Anda di halaman 1dari 25

PROFIL

PEMBERDAYAAN DAN KSEJAHTERAAN KELUARGA


(PKK)

A. Latar belakang

Keberhasilan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh perempuan. Perempuan mempunyai
andil besar dalam membentuk sebuah keluarga yang bermartabat. Lebih dari itu, perempuan
juga mempunyai andil besar dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan melalui
pemberdayaan masyarakat dan kelompok. Salah satu buktinya, bahwa perempuan mampu
meningkatkan kesejahteraan keluarganya dengan melakukan kegiatan usaha produktif rumah
tangga.

Salah satu wadah organisasi perempuan dimasyarakat Desa dan Kelurahan adalah PKK.
PKK merupakan sebuah gerakan yang tumbuh dari bawah dengan perempuan sebagai
penggerak dan dinamisatornya dalam membangun, membina, dan membentuk keluarga guna
mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai unit kelompok terkecil dalam masyarakat.
Gerakan PKK adalah gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang
bertujuan untuk dapat mewujudkan keluarga-keluarga yang sehat, sejahtera, maju dan
mandiri.

PKK adalah gerakan yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai motor / penggeraknya
untuk membangun keluarga sejahtera sebagai unit atau kelompok terkecil dalam masyarakat.
Pengertian ini secara lengkap telah termaktub dalam Buku Pintar PKK yang bunyinya
sebagaiberikut:
“PKK adalah gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan wanita
sebagai motor penggeraknya untuk membangun keluarga sebagai unit atau kelompok
terkjecil dalam masyarakat guna menumbuhkan, menghimpun, mengarahkan, dan
membina keluarga guna mewujudkan keluarga sejahtera”.

Gerakan PKK adalah mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, yang
mekanismenya dikelola dan dilaksanakan secara berjenjang, dari tingkat terbawah (Dawis,
Banjar), Desa, hingga pusat.
PKK menjadi gerakan untuk mendata beberapa aspek yang diperlukan seperti data warga, ibu
hamil, bayi, dan balita, kelahiran, kematian, sampai kegiatan masyarakat.
PKK juga harus menembus pemahaman agama yang kurang tepat, tentang pelarangan
penggunaan alat kontrasepsi termasuk mereka harus memberikan penjelasan yang utuh
tentang manfaat program KB kepada masyarakat yang rata-rata berpendidikan rendah,
mereka membantu korban kekerasan perempuan dalam rumah tangga dan masyarakat.
PKK consern dalam membela kaum miskin yang kelaparan dengan cara membantu ekonomi
kaum perempuan.
Satu hal penting untuk selalu mengusahakan peningkatan SDM kader, agar mengelola
gerakan PKK dengan profesional, mampu melaksanakan tugas dan fungsinya selaku
perencana, pelaksana dan pengendali, sebagai motivator dan penggerak, agar 10 Program
Pokok PKK dapat terlaksana dengan lancar.
Kesejahteraan keluarga menjadi tujuan utama PKK. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan
unit terkecil masyarakat yang akan berpengaruh besar terhadap kinerja pembangunan. Dari
keluarga yang sejahtera ini, maka tata kehidupan berbangsa dan bernegara akan dapat
melahirkan ketentraman, keamanan, keharmonisan, dan kedamaian. Dengan demikian,
kesejahteraan keluarga menjadi salah satu tolok ukur dan barometer dalam pembangunan.
Oleh karena itu, sesuai amanat Permendagri Nomor 5 Tahun 2007, PKK merupakan salah
satu Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan dan merupakan mitra pemerintah dan
organisasi kemasyarakatan.

Program kerja PKK berorientaasi pada praksis, artinya PKK bergerak pada aksi-aksi nyata
memberdayakan dan memihak kaum perempuan. Dan lebih dari itu, PKK mempunyai andil
besar dalam mensukseskan lomba desa.

Jadi PKK adalah suatu gerakan pembangunan yang tumbuh dari bawah, dikelola oleh, dari
dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang sejahtera.
PKK adalah lembaga sosial kemasyarakatan yang independen non profit dan tidak berafiliasi
kepada suatu partai politik tertentu.

PKK mempunyai peran untuk membantu pemerintah Desa dan Kelurahan dalam
meningkatkan kesejahteraan lahir batin menuju terwujudnya keluarga yang berbudaya,
bahagia, sejahtera, maju, mandiri, dan harmonis serta mempunyai peran dalam
menumbuhkembangkan potensi dan peran perempuan dalam meningkatkan pendapatan
keluarga. Selain itu, peran PKK sebagai penggali, pengembang potensi masyarakat
khususnya keluarga, pembina, motivator, serta penggerak prakarsa, gotong royong dan
swadaya perempuan dalam pembangunan sebagai bagian integral dalam mewujudkan
pembangunan partisipatif.

Terkait dengan hal tersebut, dalam upaya mempercepat terwujudnya tujuan pembangunan
yang pro poor, pro gender, dan pro job, maka pemberdayaan PKK perlu terus ditingkatkan.
Pemberdayaan PKK dalam keluarga meliputi segala upaya Bimbingan, Pembinaan dan
Pemberdayaan agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri.

Pada awalnya PKK adalah kepanjangan dari Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, sampai
pada tahun 1972 Menteri Dalam Negeri pada saat itu mengeluarkan imbauan untuk
mengganti nama Kepanjangan PKK menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, dan baru
pada era reformasi kepanjangan PKK kembali diganti menjadi Gerakan Pemberdayaan &
Kesejahteraan Keluarga.
Namun Sejak awal gerakan PKK pada intinya adalah peningkatan kesejahteraan keluarga
yang diartikan sebagai sebuah kondisi tentang terpenuhinya kebutuhan dasar manusia dari
setiap anggota keluarga secara material, sosial, mental spiritual sehingga dapat hidup layak
sebagai manusia yang bermanfaat. Keberhasilan gerakan PKK di Indonesia, khususnya
dengan meningkatkan peranan wanita di masyarakat, telah diakui oleh masyarakat. Bahkan
pengakuan juga datang dari lembaga-lembaga internasional seperti WHO, UNICEF,
UNESCO.
Keberhasilan PKK ini terwujud karena gerakan ini dimunculkan dari kebutuhan masyarakat
yang pengelolaannya juga dilaksanakan oleh masyarakat dan hasil yang didapat juga
dinikmati langsung atau ditujuan untuk masyarakat itu sendiri menuju terwujudnya keluarga
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berbudi
luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan, dan keadilan gender, serta kesadaran
hukum dan lingkungan.
PKK juga merupakan gerakan masyarakat yang selama ini aktif berperan sebagai mitra
pemerintah dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan masyarakat.
Keberhasilan Gerakan PKK ini juga tidak dapat dipungkiri dikarenakan sebagian besar
pengurus dan kadernya adalah perempuan yang secara tradisional di masyarakat Indonesia
memiliki tugas dan tanggungjawab yang lebih besar dalam melakukan UPAYA meningkatan
dan mengembangkan kemampuan dan kepribadian dalam bidang :
1. Mental spiritual, meliputi sikap dan perilaku sebagai insan hamba Tuhan, anggota
masyarakat dan warga negara yang dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945.
2. Fisik material, meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak
serta lingkungan hidup yang sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan, pengetahuan
dan keterampilan.

