Anda di halaman 1dari 15

PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS PAYUNGSARI
Jln. Raya Payungsari No. 100 Payungsari Tlp. (0265) 2460540
e-mail : pkmpayungsari@gmail.com, pkmpayungsari@yahoo.com
CIAMIS
Kode Pos 46263

FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)

UNIT KERJA : PENDAFTARAN

TIM FMEA

Pimpinan Tim : Sri Cahyati, S.Kep., Ners

Anggota : dr. Devi Natalia S, MM.Kes.

Yuli candrawati, Am.Keb

Tria Rosyidawati, A.Md.Kes.

Petugas Notulen : Sulianggi, AM.Keb

 Pimpinan Tim adalah Ketua Tim KP Puskesmas


 Anggota Tim adalah Ketua Pokja UKP, PJ 2 Pelayanan,
 Koordinator bagian Pendaftaran Puskesmas
 Notulen adalah petugas pendaftaran

Tujuan Pembentukan Tim FMEA

Melakukan penilaian, analisis dan menyusun rekomendasi perbaikan terhadap prosedur


Pelayanan Pendaftaran

Tanggung Jawab Tim

a. Melakukan analisis
b. Menyusun rekomendasi perbaikan
c. Melaksanakan perbaikan prosedur (jika ada)

I. ALUR PROSES YANG DIANALISA : Pelayanan Pendaftaran


Pasien datang

Pasien mengambil
nomor antrian

Antrian Non Antrian - Lanjut Usia


- Wanita
Prioritas Prioritas hamil
- Penyandan
g Cacat/disabilitas
- Anak < 5
Petugas memanggil
pasien sesuai nomor
antrian

Syarat-syarat yang
dipersiapkan : Petugas
1. Fotocopy
KK menanyakan kartu
2. Fotocopy berobat dan identitas
KTP
3. Fotocopy
pasien
BPJS
(bagipeserta

Petugas menyerahkan Rekam Medis ke ruang tujuan

II. IDENTIFIKASI FAILURE MODE

2. Penempatan menyimpan no antrian 1.Pasien Gawat darurat ikut antri di pendaftaran


3. Pasien Salah mengambil no antrian Pasien datang
4. Pasien Batuk tidak dipersilahkan memakai masker
5. Salah Identifikasi kebutuhan pasien
Pasien mengambil
nomor antrian

- Lanjut Usia
Antrian Antrian - Wanita
Non Priorita hamil
- Penyandan
g Cacat/disabilitas
6. Pasien berdesakan
Petugas memanggil 7. Kursi tunggu kurang
pasien sesuai nomor 8. Pasien tidak sabar menunggu antrian
antrian

Syarat-syarat yang 9. Pasien tidak membawa kartu identitas


dipersiapkan : Petugas menanyakan 10. Kepersetaan BPJS tidak aktif
5. Fotocopy kartu berobat dan 11. Kepesertaan BPJS buakan FKTP Puskemas Payungsari
KK 12. Kompetensi petugas bukan perekam medik
6. Fotocopy identitas pasien 13. Duplikasi kartu kunjungan
KTP
7. Fotocopy
BPJS
(bagipeserta

Petugas menyerahkan Rekam Medis ke ruang tujuan

14. Pasien lupa membawa kartu kunjungan


15. Petugas lama mencari Rekam Medis

III. TUJUAN MELAKUKAN ANALISIS FMEA


Analisis FMEA di Pendaftaran dilakukan untuk mengenali/mendeteksi
kegagalan/kesalahan yang mungkin akan timbul serta akibatnya dan mengenali
penyebab terjadinya sebelum menjadi masalah yang berbahaya di pendaftaran
bagi pasien dan karyawan
IV. IDENTIFIKASI AKIBAT JIKA TERJADI FAILURE MODE UNTUK TIAP-
TIAP FAILURE MODE

