Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH KEPERAWATAN JIWA

TENTANG ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

PADA PASIEN DISTRES SPIRITUAL

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 3

1. DWI ARIF PURNOMO AJI G1B117005


2. TATA HAYATI G1B117020
3. RINIDA ELVITA G1B117021
4. JONI JEMI ULO G1B117033
5. NURMALIZA ULFA G1B117032
6. AULIA MAHESA G1B117006
7. WINDI CLARISKA G1B117022
8. YENI GUSMIDA PABUNTA G1B117037
9. ARDILLA TSENAWATME G1B117015

DOSEN PEMBIMBING :

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS JAMBI
2019

1
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN DISTRES SPIRITUAL
2
A. PENGERTIAN
Spiritualiti adalah suatu aktifitas individu untuk mencari arti dan tujuan
hidup yang berkaitan dengan kegiatan spiritual atau keagamaan.
Gangguan spiritual merupakan suatu respon akibat dari suatu kejadian
yang traumatis baik fisik maupun emosional yang tidak sesuai dengan keyakinan
atau kepercayaan pasien dalam menerima kenyataan yang terjadi tersebut.
Pasien terkadang ragu, bimbang atau antipati dengan spiritual atau agama
yang dianutnya.
Gangguan spiritual adalah suatu gangguan yang berkaitan dengan prinsip-
prinsip kehidupan keyakinan, kepercayaan atau keagamaan dari pasien yang
menyebabkan gangguan pada aktivitas spiritual akibat dari masalah-masalah fisik
atau psikososial yang dialami (Dochterman, 2004).

B. PENYEBAB
1. Faktor Fisik
Faktor fisik misalnya kecacatan akibat dari kecelakaan atau suatu bencana
alam atau bencana buatan manusia.
2. Psikologis
Misalnya kehilangan orang yang berarti atau harta benda akibat bencana
yang dialami
3. Lingkungan
Misalnya gangguan akibat kerusakan atau hilangnya potensi atau situasi
lingkungan yang selama ini akrab dengan pasien.

C. TANDA DAN GEJALA


3
1. Selalu menanyakan kredibilitas dari spiritual atau keyakinan yang dilakukannya
(contoh: pasien kurang atau tidak yakin lagi dengan agama yang selama ini
dianutnya)
2. Merasa tidak nyaman terhadap keyakinan atau agama yang dianutnya
3. Ketidakmampuan melakukan kegiatan spiritual atau keagamaan yang biasa
dilakukannya secara rutin.
4. Perasaan ambivalen atau keraguan terhadap agama atau keyakinan yang
dimilikinya
5. Mengekspresikan perasaan bahwa pasien tidak memiliki alasan lagi untuk hidup.
6. Merasakan kekosongan jiwa yang berkaitan dengan spiritual atau agamanya.
7. Mengatakan telah terpisah secara emosional dengan orang lain atau Tuhan.
8. Meminta bantuan spiritual pada orang lain terhadap gangguan keyakinan atau
agama yang dianut.
9. Mengekspresikan perasaan, marah, takut, cemas terhadap arti hidup ini,
penderitaan, atau kematian

D. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan pada pasien yang mengalami suatu gangguan yang
berkaitan dengan prinsip-prinsip dan aktivitas kehidupan spiritual atau keagamaan
akibat dari masalah-masalah fisik atau psikososial yang dialami oleh pasien
adalah: Distress spiritual

E. TINDAKAN KEPERAWATAN
Tindakan keperawatan pasien distress spiritual ditujukan kepada: Pasien dan
keluarga.
1. Tindakan keperawatan untuk pasien
Tujuan:
Tujuan tindakan keperawatan gangguan spiritual untuk pasien adalah agar pasien:
a. Mampu membina hubungan saling percaya dengan perawat
b. Mengungkapkan penyebab gangguan spiritual
c. Mengungkapkan perasaan dan pikiran tentang spiritual yang diyakininya
d. Mampu mengembangkan skill untuk mengatasi masalah atau penyakit atau
perubahan spiritual dalam kehidupan

