Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM RANGKAIAN LISTRIK


SEMESTER II

Nomor Percobaan : 08
Judul Percobaan : Thermistor / Karakteristik Resistor
Group : 03
Nama Praktikan : Ade Muliani ( 1316020001 )
Nama Partner : 1. Azis Saputra ( 1316020018 )
2. Magdalena Gultom ( 1316020021 )
Kelas : Teknik Listrik – 2-A
Tanggal Percobaan : 24 Mei 2017
Tanggal Penyerahan : 31 Mei 2017

Nilai

Program Studi Teknik Listrik


Jurusan Teknik Elektro

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2017
LABORATORIUM PENGUKURAN DAN RANGKAIAN LISTRIK

KARAKTERISTIK RESISTOR

TUJUAN
Pada akhir percobaan Kami dapat :
 Menggambarkan karakteristik dari bermacam-macam resistor (NTC, PTC, VDR, LDR,
Carbon Film, Wirewound, Air Ledeng)
 Mempergunakan resistor dalam praktek sesuai kebutuhan

DASAR TEORI

1. PTC DAN NTC


Dalam praktek hampir semua rangkaian listrik mempergunakan resistor, sedangkan resistor
mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Dalam prakteknya resistor dipergunakan
sesuai dengan kebutuhan. Misalkan resistor NTC dipergunakan untuk mengamankan
terhadap panas pada transistor (rangkaian amplifier).
Hubungan antara tahanan, temperatur, arus listrik dan tegangan adalah sebagai berikut :

R2 = R1 [ 1 ± α (t2-t1) ]
Untuk NTC, α = -
PTC, α = +
R2 = Nilai tahanan pada temperatur akhir (Ω)
R1 = Nilai tahanan pada temperatur awal (Ω)
T2 = Temperatur akhir
T1 = Temperatur awal
α = Koefisien temperatur resistor

2. VDR (Voltage Dependent Resistor)

VDR adalah singkatan dari Voltage Dependent Resistor, yaitu resistor yang nilai tahanannya
akan berubah tergantung dari tegangan yang diterimanya. Sifat dari voltage dependent
resistor adalah semakin besar tegangan yang diterimanya maka tahanannya akan semakin
mengecil sehingga arus yang emlalui VDR akan bertambah besar. Dengan adanya sifat

LABORATORIUM LISTRIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


LABORATORIUM PENGUKURAN DAN RANGKAIAN LISTRIK

tersebut maka VDR sangat baik dipergunakan sebagai alat stabilizer bagi komponen
transistor.
Lalu VDR adalah semikonduktor yang secara prinsip sebagai penggabungan secara anti
paralel dari hubungan seri PN Junction. Ketika sebuah tegangan variable DC disambungkan
ke VDR tanpa memperhatikan polaritas, arus yang mengalir menyebabkan tegangan di
seluruh PN Junction terhubung seri. Oleh karena itu, VDR mempunyai tahanan tinggi saat
tegangan rendah dan bertahan rendah saat tegangan tinggi.

Karakteristik VDR (Voltage Dependent Resistor)


VDR (Voltage Dependent Resistor) disebut jga sebagai varistor yaitu suatu resistor dengan
nilai tahanan yang variable non linier tergantung dari nilai tegangan yang diberikan pada
VDR tersebut. Nilai resistansi VDR akan tinggi pada saat tegangan yang diberikan pada VDR
tersebut berada dibawah tegangan ambang (threshold) dan resitansi akan turun dengan
cepat pada saat tegangan yang diberikan pada VDR tersebut melebihi nilai ambang
(threshold).

3. LDR (Light Dependent Resistor)


LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis resistor yang berubah hambatannya karena
pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan cahayanya
terang nilainya menjadi semakin kecil.

LDR (Light Dependent Resistor) adalah jenis resistor yang biasa digunakan sebagai detector
cahaya atau pengukur besaran konversi cahaya. Light Dependent Resistor, terdiri dari sebuah
cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah elekrtroda pada permukaannya.

Resistansi LDR berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya.
Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10 M dan dalam keadaan terang sebesar 1 k
atau kurang. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti cadmium sulfide. Dengan bahan
ini energy dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus
listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.

LABORATORIUM LISTRIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


LABORATORIUM PENGUKURAN DAN RANGKAIAN LISTRIK

LDR digunakan untuk mengubah energy cahaya menjadi energy listrik. Saklar
cahaya otomatis dan alarm pencuri adalah beberapa contoh alat yang menggunakan LDR.
Akan tetapi karena responnya terhadap cahaya cukup lambat, LDR tidak digunakan pada
situasi di mana intensitas cahaya berubah secara drastis. Sensor ini akan berubah nilai
hambatannya apabila ada perubahan tingkat kecerahan cahaya.

Prinsip Kerja LDR


Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari cakram tersebut menghasilkan elektron
bebas dengan jumlah yang relative kecil. Sehingga hanya ada sedikit elektron untuk
mengangkut muatan elektrit. Artinya pada saat cahaya redup, LDR menjadi konduktor yang
buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang besar pada saat gelap atau cahaya
redup.

Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak elektron yang lepas dari atom bahan
semikonduktor tersebut. Sehingga akan lebih banyak elektron untuk mengangkut muatan
elektrit. Artinya pada saat cahaya terang, LDR menjadi konduktor yang baik, atau bisa
disebut juga LDR memiliki resistansi kecil pada saat cahaya terang. Penerapan laindari sensor
LDR ini ialah alarm Pencuri.