No. Failure Mode Efect/Akibat

1 Pasien IGD ikut antri di pendaftaran Terjadi penumpukan pasien dan


pasein kasus gawat darurat tidak
segera terlayani

2 Penempatan penyimpanan no. antrian Antrian pasiesn tidak beraturan

3 Pasien salah mengambil pengelompokan Prioritas layanan pada pasien tidak


kartu antrian oftimal

4 Pasien batuk tidak dipersilahkan memakai Potensi nasakomial dari pasien


masker infeksi pernapasan

5 Salah identifikasi kebutuhan pasien Jawaban pasien tidak akurat


sehingga lama dalam proses
pendaftaran

6 Pasien berdesakan Tidak nyaman dalam menunggu


antrian

7 Kursi tunggu kurang Tidak nyaman dalam menunggu


antrian

8 Pasein tidak sabar menunggu antrian Kesal dan marah merasa


terabaikan

9 Pasien tidak membawa kartu identitas Memperlambat pelayanan

10 Kepesertaan BPJS tidak aktif Memperlambat pelayanan

11 Kepesertaan BPJS bukan FKTP Puskesmas Lama Konseling layanan sehingga


Payungsari memperlambat pelayanan

12 Kompetensi petugas pendaftaran bukan Petugas lama dalam mengisi


perekam medic Family Folder

13 Duplikasi kartu kunjungan Memperlambat pelayanan

14 Pasien lama lupa membawa kartu Memperlambat pelayanan


kunjungan

15 Petugas lama mencari rekam medic Memperlambat pelayanan

16 Kompetensi petugas registrasi E- Memperlambat pelayanan


Puskesmas kurang

V. IDENTIFIKASI PENYEBAB DARI TIAP FAILURE MODE DAN UPAYA


YANG TELAH DILAKUKAN UNTUK MENGATASI FAILURE MODE

No Failure Mode Penyebab Upaya yang ada


1 Pasien Pelayanan Kurang informasi dari Menempatkan began alur
gawat Darurat ikut petugas ditempat yang mudah dilihat
antri di pendaftaran

2 Penempatan Belum ada tempat Mengajukan kepada pihak


penyimpanan no penyimpanan no antrian pengadaan barang
antrian

3 Pasien salah Kurang informasi dari Memberikan informasi


mengambil petugas langsung maupun tidak
pengelompokan kartu langsung
antrian

4 Pasien batuk tidak Kelalaian petugas Mengingatkan pasien batuk


dipersilahkan untuk memakai masker
memakai masker

5 Salah identifikasi Petugas belum trampil Memperbaiki komunikasi


kebutuhan pasien dalam komunikasi Efektif anatara petugas dan pasien

6 Pasien berdesakan Ruang tunggu kurang luas Menambah area ruang tunggu
ke dekat ruang pelayanan
Gawat Darurat

7 Kursi tunggu kurang Tempat sempit Menambah area ruang tunggu


ke dekat ruang Pelayanan
Gawat Darurat

8 Pasein tidak sabar Petugas belum trampil Membuat tulisan “ Harap


menunggu antrian dalam komunikasi menjalin Antri”,
bina suasana “Harap Sabar Menunggu”

9 Pasien tidak Pasien lalai Mengingatkan untuk


membawa kartu membawa kartu identitas
identitas pada kunjungan berikut

10 Kepesertaan BPJS Pasien lalai Mengingatkan untuk


tidak aktif membawa segera melunasi
Premi

11 Kepesertaan BPJS Pasien tidak memahami hak Memberikan konseling


bukan FKTP layanan kepesertaan BPJS tentang HAK dan kewajiban
Puskesmas peserta BPJS sesuai FKTP
Payungsari kepesertaan

12 Kompetensi petugas SDM Kurang Mengupayakan Kalakarya


pendaftaran bukan tentang Rekam medis
perekam medik

13 Duplikasi kartu Salah pemahaman petugas Menggunakan 1 kartu


kunjungan

14 Pasien lama lupa Pasen lalai Mengingatkan untuk


membawa kartu membawa kartu kunjungan
kunjungan pada setiap kunjungan

15 Petugas lama Keterampilan petugas dalam Mengupayakan Kalakarya


mencari rekam medik penyusunan rekam medis tentang Rekam medis
kurang

16 Kompetensi petugas Tidak pernah mengikuti Mengupayakan Kalakarya


registrasi E- pelatihan E-Puskesmas tentang Rekam medis
Puskesmas kurang
VI. PERHITUNGAN RPN

Tahapan Failure mode Akibat S O D RPN


proses (Severity) (Kemungki Kemudaha (SxO
nan terjadi) n dideteksi xD)

