Anda di halaman 1dari 26

Standar Audit

SA 570

Kelangsungan Usaha

SA paket 500.indb 1 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

STANDAR AUDIT 570


KELANGSUNGAN USAHA

(Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang
dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari 2013 (untuk Emiten),
atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas selain Emiten). Penerapan dini
dianjurkan untuk entitas selain Emiten.)

DAFTAR ISI
Paragraf
Pendahuluan
Ruang Lingkup.................................................................... 1
Asumsi Kelangsungan Usaha ............................................ 2
Tanggung Jawab Penilaian atas Kemampuan
Entitas untuk Mempertahankan
Kelangsungan Usahanya . ............................................ 3–7
Tanggal Efektif .................................................................... 8
Tujuan ...................................................................................... 9
Ketentuan
Prosedur Penilaian Risiko dan Aktivitas Terkait.................. 10–11
Pengevaluasian atas Penilaian Manajemen........................ 12–14
Periode setelah Penilaian Manajemen................................ 15
Prosedur Audit Tambahan ketika Peristiwa atau
Kondisi Teridentifikasi .................................. ….........… 16
Kesimpulan Audit dan Pelaporan........................................ 17
Penggunaan Asumsi Kelangsungan Usaha sudah
Tepat, tetapi Terdapat suatu Ketidakpastian Material.... 18–20
Penggunaan Asumsi Kelangsungan Usaha
yang tidak Tepat............................................................. 21
Keengganan Manajemen untuk Membuat atau
Memperluas Penilaiannya.............................................. 22
Komunikasi dengan Pihak yang
Bertanggung Jawab atas Tata Kelola............................ 23
Penundaan Signifikan dalam Persetujuan
atas Laporan Keuangan................................................. 24
Materi Penerapan dan Penjelasan Lain
Asumsi Kelangsungan Usaha............................................. A1
Prosedur Penilaian Risiko dan Aktivitas Terkait.................. A2–A6
Pengevaluasian atas Penilaian Manajemen........................ A7–A12
Periode setelah Penilaian Manajemen................................ A13–A14

ii

SA paket 500.indb 2 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

Prosedur Audit Tambahan ketika Peristiwa atau


Kondisi Teridentifikasi.................................... .............… A15–A18
Kesimpulan Audit dan Pelaporan........................................ A19
Penggunaan Asumsi Kelangsungan Usaha Sudah
Tepat, tetapi Terdapat suatu Ketidakpastian Material . . A20–A24
Penggunaan Asumsi Kelangsungan Usaha
yang tidak Tepat............................................................. A25–A26
Keengganan Manajemen untuk Membuat atau
Memperluas Penilaiannya.............................................. A27

Standar Audit (“SA”) 570, “Kelangsungan Usaha” harus dibaca dalam


hubungannya dengan SA 200, “Tujuan Keseluruhan Auditor Independen
dan Pelaksanaan Audit Berdasarkan Standar Audit.”

iii

SA paket 500.indb 3 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

iv

SA paket 500.indb 4 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 Pendahuluan
2
3 Ruang Lingkup
4 1. Standar Audit (“SA”) ini mengatur tanggung jawab auditor
5 dalam audit atas laporan keuangan yang berkaitan dengan
6 penggunaan asumsi kelangsungan usaha oleh manajemen
7 dalam penyusunan laporan keuangan.
8
9 Asumsi Kelangsungan Usaha
10 2. Berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, suatu entitas
11 dipandang bertahan dalam bisnis untuk masa depan yang
12 dapat diprediksi. Laporan keuangan bertujuan umum disusun
13 atas suatu basis kelangsungan usaha, kecuali manajemen
14 bermaksud untuk melikuidasi entitas atau menghentikan
15 operasinya, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain
16 melakukan tindakan tersebut di atas. Laporan keuangan
17 bertujuan khusus yang dapat atau belum tentu disusun
18 sesuai dengan suatu kerangka pelaporan keuangan yang
19 relevan dengan basis kelangsungan usaha (sebagai contoh,
20 basis kelangsungan usaha tidak relevan untuk beberapa
21 laporan keuangan yang disusun berdasarkan suatu basis
22 pajak dalam yurisdiksi tertentu). Ketika penggunaaan asumsi
23 kelangsungan usaha tidak tepat, aset dan liabilitas dicatat atas
24 dasar entitas akan mampu untuk merealisasikan asetnya dan
25 melunasi liabilitasnya dalam kegiatan normal bisnisnya. (Ref:
26 Para. A1)
27
28 Tanggung Jawab Penilaian atas Kemampuan Entitas untuk
29 Mempertahankan Kelangsungan Usahanya
30 3. Beberapa kerangka pelaporan keuangan mengandung
31 suatu ketentuan eksplisit bagi manajemen untuk membuat
32 suatu penilaian spesifik atas kemampuan entitas untuk
33 mempertahankan kelangsungan usahanya, serta standar
34 tentang hal-hal yang dipertimbangkan dan pengungkapan
35 yang akan dibuat dalam hubungannya dengan kelangsungan
36 usaha. Sebagai contoh, Pernyataan Standar Akuntansi
37 Keuangan (“PSAK”) No. 1 (Revisi 2009), ”Penyajian Laporan
38 Keuangan,” mensyaratkan manajemen untuk membuat suatu
39 penilaian atas kemampuan entitas dalam mempertahankan
40
41
42

SA 570.1

SA paket 500.indb 1 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 kelangsungan usahanya.1 Ketentuan detail tentang tanggung


