Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN FARMAKOGNOSI ANALISIS

MIKROSKOP SIMPLISIA

TANGGAL : 26 NOVEMBER 2019

DISUSUN OLEH :

NAMA : LENI NURHAENI

NIM : 1948201006

PRODI S1 FARMASI
STIKES MUHAMMADIYAH KUNINGAN
I. TUJUAN PERCOBAAN
 Mahasiswa dapat menganalisis simplisia yang berasal dari serbuk
pati.
II. TINJAUAN TEORI
Simplisia adalah bahan alam yang digunakan sebagai obat yang belum
mengalami pengolahan apapun juga, kecuali dinyatakan lain berupa bahan
yang telah dikeringkan. Simplisia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
a) Simplisia nabati adalah simplisia berupa tanaman utuh, bagian
tanaman dan eksudat tanaman. Eksudat tanaman adalah isi yang
spontan keluar dari tanaman atau isi sel yang dikeluarkan dari
selnya dengan cara tertentu atau zat yang dipisahkan dari
tanamannya dengan cara tertentu yang masih belum berupa zat
kimia murni. Simplisa nabati adalah simplisia yang berupa
tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman (Nurhayati,
2008).
b) Simplisia hewani adalah simplisia berupa hewan utuh, bagian
hewan atau zat yang dihasilkan hewan yang belum berupa zat
kimia murni. Contohnya adalah minyak ikan dan madu (Gunawan,
2010).
c) Simplisia mineral adalah simplisia berasal dari bumi, baik telah
diolah atau belum, tidak berupa zat kimia murni. (Anonim, 1979).
Amylum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu
sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian
(Poedjiadi,A. 2009).
Amylum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada
kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai
wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga
tersimpan dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman,
dalam biji, jari-jari teras, kulit batang, akar tanaman menahun, dan umbi.
Amilum merupakan 50-65% berat kering biji gandum dan 80% bahan kering
umbi kentang (Gunawan,2004).
Amylum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah
polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 – 28 %) dan sisanya
amilopektin.
1. Amilosa : Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang
berikatan dengan ikatan α 1,4 glikosidik. Jadi
molekulnya menyerupai rantai terbuka.
2. Amilopektin : Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian
besar mempunyai ikatan 1,4- glikosidik dan
sebagian ikatan 1,6-glikosidik. adanya ikatan 1,6-
glikosidik menyebabkan terdjadinya cabang,
sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai
terbuka dan bercabang. Molekul amilopektin
lebih besar dari pada molekul amilosa karena
terdiri atas lebih 1000 unit glukosa (Poedjiadi, A.
2009).
Tanaman dengan kandungan amylum yang digunakan di bidang farmasi
adalah jagung (Zea mays), Padi/beras (Oryza sativa), kentang (Solanum
tuberosum), ketela rambat (Ipomoea batatas), ketela pohon (Manihot
utilissima) (Gunawan, 2004).
Simplisia yang akan di amati dalam praktikum Farmakognosi sebagai
berikut :
1. SIMPLISIA AMYLUM ORYZAE
Amylum oryzae (pati beras) adalah amylum yang diperoleh dari
biji Oryza sativa L. yang berupa serbuk sangat halus dan putih. Secara
makroskopik yaitu berupa butir bersegi banyak , tunggal atau majemuk
bentuk bulat telur. Hilus di tengah tidak terlihat jelas, tidak ada lamella
konsentris. Jika diamati di bawah cahaya terpolarisasi tampak bentuk silang
berwarna hitam, memotong pada hilus.

Nama lain : Pati beras.


Nama tanaman asal : Oryza sativa (L.).
Keluarga : Poaceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa, Amilopektin, air, abu.
Penggunaan : Bahan penolong dari sediaan obat.

