Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Evolusi Volume 7 No 1 - 2019

PENGGUNAAN METODE FORWARD CHAINING DALAM MENDIAGNOSA


PENYAKIT PADA KALKUN
Corie Mei Hellyana1, Ina Maryani2, Eva Argarini Pratama3
Sistem Informasi, Universitas Bina Sarana Informatika1,3
Sistem Informasi, STMIK Nusa Mandiri2
corie.cma@bsi.ac.id1, ina.maryani@nusamandiri.ac.id2, eva.eap@bsi.ac.id3

Abstrak - Kalkun merupakan sejenis unggas yang memiliki ukuran lebih besar yang berasal dari ordo
Galliformes, genus Meleagris bukanlah hewan asli Indonesia. Dikarenakan kalkun mempunyai nilai
jual tinggi terutama dagingnya yang berprotein tinggi dan rendah lemak serta kolesterol, maka kalkun
mulai dibudidayakan di Indonesia. Banyak peternak kalkun menganggap bahwa penyakit yang
menyerang kalkun sama dengan hewan unggas yang lain, hal ini yang menyebabkan tingkat
pendapatan peternak menjadi berkurang/merosot. Dengan semakin majunya perkembangan
teknologi, banyak aplikasi yang sudah diterapkan untuk dapat menyelesaikan suatu masalah salah
satunya dengan menggunakaan. Sistem pakar dibuat untuk dapat menyelesaikan masalah tanpa
harus mendatangkan ahli/pakarnya. Dalam penelitian ini, digunakan metode forward chaining (runtut
maju) dimana proses dimulai dari pencarian premis atau data masukan yang berupa gejala sehingga
didapat kesimpulan penyakit pada kalkun serta memberikan solusi mengenai pencegahan dan
pengobatan berdasarkan gejala-gejala yang telah teramati. Jenis penyakit yang akan didiagnosis
sebanyak 10 penyakit dengan jumlah gejala penyakit sebanyak 14 gejala.
Kata kunci : penyakit kalkun, sistem pakar, forward chaining

Abstract -Turkey is a type of bird that has a larger size that comes from the order Galliformes, the
genus Meleagris is not native to Indonesia. Because turkey has a high selling value, especially high-
protein and low-fat meat and cholesterol, turkeys are cultivated in Indonesia. Many turkey breeders
consider that diseases that attack turkeys are the same as other poultry animals, which causes the
farmer's income levels to decrease/decline. With the increasingly advanced development of
technology, many applications have been implemented to solve a problem, one of them is by using it.
Expert systems are made to solve problems without having to bring in experts/experts. In this study, a
forward chaining method was used in which the process starts from the search for premise or input
data in the form of symptoms so that conclusions can be reached on turkeys and provide solutions for
prevention and treatment based on observed symptoms. The types of diseases that will be diagnosed
are 10 diseases with 14 symptoms of the disease.
Keywords: turkey, expert system, forward chaining

1. PENDAHULUAN (Indra, 2019). Bagi peternak kalkun, untuk


dapat memanen kalkun memerlukan waktu
Kalkun, jenis unggas yang mulai kurang lebih dua bulan untuk melihat hasil
dibudidayakan oleh para peternak unggas di panennya (daging dan telur). Selain itu bulu
Indonesia. Bera sal dari ordo Galliformes, kalkun juga laku dijual untuk keperluan hiasan
genus Meleagris kalkun bukanlah jenis unggas dan aksesoris. Hal yang perlu diperhatikan
asli Indonesia, namun kalkun mampu bertahan para peternak kalkun dalam pembudidayaan
di suhu dan iklim Indonesia. Pada awalnya, kalkun adalah dari sisi kesehatan. Hal ini
kalkun merupakan hewan unggas yang dikarenakan kalkun bukan hewan asli
dipelihara karena merupakan jenis hewan Indonesia dan satu hal yang menjadi momok
hias, namun pada akhir-akhir ini banyak yang bagi para peternak kalkun adalah minimnya
mencari daging kalkun untuk dikonsumsi pengetahuan mengenai penyakit dan cara
karena ternyata daging kalkun memiliki protein penanganan serta pencegahan penyakit
yang lebih tinggi dan rendah lemak dan kalkun yang sakit. Meskipun kalkun tergolong
kolesterol (Oktviana, 2016). dalam jenis unggas, namun dalam hal
Sebagai salah sau hewan unggas, Kalkun perawatan dan penanganan penyakit yang
termasuk dalam hewan yang lebih suka diderita kalkun berbeda dengan unggas yang
bergerak bebas atau dengan sistem umbaran

