Anda di halaman 1dari 9

:

Chapter 23 : Bab 23 :
 Nummular Eczema, Lichen Simplex Chronicus,  Dermatitis Numularis, Liken Simplek Kronik,
and Prurigo nodularis Prurigo Nodularis
 Jonathan I. Silverberg  Jonathan I. Silverberg

AT-A-GLANCE Sekilas
Nummular eczema : Dermatitis numularis :
_ Also known as nummular dermatitis and discoid - Dikenal juga dengan nummular dermatitis, dan
eczema. dermatitis diskoid.
_ A chronic in¢ammatory skin disorder of unknown - Sebuah inflamasi penyakit kronik yang tidak
etiology. diketahui etiologinya.
_ Papules and papulovesicles coalesce to form - Papula, papulovesikel yang membentuk plak
nummular plaques with oozing, crust, and scale. berukuran nummular yang berisi cairan, krusta
_ Most common sites of involvement are upper dan bersisik.
extremities in men and women, particularly the - Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah
dorsal hands in women, and the lower extremities bagian atas tubuh laki- laki dan perempuan,
in men. terutama pada bagian dorsal tangan pada
_ Pathology may show acute, subacute, or chronic perempuan, dan tubuh bagian bawah pada laki-
eczema. laki.
- Patologi menunjukkan dermatitis akut, subakut,
Lichen simplex chronicus atau kronik
_ A chronic, severely pruritic disorder characterized
by one or more lichenied plaques. Liken Simplek Kronik
_ Most common sites of involvement are scalp, nape - Bersifat kronis, dengan gejala gatal yang parah
of neck, extensor aspects of extremities, ankles, and serta karateristik berupa satu atau lebih plak
anogenital area. likenifikasi.
_ Pathology consists of hyperkeratosis, - Bagian yang sering terkena adalah kulit kepala,
hypergranulosis, psoriasiform epidermal tengkuk, dan bagian ekstensor pada ekstrimitas,
hyperplasia, and thickened papillary dermal collagen. persendian, dan area genitalia.
- Patologi terdiri dari hiperkeratosis, hipergranulasi,
Prurigo nodularis dan hiperplasia lapisan epidermis menyerupai
_ Also known as prurigo, picker’s nodules, or nodular gambaran psoriasis dan penebalan kolagen pada
prurigo of Hyde. papiler dermis.
_ A pruritic disorder that runs a chronic course.
_ Hyperkeratotic firm nodules vary in size from 0.5 to Prurigo Nodularis
3.0 cm and may be excoriated. - Dikenal juga dengan prurigo, nodula picker, atau
_ Associations include atopic dermatitis and systemic hyde prurigo.
causes of pruritus. - Hyperkeratosis yang memiliki ukuran berbeda
_ Pathology consists of hyperkeratosis, mulai dari 0.5- 3.0 cm sampai gambaran eksoriasi.
hypergranulosis, psoriasiform epidermal hyperplasia, - Berhubungan termasuk dengan dermatitis atopik
thickened papillary dermal collagen, and charateristics dan penyakit pruritus sistemik.
neural hypertrophy. - Patologi terdiri dari hiperkeratosis, hipergranulasi,
hiperplasia epidermal, penebalan kolagen papiler
This chapter discusses the evaluation and management dermis, dan karateristik hipertopi neural.
of nummular dermatitis, lichen simplex chronicus, and
prurigo nodularis. These disorders are each associated Bagian ini membahas mengenai evaluasi dan
with intense itch and characteristic morphologic management penyakit dermatitis numularis, liken
findings. Each of these disorders may present in patients simpleks kronik, dan prurigo nodularis. Penyakit ini
with atopic and contact dermatitis. However, these menimbulkan gejala gatal dengan karateristik morfologi