2 jawab manajemen untuk menilai kemampuan entitas dalam
3 mempertahankan kelangsungan usahanya dan pengungkapan
4 yang terkait dalam laporan keuangan juga dapat ditetapkan
5 dalam peraturan perundang-undangan.
6
7 4. Dalam kerangka pelaporan keuangan lain, kemungkinan tidak
8 terdapat ketentuan eksplisit bagi manajemen untuk membuat
9 suatu penilaian spesifik tentang kemampuan entitas dalam
10 mempertahankan kelangsungan usahanya. Namun, karena
11 asumsi kelangsungan usaha merupakan suatu prinsip yang
12 fundamental dalam penyusunan laporan keuangan seperti
13 yang dibahas dalam paragraf 2, penyusunan laporan keuangan
14 mengharuskan manajemen untuk menilai kemampuan entitas
15 dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, bahkan
16 ketika kerangka pelaporan keuangan tidak mencakup suatu
17 ketentuan eksplisit untuk melakukan hal tersebut.
18
19 5. Penilaian manajemen atas kemampuan entitas untuk
20 mempertahankan kelangsungan usahanya melibatkan suatu
21 pertimbangan, pada suatu waktu tertentu, tentang hasil
22 peristiwa atau kondisi masa depan yang tidak pasti secara
23 inheren. Faktor-faktor berikut ini adalah relevan dengan
24 pertimbangan tersebut:
25 • Tingkat ketidakpastian yang terkaitan dengan hasil suatu
26 peristiwa atau kondisi meningkatkan secara signifikan
27 hasil yang terjadi. Untuk alasan tersebut, kebanyakan
28 kerangka pelaporan keuangan yang mencantumkan
29 secara eksplisit adanya keharusan suatu penilaian oleh
30 manajemen menyebutkan periode kapan manajemen
31 diharuskan untuk mempertimbangkan seluruh informasi
32 yang tersedia.
33 • Ukuran dan kompleksitas entitas, sifat dan kondisi
34 bisnisnya, serta tingkat keterpengaruhannya oleh faktor
35 eksternal, memengaruhi pertimbangan tentang hasil
36 peristiwa atau kondisi.
37 • Setiap pertimbangan tentang masa depan didasarkan
38 atas informasi yang tersedia ketika pertimbangan
39 dilakukan. Peristiwa setelah tanggal pelaporan dapat
40
41
42 PSAK No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan Keuangan.”
1

SA 570.2

SA paket 500.indb 2 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 menghasilkan keluaran yang tidak konsisten dengan


2 pertimbangan yang wajar ketika pertimbangan tersebut
3 dilakukan.
4
5 Tanggung Jawab Auditor
6 6. Tanggung jawab auditor adalah untuk memperoleh bukti audit
7 yang cukup dan tepat tentang ketepatan penggunaan asumsi
8 kelangsungan usaha oleh manajemen dalam penyusunan dan
9 penyajian laporan keuangan, dan untuk menyimpulkan apakah
10 terdapat suatu ketidakpastian material tentang kemampuan
11 entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
12 Tanggung jawab ini ada bahkan ketika kerangka pelaporan
13 keuangan tidak mencantumkan secra eksplisit adanya
14 keharusan bagi manajemen untuk membuat suatu penilaian
15 spesifik atas kemampuan entitas dalam mempertahankan
16 kelangsungan usahanya.
17
18 7. Namun, seperti yang dijelaskan dalam SA 200,2 pengaruh
19 potensial dari keterbatasan inheren atas kemampuan auditor
20 untuk mendeteksi kesalahan penyajian material adalah lebih
21 besar untuk peristiwa atau kondisi di masa depan yang dapat
22 menyebabkan suatu entitas untuk berhenti mempertahankan
23 kelangsungan usahanya. Auditor tidak dapat memprediksi
24 peristiwa atau kondisi di masa depan tersebut. Oleh karena
25 itu, ketiadaan pengacuan pada ketidakpastian kelangsungan
26 usaha dalam suatu laporan auditor tidak dapat dipandang
27 sebagai suatu jaminan atas kemampuan entitas untuk
28 mempertahankan kelangsungan usahanya.
29
30 Tanggal Efektif
31 8. SA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk
32 periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari
33 2013 (untuk Emiten), atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas
34 selain Emiten).  Penerapan dini dianjurkan untuk entitas selain
35 Emiten.
36
37
38
39
40 SA 200, “Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Audit
2

41 Berdasarkan Standar Audit,” paragraf A51-A52.


42

SA 570.3

SA paket 500.indb 3 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 Tujuan
2
3 9. Tujuan auditor adalah:
4 (a) Untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
5 tentang ketepatan penggunaan asumsi kelangsungan
6 usaha oleh manajemen dalam penyusunan laporan
7 keuangan;
8 (b) Untuk menyimpulkan, berdasarkan bukti audit yang
9 diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material
10 yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat
11 menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
12 entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya;
13 dan
14 (c) Untuk menentukan dampak terhadap laporan auditor.
15
16
17 Ketentuan
18
19 Prosedur Penilaian Risiko dan Aktivitas Terkait
20 10. Ketika melakukan prosedur penilaian risiko seperti yang
21 diharuskan oleh SA 315,3 auditor harus mempertimbangkan
22 apakah terdapat peristiwa atau kondisi yang dapat
23 menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan entitas
24 untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Dalam
25 melakukan hal tersebut, auditor harus menentukan apakah
26 manajemen telah melakukan suatu penilaian awal atas
27 kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan
28 usahanya, dan: (Ref: Para. A2-A5)
29 (a) Jika penilaian tersebut telah dilakukan, maka auditor
30 harus mendiskusikan penilaian tersebut dengan
31 manajemen dan menentukan apakah manajemen telah
32 mengidentifikasi peristiwa atau kondisi yang, baik secara
33 individual maupun secara kolektif, dapat menyebabkan
34 keraguan signifikan atas kemampuan entitas dalam
35 mempertahankan kelangsungan usahanya dan, jika
36 demikian, rencana manajemen untuk menghadapinya;
37 atau
38
39
40
41 SA 315, “Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian Material
3

42 Melalui Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya,” paragraf 5.

SA 570.4

SA paket 500.indb 4 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 (b) Jika penilaian tersebut belum dilakukan, maka auditor harus


2 mendiskusikan dengan manajemen basis penggunaan
3 asumsi kelangsungan usaha yang dimaksudkan, dan
4 meminta keterangan kepada manajemen apakah terdapat
5 peristiwa atau kondisi yang, baik secara individual atau
6 secara kolektif, dapat menyebabkan keraguan signifikan
7 atas kemampuan entitas untuk mempertahankan
8 kelangsungan usahanya.
9
10 11. Auditor harus tetap waspada selama audit terhadap bukti audit
11 atas peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan
12 signifikan atas kemampuan entitas unutk mempertahankan
13 kelangsungan usahanya. (Ref: Para. A6)
14
15 Pengevaluasian atas Penilaian Manajemen
16 12. Auditor harus mengevaluasi penilaian manajemen atas
17 kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan
18 usahanya. (Ref: Para. A7–A9, A11–A12)
19
20 13. Dalam mengevaluasi penilaian manajemen atas kemampuan
21 entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,
22 auditor harus mencakup periode yang sama seperti yang
23 digunakan oleh manajemen untuk membuat penilaiannya
24 seperti yang disyaratkan oleh kerangka pelaporan keuangan
25 yang berlaku, atau oleh peraturan perundang-undangan jika
26 periode yang dicakup merupakan suatu periode yang lebih
27 lama. Jika penilaian manajemen atas kemampuan entitas untuk
28 mempertahankan kelangsungan usahanya mencakup suatu
29 periode yang kurang dari dua belas bulan dari tanggal laporan
30 keuangan sebagaimana yang didefinisikan dalam SA 560,4
31 maka auditor harus meminta manajemen untuk memperluas
32 periode penilaiannya menjadi sekurang-kurangnya dua belas
33 bulan dari tanggal tersebut. (Ref: Para. A10-A12)
34
35 14. Dalam mengevaluasi penilaian manajemen, auditor harus
36 mempertimbangkan apakah penilaian manajemen mencakup
37 seluruh informasi relevan yang diketahui oleh auditor
38 berdasarkan hasil audit yang dilakukannya.
39
40
41
42 SA 560, “Peristiwa Kemudian,” paragraf 5(a).
4

