Anda di halaman 1dari 3

Bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Wonosobo

No. Bencana Solusi


Rapid set disaster
1. Angin puting beliung Melakukan reboisasi, harapannya pohon-pohon yang
ditanam dapat memecah angin untuk meminimalisir
dampak butuk yang mungkin terjadi.
Membuat hunian dengan bahan permanen untuk
meminimalisir kehancuran akibat angin puting beliung.
(https://ilmugeografi.com/fenomena-alam/angin-
puting-beliung)
2. Banjir bandang Melakukan reboisasi, agar pohon dapat mengikat air
hujan agar meresap ke dalam tanah.
Membuang sampah pada tempatnya, sehingga tidak
menyumbat saluran air ketika musim hujan datang.
Menghindari membuat bangunan di bantaran sungai
untuk memberi ruang kepada air untuk mengalir.
(http://pusatkrisis.kemkes.go.id/bagaimana-cara-
menanggulangi-banjir)
3. Gempa bumi Mendirikan bangunan dengan menggunakan bahan-
bahan permanen untuk meminimalisir kerusakan yang
mungkin terjadi.
4. Kebakaran Memperbaiki setiap sambungan yang longgar, karena
sambungan yang longgar dapat menyebabkan kabel
menjadi panas dan kemudian akan terbakar.
Menghindarkan penggunaan instalasi atau kabel yang
tidak standar.
Bagi yang menggunakan kompor gas, bila tercium bau
gas yang bocor atasilah dengan cara mencabut
regulator gas dari tabung, segera buka semua jendela
atau pintu agar gas yang bocor di ruangan dapat keluar,
jangan coba-coba menghidupkan atau mematikan
lampu atau peralatan listrik yang terpasang karena
dapart menyebabkan terjadinya percikan api dan dapat
langsung menyambar ke gas yang sudah ada dalam
ruangan akibat kebocoran.
Tidak membiarkan lilin atau lampu teplok tetap
menyala pada saat akan pergi keluar rumah dan jangan
letakkan lilin di atas benda yang mudah terbakar
sebaiknya pakai alas.
Awasi penggunaan peralatan listrik tidak disarankan
menggunakan arus listrik terlalu berlebihan, misalnya
mengambil arus dari 1 titik atau penggunaan steker
yang bertumpuk.
Bila masih menggunakan kompor minyak tanah tidak
dibenarkan menambah minyak kompor pada
kompor sedang menyala.
Isilah minyak genset pada saat hari masih terang
(pagi/siang atau sore hari) agar lebih mudah dipantau
bila pada saat mengisi BBM ke mesin Genset terjadi
tumpahan pada mesin atau di lantai. Tumpahan BBM
pada mesin Genset dapat membahayakan bila Genset
dihidupkan kemungkinan besar ada percikan api dari
busy mesin yang menyebabkan tiba-tiba terjadi
kebakaran.
Jangan biasakan menggunakan Laptop di atas kasur
atau tempat tidur karena Laptop akan panas karena
hawa panas dari kipas pendinginnya tidak keluar dan
rawan sekali terjadi kebakaran terutama pada saat anda
tinggalkan atau anda sendiri tertidur.
Hindarkanlah meninggalkan puntung rokok di asbak
atau meletakkan dan membuang puntung rokok
sembarangan pastikan bahwa puntung rokok telah
benar-benar mati.
Awasi penggunaan obat nyamuk bakar, jangan terlalu
dekat dengan tempat tidur atau di bawah gantungan
baju karena bisa saja sewaktu-waktu baju yang anda
gantungkan terjatuh ke obat nyamuk bakar.
Siapkan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang siap-
pakai di lingkungan kerja atau di rumah dan gunakan
bila sewaktu-waktu diperlukkan untuk memadamkan
api.
(https://p2k.pemkomedan.go.id/artikel-9-bagaimana-
cara-mencegah-dan-mengatasi-bahaya-kebakaran--di-
lingkungan-kerja-atau-tempat-tinggal.html)
5. Tanah longsor Melakukan reboisasi sehingga akar-akar pohon dapat
menahan tanah dan air.
Membuat terasering sehingga akan memperlambat run
off (aliran permukaan) ketika hujan. Jangan lupa atur
drainase supaya tidak ada air yang tergenang di lereng.
Tidak mendirikan rumah di bawah tebing untuk
meminimalisir kerusakan apabila terjadi tanah longsor.
(https://dpupkp.bantulkab.go.id/berita/255-cara-
mencegah-tanah-longsor)
Slow on set disaster
1. Sampah Pengadaan tempat pengelolaan sampah di beberapa
tempat.
Pengambilan sampah rumah tangga secara runtin
dalam lingkup yang kecil seperti desa.
Pengadaan tempat sampah di fasilitas-fasilitas umum
yang ada di Kabupaten Wonosobo.
2. Polusi air Mempertegas peraturan pelarangan pembuangan
sampah dan limbah di lingkungan sungai.
3. Polusi tanah Memperbaiki pengelolaan sampah.
Mengawasi penggunaan pestisida dengan melakukan
sosialisasi terhadap petani.
Melakukan reduce, reuse, and recycle terhadap
sampah-sampah yan g dihasilkan.

Arif Candra Prasetya (


Bagus Eko Saputro (
Rizky Fadzilah Nur (17/415150/TK/46439)