disorders often present in the absence of atopic disease yang ditemukan. Kelainan ini menimbulkan gambaran
and may be associated with underlying systemic disease. pada pasien dengan dermatitis atopik dan dermatitis
kontak iritan. Namun penyakit ini sering muncul pada
NUMMULAR ECZEMA dermatitis atopik dan berasosiasi dengan penyakit
Nummular eczema or discoid eczema is a morphologic sistemik.
term to describe coin-shaped plaques that may have
multiple etiologies. The term was first coined by Dermatitis Numularis
Devergie in 1857.1 Nummular lesions are commonly Dermatitis numularis atau diskoid eczema memiliki
observed in atopic dermatitis (AD), and may have a gambaran morfologi berupa lesi koin berbentuk plak yang
predilection for school-age children with AD2,3 and adult- memiliki beberapa etiologi. Gambaran berupa koin
onset AD.4 A large proportion of patients with nummular pertama kali ditemukan oleh Devergie pada tahun 1857.1
eczema have underlying allergic contact dermatitis.5,6 Lesi numularis biasa ditemukan pada dermatitis atopik
However, some use this term to describe a specific (DA) dan predileksi pada anak usia sekolah dengan DA 2,3
diagnosis, which excludes other common dermatoses dan onset dewasa DA.4 sebagian besar pasien dengan
presenting with nummular lesions.7 The epidemiology dermatitis numularis memiliki penyakit dermatitis kontak
of nummular eczema is not well-defined, in part owing alergen.3,6 Namun, beberapa keadaan gambaran ini
to the different definitions used in studies. Prevalence menggambarkan diagnosis dengan spesifik, kecuali
estimates for nummular eczema were found to be 1 dengan penyakit dermatosis berbentuk lesi numularis.7
to 2 per 1000 population in studies of the populations of Epidemiologi dari dermatitis numularis tidak
the U.S. in 19788 and Sweden in 1969.7 Nummular tergambarkan dengan baik, dalam beberapa studi
eczema was encountered in 2.2% of dermatologic visits mengenai perbedaan dermatitis numularis. Prevalensi
in Turkey in 2011-2012.9 Nummular eczema is more dari dermatitis numualaris ditemukan pada 1 sampai 2
common in adults, with multiple observed peak ages of- kasus per 1000 populasi dalam studi prevalensi di U.S
onset at 15-25, 50-597,10 and 65-74 years.7,8 Previous tahun 2011- 2012.9 dermatitis numularis lebih sering
studies found conflicting results about whether nummular mengenai usia dewasa, dengan beberapa kelompok usia
eczema is more common in adult males7 or adult pada usia 15-25, 50-597,10 dan usia 65- 74 tahun.7,8 Studi
females.8 No racial or ethnic predilection for nummular sebelumnya menemukan hasil konflik mengenai jenis
eczema has been demonstrated. kelamin yang lebih sering terkena dermatitis numularis,
laki- laki dan perempuan dewasa.8 Tidak ada ras atau
ETIOLOGY AND PATHOGENESIS etnik tertentu yang memiliki tingkat lebih tinggi dalam
The pathogenesis of nummular eczema appears to terkena dermatitis numularis.
be multifactorial. Many of the proposed triggers of
nummular eczema overlap with those of AD, including ETIOLOGI DAN PATOGENESIS
atopy, xerosis, exogenous insult by irritants Patogenesis dari dermatitis numularis memiliki penyebab
and/or allergens, microbiome, and infection. Nummular yang beragam. Beberapa dari dermatitis numularis
eczema does not appear to be consistently associated merupakan lanjutan dari penyakit DA, termasuk atopik.
with atopy. Most studies found low or normal Sebagian besar studi menemukan kadar yang rendah dari
