Anda di halaman 1dari 2

1. Klien Bernama Tn.

M, berumur 54 tahun dirawat di ruang ICU sejak 9 hari yang lalu


dengan keluhan utama penurunan kesadaran. Saat ini pasienentilator dengan mode
SIM V, FI02 70 %, PEEP + 5, VI 478, RR 38 x/menit, suara dasar vesikuler..TTV,
TD: 140/90 mmHg, Map 112, Hr 124x/menit , S: 38,5°C, Sa02 95%, ada akumulasi
sankret dimulut dan diselang ET, tidak ada terpasang mayo dan lidah tidak turun,
terdapat retaksi otot intecosta, dengan RR 38 x/menit, dan terdengar ronchi basah dan
basal paru kanan. Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus diatas...
a. Gangguan pola nafas
b. Gangguan pertukaran gas
c. Gangguan perfusi perifer
d. Gangguan ventilasi spontan
e. Bersihan jalan nafas tidak efektif
ANS:e
2. Klien Bernama Tn. M, berumur 54 tahun dirawat di ruang ICU sejak 9 hari yang lalu
dengan keluhan utama penurunan kesadaran. Saat ini pasien menggunakan ventilator
dengan mode SIM V, FI02 70 %, PEEP + 5, VI 478, RR 38 x/menit, TD: 140/90
mmHg, Map 112, Hr 124x/menit , S: 38,5°C, Sa02 95%, ada akumulasi sekret dimulut
dan diselang ET, terdapat retaksi otot intecosta, dengan RR 38 x/menit, dan terdengar
ronchi basah dan basal paru kanan. Apakah intervensi yang sesuai pada kasus diatas...
a. Pemberian nebulizer dengan obat pengencer dahak
b. Pemberian oksigen konsentrasi tinggi
c. Pemberian oksigen tekanan tinggi
d. Mengajarkan batuk efektif
e. Pemberian suction
ANS:e
3. Tn. A usia 67 tahun dirawata di ruang NCCU dengan keluhan utama Kelemahan
seluruh ekstremitas. Hasil pemeriksaan didapatkan TD 149/88 mmHg, HR 122
x/menit, sesak nafas, ada penggunaan otot bantu pernafasan, kemampuan menelan (-),
bicara (-), SaO2 85%, pCO2 55, PO2 90%, pasien juga tampak tidak tenang (gelisah).
Pasien riwayat menggunakan ventilator, namun telah di lepas 5 jam yang lalu. Apakah
masalah utama pada kasus diatas....
a. Gangguan pola nafas
b. Gangguan pertukaran gas
c. Gangguan perfusi perifer
d. Gangguan ventilasi spontan
e. Bersihan jalan nafas tidak efektif
ANS:d
4. Seorang bayi usia 2 tahun dirawat diruang PICU dengan keluhan utama Sesak nafas. .
Kesadaran : composmentis dengan ET, Mx, E4, Pasien tampak tenang. RR 18-40
kali/menit cenderung turun namun RR pernah mencapai 68x/menit, diantara
pernafasan terdapat periode apnue. TD 64-68/40-50 mmHg dengan MAP 49-52
mmHg, HR 150-188 x/menit cenderung naik, pulsasi lemah. Perawat curiga pasien
mengalami kekurangan volume cairan, apakah pengkajian yang perlu dilakukan
perawta untuk melengkapi data kasus diatas ....
a. Urine output
b. Pengkuran Suhu
c. Pengkajian bising usus
d. Pemeriksaan konjungtiva
e. Pemeriksaan piting edema
ANS:a
5. Seorang bayi usia 2 tahun dirawat diruang PICU dengan keluhan utama Sesak nafas. .
Kesadaran : composmentis dengan ET, Mx, E4, Pasien tampak tenang. RR 18-40
kali/menit cenderung turun namun RR pernah mencapai 68x/menit, diantara
pernafasan terdapat periode apnue. TD 64-68/40-50 mmHg dengan MAP 49-52
mmHg, HR 150-188 x/menit cenderung naik, pulsasi lemah. Perawat curiga pasien
mengalami kekurangan volume cairan, apakah intervensi yang tepat pada kasus kasus
diatas ....
a. Pemberian ROM
b. Pemberian cairan 2 jalur
c. Pemberian oksigen tekanan tinggi
d. Pemberian alih baring setiap 2 jam
e. Pemberian oksigen konsetrasi tinggi
ANS:b
6. Tn. A usia 67 tahun dirawata di ruang NCCU dengan keluhan utama Kelemahan
seluruh ekstremitas. Hasil pemeriksaan didapatkan BAB encer warna kuning bau
khas, pasien menggunakan pempers sehingga BAB tampak mengenai seluruh area
bokong, TD 148/95 mmHg, HR 119 kali/menit, nutrisi parenteral (+) berupa
lipofundin, triofusin, kalbamin. Edema (+), kulit pucat, PU pada sakrum diameter ± 5
cm, warna luka merah muda dengan warna sekitar luka kehitaman, skor Braden 14.
Apakah intervensi yang sesuai pada kasus diatas ....
a. Kolaborasi pemberian obat antidiare
b. Melakukan miring kanan kiri setiap 1 jam
c. Perawatan luka dengan rutin pemeriksaan pampers
d. Pemberian makanan yang rendah serat untuk mengurangi mencret
e. Perawatan luka dengan menghentika penggunaan pampers
ANS:c