Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN HASIL MEMBACA NOVEL

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas dari


Bapak Ading Rochendy, S.Pd, M.Pd., Guru Bahasa Indonesia Kelas XII IPS 2.

Disusun oleh:
Nama: Lusy Lestari Triana
Kelas : XII IPS 2

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANTARUJEG


Alamat: Jalan Siliwangi No. 55 Bantarujeg Majalengka 45464
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur khadirat Allah Swt. Penyusun panjatkan, karena berkat rahmat

serta hidayahnya penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Laporan

Hasil Membaca Novel”. Laporan ini disusun untuk sebagai salah satu tugas mata

pelajaran Bahasa Indonesia.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-

dalamnya kepada yang terhormat:

1. Bapak Drs. Ridwanullah, M.Pd.I., selaku Kepala SMA Negeri 1 Bantarujeg.

2. Bapak Drs. Muhlisin, M.M., selaku wali kelas XII IPS 2.

3. Bapak Ading Rochendy, S.Pd., M.Pd., selaku guru mata pelajaran Bahasa

Indonesia kelas XII IPS 2.

4. Rekan-rekan satu kelas yang telah mendukung dalam penyususnan laporan

ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini jauh dari

sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat

membangun demi menjadikan laporan ini bisa lebih baik.

Semoga laporan ini “Laporan Hasil Membaca Novel” dapat memberikan informsi

yang berguna dan dapat memenuhi tugas penyusun.

Bantarujeg, 29 November 2019

Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

LAPORAN HASIL MEMBACA NOVEL KE 1 ................................................ 1

A. Identitas Buku .............................................................................................. 1

B. Sinopsis ........................................................................................................ 1

C. Unsur Instrinsik ............................................................................................ 2

D. Unsur Ekstrinsik ........................................................................................... 5

E. Tanggapan .................................................................................................... 5

LAPORAN HASIL MEMBACA NOVEL KE 2 ................................................ 7

A. Identitas Buku .............................................................................................. 7

B. Sinopsis ........................................................................................................ 7

C. Unsur Instrinsik ............................................................................................ 8

D. Unsur Ekstrinsik ......................................................................................... 12

E. Tanggapan .................................................................................................. 12

LAPORAN HASIL MEMBACA NOVEL KE 3 .............................................. 13

A. Identitas Buku ............................................................................................ 13

B. Sinopsis ...................................................................................................... 13

C. Unsur Instrinsik .......................................................................................... 14

D. Unsur Ekstrinsik ......................................................................................... 17

E. Tanggapan .................................................................................................. 18

ii
LAPORAN HASIL MEMBACA NOVEL KE 1

SEPAYUNGBERDUA

CHATREEN MOKO& HARDY ZHU

A. Identitas Buku

Judul Novel : Sepayung Berdua

Pengarang : Chatreen Moko & Hardy Zhu

Penerbit : Mediakita

Jumlah Halaman : 123 Halaman

Tahun Terbit : 2014

Kota Terbit : Jakarta

B. Sinopsis

Buku ini menceritakan tentang seseorang yang broken home yang berisi

tentang masalah keluarga, persahabatan dunia maya, dan kisah cinta yang

romantis. Jadi dalam buku ini mencerminkan anak perempuan yang bernama

Maudy yang harus kuat menjalani status dan kehidupan sebagai anak broken

home dan tinggal bersama ibunya yang membuat hari-harinya tidak sebahagia

tinggal bersama ibu pada umumnya, karena sang ibu selalu memarahinya dan

memaki-maki Maudy. Ibunya memiliki watak keras dan emosional berbeda

dengan ayahnya yang memiliki watak lembut dan penyayang. Watak ibunya itu

membuat ayahnya diusir dari rumah, hal tersebut tidak lepas dari unsur ekonomi

yang menganggap ayahnya tidak memiliki penghasilan yang cukup dan membuat

1
ibunya selalu emosional akan hal perekonomiannya . Tetapi mereka percaya

semuanya akan berakhir dengan indah dan tau akan hal tuhan itu memang maha

adil.