rates of personal (1.5% to 11%) and/or family history orang normal (1.5% sampai 11%) dan dengan/ada
of atopy (2.5% to 15%).7,11 However, a Thai study found hubungan dengan riwayat keluarga yang memiliki riwayat
high rates of personal (50%) and/or family history atopik sebelumnya (2.5%- 15%)7,11 Namun pada studi
atopy (38%).10 One study found that patients with kasus di Thailand menemukan tingkat yang tinggi dari
nummular eczema were less likely to have elevated kasus pasien normal sebesar (50%) dan/ atau riwayat
immunoglobulin E (IgE) levels.12Similar to AD, keluarga yang memiliki riwayat atopik (38%). Salah satu
nummular eczema in elderly patients is associated with studi menunjukan pasien dermatitis numularis memiliki
xerosis clinically and lower hydration of the stratum gangguan peningkatan kadar immunoglobulin E (IgE)12
corneum.13 Moreover, epidermal and dermal Seperti pada penderita DA, dermatitis numularis pada
inflammation occurring in nummular eczema was found pasien lanjut usia memiliki hubungan dengan klinis
to be predominated by T cells with even higher T-cell sirosis dan kadar hidrasi yang rendah pada lapisan stratum
counts compared to AD.14 However, in contrast with AD, korneum.13 Begitu pula pada lapisan epidermis dan
the water-barrier function of stratum corneum in dermis mengalami inflamasi pada penderita dermatitis
nummular eczema appears to be normal.13Nummular numularis ditemukan predominasi dari sel T dengan
eczema has been reported to be triggered by exposure to peningkatan T-Cell dibandingkan dengan DA.14
irritants10,15 and environmental factors10,18 and most Begitupun dibandingkan pada DA kadar hidrasi pada
commonly flares in the wintertime.7,10 A role for lapisan stratum korneum cenderung normal.13 dermatitis
environmental allergens, such as the house dust mite and numularis telah dilaporkan dipicu oleh paparan iritan10,15,
Candida albicans has also been touted.13 A large subset of faktor lingkungan10,18 dan paling umum sering terjadi saat
nummular eczema may be related to allergic contact musim dingin.7,10 Peran alergen lingkungan, seperti
dermatitis. Retrospective studies of patch testing results tungau debu dan Candida albicans juga telah di uji
for patients with nummular eczema found that 32.5% to berhubungan dengan terjadinya dermatitis numularis.13
50% had at least one positive allergen,5,6,18 of which 12% Sebagian besar dermatitis numularis mungkin
to 67% were felt to be clinically relevant.6,10,20 Patients berhubungan dengan dermatitis kontak alergi. Studi
may develop nummular eczema-like reactions to their retrospektif dari hasil pengujian sampel untuk pasien pada
topical medicaments.21 Generalized nummular eczema dermatitis numularis ditemukan bahwa 32,5% hingga
may be caused by oral and/or topical exposures to 50% memiliki setidaknya satu alergen positif, 5,6,18 di
allergens.22 Microbial colonization and/or infection may mana 12% hingga 67% dirasa relevan secara klinis.6,10,20
play a role in nummular eczema. Nummular eczema Pasien dapat merasakan reaksi seperti dermatitis
lesions have been repeatedly shown to be sterile.23-25 numularis terhadap obat topikal.21 dermatitis numularis
However, patients with nummular eczema may have umum dapat disebabkan oleh paparan oral dan / atau
higher rates of colonization with Staphylococcus aureus topikal terhadap alergen.22 Kolonisasi mikroba dan / atau
and methicillin-resistant S. aureus in the nares and infeksi dapat berperan terhadap dermatitis numularis. Lesi
