Anda di halaman 1dari 8

62

BAB IV
RENCANA PENAMBANGAN

4.1. Sistem atau Metode dan Tata Cara Penambangan


Rencana penambangan berada di Desa Baret, Kecamatan Nanggung,
Kabupaten Bogor, Jawa barat. Penambangan emas tersebut menggunakan metode
Open Pit. Metode Open Pit adalah sistem tambang terbuka yang diterapkan unttuk
menambang endapan-endapan bahan galian industri atau mineral industri, antara
lain: penambangan nikel, bijih besi dan sebagainya. Open Pit dapat menghasilkan
material atau hasil tambang dalam bentuk ore material.
Faktor-faktor yang diperhatikan dalam penambangan emas adalah sebagai
berikut:
a. Kondisi endapan emas
Endapan emas di daerah Desa Baret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten
Bogor, Jawa barat secara umum tersebar merata di daerah tersebut. Endapan emas
yang mendapat prioritas utama untuk ditambang adalah endapan yang berada di
sebelah selatan yang mengalami ekstruksi membentuk dataran tinggi.
b. Kondisi material penutup
Endapan soil didaerah penambangan merupakan material penutup.
c. Nisbah pengupasan
Endapan emas dengan top soil tidak terlalu tebal membuat nilai striping ratio
yang menguntungkan sehingga memberikan keuntungan pada kegiatan
penambangan. Kegiatan penambangan dapat dilakukan secara ekonomis dengan
cara mengupas secara bersamaan lapisan tanah penutup dengan emasnya.
Parameter yang digunakan untuk membuat desain penambangan diperoleh dari
hasil studi geoteknik. Lereng keseluruhan (overall slope) didesain menurut grafik
geoteknik yang dibuat dengan faktor keamanan 1,9 – 2,2.

Berdasarkan faktor diatas dan pertimbangan bahwa endapan emas dekat


dengan permukaan tanah, peningkatan produksi emas dengan teknologi tambang
63

terbuka lebih mudah untuk dilaksanakan, biaya modal dan operasi tambang
terbuka lebih murah daripada tambang bawah tanah, maka sistem penambangan
PT Timbul Jaya Sejahtera akan menerapkan sistem tambang terbuka (open pit).
Peralatan utama yang akan digunakan pada penambangan adalah Back Hoe
sebagai alat gali-muat, Dump truck sebagai alat angkut, Bulldozer sebagai alat
garuk-dorong pada pengupasan top soil serta ANFO sebagai bahan peledak.
Granit hasil penambangan diangkut menggunakan Dump truck kelokasi pabrik
pengolahan yang terletak dibarat lokasi penambangan. Kemudian setelah
diperoleh granit yang sesuai rencana, kemudian diolah sesuai permintaan pasar.

4.2. Tahapan Kegiatan Penambangan


Tahapan kegiatan penambangan yang dilakukan adalah dengan metode open
cast – Quarry yang terdiri dari dari serangkaian kegiatan meliputi:
 Pembersihan lahan (land clearing)
 Kegiatan pembongkaran (breaking atau loosening)
 Pemuatan (loading)
 Pengangkutan (hauling) granit.
4.2.1 Pembersihan Lahan (Land Clearing)
Pada operasi pembersihan lahan dilakukan pada lokasi-lokasi yang akan
ditambang. Beberapa kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan operasi ini
adalah:
a. Pembabatan semak
Pekerjaan ini dilakukan dengan mengunakan Bulldozer, yang menjalankan
fungsi gali-dorong dengan memanfaatkan Blade dan tenaga dorong yang
besar. Semak yang menutupi area penambangan didorong ke daerah-daerah
pembuangan.
b. Penebangan pohon dan pemotongan kayu
Penebangan pohon-pohon dan pemotongan kayu-kayu yang ada dilakukan
sebelum operasi pembersihan lahan penambangan. Lahan dari lokasi yang
akan ditambang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon, dari yang berukuran
kecil sampai besar. Untuk pohon yang berukuran besar perlu dilakukan
64

