Anda di halaman 1dari 22

MASA REFORMASI

Nadiah Thahirah Ar

DECEMBER 1, 2016
TAHUN AJARAN 2016 - 2017
SMA NEGER KHUSUS JENEPONTO
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga saya berhasil menyelesaikan makalah
ini yang Alhamdulillah selesai tepat pada waktunya yang berjudul “MASA
REFORMASI”.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran dari guru dan teman-teman yang bersifat membangun , selalu saya
harapkan demi lebih baiknya makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga
Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita.

Jeneponto,1 Desember 2016

Nadiah Thahirah Ar
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………………………………………i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………………………………….ii
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG………………………………………………………………………………………………………………………….1
B. RUMUSAN MASALAH………………………………………………………………………………………………………………….2
C. TUJUAN…………………………………………………………………………………………………………………………………………….2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan tujuan masa pemerintahan reformasi……………………………………………………….…3
B. Agenda masa pemerintahan reformasi……………………………………………………………………………………..3
C. Kelebihan dan kekurangan pada masa reformasi…………………………………………………………………..5
D. Kelebihan dan kekurangan dari 4 rezim yang memerintah pada masa reformasi…………5
E. Kebijakan – kebijakan yang di lakukan pemerintahan 4 rezim untuk mewujudkan
tujuan dari reformasi…………………………………………………………………………………………………………………...7
F. Faktor – factor yang mendorong munculnya reformasi…………………………………………….…………14
G. Kronologi munculnya reformasi…………………………………………………………………………………………………..15
H. Sistematika pelaksanaan UUD 1945 pada masa reformasi sampai
sekarang…………………………………………………………………………………………………………………………………………..15
I. Sistem pemerintahan pada masa reformasi………………………………………………………………………….…16
J. Perkembangan politik dan ekonomi pada masa reformasi…………………………………………………...
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..….16
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN………………………………………………………………………………………………………………………….……….18
B. SARAN………………………………………………………………………………………………………………………………………..…….18
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………………….……………..19
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MUNCULNYA REFORMASI:

Krisis finalsial Asia yang terjadi sejak tahun 1997 menyebabkan ekonomi Indonesia melemah.
Keadaan memburuk. Adanya sistem monopoli di bidang perdagangan, jasa, dan usaha. Pada masa orde
baru, orang-orang dekat dengan pemerintah akan mudah mendapatkan fasilitas dan kesempatan
bahkan mampu berbuat apa saja demi keberhasilan usahanya.Terjadi krisis moneter. Krisis tersebut
membawa dampak yang luas bagi kehidupan manusia dan bidang usaha. Banyak perusahaan yang
ditutup sehimgga terjadi PHK dimana-mana dan menyebabkan amgka pengangguran meningkat tajam
serta muncul kemiskinan dimana-mana dan krisis perbankan. KKN semakin merajarela, ketidak adilan
dalam bidang hukum, pemerintahan orde baru yang otoriter (tidak demokrasi) dan tertutup,
besarnya peranan militer dalam orde baru, adanya 5 paket UU serta memunculkan demonstrasi yang
digerakkan oleh mahsiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan ekonomi dan
reformasi total. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998.
Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yaitu meninggalnya empat mahasiswa Universitas
Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya
Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Keempat mahasiswa yang gugur tersebut
kemudian diberi gelar sebagai “ Pahlawan reformasi”. Menanggapi aksi reformasi tersebut, presiden
soeharto berjanji akan mereshuffle cabinet pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Selain itu
juga akan membentuk Komite Reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU
Susduk MPR, DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi. Dalam perkembangannya, komite
reformasi belum bisa terbentuk karenan empat belas menteri menolak untuk diikutsertakan dalam
Kabinet Reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan presiden Soeharto mundur dari
jabatannya. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 presiden Soeharto mengundurkan diri dari
jabatannya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie.
Peristiwa ini menandai dimulainya orde reformasi.
 Bidang politik
Munculnya reformasi di bidang politik disebabkan oleh adanya KKN, ketidakadilan dalam
bidang hukum, pemerintahan orde baru yang otoriter (tidak demokratis) dan tertutup, besarnya
peranan militer dalam orde baru, adanya 5 paket UU serta munculnya demo mahasiswa yang
menginginkan pembaharuan di segala bidang.
 Bidang ekonomi
Munculnya reformasi di bidang ekonomi disebabkan oleh adanya sistem monopoli di bidang
perdagangan, jasa, dan usaha. Pada masa orde baru, orang-orang yang dekat dengan pemerintah akan
mudah mendapatkan fasilitas dan kesempatan, bahkan mampu berbuat apa saja demi keberhasilan
usahanya.
Selain itu juga disebabkan oleh krisis moneter. Krisis tersebut membawa dampak yang luas bagi
kehidupan manusia dan bidang usaha. Banyak perusahaan yang ditutup sehingga terjadi PHK dimana-
mana dan menyebabkan angka pengangguran meningkat tajam serta muncul kemiskinan dimana-mana
dan krisis perbankan.
Hal-hal tersebut membuat perlu dilakukannya tindakan-tindakan yang cepat dan tepat untuk
mengatasinya.
 Bidang sosial
Krisis ekonomi dan politik pada masa pemerintahan orde baru berdampak pada kehidupan
sosial di Indonesia. Muncul peristiwa pembunuhan dukun santet di Situbondo, perang saudara di
Ambon, peristiwa Sampit, beredar luasnya narkoba, meningkatnya kejahatan, pembunuhan, pelacuran.
Hal tersebut membuat diperlukannya tindakan yang cepat dan tepat.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian dan tujuan Masa Pemerintahan Reformasi?


2. Apa agenda Masa Pemerintahan Reformasi ?
3. Apa kelebihan dan kekurangan pemerintahan pada masa reformasi ?
4. Kelebihan dan kelemahan dari 4 rezim yang memerintah pada masa reformasi ?
5. Kebijakan – kebijakan yang dilakukan pemerintahan 4 rezim untuk mewujudkan tujuan dari
reformasi ?
6. Faktor –faktor apa saja yang mendorong munculnya Reformasi?
7. Bagaimana Kronologi munculnya reformasi ?
8. Bagaiman sistematika pelaksanaan UUD 1945 Pada masa Reformasi sampai sekarang?
9. Bagaimana sistem pemerintahan pada masa orde reformasi?
10. Bagaimana perkembangan politik dan ekonomi pada masa reformasi ?