Memilah Kondisi
Pasien Terjadi 7 7 5 245
Pasien Pelayanan penumpukan
Gawat Darurat pasien dan
ikut antri di pasein kasus
pendaftaran gawat darurat
tidak segera
terlayani
Ambil No Antrian
Penempatan Antrian pasiesn 7 7 4 196
penyimpanan tidak beraturan
no antrian
Pasien salah Prioritas 6 5 5 150
mengambil layanan pada
pengelompoka pasien tidak
n kantru oftimal
antrian
Pasien batuk Potensi 6 5 4 120
tidak nasakomial dari
dipersilahkan pasien infeksi
memakai pernapasan
masker
120
Salah Jawaban 4 10 3
identifikasi pasien tidak
kebutuhan akurat sehingga
pasien lama dalam
proses
pendaftaran

Menunggu di Pasien Tidak nyaman 4 10 1 40


panggil petugas berdesakan dalam
menunggu
antrian

Kursi tunggu Tidak nyaman 4 10 1 40


kurang dalam
menunggu
antrian

Pasein tidak Kesal dan 4 5 1 20


sabar marah merasa
menunggu terabaikan
antrian

Pasien tidak Memperlambat 2 3 1 5


membawa pelayanan
kartu identitas

Pasien Baru Kepesertaan Memperlambat 2 2 1 4


menyerahkan BPJS tidak pelayanan
kartu Identitas aktif

Kepesertaan Lama 2 2 1 4
BPJS bukan Konseling
FKTP layanan
Puskesmas sehingga
Payungsari memperlambat
pelayanan

Kompetensi Petugas lama 2 2 1 4


petugas dalam mengisi
pendaftaran Family Folder
bukan perekam
medik

Duplikasi kartu Memperlambat 2 2 1 4


kunjungan pelayanan
berobat

Pasien Pasien lama Memperlambat 2 2 1 4


Kunjungan lama lupa membawa pelayanan
menyerahkan kartu
kartu kunjungan kunjungan

Petugas lama Memperlambat 2 2 1 4


mencari rekam pelayanan
medik

Melakukan Kompetensi Memperlambat 2 2 1 4


Registrasi di petugas pelayanan
aplikasi registrasi E-
E_Puskesmas Puskesmas
kurang

VII. FAILURE MODE YANG AKAN DISELESAIKAN

Berdasarkan nilai RPN diambil cut off point yaitu point 1 sampai dengan 5

No. Failure mode akibat S O D RPN %


(Severit (kemungkina Kemudaha (SxOx
y) n terjadi) n dideteksi D)

1
Pasien Terjadi 7 7 5 245 42.4
Pelayanan penumpukan 6
Gawat Darurat pasien dan
ikut antri di pasein kasus
pendaftaran gawat
darurat tidak
segera
terlayani
2
Penempatan Antrian 7 7 4 196
33,9
penyimpanan pasiesn tidak 7
no antrian beraturan
3
Pasien salah Prioritas 6 5 5 150
26,0
mengambil layanan pada 0
pengelompok pasien tidak
an kartu oftimal
antrian
4 Pasien batuk Potensi 6 5 4 120 20,8
tidak nasakomial 0
dipersilahkan dari pasien
memakai infeksi
masker pernapasan

5
120
Salah Jawaban 4 10 3 20.8
identifikasi pasien tidak 0
kebutuhan akurat
pasien sehingga
lama dalam
proses
pendaftaran

6 Pasien Tidak 4 10 1 40 6,93


berdesakan nyaman
dalam
menunggu
antrian

7 Kursi tunggu Tidak 4 10 1 40 6,93


kurang nyaman
dalam
menunggu
antrian

8 Pasein tidak Kesal dan 4 5 1 20 3.47


sabar marah
menunggu merasa
antrian terabaikan

9 Pasien tidak Memperlamb 2 3 1 5 0.87


membawa at pelayanan
kartu identitas

10 Kepesertaan Memperlamb 2 2 1 4 0.69


BPJS tidak at pelayanan
aktif

11 Kepesertaan Lama 2 2 1 4 0.69


BPJS bukan Konseling
FKTP layanan
Puskesmas sehingga
Payungsari memperlamb
at pelayanan

