Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI

PERCOBAAN 3
FRUCTUS

Disusun Oleh :

Nathania Ramadhanty N (10060318132)


Arini Nabila Putri (10060318133)
Annisa Fitriyani Suryana (10060318134)
Munadiya Waridatiddiyanah F (10060318135)

Shift/kelompok :C/4
Tanggal Percobaan Praktikum : 3 November 2019
Tanggal Pengumpulan Laporan : 9 Desember 2019
Nama Asisten :

LABORATORIUM FARMASI TERPADU UNIT B


PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
BANDUNG
1441 H / 2019 M
I. Tujuan Pengamatan
Dapat mengidentifikasi simplisia campuran yang di berikan untuk di amati
secara makroskopik dan mikroskopik serta untuk mengetahui fragmen-fragmen
khas yang ada pada simplisia-simplisia tersebut yang nantinya dapat ditentukan
kebenaran apa saja yang ada di dalam simplisia campuran tersebut.
II. Teori Dasar
Morfologi Buah
Buah (Fructus) adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan
perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus
dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya
dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan (Campbell,
2003).
Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bunga selain bakal buah ikut
tumbuh dan merupakan suatu bagian buah, sedang umumnya segera setelah
terjadi penyerbukan dan pembuahan bagian-bagian bunga selain bakal buah
segera menjadi layu dan gugur. Dari putik sendiri dengan tegas disebut hanya
bakal buahnya, karena biasanya tangkai dan kepala putiknya gugur pula seperti
halnya dengan bagian-bagian yang lain (Rosanti, 2011).
Anatomi Buah

Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugur, melainkan ikut


tumbuh dan tinggal pada buah, biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah
itu sendiri, jadi tidak merupakan suatu bagian buah yang penting, misalnya:
(Syaiful, 2011).
Daun-daun pelindung. Pada jagung daun-daun pelindung bunga betina tidak
gugur, dan kita kenal kemudian sebagai pembungkus tongkol jagung
(klobot).
Daun-daun kelopak. Pada terong dan pada jambu, masih dapat kita lihat
kelopak yang ikut merupakan bagian buah.
Tangkai kepala putik. Juga bagian ini sering tinggal pada buah, misalnya pada
jagung, yang kita kenal sebagai rambut jagung, juga pada semua macam
jambu, masih dapat kita lihat tangkai kepala putik di bagian ujung buah.
Kepala putik. Buah yang masih mendukung kepala putik ialah buah manggis,
yang sekaligus dapat pula menunjukkan jumlah daun buah dan jumlah
ruangan dalam buah manggis tadi.
Buah yang semata-mata terbentuk dari bakal buah, atau paling banyak padanya
terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur itu, umumnya
merupakan buah yang tidak terbungkus, jadi merupakan buah yang telanjang
(fructus nudus). Buah ini juga dinamakan buah sejati atau buah sungguh
(Syaiful, 2011).
Fungsi Buah
Buah lada hitam berfungsi untuk Karminatif , sesak napas, tekanan darah
tinggi, diaforetik (peluruh keringat) (DepKes RI, 2010).
Buah kapulaga memiliki beberapa khasiat diantaranya sebagai obat batuk
dan dapat sebagai preventif pada tulang keropos (Agoes, 2010). Kapulaga juga
berkhasiat untuk mengobati badan lemas, obat kejang perut besar karena
flatulensi (meteorismemus), stimulan dan reumatik (Sastroamidjojo, 2001).
Buah ketumbar selain sebagai bahan pelengkap dapur, rempah juga dapat
digunakan untuk tanaman obat tradisional, salah satu tanaman ini adalah
ketumbar. Seperti yang terlihat pada masyarakat saat ini semakin banyaknya
masalah dalam kesehatan yang disebabkan karena kurang perhatian terutaman
pada pola makan sehari-hari. Salah satu peyakit yang disebabkan oleh pola
makan salah penyakit kencing manis (Diabetes Mellitus) yang ditandai dengan
meningkatnya kadar gula darah (Tjiptrosoepomo, 2005).
Buah cabe berkhasiat tonik, stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah,
antirematik, menghancurkan bekuan darah (antikoagulan), meningkatkan nafsu
makan (stomakik), perangsang kulit (kalau digosokkan ke kulit akan
menimbulkan rasa panas. Jadi, digunakan sebagai campuran obat gosok),
peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh liur, dan
peluruh kencing (diuretik) (Dzulkarnain, 1996).
Buah cabe jawa dapat digunakan untuk mengatasi kejang perut, muntah-
muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, sukar buang air besar pada
penderita penyakit hati, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam, hidung
berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurasthenia, dan tekanan darah
rendah (Agoes, 2010).
Kandungan Kimia Buah
Buah lada hitam mengandung minyak atsiri, alkaloida, khavisin (berupa
hablur putih kekuningan, rasa agak pedas), dan piperin (zat ini tidak larut dalam
air, mula-mula tidak berasa, lama-lama menjadi pedas dan tajam. Alkali
menguraikan piperin menjadi piperidin dan asam piperat) (DepKes RI, 2010).
Buah kapulaga mengandung sineol (DepKes RI, 2010: 21). Buah
Kapulaga yang disuling mengandung minyak atsiri dengan komposisi yaitu
sineol, terpineol, borneol.Kadar sineol dalam buah lebih kurang 12%. Biji
kapulaga mengandung 3-7% minyak atsiri yang terdiri atas terpineol, terpinil
asetat, sineol, alfa borneol, dan beta kamfer (Sinaga, 2008).
Buah ketumbar mengandung komponen aktif yaitu vitamin, rasa, peptida,
mineral, asam lemak, polyunsaturated fatty acids, antioksidan, enzim dan sel
hidup. Kandungan kimia terbesar dari Ketumbar yaitu 1,8% minyak atsiri
(Wallis, 2005).
Buah cabai mengandung kurang lebih 1,5% (biasanya antara 0,1-1%) rasa
pedas. Rasa pedas tersebut terutama disebabkan oleh kandungan capsaicin dan 8
dihidrocapsaicin (Dzulkarnain, 1996).
Buah cabe mengandung kalsivin, asam tetrahydropiperidin, 1 undekilenil-
3, 4-metilendioksi benzen, piperidin, minyak atsiri, sesamin, piperin,
piperidin, retrofraktamida, guaninsin, piperlonguminin pelitorin, pipernoalin dan
piperoktadekalidin (Agoes, 2010).

III. Prosedur
Serbuk tumbuhan yang akan diamati adalah Piperis Nigri Fructus,
Amomi Compacti Fructus, Coriandri Sativi Fructus, Capsici Annui Fructus dan
Piperis Retrofracti Fructus yang berasal dari simplisia kering organ tumbuhan
yang dihaluskan. Sehingga cara pembuatan sediaan histologi untuk serbuk
tumbuhan disediakan terlebih dahulu kaca objek dan kaca penutup yang bersih
dan bebas minyak. Kemudian diteteskan reagen kloral hidrat yang akan
digunakan untuk pengamatan di atas kaca objek. Setelah itu, ditambahkan
serbuk sampel yang akan diamati pada tetesan reagen kloral hidrat diatas kaca
objek dan dicampurkan serbuk sampel dengan reagen kloral hidrat sampai
merata. Lalu campuran tersebut ditutup dengan kaca penutup dan sediaan
diamati di bawah mikroskop dengan berbagai pembesaran lensa yang sesuai.
Setelah dilakukan pengamatan menggunakan reagen kloral hidrat,
kemudian dilakukan perlakuan yang sama seperti prosedur sebelumya, hanya saja
reagen yang digunakan berbeda yaitu untuk melihat adanya butir pati dan
floroglusinol + HCl untuk melihat adanya sel batu.
Dalam penggunaan mikroskop, mikroskop diletakkan terlebih dahulu
ditempat datar, kering dan memiliki cahaya yang cukup. Setelah itu, mikroskop
dinyalakan dengan memasangkan kabel pada stop kontak dan pijat tombol on.
Kemudian dipasang lensa okuler dengan lensa yang memiliki ukuran perbesaran
sedang. Diputar revolver untuk memilih lensa objektif dengan perbesaran paling
kecil. Diputar makrometer untuk menjauhkan lensa objektif dengan meja
mikroskop. Cahaya diatur agar lensa mendapatkan cahaya yang cukup. Setelah
itu, disiapkan preparat yang akan diamati dan diletakkan pada gelas benda di atas
lubang meja mikroskop, kemudian preparat dikokohkan dengan penjepit objek.
Diputar makrometer perlahan-lahan sehingga lensa objektif berada pada posisi
terdekat dengan meja mikroskop. Lalu diamati preparat melalui lensa okuler
sambil memutar makrometer untuk menemukan bayangan. Untuk mengatur
fokus, digunakan mikrometer sehingga diperoleh bayangan yang jelas.