SA 570.5

SA paket 500.indb 5 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 Periode Setelah Penilaian Manajemen


2 15. Auditor harus menanyakan kepada manajemen tentang
3 pengetahuan manajemen atas peristiwa atau kondisi setelah
4 periode penilaian manajemen yang dapat menyebabkan
5 keraguan signifikan atas kemampuan entitas untuk
6 mempertahankan kelangsungan usahanya. (Ref: Para. A13–
7 A14)
8
9 Prosedur Audit Tambahan Ketika Peristiwa atau Kondisi
10 Teridentifikasi
11 16. Ketika peristiwa atau kondisi telah diidentifikasi yang dapat
12 menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan entitas
13 untuk mempertahankan kelangsungan usahanya, auditor
14 harus memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
15 menentukan apakah terdapat suatu ketidakpastian material
16 melalui pelaksanaan prosedur audit tambahan, termasuk
17 pertimbangan atas faktor-faktor yang memitigasi. Prosedur
18 tersebut harus mencakup: (Ref: Para. A15)
19 (a) Jika manajemen belum melakukan suatu penilaian
20 atas kemampuan entitas untuk mempertahankan
21 kelangsungan usahanya, maka auditor meminta
22 manajemen untuk melakukan penilaian tersebut.
23 (b) Mengevaluasi rencana manajemen atas tindakan di masa
24 depan yang berkaitan dengan penilaian kelangsungan
25 usaha entitas, apakah hasil rencana tersebut kemungkinan
26 memperbaiki situasi, dan apakah rencana manajemen
27 layak dilaksanakan sesuai dengan kondisinya. (Ref: Para.
28 A16)
29 (c) Jika entitas telah membuat suatu prakiraan arus kas, dan
30 analisis atas prakiraan tersebut merupakan suatu faktor
31 yang signifikan dalam mempertimbangkan hasil masa
32 depan dari peristiwa atau kondisi dalam mengevaluasi
33 rencana manajemen atas tindakan di masa depan, maka
34 auditor: (Ref: Para. A17-A18)
35 (i) Mengevaluasi keandalan data yang melandasi
36 penyusunan prakiraan tersebut; dan
37 (ii) Menentukan apakah terdapat dukungan yang cukup
38 untuk asumsi yang melandasi prakiraan tersebut.
39 (d) Mempertimbangkan apakah setiap fakta atau informasi
40 tambahan telah tersedia sejak tanggal dilakukannya
41 penilaian tersebut oleh manajemen.
42

SA 570.6

SA paket 500.indb 6 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 (e) Meminta representasi tertulis dari manajemen dan, jika


2 relevan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
3 tentang rencana mereka untuk tindakan di masa depan
4 dan kelayakan rencana tersebut.
5
6 Kesimpulan Audit dan Pelaporan
7 17. Berdasarkan bukti audit yang diperoleh, auditor harus
8 menyimpulkan apakah, menurut pertimbangan auditor,
9 terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan
10 peristiwa atau kondisi yang, baik secara individual maupun
11 kolektif, dapat menyebabkan keraguan signifikan atas
12 kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan
13 usahanya. Suatu ketidakpastian material terjadi ketika
14 signifikansi dampak potensialnya dan kemungkinan terjadinya
15 adalah sedemikian rupa yang, menurut pertimbangan
16 auditor, pengungkapan yang tepat atas sifat dan implikasi
17 ketidakpastian tersebut diperlukan untuk: (Ref: Para. A19)
18 (a) Dalam hal kerangka penyajian laporan keuangan wajar:
19 penyajian yang wajar atas laporan keuangan, atau
20 (b) Dalam hal kerangka kepatuhan, laporan keuangan tidak
21 menyesatkan.
22
23 Penggunaan Asumsi Kelangsungan Usaha sudah Tepat, tetapi
24 Terdapat suatu Ketidakpastian Material
25 18. Jika auditor menyimpulkan bahwa penggunaan asumsi
26 kelangsungan usaha sudah tepat sesuai dengan kondisinya,
27 tetapi terdapat suatu ketidakpastian material, maka auditor
28 harus menentukan apakah laporan keuangan:
29 (a) Menjelaskan secara memadai peristiwa atau kondisi
30 utama yang dapat menyebabkan keraguan signifikan
31 atas kemampuan entitas untuk mempertahankan
32 kelangsungan usahanya dan rencana manajemen untuk
33 menghadapi peristiwa atau kondisi tersebut; dan
34 (b) Mengungkapkan secara jelas bahwa terdapat
35 ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau
36 kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan
37 atas kemampuan entitas untuk mempertahankan
38 kelangsungan usahanya dan, oleh karena itu, entitas
39 tersebut kemungkinan tidak mampu unutk merealisasikan
40 asetnya dan melunasi liabilitasnya dalam kegiatan bisnis
41 normal. (Ref: Para. A20)
42

SA 570.7

SA paket 500.indb 7 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 19. Jika pengungkapan yang memadai dicantumkan dalam


