Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

TEORI EKONOMI TE MAKRO II


KURVA IS DALAM PASAR BARANG DAN JASA

Penulis
Nama : Hendri Saputra
NPM : 1711021021
Jurusan : IESP

Mata Kuliah : T.E. MAKRO II (EBE 616302)


Dosen Pengampu : Prof. S.S.P. Pandjaitan,S.E.,M.Sc.,Ph.D.

ILMU EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018/2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT. karena berkat dan karunianya,
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini disusun
dengan tujuan agar mahasiswa ataupun para pembaca dapat menambah wawasan
tentang Ilmu ekonomi makro yang dapat diterapakan dalam kehidupan sehari hari.
Dalam menulis makalah ini, saya memahami masih banyak kekurangan dan
kekeliruan, baik pada teknis penulisan ataupun pada materi. Oleh karenanya,
kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat saya perlukan demi
penulisan makalah selanjutnya yang lebih baik.
Semoga makalah ini dapat berguna sebagai penambah wawasan ilmu pengetahuan
sehingga mampu menghadapi masalah atau kesulitan yang timbul dalam
mempelajari ilmu ekonomi makro.

Bandar Lampung, 15 November 2018

Hendri Saputra

2
DAFTAR ISI
Halaman
COVER…………………………………………………………………………...1
KATA PENGANTAR............................................................................................2

DAFTAR ISI...........................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................5
1.3 Tujuan..........................................................................................................5

BAB II ISI
2.1 Perpotongan Keynes.....................................................................................6
2.1.1 Pengeluaran Yang Direncanakan........................................................7
2.1.2 Perekonomian Dalam Ekuilibrium......................................................9
2.1.3 Kebijakan Fiskal dan Pengganda: Belanja Pemerintah.......................9
2.1.4 Kebijakan Fiskal dan Pengganda: Pajak...........................................11
2.2 Tingkat Bunga, Investasi, dan Kurva IS....................................................11
2.3 Kebijakan Fiskal menggeser kurva IS........................................................12

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman mengakibatkan terus meningkatnya

kebutuhan hidup manusia, manusia dituntut untuk lebih cerdas dan kreatif demi

dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidup yang tidak terbatas sedangkan sumber

daya yang terbatas. Pada hakikatnya, sebagai mahluk social, manusia tidak bisa

memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sendiri tanpa memerlukan orang lain

dalam memproduksi semua kebutuhan yang beraneka ragam dan tidak terbatas.

Oleh karena itulah banyak perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang dan

jasa untuk pemenuhan kebutuhan hidup seluruh manusia. Keadaan tersebut

menimbulkan adanya pasar barang, yaitu tempat dimana bertemunya penjual dan

pembeli untuk melakukan transaksi barang dan jasa tertentu. Pasar barang sangat

diperlukan dalam berjalannya sebuah perekonomian. Dalam pasar barang terdapat

komponen komponen lain,seperti pembelian pemerintah, investasi, dan tabungan

dapat mempengaruhi pasar barang yang dapat digambarkan melalui kurva IS.

4
1.2 Rumusan Masalah

Adapun masalah dalam topik makalah ini, yakni:

1. Apa yang dimaksud dengan pasar barang dan kurva IS ?


2. Bagaiman perpotongan Keynes yang dapat mempengaruhi kurva IS?
3. Bagaimana hubungan tingkat bunga, investasi, dan kurva IS?
4. Bagaimana kebijakan fiscal mempengaruhi kurva IS?

1.3 Tujuan

Adapun Tujuan dalam topik makalah ini yakni:

1. Mengetahui apa yang dimaksud pasar barang dan kurva IS.


2. Mengetahui bagaimana perpotongan Keynes yang dapat mempengaruhi

kurva IS.
3. Mengetahui bagaimana hubungan tingkat bunga, investasi, dan kurva IS.
4. Mengetahuibagaimana kebijakan fiscal dapat menggeser kurva IS?

