Anda di halaman 1dari 2

RUJUKAN KASUS EMERGENCY

No. Dokumen : C.VII.15/1/2017

No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 16 januari 2017

Halaman : 1/2

Puskesmas
Kecamatan Hasanuddin AB, S.Sos
Nip: 196010131981091002
Labuhan Badas

1. Pengertian Rujukan emergency adalah rujukan yang dilakukan pada kondisi


emergensi dimana pasien memerlukan rujukan ke pelayanan fasilitas
kesehatan yang mempunyai kemampuan lebih tinggi.
2. Tujuan Sebagai pedoman Kerja bagi petugas untuk melakukan rujukan emergency
3. Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas Labuhan Badas Nomor 21 Tahun 2017
tentang Penyelenggaraan Layanan Klinis
4. Referensi 1. Permenkes 1691 tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien
2. UU Nomor 44 Tahun 2014 tentang rumah sakit
5. Prosedur 1. Melakukan prosedur triase
a. Penderita datang diterima petugas / paramedis UGD
b. Petugas memberikan Inform concern (penandatangan
persetujuan tindakan) oleh keluarga pasien.
c. Petugas melakukan anamnesis di ruang triase dan pemeriksaan
singkat dan cepat untuk menentukan derajat kegawatannya oleh
paramedis yang terlatih / dokter.
d. Penderita dibedakan menurut kegawatannya dengan memberi
kode warna:
1) Merah
- Darurat, mengancam jiwa
- Perlu, penanganan segera
2) Kuning
Gawat, tidak mengancam jiwa
3) Hijau
Tidak gawat, cedera ringan
4) Hitam
- Mati

1/1
- Sangat parah/tidak ada harapan hidup
e. Penderita mendapatkan prioritas pelayanan dengan urutan warna:
Merah, kuning, hijau, hitam.
f. Pada waktu jam kerja penderita dengan kode warna hijau dikirim
ke BP / rawat jalan.
2. Menstabilkan keadaan umum pasien sesuai kasus berdasarkan
Standar Operasional Prosedur (SOP).
a. Sebelum dirujuk pastikan :
1) Gangguan pernapasan dan sirkulasi telah ditangani
2) Perdarahan telah dihentikan
3) Luka-luka telah ditutup
4) Patah tulang telah difiksasi
b. Jika belum stabil :
1) Periksa kesadaran pasien untuk menentukan keadaan umum
pasien sadar atau tidak
2) Air Way ( jalan nafas) :
- Periksa jalan nafas, bebaskan jalan nafas dari sumbatan
sekret, darah, benda asing.
- Lakukan tindakan Triple manouver ; Head Tilt (ekstensi
kepala), Chin Lift (angkat dagu keatas), Jaw Thrust(dorong
rahang bawah kedepan).
- Buka mulut.
- Pemasangan Oro-pharingeal tube bila pasien tidak sadar.
3) Breathing (pernafasan) :
Periksa pernafasan pasien bernafas atau tidak dengan Listen
(suara nafas), Look (melihat gerakan dada), Feel ( Merasakan
ada udara atau tidak).
3. Setelah stabil pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi
( rumah sakit)
6. Unit Terkait UGD

2/2