daya tarik tersendiri yaitu factor dari suara kemudian warna dari
tiap-tiap jenisnya beraneka ragam, tingkah laku lovebird yang lucu serta perawatan hariannya
yang bisa dikatakan gampang karena lovebird tidak perlu mendapatkan perlakuan khusus
seperti burung kicau lainnya. Saat ini banyak para penghobi yang mengimpor lovebird dari
luar negri, dikarenakan terus meningkatnya permintaan pasar. Alasan lain yang membuat
banyak penghobi mengimpor lovebird dari luar negri karena lovebird impor hasil breeding
dari negara-negara di Eropa memiliki warna bulu yang lebih cerah dibandingkan dengan
lovebird hasil breeding di Indonesia. Selain itu lovebird impor memiliki suara yang kristal dan
bening serta postur tubuh yang besar, sedangkan untuk lovebird hasil breeding local memiliki
postur tubuh yang agak kecil dengan suara khas agar kasar.
Namun dilain pihak, perubahan situasi ekonomi global di Negara Indonesia
menyebabkan perubahan yang sangat berarti bagi kehidupan masyarakat di Indonesia secara
luas. Ini berdampak pada meningkatnya biaya hidup masyarakat yang berpengaruh pada
tuntutan kenaikan pedapatan dari semua sektor usaha masyarakat. Dampaknya untuk sektor
industri peternakan adalah kenaikan harga pakan ternak dan faktor-faktor lainnya akan
mempengaruhi perkembangan usaha dan efisiensi produksi dari sector peternakan lovebird.
Situasi inilah yang melatarbelakangi pentingnya melakukan analisa kelayakan terhadap usaha
peternakan lovebird. Sehingga modal yang diinvestasikan dalam bisnis ini dapat lebih efisien
dan pelaksanaan serta output yang dihasilkan menjadi efektif.

1
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah penulis uraikan sebelumnya, maka permasalahan yang
diangkat dalam penelitian ini adalah “ Bagaimanakah analisis kelayakan terhadap usaha
peternakan lovebird ”.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk :
1. Menganalisis aspek pasar, aspek teknik, aspek manajemen, aspek lingkungan, aspek
keuangan dan kebangkrutan dalam usaha peternakan lovebird.
2. Menganalisis kelayakan dan kebangkrutan dari usaha peternakan lovebird.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini diharapkan sebagai berikut :
1. Untuk para pelaku usaha, khususnya dibidang peternakan lovebird, tulisan ini
diharapkan memberikan manfaat secara maksimal dan dijadikan sebagai acuan dalam
penentuan keputusan investasi.
2. Dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya dan bagi pihak-
pihak yang berkepentingan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. JENIS-JENIS BURUNG LOVE BIRD


Awalnya, burung lovebird dipelihara orang terutama karena keindahan warna bulunya.
Namun seiring dengan perkembangan waktu dan trend lomba suara burung, maka lovebird
dipelihara untuk memunculkan suara-suara khas lovebird yang panjang. Selain sebagai
burung petarung di arena kicauan, lovebird juga sangat populer sebagai burung pemaster
burung lain. Jenis-jenis lovebird dan penyebarannya:
1. Lovebird kepala abu-abu / lovebird madagaskar (Agapornis cana)
Ukuran tubuh panjang 14 cm, berat 25-28 gram.
Burung lovebird madagaskar jantan : Bulu tubuh umumnya berwarna hijau, hijau
terang pada tunggirnya dan lebih
kekuningan di bagian bawahnya; kepala,
leher dan dada berwarna abu-abu; di bawah
sayap berwarna hitam; bulu ekor berwarna
hijau; paruh berwarna abu-abu muda; iris
berwarna cokelat tua; kaki abu-abu.
Burung lovebird madagaskar betina : Bulu kepala, leher, dada, di bawah sayap
berwarna hijau.
Burung lovebird madagaskar muda : Bulu berwarna seperti dewasa, tetapi bulu
burung jantan berwarna kehijauan pada
tengkuknya (beberapa jantan memiliki bulu
kepala dan dada berwarna hijau); paruh
berwarna kuning dan terdapat bercak hitam
pada pangkal paruh bagian atas.
Penyebaran lovebird madagaskar : Madagaskar
Burung lovebird madagaskar merupakan jenis burung lovebird yang langka dan bukan
merupakan jenis yang benyak ditangkarkan. Lovebird jantan dan betina dapat dengan
mudah dibedakan dfari warna bulunya. Pada lovebird jantan bulu di kepala dan dada
berwarna abu-abu pucat, sedangkan pada lovebird betina hampir seluruhnya berwrana
hijau muda

