Anda di halaman 1dari 25

Modul 14 Zakat 2017

AKUNTANSI ZAKAT
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pelaporan dalam Zakat:
1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Zakat
2. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis Zakat
3. Mahasiswa mampu pencatat perlakukan akuntansi Zakat, Infaq, Shadaqoh
4. Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan untuk
transaksi dalam Zakat

Pengertian Zakat
 Bahasa : “zaka”: berkah, tumbuh, suci, bersih dan baik.
 Etimologi: aktivitas memberikan harta tertentu yang diwajibkan Allah SWT dalam
jumlah dan perhitungan tertentu untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak

Pengertian Infaq
 Bahasa : membelanjakan
 Etimologi: mengeluarkan harta karena taat dan patuh kepada Allah SWT
 ........ dan tetaplah kamu ber-INFAQ untuk agama Allah, dan janganlah kamu
menjerumuskan diri dengan tanganmu sendiri kelembah kecelakaan (karena
menghentikan INFAQ itu).” (QS 2: 195)

Jenis Infaq
 Infaq Wajib : terdiri dari zakat dan nadzar, yang bentuk dan jumlah pemberiannya telah
ditentukan. Nadzar adalah sumpah atau janji untuk melakukan sesuatu di masa yang akan
datang.
 Infaq Sunnah : Infaq yang dilakukan seorang muslim untuk mencari ridho Allah, bisa
dilakukan dengan berbagai cara dan bentuk.

Pengertian Shadaqah
 Segala pemberian/kegiatan untuk mengharap pahala dari Allah SWT
 Adalah sesuatu yang ma’ruf (benar dalam pandangan syari’ah). Pengertian ini
yang membuat definisi atas shadaqah menjadi luas, hal ini sesuai hadits Nabi
Muhammad SAW ”Setiap kebajikan, adalah shadaqah” (HR Muslim).
 Berupa pemberian kepada fakir, miskin yang membutuhkan tanpa mengharapkan
imbalan.
Modul 14 Zakat 2017

 Berupa zakat, karena dalam beberapa teks Al Qur’an dan As Sunnah ada yang
tertulis dengan shadaqah padahal yang dimaksud adalah zakat. Seperti:
“Sesungguhnya zakat-zakat itu adalah bagi orang-orang fakir,orang-orang
miskin, amil- amil zakat …” (QS 9: 60) Pada ayat tersebut, “zakat-zakat” diungkapkan
dengan lafazh “ash shadaqaat”.

Begitu pula sabda Nabi SAW kepada Mu’adz bin Jabal RA ketika dia diutus Nabi ke
Yaman :
“…beritahukanlah kepada mereka (Ahli Kitab yang telah masuk Islam),
bahwa Allah telah mewajibkan zakat atas mereka, yang diambil dari orang kaya
di antara mereka, dan diberikan kepada orang fakir di antara mereka…” (HR. Bukhari dan
Muslim). Pada hadits tersebut, “zakat” diungkapkan dengan lafazh “ash
shadaqaat”.

Pengertian Shadaqah
 Shadaqah dapat berupa berbuat kebajikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang
lain, sesuai Hadits Nabi Muhammad SAW:

Dari Abu Musa Al-Asyary R.A. dari Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tiap-tiap Muslim
haruslah bersedekah"; Sahabat bertanya; "Bagaimana kalau dia tidak mampu Ya Rasulullah?";
Nabi menjawab, "Dia harus berusaha dengan kedua tangan (tenaga)nya hingga berhasil untuk
dirinya dan untuk bersedekah"; Sahabat bertanya, "bagaimana kalau dia tidak mampu?"; Nabi
menjawab; " menolong orang yang mempunyai kebutuhan dan keluhan"; Sahabat bertanya,
"bagaimana kalau dia tidak mampu?"; Nabi menjawab, "Dia melakukan sesuatu perbuatan baik
atau menahan dirinya dari perbuatan munkar (kejahatan) itupun merupakan shodaqoh baginya".
”Senyuman itu sedekah” (HR Baihaqi)

Pengertian Pajak
 kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat
memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara
langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat
Modul 14 Zakat 2017

Perbedaan Zakat & Pajak


 Zakat bentuk kepatuhan pada Allah  Pajak bentuk kepatuhan pada
 Al Qur'an dan Hadits Pemerintah
 Muslim  Hukum Perundangan
 Di Seluruh Dunia  Warga Negara
 Ada Niat Ibadah  Negara tertentu
 Ditujukan pada ashnaf yang 8  TIdak perlu niat
 Siapa saja dalam negara

Persamaan Zakat & Pajak


 Bersifat wajib dan mengikat atas harta yang ditentukan, dan ada sanksi jika
mengabaikannya.
 Zakat dan pajak harus disetorkan pada lembaga resmi agar tercapai optimalisasi
penggalangan dana maupun penyalurannya.
 Zakat dan pajak memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membantu penyelesaian masalah
ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
 Tidak ada janji akan memperoleh imbalan materi tertentu di dunia.
 Zakat dan pajak dikelola oleh Negara Islam

Dasar Syariah – Al Quran


 ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan
menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi
ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.”
(QS:9:103)
 ” ..dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai
keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).”
(QS.30:39)
 ”... Dan celakalah bagi orang orang yang mempersekutukan(Nya) (yaitu) orang-orang
yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan akhirat).”
(QS.41:6 dan 7)
 ”sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,
pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-
orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan,
Modul 14 Zakat 2017

sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah maha mengetahui lagi maha
bijaksana.” (QS.9:60)
Dasar Syariah – As Sunnah
 Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda: ”siapa yang dikaruniai oleh Allah kekayaan
tetapi tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat nanti ia akan didatangi oleh
seekor ular jantan gundul yang sangat berbisa dan sangat menakutkan dengan dua bintik
di atas kedua matanya.”(HR.Bukhari).
 ”golongan yang tidak mengeluarkan zakat (di dunia) akan ditimpa kelaparan dan kemarau
panjang.”(HR.Tabrani).
 ”bila shadaqah (zakat) bercampur dengan kekayaan lain, maka kekayaan itu akan
binasa.”(HR.Bazar dan Baihaqi).
 “zakat itu dipungut dari orang orang kaya di antara mereka, dan diserahkan kepada orang
orang miskin” (HR Bukhari)