C. TUJUAN

Dengan dibuatnya makalah ini kami berharap dapat mencapai tujuan yang kami inginkan yaitu,
dapat mempelajari dan memahami 4 rezim pemerintahan pada masa reformasi dan mengetahui lebih
rinci tentang masa reformasi dan sekaligus mengerjakan tugas yang diberikan guru sejarah (Bpk.
Fadjri, S.Pd)yang kami hormati.
Semoga makalah yang saya buat dapat memberikan manfaat kepada siswa-siswi SMA Negeri
Khusus Jeneponto, khususnya saya sendiri agar menjadi siswi yang lebih dapat menghargai nilai-nilai
dari sejarah Indonesia.
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan tujuan masa pemerintahan reformasi

1. Pengertian Reformasi

Reformasi merupakan suatu perubahan perikehidupan lama dengan tatanan perikehidupan baru yang
secara hukum menuju ke arah perbaikan. Gerakan reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun
1998 merupakan suatu gerakan untuk mengadakan pembaharuan dan prubahan terutama perbaikan
dalam bldang politik, sosial, ekonomi, hukum, dan pendidikan.

2. Tujuan Reformasi

Melihat situasi politik dan kondisi ekonomi yang semakin tidak terkendali, rakyat Indonesia
menjadi semakin kritis, bahwa Indonesia di bawah pemerintahan Orde Baru tidak berhasil
menciptakan negara yang makmur, adil, dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Atas
kesadaran itu, rakyat secara bersama-sama dengan dipelopori oleh mahasiswa dan para cendekiawan
mengadakan suatu gerakan yang dikenal dengan nama Gerakan Reformasi.
Tujuan gerakan reformasi secara umum adalah memperbarui tatanan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara dalam bidang ekonomi, politik, hukum, dan sosial agar sesuai dengan nilai-
nilai Pancasila dan UUD 1945. Secara khusus, tujuan gerakan reformasi, antara lain:
a. Reformasi politik bertujuan tercapainya demokratisasi.
b. Reformasi ekonomi bertujuan meningkatkan tercapainya masyarakat.
c. Reformasi hukum bertujuan tercapainya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
d. Reformasi sosial bertujuan terwujudkan integrasi bangsa Indonesia.

B. Agenda pemerintahan reformasi

Pada dasarnya agenda reformasi yang dituntut oleh mahasiswa meliputi reformasl politik, ekonomi,
dan hukum.
a. Agenda Reformasi Politik
Inti agenda reformasi politik adalah demokratisasi, mengembalikan dan melaksanakan kedaulatan
rakyat. Agenda reformasi politik yang dituntut mahasiswa antara lain:
1) Penghapusan lima paket undang-undang politik yang menimbulkan ketidakadilan, antara lain:
a) UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum.
b) UU No. 2 Tahun 1985 tentang Susunan, Kedudukan, Tugas dan Wewenang DPR/MPR.
c) UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partal Politik dan Golongan Karya.
d) UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum.
e) UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa.

2) Reformasi di bidang ideologi negara dan konstitusi.


3) Pemberdayaan DPR, MPR, DPRD maksudnya agar lembaga perwakilan rakyat benar-benar
melaksanakan fungsi perwakilannya sebagai aspek kedaulatan rakyat dengan langkah sebagai berikut:
a) Anggota DPR harus benar-benar dipilih dalam pemilu yang jurdil.
b) Perlu diadakan perubahan tata tertib DPR yang menghambat kinerja DPR.
c) Memperdayakan MPR.
d) Perlu pemisahan jabatan ketua MPR dengan DPR.

4) Reformasi lembaga kepresidenan dan kabinet meliputi hal-hal berikut:


a) Menghapus kewenangan khusus presiden yang berbentuk keputusan presiden dan instruksi
presiden.
b) Membatasi penggUnaan hak prerogatif.
c) Menyusun kode etik kepresidenan.

5) Pembaharuan kehidupan politik yaitu memperdayakan partai politik untuk menegakkan


kedaulatan rakyat dengan mengembangkan sistem multipartai yang demokratis tanpa intervensi
pemerintah.
6) Penyelenggaraan pemilu yang luber, jujur, dan adil
7) Birokrasi sipil mengarah pada terciptanya institusi birokrasi yang_netral dan profesional yang
tidak memihak.
8) Militer dan dwifungsi ABRI mengarah kepada mengurangi peran sosial politik secara bertahap
sampai akhirnya hilang sama sekali, sehingga ABRI berkonsentrasi pada fungsi hankam.
9) Sistem pemerintah daerah dengan sasaran memperdayakan otonomi daerah dengan asas
desentralisasi.
10) Terjaminnya kebebasan berbicara serta mengeluarkan pendapat bagi rakyat termasuk
kebebasan pers.

b. Agenda Reformasi Ekonomi

Ketidakadilan dalam bidang ekonomi menyebabkan tuntutan adanya reformasi ekonomi. Agenda
reformasi ekonomi, antara lain:

1) Penyehatan ekonomi dan kesejahteraan pada bidang perbankan, perdagangan, dan koperasi serta
pinjaman luar negeri untuk perbaikan ekonomi.
2) Penghapusan monopoli dan oligopoli dalam kegiatan ekonomi
3) Mencari solusi yang konstruktif dalam mengatasi utang luar negeri.
4) Penurunan harga-harga terutama harga sembilan pokok (sembako)
5) Menciptakan stabilitas nilai tukar rupiah untuk mencegah terjadinya krisis moneter.

c. Agenda Reformasi Hukum

Adanya ketidakadilan dalam peradilan menimbulkan tuntutan reformasi hukum. Agenda reformasi
hukum, antara lain:

1) Terciptanya keadilan hukum atas dasar hak asasi manusia (HAM).


2) Dibentuk peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan tuntutan reformasi.
3) Penegakan subpremasi hukum karena semua warga negara berkedudukan sama di dalam hukum
dan pemerintahan.