3
2. Lovebird “muka merah” (Agapornis pullaria)
Ukuran tubuh panjang 15 cm, berat 43 gram.
Burung lovebird muka merah jantan : Bulu tubuh umumnya berwarna hijau, sedikit
lebih kekuning-kuningan di bagian
bawahnya; dahi dan muka berwarna merah
orange; tunggir berwarna biru terang; bulu di
bawah sayap berwarna hitam; ekor berwarna
hijau; paruh berwarna merah oranye; iris
berwarna cokelat tua; kaki abu-abu.
Burung lovebird warna merah betina : Dahi dan mukanya lebih berwarna oranye
dibanding merah, di bawah sayap berwarna
hijau.
Burung lovebird warna merah muda : Dahi dan muka berwarna kuning; bulu di
bawah sayap berwarna hitam pada jantan dan
bewarna hijau pada betina; paruh berwarna
coklat kemerahan dan terdapat bercak hitam
dekat pangkal paruh bagian atas.
Penyebaran lovebird muka merah : Afrika Tengah dan Afrrika Barat Tengah
Lovebird jenis ini sukar berkembang biak di penangkaran. Burung jantan dan betina
dapat dibedakan dari warna bulu di bawah sayap. Bulu burung betina seluruhnya
berwarna hijau, sedangkan bulu jantan di bagian bawah berwarna hitam.

3. Lovebird “sayap hitam” /lovebird abisinia (Agapornis taranta).


Ukuran tubuh panjang 15-16,5 cm, berat 55-65 gram.
Burung lovebird abisinia jantan : Bulu tubuh umumnya berwarna hijau, sedikit
lebih kekuning-kuningan di bagian
bawahnya; dahi, lorus dan lingkaran mata
berwarna merah; bulu terbang berwarna
hitam; bulu di bawah sayap berwarna hitam;
ekor berwarna hijau; paruh berwarna merah
merjan tua; iris berwarna cokelat gelap; kaki
abu-abu.
Burung lovebird abisinia betina : Bulu tubuh umumnya berwarna hijau; bulu di
bawah sayap berwarna kehijauan atau

4
kadang-kadang berwarna hitam kecoklatan;
lingkaranmata berwarna hijau.
Burung lovebird abisinia muda : Bulu berwarna seperti induk betina; paruh
berwarna kuning kecoklatan.
Penyebaran lovebird abisinia : Dataran tinggi Ethiopia
Burung jantan dan betina sangat mudah dibedakan dari warna bulunya. Bulu burung
betina seluruhnya berwarna hijau, sedangkan bulu jantan tedapat warna merah di
bagian dahi dan lorus serta lingkar matanya. Warna mutasi lovebird madagaskar
adalah cinnamon (coklat kekuningan).