Syarat Wajib Zakat


 Islam: berarti mereka yang beragama islam baik anak anak atau sudah dewasa, berakal
sehat atau tidak.
 Merdeka: berarti bukan budak dan memiliki kebebasan untuk melaksanakan dan
menjalankan seluruh syariat islam.
 Memiliki satu nisab dari salah satu jenis harta yang wajib dikenakan zakat dan cukup
haul.

Syarat Harta untuk Dizakatkan


 Halal : diperoleh dengan cara yang baik dan yang halal
“Barang siapa mengumpulkan harta dari jalan haram, lalu dia menyedekahkannya, maka
dia tidak mendapatkan pahala, bahkan mendapatkan dosa” (HR Huzaimah dan Ibnu Hiban
dishahihkan oleh Imam Hakim)
 Milik Penuh: kepemilikan di sini berupa hak untuk penyimpanan, pemakaian,
pengelolaan yang diberikan Allah SWT .
 Berkembang : harta tersebut bertambah baik nyata atau tidak nyata.
 Cukup Nishab: jumlah minimal yang menyebabkan harta terkena kewajiban zakat

 Cukup Haul: jangka waktu kepemilikan harta di tangan si pemilik sudah melampaui dua
belas bulan Qamariah sejak cukup nisab
Modul 14 Zakat 2017

”tidak ada zakat atas suatu kekayaan sampai berlalu satu tahun.” (HR.Ad-Daruquthni dan
Baihaqi).
”Dan hendaklah kamu serahkan haknya waktu pemotongan”
(QS 6: 141)
 Bebas dari hutang
”zakat hanya dibebankan ke atas pundak orang kaya. Orang yang berzakat sedangkan ia
atau keluarganya membutuhkan, atau ia mempunyai hutang, maka hutang itu lebih penting
dibayar terlebih dahulu daripada zakat”. (HR Bukhari)
 Lebih dari kebutuhan pokok: sesuatu yang betul-betul diperlukan untuk kelangsungan
hidup secara rutin;
QS 2:219 "sesuatu yang lebih dari kebutuhan..." "zakat hanya dibebankan ke atas pundak
orang kaya",

Jenis Zakat
 Zakat Jiwa/Fitrah : zakat yang diwajibkan kepada setiap muslim setelah matahari
terbenam akhir bulan Ramadhan
”Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum shalat Ied, maka itu zakat fitrah yang diterima.
Dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah shalat Ied, maka itu termasuk salah satu
sedekah dari sedekah-sedekah biasa.”(HR.Ibnu Abbas).
sebesar 1 (satu) sha’ makanan pokok suatu masyarakat. 1 (sha’)= 4 mud’ = dan 4 x 2
tangan orang dewasa (kira kira: 2,175 Kg)
 Zakat Maal/Harta zakat yang boleh dibayarkan pada waktu yang tidak tertentu.
Dikenakan atas harta yang dimiliki

Obyek Zakat Harta


 Zakat Binatang Ternak (zakat an’am)
 Zakat Emas dan Perak
 Zakat Pertanian (zakat zira’ah)
 Zakat Barang Tambang (Al Ma’adin) dan Barang Temuan (Rikaz) serta Hasil Laut
 Zakat Perdagangan (Tijarah)
 Zakat Produksi Hewani
 Zakat Investasi
 Zakat Profesi & Penghasilan
 Zakat atas Uang
Modul 14 Zakat 2017

 Zakat Perusahaan/Institusi

Zakat Binatang Ternak (zakat an’am)


 Wajib atas unta, sapi dan domba
 selain itu, para ulama berbeda pendapat.
 Syarat zakat: sudah mencapai kuantitas tertentu (cukup nishab), telah dimiliki selama satu
tahun (haul), digembalakan.
 Masing-masing jenis memiliki aturan tersendiri
 Dan jika jumlah kambing gembalaan seseorang mencapai 40 ekor kurang satu, maka tidak
ada perwajiban zakatnya sampai kapanpun. Zakat atas emas murni (riqqah) adalah seper
empat dari seper sepuluh (maksudnya: 2,5 %), jika tidak memiliki emas murni kecuali
sekedarnya, maka tidak ada zakatnya hingga kapanpun.” (HR. Bukhari)

Zakat Emas dan Perak.


 ”...dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada
jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa
yang pedih, pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar
dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka:
inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang
(akibat dari) apa yang kamu simpan.” (QS 9: 35)
 Rasulullah SAW bersabda :
”Tidak ada seorangpun yang mempunyai emas dan perak yang dia tidak berikan zakatnya,
melainkan pada hari kiamat dijadikan hartanya itu beberapa keping api neraka. Setelah
dipanaskan, digosoklah lambungnya, dahinya, belakangnya dengan kepingan itu; setiap-setiap
dingin, dipanaskan kembali pada suatu hari yang lamanya 50 ribu tahun, sehingga Allah
menyelesaikan urusan hambaNya. ” (HR Muslim)

 Syarat wajib zakat mencapai nishab dan haul.