BAB II

5
ISI

Pasar barang adalah suatu sarana bertemunya penjual dan pembeli secara

langsung maupun tidak langsung untuk melakukan suatu kegiatan jual beli

(transaksi) barang dan jasa.contoh pasar baraang adalah pasar kopi,pasar karet,dan

pasar kain. Kurva IS adalah kurva yang menggambarkan keseimbangan antara

pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) pada pasar barang. IS berasal dari

investasi dan tabungan ( saving).

2.1 Perpotongan Keynes

Dalam bukunya Keynes “The General Theory” menyatakan bahwa pendapatan

total perekonomian dalam jangka pendek sangat ditentukan oleh keinginan rumah

tangga, perusahaan, dan pemerintah dalam membelanjakan pendapatannya.

Semakin banyak orang mengeluarkan pendapatannya, semakin banyak perusahaan

dalam menjual barang dan jasa, maka output yang diproduksi oleh perusahaan

juga menjadi bertambah banyak, sehingga membutukan pekerja yang lebih

banyak. Dapat disimpulkan, masalah selama masa resesi dan depresi, menurut

Keynes yaitu adalah Pengeluaran yang tidak cukup. Perpotongan Keynes adalah

sebuah model dari pandangan ini.

Dalam M. Gregory Mankiw : model Keynesian adalah interpretasi paling mudah

dari teori pendapatan nasional Keynes dan merupakan krangka untuk model IS-

LM yang lebih kompleks dan realistis.

6
Perpotongan Keynes berguna karena menunjukkan bagaimana rencana

pengeluaran rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah menentukan pendapatan

perekonomian. Tetapi, perpotongan Keynes membuat asumsi yang

menyederhanakan bahwa tingkat investasi yang direncanakan I adalah tetap.

2.1.1 Pengeluaran yang direncanakan

pengeluaran actual (actual atau expost expenditure) dan pengeluaran yang

direncanakan (plained atau axante expenditure). Pengeluaran actual adalah jumlah

uang yang benar-benar (expost) dikeluarkan oleh rumah tangga konsumen,

perusahaan dan sector pemerintah untuk membeli barang dan jasa. Dengan,

demikian, pengeluaran actual ini adalah sama dengan jumlah output nasional atau

produk domestic bruto (GDP), atau pendapatan nasional Y sebagaimana

ditunjukkan dalam identitas perhitungan pendapatan nasional.

Pengeluarann Aktual = GDP = Y

Pengeluaran yang direncanakan adalah jumlah uang yang diharapkan, diinginka

atau diperkirakan akan dikeluarkan oleh sector rumah tangga, perusahaan, dan

sector pemerintah untuk membeli barang dan jasa. Dengan asumsi perekonomian

adalah tertutup, maka pengeluaran yang direncanakan dapat dirumuskan secara

lebih operasional sebagai jumlah pengeluaran konsumsi sector rumah tangga. (C),

pengeluaran investasi sector perusahaan (I), dan pengeluaran konsumsi

pemerintah (G) yang diharapkan atau diperkirakan akan terjadi. Jadi pengeluaran

yang direncanakan tidak lain adalah permintaan agregat (AD) yang diharapkan

atau diperkirakan dari suatu perekonomian.

7
Dengan asumsi perekonomian tertutup, ekspor neto adalah nol, sbb:

Dimana, E adalah pengeluarkan yang direncanakan, C adalah konsumsi, I adalah

investasi yang direncanakan, dan G adalah belanja pemerintah.

Jika ditambahkan fungsi konsumsi

Diasumsikan investasi yang direncanakan sebagai tetap secara eksogen

Diasumsikan bahwa kebijakan fiscal yaitu tingkat pembelian dan pajak adalah

tetap. Sehingga diperoleh persamaan berikut:

Persamaan ini menunjukkan bahwa pengeluaran yang direncanakan adalah fungsi

pendapatan Y, tingkat investasi yang direncanakan I̅ , dan variable kebijakan fiskal

G̅ dan T̅.