12 Kompetensi Petugas 2 2 1 4 0.69


petugas lama dalam
pendaftaran mengisi
bukan Family Folder
perekam
medik

13 Duplikasi Memperlamb 2 2 1 4 0.69


kartu at pelayanan
kunjungan
berobat

14 Pasien lama Memperlamb 2 2 1 4 0.69


lupa at pelayanan
membawa
kartu
kunjungan

15 Petugas lama Memperlamb 2 2 1 4 0.69


mencari at pelayanan
rekam medik

16 Kompetensi Memperlamb 2 2 1 4 0.69


petugas at pelayanan
registrasi E-
Puskesmas
kurang

VIII. RENCANA TINDAK LANJUT UNTUK MENGATASI FAILURE MODE

Tahapan Failure mode akibat S O D RP Kegiatan yang Penanggun Waktu


proses N direkomendasi g jawab
(Sx kan
Ox
D)
7 7 5 245
Memilah 1 Pasien Terjadi 1.Memasang Penanggung Agustu
Kondisi Pelayanan penumpukan Alur Jawab s 2019
Pasien Gawat Darurat pasien dan Pelayanan Pendaftran
ikut antri di pasein kasus 2.Menyampaika
n informasi di
pendaftaran gawat
pendaftaran
darurat tidak tentang alur
segera pelayanan
terlayani 3.Menyiapkan
pemandu
pasien di
pendaftran
7 7 4 196
Ambil No 2 Penemp Antrian 1. Memind Penanggung
Antrian atan pasiesn tidak ahkan tempat Jawab Agustu
penyimpanan beraturan penyimpanan Pendaftaran s 2019
no antrian no antrian ke
Dekat pintu
masuk ruang
pendaftranan
2. Menyiap
kan pemandu
pasien di
pendaftran
6 5 5 150
3 Pasien Prioritas 1. Menya Penanggung s/d 30
salah layanan pada mpaikan Jawab Agust
mengambil pasien tidak informasi di Pendaftaran 2019
pengelompok oftimal pendaftaran
tentang alur
an kantru
pelayanan
antrian 2. Menyiap
kan pemandu
pasien di
pendaftran

 Pasien Potensi 6 5 4 120 Mengungatkan Penanggung s/d 30


batuk tidak nasakomial pasien untuk Jawab Agust
dari pasien menggunakan Pendaftaran 2019
dipersilahkan
infeksi masker
memaakai
masker pernapasan
120
 Salah Jawaban 4 10 3 Memperbaiki Penanggung s/d 30
identifikasi pasien tidak komunikasi Jawab Agust
akurat pasien dengan Pendaftaran 2019
kebutuhan
sehingga petugas
pasien
lama dalam
proses
pendaftaran

Menungg  Pasien Tidak 4 10 1 40 Menambah area Pejabat s/d 30


u di berdesakan nyaman ruang tunggu Pengadaan Agust
panggil dalam barang 2019
petugas menunggu
antrian

 Kursi Tidak 4 10 1 40 Menambah area Pejabat s/d 30


tunggu kurang nyaman ruang tunggu Pengadaan Agust
dalam dan jumlah kursi barang 2019
menunggu tunggu
antrian

Pasein tidak Kesal dan 4 5 1 20  Membu Penanggung s/d 30


sabar marah at poster jawab Agust2
menunggu merasa pendaftaran 019
antrian terabaikan

Pasien Pasien tidak Memperlamb 2 2 1 4  Member Penaggung s/d 30


Baru membawa kartu at pelayanan itahu untuk jawab Agust
menyera identitas membawa pendaftaran 2019
hkan kartuidentitas
kartu
Identitas

Kepesertaan Memperlamb 2 2 1 4  Member Penaggung s/d 30


BPJS tidak aktif at pelayanan itahu untuk jawab Agust2
segera pendafftaran 019
melunasi
premi BPJS

Kepesertaan Memperlambat 2 2 1 4  Member Penanggung s/d 30


BPJS bukan pelayanan itahu untuk Jawab Agust2
FKTP tentang hak Pendaftaran 019
Puskesmas dan
Payungsari kewajiban
peserta BPJS

Kompetensi Petugas 2 2 1 4
petugas lama dalam
pendaftaran mengisi
bukan perekam Family Folder
medik

Duplikasi kartu Memperlamb 2 2 1 4  Mengun Penanggung s/d Ags


kunjungan at pelayanan akan Kartu Jawab t2019
kunjungan Pendaftaran
dari E-
Puskesmas

Pasien Pasien lama Memperlamb 2 2 1 4  Menggi PJ Agust2


Kunjunga lupa membawa at pelayanan ngatkan Pendaftaran 019
n lama kartu kunjungan pasien untuk
menyera membawa
hkan kartu
kartu kunjunga
kunjunga
n

Petugas lama Memperlamb 2 2 1 4  Pembag PJ. Perekam Agust2


mencari rekam at pelayanan ian tugas medik 019
medik dengan
perekam
medik

Melakuka Kompetensi Memperlamb 2 2 1 4  Kalakar


n petugas at pelayanan ya Aplikasi
Registras registrasi E- E-
i di Puskesmas Puskesmas
aplikasi
E_Puske kurang
smas