 Nishab emas; 20 misqal=20 dinar=85 grm
 Nishab perak: 200 dirham=595 gram
 Dikenakan atas perhiasan (emas dan perak) disimpan & tidak dipergunakan
 tidak wajib zakat untuk perhiasan yang dipakai perempuan
Modul 14 Zakat 2017

Zakat Pertanian (zakat zira’ah)


 ”Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian yang baik-baik dari
perolehan kalian dan sebagian hasil-hasil yang Kami keluarkan dari bumi untuk
kalian. Janganlah kalian bermaksud menafkahkan yang buruk-buruk darinya padahal
kalian sendiri tidak mau menerimanya, kecuali dengan mata terpicing.”(QS.2 :267).
 Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu’anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda, ‘Tidak ada zakat pada hasil panen yang kurang dari lima wasaq, tidak
ada zakat pada hasil panen yang kurang dari lima dzaud dan tidak ada zakat pada hasil
panen yang kurang dari lima awsuq’” (Muttafaqun ‘Alaihi).
 Dikenakan atas semua hasil tanaman dan buah-buahan yang ditanam dengan tujuan
mengembangkan dan menginvestasikan tanah.
 Dikenakan pada saat panen, dengan syarat dapat disimpan (QS 6:141 "Dan tunaikanlah
haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya.”)
 Nishab pertanian : 5 wasaq = 300 sha’ = 2,175 Kg x 300= 653 Kg.
 Tarif zakat: Jika tadah hujan : 10% dan Jika irigasi : 5%
”Yang diairi oleh air hujan, mata air, atau air tanah, zakatnya 10%, sedangkan yang diairi
penyiraman irigasi, zakatnya 5%”(HR.Abu Daud&Ibnu Majah).

Zakat Barang Tambang (Al Ma’adin) dan Barang Temuan (Rikaz) serta Hasil Laut
 Rikaz menurut jumhur ulama adalah harta peninggalan yang terpendam dalam bumi atau
disebut harta karun.
Hadist Nabi s.a.w :
Dari Abu Hurairah, telah
berkata Rasullullah s.a.w :
”zakat rikaz seperlima”
(HR Bukhari dan Muslim).
 Kewajiban pembayaran zakat adalah saat ditemukan dan tidak ada haul, dengan nishab
85 gram emas murni.
 Ma’din adalah seluruh barang tambang yang ada dalam perut bumi baik berbentuk cair,
padat atau gas, diperoleh dari perut bumi ataupun dari dasar laut.
 Nisab: 85 gram emas murni. Nisab ini berlaku terus (akumulasi) baik barang tambang itu
diperoleh sekaligus dalam sekali penggalian ataupun dengan beberapa kali penggalian.
 hasil dari dalam laut, seperti mutiara, dan ikan. Untuk hasil laut dikenakan zakat
perdagangan.
Modul 14 Zakat 2017

Zakat Perdagangan (Tijarah)


 ”Pedagang-pedagang nanti pada hari kiamat dibangkitkan dari kubur sebagai orang-orang
durjana, terkecuali orang yang bertakwa, baik dan jujur.” (HR.Tirmidzi).
 ”Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami
persiapkan untuk berdagang.” ( HR. Abu Dawud )
 Berdagang adalah mencari kekayaan dengan pertukaran harta kekayaan
 Syarat zakat yaitu mencapai nishab, sudah berlalu masanya setahun (haul), bebas dari
hutang, lebih dari kebutuhan pokok dan merupakan hak milik.
 Tarif zakatnya 2,5%.
 Imam Abu Ubaid telah meriwayatkan pendapat Maimun bin Mahran sebagai berikut:
"(Bila telah tiba waktu pembayaran zakat, maka hitunglah kekayaan uang dan barang
perniagaan yang kamu miliki kemudian taksir seluruhnya dalam bentuk uang setelah
ditambah dengan piutang yang ada dan dikurangi dengan utang yang harus dilunasi
kemudian zakatilah sisanya)."
Penilaian harga barang dagangan,
 Pertama, harta barang dagangan dihitung dengan harga barang di pasar ketika sampai
waktu wajib zakat. Didasarkan riwayat dari Zaid bin Jabir, dia berkata :”Hitunglah sesuai
dengan harganya ketika datang zakat, kemudian keluarkanlah zakatnya.”
 Kedua, harga barang tersebut dihitung dengan harga riil atas nilai barang dagangan,
pendapat ini berdasar riwayat dari Ibnu Abbas, dia berpendapar : Sebaiknya menunggu
waktu sampai menjual untuk memperkuat bahwa taksiran itu sempurna atas dasar nilai
barang yang hakiki yang dijual dengan harta dagangan.
 Ketiga : menggunakan harga beli dari barang dagangan.
 Yang lebih kuat pendapatnya (jumhur ulama Arab Saudi yaitu pendapat pertama.

Zakat Produksi Hewani


 hasil ternak yang belum dikeluarkan zakatnya, wajib dikeluarkan zakat dari produksinya.
 zakatnya sebesar 2,5% seperti zakat perdagangan, dengan syarat nishab sebesar 653kg
dan tidak harus mencapai haul. Khusus madu, zakatnya 10%.

Zakat Investasi
 investasi adalah semua kekayaan yang ditanamkan pada berbagai bentuk aset jangka
panjang baik untuk tujuan mendapatkan pendapatan atau ditujukan untuk diperdagangkan
Modul 14 Zakat 2017

 investasi dalam saham: Jika saham tersebut diperdagangkan dan bergerak dibidang
industri atau perdagangan, maka dikenakan zakat 2,5% atas harga pasar saham dan
keuntungannya sekaligus karena dianalogikan urudh tijarah (komoditi perdagangan).
 jika saham tersebut tidak diketahui harganya atau bergerak dibidang non industri atau
non perdagangan, maka tidak dikenakan zakat, tetapi keuntungannya harus dizakati
sebesar 10%, karena dianalogikan dengan zakat pertanian.
 investasi dalam obligasi, untuk obligasi konvensional yang tidak dihalalkan maka tidak
ada kewajiban zakat atas penghasilan obligasi.
 Jika investasi dalam obligasi syariah, dikenakan atas obligasi dan keuntungannya sebesar
2,5% sesuai dengan zakat perdangangan, setelah memenuhi haul dan nishab.
 investasi dalam aset, dikenakan zakat yang dianalogikan dengan zakat pertanian. Barang
berupa tanah, gedung atau alat seperti mesin produksi, alat transportasi dan lain-lain, tidak
dikenakan zakat, tetapi dikenakan atas penghasilan bersih sebesar 10%, atau kalau dari
penghasilan kotor sebesar 5% setelah memenuhi haul dan nishab.

