Anda di halaman 1dari 4

BAB V

PENUTUP

Setelah penulis melakukan asuhan keperawatan dan hasil dari pembahasan

pada Nn. M dengan perilaku kekerasan di Ruang melati RSJ Prof. HB. Sa’anin

Padang, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

A. Kesimpulan

1. Pengkajian keperawatan

Pada pengkajian penulis tidak menemukan adanya kesenjangan

antara teori dan kasus. Pada etiologi disebutkan faktor predisposisi dari

perilaku kekerasan meliputi faktor biologis, psikologis, dan sosiokultural.

Berdasarkan hasil pengkajian pada Nn. M ditemukan faktor predisposisi

yaitu koping individu tidak efektif yang termasuk dalam faktor psikologis.

2. Analisa data dan Diagnosa keperawatan

Pada pasien ditemukan diagnosa keperawatan Perilaku Kekerasan

sebagai masalah utama, Halusinasi sebagai penyebab, dan Defisit

Perawatan Diri sebagai akibat. Dapat disimpulkan bahwa terdapat

perbedaan antara teori dan kasus yang ditemukan, karena pada teori

dikatakan bahwa biasanya diagnosa yang muncul adalah Perilaku

Kekerasan sebagai masalah utama, Harga Diri Rendah sebagai penyebab,

dan Resiko Bunuh Diri sebagai akibat.

3. Intervensi keperawatan

Pada perencanaan berdasarkan core problem pada teori adalah

Perilaku Kekerasan, sedangkan pada kasus Nn. M core problem yang

101
102

ditemukan adalah Perilaku Kekerasan. Jadi dapat disimpulkan tidak ada

perbedaan yang muncul antara teori dan kasus yang ditemukan.

4. Implementasi keperawatan

Tahap ini tindakan keperawatan disesuaikan dengan perencanaan

yang telah penulis susun pada asuhan keperawatan terlampir dan teori.

Pelaksanaan keperawatan yang dilakukan pada pasien adalah diagnosa

Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Defisit Perawatan Diri. Pada tahap

pelaksanaan ini penulis menemukan hambatan berupa tidak terlaksananya

strategi pelaksanaan kepada keluarga karena tidak adanya kunjungan

keluarga selama pasien dirawat di ruang melati RSJ Prof. HB. Sa’anin

Padang. Penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan

kasus yang ditemukan.

5. Evaluasi keperawatan

Pada tahap evaluasi ini semua tujuan telah tercapai, pasien sudah

mampu mengontrol perilaku kekerasan nya dengan latihan yang telah

diajarkan dan yang dilakukan sesuai dengan strategi pelaksanaan pada

pasien dengan Perilaku Kekerasan.


103

B. Saran

Untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan jiwa yang akan

datang, kami sebagai penulis memberikan beberapasaran yang mungkin dapat

diterima, yaitu:

1. Mahasiswa

a. Diharapkan agar Mahasiwa/i sebelum berdinas dapat lebih memahami

konsep asuhan keperawatan jiwa sehingga dalam pelaksanaannya

lebih mudah untuk dapat memahami kasus yang ada dilapangan.

b. Mahasiswa perlu meningkatkan kemampuan komunikasi teraupetik

dengan menggunakan komunikasi keperawatan pada pasien dengan

gangguan jiwa khususnya Perilaku Kekerasan, sehingga lebih

menumbuhkan hubungan saling percaya pada pasien.

c. Dalam melakukan pengkajian mahasiswa diharapkan memanfaatkan

waktu secara efektif dan efisien dalam melakukan kontak singkat tapi

sering serta mahasiswa harus meningkatkan sikap sabar pada pasien

d. Dalam merumuskan diagnosa keperawatan jiwa jangan hanya terpaku

pada teori tetapi juga harus menyesuaikan dengan kondisi dan

kebutuhan aktual pasien saat itu

e. Dalam perencanaan sebaiknya menggunakan perencanaan yang sudah

direncanakan dimana mahasiswa harus menentukan solusi untuk

setiap hambatanyang dialami saat pengumpulan data

f. Mahasiswa diharapkan dapat lebih memanfaatkan waktu dengan

sebaik-baiknya dan mendelegasikan tindakan keperawatan yang

belum dilaksanakan oleh perawat ruangan


104

g. Mahasiswa keperawatan harus memiliki jiwa yang kuat, ulet,gigih,

dan kreatif

2. Perawat

Dibutuhkan kerjasama antar perawat ruangan dalam memberikan

asuhan keperawatan pada pasien. Khususnya untuk memberitahukan

kepada keluarga tentang cara perawatan pasien dengan perilaku kekerasan,

pentingnya untuk mempraktikan kemampuan dalam membuat asuhan

keperawatan jiwa, dan juga perawat ruangan yang meberikan asuhan

keperawatan pada pasien dengan gangguan jiwa lebih bersungguh –

sungguh sesuai dengan SOAP yang telah ada sehingga hasilnya sesuai

dengan yang diharapkan.

3. Rumah Sakit

Penulis menyarankan untuk Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin

Padang agar dapat meningkatkan pelayanan dalam memberikan asuhan

keperawatan kepada pasien gangguan jiwa khususnya pasien perilaku

kekerasan.

4. Institusi

Penulis menyarankan untuk institusi agar dalam penerapan materi

diharapkan sudah sesuai dengan materi keperawatan jiwa yang ada dilahan

praktek,seperti penulisan laporan pendahuluan dan strategi pelaksanaan

sehingga meminimalkan perbedaan yang ada, dan juga diharapkan supaya

melengkapi perpustakaan temtang buku – buku keperawatan yang terbaru

khusunya tentang kesehatan jiwa.