ISSN: 2338 - 8161 53


Jurnal Evolusi Volume 7 No 1 - 2019

lain sehingga dapat membuat rugi peternak penyakit ini, kalkun yang sudah terserang
kalkun. tungau harus dipishkan dari kalkun yang
sehat, kemudian kondisi kandang kalkun
Oleh karena itu seiring dengan kemajuan juga harus selalu bersih dan kering.
teknologi yang sangat cepat, sudah banyak
teknologi yang digunakan untuk dapat Untuk kalkun yang sering
membantu memecahkan suatu masalah, salah mengibaskan bulu karena gatal dapat
satunya adalah dengan menggunakan sistem diberikan larutan karbonat servin yang
pakar. Dengan menggunakan sistem pakar, kemudian ditambah dengan air dan
berbagai masalah dapat dipecahkan tanpa disemprotkan ke bulu/tubuh kalkun.
harus mendatangkan ahlinya. Sistem pakar 3. Lumpuh
dibuat ini bukan berarti menggantikan dokter
tetapi hanya membantu memecahkan Kalkun yang mengalami kelumpuhan
masalah. dapat disebabkan karena pemberian pakan
yang berlebihan. Pakan yang berlebihan
dapat menyebabkkan obesitas, biasanya
dialami oleh kalkun yang masih muda. Hal
2. KAJIAN PUSTAKA
ini dikarenakan bahwa kalkun yng masih
A. Kalkun
muuuda memiliki tulang yng belum kuat
Hewan kalkun merupakan salah satu dalam menopang tubuh/berat badannya.
hewan yang berasal dari spesies burung Selain disebabkan karena pakan
dengan ukuran yang besar dari ordo berlebih, kelumpuhn pada kalkun bisa
Galliformes genus Meleagris. Untuk dikarenakan kalkun memakan daun pepaya
membedakan kalkun betina dan kalkun jantan, dalam jumlah yang banyak. Kalkun yang
bisa dilihat dari ukurannya yaitu kalkun betina mengalami kelumpuhan jari-jarinya akan
lebih kecil dan warna bulu yang kurang membengkok ke arah dalam. Untuk
berwarna-warni. Rentang sayap kalkun pada mencegah hal tersebut, kalkun yang masih
saat di alam bebas bisa mencapai 1,5-1,8 muda hendaknya tidak diberi pakan daun
meter. pepaya terlebih dahulu. Pemberian pakan
Jenis kalkun dari spesies M. daun pepaya dapat diberikan saat kalkun
gallopavo yang atau kalkun liar (Wild Turkey) berumur 6 bulan keatas.
yang mulai diternakkan untuk diambil 4. Hidung berlendir
dagingnya. Sedangkan spesies M. ocellata
adalah hasil domestikasi suku Maya yang Penyakit hidung berlendir biasanya
tidak memiliki pial dan lebih gesit di alam menyerang kalkun yang kondisi
bebas serta pandai terbang. Postur besar kandangnya dalam keadaan lembab.
yang dimiliki kalkun tidak menjamin kesehatan Hidung berlendir yang menyerang kalkun
dari kalkun tersebut. Seperti halnya dengan dapat juga disebut Infectious Bronchitis
unggas lainnya, ayam kalkun juga bisa terkena (IB). Ciri-ciri kalkun yang mengalami
berbagai macam penyakit. Beberapa penyakit penyakit hidung berlendir antara lain
yang menyerang kalkun antara lain:(Hasti, hidung kelur lendir, nafas berbau, sayap
2018): menggantung, nafsu makan menurun.
Kalkun yang sudah mengalami gejala
1. Cacar penyakit ini, sebaiknya dipisahkan dengan
Penyakit jenis ini disebabkan oleh virus kalkun yang yang sehat dan kemudian
familia poxviridae dan genus Azipoxvirus. diberikan obat Tetra Chlor.
Ciri-ciri kalkun yang terserang penyakit 5. Kolera
cacar yaitu terdapat bercak-bercak merah
dibadan. Usaha untuk penyembuhan dan Penyakit kolera yang menyerang
pencegahan dapat dilakukan dengan cara kalkun ditandai dengan pial yang
pemberian vaksin dari dokter hewan. membengkak. Kalkun yang sudah terkena
penyakit kolera, sebaiknya segera
2. Tungau diberikan antibiotik, misalnya Streptomycin
Ciri-ciri kalkun yang terserang atau Tetrasiklin.
penyakit tungau antara lain gelisah, sering 6. Infectous Coryza
mematuk dan mengibas bulu, nafsu makan
turun, pucat dan kurus. Penyakit tungau ini Penyakit Infectious Coryza disebut
disebabkan karena adanya bakteri didalam juga penyakit influenza, yang disebabkan
kandang yang kotor. Untuk mengatasi oleh bakteri. Kalkun yang terkena infectous

