Anda di halaman 1dari 5

PERTANYAAN DAN JAWABAN KELOMPOK 4

“ORGANISASI MULTINASIONAL DAN PENGENDALIAN PROYEK”

Anggota Kelompok :

1. Desri Helen Sutama


2. Eri Fahrezi
3. Lastri Nofitri
4. Nurmala
5. Tri Minarni
6. Wiki

1. Jodi Aulia (Kelompok 1)


Pertanyaan:
Bagaimana pihak manajemen menciptakan akulturasi budaya untuk pencapaian pekerjaan yang baik dalam perusahaan
multinasional?
Jawaban :
Masing-masing pihak tentu menandatangani perjanjian global bersama-sama dengan afiliasi yang bekerja di perusahaan
multinasional yang mana terdapat ham, hak serikat buruh, kesehatan dan keselamatan, perlindungan lingkungan. Dan masing-
masing pihak melaksanakan prinsip-prinsip berikut ini:
1) Etika Bisnis
2) Menghormati para pendukung kebijakan
3) Perlindungan terhadap pekerja dan kesempatan yang sama
4) Peningkatan keahlian professional
5) Penghormatan terhadap keberagaman
6) Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia
7) Kerja sama
8) Perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan
9) Perlindungan terhadap lingkungan.

2. Nada Citra Lestari (Kelompok 3)


Pertanyaan:
Perusahaan Multinasional memanfaatkan keunggulan kompetitif untuk mengeksploitasi pasar internasional. Jelaskan motif
Perusahaan go internasional dan berikan contoh!

Jawaban:
Adapun Motif perusahaan go international dalam memanfaatkan keunggulan kompetitif untuk mengeksploitasi pasar
internasional adalah :
1) Melayani permintaan konsumen dengan memperluas daerah pemasaran/penjualan keluar negara tempat perusahaan
induk berada. Perusahaan merespon permintaan konsumen dari luar negri yang begitu besar dengan memasarkan
produknya ke negara tersebut, ini dilakukan untun memenuhi kebutuhan para konsumen akan produk tersebut. Contoh :
Perusahaan Coca-Cola memasarkan produknya ke berbagai negara karena timbul permintaan yang begitu besar
terhadap produk Coca-Cola.
2) Memperoleh akses bahan baku dan faktor produksi lain dengan cost yang lebih rendah. Perusahaan berusaha menekan
biaya produksi dengan mencari bahan baku yang lebih murah. Salah satu caranya adalah dengan melakukan proses
produksi yang dekat dengan akses bahan baku. Dengan begitu biaya produksi akan berkurang. Contoh : Adidas
membangun pabrik di daerah Jawa Timur karena bahan produksi lebih murah dan lebih mudah didapat di daerah sana.
3) Mendapatkan akses pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Ilmu pengetahuan dan
teknologi semakin berkembang setiap saatnya, sehingga perusahaan harus terus mampu mengikuti perkembangannya
agar terus mampu bersaing di dunia bisnis. Contoh : Perusahaan Intel mendirikan Departemen Research and
Development nya di Jepang, karena Jepang dianggap sebagai salah satu negara yang ahli dalam bidang teknologi dan
ilmu pengetahuan.
4) Kesempatan untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat jika pemasaran dilakukan ke luar negri. Tidak selamanya
produk suatu perusahaan dapat diterima dengan baik oleh negaranya sendiri. Untuk itu perusahaan terpaksa
memasarkan produknya ke luar negri dan hasilnya jauh lebih baik. Contoh : Perusahaan produsen sepeda motor,
Honda, memasarkan mayoritas produknya ke luar negri. Karena di negara asalnya, Jepang, sepeda motor kurang begitu
diminati.

3. Sri Ulfa (Kelompok 6)


Pertanyaan:
Mengapa penguasaan teknologi informasi menjadi begitu penting bagi perusahaan ?

Jawaban:
Pada dasarnya, penguasaan teknologi informasi bukan hanya begitu penting bagi perusahaan multinasional saja, namun sangat
penting bagi semua kalangan. Hal ini disebabkan karena kemampuan untuk menguasai teknologi informasi menjadi kunci
dalam melaksanakan serta mengorganisasikan suatu proses, melalui informasi kita dapat mengetahui cara yang lebih baik
untuk mencapai kesusksesan peruahaan kita, mampu melihat para pesaing serta mempermudh kita melakukan komuikasi tanpa
terbatasi oleh jarak maupun waktu.

