Anda di halaman 1dari 4

KEBIJAKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA

A. FALSAFAH DAN TUJUAN


1. Kebijakan Sumber Daya Manusia diselenggarakan dalam rangka meningkatkan
kedisiplinan dan kualitas Sumber Daya Manusia pada rumah sakit Muslimat Ponorogo.
2. Kebijakan Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit Muslimat Ponorogo disusun
berdasarkan Visi dan Misi Rumah Sakit.
3. Pengaturan kebijakan Sumber Daya Manusia ditentukan berdasarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan dan peraturan perundangan yang berlaku.
4. Kebijakan Sumber Daya Manusia ditetapkan berdasarkan prosedur tetap dan
disosialisasikan ketika terdapat perubahan kebijakan.

B. ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN


1. Pengelolaan administratif Sumber Daya Manusia dilakukan oleh Unit Administrasi
Kepegawaian, Unit Pengembangan dan Perencanaan SDM serta Unit Pendidikan dan
Pelatihan.
2. Pengelolaan administrasi oleh Unit Administrasi Kepegawaian meliputi penyelenggaraan
segala ijin pegawai, absensi, indeks prestasi, penghitungan lembur, cuti pegawai dan
penetapan skala upah pegawai.
3. Unit Pengembangan dan Perencanaan SDM bertugas untuk melakukan perencanaan,
penyusunan, pengembangan dan evaluasi secara berkala terhadap Sumber Daya
Manusia di rumah sakit.
4. Pengembangan pegawai melalui pendidikan diselenggarakan secara berkala oleh Unit
Diklat.
5. Pengaturan terhadap Sumber Daya Manusia dituangkan dalam Peraturan Perusahaan,
prosedur tetap beserta Juklak dan Juknisnya.
6. Pendokumentasian arsip ketenagaan tersimpan dalam bentuk manual dan digital,
dokumen manual tersimpan pada Unit Administrasi Kepegawaian yang merupakan file
asli dan salinan pada Unit Kerja terkait. Dokumen yang bersifat digital dientry oleh Unit
Administrasi Kepegawaian.

C. STAFF DAN PIMPINAN


1. Staf dan Pimpinan penyelenggara Sumber Daya Manusia pada Rumah Sakit Muslimat
Ponorogo ditetapkan dalam Keputusan Direktur No. 002.kep-Dir.RS-MP.VII.2010 tentang
Pemberlakuan Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Jabatan.
2. Secara Struktural Sumber Daya Manusia dikelola oleh Sub Bagian SDM yang membawahi
Unit dikelola oleh Sub Bagian SDM yang membawahi Unit Administrasi Kepegawaian,
Unit Pengembangan dan Perencanaan SDM dan Unit Pendidikan dan Pelatihan.
3. Pejabat struktural setingkat Kepala Bagian diangkat dan ditetapkan oleh Direktur melalui
Surat Keputusan Direktur dengan persetujuan Yayasan Kesejahteraan Sosial Muslimat
Nahdatul Ulama Ponorogo. Sedangkan Kepala Sub Bagian dan Kepala Unit diangkat dan
ditetapkan oleh Direktur melalui Surat Keputusan Direktur tanpa mengajukan

1
persetujuan kepada Yayasan Kesejahteraan Sosial Muslimat Nahdatul Ulama Ponorogo.
Secara rinci diatur dalam prosedur tetap pengangkatan pejabat struktural.
4. Jumlah ketenagaan disesuaikan berdasarkan kebutuhan jumlah tenaga, fungsi dan
kemampuan rumah sakit.
5. Status pegawai Rumah Sakit Muslimat Ponorogo dibagi dalam tiga Jenis :
a. Pegawai Kontrak
b. Pegawai Tidak Tetap
c. Pegawai Tetap
Status pegawai, kualifikasi dan penempatan pegawai diatur dalam prosedur tetap.
6. Pola Ketenagaan :
a. Pola Ketenagaan adalah gambaran tentang jumlah, kualifikasi dan distribusi tenaga
pada rumah sakit Muslimat Ponorogo secara umum sesuai dengan kebutuhan dan
fungsinya.
b. Jumlah dan kualifikasi ketenagaan dihitung berdasarkan standart dan beban kerja,
sedang distribusi ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan rumah sakit.
c. Penyusunan Standart Pola Ketenagaan :
Pola Ketenagaan Non Medis disusun oleh Sub. Bagian SDM
Pola Ketenagaan Medis disusun oleh Bagian Pelayanan Medis
Pembukuan Pola Ketenagaan rumah sakit secara umum dilaksanakan oleh Unit
Pengembangan dan Perencanaan SDM.
d. Evaluasi / Analisis : Secara berkala dilakukan evaluasi terhadap pola ketenagaan.
Hasil evaluasi pola ketenagaan dipergunakan sebagai acuan untuk membuat
perencanaan dan pembinaan karier pegawai.
e. Perencanaan dan Pembinaan Karier.
1. Pembinaan dan Perencanaan karier pegawai dilaksanakan oleh Unit Pendidikan
dan Pelatihan bersama-sama dengan Unit Pengembangan dan Perencanaan
Sumber Daya Manusia dengan memperhatikan usulan unit-unit terkait secara
keseluruhan pada rumah sakit Muslimat Ponorogo.
2. Pembinaan Perencanaan Karier pegawai Non Medis disusun secara makro oleh
Kepala Sub. Bagian SDM sedangkan perencanaan dan pembinaan karier tenaga
medis disusun bersama Kepala Sub. Bagian SDM dan Kepala Bagian pelayanan
Medis.
f. Standart Ketenagaan, pola ketenagaan, evaluasi dan perencanaan serta pembinaan
karier diatur dalam peraturan kepegawaian.
7. Rekrutment Sumber Daya Manusia secara makro diatur dalam Prosedur Tetap yang
didasarkan atas kebutuhan dan kemampuan rumah sakit Muslimat Ponorogo.
8. Dokumentasi ketenagaan masing-masing personel/pegawai tersimpan dalam file manual
masing – masing personal dan tercatat dalam program aplikasi management Sumber
Daya Manusia pada Unit Kerja Administrasi Kepegawaian rumah sakit Muslimat
Ponorogo.
9. Jadwal dinas petugas jaga dibuat oleh Kepala Unit kerja masing-masing yang akan dientry
kedalam system aplikasi Sumber Daya Manusia oleh Unit Administrasi Kepegawaian.
Diatur dalam protap dan petunjuk teknis pelaksanaan pekerjaan.