ISSN: 2338 - 8161 54


Jurnal Evolusi Volume 7 No 1 - 2019

coryza harus segera dipisahkan dengan Inferensi / Inference Engine, Working


kalkun yang sehat. Yang perlu Memory, dan Antarmuka Pemakai / User
diperhatikaan agar kalkun lain tidak Interface (Ramanda, 2015).
terjangkit peyakit ini adalah tidaak
mencampur kalkun yang berbeda umur, C. Forward Chaining
kandang dan lingkungan dalam keadaan Forward chaining merupakan grup dari
bersih dan harus terkena sinar matahari. multiple inferensi yang melakukan
pencarian dari suatu masalah kepada
solusinya. Mekanisme pelacakan dimulai
B. Sistem Pakar dari informasi masukan dan selanjutnya
Sistem pakar merupakan salah satu mencoba menggambarkan kesimpulan.
cabang dari Artificial Intelegent (AI) yang Menurut (Tinaliah, 2015), teknik
membuat ekstensi untuk spesialisasi pencarian dimulai dengan fakta yang
pengetahuan guna memecahkan suatu diketahui, kemudian mencocokkan fakta-
masalah. Kecerdasan buatan merupakan fakta tersebut dengan bagian IF dari rule
cabang sistem informasi yang berhubungan IF-THEN. Bila ada fakta yang cocok
dengan pengungkapan, pemodelan, dan dengan bagian IF, maka rule tersebut
penyimpanan kecerdasan manusia dalam dieksekusi. Bila sebuah rule dieksekusi,
sebuah sistem teknologi informasi sehingga maka sebuah fakta baru (bagian THEN)
sistem tersebut memiliki kecerdasan seperti ditambahkan dalam database. Proses
yang dimiliki manusia (Rohajawati & Supriyati, eksekusi forward chaining dapat dilihat
n.d.). Sistem pakar mengadopsi pengetahuan pada gambar dibawah:
manusia ke komputer agar komputer mampu
meyelesaikan masalah seperti halnya yang
dilakukan oleh para ahli (Ima Apriliya, 2017).
Menurut Kusrini dalam (Ramanda,
2015), adapun ciri-ciri sistem pakar antara
lain:
Gambar 2. Mekanisme forward chaining
1. Terbatas dalam bidang yang spesifik
2. Dapat memberikan penalaran untuk Langkah – langkah dalam membuat
data-data yang tidak lengkap atau sistem pakar dengan menggunakan
tidak pasti metode forward chaining yaitu:
3. Dapat mengemukakan rangkaian a. Pendefenisan masalah dimulai dengan
alasan yang diberikannya dengan cara pemilihan domain masalah dan akuisi
yang dapat dipahami pengetahuan
4. Berdasarkan pada rule atau kaidah b. Pendefenesian data input untuk
tertentu memulai inferensi karena diperlukan
5. Dirancang untuk dapat dikembangkan oleh sistem forward chaining.
secara bertahap c. Pendefenisian struktur pengendalian
6. Outputnya bersifat nasihat atau data untuk membantu mengendalikan
anjuran pengaktifan suatu aturan.
7. Output tergantung dari dialog dengan d. Penulisan kode awal dalam domain
user pengatahuan
e. Pengujian sistem agar dapat
mengatahui sejauh mana sistem
berjalan
f. Perancangan antarmuka dengan basis
pengatahuan
g. Pengembangan sistem
h. Evaluasi sistem

Gambar 1. Komponen Sistem Pakar

Komponen utama yang terdapat pada


struktur sistem pakar meliputi Basis
Pengetahuan / Knowledge Base, Mesin

ISSN: 2338 - 8161 55


Jurnal Evolusi Volume 7 No 1 - 2019

n pada ayam
3. KERANGKA PIKIR - Dengan
penerapan
metode
forward
chaining
perhitungan
dilakukan
dengan mudah
karena dimulai
dengan
pencocokan
gejala yang
diinputkan
dengan rules
yang ada.
Hasil
perhitungan
apikasi dan
hitung manual
bernilai sama.
Gambar 3. Kerangka Pikir