Pengeluaran Pengeluaran yang direncanakan


yang
direncanakan, E= C(Y-TT)+IT+GT
E

MPC

$1

Pendapatan, outpout, Y

Gambar di atas menunjukkan pengeluaran yang direncanakan sebagai fungsi dari

tingkat pendapatan. Garis miring keatas karena pendapatan yang lebih tinggi

8
menyebabkan konsumsi yang lebih tinggi. Kemiringan garis ini merupakan

kecenderungan mengkonsumsi marjinal (MPC) yang menunjukkan berapa banyak

pengeluaran yang direncanakan meningkat ketika pendapatan meningkat $1.

Fungsi pengeluaran yang direncanakan ini yang disebut perpotongan Keynes.

2.1.2 Perekonomian dalam Ekuilibrium

perekonomian berada dalam keseimbangan (equilibrium) ketika pengeluaran

aktual sama dengan pengeluaran yang direncanakan. Asumsi ini didasarkan pada

gagasan bahwa ketika rencana orang-orang telah direalisasikan, mereka tidak

mempunyai alasan untuk mengubah apa yang mereka lakukan. Mengingat Y

sebagai GDP aktual tidak hanya pendapatan total tetapi juga pengeluaran total atas

barang dan jasa, sehingga dapat ditulis kondisi keseimbangan sebagai :

Pengeluaran Aktual / Y = Pengeluaran Yang Direncanakan / E

Dapat disimpulkan, kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan

tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk

barang dan jasa. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan

permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kanan. Perubahan-

perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi permintaan terhadap barang

dan jasa menggeser kurva IS ke kiri.

2.1.3 Kebijakan fiskal dan pengganda: Belanja Pemerintah

9
Pengganda belanja pemerintah menyatakan seberapa besar pendapatan meningkat

ketika belanja pemerintah naik sebesar $1. Implikasi dari perpotongan Keynes

adalah pengganda belanja pemerintah lebih besar dari $1.

Pengganda belanja pemerintah adalah

ΔY/ΔG = 1+MPC+MPC2+MPC3+...

ΔY/ΔG = 1/(1-MPC)

Pengeluaran, E Pengeluaran Aktual


Pengeluaran yang
B direncanakan
E1=Y1
ΔG
ΔY 1. Kenaikan G
menggeser
E2=Y2 A pengeluaran
yang
direncanakan ke
atas

45°
E1=Y1 E2=Y2 Pendapatan,o
ΔY
utput, Y

2...yang meningkatkan
pendapatan ekuilibrium

Gambar di atas menunjukan Kenaikan belanja pemerintah sebesar ΔG

meningkatkan pengeluaran yang direncanakan sebesar jumlah itu untuk semua

tingkat pendapatan.keseimbangan bergeser dari titk A ke titik B, dan pendapatan

meningkat dari Y1 ke Y2. Kenaikan pendapatan ΔY melebihi kenaikan belanja

10
pemerintah. Jadi, kebijakan fiskal memiliki dampak pengganda terhadap

pendapatan.

2.1.4 Kebijakan Fiskal dan Pengganda: Pajak

Pengganda pajak(tax multiplier) terhadap pendapatan adalah jumlah perubahan

pendapatan yang disebabkan oleh perubahan sebesar $1 dalam pajak.

ΔY/ΔT = -MPC/(1-MPC)

. Pengurangan pajak dalam perpotongan Keynesian. Pengurangan pajak sebesar

ΔT meningkatkan pengeluaran yang direncanakan sebesar MPCxΔT untuk setiap

pendapatan. Kurva dalam ekuilibrium bergerak ke kanan atas dan pendapatan

meningkat dari Y1 ke Y2

2.2 Interaksi antaraTingkat bunga, Investasi, dan Kurva IS

Hubungan makroekonomi yang penting adalah bahwa investasi yang

direncanakan tergantung pada tingkat bunga r. Maka dapat ditulis: I= I(r)

Untuk menentukan bagaimana pendapatan berubah ketia tingkat bunga berubah,

dapat dikombinasikan fungsi investasi dengan diagram perpotongan Keynesian.