4. Lovebird “kerah hitam” (Agapornis swinderniana)


Ukuran tubuh lovebird “kerah hitam”: Panjang 13 cm, berat 39-41 gram.
Burung lovebird “kerah hitam”dewasa : Bulu umumnya berwarna hijau, sedikit lebih
pucat di bagian kepala dan tubuh bagian
bawah, tunggir dan bagian punggung
berwarna biru, bulu di bagian bawah sayap
berwarna hijau, bulu ekor berwarna hijau;
kerah hitam yang sempit di bagian
tengkuknya, seluruh leher di bagian kerah
berwarna kuning dan kadang-kadang dengan
sedikit warna yang memudar; paruh
berwarna hitam keabu-abuan; iris berwarna
kuning; kaki berwarna kuning kehijauan
sampai hitam.
Burung lovebird “kerah hitam” muda : Tidak terdapat kerah hitam atau hanya
diwakili beberapa bulu hitam di setiap bagian
sisi leher; paruh berwarna abu-abu muda dan
pada pangkalnya ada bercak hitam; iris
berwarna coklat.
Penyebaran lovebird “kerah hitam” : Afrika Barat dan Afrika Tengah.
Burung lovebird “kerah hitam” sulit berkembang biak di penangkaran.

5
B. Ciri jantan dan betina lovebird
Membedakan jenis kelamin lovebird termasuk pekerjaan gampang-gampang susah.
Gampang untuk jenis-jenis tertentu tetapi susah untuk jenis lainnya, apalagi kalau masih
anakan. Untuk membedakan jenis kelamin lovebird bisa digunakan cara sederhana sampai
yang ilmiah.
Berikut ini adalah serba-serbi mengani perbedaan lovebird jantan dan lovebird betina
yang saya ambil dari tulisan Siti Nuramaliati Prijono dalam buku berjudul Lovebird terbitan
Penebar Swadaya.
1. Berdasarkan penampilan luar.
Menurut Siti Nuramaliati, berdasar tingkat kesulitan untuk membedakan jenis kelamin
lovebird (dan burung secara umum) maka dapat dibedakan 3 kelompok lovebird.
Ketiga kelompok tersebut adalah kelompok dimorfik (jenis kelaminnya sangat jelas
dapar dibedakan), kelompok intermediate (jenis kelaminnya agak sulit dibedakan dari
penampilan burung), dan kelompok lovebird kacamata (perbedaan jenis kelaminnya
tidak konsisten). Namun secara umum pada banyak jenis lovebird relatif mudah
dibedakan jenis kelaminnya dengan melihat pada penampilan luarnya.
2. Membedakan jenis kelamin tidak berdasarkan penampilan luar.
Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya berdasarkan
penampilan luarnya yang spesifik maka akan sulit untuk membedakan lovebird jantan
dan lovebird betina. Pada kejadian ini makan ada beberapa cara untuk digunakan
memnedakan lovebird jantan dan lovebird betina.
a. Bentuk tubuh. Lovebird betina cenderung memiliki tubuh yang kekar dan lebih
berat. Namun kriteria ini tidak mutlak sifatnya.
b. Warna Lovebird jantan mempunyai warna yang lebuh terang dari lovebird betina.
Meskipun demikian hal itu tidak selalu benar karena warna bulu juga tergantung
pada makanan, iklim, dan variasi geografis.
c. Cara bertengger Lovebird betina bertengger dengan jarak antarkaki lebih lebar
dibandingkan lovebird jantan.
d. Bentuk ekor Lovebird betina mempunyai ekor dengan bentuk lebih rata
dibandingkan pada ekor lovebird jantan yang berbentuk agak meruncing.
e. Membangun sarang Kegiatan membangung sarang lebih intensif dilakukan oleh
lovebird betina ketimbang jantan. Lovebird menggigit-gigit di luar sarang pada
cabang-cabang dan batang yang lebih tebal. Lovebird betina akan megambil kulit
kayu dan mengumpulkannya untuk membuat sarang, sedangkan lovebird jantan