Jika dicermati, kegiatan Gerakan PKK senantiasa menekankan prinsip pemberdayan dan
partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan keluarga. Jika kita sepakat, keluarga
merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menyediakan kebutuhan seluruh anggotanya,
seperti pendidikan dan budi pekerti, kasih sayang, ekonomi, kesehatan, dan sebagainya,
sebagaimana dalam delapan fungsi keluarga. Artinya keluarga merupakan fundamental bagi
pembangunan manusia, sekaligus barometer kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Dari batasan PKK tersebut jelaslah bahwa tujuan gerakan PKK adalah mewujudkan keluarga
sejahtera. Yaitu, keluarga yang mampu menciptakan keselarasan, keserasian, dan
keseimbangan antara kemajuan lahiriah dan batiniah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Mengapa keluarga sejahtera ini harus diupayakan? Keluarga adalah unit terkecil dalam
masyarakat yang mempunyai arti besar dalam proses pembangunan. Apabila masing-masing
keluarga sudah dapat mewujudkan tata kehidupan dan penghidupannya diliputi rasa saling
pengertian, kekeluargaan yang harmonis, tentu Indonesia akan menjadi negara yang aman,
damai, tentram, dan sejahtera. Jadi, kondisi keluarga dapat menjadi salah satu barometer bagi
kesejahteraan masayarakat pada umumnya.

Permasalahannya sekarang adalah bagaimana membudayakan PKK sesuai dengan


eksistensinya? PKK dengan 10 program pokoknya, yakni penghayatan dan pengamalan
Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga,
pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, mengembangkan kehidupan berkoperasi, kelestarian
lingkungan hidup, serta perencanaan yang sehat merupakan kekuatan yang strategis.
Tidak saja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga dapat meningkatkan
kesehatan masyarakat.

Melalui program pengembangan berkoperasi, PKK dapat menanamkan dasar demokrasi


ekonomi. PKK juga mengenalkan strategi untuk mengembangkan usaha guna meningkatkan
taraf hidup. Yang lebih mendasar lagi, upaya menyadarkan mayarakat akan perlunya
pelestarian lingkungan hidup.

Intinya, bagaimana PKK melalui Pokja-Pokjanya dapat berperan aktif dalam seluruh aspek
kehidupan, termasuk di dalamnya peran serta dalam meningkatkan sektor pendidikan,
khususnya pendidikan ketrampilan ?
PKK yang merupakan wadah kegiatan ibu-ibu, tidak afdol bila kurang memperhatikan sektor
pendidikan. Dalam kehidupan keluarga, wanita adalah pengasuh serta pendidik yang utama
dan pertama bagi putra-putrinya. Sedang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, wanita
adalah pelahir generasi penerus ( Bulletin Nusa Indah, 2003 : 9 ). Hal ini selaras dengan isi
pidato Presiden SBY pada Hari Anak Nasional Th 2006, sebagai berikut :
“ Anak-anak adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Dalam dirinya
melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak adalah tunas , potensi, dan
generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Anak mempunyai peranan strategis yang
menjamin kelangsungan bangsa di masa yang akan datang. Kita sebagai orang tua,
mengemban tugas mulia untuk memberikan curahan kasih sayang, mendidik dan
membesarkan anak-anak kita denga rasa tanggung jawab” (Bulletin Khusus Warta Desa, Juli
2006 ).

Agar seorang ibu dapat memerankan diri sebagai pendidik pertama dan utama, perlu adanya
upaya mengembangkan kemampuan dan ketrampilan melalui optimalisasi PKK. Secara
umum memang pendidikan sudah dilaksanakan di lembaga-lembaga formal. Namun,
pendidikan keterampilan ( live skill ) telah menjamur di lembaga-lembaga yang berbasis
masyarakat, yang tidak menutup kemungkinan ibu-ibu PKK ikut berperan di dalamnya.

VISI

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan.
Menurut Lusi Kholiq Arief dalam Materi Bimbingan teknis Pengelola Perpustakaan, Visi
Gerakan PKK adalah terwujudnya keluarga sejahtera untuk menuju masyarakat madani, yaitu
masyarakat yang maju, mandiri, demokratif, partisipatif, dan sadar hukum. Dengan visi
tersebut, setiap keluarga disadarkan akan perannya untuk ikut mewujudkan masyarakat
madani. Memang, hidup di era maju dan canggih ini, mau tidak mau harus berpikiran maju.
Keluarga yang berpikiran maju tidak akan berdiam diri di tengah arus informasi yang begitu
deras. Keluarga tersebut, akan selalu merasa kurang / ketinggalan jaman, sehingga tumbuh
kemauan untuk selalu belajar mengejar kemajuan zaman. Keluarga yang maju, akan terbiasa
berpikir positif dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan. Keluarga
mandiri seperti itulah yang terbiasa hidup secara demokratis dan partisipatif dalam setiap
memecahkan permasalahan. Keluarga seperti itulah yang ingin diwujudkan oleh PKK dalam
perjuangannya selama ini. Keluarga mandiri dan sejahtera apabila ikut berperan serta dalam
pembangunan, tidak semata-mata melaksanakan instruksi dari atas. Namun, atas kesadaran
sendiri sebagai warga negara yang memang mempunyai tanggung jawab ikut berperan serta
dalam pembangunan.

Salah satu upaya untuk mewujudkan visi gerakan PKK adalah dengan pemberdayaan
masyarakat. Pemberdayaan masyarakat akan terwujud bila ada upaya untuk memberdayakan
keluarga. Sedang yang dimaksudkan pemberdayaan keluarga adalah segala upaya fasilitasi
yang bersifat non-instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan agar mampu
mengidentifikasi masalah , merencanakan, dan mengambil keputusan untuk melakukan
pemecahan dengan benar, tanpa atau dengan bantuan pihak lain (Panduan Pemberdayaan
Masyarakat, 1999 : 2). Pemberdayaan keluarga ini penting karena akan menghasilkan
kemandirian keluarga.
VISI :

Terwujudnya Keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak
mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri , berkesetaraan dan berkeadilan
gender serta kesadaran hukum dan kesadaran lingkungan.

SASARAN

Sasaran gerakan PKK adalah seluruh anggota keluarga yang masih perlu ditingkatkan dan
dikembangkan kemampuan dan kepribadiannya dalam bidang mental spiritual, meliputi sikap
dan perilaku sebagai insane hamba Tuhan, anggota masyarakat dan warga Negara yang
dinamis serta bermanfaat, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan Fisik material yang
meliputi pangan, sandang ,papan, kesehatan, kesempatan kerja yang layak serta lingkungan
hidup sehat dan lestari melalui peningkatan pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan.

Peranan PKK dalam Pemberdayaan Perpustakaan Desa


Pendidikan dan ketrampilan wanita sangat erat kaitannya dengan tugas pokok wanita / ibu
dalam membina keluarga sejahtera. Karena itu wanita / ibu perlu meningkatkan diri dalam
menambah pengetahuan dan ketrampilannya dengan membaca. Untuk itu diperlukan adanya
perpustakaan di Desa.Terlebih lagi bila bidang pendidikan dan ketrampilan diberdayakan
sejak dini di lingkungan masyarakat, akan terjembatani kesenjangan-kesenjangan di sektor
lain. Untuk itu salah satu alternatifnya adalah dengan mendirikan perpustakaan desa.
Salah satu program kerja Pokja II PKK adalah peningkatan minat baca dan pemberdayaan
perpustakaan. Artinya, ada gayung bersambut antara kebutuhan pemenuhan pengetahuan dan
informasi masyarakat dengan program PKK di era informasi ini.
Lalu seberapa besar peranan PKK dalam pemberdayaan perpustakaan ?
PKK sebagai mitra kerja pemerintah sekaligus merupakan organisasi kemasyarakatan yang
berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-
masing tingkatan. PKK juga berperan serta dalam mengembangkan perpustakaan ,
memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat dan berhasil guna. Tidak
terkecuali , ikut mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan ikut serta dalam gerakan
pembebasan 3 ( tiga ) Buta.