4
e. Aktif melakukan kegiatan spiritual atau keagamaan
f. Ikut serta dalam kegiatan keagamaan.
g. Bina hubungan saling percaya dengan pasien
h. Kaji faktor penyebab gangguan spiritual pada pasien
i. Bantu pasien mengungkapkan perasaan dan pikiran akan terhadap spiritual yang
diyakininya
j. Bantu klien mengembangkan skill untuk mengatasi perubahan spiritual dalam
kehidupan.
k. Fasilitasi pasien dengan alat-alat ibadah sesuai keyakinan atau agama yang dianut
oleh pasien.
l. Fasilitasi klien untuk menjalankan ibadah sendiri atau dengan orang lain
m. Bantu pasien untuk ikut serta dalam kegiatan keagamaan.
n. Bantu pasien mengevaluasi perasaan setelah melakukan kegiatan ibadah atau
kegiatan spiritual lainnya.
2. Tindakan keperawatan untuk keluarga
Tujuan:
Tujuan tindakan keperawatan untuk keluarga dengan pasien gangguan spiritual,
agar keluarga mampu:
a. Mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam merawat pasien dengan masalah
spiritual
b. Mengetahui proses terjadinya masalah spiritual yang dihadapi oleh pasien
c. Mengetahui tentang cara merawat anggota keluarga yang mengalami masalah
spiritual
d. Melakukan rujukan pada tokoh agama apabila diperlukan.
e. Identifikasi masalah yang dihadapi dalam merawat pasien
f. Bantu keluarga untuk mengetahui proses terjadinya masalah spiritual yang
dihadapi pasien
g. Jelaskan pada keluarga tentang cara merawat anggota keluarga yang mengalami
masalah spiritual
h. Bantu keluarga untuk membantu pasien melaksanakan kegiatan spiritual.
i. Beri pujian bila keluarga mampu melakukan kegiatan yang positif.

5
F. EVALUASI
1. Evaluasi kemampuan pasien
a. Pasien mampu membina hubungan saling percaya dengan perawat
b. Pasien mengungkapkan penyebab gangguan spiritual
c. Pasien mengungkapkan perasaan dan pikiran tentang spiritual yang diyakininya
d. Pasien mampu mengembangkan skill untuk mengatasi masalah atau penyakit atau
perubahan spiritual dalam kehidupan
e. Pasien aktif melakukan kegiatan spiritual atau keagamaan
f. Pasien ikut serta dalam kegiatan keagamaan.
2. Evaluasi kemampuan keluarga
Kemampuan yang diharapkan dari keluarga:
a. Mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam merawat pasien dengan masalah
spiritual
b. Mengetahui proses terjadinya masalah spiritual yang dihadapi oleh pasien
c. Mengetahui tentang cara merawat anggota keluarga yang mengalami masalah
spiritual
d. Melakukan rujukan pada tokoh agama apabila diperlukan.
3. Evaluasi kemampuan perawat
Kemampuan yang diharapkan dari perawat:
a. Mampu membina hubungan saling percaya dengan pasien dan keluarga
b. Mampu membantu pasien dan keluarga untuk mengungkapkan perasaan dan
pikiran tentang gangguan spiritual.
c. Mampu membantu pasien dan keluarga mengembangkan skill untuk mengatasi
masalah atau perubahan spiritual
d. Mampu membantu pasien dalam melakukan kegiatan spiritual atau keagamaan
serta aktif dalam kegiatan soasil keagamaan
e. Memberikan reinforcement positif bila keluarga melakukan hal-hal yang positif.

G. DOKUMENTASI
Dokumentasi asuhan keperawatan dengan gangguan spiritual adalah berfokus
pada kemampuan:
1. Pasien

6
2. Keluarga
3. Perawat (yang menangani pasien dan keluarganya).

