Anda di halaman 1dari 5

REVIEW JURNAL LOVE

Judul Perception of Love in Young Adults

Tipe jurnal Journal of Social and Clinical Psychology

Volume dan Halaman Vol. 10, 43-48

Tahun 2012

Penulis Saniya Kokab and M. Asir Ajmal

Reviewer Fira Zalsabila. 1771342011. Parepare

Tanggal 27 Agustus 2019

Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi cinta pada
orang-orang dewasa muda.

Partisipan penelitian Dalam studi ini, subjek penelitian adalah dua orang wanita yang
berusia 22 tahun. Wanita pertama menjalani hubungan cinta
yang pertama dan wanita kedua menjalani hubungan cinta yang
kedua. Kedua wanita adalah pelajar dan memiliki hubungan
selama satu setengah tahun terakhir.

Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode
kualitatif.

Definisi Operasional Cinta didefinisikan sebagai perilaku yang meningkatkan


Variabel Independen kesejahteraan emosional, perasaan diri, dan otonomi, cinta
romantis adalah ikatan atau hubungan antara dua orang yang
menghasilkan kepercayaan, keintiman, dan saling
ketergantungan.

Cara & Alat Ukur Cara dan alat ukur untuk variable independent dengan
Variabel Independen wawancara semi-terstruktur yang dilakukan dengan para
peserta. Wawancara semi-terstruktur adalah teknik
pengumpulan data dimana serangkaian pertanyaan terbatas
diajukan namun tetap fleksibel dan memungkinkan pertanyaan-
pertanyaan baru diajukan selama wawancara sebagai hasil dari
apa yang dikatakan oleh partisipan.

Definisi Operasional Perasaan yang didefinisikan sebagai penyebab dari adanya rasa
Variabel Dependen cinta adalah merasa tinggi secara emosional, gembira,
bersemangat, merasa tidak bisa hidup tanpa kehadiran dirinya,
dan merkeinginan besar untuk bersatu dengan seseorang.
Langkah Penelitian 1) Wawancara semi-terstruktur diambil dari kedua peserta
setelah menyetujui dan merumuskan pertanyaan
wawancara.
2) Kemudian pertanyaan-pertanyaan mengenai cinta, hal
yang membuat mereka ingin tetap bersama pasangannya
dan pertanyaan mengenai apa perasaan yang mereka
rasakan diajukan kepada partisipan.
3) Lalu pertanyaan lanjutan diberikan kepada wanita yang
menjalani hubungan cinta yang kedua yaitu “mengapa
anda putus dengan pacar anda sebelumnya”
4) Wawancara direkam dengan persetujuan dari partisipan.
5) Hasil wawancara ditranskip untuk analisis data dengan
mengkode setiap wawancara baris demi baris.
6) Setelah mendapatkan kode, kode yang serupa
menunjukkan tema yang sama dikelompokkan bersama
untuk membentuk kategori.
7) Kategori kedua wawancara digabung bersama untuk
melihat keterikatan mereka dan sebuah teori terbentuk.
8) Persamaan dan perbedaan dalam kategori kedua
wawancara juga terlihat.

Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa teori setelah


dihubungkan berbagai kategori dapat dibagi menjadi tiga tahap.
Tahap pertama ditandai dengan proses jatuh cinta, cinta muncul
di hati yang dicintai tanpa kehadiran kekasihnya, secara
bertahap ikatan menjadi kuat dan keduanya saling jatuh cinta
dengan mengabaikan sifat buruk dari pasangannya. Tahap
kedua, ada berbagai faktor yang mengarah pada kebahagiaan
yaitu komitmen, romantisme, pengertian, kejujuran, fantasi,
harapan, persahabatan yang ideal dan keterbukaan, pada tahap
ini bias terhadap cinta dalam keluarga dan masyarakat juga
muncul dalam tindakan. Tahap ketiga, cinta berlanjut dan pada
akhirnya mengarah pada harapan ke jenjang pernikahan.

Kelebihan Penelitian Kelebihan studi ini yaitu peneliti menggunakan metode


penelitian kualitatif, dimana data yang diperoleh itu spesifik
dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara
semi-terstruktur.

Kelemahan Penelitian Hasil penelitian ini hanya melakukan wawancara pada wanita
sedangkan persepsi cinta pada pria muda tidak diselidiki.

Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan


bahwa kedua wawancara memberikan beberapa pengetahuan
mengenai persepsi cinta pada orang-orang dewasa muda. Hal ini
memberikan ide mengenai hal-hal yang ada dalam hubungan
cinta membuat pasangan tetap bersama dan memberi wawasan
mengenai persepsi berbagai faktor yang dapat menghadirkan
cinta yaitu cinta yang romantic mengarah pada kebahagiaan,
cinta yang romantis akan menunjukkan hubungan positif dengan
ketulusan, komitmen, kejujuran, pengertian, kepedulian,
berbagi, dan uang, namun akan ada hubungan negative antara
posesif dan cinta yang romantic serta media akan berdampak
pada persepsi mengenai cinta. Penelitian ini membahas
mengenai persepsi cinta dan faktor-faktor yang terkait pada
orang dewasa muda yang mengarah pada munculnya tiga teori
cinta yang menggambarka bagaimana cinta yang romantic
berkembang dari waktu ke waktu serta penelitian ini memiliki
implikasi luas di masyarakat dan bagi orang tua yang bisa
mendapatkan gambaran yang jelas tentang mengapa anak-anak
mereka terlibat dalam hubungan cinta.
Hubungan dengan Teori

1. Sosial Exchange Theory


Merupakan keseimbangan antara apa yang diberikan ke dalam hubungan dan apa yang
didapatkan. Pengorbanan Imbalan. Hubungan teori ini dengan penelitian tersebut
adalah dimana partisipan dan pasangannya saling memberi perhatian dan akhirnya jatuh
cinta yang menyebabkan mereka pada akhirnya saling berkomitmen dan saling setia
satu sama lain.

2. Social Penetration Theory


Didefinisikan sebagai suatu hubungan berlanjut dari pertukaran yang biasa sampai
pertukaran yang lebih intim. Hubungan teori ini dengan penelitian tersebut adalah
dimana setelah partisipan dan pasangannya saling memberi perhatian, komitmen, dan
setia pada akhirnya partisipan dan pasangannya berniat untuk ke jenjang yang lebih
intim dan serius lagi yaitu ke jenjang pernikahan.

3. Teori Persepsi Sosial


Merupakan yang kita gunakan untuk mencoba mengetahui dan memahami orang lain.
Hubungan teori ini dengan penelitian tersebut adalah dimana berdasarkan dari tujuan
penelitian adalah untuk menyelidiki persepsi mengenai cinta pada orang-orang dewasa
muda sehingga dalam penelitian ini dapat diketahui bagaimana persepsi cinta menurut
partisipan dimana hasilnya adalah partisipan memiliki persepsi bahwa cinta itu adalah
sebuah ketulusan, komitmen, kejujuran, pengertian, kepedulian, dan saling berbagi.

4. Atribusi
Merupakan proses-proses untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab perilaku orang
lain dan untuk kemudian mengerti tentang tarit-trait menetap dan disposisi mereka.
Hubungan teori ini dengan penelitian tersebut adalah dimana terdapat beberapa
penyebab yang diungkapkan oleh partisipan yang membuat mereka ingin menjalin
hubungan dengan lawan jenis dan merasakan jatuh cinta, seperti adanya saling
perhatian satu sama lain.

5. Teori Afek
Merupakan perasaan dan suasana hati yang individu rasakan. Hubungan teori ini
dengan penelitian tersebut adalah dimana partisipan diminta untuk menjawab dan
mengungkapkan bagaimana perasaan yang mereka rasakan saat mereka jatuh cinta.

6. Teori Efek Bertahan


Merupakan kecenderungan atas keyakinan (belief) dan skema untuk tetap bertahan
tidak berubah meskipun dihadapkan pada informasi yang bertolak belakang. Hubungan
teori ini dengan penelitian tersebut adalah dimana partisipan mengungkapkan akan
tetap bertahan dengan pasangannya walaupun mereka mengetahui keburukan atau sifat
buruk dari pasangannya karena adanya perasaan cinta yang begitu dalam.
7. Teori Saling Ketergantungan
Merupakan karakteristik yang umum pada semua hubungan akrab, suatu asosiasi
interpersonal dimana dua orang mempengaruhi kehidupan satu sama lain dan terlibat
dalam berbagai aktivitas bersama. Hubungan teori ini dengan penelitian tersebut adalah
dimana partisipan mengungkapkan bahwa ia merasa sangat bergantung pada
pasangannya dan merasa tidak bisa hidup tanpa kehadirannya karena sudah ada
keterikatan yang kuat satu sama lain.