IX. PELAKSANAAN KEGIATAN DAN EVALUASI

Dalam Lembar Terpisah

X. PROSEDUR YANG BARU SEBAGAI HASIL DARI ANALISIS FMEA:


Pelayanan Pendaftaran
Langkah-langkah
a. Pasien Rawat Jalan
1) Petugas mempersilahkan pasien mengambil kartu antrian dan
dipersilahkan untuk duduk di kursi tunggu.
2) Nomor antrian A untuk pasien khusus seperti bayi (0-11 bulan), balita (12
bulan- 59 bulan), bumil dan lansia (>60 tahun) dan pasien disabilitas.
Nomor antrian B untuk pasien umum seperti anak (5 tahun-15 tahun),
remaja (16 tahun-21 tahun), dewasa (22 tahun-59 tahun).
3) Petugas memanggil pasien sesuai nomor antrian, untuk pasien yang ada
keluhan batuk petugas mengingatkan agar pasien memakai masker yang
sudah disiapkan dimeja nomor antrian
4) Petugas menanyakan status kunjungan pasien (baru / lama).
a) Pasien baru
• Petugas menanyakan KTP/KK
• Petugas menanyakan KIS/BPJS
• Petugas mengentri pada E-Puskesmas
• Petugas menulis dibuku register kunjungan rawat jalan
• Petugas membuatkan buku family folder

b) Pasien lama
• Petugas menanyakan kartu kunjungan
• Petugas mencari data pasien dalam rekam medis
• Petugas mengentri pada E-Puskesmas
• Petugas menulis dibuku register kunjungan rawat jalan
5) Petugas mempersilahkan pasien untuk menunggu diruang poliklinik TPRS
6) Petugas menyerahkan buku family folder ke Poliklinik TPRS.

b. Pasien Gawat Darurat


1) Petugas Pelayanan Gawat Darurat/Persalinan segera menangani
pasien saat pasien datang
2) Petugas Gawat Darurat/Persalinan mengisi anamnesa dan status
pasien pada lembar observasi.
3) Petugas Gawat Darurat/Persalinan mempersilahkan keluarga untuk
mendaftarkan pasien ke Ruang pendaftaran.
4) Petugas pendaftaran menanyakan status kunjungan pasien (baru /
lama).
a) Pasien baru
• Petugas menanyakan KTP/KK
• Petugas menanyakan KIS/BPJS
• Petugas mengentri pada E-Puskesmas
• Petugas menulis dibuku register kunjungan rawat inap
• Petugas membuatkan buku status pasien
b) Pasien lama
• Petugas menanyakan kartu kunjungan
• Petugas mencari data pasien dalam rekam medis
• Petugas mengentri pada E-Puskesmas
• Petugas menulis dibuku register kunjungan rawat inap
• Petugas membuatkan buku status pasien

5) Petugas pendaftaran menyerahkan buku status pasien ke petugas


pelayanan Gawat Darurat/Persalinan.
Payungsari , 04 April 2019
Ketua Tim Mutu Ketua Tim FMEA
UPTD Puskesmas Payungsari

dr.Devi Natalia S, MM.Kes. Yuli Candrawati, Am.Keb.


Nip. 19801225 201001 2 004 Nip. 19770719 200801 2 005

Mengetahui
Kepala UPTD Puskesmas Payungsari

H.Tatang Koswara,SKM., S.Kep.Ners, MM


NIP.19700122 199101 1 001
PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS PAYUNGSARI
Jl. Pasanggrahan No. 27 Kec. Payungsari Tlp. (0265) 7510117
e-mail : puskesmasPayungsari@gmail.com
CIAMIS
Kode Pos 46263

PELAKSANAAN KEGIATAN DAN EVALUASI HASIL FMEA PENDAPTARAN

1. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Bahwa kebutuhan pasien perlu diperhatikan, diupayakan dan dipenuhi


sesuai dengan misi dan sumber daya dipuskesmas.Keterangan yang
didapat tentang kebutuhan pasien dapat diperoleh pada saat pendaptaran.
Keselamatan pasien dan petugas harus diperhatikan sejak pertama pasien
kontak dengan puskesmas, Dengan demikian prosdur pendaptaran sudah
mencerminkan penerapan upaya keselamatan pasien terutama dalam
identifikasi pasien.