SKENARIO KASUS DISTRESS SPIRITUAL

7
Ny.B usia 23 tahun, Pendidikan SMA, Pekerjaan sebagai IRT, Beragama
Islam, dan Suku Jawa. Dibawa oleh keluarga ke Rumah Sakit Jiwa dengan
keluhan histeris, emosi naik turun, dan suka berbicara sendiri. Keluarga
mengatakan ketika Ny.B berbicara sendiri, ia sering berbicara dengan
“suaminya”. Keluarga juga mengatakan bahwa Ny.B baru saja kehilangan
suaminya yang baru 6 bulan menikahinya karena kecelakaan, dan semenjak Ny.B
kehilangan suaminya, Ny.B tidak pernah lagi melakukan shalat, karena ia
beranggapan tidak ada lagi yang mengimaminya. Saat dilakukan pengkajian Ny.B
mengatakan bahwa ia sangat marah dan kecewa pada Tuhan, ia juga merasa
bahwa Tuhan tidak adil dan tidak menyanyanginya padahal selama ini ia selalu
taat beribadah serta tidak pernah meninggalkan shalat. Tapi Tuhan malah
mengambil orang yang ia cintai. Ny.B juga beranggapan tidak ada lagi arti ia
hidup di dunia ini. Dan pada saat pengkajian Ny.B tampak murung, menangis,
terkadang marah, putus asa, sering melamun dan suka menyendiri.

PENGKAJIAN KEPERAWATAN JIWA


MASALAH PSIKOSOSIAL
8
(REVISI)

I.INFORMASI UMUM
Inisial Klien : NY.B
Usia : 23 Tahun
Jenis Kelamin : [√ ] Perempuan [ ] Laki-laki
Suku : jawa
Bahasa Dominan : jawa
Status Perkawinan : [ ] Belum Menikah [ ] Menikah [√ ]
Janda/Duda
Alamat : Cianjur

II.KELUHAN UTAMA
Dengan keluhan histeris, emosi naik turun dan suka berbicara sendiri

III.PENAMPILAN UMUM

a. Fisik
Oksigenasi
Tanda-tanda Vital : TD : P : Vd : T :-
Ritme :-
Kedalaman :-
Nutrisi
Berat badan :-
Tinggi badan :-
Pola makan : [ ] Satu kali sehari [√ ] Dua kali
sehari
[ ] Tiga kali sehari [ ] > 3 kali
sehari
Alergi : [√ ] Tidak ada [ ] Ada,
Eliminasi
Pola BAB/BAK : [√ ] Baik [ ] Terganggu
Nyeri : [ ] Ada [ √] Tidak ada
Aktivitas dan Istirahat
Pelaksanaan ADL : [ √] Total [ ] Parsial [ ] Suportif
Pola Tidur : [ ] Baik [√ ] Terganggu
9
Kebiasaan sebelum tidur : [ ] Baca [ ] Mematikan lampu
[√ ] Lain-lain
Proteksi
Status Imunisasi : [ √] Lengkap [ ] Tidak lengkap

Riwayat pengobatan fisik :-


Hasil Pemeriksaan Laboratorium/Visum/dll :-

b. Penampilan
1. Cacat Fisik
[ ] Ada, jelaskan
[√] Tidak ada
2. Kontak Mata
[ ] Ada
[ √] Tidak ada
3. Pakaian
[ √] Tidak rapi
[ ] Penggunaan tidak sesuai
4. Perawatan Diri :-

IV.KELUARGA
a. Genogram :-
b. Tipe keluarga

[ √] Nuclear family [ ] Diad family


[ ] Extended family [ ] Single parent family
c. Pengembailan Keputusan

[ √] Kepala orang tua [ ] Istri


[ ] Orang tua [ ] Bersama-sama
d. Hubungan Klien dengan Kepala Keluarga
[ ] Kepala keluarga [ ] Istri
[ ] Orang tua [ √] Anak
[ ] Lain-lain, sebutkan :
e. Kebiasaan yang dilakukan bersama keluarga
Jelaskan : Sholat berjamaah
f. Kegiatan yang dilakukan keluarga dalam masyarakat :-