C. Unsur Instrinsik

1. Tema

Mencerminkan tentang perjuangan seseorang akan melanjutkan hidupnya

agar tidak selalu ketergantungan pada orang lain.

2. Tokoh atau Penokohan

a. Tokoh Utama

1) Maudy : Penyabar, baik hati, pantang menyerah

2) Ibu Maudy : Keras kepala, tegas dan emosional

3) Ayah Maudy : Lembut dan penyayang

4) Biyant : Baik hati, ramah dan perhatian

b. Tokoh sampingan

1) Kak Anggi

2) Kak Ummy

3) Ayah Biyant

4) Ibu Biyant

3. Alur

Adapun alur dalam novel ini yaitu alur maju. Karena novel ini

menceritakan ia harus berpisah dengan kedua orangtuanya yang memilukan tetapi

diakhiri dengan keharmonisan.

2
4. Latar

Latar dalam novel ini terbagi empat bagian yaitu.

a. Latar Waktu

1) Pagi Hari : Seperti dalam penggalan kalimat “aku dibangunkan oleh

suara nyaring seorang wanita”.

2) Siang Hari : Seperti dalam penggalan kalimat “Tepat pukul 10.00,

semua pekerjaanku telah beres, dan hujan masih saja

turun”.

3) Sore Hari : Seperti dalam penggalan kalimat “Mana papa kamu?

Belum pulang juga sudah sore.”

4) Malam hari : Seperti dalam penggalan kalimat “Bukan hanya itu saja,

Tepat jam 21:00, mereka berdua mengirimkan sebuah

SMS ucapan selamat ulang tahun “.

b. Latar Tempat

1) Dirumah : Seperti dalam penggalan kalimat “Suara gertakan mama

selalu menghiasi waktu-kewaktuku dirumah”.

2) Sekolah : Seperti dalam penggalan kalimat “Di SMAN1 Makasar,

matahari terasa sangat terik”.

3) Dihalte : Seperti dalam penggalan kalimat “Terkadang hujan itu

menjadi penghalang aktivitas sebagaian orang namun,

sekarang hujan adalah sumber rezekiku”.

4) Dicafe : Seperti dalam penggalan kalimat “Dicafe biasa tempat

kami bertemu”.

3
5) Kantor polisi : Seperti dalam penggalan kalimat “Kantor polisi yang

terlihat sepi dari luar .”

c. Latar Suasana

1) Sedih

Terdapat pada kalimat” Wajahku basah karena keringat air mata yang

bercampur keringat”.

2) Bahagia

Terdapat pada kalimat “Dan merasakan kebersamaan yang akhirnya

terjalin diantara kami”.

3) Latar Sosial

Adapun latar sosial dalam novel ini yaitu menceritakan tentang Maudy

yang diceritakan sebagai anak yang sederhana.

5. Sudut Pandang

Dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, sebab

bertindak sebagai pengarang menggambar apa yang dilihat, didengar, yang

dialami dan dirasakan oleh tokoh utama.

6. Gaya Bahasa

Adapun gaya bahasa dalam novel ini yaitu pengarang menceritakan

dengan gaya yang mudah dipahami karena pengarang menggunakan bahasa yang

umum.

7. Amanat

Amanat dari novel tersebut yaitu.

a. Kita percaya semuanya akan berakhir dengan indah

4
b. Jangan pernah pantang menyerah

c. Setiap kesedihan akan ada masa semuanya akan indah

d. Dan tuhan memang adil.

D. Unsur Ekstrinsik

1. Nilai Sosial

Nilai sosial yang terkandung didalam novel ini yaitu “Halte bis didepan

mall tersebut ternyata menyimpan banyak jajaran manusia yang melindungi diri”.