Begitu besarnya peranan PKK dalam pemberdayaan perpustakaan desa bagi peningkatan
kualitas SDM ibu-ibu PKK, maka dipandang perlu adanya perpustakaan di tingkat desa /
kelurahan. Pemberdayaan perpustakaan secara optimal akan berfungsi sebagai rumah belajar
masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat dari segala umur dapat menggunakan perpustakaan
untuk pemberdayaan diri dan pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan adalah penguatan kemampuan, kemauan dan kemandirian masyarakat yang


meliputi :

1. Penguatan bidang ekonomi baik dalam penguasaan aset, peningkatan SDM, akses pasar,
perubahan sikap mental dalam berusaha dan bekerja.
2. Penguatan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, kebudayaan, politik melalui
perluasan akses , sehingga terbentuk masyarakat yang memiliki kepribadian, disiplin, mandiri
dan optimis.

3. Penguatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik (Slamet Sutopo, KPM,
2006).

Majukan kaum perempuan. Agar perempuan tak terkungkung dalam masalah perbedaan
gender. Tetapi justru mampu menunjukkan bahwa kaum Hawa bisa sama, bahkan lebih dari
lelaki.
Sekarang ini kaum perempuan memiliki banyak peluang di segala hal. Sebab, tak ada lagi
perbedaan gender yang menyebabkan perempuan selalu terdiskriminasi.

Meski demikian, berharap kaum perempuan tak melupakan kodratnya. ’’Harus ada
keseimbangan agar semua dapat berjalan baik,”. Karena banyak contoh seorang perempuan
yang berkarir dan sering mengabaikan tanggung jawabnya pada keluarga.
’’Padahal tidak boleh seperti itu. Mengejar karir boleh, tetapi jangan sampai tanggung jawab
sebagai ibu dan istri terlupakan. Keduanya harus berjalan seimbang agar sama-sama berhasil
dengan baik,”.
Untuk di Desa Bayuntaa sendiri, jumlah perempuan yang memiliki prestasi gemilang sudah
cukup banyak.
’’Semoga ini menjadi sebuah motivasi bagi kaum perempuan di Desa Bayuntaa untuk terus
berpacu dan berkarya,”.

Kunci sukses yang utama dan pertama adalah kerja ikhlas, kerja keras, kerja tuntas dan
terintegritas.

B. Tujuan

Tujuan dilakukannya Kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga adalah:

 Meningkatkan kinerja Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dalam


pembangunan.
 Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kader Pemberdayaan Kesejahteraan
Keluarga dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya lokal untuk meningkatkan
kualitas hidup perempuan beserta keluarganya.
 Meningkatkan pemberdayaan dan penguatan lembaga PKK sebagai lembaga
kemasyarakatan Desa dan Kelurahan yang produktif, kreatif, dan responsif.
 Memberdayakan lembaga PKK agar mampu mengembangkan inovasi-inovasi dalam
mendorong masyarakat yang menjadi binaannya secara partisipatoris, yang
pendekatan metodenya berorientasi pada kebutuhan kelompok masyarakat sasaran.
 Memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya
keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia
dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender
serta kesadaran hukum dan lingkungan.
PENGORGANISASIAN TIM PENGGERAK PKK DESA BAYUNTAA

A. Bidang organisasi

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga yang kemudian disempurnakan istilahnya menjadi


Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga adalah suatu gerakan pembangunan masyarakat
yang teroganisir dan dikelola oleh suatu Tim yang dinamakan Tim Penggerak PKK yang
disingkat TP PKK. Dibawah Desa dibentuk Kelompok Banjar/Dusun serta Kelompok Dasa
Wisma.

Di Desa Bayuntaa Terdapat 1 ( satu ) Sekretariat ) TP-PKK Desa. Kelompok PKK Bayuntaa
ada 3 (Tiga) Kelompok, dan kelompok Dasa Wisma 6 (Enam) Kelompok.

1. Tim Penggerak PKK Desa Bayuntaa

Tim Penggerak PKK Desa Bayuntaa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa Bayuntaa
Nomor 9 Tahun 2017 tentang Penetapan Kepengurusan Tim Penggerak PKK Desa Bayuntaa
dengan susunan pengurus sebagai berikut :

 Ketua
 Wakil Ketua
 Sekretaris
 Wakil Sekretaris
 Bendahara
 Wakil Bendahara
 Pokja I yang membidangi P3 (Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dan Gotong
Royong
 Pokja II yang membidangi Pendidikan & Ketrampilan dan Pengembangan kehidupan
Berkoperasi
 Pokja III yang membidangi Sandang, Pangan, dan Tata Laksana Rumah Tangga

 Pokja IV yang membidangi Kesehatan, Kelestarian lingkungan Hidup dan


Perencanaan Sehat.

Tugas dan fungsi Tim Penggerak PKK Desa Bayuntaa adalah sebagai berikut :

 Menyusun rencana kerja/program kerja


 Melaksanakan kegiatan sesuai dengan program kerja yang telah disusun
 Menggerakkan kelompok PKK Dusun/Banjar dan Dasa Wisma agar program kerja
dapat terlaksana dimasing – masing Dusun/Banjar dan Dasa Wisma dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan keluarga
 Melaksanakan kegiatan penyuluhan yang mencakup kegiatan bimbingan, motivasi,
memberikan petunjuk dan sebagainya dalam upaya mencapai kesejahteraan keluarga
 Berpartisipasi dalam pelaksanaan program sektoral mengenai kesejahteraan keluarga
di Desa Bayuntaa
 Melaksanakan tertib Administrasi
 Membuat pertanggung jawaban keuangan tentang dana – dana yang dikelola dalam
pelaksanaan program pembangunan di Desa Bayuntaa khususnya yang ditangani oleh
PKK
 Mengadakan konsultasi dengan Pembina setempat, tokoh masyarakat dan Tim
Penggerak Kecamatan, Kabupaten maupun Propinsi

2. Kelompok PKK Desa Bayuntaa

Kelompok PKK Desa Bayuntaa, yang terdiri dari 3 Kelompok yaitu :

 Kelompok PKK Menjahit


 Kelompok PKK Tenun Ikat
 Kelompok PKK Memasak

Tugas dan fungsi Kelompok PKK tersebut adalah sebagai berikut :

 Melaksanakan kegiatan – kegiatan sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan
 Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada Tim Penggerak PKK Desa Bayuntaa

3. Kelompok Dasa Wisma

Tugas dan fungsi Kelompok Dasa Wisma adalah sebagai berikut :

1. Mencatat segala kegiatan yang ada di masyarakat/KK sesuai dengan buku

2. Mencatat Ibu Hamil, Kelahiran, Kematian, dan Ibu Nifas

3. Memberikan penyuluhan kepada KK Binaanya tentang pelaksanaan 10 Program Pokok


PKK

4. Menggerakkan warga binaannya sesuai dengan kebutuhan

5. Melaporkan hasilnya kepada Tim Penggerak PKK Desa.

Strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga, dilaksanakan melalui
“Kelompok Dasawisma”, yaitu kelompok 10 – 20 KK yang berdekatan.

Ketua Kelompok Dasawisma dipilih dari dan oleh anggota kelompok.


