Anda di halaman 1dari 43

00.

INTRO PEMODELAN SISTEM


13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 1
INDUSTRIAL ENGINEERING
..is concerned with the design, improvement, and installation of
integrated systems of men, materials, information, energy, and
equipments. It draws upon specialized knowledge and skill in the
mathematical, physical and social sciences together with the
principles and methods of engineering analysis and design to
specify, predict and evaluate the result to be obtained from such
systems

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2


Knowledge & Skill

Physical Sciences

Mathematical

Industrial
Engineering
Engineering
Specify
Social Sciences
Predict

Evaluate

Optimal
Result

Design

Integrated
Systems

Improvement Installation
13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 3
TUJUAN KULIAH PEMODELAN
Agar mahasiswa mampu merancang, memperbaiki & menginstalasi sistem melalui
pemodelan dengan berbekal pengetahuan dan keterampilan keteknik-industrian
dalam kaidah prinsip dan metode keteknikan
Agar mahasiswa mampu menggunakan pemodelan guna menspesifikasikan,
memprediksikan dan mengevaluasi hasil keluaran sistem yang optimal

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 4


REFERENSI PEMODELAN
JW Forrester, Principles of Systems, Wright Allen Press
WR Beam, System Engineering, McGraw-Hill Publishing Co
HG Daellenbach, System and Decision Making, John Wiley & Sons
HG Daellenbach and Donald C. McNickle, Management science : Decision
making through systems thinking, Palgrave macmillan.
DNP Murthy, NW Page & EY Rodin, Mathematical Modelling, Pergamon Press
HM Taylor & S Karlin, An Introduction to Stochastic Modeling, Academic
Press Inc
S Osaki, Applied Stochastic System Modeling, Springer-Verlag

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 5


ALAT BANTU PENYELESAIAN MASALAH

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 6


PENDEKATAN SISTEM
Pendekatan Sistem

Sampling Pemodelan & Simulasi

Validasi
13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 7
EVALUASI HASIL : EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS
Efektivitas : menghasilkan keluaran (output atau pencapaian
tujuan) dalam jumlah maksimum dengan mempergunakan
masukan yang telah ditentukan. (Hasil Guna)
Doing the right things

Efisiensi : mempergunakan masukan (input atau sumber daya)


dalam jumlah minimum untuk menghasilkan keluaran yang
telah ditentukan. (Daya Guna)
Doing things right

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 8


Effectiveness

Efficiency

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 9


ELEMEN KEILMUAN
What Why
Definisi, gambaran umum, peristilahan

Who
Pihak yang berkepentingan untuk mempelajari, menggunakan & mengembangkan

Pembuktian fundamental ilmu


When & Where
Batasan dan asumsi yang digunakan

How
Metodologi dan langkah-langkah mempergunakannya

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 10


TINGKAT PEMAHAMAN ILMU
Knowledge Receiving Imitation

Comprehension C A P
O Responding F Manipulation S
G F Y
Application
N E C
I C H
T Valueing T Precision O
I I M
Analysis V V O
E E T
Organization Articulation O
Creation R

Evaluation Characterization Naturalization


13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 11
IPTEK MEMBANTU DALAM PENDEKATAN SISTEM

Adakah sama, orang-orang yang


mengetahui dengan orang-orang yang
tidak mengetahui
13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 12
01. KONSEP DASAR SISTEM
13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 13
KONSEP SISTEM
Definisi

Karak-
teristik Sistem
Klasifi-
kasi

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 14


DEFINISI SISTEM
Suatu kesatuan yang terdiri dari sekumpulan elemen-elemen
(entitas atau subsistem) yang saling berinteraksi (selaras atau
bertolak belakang, bergabung atau terurai) secara simultan dan
terpadu untuk mewujudkan tujuan tertentu dengan mendapatkan
masukan dan menghasilkan keluaran pada lingkungan di luar
batasan sistem

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 15


DEFINISI SISTEM
Entitas / Subsistem
Batasan
Interaksi / Relasi

Input / Output /
Faktor Dampak

Sistem

Umpan Balik

Lingkungan
13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 16
KEBERADAAN SISTEM
Keberadaan Kita dikelilingi oleh sistem, dimiliki oleh berbagai sistem dan
menciptakan sistem baru.
Contoh:
 Bumi merupakan bagian dari sistem tata surya.
 Keseluruhan hidup kita merupakan bagian dari sistem sosial.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 17


PENGGAMBARAN SISTEM
Penggambaran Sudut pandang out there dan inside us :
Sudut pandang out there, sistem dilihat sebagai hal fisik dan abstrak yang
merangkai satu kesatuan, hubungan dan aktivitas sistem kesatuan tersebut, dilihat
secara absolut, berada diluar dan bebas dari pengamat.
Sudut pandang inside us, sistem tidak lagi dilihat dalam keberadaannya yang bebas
dari pengamat, namun merupakan konstruksi mental dan pribadi dalam
hubungannya dengan pengamat.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 18


