Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Praktik klinik merupakan suatu kegiatan untuk memberikan pengalaman
belajar bagi mahasiswa Akademi Kebidanan dalam situasi nyata, khususnya
dalam memberikan asuhan kebidanan komunitas dipuskesmas.
Mengacu pada kurikulum Akademi Kebidanan Al-Fathonah sesuai
Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015. Program Pendidikan Akademi
Kebidanan Al-Fathonah Semester V tentang pencapaian kemampuan asuhan
kebidanan komunitas.
Kebidanan komunitas adalah suatu bidang dalam kebidanan yang
merupakan perpaduan antara kebidanan dan kesehatan masyarakat serta
mengutamakan pelayanan promotif, preventif serta berkesinambungan tanpa
mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitativ serta menyeluruh dan
terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok masyarakat sebagai
suatu kesatuan yang utuh melalui proses asuhan kebidanan untuk
meningkatkan fungsi kehidupan manusiasecara optimal sehingga mandiri
dalam upaya kesehatannya. PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN IV
(KOMUNITAS) ini berbentuk kegiatan peserta didik memperoleh
kesempatan untuk melaksanakan praktik pada situasi sebenarnya atau tatanan
nyata lapangan. PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN IV (KOMUNITAS)
wajib ditempuh mahasiswi semester V tingkat III yang telah selesai
menempuh teori di kelas. Kegiatan ini merupakan pencapaian dari mata
kuliah Manajemen Kebidanan Komunitas.
Selama melaksanakan praktik klinik mahasiswa diberikan kesempatan
untuk menerapkan serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya
yang telah di dapat di perkuliahan dan laboratorium kedalam pelayanan yang
nyata di Puskesmas Kecamatan Pulogadung yang berkaitan dengan asuhan
kebidanan komunitas.
1.2 Tujuan Penulisan
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan praktik kebidanan komunitas sealama 2
minggu, mahasiswa mampu menggambarkan dan menerapkan
pengalaman belajar diruang kuliah kedalam praktik dalam situasi yang
sebenarnya.
1.2.2 Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan praktik lapangan selama 2 minggu diharapkan
peserta didik mampu :
1. Menguraikan kegiatan-kegiatan bidan di komunitas baik kegiatan
kebidanan dasar, maupun deteksi dini resiko tinggi KIA, ibu
bersalin, ibu nifas dan bayi serta kegiatan bidan yang berkaitan
dengan pembinaan PSM.
2. Mengidentifikasi pembinaan kegiatan puskesmas dan masyarakat
dalam upaya akselerasi penurunan angka kematian ibu dan anak.
3. Menghitung dan menganalisa jumlah sasaran pelayanan KIA
meliputi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi dan balita di
wilayah kerja puskesmas.
4. Memahami target cakupan pelayanan KIA di wilayah kerjanya.
5. Menganalisa pelaksanaan program KIA melalui :
a. PWS
b. Kohort ibu dan bayi
c. KMS ibu hamil dan balita
d. Balok SKDN
6. Pelaksanaan kegiatan pencatatan dan pelaporan KIA, KB di
puskesmas, posyandu dan polindes.
7. Memberikan pelayanan kebidanan dasar di wilayah kerjanya pada
ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, balita dan akseptor.
8. Melakukan deteksi dini resiko tinggi KIA dan penanganannya.
9. Melakukan pertolongan persalinan di RB maupun rumah pasien.
10. Mengidentifikasi kasus-kasus gawat darurat kebidanan yang sering
terjadi di masyarakat.
11. Mendemontrasikan rujukan kasus-kasus gawat darurat kebidanan
di masyarakat/puskesmas.
12. Mempersiapkan keperluan rujukan pasien pada kasus gawat
darurat meliputi:
a. Persiapan pasien
b. Alat dan obat
c. Keluarga pasien
d. Transportasi
e. Surat-surat rujukan
13. Mengawasi dan memantau keadaan pasien selama dalam
perjalanan ke sarana kesehatan yang dituju
14. Mengidentifikasi tokoh masyarakat yang berpengaruh guna
mencari dukungan kegiatan-kegiatan pembangunan di wilayahnya
15. Mengumpulkan data kesehatan masyarakat khususnya data
kesehatan ibu dan anak bersama dimasyarakat dalam upaya
mengidentifikasi masalah kesehatan ibu dan anak di wilayahnya
dengan menggunakan berbagai metode dan tehnik pengumpulan
data.
16. Melaksanakan intervensi bersama masyarakat melalui kegiatan-
kegiatan.
a. Posyandu
b. Penyuluhan kesehatan masyarakat khususnya KIA
c. Memberikan pelayanan kesehatan dasar
d. Melaksanakan tindakan kedaruratan pada kasus-kasus
kebidanan
e. Melaksanakan rujukan kasus kebidanan
1.3 Manfaat Penulisan
1.3.1 Teoritis
Hasil makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dalam
lingkungan kesehatan reproduksi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar
dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi khususnya yang
berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga.
1.3.2 Praktis
a. Bagi Akademi kebidanan Al-Fathonah jakarta
Sebagai bahan pustaka informasi tentang beberapa program kerja
puskesmas
b. Bagi penulis
Sebagai bahan evaluasi dan memahami ilmu pengetahuan untuk mata
kuliah asuhan kebidanan komunitas.
c. Bagi lahan praktik
Sebagai alat untuk mengetahui pencapaian indicator SPM .