2. Nilai Budaya

Nilai budaya yang terkandung didalam novel ini yaitu “Kegelisahan

semakin bertambah, sebab aku takut jika mama tiba-tiba pulang “.

3. Nilai Moral

Nilai moral yang terkandung dalam novel ini yaitu “ Ya tuhan, apa salahku

sehingga diperlakukan seperti ini mama kandungku sering membuatku sedih”.

4. Nilai Religi

Nilai religi yang terkandung didalam novel ini yaitu “Doaku daalm hati,

berharap Allah Swt mendengar seruan hambanya”.

E. Tanggapan

Menurut saya novel ini menarik untuk dibaca dan juga mudah dipahami,

dan cover novelnya pun sangat bagus dan tebal. Namun, novel ini sangat tidak

cocok buat orang yang broken home karena novel ini mempunyai kesan

kesediahan yang memilukan buat orang yang broken home. Selain itu, novel ini

5
sangat membosankan karena novel ini kadang sedih terus menerus kadang

bahagia terus menerus, menurut saya jika begitu lebih baik kesedihan terus

menerus kemudian berakhir bahagia.

6
LAPORAN HASIL MEMBACA NOVEL KE 2

ORIGAMI HATI

BOY CANDRA

A. Identitas Buku

Judul : Origami Hati

Pengarang : Boy Candra

Penerbit : Mediakita

Jumlah Halaman : 239 Halaman

B. Sinopsis

Adapun sinopsis dalam novel ini yaitu menceritakan tentang seseorang

kehidupan percintaan seseorang perempuan bernama Aruna yang mengalami rasa

sakit hati yang mendalam karena ia dikhianati oleh seseorang yang ia amat

sayangi tetapi waktu kewaktu hari kehari ia menghabiskan waktu agar ia bisa

melupakan seseorang yang bikin hatinya sakit. Tetapi ia telah menemukan

seseorang yang baru dalam hidupnya yaitu Bagas kakak senior diUniversitas

Negeri Padang dan kebetulan Aruna berkuliah disana. Pertemuan ia dengan Bagas

diawali dari kisah Aruna dan Bagas mampu menghilangkan rasa sakit hati yang

Aruna rasakan tetapi sebelum pertemuan Aruna dan Bagas. Bagas memiliki kisah

yang pahit dalam percintaannya namun dengan kegiatannya ia selalu memotret

keindahan alam tentang kehidupan dalam masalah percintaannya pun hilang. Kini

Aruna dan Bagas sudah mulai berdekatan Aruna merasa bahagia bersama bagas.

7
Namun, hingga pada suatu saat mantan kekasihnya Aruna kembali untuk meminta

kembali bersama. Namun, ia menolak dan tidak mau mengulang kajadian,

masalah yang sama. Dan bisa dirangkum juga dalam novel ini adalah “Jangan

berpaling dan membuat kita menjadi dua orang asing. Dihamparan bumi ini ada

banyak sekali orang yang bisa merebutmu, juga mencuri perhatianku. Namun, aku

ingin tetap kamu dan aku saja yang menjadi kita . Aku ingin kamu saja yang

menaniku membuka pagi hingga melepas senja, menenangkan malam dan

membagi cerita. Tetaplah menjadi seseorang yang membuatku merasa kuat jangan

biarkan hatimu lepas dari segala harapan yang aku ikat.

C. Unsur Instrinsik

1. Tema

Adapun tema dalam novel ini yaitu menceritakan tentang seseorang yang

sedang mengalami patah hati.

2. Tokoh atau Penokohan

a. Tokoh Utama

1) Aruna : Baik hati, pintar dan suka menolong.

2) Haga : Egois dan cuek

3) Citra : Ramah,suka membantu

4) Bagas : Cuek ,baik hati, setia dan Pintar

b. Tokoh Sampingan

1) Alina

2) Putri

8
3) Kara

4) Irma

5) Lana

6) Manela

7) Oliv

8) Damar

3. Alur

Adapun alur dalam novel ini yaitu Alur Maju. Sebab menceritakan awal

masalahnya sampai akhir dan berakhir menyenangkan.