2. SIMPLISIA AMYLUM SOLANI


Amylum Solani (pati kentang) adalah pati yang diperoleh dari
umbi Solanum tuberossum yang berupa serbuk sangat halus dan putih. Secara
mikroskopik berupa butir tunggal, tidak beraturan, atau bulat atau bulat telur,
atau membulat, butir majemuk jarang, terdiri dari 2-4 , hilus berupa titik pada
ujung yang sempit dengan lamella konsentris jelas terlihat.

Nama lain : Pati kentang.


Nama tanaman asal : Solanum tuberosum (L.).
Keluarga : Solanaceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa dan Amilopektin.
Penggunaan : Bahan penolong bahan sediaan obat.

3. SIMPLISISIA AMYLUM MAYDIS


Amylum Maydis (pati jagung) adalah pati yang diperoleh dari biji
Zea mays L. Yang berupa serbuk sangat halus dan putih.secara mikroskopik
yaitu berupa butir bersegi banyak, bersudut, atau butir bulat, hilus ditengh
berupa rongga nyata atau celah, tidak ada lamella. Jika diamati dibawah
cahaya terpolarisasi, tampak bentuk silang berwarna hitam, memotong pada
hilus.

Nama lain : Pati jagung, Maizena, Corn starch.


Nama tanaman : Zea mays (L.).
Keluarga : Poaceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa, Amilopektin.
Penggunaan : Zat tambahan

4. SIMPLISIA AMYLUM MANIHOT


Amylum Manihot (pati singkong) adalah pati yang diperoleh dari
umbi akar Manihot utilissima Pohl yang berupa serbuk sangat halus dan
putih, secara mikroskopik berupa butir tunggal, agak bulat atau bersegi
banyak butir kecil, butir besar, hilus ditengah berupa titik, garis lurus atau
bercabang tiga, lamella tidak jelas konsentris, butir majemuk sedikit, terdiri
dari 2 atau 3 butir tunggal yang tidak sama bentuknya.

Nama lain : Pati singkong.


Nama tanaman Asal : Manihot utilissima (Pohl.).
Keluarga : Euphorbaiceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa dan amilopektin.
Penggunaan : Bahan penolong bahan sediaan obat.

5. SIMPLISIA AMYLUM TRITICI


AmylumTriciti (pati gandum) adalah pati yang diperoleh dari biji
Triticum vulgare L. Secara mikroskopik berbentuk butir tunggal besar,
dilindung oleh butiran kecil. Bentuk serupa lensa bundar atau jorong, kadang
berbentuk ginjal. Hillus terletak ditengah tidak jelas bertupa titik atau celah,
lamella tidak jelas.

Nama lain : Pati gandum, Pati terigu.


Nama tanaman Asal : Triticum vulgare (Vill.).
Keluarga : Poaceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa dan amilopektin, air, abu.
Penggunaan : Bahan penolong bahan sediaan obat.

III. ALAT DAN BAHAN


ALAT :
 Mikroskop
 Objek Glass
 Cover Glass
 Pipet Tetes
 Tisu
 Spatel
BAHAN :
 Simplisia amylum oryzae (Pati beras).
 Simplisia amylum solani (Pati kentang).
 Simplisia amylum maydis (Pati jagung).
 Simplisia amylum manihot (Pati singkong).
 Simplisia amylum tritici (pati gandum).
 Aquadest.

IV. PROSEDUR KERJA


1) Siapkan alat dan bahan.
2) Berishkan mikroskop terlebih dahulu menggunakan tissue.
3) Ambil serbuk pati, amati organoleptisnya (Bau, Rasa dan warna).
4) Buatlah sediaan dalam media air dari masing-masing serbuk pati! Amati
dibawah mikroskop dan perhatikan bentuk, ada/tidaknya hilus dan lamella
dari masing-masing Amylum.
5) Amati dibawah mikroskop, lalu gerakan pengatur jarak antar teropong
dengan sediaan agar terlihat jelas simplisia yang diamati tersebut
6) Terakhir, gambarkan hasil pengamatan pada buku laporan.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. HASIL
1. SIMPLISIA AMYLUM ORYZAE
Nama lain : Pati beras.
Nama tanaman asal : Oryza sativa (L.).
Keluarga : Poaceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa, Amilopektin, air, abu.
Penggunaan : Bahan penolong dari sediaan obat.