subungual space.26 Extracutaneous foci of infection, dermatitis numularis telah berulang kali terbukti steril.
including teeth, upper respiratory tract, and lower Namun, pasien dengan dermatitis numularis mungkin
respiratory tract, were found in 68% of patients in one memiliki tingkat kolonisasi yang lebih tinggi dengan
study.15 A case series found that infections were present Staphylococcus aureus dan S. aureus yang resisten
in 39% of nummular eczema patients, with dental caries methicillin di hidung dan ruang subungual. 26 Fokus
and upper respiratory tract infections being most infeksi, termasuk gigi, saluran pernapasan bagian atas,
common.10 However, no control groups were examined in dan saluran pernapasan bagian bawah, ditemukan pada
these studies. One study compared the frequency of 68% pasien dalam satu penelitian.15 Serangkaian kasus
infections in patients with nummular eczema to a matched menemukan bahwa infeksi terdapat pada 39% pasien
group of patients with psoriasis and chronic urticaria.7 dermatitis numularis, dengan karies gigi dan infeksi
Nummular eczema was associated with higher rates of saluran pernapasan atas yang paling umum. .10 Namun,
dental abscesses and paradental diseases than psoriasis, tidak ada kelompok kontrol yang diperiksa dalam
but not with pulmonary or nasal infections or elevated penelitian ini. Satu studi membandingkan frekuensi
antistreptolysin titers.7 In a series of 13 patients with infeksi pada pasien dengan dermatitis numularis dengan
generalized nummular eczema (without a history of kelompok pasien yang memiliki gejala yang sama dengan
atopic eczema), the skin disease completely improved psoriasis dan urtikaria kronis.7 Dermatitis numularis
after odontogenic infections were treated.27 Nummular dikaitkan dengan tingkat abses gigi dan penyakit
eczema has been reported during therapy with paradigma yang lebih tinggi daripada psoriasis, tetapi
medications, including isotretinoin, gold,29 combination tidak dengan infeksi paru, hidung. titer antistreptolysin.7
therapy with interferon alfa 2b and ribavirin for hepatitis Dalam serangkaian 13 pasien dengan dermatitis numularis
C,30,31 and infliximab.32 Mercury amalgam was implicated umum (tanpa riwayat dermatitis atopik), penyakit kulit
as a cause of nummular eczema in two patients.33 membaik setelah infeksi odontogenik diobati. Dermatitis
Emotional stress may be a common and clinically numularis telah dilaporkan selama terapi dengan obat-
relevant trigger of nummular eczema.10 obatan, termasuk isotretinoin,28 terapi kombinasi dengan
interferon alfa 2b dan ribavirin untuk hepatitis C, 30,31 dan
CLINICAL FINDINGS infliximab.32 Merkuri amalgam terlibat sebagai penyebab
Well-demarcated, coin-shaped plaques form from eksim numular pada dua pasien.33 Stres emosional
coalescing papules and papulovesicles. Often, studded mungkin merupakan pemicu dermatitis numularis yang
umum dan secara klinis relevan. 10
Figure 23-1 Nummular eczema. Coin-shaped plaques Gambar 23-1 Dermatitis numularis. Plak berbentuk koin
with pinpoint erosions and excoriations. (Image from dengan erosi dan eksitasi pinpoint. (Gambar dari
Division of Dermatology, University of the Divisi Dermatologi, Universitas Witwatersrand,
Witwatersrand, Johannesburg, South Africa, with Johannesburg, Afrika Selatan, dengan izin, dari Profesor
permission, from Professor D. Modi) D. Modi)