2 laporan keuangan, maka auditor harus menyatakan suatu
3 opini tanpa modifikasian dan mencantumkan suatu paragraf
4 Penekanan Suatu Hal dalam laporan auditor untuk:
5 (a) Menekankan keberadaan suatu ketidakpastian material
6 yang berkaitan dengan peristiwa atau kondisi yang dapat
7 menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
8 entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya;
9 dan
10 (b) Mengarahkan perhatian pada catatan atas laporan
11 keuangan yang mengungkapkan hal-hal yang dirujuk
12 dalam paragraf 18.5 (Ref: Para. A21–A22)
13
14 20. Jika pengungkapan yang memadai tidak dicantumkan dalam
15 laporan keuangan, maka auditor harus menyatakan suatu
16 opini wajar dengan pengecualian atau opini tidak wajar, sesuai
17 dengan kondisinya, berdasarkan SA 705.6 Auditor harus
18 menyatakan dalam laporan auditor bahwa terdapat suatu
19 ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan
20 signifikan atas kemampuan entitas untuk mempertahankan
21 kelangsungan usahanya. (Ref: Para. A23–A24)
22
23 Penggunaan Asumsi Kelangsungan Usaha yang tidak Tepat
24 21. Jika laporan keuangan telah disusun berdasarkan suatu basis
25 kelangsungan usaha, tetapi menurut pertimbangan auditor,
26 penggunaan asumsi kelangsungan usaha dalam laporan
27 keuangan oleh manajemen adalah tidak tepat, maka auditor
28 harus menyatakan suatu opini tidak wajar. (Ref: Para. A25–
29 A26)
30
31 Keengganan Manajemen untuk Membuat atau Memperluas
32 Penilaiannya
33 22. Jika manajemen tidak mau membuat atau memperluas
34 penilaiannya bila diminta untuk melakukan hal itu oleh auditor,
35 maka auditor harus mempertimbangkan implikasinya terhadap
36 laporan auditor. (Ref: Para. A27)
37
38
39
40 SA 706, “Paragraf Penekanan Suatu Hal dan Paragraf Hal Lain dalam Laporan
5

41 Auditor Independen.”
42 SA 705, “Modifikasi terhadap Opini dalam Laporan Auditor Independen.”
6

SA 570.8

SA paket 500.indb 8 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata


2 Kelola
3 23. Kecuali jika semua pihak yang bertanggung jawab atas
4 tata kelola terlibat dalam pengelolaan entitas, 7 auditor
5 harus mengomunikasikan dengan pihak yang bertanggung
6 jawab atas tata kelola, peristiwa atau kondisi yang mungkin
7 menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuan
8 entitas dalam mempertahankan kelangsungan usahanya.
9 Komunikasi seperti itu dengan pihak yang bertanggung jawab
10 atas tata kelola harus meliputi hal-hal berikut:
11 (a) Apakah peristiwa atau kondisi merupakan suatu
12 ketidakpastian material;
13 (b) Apakah penggunaan asumsi kelangsungan usaha
14 sudah tepat dalam penyusunan dan penyajian laporan
15 keuangan; dan
16 (c) Kecukupan pengungkapan terkait dalam laporan
17 keuangan.
18
19 Penundaan Signifikan dalam Persetujuan atas Laporan
20 Keuangan
21 24. Jika terjadi penundaan signifikan dalam persetujuan atas
22 laporan keuangan oleh manajemen atau pihak yang
23 bertanggung jawab atas tata kelola setelah tanggal laporan
24 keuangan, maka auditor harus menanyakan alasan penundaan
25 tersebut. Jika auditor meyakini bahwa penundaan tersebut
26 mungkin terkait dengan peristiwa atau kondisi yang berkaitan
27 dengan penilaian kelangsungan usaha, maka auditor harus
28 melakukan prosedur audit tambahan, seperti yang dijelaskan
29 dalam paragraf 16, serta mempertimbangkan pengaruhnya
30 terhadap kesimpulan auditor tentang keberadaan suatu
31 ketidakpastian material, seperti yang dijelaskan dalam
32 paragraf 17.
33
34 ***
35
36
37
38
39
40
41 SA 260, “Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola,”
7

42 paragraf 13.

SA 570.9

SA paket 500.indb 9 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 Materi Penerapan dan Penjelasan Lain


2
3 Asumsi Kelangsungan Usaha (Ref: Para. 2)
4 Pertimbangan Spesifik atas Entitas Sektor Publik
5 A1. Penggunaan asumsi asumsi kelangsungan usaha oleh
6 manajemen juga relevan bagi entitas sektor publik. Sebagai
7 contoh, Standar Akuntansi Sektor Publik 1 (“SASP”)
8 mengatur isu tentang kemampuan entitas sektor publik
9 untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.8 Risiko
10 kelangsungan usaha dapat timbul, tetapi tidak terbatas pada,
11 situasi yang di dalamnya entitas sektor publik beroperasi
12 atas basis mencari keuntungan, yang dukungan pemerintah
13 mungkin dikurangi atau ditarik, atau dalam hal privatisasi.
14 Peristiwa atau kondisi dapat menyebabkan keraguan signifikan
15 atas kemampuan suatu entitas untuk mempertahankan
16 kelangsungan usahanya dalam sektor publik dapat mencakup
17 situasi yang di dalamnya entitas sektor publik mengalami
18 kekurangan pendanaan untuk melanjutkan eksistensinya
19 atau ketika keputusan kebijakan dibuat yang memengaruhi
20 layanan yang disediakan oleh entitas sektor publik tersebut.
21
22 Prosedur Penilaian Risiko dan Aktivitas Terkait
23 Peristiwa atau Kondisi yang dapat Menyebabkan Keraguan tentang
24 Asumsi Kelangsungan Usaha
25 A2. Di bawah ini disajikan contoh-contoh peristiwa atau kondisi
26 yang, baik secara individual maupun secara kolektif,
27 dapat menyebabkan keraguan signifikan tentang asumsi
28 kelangsungan usaha. Daftar tersebut bukan merupakan suatu
29 daftar lengkap dan satu atau lebih unsur-unsur di bawah ini
30 tidak selalu menandakan terjadinya suatu ketidakpastian
31 material:
32 Keuangan:
33 • Posisi liabilitas bersih atau liabilitas lancar bersih.
34 • Pinjaman dengan waktu pengembalian tetap mendekati
35 jatuh temponya tanpa prospek yang realistis atas
36 pembaruan atau pelunasan; atau pengandalan yang
37 berlebihan pada pinjaman jangka pendek untuk
38 mendanai aset jangka panjang.
39 • Indikasi penarikan dukungan keuangan oleh kreditor.
40
41
42 Standar Akuntansi Sektor Publik 1, “Penyajian Laporan Keuangan.”
8

SA 570.10

SA paket 500.indb 10 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 • Arus kas operasi yang negatif, yang diindikasikan oleh


