Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR

DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSKESMAS LIMBORO
Jl. Poros Tinambung-Alu Desa Palece Kecamatan Limboro Kode Pos 91354

KERANGKA ACUAN KERJA


PROGRAM KESELAMATAN/KEAMANAN LABORATORIUM
PUSKESMAS LIMBORO KAB.POLEWALI
TAHUN 2017

I. PENDAHULUAN
UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pada BAB XII Kesehatan Kerja pasal 164 ayat
( 1 ) menyatakan bahwa upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar
hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan
oleh pekerjaanya. Pekerja dalam ayat tersebut termasuk tenaga kesehatan dan non kesehatan
yang bekerja di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes dan Poskesdes.
Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayan kesehatan dasar merupakan ujung tombak
terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Sebagai unit pelayanan kesehatan memiliki
berbagai potensi bahaya yang berpengaruh buruk pada tenaga kesehatan dan non kesehatan
yang bekerja di Puskesmas, Pasien, Pengunjung dan masyarakat di sekitarnya
Keselamatan kerja laboratorium merupakan salah satu aspek penting yang harus
diperhatikan. Ibarat seseorang yang tengah berjalan di jalan raya, bekerja di laboratorium
juga memerlukan rambu-rambu sehingga selama dalam perjalanan dapat sampai tujuan
dengan selamat. Kecelakaan dapat terjadi bukan hanya karena tidak memperhatikan etika
berkendara dan rambu-rambu lalu lintas, tetapi juga dapat terjadi ketika ada orang lain yang
lalai. Sama halnya dengan kecelakaan kerja di laboratorium, tentu bukanlah kejadian yang
disengaja, tetapi bisa terjadi apabila ada kelalaian dari diri sendiri dan orang lain. Artinya,
semua pihak sangat berperan dalam menerapkan budaya keselamatan kerja.
Bekerja di laboratorium dengan nyaman akan mempengaruhi kelancaran aktivitas kerja
dan kecelakaan kerja dapat dihindari.Kecelakaan kerja di laboratorium bisa menimbulkan
kerugian materi serta adanya korban manusia. Kecelakaan kerja dapat menyebabkan korban
mengalami luka, cacat fisik, gangguan kesehatan, trauma, bahkan dapat mengancam nyawa
seseorang. Semua kemungkinan ini dapat dicegah dengan memperhatikan pedoman
keselamatan kerja.
PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR
DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSKESMAS LIMBORO
Jl. Poros Tinambung-Alu Desa Palece Kecamatan Limboro Kode Pos 91354

II. LATAR BELAKANG


Laboratorium Kesehatan adalah sarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran,
penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan yang bukan
berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan
dan faktor yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan perorangan dan masyarakat.
Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja (KK) di kalangan petugas kesehatan
dan non kesehatan di Indonesia belum terekam dengan baik. Jika kita pelajari angka
kecelakaan dan penyakit akibat kerja di beberapa negara maju (dari beberapa pengamatan)
menunjukan kecenderungan peningkatan prevalensi. Sebagai faktor penyebab, sering terjadi
karena kurangnya kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja yang kurang
memadai.
Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja, sehingga tidak menggunakan alat-alat
pengaman walaupun sudah tersedia.
Diantara sarana kesehatan, Laboratorium Kesehatan merupakan suatu institusi dengan
jumlah petugas kesehatan dan non kesehatan yang cukup besar. Kegiatan laboratorium
kesehatan mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia, ergonomi dan psikososial.
Variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan laboratorium menentukan kesehatan dan keselamatan
kerja.
Selain itu dalam pekerjaannya menggunakan alat-alat yang mudah pecah, berionisasi dan
radiasi serta alat-alat elektronik dengan voltase yang mematikan. Oleh karena itu penerapan
budaya “aman dan sehat dalam bekerja” hendaknya dilaksanakan pada semua Institusi di
Sektor Kesehatan termasuk Laboratorium Kesehatan.
Kinerja (performen) setiap petugas kesehatan dan non kesehatan merupakan resultante
dari tiga komponen kesehatan kerja yaitu kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja
yang dapat merupakan beban tambahan pada pekerja. Bila ketiga komponen tersebut serasi
maka bisa dicapai suatu derajat kesehatan kerja yang optimal dan peningkatan produktivitas.
Sebaliknya bila terdapat ketidak serasian dapat menimbulkan masalah kesehatan kerja
berupa penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja yang pada akhirnya akan menurunkan
produktivitas kerja.
Prevalensi TB pada kelompok yang pernah didiagnosis tertinggi adalah Papua sebesar
1,44 %, Banten %, Sulawesi Utara sebesar 1,22 %, sedangkan prevalensi terendah pada
provinsi Lampung sebesar 1,22 %, di ikuti Bali 0,30 %, dan DI Yogyakarta 0,31 %. Pada
tahun 2010.
Pada tahun 2000 WHO mencatat kasus infeksi akibat tusukan jarum yang terkontaminasi
Virus yang di perkirakan mengakibatkan :
PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR
DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSKESMAS LIMBORO
Jl. Poros Tinambung-Alu Desa Palece Kecamatan Limboro Kode Pos 91354

a. Terinfeksivirus Hepatitis sebanyak 21 juta ( 32 % dari semua infeksi baru )


b. Terinfeksi virus hepatitis C sebanyak 2 juta ( 40 % dari semua infeksi baru )
c. Terinveksi HIV 260 Ribu ( 5 % dari semua infeksi baru )