4. PENELITIAN TERKAIT 5. PERANCANGAN SISTEM PAKAR


Peneliti Judul Hasil
Kresna Penerapan - Aplikasi sistem Sistem pakar yang akan dibangun dan
Ramanda Sistem Pakar pakar dalam akan digunakan untuk mendiagnosis penyakit
Untuk bidang pada kalkun menggunakan metode forward
(Ramanda, Mendiagnosa kedokteran chaining. Dimana metode ini bekerja dengan
2015) Penyakit yang dibuat mencocokkan gejala-gejala yang
Pada mampu
diimplementasikan dengan pertanyaan dan
Kehamilan mengenali
jenis penyakit akan dijawab sesuai dengan rule yang telah
pada manusia, ada, yang kemudian didapat sebuah
terutama jenis kesimpulan. Aturan yang diperoleh dari
penyakit kumpulan fakta-fakta yang ada dan
kehamilan. merupakan suatu gejala dari suatu penyakit
- Aplikasi sistem tertentu yang selanjutnya dimasukkan
pakar dapat kedalam aturan IF-THEN. Hasil keluaran yang
menjadi sarana didapat berupa nama penyakit, pengobatan
untuk
dan pencegahan.
menyimpan
pengetahuan Tabel 1 dibawah menunjukkan nama
tentang
penyakit beserta kode penyakit yang akan
penyakit
penyakit dijadikan acuan dalam membuat sistem pakar.
terutama yang Sedangkan pada tabel 2 akan ditunjukkan
berkenaan dengan kode gejala penyakit dan
dengan jenis kemunculannya yang akan dijadikan acuan
penyakit dalam membuat sistem pakar. Berdasarkan
kehamilan dari data yang terdapat tabel 1 dan tabel 2 diatas,
pakar atau akan dibuat tabel kemunculan gejala penyakit
ahlinya. yang ditunjukkan pada tabel 3. Untuk tabel 4
Fida Wiji Sistem Pakar - Dengan menunjukkan aturan yang dipakai dalam
Lestari Penentuan adanya
proses inferensi metode forward chaining.
Jenis aplikasi
Penyakit Diagnosa
(Lestari, Ayam Penyakit Ayam
2017) dengan berbasis
Metode mobile dapat
Forward membantu
Chaining memudahkan
Berbasis user untuk
Android melakukan
pendiagnosaa