2 laporan keuangan historis atau prospektif.
3 • Rasio keuangan utama yang buruk.
4 • Kerugian operasi yang substansial atau penurunan
5 signifikan dalam nilai aset yang digunakan untuk
6 menghasilkan arus kas.
7 • Dividen yang sudah lama terutang atau yang tidak
8 berkelanjutan.
9 • Ketidakmampuan untuk melunasi kreditur pada tanggal
10 jatuh tempo.
11 • Ketidakmampuan untuk mematuhi persyaratan perjanjian
12 pinjaman.
13 • Perubahan transaksi dengan pemasok, yaitu dari transaksi
14 kredit menjadi transaksi tunai ketika pengiriman.
15 • Ketidakmampuan untuk memperoleh pendanaan untuk
16 pengembangan produk baru yang esensial atau investasi
17 esensial lainnya.
18
19 Operasi:
20 • Intensi manajemen untuk melikuidasi entitas atau untuk
21 menghentikan operasinya.
22 • Hilangnya manajemen kunci tanpa pengggantian.
23 • Hilangnya suatu pasar utama, pelanggan utama, wara
24 laba, lisensi, atau pemasok utama.
25 • Kesulitan tenaga kerja.
26 • Kekurangan penyediaan barang/bahan.
27 • Munculnya kompetitor yang sangat berhasil.
28
29 Lain-lain:
30 • Ketidakpatuhan terhadap ketentuan permodalan atau
31 ketentuan statutori lainnya.
32 • Perkara hukum yang dihadapi entitas yang jika berhasil
33 dapat mengakibatkan tuntutan kepada entitas yang
34 kemungkinan kecil dapat dipenuhi oleh entitas.
35 • Perubahan dalam peraturan perundang-undangan
36 atau kebijakan pemerintah yang diperkirakan akan
37 memberikan dampak buruk bagi entitas.
38 • Kerusakan aset yang diakibatkan oleh bencana alam
39 yang tidak diasuransikan atau kurang diasuransikan.
40
41 Signifikansi peristiwa atau kondisi tersebut di atas sering
42 kali dapat dimitigasi oleh faktor-faktor lain. Sebagai contoh,

SA 570.11

SA paket 500.indb 11 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 pengaruh dari ketidakmampuan suatu entitas untuk melunasi


2 utangnya secara utang normal dapat diimbangi dengan
3 rencana manajemen untuk memelihara arus kas yang cukup
4 melalui cara-cara alternatif, seperti melalui penjualan aset,
5 penjadwalan kembali pelunasan pinjaman, atau pemerolehan
6 modal tambahan. Sama halnya, hilangnya pemasok utama
7 dapat dimitigasi dengan ketersediaan sumber pasokan
8 alternatif yang sesuai.
9
10 A3. Prosedur penilaian risiko yang diharuskan dalam paragraf 10
11 membantu auditor untuk menentukan apakah penggunaan
12 asumsi kelangsungan usaha oleh manajemen kemungkinan
13 merupakan suatu isu penting dan dampaknya terhadap
14 perencanaan audit. Prosedur tersebut juga memungkinkan
15 pembahasan dengan manajemen yang lebih tepat waktu,
16 termasuk pembahasan tentang rencana manajemen dan
17 resolusi setiap isu kelangsungan usaha yang teridentifikasi.
18
19 Pertimbangan Spesifik bagi Entitas yang Lebih Kecil
20 A4. Ukuran suatu entitas dapat memengaruhi kemampuannya
21 untuk melewati kondisi buruk. Entitas kecil mungkin dapat
22 merespons dengan cepat terhadap pemanfaatan peluang,
23 tetapi mungkin tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk
24 mempertahankan operasinya.
25
26 A5. Kondisi dengan relevansi tertentu yang ada pada entitas
27 kecil mencakup risiko bahwa bank dan kreditur lainnya
28 dapat menghentikan dukungannya terhadap entitas, serta
29 kemungkinan kehilangan pemasok utama, pelanggan utama,
30 karyawan kunci, atau hak untuk beroperasi di bawah suatu
31 lisensi, waralaba, atau perjanjian hukum lainnya.
32
33 Tetap Waspada Selama Audit untuk Bukti Audit tentang Peristiwa
34 atau Kondisi (Ref: Para. 11)
35 A6. SA 315 mengharuskan auditor untuk merevisi penilaian risiko
36 auditor dan oleh karena itu, memodifikasi prosedur audit
37 lebih lanjut ketika bukti audit tambahan diperoleh selama
38 pelaksanaan audit yang memengaruhi penilaian risiko auditor.9
39 Jika peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan
40
41
42 SA 315, paragraf 31.
9

SA 570.12

SA paket 500.indb 12 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 signifikan atas kemampuan entitas untuk mempertahankan


2 kelangsungan usahanya teridentifikasi setelah penilaian
3 risiko auditor dilakukan, sebagai tambahan atas pelaksanaan
4 prosedur dalam paragraf 16, penilaian auditor atas resiko
5 kesalahan penyajian material kemungkinan perlu direvisi.
6 Keberadaan peristiwa atau kondisi tersebut juga dapat
7 memengaruhi sifat, waktu, dan luas prosedur audit lebih lanjut
8 dalam merespons risiko yang dinilai. SA 33010 menetapkan
9 ketentuan dan menyediakan panduan atas isu ini.
10
11 Pengevaluasian atas Penilaian Manajemen
12 Penilaian dan Analisis Pendukung Manajemen, serta
13 Pengevaluasian Auditor (Ref: Para. 12)
14 A7. Penilaian manajemen atas kemampuan entitas untuk
15 mempertahankan kelangsungan usahanya merupakan suatu
16 bagian utama dari pertimbangan auditor atas penggunaan
17 asumsi kelangsungan usaha oleh manajemen.
18
19 A8. Bukan merupakan tanggung jawab auditor untuk mengoreksi
20 kekurangan analisis yang dilakukan oleh manajemen. Namun,
21 dalam beberapa kondisi, kekurangan analisis detail oleh
22 manajemen untuk mendukung penilaiannya belum tentu dapat
23 mencegah auditor dalam menyimpulkan apakah penggunaan
24 asumsi kelangsungan usaha oleh manajemen sudah tepat
25 sesuai dengan kondisinya. Sebagai contoh, ketika terdapat
26 suatu riwayat usaha yang menghasilkan laba dan suatu akses
27 yang tersedia terhadap sumber daya keuangan, manajemen
28 dapat melakukan penilaiannya tanpa analisis detail. Dalam
29 hal ini, pengevaluasian auditor atas ketepatan penilaian
30 manajemen dapat dilakukan tanpa melakukan prosedur
31 pengevaluasian detail jika prosedur audit lebih lanjut sudah
32 cukup untuk memungkinkan auditor dalam menyimpulkan
33 apakah penggunaan asumsi kelangsungan usaha oleh
34 manajemen dalam penyusunan laporan keuangan sudah
35 tepat sesuai dengan kondisinya.
36
37 A9. Dalam kondisi lain, pengevaluasian terhadap penilaian oleh
38 manajemen atas kemampuan entitas untuk mempertahankan
39 kelangsungan usahanya, sebagaimana yang diharuskan oleh
40
41
42 SA 330, “Respons Auditor Terhadap Risiko yang Telah Dinilai.”
10

