Anda di halaman 1dari 11

JURNAL TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUID DAN SEMISOLID

(STERIL)

INJEKSI CEFUROXIME

I. Nama Sediaan
Nama Generik : Injeksi Cefuroxime
Nama Dagang : Jekcefu®

II. Kekuatan Sediaan


Injeksi Cefuroxime : 750 mg/vial
Volume Sediaan : 8 mL (Vial)
Jumlah sediaan : 10 vial

III. Data Preformulasi Zat Aktif


a) Cefuroxim Natrium
Pemerian : Serbuk, putih atau sedikit kekuningan.
Kelarutan : Mudah larut dalam air, larut dalam methanol, sangat
sukar larut dalam etanol, eter, etil asetat, dan kloroform.
Berat Molekul : 446,37
Titik Lebur : 170-229˚C

pH : Antara 6,0 dan 8,5 atau 5,0 – 7,5 dalam USP 3.0.

Stabilitas : Disterilisasi dengan cara filtrasi. Larutan Cefuroxime


Na stabil dalam 12 jam pada temperature ruangan, tapi sekitas 15%
terdekomposisi setelah 24 jam. Larutan akan berubah warna menjadi
kekuningan dalam penyimpanan. Wadah terutup rapat dan terhindar dari
cahaya. Tidak stabil terhadap panas. Larutan berair dari cefuroxime sodium
terdekomposisi 15% setelah 24 jam.
Penyimpanan : Dalam wadah untuk injeksi. Pertahankan dalam
keadaan beku, dalam wadah tertutup rapat.
Inkompatibilitas : Dengan senyawa-senyawa alcohol.
Sterilisasi : Radiasi pengion sinar gamma.
Khasiat : Antibiotik.
Bentuk zat aktif yang digunakan: Garam.
Bentuk sediaan : Serbuk Rekonstitusi.
Cara sterilisasi sediaan : Teknik Aseptik.
(Codex, hal 779; Dirjen POM, 1995 : 1170).

IV. Analisis Pengembangan Formula


Usulan formula:
R/ Cefuroxime Natrium 750 mg/vial
Benzalkoinum 0,01%
Pelarut ad 8 ml
Alasan pemilihan formula:
1. Zat aktif yang digunakan yaitu Cefuroxime, dalam percobaan ini dibuat
Cefuroxime Natrium (bentuk garamnya) agar menjadikan zat aktif tersebut
mudah larut dalam pelarut aqua pro injeksi (pelarut). Dengan menggantikan
zat aktif dalam bentuk garamnya dimana Na Cefuroxime larut dalam air
namun tidak stabil dalam keadaan larutan sehingga dibuat dalam bentuk
injeksi serbuk rekonstitusi.
2. Karena pembawa atau pelarut yang digunakan yaitu air (aqua pro injeksi)
dan merupakan sediaan multidose maka diperlukan penambahan pengawet
untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme didalam sediaan yang akan
dibuat. Pengawet yang digunakan adalah Benzalkoinum 0,01 % yang
berfungsi sebagai antimikroba. Karena sediaannya merupakan multidose
yang digunakan secara berulang dan mudah terkontaminasi dengan udara
sehingga diperlukan penambahan pengawet.
3. Karena zat aktif Cefuroxime merupakan antibiotic yang tidak tahan
pemanasan sehingga pada proses sterilisasi dilakukan sterilisasi awal
dengan teknik aseptik untuk menjamin produk akhir yang dibuat tidak ada
kontaminasi dari proses pengerjaan dan pengemasan.
4. Wadah yang digunakan untuk injeksi cefuroxime ini yaitu vial dengan tutup
karet, dan vial ini merupakan wadah yang cocok digunakan untuk sediaan
injeksi multidose (pemakaian berulang).