or satellite papulovesicles appear at the periphery of an lesi satelit papulovesikel muncul di pinggiran dengan
expanding central plaque and should not be confused perluasan lesi berbentuk plak pusat dan tidak perlu
with the satellitosis present in fungal or yeast infections. bingung dalam membedakannya dengan satellitosis,
Pinpoint oozing and crusting eventuate, and are muncul pada infeksi jamur atau ragi.terjadi munculnya
distinctive (Figs. 23-1 and 23-2). Crust may, however, pinpoint lesi dan krusta merupakan gambaran khusus dan
cover the entire surface (Fig. 23-3). Plaques range from pengerasan kulit terjadi, krusta khas (Gambar 23-1 dan
1 to >3 cm in size. The surrounding skin is generally 23-2). Krusta menutupi seluruh permukaan (Gbr. 23-3).
Mulai dari plak berukuran 1 hingga > 3 cm.

Gambar 23-2 Dermatitis numularis. Single plak


Figure 23-2 Nummular eczema. Single plaque showing menunjukan erosi pinpoint dan krusta.
pinpoint erosions and crusting.
Figure 23-3 Nummular eczema in a child. Crusted Gambar 23-3 Dermatitis numularis pada anak. Berbentuk
plaques. (Used by permission of P. Lio, MD, plak. (Digunakan atas izin P. Lio, MD, Northwestern
Northwestern Fakultas Kedokteran Universitas Feinberg, Chicago, IL.)
University’s Feinberg School of Medicine, Chicago, IL.)
TES LABORATORIUM
LABORATORY TESTS normal, tetapi mungkin menunjukan membrane yang
normal, but may be xerotic and/or have asteatotic sangat kering dan / atau memiliki lesi dermatitis
eczema lesions. Pruritus varies from minimal to severe berbentuk kulit kering. Pruritus bervariasi dari minimal
and may be worse in the evening and during periods hingga berat dan mungkin lebih buruk di malam hari dan
of relaxation. Central resolution may occur, leading selama masa istirahat. Distribusi yang khas dapat terjadi,
to annular forms. Chronic plaques are dry, scaly, and mengarah ke bentuk lingkar. Plak kronis kering, bersisik,
lichenified. The classic distribution of lesions is the dan likenifikasi. Distribusi lesi klasik pada bagian
extensor aspects of the extremities, particularly the ekstensor dari ekstremitas, khususnya estremitas bawah. 7,
10
lower extremities.7,10 Onset of nummular eczema peaks Onset puncak dermatitis numularis terjadi di musim
in the winter and troughs in the summer. 7,10 dingin dan rendah di musim panas.7,10

SPECIAL TESTS UJI KHUSUS


Nummular eczema is not consistently associated with Dermatitis numularis tidak terkait secara konsisten
atopy and serum IgE levels are not useful. Nummular dengan kadar atopi dan serum IgE. Lesi pada dermatitis
eczema lesions are sterile and lesional bacterial cultures numularis dengan menggunakan kultur bakteri steril dan
are not indicated, unless there is suspicion for a kerokan lesi tidak diindikasikan, kecuali ada kecurigaan
superimposed infection. Antistreptolysin-O titers are not untuk infeksi yang saling tumpang tindih. Titer
useful. Patch testing is indicated in chronic recalcitrant antistreptolysin-O tidak berguna. Uji tempel diindikasikan
cases to rule out underlying contact dermatitis. Previous pada kasus yang kronis untuk menyingkirkan dermatitis
studies found a variety of relevant positive allergens kontak. Sebelumnya studi menemukan berbagai alergen
in patch testing, including nickel, chromates, and other positif yang relevan dalam pengujian test alergen,
termasuk nikel, kromat, dan lainnya