Zakat Profesi & Penghasilan


 Abu Ubaid meriwayatkan, “Adalah Umar bin Abdul Aziz, memberi upah pada
pekerjanya dan mengambil zakatnya, dan apabila mengembalikan almadholim (barang
ghosob/curian yang di kembalikan) diambil zakatnya, dan beliau juga mengambil zakat
dari ‘athoyat (gaji rutin) yang di berikan kepada yang menerimanya.
 Difatwakan melalui Fatwa MUI No. 3/2003 tentang zakat penghasilan. penghasilan
adalah pendapatan yang diperoleh secara halal baik secara rutin maupun tidak rutin.
 Nishab: sama nishab emas (85 gram) untuk pendapatan selama setahun
 dapat diambil dari penghasilan kotor atau dari penghasilan bersih setelah dikurangi
hutang dan biaya hidup terendah orang tersebut dan tanggungannya.

Zakat atas Uang (zakat nuqud)


 Untuk tahun pertama: bila uang tersebut sebelum didepositokan/ ditabungkan telah
dizakati, maka zakat yang dikenakan hanya atas bagi hasilnya saja, sedangkan jika
sebelumnya belum dizakati, maka atas keseluruhannya.
 zakat atas hadiah: terkait dengan gaji 2,5%, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan
perusahaan kepada pegawai: 10 %, jika sumber hibah tidak di duga-duga sebelumnya :
20 %,
Modul 14 Zakat 2017

Zakat atas Institusi/Perusahaan


 zakat perusahaan mengacu pada zakat perdagangan, karena dipandang dari aspek legal
dan ekonomi, kegiatan sebuah perusahaan intinya berpijak pada kegiatan trading atau
perdagangan.
 Sesuai keputusan seminar I zakat di Kuwait, tanggal 3 April 1984 tentang zakat
perusahaan sebagai berikut:
Zakat perusahaan harus dikeluarkan jika syarat berikut terpenuhi : (Manaf)
- Kepemilikan dikuasai oleh muslim/muslimin
- Bidang Usaha harus halal.
- Aset Perusahaan dapat dinilai.
- Aset Perusahaan dapat berkembang.
- Minimal kekayaan perusahaan setara dengan 85 gram emas.
 Sedangkan syarat teknisnya adalah:
- peraturan yang mengharuskan pembayaran zakat perusahaan tersebut.
- Anggaran Dasar perusahaan memuat hal tersebut.
- RUPS mengeluarkan keputusan yang berkaitan dengan hal itu.
- Kerelaan para pemegang saham menyerahkan pengeluaran zakat sahamnya kepada
dewan direksi perusahaan.
 Perhitungan zakat ada 3:
 Kekayaan perusahaan yang dikenakan zakat adalah kekayaan perusahaan yang
digunakan untuk memperoleh laba atau, dan zakat dikenakan pada harta
lancar bersih perusahaan(Qardhawi). Secara sederhana: (kas/setara kas+
investasi jk pendek+ persediaan+piutang dagang bersih) – (kewajiban lancar).
 Kekayaan yang dikenakan zakat adalah pertumbuhan modal bersih (El Badawi
dan Sultan). Secara sederhana: (Aset Lancar bersih + utang jangka pendek yang
digunakan untuk keperluan jangka panjang – utang jangka panjang yang
digunakan untuk pembiayaan harta lancar).
 Kekayaan yang dikenakan zakat adalah kekayaan bersih perusahaan (Lembaga
Fatwa Arab Saudi). Secara sederhana: (Modal disetor+Saldo Laba+Laba tahun
berjalan – aset tetap bersih + Investasi perusahaan atau entitas lainnya – kerugian
tahun berjalan).
 Metode apapun boleh digunakan
 Nishab zakat adalah 85 gram emas dan cukup haul (1 tahun qamariah) dengan besar zakat
2,5%. Jika perusahaan menggunakan tahun masehi adalah 2,575% (standar AAOIFI).
Modul 14 Zakat 2017

CONTOH PERHITUNGAN ZAKAT PERUSAHAAN


PT X

Laporan Laba Rugi

Untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2007:

(dalam Rp. )

Penjualan 900.000.000
Harga Pokok Penjualan (585.000.000)
Laba Kotor 315.000.000
Beban Operasional 227.500.000
Beban Depreasiasi 27.500.000 (255.000.000)
Laba Operasi 60.000.000
Keuntungan dari Penj. Tanah 20.000.000
Laba Bersih 80.000.000

PT X

Laporan Perubahan Ekuitas

Untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2007:

(dalam Rp. )

Keterangan Modal Saham Saldo Laba


Dicadangkan Tidak Dicadangkan
Saldo Awal 100.000.000 72.000.000 38.000.000
Penerrbitan Saham 70.000.000
Laba Tahun Berjalan 80.000.000
Dividen 35.000.000
Saldo Akhir 170.000.000 72.000.000 83.000.000

Neraca Komparatif

PT X

Per 31 Desember 2006 dan 2007

31 Desember 2006 31 Desember 2007


Aset Lancar 252.000.000 239.500.000
Aset Tetap (Bersih) 200.000.000 451.500.000
Total Aset 452.000.000 691.000.000