10
V.RIWAYAT SOSIAL
a. Pola Sosial
1. Teman/orang terdekat : Suami
2. Peran serta dalam kelompok :-
3. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :-
b. Obat-obatan yang dikonsumsi :-
1. Adakah obat herbal/obat lain yang dikonsumsi diluar resep : -
2. Obat-obatan yang dikonsumsi klien saat ini :-
3. Apakah klien menggunakan obat-obatan dan alkohol untuk mengatasi
masalahnya :-

VI.KULTURAL DAN SPIRITUAL


a. Agama yang dianut : Islam
1. Bagaimana kebutuhan klien terhadap spiritual dan pelaksanaanya?
Pasien tidak mau sholat Karena dia merasa tidak ada yang mengimaminya
2. Apakah klien mengalami gangguan dalam menjalankan kegiatan
spiritualnya setelah mengalami kekerasan atau penganiayaan?
Iya mengalami karena ketika suaminya meninggal pasien merasa tidak ada
yang mengimaminya lagi jadi pasien tidak mau lagi shalat
3. Adakah pengaruh spritual terhadap koping individu
ada, pasien merasa allah tidak adil kepadanya
b. Budaya yang diikuti

Komunikasi
Non Verbal
11
Perilaku [ ] Perilaku [ ] Perilaku [ ]

Kontak mata - Mencegah - Penuh kasih -


kontak mata sayang

Merangkul - Sentuhan √ Ekspresif √

Hangat - Orientasi - Pemalu -


pada orang
lain

Sopan - Pendiam - Senyum dan -


anggunkan

Nada

Perilaku [ ] Perilaku [ ] Perilaku [ ]

Keras √ Animated - Tenang -

Muluk- - Keras pada √ Ekpresif √


muluk pesan
penting

Berubah √ Lembut - Hormat -


sesuai emosi

Jarak Fisik
[ ] 2-3 jengkal tangan [√ ] lebih dari 2-3 jengkal tangan
Jelaskan
Karena saat pasiean marah / amuk perawat tidak terlukai

DIAGNOSA : Distters Spritual

RENCANA KEPERAWATAN DISTRESS SPIRITUAL

Nama Kline : NY. B


12
Ruang : Mawar

NO DIAGNOSA TUJUAN KRITERIA HASIL INTERVENSI


KEP
1. DISTRES TUM : 1. Ekspresi wajah 1. Bina hubungan
SPIRITUAL
Klien mampu bersahabat, saling percaya
menyatakan menunjukkan rasa dengan
mencapai senang ada kontak menggunakan
kenyamanan dari mata, mau berjabat prinsip dan teknik
pelaksanaan praktik tangan, mau komunikasi
spiritual menyebutkan nama, terapeutik :
sebelumnnya dan mau menjawab a. Sapa klien
merasa salam, mau duduk dengan ramah baik
kehidupannya berdampingan verbal maupun non
berarti/bermakna dengan perawat, mau verbal
TUK I : mengutarakan
b. Perkenalkan
Setelah dua kali masalah yang
diri dengan sopan
pertemuan Klien dihadapi.
c. Tanyakan
dapat membina
nama lengkap klien
hubungan saling
dan nama panggilan
percaya.
yang disukai klien
d. Jelaskan
tujuan pertemuan
e. Jujur dan
menepati janji

f. Tunjukkan
sikap empati dan
menerima klien apa
adanya
2. Beri perhatian
kepada klien dan
perhatikan kebutuhan
dasar klien
TUK 2 : 1 Klien mampu 1 1. Gunakan komunikasi
Setelah satu kali a. Mengungkapka terapeutik untuk
pertemuan klien n harapan masa depan membina hubungan

