Anda di halaman 1dari 5

Struktur Organisasi Proyek

Proyek pencegahan dan penanggulangan limbah di Sungai Kalimalang mempunyai


struktur organisasi yang dapat dilihat pada gambar dibawah. Struktur organisasi menjelaskan
bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Gambar tersebut
mendeskripsikan hubungan kerja antara bagian atau jabatan satu dengan bagian atau jabatan
lainnya. Hubungan kerja tersebut dapat mengatur hak dan kewajiban masing-masing bagian.
Tujuan adanya struktur organisasi adalah untuk memperjelas dan mempertegas kedudukan suatu
bagian dalam menjalankan tugas, sehingga mempermudah untuk mencapai tujuan organisasi yang
telah ditetapkan.
Struktur organisasi yang digunakan adalah struktur organisasi proyek matriks, yang dapat
dilihat pada gambar dibawah. Organisasi matriks merupakan organisasi proyek murni yang
melekat pada divisi fungsional pada organisasi induk yang menggabungkan kelebihan dari
organisasi fungsional dengan organisasi murni. Struktur organisasi yang dipilih didasarkan pada
ciri-ciri dari proyek, seperti faktor kompleksivitas yang cukup tinggi, terdapat kemungkinan
adanya proyek baru yang sejenis, dan lama skala proyek yang menengah ke atas.
Struktur Organisasi Proyek
Pemilihan jenis struktur organisasi proyek matriks untuk proyek ini didasarkan pada
kelebihan yang dimilikinya, yaitu:
1. Organisasi murni yang melekat pada organisasi induk akan mendapatkan perhatian
secukupnya.
2. Organisasi matriks melekat pada unit fungsional organisasi induk yang memudahkan
untuk mendapatkan orang yang berpotensi di setiap unit fungsional.
3. Tidak adanya masalah berat yang akan datang berkenaan dengan nasib pekerja proyek
jika sudah selesai.
4. Tanggapan terhadap keinginan yang diminta oleh klien dapat cepat diberikan seperti
dalam organisasi murni.
5. Apabila terdapat beberapa proyek secara bersamaan, organisasi matriks memungkinkan
distribusi sumber daya yang lebih seimbang guna mencapai target proyek yang berbeda.
6. Konsistensi dengan kebijaksanaan, prosedur, dan perusahaan induk bisa dijaga karenan
memiliki akses perwakilan serta divisi administratsi perusahaan induk.
Namun perlu diperhatikan berbagai tantangan yang akan dihadapi ketika memilih struktur
organisasi proyek matriks matriks, yaitu:
1. Pekerjaan proyek dapat terbengkalai karena terdapat kekuatan yang seimbang antara
manajer fungsional dan manajer proyek, sehingga terjadi keraguan tentang siapa yang
seharusnya terkena beban.
2. Perpindahan sumber daya dari suatu proyek ke proyek lain dalam rangka memenuhi
jadwal proyek dapat meningkatkan persaingan antar manajer proyek sehingga fokus
untuk mensukseskan proyek pribadi dibandingkan target organsisasi secara keseluruhan.
3. Manajemen matriks melanggar prinsip utama manajemen yaitu kesatuan komando (untity
of command).
Struktur organisasi terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi dan tanggung
jawab masing-masing sebagai berikut.
1. Chairman
Chairman adalah sebuah jabatan eksekutif tertinggi yang dijabat oleh seseorang yang
paling senior dan ditunjuk secara sah dari suatu jajaran direksi pada suatu perusahaan.
2. General Manager
General manager memiliki tugas utama dalam memonitor dan mengevaluasi seluruh
kegiatan divisi-divisi di bawahnya yang meliputi manager project, procurement, finance,
business development, HR, plant / stores, dan IT.
3. Project Manager
Project Manager membawahi Safety Officer, Construction Manager, Procurement
Manager, dan Planning Manager. Jabatan ini memiliki peran langsung terhadap semua
proyek yang dilaksanakan mulai dari mengarahkan, memonitor, dan mengevaluasi seluruh
kegiatan proyek pembangunan water treatment dengan trickling filter.
4. Human Resources and Administration Manager
HR and Administration manager merupakan salah satu kunci utama kesuksesan setiap
perusahaan karena HR and Administration manager bertanggung jawab untuk
memaksimalkan nilai karyawan serta mengurus administrasi dari perusahaan. Tugas HR
and Administration manager adalah merekrut karyawan baru, menangani tugas
administrasi, memastikan lingkungan kerja aman dan menyenangkan, mengatur karyawan
secara strategis, serta tugas-tugas lain yang berhubungan langsung dengan karyawan dan
administrasi perusahaan.
5. Production Manager
Production manager bertugas untuk mengatur produksi dari suatu perusahaan. Jabatan ini
sangat krusial karena keuntungan dari suatu perusahaan akan bergantung dengan
banyaknya produk yang dihasilkan. Tugas utama production manager adalah
memaksimalkan jumlah produksi, menjaga kualitas produk, dan menjaga kondisi alat
produksi.
6. Distribution Manager
Distribution manager bertugas untuk mengatur segala bentuk distribusi dari produk suatu
perusahaan. Jabatan ini akan menentukan bagaimana suatu produk dari perusahaan dapat
didistribusikan dengan efisien dan ekonomis. Hal ini penting untuk menjaga harga produk
serta memastikan produk sampai ke tangan konsumen.
7. Finance Manager
Finance manager bertugas untuk mengatur, mengevaluasi, dan merencanakan keuangan
dari perusahaan. Jabatan ini cukup penting dalam sebuah perusahaan karena keuangan dari
perusahaan akan bergantung dari perencanaan oleh finance manager. Nasihat keuangan
yang sesuai akan membuat perusahaan tetap sustain tanpa mengalami permasalahan
keuangan.
8. Business Development Manager
Business develop manager bertugas untuk meriset pasar, mencari peluang pelanggan baru,
menjaga hubungan dengan pelanggan, bekerja sama dengan divisi lain seperti divisi teknis
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan atau pasar, menyusun dan mempresentasikan
rencana pengembangan bisnis perusahaan, memperbaharui pengetahuan mengenai
perkembangan pasar dan kompetitor, serta melakukan riset perkembangan bisnis
perusahaan secara berkala.