6
menyuapi lovebird betina. Namu hal ini juga tidak mutlak karena ada lovebird
jantan yang juga aktif mengumpulkan bahan sarang.
f. Perabaan pada tulang pubis (supit urang). Lovebird memiliki dua tulang pubis
(supit urang) pada bagian pinggulnya. Pada musim berkembang biak, tulang pubis
lovebird betina menjadi lebih elastic dan jarak antara kedua tulang pubis tersebut
melebar karena pengaruh hormone. Keadaan tersebut dapat dirasakan dengan
rabaan tangan. Pada lovebird jantan, jarak antara dua tulang pubis tersebut sempit.
Teknik perabaan ini hanya dapat digunakan bila kegiatan seksual lovebird betina
dengan aktif.
g. Pemeriksaan dengan alat laparoscopy Untuk mengetahui jenis kelamin lovebird
juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat laparoscopy. Lovebird yang akan
diperiksa jenis kelaminnya harus dibius dulu. Setelah itu dilakukan operasi kecil
pada bagian kiri tubuh burung di antara tulang rusuk, tulang pinggang dan tulang
paha. Dari bagian yang dioperasi itu dimasukkan alat laparoscopy untuk melihat
ada tidaknya ovary (indung telur). Jika ada ovari maka lovebird tersebut dipastikan
betina. Cara ini hanya bisa dilakukan jika burung sudah dewasa.
h. Pemeriksaan DNA Cara lain untuk mengetahui jenis kelamin lovebird adalah
dengan menguji DNA yang dapat diperoleh dari darah atau bulu burung. Setelah
DNA diekstrak dengan larutan tertentu dan proses lebih lanjut, lalu hasilnya
dipotret dengan Polaroid. Apabila dalam foto tersebut terlihat dua pita maka
lovebird tersebut dapat dipastikan berkelamin betina. Namun jika terlihat hanya
satu pita, lovebird itu bias dipastikan jantan.
Cara ini dianggap lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Namun biaya uji DNA
sangat mahal. Selain itu di Indonesia belum banyak laboratorium yang menawarkan
jasanyan untuk memeriksa jenis kelamin burung dengan uji DNA.
Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan antara jantan dan betinanya
berdasarkan bentuk tubuh dan warna bulunya sering terjadi kesulitan untuk
memperoleh pasangan yang sesuai,.

C. Cara memilih burung lovebird


Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan
pada burung lovebird:
* Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar, panjang
dan terlihat kokoh.
* Berkepala besar. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
7
* Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor
serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
* Sebaiknya juga pilihlah bahan yang berdada lebar.
* Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat.
Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap
mental burung.
* Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
* Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara
maksimal.
* Bola mata besar dan bersih bersinar. Menandakan burung ini memiliki prospek yang cerah
apabila dijadikan burung lomba. Karena akan sangat gacor.