 ORGANOLEPTIS :
 Warna : Putih.
 Bau : Tidak berbau.
 Rasa : Tidak berasa.

 MIKROSKOPIK :
2. SIMPLISIA AMYLUM SOLANI
Nama lain : Pati kentang.
Nama tanaman asal : Solanum tuberosum (L.).
Keluarga : Solanaceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa dan Amilopektin.
Penggunaan : Bahan penolong bahan sediaan
obat.

 ORGANOLEPTIS :
 Warna : Putih tulang.
 Bau : Khas kentang.
 Rasa : Agak asin.

 MIKROSKOPIK :
3. SIMPLISIA AMYLUM MAYDIS
Nama lain : Pati jagung, Maizena, Corn starch.
Nama tanaman : Zea mays (L.).
Keluarga : Poaceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa, Amilopektin.
Penggunaan : Zat tambahan

 ORGANOLEPTIS :
 Warna : Putih bersih.
 Bau : Tidak berbau, tetapi bau khas tepung.
 Rasa : Tidak ada rasa.

 MIKROSKOPIK :

4. SIMPLISIAAMYLUM MANIHOT
Nama lain : Pati singkong.
Nama tanaman Asal : Manihot utilissima (Pohl.).
Keluarga : Euphorbaiceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa dan amilopektin.
Penggunaan : Bahan penolong bahan sediaan obat.

 ORGANOLEPTIS :
 Warna : Putih.
 Bau : Tidak berbau.
 Rasa : Tidak berasa.

 MIKROSKOPIK :

5. SIMPLISIA AMYLUM TRITICI


Nama lain : Pati gandum, Pati terigu.
Nama tanaman Asal : Triticum vulgare (Vill.).
Keluarga : Poaceae.
Zat berkhasiat utama : Amilosa dan amilopektin, air, abu.
Penggunaan : Bahan penolong bahan sediaan obat.
 ORGANOLEPTIS :
 Warna : Putih.
 Bau : Tidak berbau.
 Rasa : Tidak berasa.
 MIKROSKOPIK :

B. PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan simplisia yang di amatai di


mikroskop bahwa Amylum Oryzae (pati beras) adalah amylum yang
diperoleh dari biji Oryza sativa L. (familia Poaceae) yang berupa serbuk
sangat halus dan putih. Secara mikroskopik yaitu berupa butir bersegi
banyak ukuran 2 µm sampai 5 µm, tunggal atau majemuk bentuk bulat telur
ukuran 10 µm sampai 20 µm. hilus di tengah tidak terlihat jelas, tidak ada
lamella konsentris. Jika diamati dibawah cahaya terpolarisasi tampak bentuk
silang berwarna hitam, memotong pada hilus.

Berdasarkan hasil pengamatan simplisia yang di amatai di


mikroskop bahwa Amylum Solani (pati kentang) adalah pati yang diperoleh
dari umbi solanum tuberosum (familia Solanaceae). Yang berupa serbuk
sangat halus dan putih. Secara mikroskopik yaitu berupa butir tunggal, tidak
beraturan, atau bulat telur ukuran 30 µm sampai 100 µm, atau membulat
ukuran 10 µm sampai 35 µm, butir majemuk jarang, terdiri dari 2 sampai 4,
hilus berupa titik pada ujung yang sempit dengan lamella konsentris jelas
terlihat, jika diamati dibawah cahaya terpolarisasi, tampak bentuk silang
berwarna hitam memotong pada hilus. Untuk idetifikasi secara kimiawi sama
dengan amylum manihot.