C. Kelebihan dan kelemahan pada masa reformasi


1.Kelebihan

1. Praktik Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (kkn) di kalangan para pejabat pemerintahan dan pengusaha
dalam kegiatan perekonomian nasoinal semakin banyak ditemukan bukti-buktinya.
2. Pemerintah tidak lagi otoriter dan terjadi demokratisasi di bidang politik
3. Peranan militer di dalam bidang politik pemerintahan terus dikurangi
2. Kekurangan

1. Timor Timur lepas dari wilayah republik indonesia


2. Konflik antar kelompok etnis bermunculan di berbagai daerah
3. adanya perangkapan jabatan yang membuat pejabat bersangkutan tidak dapat berkonsentrasi
penuh pada jabatan publik yang diembannya

D. Kelebihan dan kelemahan dari 4 rezim yang memerintah pada masa reformasi
1. Presiden Bj Habibie
- Kelebihan :

a. berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10.000 –
Rp 15.000.

b. memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian
dengan langkah-langkah sebagai berikut :

· Melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPNN dan unit
Pengelola Aset Negara

· Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah

· Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp. 10.000,00

· Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri

· Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF

· Mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang
Tidak Sehat

· Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen


- Kelemahan :

a. diakhir kepemimpinannya nilai tukar rupiah kembali meroket

b. tidak dapat meyakinkan investor untuk tetap berinvestasi di indonesia.

c. Kebijakan yang di lakukan tidak dapat memulihkan perekonomian indonesia dari krisis

2. Presiden Gusdur ( Abdurahman Wahid )

- Kelebihan :

a. Member kebebasan seluas2nya kepada setiap suku terutama tionghoa yang notabenenya
banyak berkecimpung di bidang ekonomi dengan seluas2nya

b. Berani bersikap dan tegas juga pada sektor-sektor ekonomi

- Kelemahan :

a. Keterbatasan fisik sehingga performa beliau dalam memimpin negeri ini kurang maksimal yang
berimbas pada bidang ekonomi

b. Seringnya melakukan perjalanan luar negeri sehingga dianggap menghamburkan APBN

3. Presiden Megawati Soekarno putri

- Kelebihan :

a. Menstabilkan fundamen ekonomi makro meliputi inflasi, BI rate, pertumbuhan ekonomi, kurs
rupiah terhadap dolar, angka kemiskinan.

b. Mulai melakukan pemberantasan KKN diantaranya dengan keberanian me -nusakambang- kan


dan memenjarakan kroni Soeharto (Tommy Soehato, Bob Hasan dan Probosutedjo) dan menangkap
konglomerat bermasalah Nurdin Halid. KPK didirikan pada masa pemerintahan megawati.

c. Berhasil menyehatkan perbankan nasional yang collapse setelah krisis ekonomi 1998 terbukti
dengan dibubarkan BPPN pada Februari 2004 yang telah selesai melaksanakan tugasnya. Hasilnya
bisa dirasakan saat ini perbankan nasional menjadi relative sehat

d. Indonesia berhasil keluar dari IMF pada tahun 2003 yang menandakan Indonesia sudah keluar
dari krisis ekonomi yg terjadi sejak tahun 1998 dan Indonesia yang lebih mandiri.
- Kelemahan :

a. Kurangnya pemahaman dalm bidang ekonomi sehingga keputusan yang di ambil tidak berpihak
kepada rakyat

b. Terdapat kepentingan ekonomi dan politik dibelakang pemerintahannya.

c. Dianggap gagal melaksanakan agenda reformasi dan tidak mampu mengatasi krisis bangsa

4. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

- Kelebihan :

a. Menaikkan gaji pegawai pemerintahan sehingga semakin makmur

b. Pro terhadap pemberantasan korupsi dengan dibentuknya KPK

c. Terjadi swasembada beras

- Kelemahan :

a. Lebih memihak investor luar negeri dibanding dengan rakyat

b. Masih belum secara tegas menghilangkan ketergantungan dengan negara luar untuk
menciptakan iklim yang berdikari.

E. Kebijakan – kebijakan pemerintahan 4 rezim pada masa reformasi

1. Masa pemerintahan B.J. Habibie:

A. Pengangkatan Habibie Menjadi Presiden Republik Indonesia


Setelah B.J. Habibie dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia pada tanggal 21 Mei 1998.
Tugas Habibie menjadi Presiden menggantikan Presiden Soeharto sangatlah berat yaitu berusaha
untuk mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997.
Habibie yang manjabat sebagai presiden menghadapi keberadaan Indonesia yang serba
parah, baik dari segi ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Langkah-langkah yang dilakukan oleh
Habibie adalah berusaha untuk dapat mengatasi krisis ekonomi dan politik. Untuk menjalankan
pemerintahan, Presiden Habibie tidak mungkin dapat melaksanakannya sendiri tanpa dibantu oleh
menteri-menteri dari kabinetnya.

Pada tanggal 22 Mei 1998, Presiden Republik Indonesia yang ketiga B.J. Habibie membentuk
kabinet baru yang dinamakan Kabinet Reformasi Pembangunan. Kabinet itu terdiri atas 16 orang
menteri, dan para menteri itu diambil dari unsur-unsur militer (ABRI), Golkar, PPP, dan PDI.

Dalam bidang ekonomi, pemerintahan Habibie berusaha keras untuk melakukan perbaikan.
Ada beberapa hal yang dilakukan oleh pemerintahan Habibie untuk meperbaiki perekonomian
Indonesia antaranya :
· Merekapitulasi perbankan
· Merekonstruksi perekonomian Indonesia.
· Melikuidasi beberapa bank bermasalah.
· Manaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hingga di bawah Rp.10.000,-
· Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang diisyaratkan oleh IMF.

Presiden Habibie sebagai pembuka sejarah perjalanan bangsa pada era reformasi
mangupayakan pelaksanaan politik Indonesia dalam kondisi yang transparan serta merencanakan
pelaksanaan pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Pemilihan umum
yang akan diselenggarakan di bawah pemerintahan Presiden Habibie merupakan pemilihan umum yang
telah bersifat demokratis. Habibie juga membebaskan beberapa narapidana politik yang ditahan
pada zaman pemerintahan Soeharto. Kemudian, Presiden Habibie juga mencabut larangan berdirinya
serikat-serikat buruh independent.

B. Kebebasan Menyampaikan Pendapat

Pada masa pemerintahan Habibie, orang bebas mengemukakan pendapatnya di muka umum.
Presiden Habibie memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin menyampaikan pendapat, baik dalam
bentuk rapat-rapat umum maupun unjuk rasa atau demontrasi. Namun khusus demontrasi, setiap
organisasi atau lembaga yang ingin melakukan demontrasi hendaknya mendapatkan izin dari pihak
kepolisian dan menentukan tempat untuk melakukan demontrasi tersebut. Hal ini dilakukan karena
pihak kepolisian mengacu kepada UU No.28 tahun 1997 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

Namun, ketika menghadapi para pengunjuk rasa, pihak kepolisian sering menggunakan pasal
yang berbeda-beda. Pelaku unjuk rasa yang di tindak dengan pasal yang berbeda-beda dapat
dimaklumi karena untuk menangani penunjuk rasa belum ada aturan hukum jelas.

Untuk menjamin kepastian hukum bagi para pengunjuk rasa, pemerintahan bersama (DPR)
berhasil merampungkan perundang-undangan yang mengatur tentang unjuk rasa atau demonstrasi.
adalah UU No. 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Adanya undang – undang tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memulai pelaksanaan


sistem demokrasi yang sesungguhnya. Namun sayangnya, undang-undang itu belum memasyarakat
atau belum disosialisasikan dalam kehidupan masarakat. Penyampaian pendapat di muka umum dapat
berupa suatu tuntutan, dan koreksi tentang suatu hal.