Utang Lancar 52.000.000 111.000.000


Utang Jangka Panjang 190.000.000 255.000.000
Ekuitas
Modul 14 Zakat 2017

Modal Saham 100.000.000 170.000.000


Saldo Laba 110.000.000 155.000.000

Saldo Laba Dicadangkan: 72.000.000 72.000.000

Saldo Laba Tidak Dicadangkan 38.000.000 83.000.000

Total Utang dan Ekuitas 452.000.000 691.000.000

Catatan:

1. Utang jangka pendek untuk mendanai aset jangka pendek dan utang jangka panjang
untuk mendanai aset jangka panjang.
2. Aset tetap bertambah berasal dari pembelian peralatan baru senilai Rp. 189.000.000 dan
tanah senilai Rp. 100.000.0000 dan penjualan tanah lain senilai Rp. 10.000.000 dan
adanya penyusutan untuk tahun berjalan sebesar Rp. 27.500.000.
3. Pembelian tanah didanai dengan penerbitan obligasi senilai Rp. 100.000.000,
sedangkan peralatan didanai dari uang tunai sebesar Rp.165.000.000 dan utang jangka
pendek sebesar Rp. 24.000.000.
4. Utang jangka panjang bertambah karena adanya penerbitan obligasi senilai Rp.
100.000.000, pembayaran utang jangka panjang Rp. 40.000.000 dan utang jangka
panjang senilai Rp. 5.000.000 yang digunakan untuk mendanai aset lancar.
5. Adanya pembayaran dividen tunai di tahun 2007 sebesar Rp. 35.000.000.

Perhitungan dengan pendekatan perubahan modal kerja bersih.

31 Desember 2006 31 Desember 2007


Aset Lancar 252.000.000 239.500.000
Utang Lancar 52.000.000 111.000.000
Modal Kerja Bersih 200.000.000 128.500.000
Penurunan Modal Kerja Bersih 71.500.000

Atau dapat diketahui dengan cara:

Modal kerja bersih pada 1/1/2007: 200.000.000

Dari Kegiatan Operasional:

(laba bersih + Depresiasi – Untung Penjualan Tanah) : 87.500.000

Kas dari Penjualan 30.000.000

Kas dari Penerbitan Saham Baru 70.000.000

Kas dari Utang Jk Panjang untuk operasional 5.000.000 192.500.000

Pembelian Aset tetap dengan kas 165.000.000

Pembelian Aset tetap dengan utang jk pendek 24.000.000

Pembayaran Utang Jk Panjang 40.000.000


Modul 14 Zakat 2017

Pembayaran dividen tunai 35.000.000(264.000.000)

Modal Kerja Bersih 31/12/2007 128.500.000

Cara ini akan menghasilkan hal yang sama dengan perhitungan diatas. Tetapi sebagaimana
dijelaskan diatas ini masih belum bersih atas hutang jk pendek untuk aset tetap atau sebaliknya.

Perhitungan dengan pendekatan perubahan modal tumbuh bersih:

Modal Tumbuh Bebas utang pada 1/1/2007: 200.000.000

Dari Kegiatan Operasional:

(laba bersih + Depresiasi – Untung Penjualan Tanah) : 87.500.000

Kas dari Penjualan 30.000.000

Kas dari Penerbitan Saham Baru 70.000.000 187.500.000

Pembelian Aset tetap dengan kas 165.000.000

Pembayaran Utang Jk Panjang 40.000.000

Pembayaran dividen tunai 35.000.000(240.000.000)

Modal Tumbuh Bebas Utang 31/12/2007 147.500.000

Perbedaan yang terjadi antara pendekatan modal kerja bersih dan modal tumbuh bersih
sebesar Rp. 19.000.000 disebabkan karena dua hal:

1. Dalam modal kerja bersih ada kas senilai Rp. 5.000.000 dari hutang jangka panjang yang
digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan.
2. Ada utang jangka pendek sebesar Rp. 24.000.000 yang sebenarnya digunakan untuk
aset jangka panjang. Yang tidak boleh dihitung dengan pendekatan modal tumbuh
karena dianggap tidak sesuai dengan konsep zakat.

Agar tidak terjadi perbedaan ini, maka bagi yang menggunakan pendekatan pertama harus
berhati-hati dengan masalah sumber pendanaan (financing), seperti: penggunaan dana jangka
pendek untuk pembelian aset jangka panjang atau sebaliknya, pembayaran utang jangka
panjang dan pengurangan modal saham dengan sumber dana jangka pendek.

Perhitungan dengan pendekatan Ekuitas:

Modal Awal 1/1/2007: 100.000.000


Modul 14 Zakat 2017

Cadangan Saldo Laba : 72.000.000

Saldo Laba 31/12/2007(38 juta-35 juta) 3.000.000

Laba Tahun Berjalan 80.000.000

Laba yang didistribusikan termasuk dlm utang lancar 0 155.000.000

Aset Tetap Bersih – termasuk dari utang 31/12/07*) 175.000.000 (175.000.000)

Dasar Zakat dengan Ekuitas 80.000.000

Dimana Aset Tetap Bersih per 31/12/07 diperoleh dari:

Aset Tetap 1/1/2007 200.000.000

Pembelian Tanah dgn obligasi 100.000.000

Pembelian Peralatan Tunai 165.000.000

Pembelian Peratan dgn Utang jk pendek 24.000.000

Penjualan Tanah Tunai (10.000.000)

Depresiasi 27.500.000 251.500.000

Dikurangi Hutang atas Aset Tetap:

Utang Jk Panjang 1/1/07 190.000.000

Obligasi 100.000.000

Utang Jk Pendek 24.000.000

Utang Jk Panjang yang dibayar selama 2007 (40.000.000) (274.000.000)

Nilai Aset Tetap bersih pada 31/12/2007 177.500.000

Dikurangi :

Selisih dari pengadaan aset tetap diluar utang dan tunai

(251.500.000-165.000.000-24.000.000-60.000.000) (2.500.000)