4. Desinta Hanafiah (Kelompok 3)


Pertanyaan:
Jelaskan pertimbangan manajemen dalam mendesain sistem pengendalian manajemen anak perusahaan multinasional!
Jawaban:
Pertimbangan manajemen dalam mendesain sistem evaluasi kinerja anak perusahaan multinasional, perusahaan dapat
menggunakan cara:
1) Para manajer anak perusahaan seharusnya tidak dianggap bertanggung jawab terhadap efek translasi. Cara termudah
untuk mencapai tujuan ini adalah dengan membandingkan anggaran dengan hasil actual dengan menggunakan metric
yang sama dan mengisolasi efek yang berhubungan dengan inflasi melalui analisis varian. Tak ada gunanya bagi para
manajer untuk khawatir tentang metric yang tepat. Perusahaan multinasional hendaknya memilih metrik apa saja yang
ia anggap lebih mudah untuk digunakan.
2) Efek transaksi paling baik ditangani melalui koordinasi terpusat dari kebutuhan lindung nilai perusahaan multinasional
secara keseluruhan. Hal ini kemungkinan besar akan jauh lebih murah dan sederhana, dan dapat mencegah manajer
anak perusahaan menjadi peramal dan spekulan nilai tukar.
3) Manajer anak perusahaan harus bertanggungjawab terhadap efek ketergantungan dari nilai tukar yang di akibatkan oleh
eksposur ekonomi
4) Evaluasi anak perusahaan sebagai basis dari pengambilan keputusan untuk menentukan lokasi operasi di sebuah Negara
atau merelokasi operasi dari sebuah Negara seharusnya merefleksikan konsekuensi-konsekuensi dari adanya eksposur
translasi, transaksi, dan ekonomi.

5. Rudi Ardiansyah (Kelompok 6)


Pertanyaan: Bagaimana cara menstabilkan 4 perbedaan dalam lingkungan bisnis lokal?

Jawaban:
1) Ketidakpastian. Untuk menstabilkan indikator ini pihak manajemen membutuhkan intervensi pemerintah untuk
membuat kebijakan terkait ancaman yang beresiko seperti pemerasan oleh oknum. Dan manajemen seharusnya
menjalin kerjasama dengan bisnis lokal agar paham kondisi Negara.
2) Infalsi. Untuk mengantisipasi tingkat inflasi manajemen menerapkan bentuk penganggaran yang fleksibel untuk
melindungi manajer dari resiko inflasi atau meninggalkan sebagian ukuran kinerja akuntansi dalam mendukung
langkah-langkah non keuangan.
3) Bakat. Dalam hal ini manajemen memfokuskan orientasi pada pengendalian tindakan daripada pengendalian hasil,
dikarenakan rendahnya persediaan SDM yang berkompeten.
4) Penjabaran mata uang asing. Untuk meminimalisir risiko yang disebabkan oleh mata uang yang fluktuatif yaitu dengan
mengorientasikan transakti menggunakan nilai mata uang yang stabil (dollar), transakti bank/money changer ke dolar
yang stabil.
6. M. Syahril (Kelompok 5)
Pertanyaan:
Permasalahan apa saja yang terdapat pada organisasi multinasional?

Jawaban:
1) Perbedaan Budaya, merupakan salah satu variabel yang penting yang mempengaruhi perusahaan multinasional. Sebuah
organisasi multinasional akan beroperasi di banyak negara dan harus siap menghadapi perbedaan budaya tersebut.
Karena budaya merajuk pada nilai-nilai, asumsi dan norma perilaku yang berkaitan dengan karakter nasional dan
regional yang ada yang mempunyai hubungan yang penting dengan pengendalian manajemen. Sistem perencanaan dan
sistem pengendalian akan lebih efektif di dalam budaya berbeda.
2) Harga Transfer, harga transfer untuk barang, jasa, dan teknologi merupakan ssalah satu dari perbedaan besar yang terjadi
antara pengendalian manajemen operasi domestik dan luar negeri. Dalam operasi luar negeri dibutuhkan beberapa
pertimbangan penting lainnya yaitu perpajakan, peraturan pemerintah, tarif, pengendalian devisa, akumulasi dana dan
joint adventure. Selain itu ada juga pertimbangan hukum yang bertujuan untuk mencegah perusahaan multinasional
melakukan menghindari pajak penghasilan di negara tuan rumah.
3) Nilai Tukar mata uang. Nilai tukar adalah harga dari sebuah mata uang jika dibandingkan dengan mata uang lainnya.
Arus kas perusahaan multinasional didenominasikan dalam beberapa mata uang di mana nilai setiap mata uang relatif
kepada nilai dolar akan berbeda seiring dengan perbedaan waktu. Nilai tukar yang biasa ditawarkan disebut nilai tukar
nominal. Variasi ini memperumit masalah pengukuran kinerja anak perusahaan dan manajernya. Lebih spesifik lagi
perusahaan multinasional memiliki eksposur akibat translasi, transaksi dan ekonomi perubahan nilai tukar yang
implikasinya kepada perancangan sistem pengendalian.