C. Masalah Dwifungsi ABRI


Menanggapi munculnya gugatan terhadap peran dwifungsi ABRI menyusul turunnya Soeharto
dari kursi kepresidenan, ABRI melakukan langkah-langkah pembaharuan dalam perannya di bidang
sosial-politik.

Setelah reformasi dilaksanakan, peran ABRI di Perwakilan Rakyat DPR mulai dikurangi secara
bertahap yaitu dari 75 orang menjadi 38 orang. Langkah lain yang di tempuh adalah ABRI semula
terdiri dari empat angkatan yaitu Angkatan Darat, Laut, dan Udara serta Kepolisian RI, namun mulai
tanggal 5 Mei 1999 Polri memisahkan diri dari ABRI dan kemudian berganti nama menjadi Kepolisian
Negara. Istilah ABRI pun berubah menjadi TNI yang terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut,
dan Angkatan Udara.
D. Reformasi Bidang Hukum
Pada masa Pemerintahan Presiden B.J. Habibie dilakukan reformasi di bidang hukum
Reformasi hukum itu disesuaikan dengan aspirasi yang berkembang dimasyarakat. Tindakan yang
dilakukan oleh Presiden Habibie untuk mereformasi hukum mendapatkan sambutan baik dari berbagai
kalangan masyarakat, karena reformasi hukum yang dilakukannya mengarah kepada tatanan hukum
yang ditambakan oleh masyarakat.

Ketika dilakukan pembongkaran terhadapat berbagai produksi hukum atau undang-undang


yang dibuat pada masa Orde Baru, maka tampak dengan jelas adanya karakter hukum yang mengebiri
hak-hak.

Selama pemerintahan Orde Baru, karakter hukum cenderung bersifat konservatif, ortodoks
maupun elitis. Sedangkan hukum ortodoks lebih tertutup terhadap kelompok-kelompok sosial maupun
individu didalam masyarakat. Pada hukum yang berkarakter tersebut, maka porsi rakyat sangatlah
kecil, bahkan bias dikatakan tidak ada sama sekali.

Oleh karena itu, produk hukum dari masa pemerintahan Orde Baru sangat tidak mungkin
untuk dapat menjamin atau memberikan perlindungan terhadap Hak-hak Asasi Manusia (HAM),
berkembangnya demokrasi serta munculnya kreativitas masyarakat.

E. Sidang Istimewa MPR

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, telah dua kali lembaga tertinggi Negara
melaksanakan Sidang Istimewa, yaitu pada tahun 1967 digelar Sidang Istimewa MPRS yang kemudian
memberhentikan Presiden Soekarno dan mengangkat Soeharto menjadi Presiden Rebuplik Indonesia.
Kemudian Sidang Istimewa yang dilaksanakan antara tanggal 10 – 13 Nopember 1998 diharapkan MPR
benar-benar menyurahkan aspirasi masyarakat dengan perdebatan yang lebih segar, lebih terbuka
dan dapat menampung, aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat. Hasil dari Sidang Istimewa MPR
itu memutuskan 12 Ketetapan.

F. Pemilihan Umum Tahun 1999

Pemilihan Umum yang dilaksanakan tahun 1999 menjadi sangat penting, karena pemilihan
umum tersebut diharapkan dapat memulihkan keadaan Indonesia yang sedang dilanda
multikrisis. Pemilihan umum tahun 1999 juga merupakan ajang pesta rakyat Indonesia dalam
menunjukkan kehidupan berdemokrasi. Maka sifat dari pemilihan umum itu adalah langsung, umum,
bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Presiden Habibie kemudian menetapkan tanggal 7 Juni 1999 sebagai waktu


pelaksanaan pemiliahan umum tersebut. Selanjutnya lima paket undang-undang tentang politik
dicabut. Sebagai gantinya DPR berhasil menetapkan tiga undang-undang politik baru. Ketiga udang-
undang itu disahkan pada tanggal 1 Februari 1999 dan ditandatangani oleh Presiden Habibie. Ketiga
udang-udang itu antara lain undang-undang partai politik, pemilihan umum, susunan serta kedudukan
MPR, DPR dan DPRD.
Munculnya undang-undang politik yang baru memberikan semangat untuk berkembangnya
kehidupan politik di Indonesia. Dengan munculnya undang-undang politik itu partai-partai politik
bermunculan dan bahkan tidak kurang dari 112 partai politik telah berdiri di Indonesia pada masa itu.
Namun dari sekian banyak jumlahnya, hanya 48 partai politik yang berhasil mengikuti pemilihan
umum. Hal ini disebabkan karena aturan seleksi partai-partai politik diberlakukan dengan cukup
ketat.

Pelaksanaan pemilihan umum ditangani oleh sebuah lembaga yang bernama Komisi Pemilihan
Umum (KPU). Anggota KPU terdiri dari wakil-wakil dari pemerintah dan wakil-wakil dari partai-partai
politik peserta pemilihan umum.

Banyak pengamat menyatakan bahwa pemilihan umum tahun 1999 akan terjadi kerusuhan,
namun pada kenyataannya pemilihan umum berjalan dengan lancar dan aman. Setelah penghitungan
suara berhasil diselesaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), hasilnya lima besar partai yang
berhasil meraih suara-suara terbanyak di anataranya PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai
Persatuan pembangunan, Partai Pembangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional. Hasil pemilihan umum
tahun 1999 hingga saat terakhir pengumuman hasil perolehan suara dari partai-partai politik
berjalan dengan aman dan dapat di terima oleh suara partai peserta pemilihan umum.

G. Sidang Umum MPR Hasil Pemilihan Umum 1999

Setelah Komisi Pemilihan Umum berhasil menetapkan jumlah anggota DPR dan MPR, maka
MPR segera melaksanakan sidang. Sidang Umum MPR tahun 1999 diselenggarakan sejak tanggal 1 – 21
Oktober 1999. Dalam Sidang Umum itu Amien Rais dikukuhkan menjadi Ketua MPR dan Akbar
Tanjung menjadi Ketua DPR. Sedangkan pada Sidang Paripurna MPR XII, pidato pertanggung jawaban
Presiden Habibie ditolak oleh MPR melalui mekanisme voting dengan 355 suara menolak, 322
menerima, 9 abstain dan 4 suara tidak sah. Akibat penolakan pertanggungjawaban itu, Habibie tidak
dapat untuk mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia.