Aset Tetap bersih – termasuk utang dan tunai 175.000.000

Dari perhitungan zakat menurut sistem Saudi terlihat bahwa dasar pengenaan zakat adalah sama
dengan laba, hal ini memang bukan suatu kebetulan. Karena memang saudi mendasarkan
perhitungannya dari pertumbuhan harta yang telah terealisasi, dan pertumbuhan yang telah
terealisasi itu adalah laba.
Modul 14 Zakat 2017

Jika dilakukan rekonsiliasi atas perhitungan metode El badawi dan sistem Saudi maka selisih
dari kedua sistem perhitungan tersebut adalah:

Modal Tumbuh Bersih 31/12/2007 147.000.000

Kenaikan dalam Modal Saham:

- Penerbitan Saham Baru 70.000.000

- Pendanaan untuk Aset Tetap atau

Pelunasan Utang (2.500.000) 67.500.000

Zakat menurut Sistem Saudi 80.000.000

Penerima Zakat
 dalam QS 9: 60:
“sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah bagi
 orang-orang fakir,
 orang-orang miskin,
 pengurus zakat (amil),
 para muallaf yang dibujuk hatinya,
 untuk (memerdekakan) budak,
 orang-orang yang berutang (gharimin),
 untuk jalan Allah (fi sabilillah),
 dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil),
sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana.”

Fakir & Miskin


 Fakir adalah mereka yang tidak mempunyai harta atau penghasilan layak dalam
memenuhi keperluannya: sandang, pangan, tempat tinggal dan segala kebutuhan pokok
lainnya, baik untuk diri sendiri maupun bagi mereka yang menjadi tanggungannya.
 miskin adalah mereka yang mempunyai harta atau penghasilan layak dalam memenuhi
keperluannya dan orang yang menjadi tanggungannya, tapi tidak sepenuhnya tercukupi.
Modul 14 Zakat 2017

Amilin/Pengurus Zakat
 Syarat Amilin:
Muslim,
mukallaf,
jujur,
memahami hukum-hukum zakat,
memiliki kemampuan melaksanakan tugas,
orang yang merdeka bukan budak

“Tidak halal sedekah bagi orang kaya kecuali dalam lima hal.
 Pertama, orang berperang di jalan Allah.
 Kedua, karena jadi amil zakat.
 Ketiga, orang berutang.
 Keempat, orang yang membeli harta sedekah dengan hartanya.
 Kelima, orang yang tetangganya seorang miskin, lalu ia sedekah kepada orang
miskin itu maka dihadiahkannya kembali kepada orang kaya itu pula.”
(HR.Abu Daud).

Muallaf
 mereka yang diharapkan kecenderungan hatinya atau keyakinannya dapat bertambah pada
islam atau menghalangi niat jahat mereka atas kaum muslimin atau harapan akan ada
manfaatnya mereka dalam membela dan menolong kaum muslimin dari musuh

Orang yang belum merdeka


 Budak yang tidak memiliki harta dan ingin memerdekakan dirinya, berhak mendapat kan
zakat sebagai uang tebusan. Dalam konteks yang lebih luas, budak zaman sekarang seperti
tenaga kerja yang dianiaya dan diperlakukan tidak manusiawi.

Orang yang berutang


 orang yang mempunyai utang untuk kemashlahatan dirinya sendiri, Seperti orang yang
mengalami bencana baik banjir, hartanya terbakar dan orang yang berutang untuk
menafkahi keluarganya.
 orang yang mempunyai utang untuk kemashlahat an masyarakat; Seperti orang yang
berutang untuk meramaikan masjid, membebaskan tawanan, menghormati tamu
Modul 14 Zakat 2017

hendaknya diberi bagian zakat walaupun ia kaya; jika ia hanya memiliki benda tidak
bergerak dan tidak memiliki uang.

Orang yang berjuang di jalan Allah (Fi sabilillah)


 arti jihad
pertama, jihad dalam Islam tidak hanya terbatas pada peperangan dan pertempuran
dengan senjata saja; sebab nabi SAW, ketika ia ditanya:”jihad apakah yang paling utama itu?” ia
menjawab: ”menyatakan kalimah yang haq pada penguasa yang zhalim.”
Kedua, kita mengqiyaskan jihad yang berarti perang dengan segala sesuatu yang
tujuannya untuk menegakkan Islam baik berbentuk ucapan maupun perbuatan, karena yang
dijadikan alasan itu sama yaitu membela agama Islam.

Orang yang melakukan perjalanan (Ibnu Sabil)


 ibnu sabil adalah musafir, apakah ia kaya atau miskin, apabila mendapat musibah dalam
bekalnya atau hartanya sama sekali tidak ada, atau terkena suatu musibah atas hartanya,
atau ia sama sekali tidak memiliki apa-apa, maka keadaan demikian hanya bersifat pasti.”.
 Musafir karena mencari rizki, ilmu, ibadah dan berperang di jalan Allah

Yang tidak boleh menerima zakat


 Orang kaya, yaitu orang yang berkecukupan atau mempunyai harta yang mencapai satu
nishab.
 Orang yang kuat yang mampu berusaha untuk mencukupi kebutuhannya dan jika
penghasilannya tidak mencukupi, baru boleh mengambil zakat.
 Orang kafir di bawah perlindungan negara Islam kecuali jika diharapkan untuk masuk
Islam.
 Bapak ibu atau kakek nenek hingga ke atas atau anak-anak hingga ke bawah atau isteri
dari orang yang mengeluarkan zakat, karena nafkah mereka di bawah tanggung jawabnya.
Namun diperbolehkan menyalurkan zakat kepada selain mereka seperti saudara laki-laki,
saudara perempuan, paman dan bibi dengan syarat mereka dalam keadaan membutuhkan.