Ketua Kelompok Dasawisma membina 10 rumah dan mempunyai tugas menyuluh,
menggerakkan dan mencatat kondisi keluarga yang ada dalam kelompoknya, seperti adanya
ibu hamil, ibu menyusui, balita, orang sakit, orang yang buta huruf dan sebagainya.
Informasi dari semuanya ini harus disampaikan kepada kelompok PKK setingkat diatasnya,
yang akhirnya sampai di Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan.
Anggota Tim Penggerak PKK adalah para relawan, yang tidak menerima gaji, baik
perempuan maupun laki-laki, yang menyediakan sebagian dari waktunya untuk PKK.
Walaupun Sasaran PKK adalah keluarga, khususnya ibu rumahtangga, perempuan, sebagai
sosok sentral dalam keluarga. Ia tidak hanya mengurus soal kehidupan rumahtangganya dan
mengasuh anak saja. Banyak diantara ibu rumahtangga yang membantu suami disawah,
bahkan berusaha menambah pendapatan keluarga dengan berjualan.

Tim Penggerak PKK berperan sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana,


pengendali dan penggerak. Pembinaan tehnis kepada keluarga dan masyarakat dilaksanakan
dalam kerjasama dengan unsur dinas instansi pemerintah terkait.

B. Bidang Administrasi

a) Dukungan Kebijakan Operasional untuk Kegiatan TP.PKK :

1. Keputusan Rakernas VII PKK Tahun 2010

b) Kelengkapan Buku Wajib

Dalam melaksanakan kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Bayuntaa Kecamatan Ile Boleng
mengacu Buku Administrasi Sesuai Rakernas VII PKK Tahun 2010 sebagai berikut :

1. Buku Anggota TP.PKK dan Kader PKK

2. Buku Agenda Surat masuk dan Surat Keluar

3. Buku Keuangan

4. Buku Notulen

5. Buku Inventaris

6. Buku Kegiatan

Serta dilengkapi dengan Buku-Buku Bantu seperti ada buku pencatatan kegiatan lainnya
diantaranya buku tamu, buku pencatatan pemakaian ruangan, buku catatan acara Ketua TP
PKK, buku absensi sekretariat, buku koperasi, buku arisan bulanan, serta buku catatan yang
ada di masing-masing Pokja.

Kelengkapan papan data, terdiri dari :

 Papan Data Kegiatan Pokja I s/d Pokja IV


 Struktur Organisasi Kader
 Susunan Kepengurusan TP.PKK
 Data Kegiatan Posyandu
 Struktur Dewan Penyantum TP.PKK Desa
 Papan Nama TP-PKK Desa Bayuntaa
 10 Program Pokok PKK
Kelengkapan atribut yang ada pada sekretariat TP PKK Desa Bayuntaa antara lain berupa :

a. Papan Nama TP PKK,

b. Stempel,

c. Baju seragam

C. Bidang Sekretaris :

Data kegiatan yang dimiliki oleh Tim Penggerak PKK Desa Bayuntaa sesuai dengan
petunjuk, yaitu data umum, data kegiatan Pokja I, II, III dan IV.

Bidang Bendahara :

Administrasi Keuangan yang ada di TP. PKK Desa Bayuntaa meliputi :

· Administrasi Umum

· Administrasi Bantuan

· Administrasi Swadaya

1. Pelaksanaan Kegiatan Bidang Bendahara

a. Pembinaan Administrasi Keuangan Desa sesuai petunjuk melalui Pembinaan Pokwil


dan Rapat Koordinasi PKK.

b. Pembinaan tentang teknis membuat SPJ

c. Pemantauan perkembangan modal UP2K-PKK, dll.

d. Mengadakan Evaluasi, Supervisi bantuan modal serta Evaluasi keuangan PKK


bekerjasama dengan Sekretaris, Pokja II dan pihak-pihak terkait

Dalam melaksanakan kegiatan 10 Program Pokok PKK senantiasa menggunakan Dana


Bantuan yang di peroleh sebagai berikut :

- APBDes Bayuntaa

- Kas TP.PKK Desa Bayuntaa

Dukungan kebijakan operasional dalam menunjang kegiatan adminitrasi PKK :

a. Penyediaan ruangan untuk sekretariat TP PKK, beserta peralatan meubel.

b. Penyediaan tenaga kesekretaritan PKK.

c. Pinjam pakai peralatan komputer untuk kegiatan PKK.


C. Bidang Keuangan

Bendahara :

 Menerima bantuan dari Ketua Dewan Penyantun Bapak Desa Bayuntaa.


 Tertib administrasi pembukuan harus sesuai dengan Program serta kegiatan
Pembinaan dan Pengembangan PKK
 Mengeluarkan keuangan sesuai dengan prosedur dan mengarsipkan nota-nota,
kwitansi-kwitansi.
 Melakukan fungsi koordinasi keuangan dengan sekretaris dan ketua Pokja-pokja
 Menginformasikan secara regular keadaan keuangan.

Kegiatan Administrasi Bidang Kesekretariatan

a. Melaksanakan kegiatan rutin sekretaris antara lain menyusun program kerja tahunan yang
mencakup kegiatan-kegiatan Pokja I s/d IV termasuk kegiatan Bendahara.

b. Pencatatan administrasi kesekretariatan dan administrasi keuangan, administrasi surat


masuk dan keluar, pelaporan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan administrasi
kegiatan sekretaris maupun Pokja-Pokja.

c. Melaksanakan pertemuan rutin PKK dalam setiap bulannya seluruh kegiatannya terangkum
dalam notulen dan buku kegiatan

d. Monitoring kegiatan Posyandu, BKB, Posbindu (lansia) bekerjasama dengan Pokja IV.

e. Menghadiri dan membina (monitoring) kelompok Banjar, dan kelompok Dasa Wisma.

f. Membantu jalannya perkembangan kegiatan UP2K PKK bekerjasama dengan Pokja II.

g. Menerima kunjungan Bina Wilayah TP. PKK Tk. Kecamatan .

h. Sosialisasi pelaksanaan simulasi KDRT di wilayah.

i. Monitoring perkembangan kegiatan PAUD untuk mengetahui perkembangan kegiatan


PAUD.

k. Melaksanakan kegiatan kerja bakti di wilayah Banjar masing-masing dan melaksanakan


jumantik setiap bulannya

PENERAPAN 10 PROGRAM POKOK PKK


Pelaksanaan program dan kegiatan PKK secara terpadu dilaksanakan oleh Pokja-pokja
dengan berpedoman pada 10 Program Pokok PKK.

1. PROGRAM POKJA I

Pokja I mengelola program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Program Gotong
Royong.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran keluarga dalam bermasyarakat


berbangsa dan bernegara perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga Negara
dengan sosialisasi melalui penyuluhan, pelatihan dan simulasi terpadu.

Program ini sesuai dengan kebutuhan gender dapat dikategorikan menjadi kebutuhan praktis
dimana harus segera dilaksanakan karena sifatnya mendesak, selain itu dapat juga
dikategorikan menjadi kebutuhan gender strategis karena program ini bisa berdampak untuk
jangka panjang, misalnya Pola Asuh Anak dan KADARKUM. Program ini sesuai dengan
pendekatan kebijakan dalam bidang penguatan.

a. Tugas

1). Memantapkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, saling menghormati dan
menghargai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2). Meningkatkan ketahanan keluarga dalam rangka mewujudkan kesadaran setiap warga
tentang Penghayatan dan Pengamalan Pancasila melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara
(PKBN)

3). Memantapan Pola Asuh Anak dan remaja dalam keluarga serta perlindungan anak
melalui Lokakarya dan Ujicoba.