IV. Alat dan Bahan


Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah kaca objek, kaca
penutup, sendok spatel, dan mikroskop.
Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah preparat buah lada
hitam, preparat buah kapulaga, preparat ketumbar, preparat buah cabe, preparat
buah cabe jawa.
V. Hasil Pengamatan dan Pembahasan
5.1 Hasil Pengamatan
5.1.1 Makroskopis
Simplisia Piperis Nigri Fructus Simplisia Amomi Compacti Fructus

Organoleptisnya bau aromatik, Organoleptisnya bau khas aromatik,


rasa pedas, warna sebuk coklat rasa agak pedas, dan serbuk berwarna
kekuningan. kelabu kekuningan.

Simplisia Coriandri Sativi Fructus Simplisia Capsici Annui Fructus


Organoleptisnya bau merangsang, rasa
pedas, serbuk berwarna coklat
kemerahan.

Simplisia Piperis Retrofracti


Fructus

Organoleptisnya bau khas aromatik,


rasa pedas, dan serbuk berwarna
kelabu kecoklatan.

5.1.2 Mikroskopis
a. Piperis Nigri Fructus
Hasil Pengamatan Literatur

Fragmen perisperm dengan


butir pati dan sel sekresi

Pembesaran 10x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat

Literatur: Materia Medika Indonesia


1980
Fragnem epikarp berikut
hypodermis

Pembesaran 10x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat
Fragmen mesockarp

Pembesaran 10x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat
Fragmen epikarp serta
hypodermis tampak tangensial

Pembesaran 10x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat

Keompok sel batu dari endokarp

Pembesaran 40x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat
Butir pati

Pembesaran 10x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat

b. Amomi Compacti Fructus


Hasil Pengamatan Literatur

Skelrenkim
palisade

pembesaran 10x
Literatur: Materia Medika Indonesia
perikarp
1980

Sel dengan
minyak atsiri
Pembesaran 10x
Pembuluh kayu dengan
penebalan jala dan tangga

Pembesaran 40X

Epidermis luar

Pembesaran 40x

Serabut sklerenkim

Pembesaran 40x

Selaput biji

Pembesaran 40x
Sel batu

Pembesaran 40x

c. Coriandri Sativi Fructus


Reagen Klorohidrat Perbesaran 10x Literatur

Mesokarp

Literatur: Materia Medika Indonesia 1980

Endokarp
Serabut sklerekim

Hablur kalsium
oksalat

Pembuluh kayu

d. Caspsici Annui Fructus


Hasil Pengamatan Literatur
Fragmen endocarp
terlihat tangensial

Pembesaran 4x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat

Literatur: Materia Medika Indonesia 1980

Hypodermis terlihat
melintang dan tangensial

Pembesaran 10x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat
Pembuluh kayu bernoktah dengan
penebalan tangga dan spiral

Penebalan tangga

Pembesaran 10x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat
Sel endocarp berdinding
tebal menyerupai sel batu

Pembesaran 4x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat

Serabut sklerenkim

Pembesaran 10x
Menggunakan Reagen Kloralhidrat

e. Piperis Retrofracti Fructus


Hasil Pengamatan Literatur

Sel sekresi

Literatur: Farmakope Herbal Indonesia


Edisi I 2008

Jaringan mesokarp dengan sel sekresi.