Hikmah Zakat
 Menghindari kesenjangan sosial antara kaya miskin
 Pilar amal jama'i (bersama) antara yang kaya, para mujahid dan da'i dalam rangka
meninggikan kalimat Allah SWT.
Modul 14 Zakat 2017

 Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk.


 Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang kikir.
 Ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT
 Untuk pengembangan potensi ummat
 Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
 Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.
 Menjadi unsur penting dalam mewujudkan keseimbangan dalam distribusi harta dan
keseimbangan tanggungjawab individu dalam masyarakat.

Akuntansi Untuk Zakat


 Berdasarkan ED PSAK 109
 Penerimaan zakat diakui pada saat kas atau aset lainnya diterima dan diakui sebagai
penambah dana zakat. Jika diterima dalam bentuk kas, diakui sebesar jumlah diterima
tetapi jika dalam bentuk non kas sebesar nilai wajar aset. Jurnal :
Dr. Kas – Dana Zakat xxx
Dr. Aset Non Kas (nilai wajar)- Dana Zakat xxx
Cr. Dana Zakat xxx

 Zakat yang diterima diakui sebagai dana amil untuk bagian amil dan dana zakat untuk
bagian non amil.
Dr. Dana Zakat xxx
Cr. Dana Zakat – Amil xxx
Cr. Dana Zakat – Non Amil xxx

Jika muzakki menentukan mustahiq yang harus menerima penyaluran zakat melalui amil
maka aset zakat yang diterima seluruhnya diakui sebagai dana zakat - non amil. Jika atas
jasa tersebut amil mendapatkan ujrah/fee maka diakui sebagai penambah dana amil.
Jurnal :
Dr. Kas – Dana Zakat xxx
Cr. Dana Zakat – Non Amil xxx

 Penurunan nilai aset zakat diakui sebagai:


(a) pengurang dana zakat, jika terjadi tidak disebabkan oleh kelalaian amil;
Dr. Dana Zakat- Non Amil xxx
Modul 14 Zakat 2017

Cr. Aset Non Kas xxx

(b) kerugian dan pengurang dana amil, jika disebabkan oleh kelalaian amil.
Dr. Dana Zakat - Amil – Kerugian xxx
Cr. Aset Non Kas xxx

 Zakat yang disalurkan kepada mustahiq diakui sebagai pengurang dana zakat sebesar:
(a) jumlah yang diserahkan, jika pemberian dilakukan dalam bentuk kas;
Dr. Dana Zakat - Non Amil xxx
Cr. Kas – Dana Zakat xxx
(b) jumlah tercatat, jika pemberian dilakukan dalam bentuk aset nonkas.
Dr. Dana Zakat- Non Amil xxx
Cr. Aset Non Kas – Dana Zakat xxx

 kebijakan penyaluran zakat, seperti penentuan skala prioritas penyaluran, dan penerima;
 kebijakan pembagian antara dana amil dan dana nonamil atas penerimaan zakat, seperti
persentase pembagian, alasan, dan konsistensi kebijakan;
 metode penentuan nilai wajar yang digunakan untuk penerimaan zakat berupa aset
nonkas;
 rincian jumlah penyaluran dana zakat yang mencakup jumlah beban pengelolaan dan
jumlah dana yang diterima langsung mustahiq; dan
- hubungan istimewa antara amil dan mustahiq yang meliputi:
- sifat hubungan istimewa;
- jumlah dan jenis aset yang disalurkan; dan
 presentase dari aset yang disalurkan tersebut dari total penyaluran selama periode.
 keberadaan dana nonhalal, jika ada, diungkapkan mengenai kebijakan atas penerimaan
dan penyaluran dana, alasan, dan jumlahnya; dan
 kinerja amil atas penerimaan dan penyaluran dana zakat dan dana infak/sedekah.

Akuntansi Dana Infak/Sadaqah


 Penerimaan Infaq/Sedekah diakui pada saat kas atau aset lainnya diterima dan diakui
sebagai penambah dana infaq/sedekah. Jika diterima dalam bentuk kas, diakui sebesar
Modul 14 Zakat 2017

jumlah diterima tetapi jika dalam bentuk non kas sebesar nilai wajar aset. Untuk
penerimaan aset non kas dapat dikelompokkan menjadi aset lancar dan aset tidak lancar.
 Dr. Kas - Dana Infaq/Sedekah xxx
Dr. Aset Non Kas Lancar – Dana Infaq xxx
Dr. Aset Non Kas Tidak Lancar - Dana Infaq xxx
Cr. Dana Infaq/Sedekah xxx

 Infaq yang diterima diakui sebagai dana amil untuk bagian amil dan dana non amil untuk
bagian non amil.
Dr. Dana Infaq/Sedekah xxx
Cr. Dana Infaq/Sedekah – Amil xxx
Cr. Dana Infaq/Sedekah – Non Amil xxx

Aset tidak lancar yang diterima oleh amil dan diamanah kan untuk dikelola dinilai sebesar
nilai wajar saat penerimaannya dan diakui sebagai aset tidak lancar infak/sedekah.
Penyusutan dari aset tersebut diperlakukan sebagai pengurang dana infak/sedekah terikat
Dr. Dana Infaq/Sedekah – Non Amil xxx
Cr. Akm Peny Aset Non Lancar xxx

 Penilaian Aset Non Kas (Lancar) sebesar harga perolehan dan Aset Non Kas (Tidak
Lancar) sebesar Nilai Wajar.