V. Perhitungan Tonisitas
5.1 Metode ekivalen
Cefuroxime Natrium 750 mg/vial (E = 0,1295)
Benzalkonium Klorida 0,01% (E= 0,18)
Aqua pi ad 8 mL

BM Cefuroxime Natrium
konversi dosis = × Dosis Cefuroxime
BM Cefuroxime
446,4
Konversi dosis = 424,4 x 750 mg = 788,88 mg = 0,789 gram

Nama Zat % E % NaCl


Cefuroxime Na 0,789 gram 0,1295 9,8625 % x 0,1295 =
× 100% = 9,8625 %
8 𝑚𝐿
1,2772%
Benzalkonium 0,01 % 0,18 0,01 x 0,18 = 0,0018 %
Klorida

1,279 %
Jumlah (Hipertonis) karena lebih
dari 0,9 % NaCl

b) Maka dibuat penambahan air atau pembawa:


V1 . M1 = V2 . M2
V1 . 0,9% = 100 mL . 1,279%
1,279%×100mL
V1 = = 142,11 mL/100mL
0,9%

Untuk 8 mL agar menjadi isotonis maka jika diperlukan perlu penambahan


air ad:
142,11 mL
× 8mL vial = 11,3688mL
100mL

5.2 Metode Penurunan Titik Beku


Cefuroxime Natrium 750 mg/vial Δ Tf = 5% = 0,36oC
Benzalkonium Klorida 0,01% Δ Tf = 0,5 % = 0,048oC
Aqua pi ad 8 mL

Konversi dosis = BM Cefuroxime Natrium x Dosis Cefuroxime


BM Cefuroxime
446,4
Konversi dosis = 424,4 x 750 mg = 788,88 mg = 0,789 gram

Nama zat % Δ Tf ΔTf × %


Cefuroxime Na 0,789 𝑔𝑟𝑎𝑚 9,8625% 9,8625% x 0,7101o =
8 𝑚𝑙
x 0,36o =
5%
7,0034 oC
× 100% = 0,7101oC
9,8625%
Benzalkonium 0,01 % 0,01 % 0,01 % x 0,00096o =
x 0,048o =
0,5 %
Klorida o 0,0000096 oC
0,00096 C
Jumlah 7,0034 o + 0,0000096 o =
7,0034 oC
(Hipertonis) karena lebih
dari 0,52o
 Berdasarkan nilai ekivalensi sediaan bersifat hipertonis karena lebih besar
dari jumlah NaCl 0,9% dan tidak perlu melakukan pengeceran NaCl 0,9%
karena tidak lebih dari 1,6.
 Berdasarkan nilai ΔTf sediaan bersifat hipertonis karena jumlahnya lebih
dari 0,52oC.

VI. Formula Akhir


R/ Cefuroxime Natrium 0,789 gram
Benzalkoinum Klorida 0,01 %
Aqua Pro Injeksi ad 8 mL

VII. Preformulasi Eksipien


a) Aqua pro injeksi
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau tidak
mempunyai rasa
Kelarutan : Bercampur dengan hampir semua pelarut pola.
BM : 18,02 g/mol
pH larutan : 5,0-7,0
Titik lebur : 100o C
Bobot Jenis : 1 gr/cm3 pada suhu 25oC
Stabilitas : Secara kimiawi air stabil dalam semua keadaan fisik
(es, cair dan uap)
Inkompatibilitas : Dalam formulasi farmasi, air dapat bereaksi dengan
obat-obatan dan eksipien lain yang rentan terhadap hidrolisis (penguraian dalam
keberadaan air atau uap air) di suhu kamar yang tinggi. Air dapat bereaksi cepat
dengan logam alkali dan dengan logam alkali dan oksida mereka, seperti
kalsium oksida dan magnesium oksida. Air juga bereaksi dengan garam
anhidrat untuk membentuk hidrat dari berbagai komposisi, dan dengan
beberapa organik bahan dan kalsium karbida.
(Dirjen POM, 1995:97 ; Rowe et al, 2009: 766).
b) Benzalkoinum Klorida
Pemerian : Bubuk amorf putih atau putih kekuningan, gel kental,
atau serpihan seperti gelatin.
BM : 360 g/mol
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam eter; sangat larut dalam
aseton, etanol (95%), metanol, propanol, dan air.
pH larutan : 5-8
Titik lebur : 400 C
Berat Jenis : 0.98 g/cm3 at 20°C.
Stabilitas : Benzalkonium klorida bersifat higroskopis mungkin
terpengaruh oleh cahaya, udara, dan logam. Solusinya adalah stabil pada
kisaran pH dan suhu yang luas dan dapat disterilkan dengan autoklaf tanpa
kehilangan keefektifan. Larutan dapat disimpan dalam waktu lama pada suhu
kamar. Larutan encer yang tersimpan dalam wadah polivinil klorida atau
poliuretan bisa kehilangan aktivitas antimikroba.
Penyimpanan : Wadah kedap udara, terlindung dari cahaya dan
kontak dengan logam, di tempat yang sejuk dan kering.
Inkompatibilitas : Tidak kompatibel dengan aluminium, surfaktan
anionik, sitrat, kapas, fluoresin, hidrogen peroksida, hipromilar, iodida, kaolin,
lanolin, nitrat, surfaktan nonionik dalam konsentrasi tinggi, permanganat,
protein, salisilat, garam perak, sabun, sulfonamida, tartrat, seng oksida, seng
sulfat.
Kegunaan : Pengawet antimikroba, antiseptik, desinfektan, bahan
pensolubilisasi, bahan pembasah. Dalam sediaan parenteral, benzalkonium
klorida adalah pengawet yang sering digunakan, pada konsentrasi 0,01 %.
(Rowe et al, 2009:56).
VIII. Perhitungan dan Penimbangan