D. Cara perawatan
Sangkar:
Lovebird sebaiknya ditempatkan di sangkar yang terbuat dari logam, berbentuk bulat atau
kota. Untuk sangkar bulat, diameter antara 30-40 cm, sedangkan kotak ukuran 25 x 35 x
40 cm dengan diberi tangkringan berdiameter 1 cm dari kayu kasar tetapi tidak runcing,
seperti kayu asam misalnya. Tangkringan dari kayu akan sering perlu diganti karena
lovebird suka mengigit-gigit tangkringan. Untuk referensi logam yang digunakan untuk
kandang lovebird, pilih yang tidak beracun.
Berbagai kasus burung yang keracunan logam dilaporkan dalam Journal of Avian
Medicine & Surgery, sebagaimana ditulis di multiscope (Hot Spot for Birds). Sekadar
untuk pengetahuan Anda, berikut ini sejumlah logam yang berbahaya dan tidak
berbahaya bagi burung, yang biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan sangkar,
wadah air dan pakan, kandang dan sebagainya:
1. Kuningan
Kuningan merupakan logam campuran antara tembaga dan seng. Kedua logam ini
berpotensi membuat burung keracunan.
Jika ada kuningan pada sangkar burung-burung kecil barangkali tidak masalah karena
mereka tidak mungkin bisa mematuki logam itu sampai mengelupas. Tetapi untuk
burung berparuh kuat, seperti lovebird, nuri, betet dan sebagainya, maka logam ini
bisa mereka gerogoti. Maka hindarkan kuningan dari mereka.
Journal of Avian Medicine & Surgery melaporkan adanya burung makau yang hampir
mati karena keracunan seng. Pasalnya dia mengunyah-ngunyah tiga gerendel kuningan
dan juga menggerogoti kandang kawat krom (krom juga mengandung seng).
8
2. Timah
Timah juga sangat beracun untuk burung. Termasuk barang yang mengandung timah
ini antara lain adalah tutup kaleng, bandul pancing, pemberat korden, koil tutup
sampanye, timah pateri, koil soldir, lempengan dalam batu baterai, sejumlah mainan
anak dan lain sebagainya.
3. Tembaga
Tembaga juga berpotensi meracuni burung walaupun kadar racun dari logam ini
sangat sedikit. Makanan yang mengandung asam yang disimpan dalam wadah
tembaga bisa jadi terkontaminasi tembaga. Demikian pula saluran atau wadah air yang
terbuat dari tembaga, berpotensi mencemari air yang mengalir atau berada di
dalamnya. Kalau mau menggunakan wadah tembaga untuk burung, sebaiknya
masukkan air ke dalamnya tidak dalam kondisi panas. Tuangkan jika sudah dingin
baru diberikan ke burung. Dan bukan didinginkan di dalam wadah tersebut.
4. Kawat (yang non-galvanil), baja serta besi (yang tidak dilapisi cat anti karat) tidak
beracun untuk burung.
5. Seng
Seng sangat beracun untuk burung. Termasuk di sini adalah kandang burung atau ram
yang terbuat dari galvanil, klip atau steples, kunci-kunci mainan anak, paku, pipa
ledeng, krom, beberapa cat anti karat, dan beberapa wadah shampo atau wadah
kosmetika.
Pakan:
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam hal pakan adalah menu yang variatif sehingga
kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya
seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2,
B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial
seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk
dari Vitamin B) dan Ca-D
Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam
pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat,
fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi
sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi
tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan.
Yang termasuk mineral yang diperlukan burung lovebird adalah Calcium, Phosphor, Iron,
Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.

9
Makanan yang sesuai untuk burung lovebird
* Bijian Mix. Kita dapat memberikan biji-bijian yang telah dicampur yang banyak dijual
dipasaran sebagai pakan utamanya.
* Sayuran segar. Burung lovebird sangat menggemari sayuran segar seperti: Kangkung,
Sawi Putih, Jagung Muda dan sayuran lainnya.
* Asinan. Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, burung ini membutuhkan asupan
kalsium tambahan. Dapat diberikan tulang sotong untuk melengkapi kebutuhan
kalsium yang dibutuhkan.
* Extra Fooding. Biji bunga Matahari, biji Fumayin, biji Kedelai, biji Kacang Merah dan
bijiK acang Hijau sangat digemari oleh burung ini untuk melengkapi kebutuhan
vitamin, protein dan menaikkan suhu tubuh serta meningkatkan sistem metabolisme
didalam tubuhnya.

10
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Memelihara burung dan merawatnya akan membuat kesenangan dan kebahagian
tersendiri bagi setiap pelakunya. Secara umum banyak sekali jenis burung rawatan atau hiasan
yang bisa di rawat di rumah.

B. SARAN
Merawat burung perlu pengetahuan dan keterampilan yang cukup agar tidak berdampak
buruk pada burung itu sendiri. Memperhatikan tata cara memelihara dan merawat burung
kicau atau love bird adalah suatu hal yang terbilang berpeluang bisnis.

11
DAFTAR PUSTAKA

1.http://www.academia.edu/35142623/LOMBA_KICAU_BURUNG_SEBAGAI_ATRAKSI_
PARIWISATA
2. https://libertybirdfarm.wordpress.com/category/artikel-burung-berkicau/
3.http://3.bp.blogspot.com/-vMFWuT-odQ/UcWeeIrz6cI/AAAAAAAAAHA/
AjSnmklGTWc/s1600/DSC00454.JPG

12