Akibatnya memunculkan tiga calon Presiden yang diajukan oleh fraksi-fraksi yang ada di
MPR pada tahap pencalonan Presiden diantaranya Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati
Soekarnoputri, dan Yuhsril Ihza Mahendra. Namun tanggal 20 Oktober 1999, Yuhsril Ihza Mahendra
mengundurkan diri. Oleh karena itu, tinggal dua calon Presiden yang maju dalam pemilihan itu,
Abdurrahaman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Dari hasil pemilihan presiden yang dilaksanakan
secara voting, Abudurrahman Wahid terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 21
Oktober 1999 dilaksanakan pemilihan Wakil Presiden dengan calonnya Megawati Soekarnoputri dan
Hamzah Haz. Pemilihan Wakil Presiden ini kemudian dimenangkan oleh Megawati Soekarnoputri.
Kemudian pada tanggal 25 Oktober 1999 Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden
Megawati Soekarnoputri berhasil membentuk Kabinet Persatuan Nasional.

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menduduki jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia tidak
sampai pada akhir masa jabatanya. Akibat munculya ketidakpercayaan parlemen pada Presiden
Abdurrahman Wahid, maka kekuasaan Abdurrahman Wahid berakhir pada tahun 2001. DPR/MPR
kemudian memilih dan mengangkat Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden Republik Indonesia dan
Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden Indonesia. Masa kekuasaan Megawati berakhir pada tahun
2004.
Pemilihan Umum tahun 2004 merupakan momen yang sangat penting dalam sejarah
pemerintahan Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
dilakukan secara langsung oleh rakyat Indonesia. Pada pemilihan umum ini Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Republik
Indonesia untuk masa jabatan 2004-2009.
Kebijakan-kebijakan pada masa Habibie:
A. Membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan
Dibentuk tanggal 22 Mei 1998, dengan jumlah menteri 16 orang yang merupakan perwakilan
dari Golkar, PPP, dan PDI.
B. Mengadakan reformasi dalam bidang politik
Habibie berusaha menciptakan politik yang transparan, mengadakan pemilu yang bebas,
rahasia, jujur, adil, membebaskan tahanan politik, dan mencabut larangan berdirinya Serikat Buruh
Independen.
Kebebasan menyampaikan pendapat. Kebebasan menyampaikan pendapat diberikan asal tetap
berpedoman pada aturan yang ada yaitu UU No.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan
pendapat di muka umum.
C. Refomasi dalam bidang hukum
Target reformasinya yaitu subtansi hukum, aparatur penegak hukum yang bersih dan
berwibawa, dan instansi peradilan yang independen. Pada masa orde baru, hukum hanya berlaku pada
rakyat kecil saja dan penguasa kebal hukum sehingga sulit bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan
keadilan bila berhubungan dengan penguasa.
D. Mengatasi masalah dwifungsi ABRI
Jendral TNI Wiranto mengatakan bahwa ABRI akan mengadakan reposisi secara bertahap
sesuai dengan tuntutan masyarakat, secara bertahap akan mundur dari area politik dan akan
memusatkan perhatian pada pertahanan negara. Anggota yang masih menduduki jabatan birokrasi
diperintahkan untuk memilih kembali kesatuan ABRI atau pensiun dari militer untuk berkarier di
sipil. Dari hal tersebut, keanggotaan ABRI dalam DPR/MPR makin berkurang dan akhirnya ditiadakan.
E. Mengadakan sidang istimewa
Sidang tanggal 10-13 November 1998 yang diadakan MPR berhasil menetapkan 12 ketetapan.
F. Mengadakan pemilu tahun 1999
Pelaksanaan pemilu dilakukan dengan asas LUBER (langsung, bebas, rahasia) dan JURDIL
(jujur dan adil).
Masalah yang ada yaitu ditolaknya pertanggung jawaban Presiden Habibie yang disampaikan
pada sidang umum MPR tahun1999 sehingga beliau merasa bahwa kesempatan untuk mencalonkan diri
sebagai presiden lagi sangat kecil dan kemudian dirinya tidak mencalonkan diri pada pemilu yang
dilaksanakan.
Pada masa pemerintahan B.J. Habibie berhasil diselenggarakan pemilu multipartai yang
damai dan pemilihan presiden yang demokratis. Pemilu tersebut diikuti oleh 48 partai politik. Dalam
pemerintahan B. J. Habibie juga berhasil menyelesaikan masalah Timor Timur . B.J.Habibie
mengambil kebijakan untuk melakukan jajak pendapat di Timor Timur. Referendum tersebut
dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 1999 dibawah pengawasan UNAMET. Hasil jajak pendapat
tersebut menunjukan bahwa mayoritas rakyat Timor Timur lepas dari Indonesia. Sejak saat itu
Timor Timur lepas dari Indonesia. Pada tanggal 20 Mei 2002 Timor Timur mendapat kemerdekaan
penuh dengan nama Republik Demokratik Timor Leste.
Selain dengan adanya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh B.J. Habibie, perubahan juga
dilakukan dengan penyempurnaan pelaksanaan dan perbaikan peraturan-peraturan yan tidakk
demokratis, dengan meningkatkan peran lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara dengan
menegaskan fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang mengacu kepada prinsip pemisahan kekuasaan
dn tata hubungan yang jelas antara lembaga Eksekutuf, Legislatif dan Yudikatif.

2. Indonesia masa pemerintahan Abdurrahman Wahid:

Kebijakan-kebijakan pada masa Gus Dur:


A. Meneruskan kehidupan yang demokratis seperti pemerintahan sebelumnya (memberikan kebebasan
berpendapat di kalangan masyarakat minoritas, kebebasan beragama, memperbolehkan kembali
penyelenggaraan budaya tiong hua).
B. Merestrukturisasi lembaga pemerintahan seperti menghapus departemen yang dianggapnya tidak
efesien (menghilangkan departemen penerangan dan sosial untuk mengurangi pengeluaran anggaran,
membentuk Dewan Keamanan Ekonomi Nasional).
C. Ingin memanfaatkan jabatannya sebagai Panglima Tertinggi dalam militer dengan mencopot Kapolri
yang tidak sejalan dengan keinginan Gus Dur.
Masalah yang ada:
Ø Gus Dur tidak mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan TNI-Polri.
Ø Masalah dana non-budgeter Bulog dan Bruneigate yang dipermasalahkan oleh anggota DPR.
Ø Dekrit Gus Dur tanggal 22 Juli 2001 yang berisikan pembaharuan DPR dan MPR serta pembubaran
Golkar.
Hal tersebut tidak mendapat dukungan dari TNI, Polri dan partai politik serta masyarakat
sehingga dekrit tersebut malah mempercepat kejatuhannya. Dan sidang istimewa 23 Juli 2001
menuntutnya diturunkan dari jabatan.