Berdasarkan hasil pengamatan simplisia yang di amatai di


mikroskop bahwa Amylum Maydis (pati jagung) adalah pati yang diperoleh
dari biji zea mays L. ( familia Poaceae) yang berupa serbuk sangat halus dan
putih. Secara mikroskopik yaitu berupa butir bersegi banyak, bersudut,
ukuran 2 µm sampai 23 µm atau butir bulat dengan diameter 25 µm sampai
32 µm, hilus ditengah berupa rongga yang nyata atau celah berjumlah 2
sampai 5, tidak ada lamella. Jika diamati dibawah cahaya terpolarisasi,
tampak bentuk silang berwarna hitam, memotong pada hilus. Untuk
identifikasi secara kimiawi sama dengan amylum manihot.

Berdasarkan hasil pengamatan simplisia yang di amatai di


mikroskop bahwa Amylum Manihot (pati singkong) adalah pati yang
diperoleh dari umbi akar manihot utilissima Pohl (familia Euphorbiaceae)
yang berupa serbuk sangat halus dan putih. Secara mikroskopik berupa
butir tunggal, agak bulat atau bersegi banyak butir kecil dengan diameter
5µm sampai 10 µm, butir besar bergaris tengah 20 µm sampai 35 µm,
hilus tengah berupa titik, garis lurus atau bercabang tiga, lamella tidak
jelas, konsentris, butir majemuk sedikit, terdiri dari 2 atau 3 butir tunggal
yang tidak sama bentuknya. Identifikasi kimiawi yaitu dengan Iodium
dimana akan terjadi biru tua yang hilang pada pemanasan dan timbul
kembali pada pendinginan.

Berdasarkan hasil pengamatan simplisia yang di amatai di


mikroskop bahwa Amylum Tritici (pati gandum) adalah pati yang
diperoleh dari biji Triticum aestivum L. (famalia Poaceae) pemerian,
kelarutan, bahan organik asing, wadah penyimpanan : memenuhi syarat
seperti yang tertera pada pati Singkong. Secara mikroskopik butir,
bentuk cakram besar atau seperti ginjal ukuran 10 µm sampai 45 µm,
bentuk bulat telur, terbelah sepanjang poros utama, butir bersegi banyak
atau bulatan kecil, ukuran 2 µm sampai 10 µm. Jarang diketemukan
butiran dengan ukuran sedang. Hilus dan lamella sukar terlihat. Amati
dibawah cahaya terpolarisasi, tampak bentuk silang berwarna hitam,
memotong pada hilus.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN


 KESIMPULAN
Mikroskop adalah alat bantu penglihatan yang dapat digunakan untuk
mengamati objek yang ukurannya kecil seperti sel, Pemerikaan mikroskop
meliputi anatomo simplisia yang memiliki karakteristik tersendiri dan
merupakan pemeriksa spesipik penyusunan suatu simplisia. Dari yang semua
simplisia yang kita amati bahwa meneliti simplisia satu sama lain itu hasilnya
berbeda-beda. Jadi, kita tau bahwa dari satu simplisia bisa
mengasilkan/melihat hilus dan lamella.
 SARAN
Saran kami tidak banyak, namun semoga kedepannya laboratorium
farmakognosi lebih memadai fasilitasnya atau laboratoriumnya agar
mahasiswa mudah melakukan atau melaksanakan praktek dan agar
mahasiswa lebih serius dalam praktek tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Materia Medika Indonesia Jilid III .Jakarta: Departemen Kesehatan


Republik Indonesia.
Materia Medika Indonesia, Jilid II, Departemen Kesehatan RIInventaris
Tanam obat indonesia, 1994.

Pantia Farmakope,1979.Farmakope Indonesia Edisi ke III.Jakarta:


Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Poedjiadi. 2009. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia


Press.

Gunawan,D.,Mulyani,S. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) jilid 1.


Jakarta: Penebar Swadaya

Anda mungkin juga menyukai