Perhitungan untuk 8 mL Untuk 10


Nama zat Konsentrasi
(dilebihkan 0,50) vial
1. Cefuroxim 9,8625% 9,8625 8400 mg
× 8,5 mL=
100
Natrium
0,84 gram=840 mg
Fosfat
2. Benzalkonium 0,01 % 0,01 8,5 mg
× 8,5 mL = 0,00085 gram = 0,85
100
Klorida
mg
3. Aqua Pro ad 8,5 Ad 8,5 mL
Injeksi

IX. Penentuan metode sterilisai


 Sterilisasi Zat
No Nama Zat Metode Sterilisasi
1. Aqua Pro Injeksi Autoklaf 121oC dan Filtrasi
2. Cefuroxim Natrium Fosfat Aseptis dan Sinar Gamma
3. Benzalkonium Klorida Aseptis dan Sinar Gamma
 Sterilisasi alat
No Alat Metode Sterilisasi
1. Batang Pengaduk Autoklaf 121oC
2. Beaker glass Autoklaf 121oC
3. Corong Autoklaf 121oC
4. Kaca arloji Autoklaf 121oC
5. Pipet tetes Autoklaf 121oC
6. Pipet volume Autoklaf 121oC
Metode sterilisasi yang digunakan untuk injeksi cefuroxime yaitu
menggunakan sterilisasi awal dengan metode radiasi pengion sinar gamma
karena sifat stabilitas zat aktif Cefuroxime yang tidak tahan terhadap panas dan
karena termasuk ke dalam golongan antibiotik maka dilakukan sterilisasi awal
dengan teknik aseptis dibawah LAF (luminar air flow). Cefuroxime natrium
(garam) dibuat dalam sediaan injeksi rekonstitusi, karena zat aktif Cefuroxime
yang merupakan antibiotik golongan beta-laktam meski dibuat dalam bentuk
garam yang mudah larut dalam air namun kestabilannya tidak dapat bertahan
atau dapat dikatakan zat aktif tersebut tidak stabil dalam air sehingga akan
mempengaruhi kestabilan sediaan akhir. Maka dari itu untuk memperoleh
sediaan injeksi yang baik metode sterilisasi yang digunakan yaitu sterilisasi
radiasi pengion dengan sinar gamma karena sifatnya dapat berpenetrasi ke
dalam serbuk sehingga menghasilkan sediaan yang steril.

X. Prosedur Kerja dan Evaluasi Sediaan


Prosedur pembuatan dengan metode aseptis dan khusus untuk injeksi rekonstitusi

Timbang bahan- bahan menggunakan kaca arloji yang telah steril terlebih dahulu

Masukkan Cefuroxim Natrium dan Benzalkonium Klorida kedalam vial, (untuk 10


vial)

Tutup masing-masing vial dengan metode yang sesuai

Lakukan sterilisasi akhir dengan sinar gamma.