SA 570.13

SA paket 500.indb 13 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 paragraf 12, dapat mencakup suatu evaluasi atas manajemen


2 proses yang dilakukan setelah proses penilaian, asumsi yang
3 mendasari penilaian tersebut dan rencana manajemen atas
4 tindakan di masa depan, dan apakah rencana manajemen
5 tersebut layak sesuai dengan kondisinya.
6
7 Periode Penilaian Manajemen (Ref: Para. 13)
8 A10. Kebanyakan kerangka pelaporan keuangan yang
9 mengharuskan suatu penilaian manajemen yang eksplisit
10 menyebutkan periode kapan manajemen diharuskan untuk
11 memperhitungkan seluruh informasi yang tersedia.11
12
13 Pertimbangan Spesifik Bagi Entitas yang Lebih Kecil (Ref: Para. 12–13)
14 A11. Dalam banyak kasus, manajemen entitas yang lebih kecil
15 belum tentu telah menyiapkan suatu penilaian detail atas
16 kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan
17 usahanya, tetapi sebagai penggantinya, kemungkinan
18 manajemen mengandalkan pengetahuannya yang mendalam
19 tentang bisnis dan prospek di masa depan yang diantisipasi.
20 Namun, berdasarkan ketentuan SA ini, auditor perlu untuk
21 mengevaluasi penilaian manajemen atas kemampuan
22 entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
23 Bagi entitas yang lebih kecil, kemungkinan tepat bagi
24 auditor untuk mendiskusikan pendanaan jangka menengah
25 dan jangka panjang entitas dengan manajemen, selama
26 argumen manajemen dapat dikoroborasi oleh bukti yang
27 dapat didokumentasi secara memadai dan konsisten dengan
28 pemahaman auditor atas entitas. Oleh karena itu, ketentuan
29 dalam paragraf 13 yang mengharuskan auditor untuk meminta
30 manajemen untuk memperluas penilaiannya dapat, sebagai
31 contoh, dipenuhi melalui diskusi, pengajuan pertanyaan, dan
32 inspeksi terhadap dokumentasi pendukung, sebagai contoh,
33 pengevaluasian terhadap kelayakan atau keterdukungan bukti
34 atas pesanan yang diterima untuk pasokan di masa depan.
35
36 A12. Dukungan yang berkelanjutan oleh pemilik-pengelola
37 sering kali penting bagi kemampuan entitas yang lebih kecil
38
39
Sebagai contoh, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 (Revisi 2009),
11
40
“Penyajian Laporan Keuangan”, mendefinisikan hal ini sebagai suatu periode
41 yang sekurang-kurangnya, tetapi tidak terbatas pada, 12 bulan sejak akhir
42 periode pelaporan.

SA 570.14

SA paket 500.indb 14 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika


2 suatu entitas kecil sebagian besar didanai dengan suatu
3 pinjaman dari pemilik-pengelola, kemungkinan penting
4 bahwa dana tersebut tidak ditarik oleh pemilik-pengelola.
5 Sebagai contoh, keberlanjutan suatu entitas kecil dalam
6 kesulitan keuangan mungkin bergantung pada dilakukannya
7 subordinasi pinjaman entitas oleh pemilik-pengelola yang
8 menguntungkan pihak bank pemberi pinjaman atau kreditur
9 lainnya, atau dilakukannya penjaminan oleh pemilik-pengelola
10 untuk mendukung pinjaman dengan cara memberikan aset
11 pribadinya sebagai jaminan. Dalam kondisi tersebut, auditor
12 dapat memperoleh bukti terdokumentasi atas subordinasi atau
13 penjaminan pinjaman oleh pemilik-pengelola. Ketika suatu
14 entitas bergantung pada dukungan tambahan dari pemilik-
15 pengelola, auditor dapat mengevaluasi kemampuan pemilik-
16 pengelola dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan
17 pengaturan dukungan tersebut. Selain itu, auditor dapat
18 meminta konfirmasi tertulis tentang persyaratan dan kondisi
19 yang mendasari dukungan tersebut serta intensi atau
20 pemahaman pemilik-pengelola atas pengaturan dukungan
21 tersebut.
22
23 Periode Setelah Penilaian Manajemen (Ref: Para. 15)
24 A13. Seperti yang diharuskan dalam paragraf 11, auditor tetap
25 waspada terhadap kemungkinan adanya peristiwa yang
26 diketahui, baik yang terjadwal maupun yang tidak terjadwal,
27 atau kondisi yang akan terjadi setelah periode penilaian
28 yang digunakan oleh manajemen yang dapat menimbulkan
29 pertanyaan tentang ketepatan penggunaan asumsi
30 kelangsungan usaha oleh manajemen dalam penyusunan
31 laporan keuangan. Oleh karena tingkat ketidakpastian yang
32 terkait dengan hasil suatu peristiwa atau kondisi meningkat
33 seiring dengan berjalannya waktu, dalam mempertimbangkan
34 peristiwa atau kondisi lebih lanjut di masa depan, maka
35 indikasi atas isu-isu kelangsungan usaha perlu bersifat
36 signifikan sebelum auditor perlu mempertimbangkan untuk
37 melakukan tindakan lebih lanjut. Jika peristiwa atau kondisi
38 teridentifikasi, maka auditor kemungkinan perlu untuk meminta
39 manajemen untuk mengevaluasi signifikansi potensial dari
40 peristiwa atau kondisi tersebut sehubungan dengan penilaian
41 manajemen atas kemampuan entitas untuk mempertahankan
42

SA 570.15

SA paket 500.indb 15 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 kelangsungan usahanya. Dalam kondisi tersebut, prosedur