4). Peningkatan pemahaman dan pengamalan perilaku budi pekerti dan sopan santun dalam
keluarga dan lingkungan

5). Meningkatkan pemahaman peraturan perundangan yang berkait dengan pencegahan


Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pencegahan perdagangan orang (trafficking),
peningkatan pemahaman penyalahgunaan narkoba melalui life skill dan parenting skill.

6). Meningkatkan kesadaran hidup bergotong royong, kesetiakawanan sosial, keamanan


lingkungan, Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan lain lainnya.

7). Memberdayakan LANSIA dalam kegiatan yang produktif dan menjadi teladan dalam
keluarga dan lingkungannya.

b. Prioritas Program

1). Penghayatan dan Pengamalan Pancasila


Menumbuhkan ketahanan keluarga melalui kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara perlu dilaksanakan pemahaman secara terpadu :

a). Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN):

PKBN mencakup 5 (lima) unsur:

(1) Kecintaan tanah air,

(2) Kesadaran berbangsa dan bernegara,

(3) Keyakinan atas kebenaran Pancasila,

(4) Kerelaan berkorban untuk Bangsa dan Negara serta

(5) Memiliki kemampuan awal bela Negara.

b). Kesadaran Hukum (KADARKUM)

KADARKUM adalah upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang peraturan perundang-


undangan diprioritaskan di PKK untuk pencegahan PKDRT, Trafficking, Perlindungan Anak,
NARKOBA Dan lain-lain.

c). Pola Asuh Anak dan Remaja

Pola Asuh anak dan remaja adalah upaya untuk menumbuhkan dan membangun perilaku,
budi pekerti, sopan santun didalam keluarga sesuai budaya bangsa.

d). Pemahaman dan Ketrampilan Hidup (Life Skill And Parenting Skill)

Pemahaman dan ketrampilan hidup adalah upaya menumbuhkan kesadaran orang tua dalam
upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba.

e). Pemahaman tertib administrasi dalam rangka meningkatkan dan mewujudkan tertib
administrasi kependudukan di keluarga.

2). Gotong Royong

Dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong bertujuan untuk membangun kerjasama yang
baik antar keluarga, warga, dan kelompok dalam rangka mewujudkan semangat persatuan
dan kesatuan. Program ini sesuai dengan kebutuhan gender yang bersifat praktis karena
dengan adanya program gotong-royong ini, masyarakat dapat mempererat tali persaudaraan
antara warga.

Selain termasuk dalam kebutuhan praktis, program ini juga termasuk dalam kebutuhan
strategis karena dalam kegiatan gotong royong biasanya membangun fisik fasilitas desa.
Maka dengan pembangunan fisik tersebut akan membawa dampak jangka panjang bagi
masyarakat sekitar maupun masyarakat lainnya. Contohnya adalah bakti social. Kegiatan
bakti social dapat mempererat tali persaudaraan antara masyarakat dengan warga lingkungan
sekitar.
Kegiatan gotong royong dilaksanakan dengan membangun kerjasama yang baik antar
sesama: keluarga, warga dan kelompok untuk mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan.

a). Menumbuhkan kesadaran, kesetiakawanan sosial, bertenggang rasa dan kebersamaan


serta saling menghormati antar umat beragama

b). Memberdayakan LANSIA agar dapat menjaga kesehatan fisik dan mental, kebugaran,
keterampilan agar dapat melaksanakan kegiatan secara produktif dan menjadi teladan bagi
keluarga dan lingkungannya.

c). Berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan bakti sosial, kegiatan Tentara Manunggal
Membangun Desa (TMMD).

2. PROGRAM POKJA II

Pokja II mengelola Program Pendidikan dan Ketrampilan dan Pengembangan Kehidupan


Berkoperasi.

a. Tugas

1). Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan dalam keluarga, peningkatan jenis dan mutu
kader, peningkatan pengetahuan TP PKK dan kelompok-kelompok PKK dan Dasawisma
melalui penyuluhan, orientasi dan pelatihan.

2). Melaksanakan dan mengembangkan kegiatan program Bina Keluarga Balita (BKB).

3). Memantapkan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A dan B dan C

4). Meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran dalam keluarga tentang


pentingnya pendidikan anak sejak usia dini (0-6) tahun agar anak tumbuh dan berkembang
secara optimal sesuai dengan usianya.

5). Membantu program Keaksaraan Fungsional (KF) dalam rangka meningkatkan


pendidikan keluarga.

6). Meningkatkan kelompok dan kualitas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K)
PKK.

7). Memotivasi keluarga tentang manfaat koperasi sebagai salah satu upaya perbaikan
ekonomi keluarga dan mendorong terbentuknya koperasi yang dikelola oleh PKK.

8). Identifikasi kebutuhan pelatihan.

9). Menyusun modul-modul pelatihan.

10). Berpartisipasi dalam Forum PAUD bekerjasama dengan Pokja IV yang difasilitasi oleh
Kementerian Pendidikan Nasional.
11) Meningkatkan pengetahuan masyarakt tentang pentingnya pendidikan dasar untuk
semua sesuai dengan tujuan MGDs yaitu agar setiap anak laki-laki dan perempuan
mendapatkan dan menyelesaikan pendidikan dasar.

b. Prioritas Program

1). Pendidikan dan Ketrampilan

Program ini difokuskan kepada peranan majemuk perempuan dalam bidang produktivitas,
karena dengan adanya pendidikan dan keterampilan akan menghasilkan kader-kader atau
bibit manusia yang baik untuk masa depan. Selain itu, program inipun membuat kesadaran
akan pendidikan semakin meningkat.

Kebutuhan gender strategis dapat dilihat dari program ini bisa membawa dampak baik bagi
kehidupan anak-anak dimasa depan. Dengan tingkat pendidikan yang semakin tinggi, maka
usaha untuk mendapatkan lapangan pekerjaan semakin besar. Selain itu kebutuhan gender
praktis juga terdapat dalam program ini. Terlihat dari dengan adanya pelatihan keterampilan,
akan membuat anak-anak menjadi paham tentang sesuatu dari sejak dini. Selain itu para
perempuan yang ada dapat terberdayakan dengan baik sesuai dengan minat dan bakat yang
dimiliki oleh masing-masing individu. Contoh kegiatan dari program ini adalah pelatihan
keterampilan menjahit.

a). Meningkatkan kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan, kesadaran dan


ketrampilan keluarga yang mempunyai anak balita mengenai tumbuh kembang anak balita
secara optimal.

b). Menyusun modul pelatihan BKB bagi TP PKK dan mengadakan pelatihan BKB

c). Meningkatkan mutu dan jumlah pelatih PKK dengan mengadakan pelatihan pelatih/
Training of Trainer (TOT).

d). Menyempurnakan modul-modul pelatihan TPK3PKK, LP3PKK dan DAMAS PKK


sesuai dengan perkembangan serta mensosialisasikannya antara lain melalui pelatihan-
pelatihan : TPK3PKK, LP3PKK dan DAMAS PKK.

e). Meningkatkan pengetahuan TP PKK dalam kegiatan Pos PAUD melalui kegiatan
PAUD yang diintegrasikan dengan BKB dan Posyandu dengan pertemuan mitra PAUD
bekerja sama dengan Pokja IV.

f). Meningkatkan jumlah, pengetahuan dan ketrampilan kader dalam mendidik anak usia
dini melalui pelatihan bekerja sama dengan instansi terkait dan HIMPAUDI.

g). Meningkatkan ketrampilan kecakapan hidup (LIFE SKILL) perempuan maupun laki
laki sehingga mampu berusaha secara bersama atau mandiri untuk memperkuat kehidupan
diri dan keluarganya.

h). Mengadakan monitoring dan evaluasi kegiatan Pos PAUD di TP PKK Desa untuk
mengetahui sejauh mana pengintegrasian PAUD, BKB dan Posyandu
i). Meningkatkan kejar Paket A, B dan C melalui pelatihan Tutor Kejar Paket A, B dan C
bekerja sama dengan instansi terkait.

j). Meningkatkan dan menyuluh keluarga tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar
Sembilan Tahun (WAJAR DIKDAS 9 tahun)

k). Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan keluarga serta pengembangan Keaksaraan


Fungsional (KF) dengan pendampingan melalui penyuluhan, orientasi dan pelatihan.

l). Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan baca tulis, serta membudayakan minat
baca masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Sudut Baca bekerja sama
dengan instansi terkait.

m). Meningkatkan pelaksanaan kerjasama dengan mitra sebagai pendamping, yaitu lintas
sektoral dan lintas kelembagaan.

2). Pengembangan Kehidupan Berkoperasi

Pada program ini, peranan majemuk perempuan lebih terfokus pada produktivitas, karena
dengan adanya pengembangan hidup dalam berkoperasi bisa menjadi tambahan penghasilan
bagi keluarga rumah tangga. Kebutuhan gender praktis yang ada dihasiljan dari tambahan
penghasilan melalui Simpanan Hasil Usaha (SHU) sebagai tambahan penghasilan keluarga.

Kebutuhan gender strategis bisa dilihat dari dengan mengikuti koperasi, maka keluarga
memiliki tabungan atau simpanan yang dapat digunakan dimasa depan. Pendekatan yang
dilakukan dalam program ini adalah penguatan ekonomi keluarga sekaligus anti kemiskinan
karena adanya tambahan pendapatan yang dihasilkan dengan mengikuti koperasi yang ada di
desa.

a) Melaksanakan evaluasi UP2K-PKK dan mengadakan lomba UP2K untuk mengetahui


sejauh mana pelaksanaan kegiatan UP2K-PKK dan mengetahuai keberhasilannya.

b) Mengadakan pelatihan UP2K-PKK dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang


program UP2K-PKK agar TP PKK Desa mempunyai tenaga terampil dalam pengembangan
program UP2K-PKK

c) Mendata ulang jumlah kelompok-kelompok UP2K-PKK

d) Mengatatasi cara pemecahan masalah mengenai permodalan untuk kegiatan UP2K PKK
melalui APBD, Lembaga Keuangan Mikro yang ada, baik yang bersifat bank seperti BRI
Unit Desa, Bank Perkreditan Rakyat, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
Mandiri Pedesaan, Alokasi Dana Desa (ADD) dan lain lain.

e) Mengupayakan pemasaran UP2K PKK melalui pasar, warung, ikut pada pameran, bazar
baik lokal maupun nasional dan menjalin kemitraan dengan Dekranas / Dekranasda.

f) Memotifasi keluarga agar mau menjadi anggota koperasi untuk meningkatkan


pendapatan keluarga.

g) Mendorong terbentuknya koperasi yang berbadan hukum yang dikelola oleh TP PKK
Dalam pelaksanaa prioritas program disesuaikan dengan kemampuan daerah dan menjalin
kemitraan dengan instansi terkait.

3. PROGRAM POKJA III

Pokja III mengelola program Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga

a. Tugas :

1). Mengupayakan ketahanan keluarga dibidang pangan sesuai dengan UU No. 7 Tahun
1996 tentang Pangan.

2). Meningkatkan penganekaragaman tanaman pangan dalam upaya peningkatan gizi


keluarga menuju keluarga yang berkualitas.

3). Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang Beragam,


Bergizi, Berimbang (3B), yang aman dan berbasis sumber daya lokal.

4). Mengusahakan pemanfaatan lahan baik darat maupun air, minimal untuk pemenuhan
kebutuhan pangan keluarga.

5). Berperan dan membantu dalam program Cadangan Pangan Masyarakat.

6). Memantapkan Gerakan Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA
PKK).

7). Memanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam upaya meringankan beban kerja
sehingga hasilnya lebih efektif dan efisien.

8). Membudayakan “Aku Cinta Makanan Indonesia” dan “Aku Cinta Produksi Indonesia”
sehingga menumbuhkan rasa bangga.

9). Mensosialisasikan pola pangan 3B untuk keluarga khususnya bagi balita dan lansia.

10). Meningkatkan penggunaan bahan sandang dalam negeri serta mendorong peningkatan
kualitas dan kuantitas produksi dan pemasarannya.

11). Mengembangkan kreatifitas Usaha Kecil Mikro (UKM) dengan berbagai produk
busana, cinderamatakhas daerah untuk menunjang pariwisata.

12). Mendorong terciptanya lapangan/kesempatan kerja di bidang jasa, sandang, pangan dan
perumahan.

13). Memasyarakatkan rumah sehat dan layak huni sebagai upaya terwujudnya kualitas
hidup keluarga.

14). Memantapkan pemahaman tentang fungsi rumah sebagai tempat tumbuh kembang
keluarga harmonis.

15). Meningkatkan jalinan kerjasama dengan institusi terkait.


16). Melaksanakan PMT- AS terkoordinasi dan terpadu.

17). Sosialisasi program nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN)


dalam rangka mencerdaskan bangsa.

18). Melaksanakan Program Nasional Gerakan Perempuan, Tanam, Tebar dan Pelihara
Pohon untuk mengantisipasi akibat perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan
keluarga.

19). Menjaga kelestarian hutan.

b. Prioritas Program

1). Pangan

Program ini difokuskan pada peranan majemuk perempuan dalam bidang produksi dan
kemasyarakatan. Dengan adanya program pangan ini maka banyak warga yang dapat
memproduksi makanan sendiri. Misalnya program TOGA (Tanaman Obat Keluarga)
membuat warga memproduksi tanaman obat sendiri agar jika salah satu anggota ada yang
sakit, bisa langsung diobati tanpa harus pergi ke rumah sakit. Program pangan bisa bersifat
kemasyarakatan, misalnya pengadaan lomba masak secara berjenjang guna meningkatkan
kreatifitas cipta makanan.

Program ini dapat memenuhi kebutuhan gender secara praktis karena dapat mengoptimalkan
potensi warga dalam bidang pangan secara tepat guna. Selain itu, program ini juga memenuhi
kebutuhan gender secara strategis karena program-program yang ada dapat berguna dan
bermanfaat bagi kehidupan di masa yang akan datang, misalnya program TOGA yang bisa
bermanfaat untuk waktu yang lama.

Pendekatan yang digunakan dalam program pangan ini adalah penguatan ekonomi dan anti
kemiskinan. Warga yang ada di Desa Bayuntaa kebanyakan memproduksi barang yang bisa
di pasarkan sebagai tambahan untuk perekonomian keluarga mereka.

a). Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga melalui penganekaragaman pangan yang


bergizi sesuai potensi daerah.

b). Peningkatan pangan keluarga sehari-hari dengan mendorong terciptanya sikap dan
perilaku masyarakat melalui penganekaragaman makanan dengan menerapkan pola pangan
3B (beragam, bergizi, berimbang), sesuai potensi daerah.

c). Mewaspadai terjadinya keracunan pangan, mulai dari menanam, memilih, mengolah
sampai terhidangnya makanan, menghindari bahan tambahan makanan yang berbahaya,
antara lain : zat pewarna, bahan pengawet, produk kedaluwarsa, dan penggunaan pestisida.

d). Meminimalkan budaya / tradisi pangan yang merugikan kesehatan misalnya orang
hamil / balita banyak pantangan makan.
e). Mengoptimalkan HATINYA PKK dengan tananam pangan dan tanaman
produktif/keras (bernilai ekonomis tinggi), minimal untuk memenuhi keperluan dan tabungan
keluarga serta meningkatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

f). Mengembangkan industri pangan rumah tangga dan mengadakan penyuluhan, orientasi
dan pelatihan untuk menunjang pemasaran.

g). Mengadakan lomba masak secara berjenjang guna meningikatkan kreativitas cipta
makanan.

h). Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk menunjang usaha agrobisnis,
hortikultura, tanaman buah, perikanan, peternakan dan lain-lain untuk meningkatkan kualitas
dan kuantitas produksi dalam mencapai taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.

i). Menyempurnakan dan sosialisasi buku Peran PKK Dalam Mendukung Gerakan
Percepatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan

2). Sandang

Program ini bertujuan untuk membudayakan perilaku berbusana sesuai dengan moral budaya
Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat mencintai produksi dalam negri.
Pendekatan yang digunakan dalam program sandang ini adalah produksi dan
kemasyarakatan. Dikategorikan ke dalam produksi karena dapat meningkatkan produksi
dalam negri (busana batik) yang kini sudah diakui oleh seluruh dunnia bahwa batik adalah
produk asli Indonesia. Program ini memenuhi kebutuhan gender praktis karena dapat
mempromosikan budaya jawa lewat busana batik dan memenuhi kebutuhan gender strategis
karena dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

a). Mengupayakan adanya hak paten untuk melindungi hak cipta desain.

b). Mengupayakan keikutsertaan dalam pameran dan lomba baik tingkat lokal, nasional dan
internasional.

c). Mengadakankerja sama dengan para disainer, pengusaha, industri sandang dan
pariwisata.

d). Membudayakan perilaku berbusana sesuai dengan moral budaya Indonesia dan
meningkatkan kesadaran masyarakat mencintai produksi dalam negeri (Aku Cinta Produksi
Indonesia)

3). Perumahan dan Tata Laksana Rumahtangga

Dalam program perumahan dan tata laksana rumah tangga lebih cenderung pemfokusan
peranan terhadap kemasyarakatan. Karena dengan adanya program ini, kebutuhan papan
setiap warga akan terpenuhi, sehingga tidak ada lagi warga yang tidak memiliki rumah dan
tempat tinggal.
Program inipun memenuhi kebutuhan praktis karena kebutuhan papan (Rumah, Tempat
itnggal) merupakan kebutuhan pokok yang harus dimiliki oleh setiap warga atau kepala
keluarga. Selain termasuk kedalam kebutuhan strategis, termasuk juga kedalam kebutuhan
praktis, karena dengan dibangunnya rumah atau tempat tinggal, maka bisa menjadi warisan
untuk anak-anak dan cucu-cucu di masa yang akan datang. Contoh kegiatan dari program ini
adalah pemberdayaan rumah susun.

Program ini menggunakan pendekatan penguatan atau pemberdayaan karena dengan adanya
program ini menjadikan kekuatan tersendiri bagi kehidupan rumha tangga. Selain itu, dengan
kepemilikan rumah atau tempat tinggal merupakan suatu penentuan status individu dalam
kehidupan dalam kehidupan social kemasyarakatan sekaligus sebagai anti kemiskinan.

a). Menumbuh kembangkan kembali program Pemugaran Perumahan dan Lingkungan


Desa Terpadu (P2LDT) melalui pemugaran rumah layak huni terutama keluarga miskin dan
pengungsi dengan azas Tri Bina (bina usaha, bina manusia dan bina lingkungan), gotong
royong serta mengupayakan bantuan dari instansi/dinas terkait, bank, swasta dan masyarakat.

b). Meningkatkan pemasyarakatan tentang perumahan sehat dan layak huni serta
menumbuhkan kesadaran akan bahaya bertempat tinggal di daerah tegangan listrik tinggi,
bantaran sungai, timbunan sampah, tepian jalan rel kereta api dan menumbuhkan kesadaran
hukum tentang kepemilikan rumah dan tanah.

c). Pemasyarakatan dan pemanfaatan TTG dalam rumahtangga, sarana dan prasarana
perumahan serta hemat energi dan mencegah pemborosan.

d). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang tata laksana rumah tangga dalam
mengharmoniskan dan membahagiakan kehidupan keluarga.

4. PROGRAM POKJA IV

Pokja IV mengelola Program Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencnaan


Sehat

a. Tugas:

1). Meningkatkan pencapaian tujuan pembangunan millennium antara lain :

a). Menghapus tingkat kemiskinan dan kelaparan (indikator antara lain : menurunkan
prefalensi anak balita yang kurang gizi)

b). Menurunkan angka kematian anak

c). Meningkatkan kesehatan Ibu Hamil

d). Memerangi penyebaran HIV/AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya

e). Menjamin kelestarian lingkungan hidup

2). Meningkatkan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


3). Mengembangkan dan membina pelaksanaan kegiatan POSYANDU

4). Memonitor pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP)

5). Melaksanakan pencatatan Ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal, kelahiran dan
kematian bayi dan balita

6). Tanam dan pelihara pohon dalam rangka mewujudkan kelestarian lingkungan.

7). Mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera dengan melaksanakan program KB agar
tercapai generasi yang sehat, cerdas dan tangguh.

8). Meningkatkan pengetahuan tentang budaya hidup hemat, membudayakan kebiasaan


menabung dan melaksanakan tatalaksana keuangan keluarga dalam rangka mendukung
perencanaan sehat.

c. Prioritas Program :

1). Kesehatan

Kesehatan merupakan salah satu hal yang utama dalam kehidupan, maka dari itu sangat
penting bagi setiap individu untuk menjaga kesehatan. Dalam program ini, akan
memfokuskan peran wanita terhadap pemberdayaan, yaitu dengan tujuan memberdayakan
keluarga dalam menunjang penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka
kematian balita, memperbaiki gizi bagi balita dan keluarga.

Focus peran wanita dalam program ini adalah dalam hal reproduksi yaitu asupan gizi dan
kualitas ASI. Kualitas ASI yang semakin baik, maka akan membuat anak menjadi sehat pula.
Program ini juga termasuk dalam kebutuhan gender praktis yaitu dengan cara
mengoptimalkan pelatihan, penyegaran, dan pembinaan kader posyandu. Selain termasuk
kebutuhan gender praktis, termasuk pula kedalam kebutuhan gender strategis. Karena
kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat penting sehingga harus selalu dijaga, maka
masyarakat membuat posyandu.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah pendekatan keadilan karena
memperhatikan kesehatan keluarga tanpa membedakan derajat dan status social keluarga lain.
Contoh kegiatan dari program ini adalah Ambulance Desa, Posyandu, Imunisasi, dan lain-
lain.

a). Memantapkan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dalam upaya menurunkan prefalensi
anak balita kurang gizi.

(1) Gizi seimbang kepada ibu hamil (BUMIL), ibu menyusui (BUSUI), balita.

(2) Kualitas gizi pada BUMIL yangKekurangan Energi Kronis (KEK) dengan mengukur
Lingkar Lengan Atas (LILA)

(3) Penanggulangan gangguan Akibat Kekurangan Garam Yodium (GAKY)

(4) Suplementasi zat gizi


(5) Pemberian ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan

(6) Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)

(7) Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita, Lansia di Posyandu.

b). Penyediaan Makanan Tambahan bagi Anak Sekolah (PMT-AS);

Upaya penambahan kalori (Protein, Karbohidrat, Lemak, Vitamin, Mineral, Air) di sekolah.

c). Menjadikan PHBS sebagai kebiasaan hidup sehari-hari

(1) Membudayakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kebersihan pribadi.

(2) Menggunting dan memelihara kebersihan kuku.

(3) Lomba pelaksana terbaik PHBS setahun sekali

d). Usaha Kesehatan Sekolah

e). Membudayakan Lima Imunisasi Dasar Lengkap (LIL) dan rutin untuk menurunkan
angka kematian anak dan ibu.

f). Meningkatkan kesadaran Pasangan Usia Subur (PUS) tentang manfaat pemakaian alat
kontrasepsi.

g). Meningkatkan penyuluhan pencegahan penyakit menular dan tidak menular.

h). Meningkatkan tanam dan pelihara pohon dalam upaya kelestarian lingkungan hidup,
mengurangi dampak global warming (pemanasan global).

i). Mendorong swadaya masyarakat dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI),
Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBAL) melalui antara lain :

(1) Gerakan Sayang Ibu (GSI) dengan Program Perencanaan Persalian, Pencegahan dan
Komplikasi (P4K).

(2) Mensosialisasikan kesadaran donor darah di Desa dan Kelurahan.

(3) Lima Imunisasi Dasar Lengkap dan Imunisasi Rutin

(4) Pencatatan kelahiran dan kematian di kelompok-kelompok Dasawisma.

(5) ‘Ambulans’ Desa.

j). Pemahaman tertib administrasi dalam rangka meningkatkan dan mewujudkan tertib
administrasi kependudukan di keluarga.

k). Optimalisasi Posyandu.


Posyandu adalah pusat pelayanan terpadu dari, oleh dan untuk masyarakat dengan lima
kegiatan utama: Kesehatan Ibu dan Anak, Pencegahan Diare, Penanggulangan dan
Pencegahan Kekurangan Gizi, Imunisasi dan Keluarga Berencana.

Kegiatan ini berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dalam pelaksanaannya
menjadi 4 strata: Pratama, Madya, Purnama, MANDIRI.

Strata MANDIRI adalah kegiatan-kegiatan terpadu yang meliputi kesehatan, ekonomi,


pendidikan, agama dan lain-lainnya.

Pelatihan, penyegaran, dan pembinaan kader Posyandu secara berkesinambungan.

(1) Penyempurnaan dan sosialisasi modul pelatihan kader Posyandu yang diintegrasikan
dengan PAUD dan BKB bekerjasama dengan Pokja II.

(2) Penyempurnaan dan sosialisasi Buku Pelatihan Kader Posyandu

(3) Sosialisasi Buku Pegangan Kader Gizi.

(4) Integrasi Sistim Informasi Posyandu (SIP) dengan Sistem Informasi Manajemen PKK
(SIM PKK) dan sosialisasinya.

(5) Mengadakan Jambore Nasional Kader Posyandu setiap tahun sekali sebagai
penghargaan kepada kader dan upaya peningkatan kinerja kader.

(6) Lomba Pelaksana Terbaik Posyandu sebagai upaya untuk meningkatkan mutu dan
jumlah Posyandu agar berkembang menjadi Posyandu Mandiri atau Posyandu Plus.

(7) Temu konsultasi pengelola Posyandu tingkat daerah/ nasional.

(8) Optimalisasi kegiatan PAUD terintegrasi dengan Posyandu dan BKB bekerjasama
dengan Pokja II.

(9) Mengembangkan Posyandu Lansia.

k) Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam :

(1) Mengenal tanda-tanda kegemukan (obesitas) dan kekurangan gizi.

(2) Mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan, melahirkan dan nifas.

(3) Mengenal tanda-tanda bahaya NARKOBA dan upaya pencegahannya.

(4) Mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan secara dini.

(5) Mengenal bahaya penyakit dan dampak kurang bersihnya lingkungan.

(6) Orientasi peningkatan kepemimpinan PKK dalam upaya mewujudkan Indonesia Sehat.

(7) Pemanfaatan hasil tanaman TOGA


(8) Peningkatan penyuluhan pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,
penyakit DBD, Malaria, Osteoporosis, Gondok, Endemis, Anemia ibu Hamil, Penyakit
Degeneratif seperti Jantung dan Diabetes, Kanker, Stroke, TB, Penyakit Infeksi dan lain-lain.

2). Kelestarian Lingkungan Hidup :

Program kelestarian lingkungan hidup termasuk dalam program kemasyarakatan, karena


dengan adanya pelestarian lingkungan hidup maka warga telah ditanamkan kepedulian
terhadap lingkungan hidup yang ada di sekitar pemukiman warga. Kebutuhan gender praktis
lebih cenderung kepada kesehatan, karena kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi
individu baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Kebutuhan gender dalam hal strategis adalah kebersihan lingkungan. Dengan warga yang
selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup, maka kebersihan lingkungan akan terjamin.
Pendekatan yang dilakukan dalam dalam program ini adalah pemberdayaan terhadap
masyarakat yaitu dengan adanya sosialisasi kesehatan lingkungan hidup.

a). Lingkungan Bersih dan Sehat

(1) Menanamkan kesadaran tentang kebersihan pengelolaan kamar mandi dan jamban
keluarga, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)

(2) Menanamkan kebiasaan memilah sampah organik dan non organik serta Bahan
Berbahaya dan Beracun (B3) di tempat yang benar.

(3) Mendaur ulang limbah

(4) Mengadakan lomba/ Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat.

(5) Peningkatan pengetahuan tentang pengadaan, pemakaian dan penghematan air bersih
dan sehat dalam keluarga.

b). Kelestarian Lingkungan Hidup

(1) Pengembangan kualitas lingkungan dan pemukiman, kebersihan dan kesehatan, pada
pemukiman yang padat, dalam rangka terwujudnya kota bersih dan sehat (Health Cities).

(2) Pencegahan banjir dengan tidak menebang pohon sembarangan.

(3) Program sejuta pohon sebagai paru-paru kota dan pencegahan polusi udara.

(4) Pemanfaatan jamban dan air bersih dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat.

(5) Memasyarakatkan biopori (lubang resapan) untuk mencegah genangan dan resapan air

3). Perencanaan Sehat

Program terakhir dari 10 program PKK adalah perencanaan kesehaatan. Tujuan dari program
ini adalah meningkatkan kegiatan dalam program perencanaan kesehatan reproduksi karena
membantu ibu-ibu, para remaja, dan calon pengantin untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan keluarga.
Kebutuhan gender praktis dalam program ini adalah menjaga kesehatan keluarga agar tidak
terserang penyakit yang berbahaya. Kebutuhan gender strategis adalah dapat mengendalikan
jumlah penduduk yang ada di Desa Bayuntaa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan
anti kemiskinan karena dengan adanya keluarga berencana maka dapat memperkirakan
kebutuhan hidup kedepan. Contoh kegiatan dalam program ini adalah KB.

Meningkatkan kegiatan dalam program perencanaan sehat antara lain:

a). Meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pemahaman dan kesertaan dalam


program keluarga berencana menuju keluarga berkualitas.

b). Meningkatkan kemampuan perencanaan kehidupan keluarga sehari-hari dengan


berorientasi pada masa depan dengan cara membiasakan menabung.

c). Kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB-KES dalam upaya meningkatkan cakupan hasil
pelayanan KB-KES.

d). Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dalam upaya peningkatan ketahanan
keluarga untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

e). Meningkatkan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja dan calon pengantin.

f). Mengatur keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga.

Anda mungkin juga menyukai