4. Latar

Adapun latar dalam novel ini yaitu terbagi empat bagian.

a. Latar Waktu

1) Pagi hari : Seperti dalam kalimat “Dikota padang pada Musim panas

begini Pukul 10.00 pagi adalah udara matahari mulai

Panas“.

2) Siang hari : Seperti dalam kalimat “Udara siang itu mulai terasa

menggigit kulit “.

3) Sore hari : Seperti dalam kalimat “Sore-sore biasanya pantai ini

selalu ramai”.

4) Malam hari : Seperti dalam kalimat “Malam berlalu begitu saja

barangkali karena lelah lelaki itu tertidur dimeja

belajarnya “.

9
b. Latar Tempat

1) Kamar : Seperti dalam kalimat “Ia menjadi seperti sapi gila

mengamuk dan menyapu semua pigura buku dan alat tulis

yang ada diatas meja belajarnya”.

2) Taman kampus : Seperti dalam kalimat “Ia sudah tidak peduli dengan

tatapan orang yang memperhatikan mereka ditaman

kampus”.

3) Kampus Ganto : Seperti dalam kalimat “Mereka sudah telat datang ke

acara kumpul perdana calon anggota baru koran kampu”.

4) Pantai : Seperti dalam kalimat “Ia sering berdiri sendiri atau

berjalan kaki sendiri ditepi pantai ini”.

5) Dalam kelas : Seperti dalam kalimat “Terlihat beberapa mahasiswa

bergegas keluar kelas setelah dosen mereka keluar terlebih

dahulu”.

c. Latar Suasana

1) Marah

Terdapat pada kalimat “kamu tidak sopan jangan ambil foto orang

sembarangan”.

2) Ceria

Terdapat pada kalimat “Sedikit raut wajah Aruna kembali berseri

mendengar ucapan sahabatnya itu”.

3) Sedih

Terdapat pada kalimat “Air mata yang sedari tadi mengalir tanpa ia sadari

10
disapunya dangan jemari sebelahnya yang tidak memegang formulir “.

4) Kecewa

Terdapat pada kalimat “Rasa kecewa itu lahir karena sebuah

penghianatan”.

d. Latar Sosial

Adapun latar sosial dalam novel ini yaitu menceritakan tentang Aruna yang

diceritakan sebagai anak yang sederhana dan selalu disayangi oleh nenek dan

ayahnya.

5. Sudut Pandang

Dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, sebab

pengarang menggambarkan apa yang dilihat dan didengar atau dirasakan oleh

sitokoh utama.

6. Gaya Bahasa

Dalam novel ini yaitu sipengarang menceritakan dengan gaya yang mudah

dipahami karena pengarang menggunakan bahasa yang umum.

7. Amanat

Amanat dari novel ini yaitu.

1) Jangan pernah mengkhianati seseorang yang sudah mencintaimu.

2) Mencintai tak perlu meminta ia melupakan masa lalunya.

3) Tetaplah menjadi seseorang yang membuatmu merasa kuat

4) Jangan pernah berpaling dan membuat seseorang menjadi asing.

11
D. Unsur Ekstrinsik

1. Nilai Moral

Nilai moral yang terkandung dalam novel ini yaitu “Mencintai tak perlu

meminta ia melupakan masa lalunya“.

2. Nilai Budaya

Nilai budaya yang terkandung dalam novel ini yaitu “Citra yang suka

membantu Aruna sedang sedih“.

3. Nilai Siosial

Nilai sosial yang terkandung dalam novel ini yaitu menceritakan “Jangan

merebut milik orang lain karena itu bukan hak kita ”.