2 dalam paragraf 16 berlaku.
3
4 A14. Selain menanyakan kepada manajemen, auditor tidak memiliki
5 tanggung jawab untuk melakukan prosedur audit lainnya
6 untuk mengidentifikasi peristiwa atau kondisi yang dapat
7 menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan entitas
8 untuk mempertahankan kelangsungan usahanya setelah
9 periode yang dinilai oleh manajemen, yang, sebagaimana
10 dibahas dalam paragraf 13, mencakup sekurang-kurangnya
11 12 bulan sejak tanggal laporan keuangan.
12
13 Prosedur Audit Tambahan Ketika Peristiwa atau Kondisi
14 Teridentifikasi (Ref: Para.16)
15 A15. Prosedur audit yang relevan dengan ketentuan dalam paragraf
16 16 dapat mencakup hal-hal sebagai berikut:
17 • Menganalisis dan membahas arus kas, laba, dan
18 prakiraan relevan lainnya dengan manajemen.
19 • Menganalisis dan membahas laporan keuangan interim
20 terakhir entitas yang tersedia.
21 • Membaca persyaratan perjanjian pinjaman dan
22 menentukan apakah terdapat pelanggaran persyaratan
23 tersebut.
24 • Membaca risalah rapat pemegang saham, pihak yang
25 bertanggung jawab atas tata kelola, dan komite-komite
26 yang relevan untuk mengetahui adanya kesulitan
27 pendanaan.
28 • Menanyakan penasihat hukum entitas tentang
29 keberadaan litigasi dan klaim, serta kewajaran penilaian
30 oleh manajemen tentang hasil dan estimasi dampak
31 keuangan dari litigasi dan klaim tersebut.
32 • Mengonfirmasi keberadaan, legalitas, dan kemampuan
33 penegakan dari pengaturan untuk menyediakan atau
34 memelihara dukungan keuangan dari pihak berelasi
35 dan pihak ke tiga, serta menilai kemampuan keuangan
36 dari pihak-pihak tersebut dalam menyediakan dan
37 tambahan.
38 • Mengevaluasi rencana entitas untuk menghadapi
39 pesanan pelanggan yang tidak dapat dipenuhi.
40 • Melakukan prosedur audit atas peristiwa yang terjadi
41 setelah tanggal pelaporan untuk mengidentifikasi
42 peristiwa-peristiwa yang memitigasi atau memengaruhi

SA 570.16

SA paket 500.indb 16 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 kemampuan entitas untuk mempertahankan


2 kelangsungan usahanya.
3 • Mengonfirmasi eksistensi, persyaratan, dan kecukupan
4 fasilitas pinjaman.
5 • Memperoleh dan mereviu laporan-laporan tentang
6 tindakan badan pengatur.
7 • Menentukan kecukupan bukti pendukung atas
8 penghapusan aset yang direncanakan.
9
10 Pengevaluasian atas Rencana Manajemen untuk Tindakan di Masa
11 Depan (Ref: Para. 16(b))
12 A16. Pengevaluasian atas rencana manajemen untuk tindakan di
13 masa depan dapat mencakup pengajuan pertanyaan kepada
14 manajemen tentang rencana manajemen untuk tindakan
15 di masa depan, termasuk, sebagai contoh, rencana untuk
16 melikuidasi aset, meminjam dana atau merestrukturisasi
17 utang, mengurangi atau menunda pembelanjaan, atau
18 meningkatkan permodalan.
19
20 Periode atas Penilaian Manajemen (Ref: Para. 16(c))
21 A17. Sebagai tambahan atas prosedur yang diharuskan dalam
22 paragraf 16(c), auditor dapat membandingkan:
23 • Informasi keuangan prospektif untuk periode lalu terkini
24 dengan hasil historis; dan
25 • Informasi keuangan prospektif untuk periode kini
26 dengan hasil yang telah dicapai sampai dengan tanggal
27 dilakukannya prosedur ini.
28
29 A18. Ketika asumsi manajemen mencakup dukungan yang
30 berkelanjutan dari pihak ketiga, baik melalui subordinasi
31 pinjaman, komitmen untuk memelihara atau menyediakan
32 pendanaan tambahan, atau penjaminan, dan dukungan
33 tersebut penting bagi kemampuan suatu entitas untuk
34 mempertahankan kelangsungan usahanya, auditor mungkin
35 perlu mempertimbangkan untuk meminta konfirmasi tertulis
36 (termasuk persyaratan dan kondisi) dari pihak ketiga tersebut
37 dan untuk memperoleh bukti tentang kemampuan pihak
38 ketiga tersebut dalam menyediakan dukungan tersebut.
39
40 Kesimpulan Audit dan Pelaporan (Ref: Para. 17)
41 A19. Frasa “ketidakpastian material” digunakan dalam Standar
42 Akuntansi Keuangan No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian

SA 570.17

SA paket 500.indb 17 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 Laporan Keuangan” dalam membahas ketidakpastian


2 yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat
3 menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan entitas
4 untuk mempertahankan kelangsungan usahanya yang harus
5 diungkapkan dalam laporan keuangan. Dalam beberapa
6 kerangka pelaporan keuangan lain, frasa “ketidakpastian
7 signifikan” digunakan dalam kondisi serupa.
8
9 Penggunaan Asumsi Kelangsungan Usaha sudah Tepat, tetapi
10 Terdapat suatu Ketidakpastian Material
11 Kecukupan Pengungkapan Ketidakpastian Material (Ref: Para. 18)
12 A20. Penentuan kecukupan pengungkapan laporan keuangan
13 dapat melibatkan penentuan apakah informasi tersebut secara
14 eksplisit membawa perhatian pembaca pada kemungkinan
15 bahwa entitas tidak dapat merealisasikan asetnya dan
16 melunasi liabilitasnya dalam kegiatan bisnis normal.
17
18 Pelaporan Audit ketika Pengungkapan Ketidakpastian Material
19 Sudah Memadai (Ref: Para.19)
20 A21. Berikut ini merupakan suatu ilustrasi paragraf penekanan
21 ketika auditor meyakini bahwa pengungkapan dalam laporan
22 keuangan sudah memadai:
23
24 Paragraf Penekanan Suatu Hal
25 Tanpa menyatakan pengecualian atas pendapat kami, kami
26 membawa perhatian Saudara pada Catatan X atas laporan
27 keuangan yang mengindikasikan bahwa Perusahaan
28 mengalami rugi bersih sebesar Rpxx untuk tahun yang
29 berakhir pada tanggal 31 Desember 20X1 dan, pada tanggal
30 tersebut, liabilitas lancar Perusahaan melampaui total asetnya
31 sebesar Rpyy. Kondisi tersebut, bersama dengan hal-hal lain
32 sebagaimana dijelaskan dalam Catatan X, mengindikasikan
33 adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan
34 keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk
35 mempertahankan kelangsungan usahanya.
36
37 A22. Dalam situasi yang melibatkan ketidakpastian material
38 multipel yang signifikan terhadap laporan keuangan secara
39 keseluruhan, auditor dapat menganggapnya sebagai hal
40 yang tepat dalam kondisi yang sangat jarang untuk tidak
41 menyatakan pendapat, dan tidak menggunakan paragraf
42 penekanan. SA 705 menyediakan panduan tentang hal ini.