CONTOH : SISTEM LALU LINTAS
Jaringan jalan dan hubungannya serta karakteristik fisiknya akan mempengaruhi
kapasitas.
Lalu lintas kendaraan yang menggunakan jalan tersebut pada semua titik waktu
dapat dilihat sebagai sistem lalu lintas.
Hubungan antar komponen terdiri dari lokasi relatif goegrafis dari masing-masing
titik pada jaringan jalan ke titik titik yang lain.
Sistem tersebut mengubah input: kendaraan pada lokasi tertentu manjadi output:
kendaraan pada lokasi tujuan tertentu.
Perubahan jaringan akan menyebabkan perubahan sistem secara keseluruhan.
Tujuan studi: menentukan jarak terdekat dari titik A ke titik B
13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 19
TERMINOLOGI
Elemen-elemen
Komponen bagian dari sistem yang berupa entitas atau subsistem
- Entitas (entity) : object yang menjadi bagian dari sistem berwujud benda atau
dibendakan
Manusia - Material – Mesin - Waktu - Energi - Kekentalan - Pergerakan
- Sub sistem : sistem yang lebih kecil sebagai bagian dari sistem yang menjadi
metasistem/supersistem-nya
Sistem produksi vs Sistem manufaktur
Sistem ekonomi vs Sistem industri
Sistem matahari vs Sistem bumi
Sistem ayam vs Sistem telur

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 20


TERMINOLOGI
Entitas dapat berbentuk padat terhitung (disjuntive form) semisal komponen,
orang, mobil, dll; namun juga dapat berbentuk abstrak terukur (conjunctive
form) semisal larutan, aerosol, panas, dll.

Entitas dapat berubah menjadi entitas yang lain, misalnya material berubah
menjadi produk jadi. Entitas dapat dipecah menjadi beberapa entitas,
misalnya bis kota dipecah menjadi 50 kursi penumpang. Beberapa entitas
dapat digabung menjadi satu entitas, misalnya beberapa komponen dirakit
menjadi satu produk akhir.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 21


TERMINOLOGI
Atribut (attribute)
Sebutan, sifat, karakter atau fitur yang dimiliki elemen sistem.
- Parameter : atribut instrinsik yang dimiliki entitas dan bernilai tertentu, tetap atau
konstan
- Variabel (peubah, variable atau variate): atribut entitas atau interaksi antar
entitas yang dapat berubah
Variabel bebas (independent variable)
Variabel terikat (dependent variable)

Kelas (class)
kumpulan entitas yang memiliki kemiripan atribut.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 22


TERMINOLOGI
Kejadian (event)
Perubahan kondisi yang dialami elemen system

Aktivitas (activity)
Operasi yang dilakukan elemen sistem

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 23


TERMINOLOGI
Hubungan (relationship)
Interaksi yang menghubungkan antar elemen sistem.
Hubungan ini bisa sebab-akibat, penghasil-pengguna, selaras-bertolakbelakang,
bergabung-terurai, dll.

Antarmuka penghubung (interface)


Adalah media penghubung antara satu elemen dengan elemen lain,
yang memungkinkan elemen - elemen sistem tersebut berinteraksi
membentuk kesatuan.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 24


TERMINOLOGI
Batas sistem (boundary)
Setiap sistem memiliki batasan yang membatasinya dengan sistem lain
atau dengan lingkungan luarnya.
Lingkungan luar (environment)
segala sesuatu di luar sistem yang dapat mempengaruhi sistem, baik
menguntungkan ataupun merugikan sistem tersebut.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 25


TERMINOLOGI
Masukan sistem (input)
Masukan sistem untuk diproses menghasilkan keluaran, atau agar
sistem dapat beroperasi.
Pengendali (control/adjustment)
Masukan sistem yang dapat dikendalikan untuk dapat mempengaruhi
sistem.
Pengganggu (disturbance/noise)
Masukan sistem yang tidak (dapat) dikendalikan, namun dapat
mempengaruhi sistem.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 26


TERMINOLOGI
Keluaran sistem (output)
Hasil yang telah diolah dalam sistem menjadi sesuatu yang lebih
bernilai, serta sisa.
Umpan balik (feedback)
Keluaran sistem yang berikutnya kembali menjadi masukan sistem.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 27


TERMINOLOGI
Proses pengolahan (transformation process)
Merupakan bagian yang mengolah atau merubah masukan sistem menjadi
keluaran sesuai tujuan sistem
Perilaku sistem (behaviour)
Perubahan pada sistem karena aktivitas elemen-elemen sistem dalam
proses pengolahan.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 28


TERMINOLOGI
Ukuran performansi sistem
Merupakan indikator perilaku sistem yang menjadi perhatian pemodel
Status sistem (state)
Merupakan kumpulan indikator yang menggambarkan keadaan sistem
pada waktu tertentu.
Transient State : kondisi sistem yang dipengaruhi oleh perubahan waktu.
Steady State : kondisi sistem yang telah tidak dipengaruhi oleh perubahan waktu (stabil).

