Anda di halaman 1dari 6

Geografi[sunting | sunting sumber]

Gunung Tongkoko adalah sebuah gunung berapi di Sulawesi Utara

Sulawesi adalah pulau terbesar kesebelas di dunia, meliputi area seluas 174600 km2 (67413 sq mi).
Bagian tengah pulau ini bergunung-gunung dengan permukaan kasar, sehingga semenanjung di
Sulawesi pada dasarnya jauh satu sama lain, yang lebih mudah dijangkau melalui laut daripada
melalui jalan darat. Ada tiga teluk yang membagi semenanjung-semenanjung di Sulawesi, dari utara
ke selatan, yaitu Teluk Tomini, Tolo dan Bone.[n 1] Ketiganya memisahkan Semenanjung Minahasa
atau Semenanjung Utara, Semenanjung Timur, Semenanjung Tenggara dan Semenanjung Selatan.
Selat Makassar membentang di sepanjang sisi barat pulau ini.[5] Sulawesi dikelilingi
oleh Kalimantan di sebelah barat, oleh Filipina di sebelah utara, oleh Maluku di timur, serta
oleh Flores dan Timor di selatan.

SDA
Pulau Sulawesi atua Celebes memiliki karakteristik berupa daratannya yang sempit
berteluk kecuali di daerah tengah. Berbeda denan Jawa, Sumatera dan Kalimantan,
Sulawesi berada di perairan laut dalam. Hal ini menjadi faktor sifat keruangan Sulawesi
terutama sumber daya alamnya. Sulawesi memiliki daratan sempit berbukit-bukit dan
masih 62%nya ditutupi hutan. Dengan demikian potensi sumber daya hutannya masih cukup
tinggi.
Hasil hutan Sulawesi antara lain kayu dan rotan. Hasil hutan tadi diekspor melalui
pelabuhan Makassar dan Bitung. Sumber daya nabati lainnya berasal dari perkebunan. Hasil
perkebunan yang penting bagi Sulawesi yaitu kelapa, cengkeh dan pala. Luas perkebunan
kelapa Sulawesi sekitar 21% dari luas areal perkebunan kelapa di Indonesia. Dataran rendah
tidak begitu luas di Sulawesi dan banyak diusahakan untuk lahan sawah.

Sumber daya air yang berarti di Sulawesi adalah danau dan rawa. Danau-danau ayng penting
di Sulawesi yaitu Limbota, Tempe, Poso, Towuti dan Matana. Sumber daya utama yang
diperoleh dari danau ini adalah ikan. Selain itu danau juga banyak dikembangkan sebagai
objek wisata. Energi air untuk pembangkit listrik di Sulawesi belum dimanfaatkan secara
banyak. Rawa-rawa di dataran rendah, selain menjadi sumber ikan juga dijadikan tambak
dan pesawahan.

Bahan galian yang bernilai nasional dari Sulawesi adalah aspal yang ada di Buton.
Sebagian besar aspal Indonesia berasal dari Buton. Buton terkenal sebagai penghasil aspal
terbaik di dunia. Penambangan aspal ini dilakukan secara terbuka atau open cast mining.
Laut Sulawesi yang memiliki keindahan juga memiliki sumber daya alam yang tersimpan di dalamnya.
Potensi kekayaan laut di laut Sulawesi adalah potensi Perikanan. Potensi perikanan di laut Sulawesi
cukup tinggi terutama pada potensi beberapa jenis ikan dan hasil laut yang nantinya dikelola untuk
kebutuhan lokal maupun ekspor. Jenis ikan yang terdapat di perairan laut Sulawesi adalah ikan
Cakalang, ikan Tuna, ikan Tongkol, ikan Lolosi, ikan Ekor Kuning, selain itu ada pula udang, kepiting,
rajangan, cumi-cumi, penyu, dan teripang laut.

Selain potensi perikanan, di laut Sulawesi juga terdapat potensi laut lainnya yaitu rumput laut, mutiara
laut dan biota laut. Potensi laut tersebut sudah dibudidayakan secara profesional. Adapula potensi
terumbu karang, mutiara laut, kerang dan garam laut. Selain itu, potensi laut di Laut Sulawesi adalah
potensi wisatanya. Pantai-pantai di wilayah laut Sulawesi merupakan pantai yang indah dan diburu oleh
wisatawan lokal dan dunia.

KONDISI GEOLOGI PULAU SULAWESI

Secara umum Sulawesi terletak pada pertemuan 3 Lempeng besar yaitu Eurasia, Pasifik,dan
IndoAustralia serta sejumlah lempeng lebih kecil (Lempeng Filipina) yang menyebabkan kondisi
tektoniknya sangat kompleks. Kumpulan batuan dari busur kepulauan, batuan bancuh, ofiolit, dan
bongkah dari mikrokontinen terbawa bersama proses penunjaman, tubrukan, serta proses tektonik
lainnya (Van Leeuwen, 1994).

Secara geologik pulau Sulawesi sangat labil secara karena dilintasi patahan kerak bumi lempeng Pasifik
dan merupakan titik tumbukan antara Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik.

Secara geologis, Pulau Sulawesi dan sekitarnya merupakan daerah kompleks. Kompleksitas ini
disebabkan oleh konvergensi antara tiga lempeng litosfer: lempeng Australia yang bergerak ke utara,
lempeng Pasifik ke arah barat-bergerak, dan lempeng Eurasia selatan-tenggara-bergerak.