ISSN: 2338 - 8161 56


Jurnal Evolusi Volume 7 No 1 - 2019

Tabel 1.Tabel Kode Penyakit dan Jenis Tabel 4. Daftar Rule


Penyakit Pada Kalkun Rule Rule
Kode Jenis Penyakit ke-
P01 Cacar 1 IF wajah pucat AND nafsu makan turun
P02 Hidung Berlendir AND bintil kutil di kepala THEN Cacar
P03 Kolera 2 IF wajah pucat AND nafsu makan turun
P04 Histomoniasis AND hidung berlendir AND batuk THEN
P05 Lumpuh Hidung Berlendir
P06 Infectious Coryza 3 IF wajah pucat AND hidung berlendir AND
P07 Tuberkulosis nafas ngorok THEN Kolera
P08 Strepkokosis 4 IF hidung berlendir AND bintil kutil di
P09 Tungau kepala THEN Histomoniasis
P10 Infeksi Pseudomonas 5 IF wajah pucat AND lumpuh/tidak bisa
berdiri AND tulang kaki bengkok AND jari
kaki menekuk THEN Lumpuh
6 IF wajah pucat AND nafsu makan turun
Tabel 2. Tabel Kode Gejala Penyakit dan AND nafas ngorok AND batuk THEN
Kemunculan Gejala Pada Kalkun Infectious Coryza
ID Gejala Nama Gejala 7 IF wajah pucat AND nafsu makan turun
G01 Wajah Pucat AND hidung berlendir AND kotoran kuning
G02 Nafsu Makan Turun AND nafas ngorok AND batuk THEN
G03 Hidung Berlendir Tuberkulosis
G04 Kotoran Kuning 8 IF wajah pucat AND nafsu makan turun
G05 Lumpuh/Tidak Bisa Berdiri AND nafas ngorok AND sering mengibas
G06 Tulang Kaki Bengkok bulu AND batuk THEN Strepkokosis
G07 Bintil Kutil di Kepala 9 IF mematuk tubuh sendiri AND batuk AND
G08 Nafas Ngorok kalkun terlihat gelisah THEN Tungau
G09 Jari Kaki Menekuk 10 IF wajah pucat AND nafsu makan turun
G10 Sering Mengibas Bulu AND hidung berlendir AND kotoran kuning
G11 Mematuk Tubuh Sendiri AND nafas ngorok AND batuk AND mati
G12 Batuk mendadak THEN Infeksi Pseudomonas
G13 Mati Mendadak
G14 Kalkun Terlihat Gelisah 6. HASIL PENGUJIAN METODE
Pengujian metode forward chaining untuk
mendeteksi penyakit pada kalkun dilakukan
Gejala untuk 10 jenis penyakit yang ditunjukkan pada
Tabel 3.
tabel 1 diatas. Pada pengujian metode ini,
Tabel
yakit semua pertanyaan akan diuji dan setiap model
P01 G01, G02, 07 pertanyaan akan mewakili pengujian dari rule
P02 G01, G02, G03, G12 1 sampai 10. Setelah semua pengujian
P03 G01, G03, G08 pertanyaan dilakukan, maka akan dilakukan
P04 G03, G07 perhitungan prosentase keberhasilan dari
P05 G01, G05, G06, G09 metode forward chaining.
P06 G01, G02, G08, G12
P07 G01, G02, G03, G04, G08, G12 Misal terdapat gejala berikut : G03, G06,
P08 G01, G02, G08, G10, G12 G05, G10, G08 mesin inferensi akan
P09 G11, G12, G14 melakukan pencocokan gejala diatas dengan
P10 G01, G02, G03, G04, G08, G12, rule keputusan seperti berikut:
G13
G03  P02, P03, P07, P10
G06  P05
G12 P02, P06, P07, P08, P09, P10
G10  P08
G08  P03, P06, P07, P08, P10

ISSN: 2338 - 8161 57


Jurnal Evolusi Volume 7 No 1 - 2019

(Histimoniasis) karena memiliki nilai


kemungkinan 50%.
7. IMPLEMENTASI SISTEM
Pada penerapan aplikasi penulis
menggunakan platform android dengan
pertimbangan mudah untuk digunakan. Pada
aplikasi ini mempunyai bebera tampilan antara
lain:
Halaman Menu Utama
Pada halaman menu utama akan
Berdasarkan hasil mesin inferensi diatas, ditampilkan beberapa menu yaitu Beranda,
ditemukan beberapa penyakit yang Data Penyakit Konsultasi dan Keluar.
kemungkinan diderita oleh kalkun dengan Tampilannya dapat dilihat di Gambar 7.1
gejala seperti yang telah diinputkan yaitu P02, sebagai berikut:
P03, P04, P07, P10, P05, P06, P08, P09.
Untuk dapat memastikan penyakit yang
diderita oleh kalkun, maka kemungkinan nilai
yang paling besar harus dihitung berdasarkan
rumus dibawah ini yang nantinya akan
diperoleh prosentase dari masing-masing
penyakit.

Keterangan :
P(A) = Nilai Kemungkinan
n(A) = Banyak gejala yang terdeteksi pada
Gambar 4. Halaman Menu Utama Aplikasi
penyakit tertentu
n(S) = Jumlah total gejala yang dimiliki Halaman Data Penyakit
penyakit tertentu
Hasil perhitungan inferensi diatas sebagai Pada halaman ini menampilkan jenis
berikut: penyakit yang ada pada kalkun. Ketika
1. Untuk P02 memiliki n (A) = 1, n(S) = 4, pengguna memilih salah satu dari beberapa
maka P = 1/4x100% = 25% jenis penyakit yang ada maka akan muncul
2. Untuk P03 memiliki n(A) = 1, n(S) = 3, penjelasan tentang sebab penyakit dan
maka P = 1/3x100% = 33,33% solusinya.
3. Untuk P07 memiliki n(A) = 1, n(S) = 6,
maka P = 1/6x100% = 16,67%
4. Untuk P04 memiliki n(A) = 1, n(S) = 2,
maka P = 1/2x100% = 50%
5. Untuk P10 memiliki n(A) = 1, n(S) = 7,
maka P = 1/7x100% = 14,28%
6. Untuk P05 memiliki n(A) = 1, n(S) = 4,
maka P = 1/4x100% = 25%
7. Untuk P06 memiliki n(A) = 1, n(S) = 4,
maka P = 1/4x100% = 25%
8. Untuk P08 memiliki n(A) = 1, n(S) = 5,
maka P = 1/5x100% = 20%
9. Untuk P09 memiliki n(A) = 1, n(S) = 3,
maka P = 1/3x100% = 33,33%
Berdasarkan perhitungan mesin inferensi
diatas, ditemukan diagnosa penyakit yang
diderita berdasarkan gejala yang diinput yaitu
P02, P03, P04, P07, P10, P05, P06, P08, P09.
Kemungkinan terbesar dari gejala yang telah
diinput, kalkun menderita penyakit P04 Gambar 5. Halaman Data Penyakit