4. Nilai Religi

Nilai religi yang terkandung dalam novel ini yaitu “ Selalu sabar disaat

hati sakit dan tetap tersenyum “.

E. Tanggapan

Adapun tanggapan dari novel ini yaitu sangat cocok dibaca oleh para

remaja, kisah percintaannya sangat sesuai seperti yang dialami para remaja seperti

kata “Bukankah cinta memang sering membuat hal sederhana terasa istimewa “.

Kisah percintaan yang sangat manis membuat pembaca menjadi terbawa suasana.

Namun, novel ini membuat saya seakan-akan bermain teka-teki saat satu

masalah terselesaikan tetapi muncul masalah yang tidak kalah rumit. Selain itu

novel ini sangat sedih untuk orang yang sedang patah hati.

12
LAPORAN HASIL MEMBACA NOVEL KE 3

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

ARMIJN PANE

A. Identitas Buku

Judul : Habis Gelap Terbitlah Terang

Pengarang : Armijn Pane

Penerbit : Balai pustaka

Jumlah Halaman : 267 Halaman

Tahun terbit : 1945

Kota terbit : Jakarta

B. Sinopsis

Adapun sinopsis dalam novel ini yaitu menceritakan tentang RA Kartini

lahir dijepang 21 April 1879.Beliau merupakan putri dari raden Mas Adipati

Sastrodiningrat yang merupakan Bupati Jepara pada saat itu beliau juga cucu dari

Bupati Demak. Sejak kecil, beliau selalu memperhatikan kanapa perempuan tidak

ada yang sekolah seperti para pria pernyataan itu menghantuinya hingga beliau

dewasa mulai menemukan jawabannya. Kaum perempuan pada masa itu hanyalah

sebagai perhiasan kaum pria, beliau menilai kaum wanita penuh kehampaan dan

kegelapan ,ketidakberdayaan dan beliau tidak bisa menerima keadaan tersebut

beliau datang dari keluarga bangsawan. Dimata beliau setiap manusia memiliki

derajat yang sama beliau sering turun untuk berbaur dengan masyarakat yang

13
bercita cita ingin merubah kehidupan yang lebih baik juga bercita cita mendirikan

sekolah bersama adiknya. Namun, semua impian itu sia-sia karena pada tahun

1902 adiknya dipingit dan tentunya membuat pilu beliau. Pada saat berbaur

dengan masyarakat beliau selalu mengajak masyarakat khususnya kaum

perempuan untuk berjuang dan meraih semua impian yang ingin digapai dan

begitu pula beliau ingin untuk menggapai cita-citanya dengan mengecap

pendidikan. Beliau adalah seorang anak yang suka belajar dan ia juga sadar bahwa

masih banyak lagi pengetahuan yang belum ia ketahui namun dapat dipelajari iya

beliau memohon kepada bapanya untuk terus belajar dalam mencari ilmu

meskipun harus keluar negeri. Namun, usaha beliau gagal sebab adat mereka anak

perempuan harus menunggu pingitan dari seorang pria, itulah alasan mengapa

beliau ingin mengubah sejarah dimana perempuan sebanding dengan derajat pria.

Hingga akhirnya beliau berjumpa dengan seorang duda sudah memiliki

anak ,lelaki itu bernama Raden Adipati Joyoningrat membantu menggapai cita-

citanya merubah derajat kaum wanita.

C. Unsur Instrinsik

1. Tema

Adapun tema dalam novel ini yaitu menceritakan tentang perjuangan

seorang wanita yang ingin mengubah pandangan dunia supaya para wanita

dianggap sederajat dengan pria.

2. Tokoh atau Penokohan

a. Tokoh Utama

14
1) RA Kartini

2) RM Adipati Sostrodiningrat

3) Pangeran Ario Tjondronegoro

4) Sasrokartono

b. Tokoh Samping

1) P. A. A. achmad Djajadiningrat

2) Nyonya Abendano

3) Nona Estelle Zeehandelaar

4) Nyonya Nellie

5) 5.Tuan Van Kol

6) Tuan Harsthalt

7) Tuan Gongrijp

3. Alur

Adapun alur dalam novel ini yaitu alur maju karena novel ini

menceritakan awal masalahnya dan hingga berakhir kebahagiaan.