Misalnya untuk rangkaian system alarm cahaya (menggunakan LDR) yang aktif ketika
terdapat cahaya. Ketika kita akan mengatur kepekaan LDR (Light Dependent Resistor) dalam
suatu rangkaian maka kita perlu menggunakan potensiometer. Kita atur letaknya agar ketika
mendapat cahaya maka buzzer atau bell akan berbunyi dan ketika tidak mendapat cahaya
maka buzzer atau bell tidak akan berbunyi.

4. Wire Wound Resistor

Resistor lilitan kawat (wire-wound resistor) adalah resistor yang bahan resistansinya dari
lilitan kawat, memiliki nilai resistansi antara 1 ohm - 56 kilo ohm dengan toleransi ±5 - 10%,
tegangan maksimum 500 volt , tersedia dalam daya 1 - 15 wat

LABORATORIUM LISTRIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


LABORATORIUM PENGUKURAN DAN RANGKAIAN LISTRIK

5. Carbon Film Resistor


Resistor Karbon (carbon film resistor) adalah resistor yang bahan resistansinya dari karbon,
memiliki nilai resistansi antara 1 ohm - 10 Mega ohm dengan toleransi ±5 - 20%, tegangan
maksimum 500 volt , tersedia dalam daya 0.25 - 1 wat.

DAFTAR PERLATAN

1. Power Supply
2. Multimeter
3. Resistor : NTC, PTC, LDR, VDR, 3k3Ω, 150Ω, 1KΩ, air
4. Protoboard
5. Kabel Penghubung
6. Luxmeter
7. Termometer
8. Lampu Pijar
9. Power Supply AC

LABORATORIUM LISTRIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


LABORATORIUM PENGUKURAN DAN RANGKAIAN LISTRIK

DIAGRAM RANGKAIAN

LABORATORIUM LISTRIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


LABORATORIUM PENGUKURAN DAN RANGKAIAN LISTRIK

LANGKAH PERCOBAAN

1. Kami membuat rangkaian seperti gambar 1 (NTC) dan diberi tegangan 5V. Dengan
mempergunakan pemanas Termometer. Kami catat penunjukkan alat ukur terhadap
perubahan suhu.
2. Kami membuat rangkaian seperti gambar 2 (PTC) dan diberi tegangan 5V. Dengan
mempergunakan pemanas termometer. Kami catat penunjukkan alat ukur terhadap
perubahan suhu.
3. Kami membuat rangkaian seperti gambar 3 (LDR) dan diberi tegangan 10V. Kami catat
penunjukkan alat ukur terhadap perubahan intensitas cahaya.
4. Kami membuat rangkaian seperti gambar 4 (VDR) dan diatur tegangan sumbernya.
Kami catat penunjukkan alat ukur.
5. Kami membuat rangkaian seperti gambar 5 (Karbon Film) dan diatur tegangan
sumbernya. Kami catat penunjukkan alat ukur.
6. Kami membuat rangkaian seperti gambar 6 (air) dan diatur tegangan sumbernya.
Kami catat penunjukkan alat ukur.
7. Kami membuat rangkaian seperti gambar 7 (Wire Wound) dan diatur tegangan
sumbernya. Kami catat penunjukkan alat ukur.
8. Kami membuat grafik dari macam-macam jenis resistor.

LABORATORIUM LISTRIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


LABORATORIUM PENGUKURAN DAN RANGKAIAN LISTRIK

TABEL EVALUASI

 TABEL 1 ( NTC / PTC )


NTC PTC
Temperatur (°C)
I (mA) V(volt) Rtotal (kΩ) I (mA) V(volt) R total (kΩ)
95 5,7 4 0,7 3,5 6,6 1,89
90 5,6 4,2 0,75 4 6,2 1,55
80 5,5 4,23 0,77 5 5 1
70 5,25 4,25 0,81 6 3,8 0,63
60 5 4,3 0,86 6,3 3,6 0,57
50 4,75 4,4 0,93 6,5 3,55 0,55
40 3,5 4,45 1,27 6,8 3,52 0,52
30 2,75 4,6 1,67 7 3,5 0,5

 TABEL 2 (LDR)
α lux I (mA) Vm (volt) R (kΩ)
20 % 40 0,0125 5 400
40 % 60 0,0145 5 344,8
60 % 70 0,03 4,95 165
80 % 90 0,1 4,9 49
100 % 210 0,3 4,875 16,25
120 % 500 0,75 4,85 6,47
140 % 850 1,6 4,85 3,03
160 % 1080 2,4 4,55 1,9
180 % 1250 3,75 4,5 1,2
200 % 1375 4 4 1

 TABEL 3 (VDR)

Vin Vout I (mA) R VDR (kΩ)

0 0 0 0
2 0,9 0,0143 62,94
4 1,8 0,0113 159,3
6 2,4 0,0223 107,6
8 3,2 0,04 80
10 4 0,065 61,5

 TABEL 4 (RESISTOR ARANG)

Vs V (Volt) I (mA) R (kΩ)

0 0 0 0
2 2 0,6 3,3
4 4 1,2 3,3
6 6 1,75 3,4

LABORATORIUM LISTRIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


LABORATORIUM PENGUKURAN DAN RANGKAIAN LISTRIK

8 7,9 2,35 3,36


10 9,95 3 3,31

 TABEL 5 (ELEKTRODA)

Jarak Elektroda V (Volt) I (mA) R (kΩ)

2 5 0,26 19,23
4 5 0,3 16,67
6 5 0,45 11,11
8 5 0,575 8,69
10 4,85 0,9 5,4
12 4,9 1,93 2,5

 TABEL 6 (WIREWOUND)

Vs V (Volt) I (mA) R (kΩ)

0 0 0 0
2 1,25 7,5 0,167
4 2,45 14,5 0,168
6 3,6 22,5 0,16
8 3,8 30 0,127
10 6 47 0,127

LABORATORIUM LISTRIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA