Anda di halaman 1dari 6

Praktikum ke

KENDALI MUTU : HASIL PEMERIKSAAN MALARIA

Tujuan
Dapat menilai kualitas larutan pewarna yang digunakan dalam pembuatan sediaan
pemeriksaan Malaria dan melaporkan hasil pemeriksaan Malaria.
Prinsip
1. melakukan uji mutu reagen pewarna Giemsa dengan kontrol Malaria Positif
2. melakukan uji mutu pewarna Giemsa berdasarkan komposisi reagen
3. melakukan pemeriksaan mikroskopis deteksi parasit Plasmodium
Dasar Teori
A. Pemantapan Mutu Laboratorium Mikroskopik Malaria
Pemantapan mutu laboratorium mikroskopik malaria terdiri dari:
1. Pemantapan Mutu Internal (PMI) atau Internal Quality Control
Pemantapan mutu internal adalah suatu proses pemantauan yang terencana,
sistematik, efektif dan berkesinambungan yang dilakukan oleh laboratorium itu
sendiri untuk mendeteksi adanya kesalahan dan menganalisis kesalahan yang terjadi
untuk ditindaklanjuti. Pemantapan mutu internal pada pemeriksaan mikroskopik
malaria dilaksanakan mulai dari persiapan, pengambilan, pembuatan sediaan,
pemeliharaan mikroskop, pengujian kualitas reagen, penyusunan SOP sampai dengan
pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan.
2. Pemantapan Mutu Eksternal (PME) atau External Quality Assurance (EQAs)
Pemantapan Mutu Eksternal (PME) adalah suatu proses yang terencana, efektif dan
berkesinambungan, dilakukan oleh laboratorium rujukan untuk menilai mutu, hasil
pemeriksaan mikroskopik malaria dan memberi umpan balik.
Tiga metode yang dipakai untuk melaksanakan pemantapan mutu eksternal :
a. Uji silang yaitu pengiriman sediaan dari laboratorium tingkat yang lebih rendah ke
laboratorium tingkat yang lebih tinggi untuk dibaca ulang.
b. Bimbingan teknis yaitu pemantauan mutu, evaluasi dan pembinaan kegiatan
laboratorium malaria pada waktu kunjungan lapangan.
c. Tes panel ( proficiency testing) yaitu pengiriman sediaan dari tingkat yang lebih
tinggi ke tingkat yang lebih rendah untuk dibaca ulang.
3. Peningkatan mutu (Quality Improvement).
Peningkatan mutu adalah proses yang terus menerus dilakukan oleh laboratorium
dengan cara menganalisis setiap aspek teknis dalam pelayanan laboratorium, mulai
dari persiapan, kemampuan pemeriksaan, sarana prasarana, Sumber Daya Manusia
(SDM) sampai dengan pencatatan dan pelaporan hasil.
Komponen kunci dalam proses ini meliputi pengumpulan data, analisis data dan
penyelesaian masalah secara kreatif dengan cara pemantauan yang terus menerus,
identifikasi masalah yang terjadi yang ditindaklanjuti dengan upaya perbaikan untuk
mencegah dan menghindari terulangnya kembali masalah yang sama.
B. Tujuan Pemantapan Mutu
1. Meningkatkan kemampuan dan menilai kinerja petugas laboratorium mikroskopik
malaria..
2. Mempertahankan kualitas hasil pemeriksaan mikroskopik malaria yang dapat
dipercaya.
3. Menjamin diterapkannya SOP laboratorium, kualitas reagen, peralatan yang
terkalibrasi.
4. Menjamin diterapkannya pemilikan reagen yang berkualitas, peralatan yang
terkalibrasi.
5. Menjamin terselenggaranya sistem pencatatan dan pelaporan berjenjang untuk
program pemantapan mutu.
6. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pelayanan laboratorium
mikroskopik.
Alat dan Bahan
a. Pipet pasteur
b. Tabung reaksi dan rak
c. Petri disk
d. Kertas Whatmann no.2
e. Darah dengan Malaria Positif (Kontrol positif Malaria)
f. Giemsa stock
g. Buffer phosfat pH 7,2
h. Methanol absolut
i. Objek glass
j. Tissue
Cara kerja
A. Pewarnaan sediaan darah (tipis) kontrol positif Malaria
1. Siapkan larutan Giemsa encer yaitu Giemsa (stock): Buffer phosfat pH 7,2
dengan perbandingan 1 tetes:1 cc atau 2 tetes: 2 cc, digunakan untuk 1 sediaan
darah Malaria. Saran agar lebih baik, 4 tetes: 2 cc Buffer phosfat pH 7,2.
2. Sediaan tipis yang telah kering diletakkan pada jembatan pengecatan, tuangi
dengan methanol absolute selama 1 menit (fiksasi), buang larutan, kemudian
sediaan langsung digenangi Giemsa encer 20-30 menit.
3. Cuci sediaan dengan air mengalir agar endapan pada larutan dapat
dihilangkan.
4. Keringkan sediaan pada suhu kamar.
5. Periksa dengan mikroskop lensa objektif 100 x menggunakan minyak imersi.
6. Periksa dan laporkan hasilnya.
B. Uji komposisi pewarna Giemsa
1. Letakkan kertas whatmann no.2 dalam petri disk
2. Teteskan Giemsa stock 1-2 tetes
3. Tunggu hingga berhenti melebar
4. Teteskan 3-4 tetes metal alcohol di tengah-tengah (d: 5-7 cm)
Ket. Hasil: di pusat berbentuk lingkaran berwarna biru (metilen biru), sebelah luar
terbentuk cincin berwarna ungu (metilen azur), lingkaran paling luar berwarna
merah (eosin). Apabila ungu dan merah tidak ada berarti rusak.

C. Pelaporan hasil
1. Tidak ditemukan parasit Malaria per 100 LP, ditulis: tidak ditemukan
Plasmodium
2. Ditemukan Plasmodium falcifarum, ditulis: F
a. Bentuk tropozoit, ditulis: F stadium tropozoit (+)
b. Bentuk gametosit, ditulis: F gametosit (+)
3. Ditemukan Plasmodium vivax, ditulis: V
a. Bentuk tropozoit, ditulis: V stadium tropozoit (+)
b. Bentuk skizon, ditulis: V stadium skizon (+)
c. Bentuk gametosit, ditulis: V stadium gametosit (+)
4. Ditemukan Plasmodium malariae, ditulis: M
a. Bentuk tropozoit, ditulis: M stadium tropozoit (+)
b. Bentuk skizon, ditulis: M stadium skizon (+)
c. Bentuk gametosit, ditulis: M stadium gametosit (+)
5. Ditemukan lebih dari 1 spesies Plasmodium (infeksi campuran) ditulis
menggunakan lambang masing-masing, digabungkan dengan tanda +. Misal
infeksi Plasmodium falcifarum dan Plasmodium vivax ditulis F+V, lengkap
dengan mencantumkan semua stadium pada masing-masing spesies.
Laporan Sementara

No :
Judul :
Tujuan :
Prinsip :
Alat & Bahan :

Cara Kerja :

Hasil :
Kesimpulan :

Praktikan Tim Praktikum


……………. …………Tgl………