3. Indonesia masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri:

Kebijakan-kebijakan pada masa Megawati:


A. Memilih dan Menetapkan
Ditempuh dengan meningkatkan kerukunan antar elemen bangsa dan menjaga persatuan dan
kesatuan. Upaya ini terganggu karena peristiwa Bom Bali yang mengakibatkan kepercayaan dunia
internasional berkurang.
B. Membangun tatanan politik yang baru
Diwujudkan dengan dikeluarkannya UU tentang pemilu, susunan dan kedudukan MPR/DPR, dan
pemilihan presiden dan wapres.
C. Menjaga keutuhan NKRI
Setiap usaha yang mengancam keutuhan NKRI ditindak tegas seperti kasus Aceh, Ambon,
Papua, Poso. Hal tersebut diberikan perhatian khusus karena peristiwa lepasnya Timor Timur dari RI.
D. Melanjutkan amandemen UUD 1945
Dilakukan agar lebih sesuai dengan dinamika dan perkembangan zaman.
E. Meluruskan otonomi daerah
Keluarnya UU tentang otonomi daerah menimbulkan penafsiran yang berbeda tentang
pelaksanaan otonomi daerah. Karena itu, pelurusan dilakukan dengan pembinaan terhadap daerah-
daerah.
Tidak ada masalah yang berarti dalam masa pemerintahan Megawati kecuali peristiwa Bom Bali
dan perebutan pulan Ligitan dan Sipadan.
4. Masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono:

Kebijakan-kebijakan pada masa SBY:


A. Anggaran pendidikan ditingkatkan menjadi 20% dari keseluruhan APBN.
B. Konversi minyak tanah ke gas.
C. Memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai).
D. Pembayaran utang secara bertahap kepada badan PBB.
E. Buy back saham BUMN
F. Pelayanan UKM (Usaha Kecil Menengah) bagi rakyat kecil.
G. Subsidi BBM.
H. Memudahkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
I. Meningkatkan sektor pariswisata dengan mencanangkan “Visit Indonesia 2008″.
J. Pemberian bibit unggul pada petani.
K. Pemberantasan korupsi melalui KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Masalah yang ada:


A. Masalah pembangunan ekonomi yang ala kadarnya sangat memperihatinkan karena tidak tampak
strategi yang bisa membuat perekonomian Indonesia kembali bergairah. Angka pengangguran dan
kemiskinan tetap tinggi.
B. Penanganan bencana alam yang datang bertubi-tubi berjalan lambat dan sangat tidak profesional.
Bisa dipahami bahwa bencana datang tidak diundang dan terjadi begitu cepat sehingga korban
kematian dan materi tidak terhindarkan. Satu-satunya unit pemerintah yang tampak efisien adalah
Badan Sar Nasional yang saat inipun terlihat kedodoran karena sumber daya yang terbatas.
Sementara itu, pembentukan komisi dll hanya menjadi pemborosan yang luar biasa.
C. Masalah kepemimpinan SBY dan JK yang sangat memperihatinkan. SBY yang ‘sok’ kalem dan
berwibawa dikhawatirkan berhati pengecut dan selalu cari aman, sedangkan JK yang sok profesional
dikhawatirkan penuh tipu muslihat dan agenda kepentingan kelompok. Rakyat Indonesia sudah
melihat dan memahami hal tersebut. Selain itu, ketidakkompakan anggota kabinet menjadi nilai
negatif yang besar.
D. Masalah politik dan keamanan cukup stabil dan tampak konsolidasi demokrasi dan keberhasilan
pilkada Aceh menjadi catatan prestasi. Namun, potensi demokrasi ini belum menghasilkan sistem
yang pro-rakyat dan mampu memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia. Tetapi malah mengubah
arah demokrasi bukan untuk rakyat melainkan untuk kekuatan kelompok.
E. Masalah korupsi. Mulai dari dasar hukumnya sampai proses peradilan, terjadi perdebatan yang
semakin mempersulit pembersihan Republik Indonesia dari koruptor-koruptor perampok kekayaan
bangsa Indonesia. Misalnya pernyataan JK yang menganggap upaya pemberantasan korupsi mulai
terasa menghambat pembangunan.
F. Masalah politik luar negeri. Indonesia terjebak dalam politk luar negeri ‘Pahlawan Kesiangan’.
Dalam kasus Nuklir Korea Utara dan dalam kasus-kasus di Timur Tengah, utusan khusus tidak
melakukan apa-apa. Indonesia juga sangat sulit bergerak diantara kepentingan Arab Saudi dan Iran.
Selain itu, ikut serta dalam masalah Irak jelas merupakan dikte Amerika Serikat yang diamini oleh
korps Deplu. Juga desakan peranan Indonesia dalam urusan dalam negeri Myanmar akan semakin
menyulitkan Indonesia di masa mendatang. Singkatnya, Indonesia bukan lagi negara yang bebas dan
aktif karena lebih condong ke Amerika Serikat.
F. Faktor-faktor yang Mendorong Munculnya Reformasi
A. Adanya ketidakadilan di bidang perekonomian dan hukum selama pemerintahan orde baru selama 32
tahun
B. Krisis Politik
Pembaharuan yang dituntut terutama ditukukan pada terbitnya lima paket undang-undang politik
yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan yaitu :
 UU No. 1 tahun 1985 tentang pemilihan umum
 UU No. 2 tahun 1985 tentang susunan, kedudukan, tugas dan wewenang DPR/MPR
 UU No. 3 tahun 1985 tentang Parpoil dan golongan karya
 UU No. 5 tahun 1985 tentang referendum
 UU No. 8 tahun 1985 tentang organisasi massa
C. Krisis Hukum Pelaksanaan hukum pada masa orde baru terdapat banyak ketidakadilan terutama yang
menyangkut hukum bagi keluarga pejabat. Bahkan hkum dijadikan sebagai pembenaran atas tindakan
dan kebijakan pemerintah atau sering terjadi rkayasa dalam proses peradilan.
D. Krisis Ekonomi Faktor penyebab krisis ekonomi yang melanda Indonesia antara lain :
 Utang Luar Negeri Indonesia
 Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945
 Pola pemerintahan sentralistis
E. Krisis Kepercayaan Krisis multidimensi yang melanda bangsa Indonesia telah mengurangi kepercayaan
rakyat kepada kepemimpinan Soeharto. Puncak dari ketidakpercayaan rakyat adalah terjadinya
berbagai aksi demonstrasi menentang pemerintah karena mengeluarkan kebijakan yang melukai hati
rakyat misal kenaikan BBM dan ongkos angkutan pada 4 Mei 1998. puncak aksi rakyat dan mahasiswa
terjadi pada 12 Mei 1998 dimana terjadi peristiwa penembakan terhadap Mahasiswa Trisakti oleh
aparat yaitu :
 Elang Mulia Lesmana
 Heri Hertanto
 Hendriawan Lesmana
 Hafidhin Royan
Yang akhirnya mendorong timbulnya aksi massa lebih besar pada 13 dan 14 Mei 1998 sehingga terjadi
aksi anarkis terutama ditujukan pada etnis Cina. Tuntutan mundur kepada Soeharto semakin menguat
setelah munculnya tokoh-tokoh masyarakat yang ikut menuntut Soeharto mundur diantaranya :
1. Gus Dur
2. Amien Rais
3. Megawati
4. Sri Sultan Hemengkubuwono X
( Yang dikenal dengan Tokoh Deklarasi Ciganjur) pada tanggal 21 Mei 1998 kemudian menyerahkan
kekuasaan pada BJ. Habibie.
G. Kronologi munculnya reformasi :