Mengingat potensi bahaya yang tinggi bagi petugas laboratorium sehingga diperlukan
pedoman pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di laboratoriumya di harapkan dapat
dipergunakan sebagai acuan terhadap perlindungan kesehatan petugas laboratorium yaitu
mulai dari kegaatan promotif, kuratif, dan rehabilitatatif

III. TUJUAN
a. Umum :
Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat untuk petugas Laboratorium, Pasien,
pengunjung/ pengantar pasien, dan lingkungan sekitarnya.
b. Khusus :
1. Teridentifikasinya potensi bahaya/risiko di laboratorium.
2. Terlaksanannya kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium
3. Terlaksannya monitoring dan evaluasi kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di
Laboratorium

IV. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


- Promotif
 Menginformasikan potensi bahaya yang ada di laboratorium
 Memasang leflet, poster dan penyebaran brosur
- Upaya preventif
 Penerapan penggunaan alat pelindung diri
 Penatalaksanaan limbah laboratorium
- Upaya Kuratif
 Penatalaksanaan tindakan pengobatan bagi petugas laboratorium yang mengalami
gangguan kesehatan selama melakukan pekerjaan
 Unit laboratorium melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan Keselamatan dan
kesehatan Kerja ke Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja Puskesmas
PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR
DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSKESMAS LIMBORO
Jl. Poros Tinambung-Alu Desa Palece Kecamatan Limboro Kode Pos 91354

V. Cara Melaksanakan Kegiatan


1. Pengenalan potensi bahaya di Laboratorium
Masalah kesehatan/Kecelaka
Potensi
No Jenis Bahaya kerja
Bahaya

Fisik - Pencahayaan - Gangguan mata


1.
- Suhu/ kelembaban - Kepanasan/ kedinginan
- Ventilasi - Pengap
- Benda tajam,alat medis,api - Tersayat, tertusuk,kebakaran

Biologi Lalat,kecoa,tikus,nyamuk,Virus, Diare,Pes,Malaria,Demam


.2
bakteri,Spora,jamur,Parasit berdarah,Typhoid,hepatitis
B,HIV,Infeksi jamur,bakteri dan
parasit

Ergonomi Posisi duduk terlalu lama ( > 6 Gangguan muskuloskeletal


3
Jam )
Berdiri Lama (> 4 Jam)
Psikososial - Hubungan sesame petugas - Stres Kerja
4
- Beban kerja - Kelelahan
- Kesejahteraan - Stres Kerja

Sanitasi Sampah non medis, air bersih, Pencemaran lingkungan,


5
Jamban Penularan penyakit infeksi

Gaya - Pola makan - Gangguan gizi


6
hidup - Olahraga - Penyakit tdk menular
- Merokok - Gangguan paru

Kontruksi - Lantai - Terpeleset


7
bangunan - Listrik(Kabel - Luka setrum, Kebakaran
terkelupas,Intalasi yang tidak
standar,Hubungan arus
pendek,beban listrik berlebihan

2. Disiplin terhadap SPO penggunaan APD


3. Disiplin terhadap SPO pengelolaan limbah
PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR
DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSKESMAS LIMBORO
Jl. Poros Tinambung-Alu Desa Palece Kecamatan Limboro Kode Pos 91354

VI. Sasaran
Sasarannya adalah petugas laboratorium dan pengguna jasa laboratorium

VII.Jadwal pelaksanaan kegiatan

BULAN
KEGIATAN
NO SASARAN
POKOK
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Menginformasika Pasien,
n potensi bahaya pengantar pasien
kepada pasien, dan lingkungan
Pengantar pasien sekitarnya
dan lingkungan
sekitarnya

2 Penggunaan APD Petugas


laboratorium

3 Pengelolaan
limbah
laboratorium

VIII. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan


Evaluasi dilakukan secara internal oleh tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 )
Puskesmas setiap tahun yang bertujuan untuk menilai pelaksanaan K3 yang telah dilakukan
tahun terakhir dan hasilnya digunakan untuk perencanaan kegiatan selanjutnya.
PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR
DINAS KESEHATAN
UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PUSKESMAS LIMBORO
Jl. Poros Tinambung-Alu Desa Palece Kecamatan Limboro Kode Pos 91354