4. Latar

Adapun latar dalam novel ini terbagi empat bagian yaitu.

a. Latar Waktu

1) Pagi Hari : Seperti dalam Kalimat “Pagi hari ini ada yang menimpa

diri kami. “

2) Sore Hari : Seperti dalam kalimat “Sore tadi kami Kepantai dengan

Nyonya”.

3) Malam hari : Seperti pada kalimat “Oleh karena telah Puas beristrikan

15
ibu membawa anak perempuan lain pula kedalam

rumahnya malam itu”.

b. Latar Tempat

1) Disekolah : Seperti dalam kalimat “Diwaktu berhenti dilihatnya salah

seorang kawannya sedang asik belajar bahasa prancis. “

2) Dirumah : Seperti dalam kalimat “Sedatangnya dirumah ditanyakan

kepada Bapaknya”.

c. Latar Suasana

1) Sepi : Seperti dalam kalimat “Remuk redam hatinya melihat

adik-adiknya boleh pergi sekolah dengan bebas .”

2) Sedih : Seperti dalam kalimat “Setibanya saudaran yaitu diapun

dicemoohkan dan dicaci pula”.

3) Senang : Seperti dalam kalimat “Lain dari pada buku ada, bapa dan

saudaranya ada lagi satu hal yang memberi keringanan ialah pekerjaan

kiriman surat”.

d. Latar Sosial

Adapun latar sosial dalam novel ini yaitu tentang RA Kartinj yang

diceritakan sebagai anak bangsawan tetapi dipingit karena alasnnya dikampung

itu anak perempuan harus dipingit sebelum ada pria yang menikahinya.

5. Sudut Pandang

Adapun sudut pandang dalam novel ini yaitu menggunakan sudut pandang

orang ketiga. Karena pengarangnya menceritakan tentang pendidikan tentang apa

yang dilihat ,didengar dan menggambarkan apa yang dirasakan sitokoh utama .

16
6. Gaya Bahasa

Adapun gaya bahasa dalam novel ini yaitu menggunakan bahasa indonesia

yang umum.

7. Amanat

Adapun amanat dari novel ini yaitu .

a. Jangan membedakan derajat kaum laki-laki dan perempuan terutama dalam

hal pendidikan.

b. Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk menuntut ilmu.

c. Bahasa dimata tuhan baik laki-laki maupun perempuan adalah sama.

D. Unsur Ekstrinsik

1. Nilai Sosial

Nilai sosial yang terkandung dalam novel ini yaitu “Kegiatan menolong

orang lain dianggap pantas dan berguna,maka kegiatan tersebut diterima sebagai

sesuatu yang bernilai atau berharga. “

2. Nilai Moral

Nilai moral yang terkandung dalam novel ini yaitu “Kejarlah terus

mimpimu! Selagi ada semangat dan niat insyaallah semuanya akan terkabul dan

menjadi kenyataan”.

3. Nilai Religi

Nilai religi dalam novel ini yaitu “Hukum islam memperbolehkan laki-laki

menaruh iya empat perempuan atau sering disebut poligami. “

17
E. Tanggapan

Adapun tanggapan dari novel yang berjudul “Habis gelap terbitlah terang “

yaitu kata-katanya terlampau sudah cukup kuno dan membosankan.

Namun, novel ini berbeda dengan novel yang lainnya karena novel ini

memiliki sekumpulan surat yang diterima maupun yang dikirim Kartini semasa

hidupnya. Dan selain itu novel ini berupa kisah inspiratif dan semangat juang

Kartini memberikan banyak dampak positifnya.

18