Selain itu prosedur harus menjamin komunikasi efektif pada pelaksanaan


pendaptaran, untuk mendapatan ketepatan identitas pasien. Identifikasi
ditempat pendaptaran minimal dengan identifikasi verbal menggunakan 2
cara, identifikasi yang relative tidak berubah.Untuk mencapai hal tersebut
diatas perlu di bakukan prosedu, untuk menjamin ketepatan prosedur
diperlukan failure, mode and efek analysis (FMEA) terhadap prosedur
tindakan

Tujuan

1. Tujuan Umum

Untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.

2. Tujuan Khusus

a. Memperbaiki system di pendaptaran

b. Memperbaiki kelengkapan prasarana di pendaptaran

2. Kegiatan Perbaikan

Setelah dilakukan FMEA (Failure Mode And Effect Analisys) terhadap risiko di
unit pendaptaran diketahui bahwa terdapat permasalahan system yang harus
diperbaiki untuk meningkatkan mutu dan keselamatan paasien sebagai berikut :

1. Pasien Pelayanan Gawat Darurat ikut antri di pendaftaran


Keadaan ini merupakan risiko tinggi dan tingkat kejadiannya sering terjadi
yang bisa mengakibatkan penumukan antrian dipendaptaran
Langkah Langkah penanganan masalah tersebut yaitu dengan cara :
1. Memasang Alur Pelayanan
2. Menyampaikan informasi di pendaftaran tentang alur pelayanan
3. Menyiapkan pemandu pasien di pendaftran
2. Penempatan penyimpanan nomor antrian

Keadaan ini merupakan risiko tinggi dan tingkat kejadiannya sering terjadi
yang bisa mengakibatkan Antrian pasiesn tidak beraturan,
Langkah penanganan masalah tersebut itu dengan :
1. Memindahkan tempat penyimpanan nomor antrian ke Dekat pintu
masuk ruang pendaftaran
2. Menyiapkan pemandu pasien di pendaftaran

3.Pasien salah mengambil pengelompokan kartu antrian

Kedaan ini serung terjadi sehingga mengakibatkan Prioritas layanan pada


pasien tidak oftimal
Langkah langkah penanganan masalah tersebut adalah:
a. Menyampaikan informasi di pendaftaran tentang alur pelayanan
b. Menyiapkan pemandu pasien di pendaftaran

4 Pasien batuk tidak dipersilahkan memakai masker


Keadaan ini bisa mengakibatkan Potensi nasakomial dari pasien infeksi
pernapasan, Langkah yang ditempuh untuk menangani masalah tersebut
dengan cara mengingatkan pasien untuk menggunakan masker yang tersedia
dipendaptaran.
5. Salah identifikasi kebutuhan pasien
Masalah ini bisa akibat dari Jawaban pasien tidak akurat sehingga lama dalam
proses pendaftaran, langkah yang ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut
adalah dengan memperbaiki komunikasi pasien dengan petugas

3. Evaluasi

Kegiatan perbaikan terhadap risiko di pendaptaran telah dilaksanakan berupa :

1. Memasang Alur Pelayanan

2. Menyampaikan informasi di pendaftaran tentang alur pelayanan

3. Menyiapkan pemandu pasien di pendaftaran

4. Memindahkan tempat penyimpanan nomor antrian ke Dekat pintu


masuk ruang pendaftaran

5. Menyiapkan pemandu pasien di pendaftaran

6. Menyampaikan informasi di pendaftaran tentang alur pelayanan

7. Menyiapkan pemandu pasien di pendaftaran

8. Mengungatkan pasien untuk menggunakan masker

9. Memperbaiki komunikasi pasien dengan petugas

10. Penutup

Demikian laporan hasil kegiatan tindak lanjut terhadap risiko di Pendaptaran UPTD
Puskesmas Payungsari sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut kegiatan
selanjutnya.

Ketua Tim Mutu Ketua Tim Mutu Ketua Tim Mutu

dr.Devi Natalia S, MM.Kes. dr.Devi Natalia S, MM.Kes.


dr.Devi Natalia S, MM.Kes. Nip. 19801225 201001 2 004 Nip. 19801225 201001 2 004
Nip. 19801225 201001 2 004
Mengetahui

Mengetahui
Kepala UPTD Puskesmas
Payungsari
H.Tatang Koswara, SKM
S.Kep.Ners, MM
NIP.19700122 199101 1
001