pemotongan dengan mesin pemotong (Chainsaw). Pohon yang telah


dipotong, kayunya akan dimanfaatkan untuk keperluan lain. Dalam operasi
pemindahan kayu-kayu, digunakan alat-alat pengangkut beban berat dan
rantai besi untuk pengikat dan penarik kemudian diangkut dengan truk.
c. Operasi pengupasan tanah pucuk (top soil)
Operasi pengupasan tanah pucuk yang banyak mengandung bahan-bahan
organik hasil pelapukan yang menyuburkan tanah, dilakukan setelah
pembersihan lahan penambangan. Lapisan tanah ini dikupas dengan
menggunakan Bulldozer. Lapisan top soil didorong dan dikumpulkan pada
lokasi tertentu dekat dengan daerah operasi Bulldozer, kemudian dimuat
menggunakan BackHoe dan diangkut dengan Dump truck ketempat
penyimpanan top soil (di lokasi yang sudah terbuka pada proses
penambangan sebelumnya). Timbunan tanah subur ini, nantinya
dimanfaatkan pada saat melakukan pekerjaan reklamasi.
4.2 2 Kegiatan Pembongkaran, Pemuatan, dan Pengangkutan
Pada kegiatan pembongkaran granit untuk membuat blok penambangan
dilakukan dengan menggunakan gergaji (shatter) dan spoil untuk membentuk
blok-blok batuan. Pemotongan atau pembuatan channel menggunakan tiga sisi
blok yang bebas dimana kita menganggap bagian yang bebas itu, berada di bagian
depan dan atas batuan.
Batuan yang keras seperti granit dipotong dengan cara pembuatan channel,
kemudian bahan peledak jenis ANFO digunakan dalam proses pembongkaran
batuan untuk mendapatkan produktifitas dan efisiensi produksi maksimal. Pada
kegiatan pemuatandan pengangkutan dilakukan dengan menggunakan Back Hoe
sebagai alat gali-muat, sedangkan Dump truck sebagai alat angkut.

4.3 Rencana Produksi


Berdasarkan data eksplorasi rinci maka didapat data sebagai berikut:
 Cadangan insitu =17.424.882,49 ton
 Cadangan yang ditambang (terukur) = 6.000.000 ton
 Umur tambang = 28 tahun
65

Sesuai dengan jumlah cadangan granit tertambang PT Timbul Jaya Sejahtera


merencanakan produksi granit yang terjual untuk tahun 1-10 sebesar 6.000.000
Ton/tahun.
Jumlah granit terjual sesuai dengan cadangan tertambang setelah dikurangi
denganfaktor kehilangan 2% pada proses pembongkaran dari jumlah cadangan
tertambang, 2% pada proses pemuatan dari hasil pembongkaran, 2% pada tahap
pengangkutan dari cadangan yang dimuat, dan 2% pada proses pengolahan dari
jumlah cadangan yang masuk ke pengolahan dan pemuatan ke depo, total
produksi granit yang terjual selama sepuluh tahun adalah sebesar 6.000.000 Ton.
Target produksi PT Timbul Jaya Sejahtera ini ditentukan berdasarkan jumlah
cadangan granit tertambang dan pemenuhan pasar akan kebutuhan granit untuk
empat tahun kedepan.

4.4 Peralatan
4.4.1 Pemilihan Jenis Peralatan
Dasar pertimbangan dalam pemilihan jenis peralatan adalah tingkat
produksi granit dan jumlah tanah penutup, jarak angkut dan kapasitas peralatan
yang akan digunakan sehingga peralatan tambang tersebut dapat digunakan dalam
kegiatan penambangan didaerah tersebut. Disamping itu pula perlu dikaji
karakteristik endapan granit dan lapisan tanah penutup serta pertimbangan dari
aspek teknis maupun ekonomisnya.

Tabel 4.1.
Jenis peralatan untuk kegiatan penambangan
Alat Utama Penambangan Granit
Jumlah
Keterangan Jenis Alat Kapasitas
(unit)
Alat Gali-Dorong Bulldozer D85SE 250 m3/ jam 3
Alat Gali-Muat Back Hoe Caterpilar CAT 4 ton/ bucket 3
66

375
Dump truck Mitsubishi FM
Alat Angkut 30 ton 15
517HS
4.4.2 Pemilihan Spesifikasi Teknis Peralatan
Beberapa hal yang dipertimbangkan dalam pemilihan spesifikasi teknis
peralatan adalah:
a. Karakteristik endapan granit dan lapisan penutup
b. Aspek teknis dan ekonomis
c. Dukungan teknis yang mencakup pelayanan purna jual dari
perusahaan yang menyediakan peralatan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, operasi penambangangranitini
akan menggunakan peralatan sebagai berikut:

Tabel 4.2.
Alat pengolahan dan alat pendukung
Pengolahan
Set Alat Pengolahan
Genset
Alat Pendukung
LS Ford Ranger
Lightening Tower
Genset 500Kva
Fuel Dump truck (Hino)
Water Dump truck (Hino)
Alat-alat pendukung yang diperlukan adalah sebagai berikut :
 Fuel Dump truck : untuk pasokan bahan bakar minyak
 Water Dump truck : untuk menyiram jalan tambang dan tanaman hasil
reklamasi.