Evaluasi Sediaan Injeksi:


Evaluasi sediaan injeksi meliputi evaluasi fisika, biologi dan Kimia
1. Penetapan pH (Dirjen POM, 1995 : 1039 – 1040)
 lakukan uji penetapan pH dengan menggunakan pH meter atau kertas
indikator universal.
2. Bahan partikulat dalam injeksi (Dirjen POM, 1995 : 981 – 985)
Filtrasi menggunakan membran sejumlah tertentu sediaan uji

Lalu amati membran tersebut di bawah mikroskop dengan perbesaran 100x


Jumlah partikel dengan dimensi linier efektif 10 µm atau lebih sama
atau lebih besar dari 25 µm.

3. Keseragaman sediaan (Dirjen POM, 1995 : 1044)


letakkan pada permukaan yang rata secara sejajar lalu dilihat keseragaman volume
secara visual.

4. Penetapan volume injeksi (Dirjen POM, 1995 : 1044).


Ambil sampel dengan alat suntik hipodermik

Memasukannya ke dalam gelas ukur yang sesuai.

Hasilnya volume tidak kurang dari volume yang tertera pada wadah
bila diuji satu persatu

5. Uji kejernihan larutan


lakukan secara visual biasanya dilakukan oleh seseorang yang memeriksa wadah
bersih dari luar di bawah penerangan cahaya yang baik, terhalang terhadap refleksi ke
dalam matanya, dan berlatarbelakang hitam dan putih,
dengan rangkaian isi jalankan dengan suatu aksi memutar, harus benar-benar bebas
dari partikel kecil yang dapat dilihat dengan mata.
6. Uji sterilitas
Prosedur uji dapat menggunakan teknik inokulasi langsung ke dalam media
pada 30oC – 35oC selama tidak kurang dari 7 hari.

7. Uji pirogen (vol >10 mL) (Dirjen POM, 1995 : 908 – 909).
Gunakan hewan uji kelinci dewasa yang sehat: Kelinci yang tidak diberi
makan selama waktu pengujian

masukkan kelinci kedalam kotak penyekap, sehingga kelinci tertahan dengan


letak leher yang longgar

Tidak lebih dari 30 menit sebelum penyuntikan larutan uji, tentukan “suhu
awal” masing-masing kelinci yang merupakan dasar untuk menentukan
kenaikan suhu

Suhu tiap kelinci tidak boleh lebih dari 1°c dan suhu setiap kelinci tidak
boleh > 39,8°.

8. Uji kebocoran
Cairan bening tidak berwarna, wadah takaran tunggal yang masih panas
setelah selesai disterilkan, dimasukan ke dalam larutan metilen biru 0,1%.

Sediaan memenuhi syarat jika larutan dalam wadah tidak menjadi biru dan
kertas saring tidak menjadi basah
XI. Wadah Kemasan
Wadah yang digunakan untuk injeksi cefuroxime yaitu vial dengan tutup karet,
dengan kemasan sekunder dus, yang disertai brosur.
Brosur Injeksi Cefuroxim

SANDI MIMI INI ISI BROSUR


YAAAAAAA
XII. Daftar Pustaka
AHFS Drug Information. (2008). American Society of Health System
Pharmacist.
Dirjen POM. (1979). Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen Kesehatan RI :
Jakarta.
Dirjen POM. (1995). Farmakope Indonesia Edisi IV. Departemen Kesehatan RI :
Jakarta.
Dirjen POM. (2014). Farmakope Indonesia Edisi V. Departemen Kesehatan RI :
Jakarta.
Martindale. (1982). The Extra Pharmacopeia 28. Pharmaceutical Press :
London.
Rowe, Raymond C; Sheskey, Paul J; Quinn, Marian E. (2009). Handbook of
Pharmaceutical Exipient Sixth Edition. Pharmaceutical Press and American
Pharmacists Association : USA.