1) Keberanian Amin Rais membongkar kebobrokan sistem pengelolaan PT Freeport

2) Peristiwa 27 Juli 1996 (KUDATULI) yaitu penyerbuan kantor PDI yang ditempati Megawati oleh PDI
pro-Suryadi
3) Terpilihnya kembali Bpk Soeharto sebagai presiden pada bulan Maret 1998
4) Terjadinya demonstrasi besar-besaran mahasiswa di Tri Sakti pada 12 Mei 1998
5) Terjadinya Kerusuhan di Jakarta pada 13 dan 14 Mei 1998 yang berakibat makin Terpuruknya
perekonomian Indonesia.
6) Didudukinya gedung DPR / MPR oleh para mahasiswa pada 19 Mei 1998
7) Pada 20 Mei 1998 Presiden Soeharto memanggil para tokoh nasional, guna membentuk kabinet
reformasi tetapi ditolak
8) Presiden Soeharto meletakkan jabatannya pada 21 Mei 1998 di Istana Negara dan digantikan oleh
B.J Habiebie

H. Sistematika Pelaksanaan UU 1945 Pada Masa Reformasi


Pada masa orde Reformasi demokrasi yang dikembangkan pada dasarnya adalah demokrasi dengan
berdasarkan kepada Pancasila dan UUD 1945. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada masa Orde
Reformasi dilandasi semangat Reformasi, dimana paham demokrasi berdasar atas kerkyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dilaksanakan dengan rahmat
Tuhan Yang Maha Esa serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, selalu
memelihara persatuan Indonesia dan untuk mewujudkan suatu keadilan sosila bagi seluruh rakyat
Indonesia. Pelaksanaan demokasi Pancasila pada masa Reformasi telah banya member ruang gerak
kepada parpol dan komponen bangsa lainnya termasuk lembaga permusyawaratan rakyat dan
perwakilan rakyat mengawasi dan mengontrol pemerintah secara kritis sehingga dua kepala negara
tidak dapat melaksanakan tugasnya sampai akhir masa jabatannya selama 5 tahun karena dianggap
menyimpang dari garis Reformasi.
Ciri-ciri umum demokrasi Pancasila Pada Masa Orde Reformasi:
1. Mengutamakan musyawarah mufakat
2. Mengutamakan kepentingan masyarakat , bangsa dan negara
3. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain
4. Selalu diliputi oleh semangat kekeluargaan
5. Adanya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan keputusan hasil musyawarah
6. Dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati yang luhur
7. Keputusan dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Than Yang Maha Esa, berdasarkan
nilai-nilai kebenaran dan keadilan
8. Penegakan kedaulatan rakyar dengan memperdayakan pengawasan sebagai lembaga negara, lembaga
politik dan lembaga swadaya masyarakat
9. Pembagian secara tegas wewenang kekuasaan lembaga Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.
10. Penghormatan kepada beragam asas, cirri, aspirasi dan program parpol yang memiliki partai
11. Adanya kebebasan mendirikan partai sebagai aplikasi dari pelaksanaan hak asasi manusia
Setelah diadakannya amandemen, UUD 1945 mengalami perubahan. Hasil perubahan terhadap UUD
1945 setelah di amandemen :
 Pembukaan
 Pasal-pasal: 21 bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal peraturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan.
I. Sistem Pemerintahan Pada Masa Orde Reformasi

Sistem pemerintahan masa orde reformasi dapat dilihat dari aktivitas kenegaraan sebagai berikut:
1. Kebijakan pemerintah yang memberi ruang gerak yang lebih luas terhadap hak-hak untuk
mengeluarkan pendapat dan pikiran baik lisan atau tulisan sesuai pasal 28 UUd 1945 dapat terwujud
dengan dikeluarkannya UU No 2 / 1999 tentang partai politik yang memungkinkan multi partai
2. Upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersuh dan berwibawa serta bertanggung jawab
dibuktikan dengan dikeluarkan ketetapan MPR No IX / MPR / 1998 yang ditindak lanjuti dengan UU
no 30/2002 tentang KOMISI pemberantasan tindak pidana korupsi.
3. Lembaga MPR sudah berani mengambil langkah-langkah politis melaui siding tahunan dengan menuntuk
adanya laporan pertanggung jawaban tugas lembaga negara , UUD 1945 di amandemen, pimpinan MPR
dan DPR dipisahkan jabatannya, berani memecat presiden dalam sidang istimewanya.
4. Dengan Amandemen UUD 1945 masa jabatan presiden paling banyak dua kali masa jabatan, presiden
dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat mulai dari pemilu 2000 dan yang terpilih sebagai
presiden dan wakil presiden pertama pilihan langsung rakyat adalah Soesilo Bambang Yodoyono dan
Yoesuf Kala, MPR tidak lagi lembaga tertinggi negara melainkan lembaga negara yang kedudukannya
sama dengan presiden , MA , BPK, kedaulatan rakyat tidak lagi ditangan MPR melainkan menurut
UUD.
Di dalam amandemen UUD 1945 ada penegasan tentang sisten pemerintahan presidensial tetap
dipertahankan dan bahkan diperkuat. Dengan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden
secara langsung.

J. Perkembangan politik dan ekonomi pada masa reformasi

1. Munculnya Gerakan Reformasi

Reformasi merupakan suatu perubahan tatanan perikehidupan lama dengan tatanan


perikehidupan yang baru dan secara hukum menuju ke arah perbaikan. Gerakan reformasi, pada
tahun 1998 merupakan suatu gerakan untuk mengadakan pembaharuan dan perubahan, terutama
perbaikan dalam bidang politik, sosial, ekonomi, dan hukum.