Perbesaran 40X, Reagen Kloralhidrat
Literatur: Farmakope Herbal Indonesia
Edisi I 2008

Sel batu dengan perbesaran 40X dan


Reagen fluorogusinol + HCl

Hipodermis dengan sel batu,


Perbesaran 40X dan Reagen
Fluorogusinol + HCl.

Literatur: Farmakope Herbal Indonesia


Edisi I 2008

Endokarp dengan Perbesaran 40X dan


Reagen Kloral Hidrat
Epidermis luar dengan Perbesaran
40X dan Reagen Fluorogusinol + HCl.

5.2 Pembahasan

Pada praktikum kali ini di lakukan pengamatan terhadap beberapa


simplisia yang digunakan yaitu Piperis Nigri Fructus, Amomi Compacti Fructus,
Coriandri Sativi Fructus, Capsici Annuii Fructus, dan Piperis Retrifracti Fructus.

Piperis Nigri Fructus (Buah Lada Hitam)


Klasifikasi tumbuhan sumber simplisia dari Piperis Nigri Fructus (Piper
Nigrum) adalah sebagai berikut :
Kingdom : plantae
Sub kingdom : viridiplantae
Infra kingdom : streptophyta
Super divisi : embryophyta
Divisi : tracheophyta
Sub divisi : spermatophytina
Kelas : magnoliopsida
Super ordo : magnolianea
Ordo : piperales
Famili : piperaceae
Genus : piper L
Spesies : Piper nigrum L
Buah lada memiliki bentuk bulat dan keras namun kulit luarnya lunak. Kulit
buah yang masih muda berwarna hijau dan jika sudah tua berwarna kuning,
sedangkan jika sudah masak berwarna merah, meskipun biji buah lada terasa pahit
namun kulit dari buah lada berasa manis. Kulit biji dan buah lada memiliki besar
sekitar 4,5 mm, untuk besar bijinya sekitar 3-4 mm, berat biji buahnya dalam
hitungan 100 biji sekitar 4.5 gram. Kulit buah lada terdiri dari tiga bagian yaitu
kulit luar (Epicarp), kulit tengah (mesocarp), dan kulit dalam (Endocarp).
Buah lada hitam mengandung minyak volatil, alkaloid, tannin, fenolik,
flavonoid, karbohidrat, dan protein.Khasiatnya sebagai karminatif, tekanan darah
tinggi, diaforetik, sesak nafas.
Fragmen Hasil Pengamatan Fragmen Literatur
Fragmen epikarp berikut hipodermis, Kelompok sel batu dari hipodermis,
kelompok sel batu dari endokarp, kelompok sel batu dari endokarp,
fagmen mesokarp, fragmen perisperm fagmen mesokarp, fragmen perisperm
dengan butir pati dan sel sekresi, butir dengan butir pati dan sel sekresi, butir
pati, dan fragmen epikarp tangensial. pati, dan fragmen epikarp tangensial.

Amomi Compacti Fructus


Fragmen Hasil Pengamatan Fragmen Literatur
Epidermis luar , sklerenkim palisade Epidermis luar , sklerenkim palisade
tangensial selaput biji, perikarp, sel tangensial selaput biji, perikarp, sel
batu, serabut sklerenkim, sel minyak batu, serabut sklerenkim, sel minyak
atsiri, pembuluh kayu dengan atsiri, pembuluh kayu dengan
penebalan jala dan tangga. penebalan jala dan tangga, endosperm,
perisperm, hablur kalsium oksalat,
fragmen kulit biji.