Figure 23-4 Histopathology of nummular eczema. Gambar 23-4 Histopatologi dermatitis numularis.
Parakeratosis containing plasma and neutrophils (scale Parakeratosis mengandung plasma dan neutrofil (krusta)
crust) and psoriasiform epidermal hyperplasia with dan hiperplasia epidermis psoriasiformis dengan
spongiosis are present, with a superficial dermal spongiosis, infiltrat perivaskular kulit superfisial dari
perivascular infiltrate of lymphocytes, macrophages, and limfosit, makrofag, dan eosinofil.
eosinophils.
logam; karet; wewangian, formaldehida, dan lainnya
metals; rubber; fragrances, formaldehyde, and other pengawet biasa ditemukan di kosmetik dan
preservatives commonly found in cosmetics and personal produk perawatan pribadi; neomisin dan obat-obatan
care products; neomycin and other topical medicaments; topikal lainnya; dan kolofoni.6,10,20 Mungkin biopsi kulit
and colophony.6,10,20 dan pemeriksaan histopatologis diperlukan untuk
Skin biopsy and histopathologic examination may menyingkirkan gejala klinis lainnya, seperti
be needed to rule out other clinical entities, such as gangguan lesi autoimun dan limfoma kulit pada sel T.
autoimmune blistering disorders and cutaneous T-cell Perubahan histopatologis mencerminkan tahap di mana
lymphoma. Histopathologic changes are reflective of biopsi dilakukan. Pada fase akut, ditemukan spongiosis,
the stage at which the biopsy is performed. Acutely, dengan atau tanpa spongiotik mikrovesikel. Di plak
there is spongiosis, with or without spongiotic subakut, ada parakeratosis, krusta, hiperplasia epidermal,
microvesicles. In subacute plaques, there is parakeratosis, dan spongiosis epidermis (Gbr. 23-4). Ada sel yang
scale crust, epidermal hyperplasia, and spongiosis bercampur ke dalam lapisan dermis. Lesi kronis dapat
of the epidermis (Fig. 23-4). There is a mixed cell menyerupai liken simpleks kronik secara mikroskopis.
infiltrate in the dermis. Chronic lesions may resemble
lichen simplex chronicus microscopically. DIAGNOSIS BANDING
Tabel 23-1 diagnosis banding dermatitis numularis
DIFERENTIAL DIAGNOSIS

Table 23-1 outlines the differential diagnosis of


nummular eczema.
COMPLICATIONS KOMPLIKASI
Nummular eczema may be complicated by profound Drmatitis numularis mungkin ditemukan dapat
sleep disturbance owing to intense itch and secondary mengganggu tidur karena rasa gatal yang hebat dan
bacterial infection. Infeksi sekunder bakteri.

PROGNOSIS AND CLINICAL COURSE PROGNOSIS DAN KLINIS


Nummular eczema is associated with considerable Dermatitis numularis dikaitkan dengan banyak
quality-of-life impairment, particularly in more extensive penurunan kualitas hidup, khususnya yang lebih luas
disease.10 Nummular eczema is often chronic, Penyakit dermatitis numularis sering kronis,
with either an intermittent or persistent course. One baik dengan kasus intermiten dan ksaus yang tetap. Satu
study found that nummular eczema persisted for up to studi menemukan bahwa eksim dermatitis numularis
30 years, with a mean duration of 3.8 years; only 44% mampu bertahan hingga 30 tahun, dengan durasi rata-rata
of patients were ever free of lesions.10 Another study 3,8 tahun; hanya 44% pasien pernah bebas dari lesi.10
found that only 22% of nummular eczema patients Studi lain menemukan bahwa hanya 22% dari pasien
were disease-free, 25% had some intermittent disease, dermartitis numularis bebas penyakit, 25% memiliki
and 53% were never free of lesions after 2 years of beberapa penyakit intermiten, dan 53% tidak pernah
follow-up.19 Recurrence at prior sites of involvement is bebas dari lesi setelah 2 tahun tidak mengalami
a feature of the disease.15 perbukuran.19 Pengulangan di lokasi keterlibatan
sebelumnya adalah ciri penyakit.15
TREATMENT
Topical corticosteroids are the mainstay of treatment. PENGOBATAN
Lesions are often refractory to mid-potency topical Kortikosteroid topikal adalah pengobatan utama.
corticosteroids and require superpotent topical Lesi sering tidak terlalu berpenganruh terhadap
corticosteroids.Topical calcineurin inhibitors, such as kortikosteroid topikal potensi menengah dan
tacrolimus and pimecrolimus, and tar preparations also membutuhkan kortikosteroid topikal super poten.
may be effective. Emollients can be added adjunctively if Penghambat kalsineurin topikal, seperti tacrolimus,
there is accompanying xerosis. Home humidifiers may be pimecrolimus, dan preparasi tar juga mungkin efektif.
useful for patients with winter flares; however, there is Emolien dapat ditambahkan secara tambahan jika ada
no evidence to support this recommendation. Oral kulit yang sangat kering. Penyaring debu rumah mungkin
sedating antihistamines are useful to improve sleep when berguna untuk pasien dengan lesi yang berbentuk seperti
pruritus is severe. Oral antibiotics are indicated when api pada musim dingin; Namun, tidak ada bukti yang
secondary infection is present. For widespread mendukung teori ini. Antihistamin oral bermanfaat untuk
involvement or lesions refractory to topical treatments, memperbaiki tidur saat keadaan sangat gatal . Antibiotik
phototherapy with broadband or narrowband ultraviolet B oral diindikasikan saat terjadi infeksi sekunder. Untuk
or systemic treatment with corticosteroids, cyclosporine, keterlibatan luas atau lesi yang sulit disembuhkan dengan
methotrexate34, and the like may be beneficial. pengobatan topikal, fototerapi dengan broadband atau
narrowband ultraviolet B atau pengobatan sistemik
LICHEN SIMPLEX CHRONICUS/ PRURIGO dengan kortikosteroid, siklosporin, methotrexate34, dan
NODULARIS sejenisnya mungkin bermanfaat.