Buah perjuangan dari reformasi itu tidak dapat dipetik dalam waktu yang singkat, namun
membutuhkan proses dan waktu. Masalah yang sangat mendesak, adalah upaya untuk mengatasi
kesulitan masyarakat banyak tentang masalah kebutuhan pokok (sembako) dengan harga yang
terjangkau oleh rakyat.

Sementara itu, melihat situasi politik dan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin tidak
terkendali, rakyat menjadi semakin kritis menyatakan pemerintah Orde Baru tidak berhasil
menciptakan kehidupan masyarakat yang makmur, adil, dan sejahtera. Oleh karena itu, munculnya
gerakan reformasi bertujuan untuk memperbaharui tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.

Beberapa agenda reformasi yang disuarakan para mahasiswa anatara lain sebagai berikut :

· Adili Soeharto dan kroni-kroninya.


· Amandemen UUD 1945
· Penghapusan Dwi Fungsi ABRI
· Otonomi daerah yang seluas-luasnya
· Supremasi hukum
· Pemerintahan yang berisi dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).

2. Kronologi Reformasi

Pada awal bulan Maret 1998 melalui Sidang Umum MPR, Soeharto terpilih kembali menjadi
Presiden Republik Indonesia, serta melaksanakan pelantikan Kabinet Pembangunan VII. Namun pada
saat itu semakin tidak kunjung membaik. Perekonomian mengalami kemerosotan dan masalah sosial
semakin menumpuk. Kondisi dan siutasi seperti ini mengundang keprihatinan rakyat.

Mamasuki bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar
demostrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunya Soeharto dari kursi kepresidenannya.

Pada tanggal 12 Mei 1998 dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti, terjadi
bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan tertembaknya empat mahasiswa hingga tewas.

Pada tanggal 19 Mei 1998 puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta
dan sekitarnya berhasil menduduki Gedung DPR/MPR. Pada tanggal itu pula di Yogyakarta terjadi
peristiwa bersejarah. Kurang lebih sejuta umat manusia berkumpul di alun-alun utara kraton
Yogyakarta untuk mndengarkan maklumat dari Sri Sultan Hamengku Bowono X dan Sri Paku Alam
VII. Inti isi dari maklumat itu adalah menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk menggalang
persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada tanggal 20 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundang tokoh-tokoh bangsa Indonesia
untuk dimintai pertimbangannya membentuk Dewan Reformasi yang akan diketuai oleh Presiden
Soeharto, namun mengalami kegagalan.

Pada tanggal 21 Mei 1998, pukul 10.00 WIB bertempat di Istana Negara, Presiden Soeharti
meletakkan jabatannya sebagai presiden di hadapan ketua dan beberapa anggota dari Mahkamah
Agung. Presiden menunjuk Wakil Presiden B.J. Habibie untuk menggantikannya menjadi presiden,
serta pelantikannya dilakukan didepan Ketua Mahkamah Agung dan para anggotanya. Maka sejak saat
itu, Presiden Republik Indonesia dijabat oleh B.J. Habibie sebagai presiden yang ke-3.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Munculnya reformasi disebabkan oleh krisis ekonomi dan politik di Asia, ketidakpuasan
masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan Soeharto, dan adanya para demonstran yang
menginginkan diadakannya reformasi total, peristiwa Trisakti yang menyebabkan presiden Soeharto
mengundurkan diri dari jabatannya. Kemudian untuk menanggapi tuntutan reformasi dari masyarakat
tersebut, ada beberapa hal yang di keluarkan yakni;

 kebijakan dari B.J Habibie


 dikeluarkannya ketetapan MPR dan Tap MPR
 dilaksanakannya Amandemen UUD 1945
setelah dilaksanakannya Amandemen, UUD 1945 mengalami perubahan. Pelaksanaan demokrasi
didasari atas nilai-nilai yang terkandumg dalam pancasila. Sistem pemerintahan pada masa orde
reformasi mulai diatur dalam UU dan ataupun UUD 1945.

B. SARAN
Perjalanan kehidupan birokrasi di Indonesia selalu dipengaruhi oleh kondisi sebelumnya.
Budaya birokrasi yang telah ditanamkan sejak jaman kolonialisme berakar kuat hingga reformasi saat
ini. Paradigma yang dibangun dalam birokrasi Indonesia lebih cenderung untuk kepentingan
kekuasaan. Struktur, norma, nilai, dan regulasi birokrasi yang demikian diwarnai dengan orientasi
pemenuhan kepentingan penguasa daripada pemenuhan hak sipil warga negara. Budaya birokrasi yang
korup semakin menjadi sorotan publik saat ini. Banyaknya kasus KKN menjadi cermin buruknya
mentalitas birokrasi secara institusional maupun individu.
Sejak orde lama hingga reformasi, birokrasi selalu menjadi alat politik yang efisien dalam
melanggengkan kekuasaan. Bahkan masa orde baru, birokrasi sipil maupun militer secara terang-
terangan mendukung pemerintah dalam mobilisai dukungan dan finansial. Hal serupa juga masih
terjadi pada masa reformasi, namun hanya di beberapa daerah. Beberapa kasus dalam Pilkada yang
sempat terekam oleh media menjadi salah satu bukti nyata masih adanya penggunaan birokrasi untuk
suksesi. Sebenarnya penguatan atau ”penaklukan” birokrasi bisa saja dilakukan dengan catatan bahwa
penaklukan tersebut didasarkan atas itikad baik untuk merealisasikan program-program yang telah
ditetapkan pemerintah. Namun sayangnya, penaklukan ini hanya dipahami para pelaku politik adalah
untuk memenuhi ambisi dalam memupuk kekuasaan.
Mungkin dalam hal ini, kita sebagai penerus bangsa harus mampu dan terus bersaing dalam
mewujudkan Indonesia yang lebih baik dari sebelumnya , harga diri bangsa Indonesia adalah
mencintai dan menjaga aset Negara untuk dijadikan simpanan buat anak cucu kelak. Dalam proses
pembangunan bangsa ini harus bisa menyatukan pendapat demi kesejahteraan masyarakat umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
 http://ayuretnopratiwi.blogspot.co.id/2013/01/sistem-pemarintahan-indonesia-pada-
era.html
 http://lahirnya-reformasi-dan-jatuhnya-masa.html
 http://patrice-share.blogspot.co.id/2015/03/sistem-pemerintahan-orde-lama-
orde-baru.html
 http://www.dunsarware.com/2015/09/orde-lama-baru-dan-orde-reformasi-
tugas.html