Coriandri Sativi Fructus


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Coriandrum
Spesies : Coriandrum sativum (Backer & Bakhuizen, 1965).
Sumber simplisia: Buah dari tumbuhan ketumbar. Deskripsi: Ketika buah
tanaman ketumbar sudah tua akan berubah warna menjadi cokelat muda dan
memiliki bentuk bulat yang warnanya hijau. Buah yang dihasilkan memiliki
panjang sekitar 4 – 5 mm dan ketika sudah matang, buah tersebut akan sangat
mudah untuk di rontokkan (Fahn,1991).
Kandungan kimia: Ketumbar memiliki kandungan kimia berupa sabinene,
myrcene, a-terpinene, ocimene, linalool, geraniol, dekanal, desilaldehide,
trantridecen, asam petroselinat, asam oktadasenat, d-mannite, skopoletin, p-
simena, kamfena, felandren, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin C, asam
folat, dan vitamin B3. Kandungan lemak seperti asam linoleat, asam oleat, asam
palmitat, dan asam askorbat ternyata efektif menurunkan kadar kolesterol di
dalam darah. Buahnya mengandung minyak atsiri, koriandrol, alfapinen,
betapinen, simen, terpinen, borneol, dan lemak (Fahn, 1991). Pemanfaatan:
Rempah, nyeri lambung, pusing, anti-emetik, sariawan, gangguan haid.
Mikroskopik : Mesokarp berikut endokarp, serabut sklerenkim mesokarp,
pembuluh kayu, epikarp bagian ujung buah, hablur kalsium oksalat (sesuai dengan
literatur (Depkes, 1977).
Fragmen Hasil Pengamatan Fragmen literatur

Mesokarp berikut endokarp, Serabut Mesokarp, Serabu sklerenkim,


sklerenkim mesokarp, Endokarp berikut Endokarp, pembuluh kayu, Hablur
parenkim mesokarp terlihat tangensial, kalsium oksalat
Pembuluh kayu, Epikarp bagian ujung
buah, Hablur kalsium oksalat.
Capsici Annuii Fructus (Buah Cabai)
Klasifikasi tumbuhan sumber simplisia dari Capsici Annuii Fructus
(Capsicum Annum L) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Devisi : Spermatofita
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dikotiledon
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum annum L

Buah cabai memiliki bentuk yang beragam yakni ada yang bulat serta
bulat memanjang dengan ujung runcing. Selain itu pada bagian bentuk dalamnya
terdapat polong dengan rongga diantara plasenta dan dinding buah. Untuk buah
yang masih muda memiliki warna putih agak kekuningan. Sedangkan untuk buah
yang sudah tua memiliki warna yang cukup mencolok yakni kuning dan merah
licin serta mengkilap. Warna buah tanaman cabai tergantung dari jenis
varietasnya. Untuk buah yang masih muda tidak terlalu berasa pedas namun
ketika buah sudah tua memiliki rasa yang sangat pedas dan menyengat. Panjang
buah cabai kurang lebih 9 sampai 15cm dengan diameter 1 sampai 1,75 cm,
dengan berat 7,5 sampai 15 gram per buah.Buah cabai menggantung pada tangkai
buah yang memiliki warna hijau dan panjang tangkai kurang lebih 3,5 sampai 4,5
cm yang keluar dari ketiak daun.
Cabai mengandung senyawa kimia yang dinamakan capsaicin (8-methyl-
N-vanillyl-6-nonenamide). Hasiatnya sebagi rempah, tekanan darah rendah, patah
selera, mencegah serangan struk, pengobatan jantung.
Fragmen Hasil Pengamatan Fragmen Literatur
Piperis Retrofracti Fructus (Cabe Jawa)
Klasifikasi tumbuhan sumber simplisia dari Piperis Retrofracti Frutctus
(Piper retrofractum) sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Magnoliidae
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper retrofractum
Bentuk buah cabe jawa bervariasi dari bulat panjang (conical), bulat
pendek (globular), panjang pipih (foliform), dan panjang kecil (cylin-drical), Buah
cabe jawa mulai dari terbentuk bunga sampai menjadi buah siap panen, berubah
warna yaitu warna hijau pada awal pembentukan, kemudian berubah putih, dan
berubah lagi menjadi hijau kemudian berwarna kuning kemerahan pada saat siap
dipetik (Haryudin : 2009).
Buah cabe jawa mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmitic acids,
tetrahydropiperic acids, 1-undecylenyl-3,4-methylenedioxy benzene, piperidin,
rninyak asiri, isobutyideka-trans-2-trans-4-dienamide, dan sesamin. Piperine
mempunyai daya antipiretik, analgesik, antiinflamasi, dan menekan susunan saraf
pusat. Bagian akar mengandung piperine, piplartine, dan piperlonguniinine.
Kegunaan buah cabe jawa yaitu untuk sebagai bahan obat pada penyakit demam,
persalinan kurang lancar, mulas, kejang perut, kolik, beri-beri, keringat tidak
keluar, lemah syahwat, daunnya untuk obat kumur (radang mulut), akarnya untuk
mengurangi rasa sakit pada radang gusi.
Fragmen Hasil Pengamatan Fragmen literatur
Fragmen yang di dapatkan dari hasil Fragmen berdasarkan literatur adalah
pengamatan yang dilakukan yaitu jaringan mesokarp dengan sel sekresi,
terdapat jaringan mesokarp dengan sel hipodermis dengan sel batu, endokarp,
sekresi, hipodermis dengan sel batu, epidermis luar, perisperm dengan butir
endokarp, epidermis luar, dan sel batu. pati, dan sel batu.