2
D. FASILITAS DAN PERALATAN
1. Rumah Sakit Muslimat Ponorogo meyediakan fasilitas dan peralatan guna menunjang
pengelolaan Sumber Daya Manusia yang baik secara administratif.
2. Fasilitas ruangan yang memadai dan disertai peralatan pendukung untuk melaksanakan
kegiatan pengelolaan SDM, yang meliputi :
a. Software Program Aplikasi Sumber Daya Manusia.
b. Hardware perangkat computer lengkap.
c. Ketersediaan Almari Arsip kepegawaian.
d. Ketersediaan buku-buku penunjang management Sumber Daya Manusia.

E. KEBIJAKAN DAN PROSEDUR


1. Kebijakan dan prosedur disusun bersumber dari Undang-Undang Ketenagakerjaan dan
peraturan pelaksanaanya, Undang-Undang Rumah Sakit, Statuta Rumah Sakit Muslimat
Ponorogo dan Peraturan Perusahaan.
2. Setiap perubahan atas kebijakan disosialisasikan sesuai dengan kebutuhan kepada
pejabat struktural dalam rapat koordinasi.
3. Kebijakan, prosedur pengangkatan dan penetapan pegawai kontrak, mutasi, demosi dan
pensiun diatur dalam prosedur tetap SDM.
4. Sistem penggajian ditetapkan berdasarkan atas tingkat pendidikan dan penetapan
golongan yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Direktur.
5. Penerapan sanksi disiplin kepegawaian didasarkan atas tingkat pelanggaran pegawai
yang bersangkutan dengan penerbitan Surat Peringatan yang dapat dikenai sanksi paling
ringan sampai dengan pemberhentian dari pekerjaannya. Penerapan dan jenis sanksi
ditetapkan dalam prosedur tetap Sumber Daya Manusia.
6. Penyelenggaraan segala ijin pegawai, absensi, indeks prestasi, penghitungan lembur, cuti
pegawai dan penetapan skala upah pegawai diatur dalam prosedur tetap.

F. PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN


1. Program Pendidikan dan Pengembangan :
a. Unit Pendidikan dan Pelatihan bersama dengan Unit Pengembangan dan
Perencanaan SDM bertanggung jawab terhadap program pengembangan staf dan
pendidikan.
b. Program Pendidikan dan pengembangan staf dilakukan secara berkesinambungan
dalam jangka pendek dan jangka panjang.
c. Program Pengembangan staf dan pendidikan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan
pengambangan staf dan anggaran yang tersedia.
2. Program orientasi pegawai baru dilaksanakan dalam dua tahap yaitu orientasi Umum
dan orientasi khusus (bidang), yang diatur dalam prosedur tetap SDM.
3. Dokumentasi pelaksanaan pendidikan dan orientasi secara khusus ada pada Unit Kerja
masing-masing dan salinan arsip terdapat pada Unit Pendidikan dan Pelatihan.

G. EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU

3
1. Evaluasi dan pengendalian mutu Sumber Daya Manusia dilaksanakan secara bersama –
sama antara Sub. Bagian SDM dan Bagian Pelayanan Medis secara makro.
2. Evaluasi dan pengendalian mutu Sumber Daya Manusia secara makro diselenggarakan
oleh Unit Pengembangan dan Perencanaan SDM pada rumah sakit Muslimat Ponorogo.
3. Laporan hasil evaluasi dan pengendalian mutu dilaksanakan oleh masing – masing unit
kerja pada rumah sakit dan dilaporkan kepada Sub. Bagian SDM, yang selanjutnya diatur
dalam petunjuk teknis.
4. Dokumentasi hasil evaluasi dan pengendalian mutu terdapat dalam unit kerja masing –
masing, salinan dokumen terdapat pada Unit Pengembangan dan perencanaan SDM
rumah sakit Muslimat Ponorogo.