SA 570.18

SA paket 500.indb 18 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 Pelaporan Audit Bila Pengungkapan Ketidakpastian Material Tidak


2 Memadai (Ref: Para. 20)
3 A23. Berikut ini disajikan suatu ilustrasi tentang paragraf-paragraf
4 yang relevan bila suatu opini wajar dengan pengecualian
5 dinyatakan:
6
7 Basis untuk Opini Wajar dengan Pengecualian
8 Perjanjian pendanaan Perusahaan telah jatuh tempo dan
9 jumlah yang terutang harus dilunasi pada tanggal 19 Maret
10 20X1. Perusahaan masih belum mampu untuk menegosiasi
11 kembali atau memperoleh pendanaan pengganti. Situasi ini
12 mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang
13 dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
14 Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,
15 dan oleh karena itu, Perusahaan kemungkinan tidak dapat
16 merealisasikan asetnya dan melunasi liabilitasnya dalam
17 kegiatan bisnis normal. Laporan keuangan (dan catatan atas
18 laporan keuangan terkait) tidak mengungkapan fakta tersebut
19 sepenuhnya.
20
21 Opini Wajar dengan Pengecualian
22 Menurut pendapat kami, kecuali untuk pengungkapan yang
23 tidak lengkap atas informsi yang dirujuk dalam paragraf Basis
24 untuk Opini Wajar dengan Pengecualian, laporan keuangan
25 menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
26 posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 20X0,
27 serta kinerja keuangan dan arus kas terkait untuk tahun
28 yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar
29 Akuntansi Keuangan di Indonesia.
30
31 A24. Berikut ini disajikan suatu ilustrasi tentang paragraf-paragraf
32 yang relevan bila suatu opini tidak wajar dinyatakan:
33
34 Basis untuk Opini Tidak Wajar
35 Perjanjian pendanaan Perusahaan sudah jatuh tempo dan
36 jumlah yang terutang harus dilunasi pada tanggal 31 Desember
37 20X0. Perusahaan masih belum mampu untuk menegosiasi
38 kembali atau memperoleh pendanaan pengganti, dan sedang
39 mempertimbangkan untuk menyatakan pailit. Peristiwa tersebut
40 mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang
41 dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
42 Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,

SA 570.19

SA paket 500.indb 19 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

1 dan oleh karena itu, Perusahaan kemungkinan tidak dapat


2 merealisasikan asetnya dan melunasi lialibilitasnya dalam
3 kegiatan bisnis normal. Laporan keuangan (dan catatan
4 atas laporan keuangan terkait) tidak mengungkapkan fakta
5 tersebut.
6
7 Opini Tidak Wajar
8 Menurut pendapat kami, karena tidak diungkapkannya
9 informasi yang dirujuk dalam paragraf Basis untuk Opini
10 Tidak Wajar, laporan keuangan tidak menyajikan secara
11 wajar posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember
12 20X0, serta kinerja keuangan dan arus kas terkait untuk tahun
13 yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar
14 Akuntansi Keuangan di Indonesia.
15
16 Penggunaan Asumsi Kelangsungan Usaha yang tidak Tepat
17 (Ref: Para. 21)
18 A25. Jika laporan keuangan telah disusun dengan menggunakan
19 basis kelangsungan usaha tetapi, menurut pertimbangan
20 auditor, penggunaan asumsi kelangsungan usaha dalam
21 laporan keuangan oleh manajemen tidak tepat, maka ketentuan
22 dalam paragraf 21 berlaku bagi auditor untuk menyatakan
23 suatu opini tidak wajar, tanpa memperhatikan apakah
24 laporan keuangan mencantumkan atau tidak mencantumkan
25 pengungkapan tentang ketidaktepatan pengggunaan asumsi
26 kelangsungan usaha oleh manajemen.
27
28 A26. Jika manajemen entitas diharuskan, atau memilih, untuk
29 menyusun laporan keuangan ketika penggunaan asumsi
30 kelangsungan usaha tidak tepat dengan kondisinya, maka
31 laporan keuangan disusun dengan menggunakan suatu
32 basis alternatif (sebagai contoh, basis likuidasi). Auditor dapat
33 melaksanakan audit atas laporan keuangan tersebut selama
34 auditor menentukan bahwa basis alternatif tersebut merupakan
35 suatu kerangka pelaporan keuangan yang dapat diterima
36 dalam kondisi tersebut. Auditor juga dapat menyatakan suatu
37 opini tanpa modifikasian atas laporan keuangan tersebut
38 selama terdapat pengungkapan yang memadai dalam laporan
39 keuangan tersebut, tetapi dapat mempertimbangkan sebagai
40 suatu hal yang tepat atau perlu untuk mencantumkan suatu
41 paragraf penekanan dalam laporan auditor untuk membawa
42

SA 570.20

SA paket 500.indb 20 8/18/2015 10:27:58 AM


Kelangsungan Usaha

1 perhatian pengguna laporan keuangan pada basis alternatif


2 tersebut dan alasan penggunaannya.
3
4 Keengganan Manajemen untuk Membuat atau Memperluas
5 Penilaiannya (Ref: Para. 22)
6 A27. Dalam kondisi tertentu, auditor dapat meyakini bahwa perlu
7 meminta manajemen untuk membuat atau memperluas
8 penilaiannya. Jika manajemen tidak bersedia untuk melakukan
9 hal tersebut, maka auditor dapat menyatakan suatu opini
10 wajar dengan pengecualian atau opini tidak menyatakan
11 pendapat dalam laporan auditor, karena tidak mungkin bagi
12 auditor untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
13 tentang penggunaan asumsi kelangsungan usaha dalam
14 penyusunan laporan keuangan, seperti bukti audit tentang
15 adanya rencana yang telah disiapkan oleh manajemen atau
16 adanya faktor-faktor mitigasi lainnya.
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

SA 570.21

SA paket 500.indb 21 8/18/2015 10:27:58 AM


Standar Audit

22

SA paket 500.indb 22 8/18/2015 10:27:58 AM