VI. Kesimpulan
a. Simplisia Piperis Nigri Fructus
Memiliki ciri-ciri seperti bau aromatik, rasa pedas, warna sebuk coklat
kekuningan.
b. Simplisia Amomi Compacti Fructus
Simplisia ini memiliki ciri-ciri bau khas aromatik, rasa agak pedas, serbuk
berwarna kelabu kekuningan.
c. Simplisia Coriandri Sativi Fructus
Simplisia ini memiliki ciri-ciri buah yang di remas berbau aromatik yang
khas, rasanya khas, lama-lama agak pedas, serbuk berwarna coklat muda
kekuningan atau coklat kemerahan, bau khas aromatik.
d. Simplisia Capsici Annui Fructus
Memiliki ciri-ciri seperti bau merangsang, rasa pedas, serbuk berwarna coklat
kemerahan.
e. Simplisia Piperis Retrofracti Fructus
Memiliki ciri-ciri bau khas aromatik, rasa pedas, serbuk berwarna kelabu
kecoklatan.

VII. Daftar Pustaka


Agoes, A. (2010). Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Salemba Medika.
Campbell, N. (2003). Biologi. Jilid II. Jakarta: Erlangga.
Dalimartha, S. (1999). Atlas Tumbuhan Obat Manusia, Jilid 1. Jakarta: PT
Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.
De Guzman, C.C dan J.S. Siemonsma. (1999). Plant Resources of South
East Asia. No. 13: Spices. PROSEA. 400 p.
Departemen Kesehatan RI. (2010). Suplemen I Farmakope Herbal
Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Dzulkarnain, B. & Wahjoedi, B., (1996). Informasi Ilmiah Kegunaan
Kosmetika Tradisional, Pusat Penelitian dan Pengembangan
Farmasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Departemen Kesehatan RI.
Hariana, A. (2007). Tumbuhan Obat Dan Khasiatnya. Jakarta: Penebar
Swadaya.
Rosanti, D. (2011). Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.
Sastrohamidjojo, H. (2001). Spektroskopi. Yogyakarta: Liberty.
Syaiful, A. (2011). Respon Tumpangsari Tanaman Jagung dan Kacang
Hijau Terhadap Sistem Oleh Tanah dan Pemberioan Pupuk
Organik. Jurnal Agronomika. Vol.1, No.1.
Tjiptrosoepomo. (2005). Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Haryudin, W., dan O. Rostiana. 2009. Karakteristik Morfologi Cabe Jawa
(Piper Retrofractum Vahl.) di beberapa Sentra Produksi. Bul.
Littro. 20: 1-20.