Penurunan nilai aset infaq/sedekah diakui sebagai:


(a) pengurang dana infaq/sedekah, jika terjadi tidak disebabkan oleh kelalaian amil;
Dr. Dana Infaq/Sedekah- Non Amil xxx
Cr. Aset Non Kas – Dana Infaq/Sedekah xxx
(b) kerugian dan pengurang dana amil, jika disebabkan oleh kelalaian amil.
Dr. Dana Amil Infaq/Sedekah –Amil-kerugian xxx
Cr. Aset Non Kas – Infaq/Sedekah xxx

 Dana infak/sedekah sebelum disalurkan dapat dikelola dalam jangka waktu sementara
untuk mendapatkan hasil yang optimal. Hasil dana pengelolaan diakui sebagai penambah
dana infak/sedekah.
Dr. Kas/Piutang – Infaq/Sedekah xxx
Modul 14 Zakat 2017

Cr. Dana Infaq/Sedekah xxx

Penyaluran dana infak/sedekah diakui sebagai pengurang dana infak/ sedekah sebesar:
(a) jumlah yang diserahkan, jika dalam bentuk kas;
Dr. Dana Infaq/Sedekah – Non Amil xxx
Cr. Kas- Dana Infaq/Sedekah xxx
(b) nilai tercatat aset yang diserahkan, jika dalam bentuk aset nonkas.
Dr. Dana Infaq/Sedekah – Non Amil xxx
Cr. Aset Non Kas- Dana Infaq/Sedekah xxx

 Penyaluran infak/sedekah kepada amil lain merupakan


 Penyaluran yang mengurangi dana infak/ sedekah
 sepanjang amil tidak akan menerima kembali aset
 infak/sedekah yang disalurkan tersebut.
Dr. Dana Infak/Sedekah xxx
Cr. Kas – Dana Infak/Sedekah xxx

Penyaluran infak/sedekah kepada penerima akhir dalam skema dana bergulir dicatat
sebagai piutang infak/sedekah bergulir dan tidak mengurangi dana infak/sedekah.
Dr. Piutang- Dana Infaq/sedekah xxx
Cr. Kas – Dana Infak/Sedekah xxx`

 Penerimaan nonhalal diakui sebagai dana nonhalal, yang terpisah dari dana zakat, dana
infak/ sedekah dan dana amil. Aset nonhalal disalurkan sesuai dengan syariah.
 Amil menyajikan dana zakat, dana infak/ sedekah, dana amil, dan dana nonhalal secara
terpisah dalam neraca (laporan posisi keuangan).

Laporan Keuangan Amil

Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

BAZ “XXX”

Per 31 Desember 2XX2

Aset Kewajiban
Modul 14 Zakat 2017

Aset lancar

Kas dan setara kas xxx Kewajiban jangka pendek

Instrumen keuangan xxx Biaya yang masih harus dibayar xxx

Piutang xxx

Kewajiban jangka panjang

Imbalan kerja jangka panjang xxx

Aset tidak lancar Jumlah kewajiban xxx

Aset tetap xxx

Saldo Dana

Dana Zakat

Dana infak/sedekah xxx

Dana amil xxx

Dana nonhalal xxx

Jumlah Saldo dana xxx

Jumlah Kewajiban dan Saldo


Jumlah asset xxx Dana xxx

Laporan Perubahan Dana

BAZ “XXX”

Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2XX2

Keterangan Rp

DANA ZAKAT

Penerimaan

Penerimaan dari muzakki xxx

muzakki entitas xxx

muzakki individual xxx


Modul 14 Zakat 2017

Hasil penempatan xxx

Jumlah penerimaan dana zakat xxx

Bagian amil atas penerimaan dana zakat xxx

Jumlah penerimaan dana zakat setelah bagian


amil xxx

Penyaluran

Fakir-Miskin (xxx)

Riqab (xxx)

Gharim (xxx)

Muallaf (xxx)

Sabilillah (xxx)

Ibnu sabil (xxx)

Jumlah penyaluran dana zakat (xxx)

Surplus (defisit) xxx

Saldo awal xxx

Saldo akhir xxx

DANA INFAK/SEDEKAH

Penerimaan

Infak/sedekah terikat atau muqayyadah xxx

Infak/sedekah tidak terikat atau mutlaqah xxx

Bagian amil atas penerimaan dana infak/sedekah (xxx)

Hasil pengelolaan xxx

Jumlah penerimaan dana infak/sedekah xxx

Penyaluran

Infak/sedekah terikat atau muqayyadah (xxx)

Infak/sedekah tidak terikat atau mutlaqah (xxx)

Alokasi pemanfaatan aset kelolaan (xxx)

(misalnya beban penyusutan dan penyisihan) (xxx)

Jumlah penyaluran dana infak/sedekah xxx


Modul 14 Zakat 2017

Surplus (defisit) xxx

Saldo awal xxx

Saldo akhir xxx

DANA AMIL

Bagian amil dari dana zakat xxx

Bagian amil dari dana infak/sedekah xxx

Penerimaan lainnya xxx

Jumlah penerimaan dana amil xxx

Penggunaan

Beban pegawai (xxx)

Beban penyusutan (xxx)

Beban umum dan administrasi lainnya (xxx)

Jumlah penggunaan dana amil (xxx)

Surplus (defisit) xxx

Saldo awal xxx

Saldo akhir xxx

DANANONHALAL

Penerimaan

Bunga bank xxx

Jasa giro xxx

Penerimaan nonhalal lainnya xxx

Jumlah penerimaan dana nonhalal xxx

Penggunaan

Jumlah penggunaan dana nonhalal (xxx)

Surplus (defisit) xxx


Modul 14 Zakat 2017

Saldo awal xxx

Saldo akhir xxx

Jumlah saldo dana zakat, dana infak/sedekah,

dana amil dan dana nonhalal xxx

Laporan Perubahan Aset Kelolaan

BAZ “XXX”

Untuk periode yang berakhir 31 Desember 2XX2

Saldo Akumulasi Saldo


Keterangan Awal Penambahan Pengurangan Penyisihan Penyusutan Akhir

Dana infak/

sedekah – aset

kelolaan lancar

(misal piutang

bergulir)

Dana infak/

sedekah – aset

kelolaan tidak

lancar (misal

rumah sakit

atau sekolah)