Karena investasi berhubungan terbalik dengan tingkat bunga, maka kenaikan

tingkat bunga r1 ke r2 mengurangi jumlah investasi dari I(r1) ke I(r2). Pengurangan

investasi yang direncanakan, akan menggeser fungsi pengeluaran yang

direncanakan kebawah. Pergeseran dalam fungsi pengeluaran menyebabkan

tingkat pendapatan turun dari Y1 ke Y2 dan kenaikan tingkat bunga mengurangi

pendapatan. Kurva IS meringkas hubungan antara tingkat bunga dan tingkat

pendapatan. Kurva IS mengkombinasikan interaksi antara r dan I yang

11
ditunjukkan oleh fungsi investasi dan interaksi antara I dan Y yang ditunjukkan

oleh perpotongan Keynesian. Karena kenaikan tingkat bunga menyebabkan

investasi yang direncanakan turun, yang sebaliknya menyebabkan pendapatan

turun, maka kurva IS miring ke bawah. 3..yang menggeser


pengeluaran yang Pengeluaran
direncanakan aktual
kebawah..
Pengeluaran
(b) Perpotongan yang
Keynesian direncanaka
n

ΔI

45°
(a) Fungsi Investasi
Y2 Y1 Pendapatan,
Tingkat Pengeluara output, Y
bunga, r n, E
Tingkat
4..dan mengurangi
bunga, r
1. Kenaikan pendapatan.
tingkat bunga..
r1 r1
(c) Kurva IS
r2
r2
ΔI I(r) IS
I(r2) I(r1) Investasi, I Y2 Y1 Pendapatan,
output, Y
2. Mengurangi investasi 5. Kurva IS meringkas perubahan
yang direncanakan,.. ekuilibrium pasar barang ini.

2.3 Kebijakan fiskal menggeser kurva IS


Kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang
konsisten dengan ekuilibrium dalam pasar brang dan jasa. Kurva IS digambar
untuk kebijakan fiskal tertentu. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang

12
meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS kekanan.
Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi permintaan
terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS kekiri.

(a) Perpotongan Keynes Pengeluaran


aktual Pengeluaran yang
Pengeluaran, E
direncanakan
Y2 1. Kenaikan pembelian
2..yang pemerintah menggeser
meningkatkan pengeluaran yang
pendapatan Y1
direncanakan sebesar ΔG
sebesar 45°
Y1 Y2 Pendapatan, output, Y
Tingkat
bunga, r
3..dan menggeser kurva IS ke

kanan sebesar
rr
(b) Kurva IS
IS2
IS1
Y1 Y2 Pendapatan, output, Y

13
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang

konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk barang dan jasa. Perubahan-

perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan permintaan terhadap barang

dan jasa menggeser kurva IS ke kanan. Perubahan-perubahan dalam kebijakan

fiskal yang mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS

ke kiri. Kurva IS memiliki kemiringan negatif karena tingkat suku bunga yang

lebih tinggi menurunkan pengeluaran investasi, yang pada gilirannya menurunkan

permintaan agregat serta tingkat pendapatan keseimbangan.

Kurva IS melandai kebawah karena keluaran dan suku bunga memiliki hubungan

berbanding terbalik di pasar barang: Apabila keluaran meningkat maka akan lebih

banyak uang yang ditabung, yang artinya suku bunga haruslah diturunkan untuk

mendorong investasi yang cukup sehingga sepantaran dengan tabungan. Kita

mengetahui bahwa dalam pasar barang ada tingkat ekuilibrium output (pendapatn)

agregat (Y) untuk tiap nilai tingkat bunga (r). untuk nilai r tertentu, kita bisa

menentukan nilai ekuilibrium Y. Nilai ekuilibrium Y turun ketika r naik dan naik

ketika r turun. Oleh sebab itu, ada hubungan negative antara ekuilibrium Y dengan

(r).

14
DAFTAR PUSTAKA

Mankiw, N. Greorgy. 2003. Teori Makroekonomi: Edisi kelima. Jakarta:Erlangga.


Fair, Ray C., dan Karl E. Case. 2007. Prinsip-Prinsip Ekonomi: Jilid 2. Jakarta:
Erlangga.
Sadono, Sukirno.1994.Pengantar Ekonomi Makro. PT. Grasindo Persada. Jakarta.

15