4.4.3 Kebutuhan Peralatan


a. Peralatan Operasi Penambangan
Perhitungan jumlah peralatan yang digunakan dalam operasi penambangan
mempertimbangkan beberapa hal, seperti : rencana produksi granit per
tahun, jenis peralatan yang tersedia, jarak, dan jam kerja. Alat yang dipakai
dalam operasi penambangan granit adalah:
67

Bulldozer
Back Hoe
Dump truck

Tabel 4.3.
Waktu kerja tambang
Jumlah hari/tahun 365
Jumlah hari libur nasional/tahun 13
Jumlah sabtu dan minggu/tahun 104
Total hari kerja 248
Total jam kerja/tahun = 9 x 248 2.232
5 hari kerja ( Senin - Jumat )
1shift/hari
1shift 9 jam
Kehilangan jam kerja direncanakan (jam/tahun)
Istirahat makan = 0,5 x 248 x 1 124
Persiapan kerja = 0,15 x 248 37,2
Shalat Jumat = 1 x 52 52
Total kehilangan jam/tahun 213,2
Total jam kerja yang
2.018,8 jam/tahun
direncanakan/tahun
Untuk melakukan perhitungan jumlah alat penggalian, pemuatan, dan
pengangkutan granit yang digunakan pada operasi penambangan, maka dilakukan
pendekatan sebagai berikut:
1. Siklus pengangkutan granit dengan Dump truck selaras dengan
siklus penggalian dan pemuatan dengan alat gali muat yang digunakan.
2. Spesifikasi teknis alat gali muat dan alat angkut yang digunakan
dalam pengangkutan ini adalah kombinasi antara Back Hoe dengan Dump
truck.
b. Peralatan Operasi Pembersihan Lahan
Dikarenakan jumlah tanah pucuk yang akan dikupas sangat kecil dalam
kegiatan pembersihan lahan, maka pengupasan tanah pucuk dilakukan secara
periodik tidak terus menerus setiap hari, akan tetapi dilakukan seminggu sekali.
Peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan alat
gali cadangan untuk penggalian granit. Adapun peralatan yang digunakan
dalam pengupasan top soil adalah:
68

Bulldozer
Back Hoe
Dump truck

4.5 Jadwal Rencana Produksi dan Umur Tambang


Untuk mencapai target produksi tahunan sampai akhir tahun penambangan
(10 tahun), maka jadwal produksi granit PT Timbul Jaya Sejahtera dapat dilihat
pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4
Rencana jadwal produksi granit per tahun
TAHUN Target Produksi
(Cadangan Terbukti)
(Ton)
1 600.000
2 600.000
3 600.000
4 600.000
5 600.000
6 600.000
7 600.000
8 600.000
9 600.000
10 600.000
TOTAL 6.000.000

4.6 Rencana Penanganan Granit yang Belum Terpasarkan


Kualitas produksi siap jual dapat dipenuhi dengan teknik penambangan
selektif. Granit yang belum terpasarkan direncanakan akan disimpan di stockpile
untuk keperluan konstruksi perusahaan tambang atau daerah sekitar lingkungan
penambangan yang akan direklamasi nantinya.

4.7 Rencana Pemanfaatan Granit


Granit dari hasil kegiatan penambangan PT Timbul Jaya Sejahtera akan
dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri, dimana pasar dalam negeri
cenderung dimanfaatkan sebagai bahan baku konstruksi.
69

4.8 Rencana Penanganan Sisa Cadangan yang Belum Tergalikan


PT Timbul Jaya Sejahtera saat ini merencanakan penambangan
menggunakan sistem tambang terbuka. Sisa cadangan granit yang tak terambil
secara teknis dan ekonomis tidak dapat diambil karena kapabilitas perusahaan
untuk memproduksi produk (maksimal 50.000 ton/bulan), sehingga sisa cadangan
ini akan ditinggal dahulu (diarsipkan) hingga pada masa kedepan izin dapat di
perbaharui.