IKLIM DAN CURAH HUJAN

Ada beberapa sifat khas dari iklim Sulawesi, terutama mengenai curah hujan, yaitu :

1. Sulawesi terletak di daerah peralihan antara rezim hujan Indonesia Barat dan Indonesia Timur.
Garis peralihan itu terletak pada kira-kira 1200 BT atau di lintang Banteang di Sulawesi Selatan. Tempat-
tempat pada lintang tersebut memperoleh hujan maksimum pada bulan Januari, sedangkan tempat-
tempat di sebelah timur lintang tersebut memperoleh hujan terbanyak pada bulan Mei atau Juni.

Akibatnya di beberapa tempat perubahan cuaca terjadi sangat cepat. Cuaca terang pada suatu saat 2.
Sulawesi terdiri dari daratan yang sempit dan bergunung, sehingga pengaruh laut terhadap cuaca sangat
besar.bisa dalam sekejap berubah manjadi mendung dan hujan. Sehingga sering terjadi pula dilanda
angin kencang pada musim pancaroba.

3. Punggung-punggung pegunungan yang cukup rapat mengakibatkan terlindungnya tempat-tempat


dari angin pembawa hujan, sehingga tempat itu memperoleh hujan sangat sedikit.

Selain sifat khas iklim di Sulawesi diatas, curah hujan di Sulawesi tidak berbeda dengan yang terdapat di
pulau-pulau lainnya, seperti :

1. Pantai sebelah timur selamanya lebih kering dari pantai barat. Tetapi pantai barat di sebelah
selatan Mamuju sampai Majene tidak demikian, hal itu disebabkan oleh angin yang berhembus ke arah
pantai arahnya hampir sejajar dengan pantai dari Mamuju-Majene itu.
2. Makin tinggi suatu tempat, jumlah hujan yang turun semakin banyak.

http://hanageoedu.blogspot.com/2011/12/geomorfologi-pulau-sulawesi.html

kesuburan tanah

Tingkat Kesuburan Tanah di Wilayah Kalimantan dan Sulawesi ~ Tingkat kesuburan tanah di wilayah
Indonesia berbeda-beda, apa lagi wilayah Indonesia merupakan kumpulan pulau-pulau yang terdiri dari
pulau besar dan pulau kecil. Selain itu iklim dan cuaca mempengaruhi tingkat kesuburan tanah di
Indonesia, sebab ada wilayah yang tingkat curah hujannya tinggi dan ada pula yang sangat rendah.

1.Tanah Vulkanis

Ciri-cirinya : a.Butir tanahnya halus hingga menyerupai abu

b.Tidak mudah terbang bila ditiup angin

c. Tanahnya sangat subur

d. Banyak mengandung unsur hara yg dibutuhkan tumbuhan

2. Tanah Laterit

Ciri-cirinya : a.Warnanya kekuning-kuningan sampai merah

b. Tanahnya tdk subur

c. Tanahnya tandus

3. Tanah Kapur (mediteran)

Ciri-cirinya : a. Tanahnya tidak subur

b. Cocok untuk tanaman kayu jati

c. Memiliki kandungan bahan organik yg rendah

KESIMPULAN Pulau SULAWESI : Secara umum, kondisi tanahnya kurang

Subur, Erosi lebih besar.

Begitu pula pada tingkat kesuburan tanah di wilayah pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi, tingkat
kesuburan tanah antarwilayah di Sulawesi dibedakan menjadi wilayah tengah dan wilayah pantai.
Wilayah tengah merupakan daerah pegunungan yang banyak mengandung batuan besi. Di daerah
tertentu, kegiatan gunung berapi masih sering terjadi, seperti di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Di
daerah yang kegiatan gunung apinya aktif, keadaan tanahnya subur karena adanya abu, lahar, atau
batuan vulkanik yang memengaruhi tanah.

Di wilayah ini terdapat deretan pegunungan yang merupakan daerah hutan yang bergunung-gunung
sehingga jarang dihuni penduduk. Wilayah pantai merupakan dataran rendah yang relatif sempit dan
termasuk daerah yang subur. Dataran rendah ini menyebar di seluruh wilayah dan pada daerah ini
terdapat pemukiman penduduk dan usaha pertanian penduduk.
lokasi
Pulau Sulawesi terletak pada zona peralihan antara Dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul dan dikelilingi
oleh laut yang dalam. Dibagian utara dibatasi oleh Basin Sulawesi (5000-5500 m). Di bagian Timur dan
Tenggara di batasi oleh laut Banda utara dan Laut Banda Selatan dengan kedalaman mencapai 4500-
5000 m. Sedangkan untuk bagian Barat dibatasi oleh Palung Makasar (2000-2500 m).
Berbatasan dengan Pulau Kalimantan yang dipisahkan oleh Selat Makassar, dan berbatasan oleh
Kepulauan Maluku yang dipisahkan oleh Laut Maluku, di sebelah utara berbatasan dengan Filipina, di
sebelah selatan berbatasan dengan Flores, dan di sebelah tenggara berbatasan dengan Timor.

Bentuk permukaan bumi


Sebagian besar daerahnya terdiri dari pegunungan dan tataran rendah yang terdapat secara sporadik,
terutama terdapat disepanjang pantai. Dataran rendah yang relatif lebar dan padat penduduknya adalah
dibagian lengan Selatan.

Iklim
Biasanya hari hujan terbanyak terjadi pada Bulan Maret, Mei dan Oktober dengan Curah Hujan rata-rata
207,7 mm dan suhu rata-rata 23 – 31° C. Sedangkan tekanan udaranya berkisar antara 11.21.5 MOB
dengan kecepatan angin rata-rata 1,9 knot.

http://jhosef-fkipgeografi.blogspot.com/2011/10/geomorfologi-indonesia.html

sdm
https://wikanpre.wordpress.com/2011/04/08/peta-perekonomian-daerah-sulawesi/