13
dapat mengatakan yang positif. saling percaya dan
kepada perawat atau b. Mengungkapka menunjukkan empati.
pemimpin spiritual n arti hidup 2. Menggunakan
tentang kondlik alat
c. Mengungkapka
spiritual dan untukmemonit
n optimis
kegelisahannya. or dan
d. Mengungkapka
mengevaluasi
n keyakinan dalam diri
spiritual well-
e. Mengungkapka
being sebagai
n keyakinan kepada
pendekatan
orang lain
3. Mendorong
Menentukan tujuan
individu untuk
hidup
melihat
kembali masa
lalu dan
memfokuskan
pada kejadian
dan hubungan
yang
memberikan
kekuatan dan
dukungan
spiritual
4. Rawat klien
dengan
bermartabat
dan hormat
dengan cara
menghargai
pendapat dan
keyakinan
klien.
5. Dorong
partisipasi
dalam
hubungan

14
dengan
anggota
keluarga,
teman dan
orang lain.
6. Jaga privacy
dan
ketenangan
untuk kegiatan
spiritua
7. Dorong
partisipasi
dalam
kelompok
spiritual sesuai
dengan
keyakinan
yang dianut.
TUK 3 : 1. Klien mampu 1. Berbagai
Setelah atau kali a. Mencintai diri keyakinan
pertemuan kali sendiri dan orang lain tentang arti dan
dapat dengan tujuan dengan
mendiskusikan mengungkapkan perawat
dengan perawat hal penerimaan terhadap 2. Diskusikan
penting yang dirinya sendiri manfaat
memberikan makna maupunorang lain spiritual
dalam 3. Beri
b. Berdoa menurut
kehidupannya kesempatan
keyakinannya masing-
dimasa yang lalu. untuk
masing
mendiskusikan
c. Melakukan
berbagai
ibadah
hambatan yang
d. Berpartisipasi
dirasakan dalam
dalam upcara
menjalankan
keagamaan
keyakinan
e. Berpartisipasi 4. Bersikap

15
dalam pengobatan terbuka dan
f. Berinteraksi menjadi
dengan tokoh agama pendengar yang
baik terhadap
g. Berhubungan
apa yang
dengan diri sendiri
dikatakan
orang lain yang
individu
h. Berhubungan
5. Dorong klien
dengan orang lain
berdoa secara
Berinteraksi dengan
individu
orang lain untuk berbagi
perasaan dan keyakinan
TUK 4 : 1. Klien mampu 1. Mendorong
Setelag tiga kali a. Melakukan klien untuk
pertemuan klien ADL menulis dalam
dapat b. Melaksanakan daftar kegiatan
mempertahankan keyakinannya sesuai hariannya
pemikiran dan dengan perannya setiap hari
perasaannya tentang c. untuk
spiritual Mengungkapka mengekpresik
n perasaannya terkait an pemikiran
dengan keyakinannya dan saran
d. Mengontrol refleksi.
aktifitas spiritualnya 2. Menyediakan
e. Memilih musik,
pelayanan spiritual yang literatur, radio
diperlukan atau program
TV spritual
secara
individu
3. Terbuka
terhadap
pernyataan
individu
terhadap
kesepian dan

16
kekuatannya
4. Dorong
menggunakan
sumber-
sumber
spiritual
seperti tokoh-
tokoh agama,
literatur-
literatur atau
buku yang
sesuai dengan
keyakinan,
tersedianya
tempat-tempat
beribadah dan
alat-alat dalam
menjalankan
ritual
keyakinannya.
5. Menyerahkan
ke tokoh
agama yang
pilih
6. Gunakan
teknik
klarifikasi
untuk
membantu
individu
mengklarifikas
i keyakinan
dan nilai
7. Mendengarkan
perasaan
individu

17
8. Menunjukkan
empati
9. Fasilitas
individu untuk
meditasi,
berdoa, tradisi
religius
lainnya dan
ritual
10. Dengarkan
dengan hati-
hati
komunikasi
individu dan
mengembangk
an waktu
untuk berdoa
atau ritual
keagamaan
11. Yakinkan
individu
bahwa
perawat akan
mendukung
individu pada
saat
menderita/mas
a kulit
12. Terbuka
kepada
individu
tentang sakit
dan kematian
13. Bantu individu
untuk
mengungkapk

18
an dan
mengurangi
kemaharan.

19