ISSN: 2338 - 8161 58


Jurnal Evolusi Volume 7 No 1 - 2019

Halaman Konsultasi
Pada halaman ini user atau pengguna
dapat berkonsultasi dengan cara menjawab
beberapa pertanyaan terkait kondisi Kalkun.

Gambar 8. Pertanyaan Gejala Penyakit 2

Halaman Solusi

Gambar 6. Pertanyaan Gejala Penyakit 1 Setelah Pengguna menjawab pertanyaan


mengenai gejala penyakit yang menyerang
Kalkun kemudian aplikasi akan menampilkan
halaman solusi yang berisi solusi
pengobatannya.

Gambar 7. Pertanyaan Gejala Penyakit 2


Gambar 9. Gambar Solusi

ISSN: 2338 - 8161 59


Jurnal Evolusi Volume 7 No 1 - 2019

8. PENUTUP https://hobiternak.com/penyakit-ayam-
kalkun-cara-mengatasinya/
Berdasarkaan penelitiann yang telah
dilakukan, penelitian ini menghasilkan sistem Ima Apriliya, I. W. (2017). Sistem Diagnosis
diagnosa penyakit pada kalkun. Proses Penyakit pada Kambing Menggunakan
dimulai dari Menentukan Parameter Gejala Metode Forward Chaining. Jurnal Ilmiah
Penyakit kemudian menentukan parameter Teknologi InformasiAsia, 11(2), 113–122.
jenis penyakit selanjutnya membat daftar rule Indra. (2019). 17 Cara Ternak Ayam Kalkun
dan melakukan perhitungan probabilitas. Mudah Menguntungkan. Retrieved from
Untuk gejala penyakit sebanyak 14 gejala dan https://arenahewan.com/cara-ternak-
untuk jenis penyakit dibutuhkan data penyakit ayam-kalkun
sebanyak 10. Proses pengujian dilakukan
dengan menggunakan metode Forward Lestari, F. W. (2017). Sistem Pakar Penentuan
Jenis Penyakit Ayam dengan Metode
Chaining. Selanjutnya Peneliti
Forward Chaining Berbasis Android.
mengimplementasikannya pada sebuah Journal of Information and Technology,
aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit 05 nomor 0(June), 93–103.
Kalkun berbasis android untuk memudahkan
pengguna, karena user dapat mengetahui Oktviana, E. dkk. (2016). JIIA, VOLUME 4 No.
penyakit yang menyerang Kalkun dan 3 AGUSTUS 2016. JIIA, 4(3), 262–268.
pengobatannya secara online tanpa harus Ramanda, K. (2015). Penerapan sistem pakar
menemui dokter/pakar pada saat itu juga. untuk mendiagnosa penyakit pada
Pada penelitian selanjutnya bisa kehamilan. Pilar Nusa Mandiri, XI(2),
179–185.
dilakukan uji coba dengan menggunakan
metode lainnya dan dikembangkan jenis Rohajawati, S., & Supriyati, R. (n.d.). SISTEM
penyakit serta gejalanya. PAKAR : DIAGNOSIS PENYAKIT
UNGGAS DENGAN METODE
CERTAINTY FACTOR Penyakit Ayam,
41–46.
DAFTAR PUSTAKA
Tinaliah. (2015). Aplikasi sistem pakar untuk
Hasti. (2018). Penyakit yang Menyerang Ayam
diagnosa penyakit hewan ternak sapi
Kalkun dan Cara Mengatasinya.
dengan. Jurnal Ilmiah SISFOTENIKA,
Retrieved from
5(1), 13–24.

ISSN: 2338 - 8161 60