EPIDEMIOLOGY LIKEN SIMPLEK KRONIK/ PRURIGO NODULARIS


Lichen simplex chronicus (LSC) and prurigo nodularis
(PN) are phenotypes that are caused by repeated itching, EPIDEMIOLOGI
scratching, and rubbing of the skin. They can be Liken simplek kronik (LSK) dan prurigo nodularis
associated with multiple etiologies of dermatologic (PN) adalah penyakit yang disebabkan oleh gatal
and/or systemic disease.35 However, some use these berulang, menggaruk, dan menggosok kulit. Mereka bisa
terms (LSC and PN) to describe a specific diagnosis, memiliki keterkaitan dengan beberapa etiologi
which excludes other dermatologic disorders that dermatologis dan / atau penyakit sistemik.35 Namun,
beberapa menggunakan ini istilah (LSK dan PN) untuk
present with these lesions, such as AD (ie, nodular menggambarkan diagnosis spesifik, yang tidak termasuk
prurigo of Hyde).36,37 The epidemiology of LSC and kelainan dermatologis lainnya
PN is not well-defined, owing to scant studies and
the different definitions used in the studies. Little is gambaran klinis berupa lesi seperti AD (yaitu, nodular
known about the descriptive epidemiology of PN. A prurigo of Hyde) .36,37 Epidemiologi LSK dan
retrospective population-based study in Taiwan found PN tidak terdefinisi dengan baik, karena studi yang
the incidence of LSC to be 25 to 28 versus 17.8 per sedikit dan definisi berbeda yang digunakan dalam studi.
10,000 person-years in those with versus those without Sedikit diketahui tentang epidemiologi deskriptif PN.
a history of anxiety disorders.38 A cross-sectional Studi berbasis populasi retrospektif di Taiwan
study found that LSC and PN were encountered in menemukan kejadian LSK memiliki tingat insidensi 17,8
3% and 2.1% of dermatology visits, respectively.9 PN per 10.000 orang, pada mereka yang tidak memiliki
more commonly occurs in adults, but can occasionally riwayat gangguan kecemasan.38 Sebuah studi
affect children.9,39,40 Patients with PN in the setting of kroseksional menemukan bahwa LSK dan PN ditemui di
AD have been found to have an earlier age of onset 3% dan 2,1% dari kunjungan dermatologi, masing-
as compared to those without AD.41 LSC may be more masing.9 PN lebih sering terjadi pada orang dewasa, tetapi
common in patients of Asian descent for reasons kadang-kadang bisa mempengaruhi anak-anak. 9,39,40
unknown.42 Pasien dengan PN dengan AD telah ditemukan pada onset
usia yang lebih dini dibandingkan dengan mereka yang
ETIOLOGY AND PATHOGENESIS tanpa AD.41 LSK mungkin lebih umum pada pasien
LSC is induced by rubbing and scratching, whereas keturunan Asia karena alasan tidak diketahui.42
prurigo nodules are induced by picking and scratching
secondary to itch. Some authors suggest that PN is ETIOLOGI DAN PATOGENESIS
a form of LSC.43,44 These two disorders may represent a LSK dipicu dengan menggosok dan menggaruk,
spectrum of manifestations secondary to chronic itch. sedangkan nodul prurigo dipicu denga mencakar dan
Various factors incite itch in both disorders and not menjadi lesi sekunder karena gatal. Beberapa penulis