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 29


Environtment
Systems
Subsystems
Components

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 30


KARAKTERISTIK SISTEM

a. Mempunyai sasaran dan tujuan.


• Perilaku yang terjadi pada sistem diarahkan untuk mencapai
sesuatu tujuan yang bernilai.
b. Mempunyai batasan
• Batasan yang dapat berwujud fisik atau hanya konseptual,
memisahkan sistem dengan lingkungannya. Interaksi antara sistem
dengan lingkungannya ditunjukkan oleh aliran input dari lingkungan
masuk ke sistem dan aliran output dari sistem keluar ke lingkungan.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 31


KARAKTERISTIK SISTEM

c. Bersifat terbuka
• Walaupun terdapat pembatas, sistem tetap terbuka berinteraksi
dengan lingkungannya. Selain interaksi input-output, lingkungan
juga mampu memberikan pengaruh pengendali dan pengaruh
penganggu pada sistem, sebaliknya sistem juga mampu
mempengaruhi lingkungannya.
d. Terdiri dari beberapa elemen penyusun
• Sistem tersusun dari beberapa elemen yang dapat berwujud entitas
ataupun subsistem.
13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 32
KARAKTERISTIK SISTEM

e. Merupakan satu kebulatan yang utuh


• Interaksi elemen-elemen penyusunnya membentuk satu kebulatan
utuh secara keseluruhan yang membentuk nilai lebih dibandingkan
hanya sebagai gabungan elemen. Hal ini disebabkan adanya
sinergisme di antara elemen-elemennya
f. Saling berkaitan secara internal dan eksternal
• Elemen-elemen penyusunnya saling berhubungan dan berinteraksi
secara timbal balik dengan antar elemennya (internal) dan dengan
lingkungannya (eksternal)
13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 33
KARAKTERISTIK SISTEM

g. Melakukan kegiatan transformasi


• Adanya proses perubahan input yang masuk sistem menjadi
output yang keluar dari sistem.
h. Memiliki mekanisme kontrol
• Perilaku sistem walaupun dinamis namun terkendali, karena
adanya mekanisme kontrol baik dari dalam sistem yang
berupa umpan balik (feedback) maupun pengaruh dari
lingkungan (control / adjustment)
13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 34
KARAKTERISTIK SISTEM

i. Mampu mengatur diri sendiri dan beradaptasi


• Adanya kemampuan umpan balik, membuat sistem mampu
mengatur diri sendiri secara dinamis dan menyesuaikan diri

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 35


KLASIFIKASI SISTEM
Sistem terbuka versus sistem tertutup :
Sistem terbuka : sistem yang berinteraksi dengan lingkungannya
Sistem tertutup : sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 36


KLASIFIKASI SISTEM
Sistem deterministik versus sistem probabilistik :
Sistem deterministik : sistem dengan kondisi (state) yang dapat diperkirakan
nilainya, karena semua nilai variabel penyusunnya tidak ada yang bersifat
probabilistik atau keseluruhan variabel bersifat deterministik (tetap atau
membentuk fungsi tertentu)
Sistem probabilistik : sistem dengan kondisi (state) yang nilainya tidak dapat
diperkirakan secara pasti dan memungkinkan terjadinya penyimpangan,
karena nilai variabel penyusunnya terfluktuasi tanpa mengikuti fungsi tertentu
namun masih membentuk distribusi probabilitas tertentu.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 37


13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 38
KLASIFIKASI SISTEM
Sistem statis versus sistem dinamis :
Sistem statis : sistem yang memiliki kondisi (state) tetap dan tidak
terpengaruh oleh perubahan waktu. Misalnya sistem-sistem yang
dapat diselesaikan dengan pemodelan matematis sederhana
(bukan integral maupun diferensial terhadap waktu)
Sistem dinamis : sistem yang memiliki kondisi (state) yang berubah
terpengaruh oleh perubahan waktu. Misalnya sistem-sistem yang
dimodelkan secara matematis saat steady state atau secara
simulasi untuk menunjukkan perilaku saat transient state .

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 39


KLASIFIKASI SISTEM
Sistem diskrit versus sistem kontinyu

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 40


KLASIFIKASI SISTEM
Sistem stationary versus sistem nonstationary :
Sistem stationary : sistem yang mengalami perubahan konstan
Sistem nonstationary : sistem yang mengalami perubahan tidak
tetap

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 41


SUMBER
- Arif Rahman, 2013, Bahan Ajar mata kuliah “Pemodelan Sistem”, Teknik Industri
Universitas Brawijaya.
- Daellenbach dan McNickle, 2005, Management science – Decision making through
systems thinking, Palgrave macmillan.

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 42


SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER

13/03/2014 TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA 43