all are well understood. Both types of lesions are berpendapat bahwa PN adalah bentuk LSK.43,44 Kedua
commonly found in patients with AD along with xerosis gangguan ini dapat mewakili spektrum manifestasi
and other signs and symptoms of AD. Some studies sekunder akibat gatal kronis. Berbagai faktor memicu rasa
found that patients with LSC and PN have high gatal pada kedua kelainan. Kedua jenis lesi ini umumnya
rates of atopic disease and/or a history of AD.39,41,45,46 ditemukan pada pasien dengan DA bersamaan dengan
“Besnier prurigo” refers to the prurigo nodules seen gambaran kulit yang sangat kering dan tanda-tanda serta
in AD. Prurigo nodules may also occur in other gejala lain dari AD. Beberapa penelitian menemukan
dermatoses, such as contact dermatitis47 and pemphigoid bahwa pasien dengan LSK dan PN memiliki potensi lebih
nodularis, a rare variant of bullous pemphigoid.48,49 besar dengan tingkat penyakit atopik dan / atau riwayat
LSC may develop superimposed on other dermatoses, AD.39,41,45,46" Besnier prurigo" mengacu pada nodul
including contact dermatitis,50-52 psoriasis, Candida, prurigo yang terlihat dalam gambaran. Nodul prurigo juga
and tinea infections.53 There may be underlying systemic dapat terjadi pada dermatosis lain, seperti dermatitis
causes of pruritus in patients with PN and LSC without kontak47 dan pemfigoid nodularis, varian langka
AD. These causes include renal insufficiency, hyper- or pemfigoid bulosa.48,49 LSK dapat mengalami perburukan
hypothyroidism, liver failure, hepatitides B and C viruses pada dermatosis lain, termasuk dermatitis kontak, 50-52
even without liver failure, HIV disease, Helicobacter, psoriasis, Candida, dan infeksi tinea.53 Mungkin ada
mycobacterial or parasitic infection, or an underlying penyebab pruritus sistemik yang mendasari pada pasien
hematologic or solid-organ malignancy, including dengan PN dan LSK tanpa AD. Penyebab-penyebab ini
Hodgkin disease, and gastric and bladder cancers.54-59 termasuk insufisiensi ginjal, hiper atau hipotiroidisme,
PN and LSC appear to have a bidirectional relationship gagal hati, virus hepatitis B an C bahkan pasien gagal
with emotional and psychological factors. A retrospective hati, penyakit HIV, Helicobacter, infeksi mikobakteri,
population-based study in Taiwan found that persons with parasit, atau keganasan darah, termasuk penyakit
anxiety disorders had significantly higher risk of Hodgkin, lambung dan kanker kandung kemih.54-59
subsequently developing LSC.38 On the other hand, PN dan LSK tampaknya memiliki hubungan dua arah
patients with LSC and PN have higher rates of dengan faktor emosional dan psikologis. Retrospektif
depression, anxiety, obsessive-compulsive disorder, and studi berbasis populasi di Taiwan menemukan bahwa
other psychological disorders.39,63-67 orang dengan gangguan kecemasan memiliki risiko yang
lebih tinggi secara signifikan untuk mengalami LSK.38 Di
sisi lain, pasien dengan LSK dan PN memiliki tingkat
depresi, kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif yang
lebih tinggi, dan gangguan psikologis lainnya. 39,63-67