Anda di halaman 1dari 3

A.

Latar Belakang

Agama di definisikan secara terminologis sebagai satu sistim kepercayaan

dan prilaku praktis yang di dasarkan atas sesuatu yang sakral dan

supranatural.menurut Komarudin Hidayat.dkk,dapat di rumuskan sebagai :sistem

kepercayaan ,sistem ibadah ,dan sistem kemasyarakatan.sementara bagi

Muhammad Iqbal,dalam melihat keagamaan manusi,kita bisa memilahnya

kedalam tiga dimensi;keimanan (faith),pemikiran(thought),dan pertualangan

diri(discovery)

Sebagai sistem kepercayaan,agama akan memberikan pegangan yang lebih

kokoh tentang satu masa depan yang pasti bagi manusia,sebab ketika agama di

yakini kebenarannya dan di hayati secara mendalam maka akan menjadikan

manusia sebagai individu yang memiliki ketakwaan,yang akan menjadi motivator

dan pengendali setiyap aktifitasnya sehingga tidak akan terjerumus kepada

perbuatan hina dan merusak.sementara sebagai sistem ibadah,agama akan

memberikan pedoman kepada manusia tentang cara berkomunikasi dengan Tuhan

sesuai cara yang di kehendaki oleh Tuhan itu sendiri,bukan menurudidt persepsi

manusia yang beribadah.

Di sisi lain,filsafat berasal dari bahasa yunani yang terdiri atas dua

kata;(philo) dan (shopia),philo yang berarti cinta,sedangkan dalam arti luas adalah

keinginan,dan Shopia berarti hikmat (kebijaksanaan)atau kebenaran.jadi secara

etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of

wisdom),sedangkan filsafat menurut terminologi,terdapat beberapa pengertian

yang sangat beragam,baik dalam ungkapan maupun titik tekannya.dalam kamus


besar bahasa indonesia,kata filsafat menunjukan kata yang di maksud,yaitu

pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang

ada,sebab,asal,dan hukumnya.

Istilah filsafat dan agama mengandung pengertian yang di pahami secara

berlawanan oleh sebgian banyak orang.Filsafat dalam cara kerjanya bertolak dari

akal,sedangkan agama bertolak dengan wahyu.oleh sebab itu,filsafat banyak

kaitannya dengan berfikir sementara agama banyak kaitannya dengan

pengalaman.Filsafat membahas sesuatu dalam rangka melihat kebenaran yang di

ukur,apakah sesuatu itu logis atau bukan.Agama tidak selalu mengukur kebenaran

dari segi logisnya karna agama kadang-kadang tidak terlalu memperhatikan aspek

logisnya,perbedaan tersebut menimbulkan konflik berkepanjangan antara orang

yang cenderung berfikir filosofis dengan orang yang berfikir agamis,padahal

filsafat dan agama mempunyai fungsin yang sama kuat untuk kemajuan,keduanya

tidak bisa di pisahkan dari kehidupan manusia.

Gagasan tentang kemungkinan mempertemukan antara agama dan filsafat

merupakan salah satu wacana yang pernah muncul dalam studi kefilsafatan.3 hal

itu terjadi setelah banyaknya buku-buku yunani yang di terjemahkan ke dalam

_______________________________

2Amsal Bakhtiyar,filsafat agama ;Wisata Pemikiran dan Kepercayaan Manusia

(Jakarta Rajawali Pers,2019),h.6

3Abdul Mustaqim ,Corak Filsafat Ibnu Rusyd; Kajian atas Gagasan Titik Temu

Agama dengan Konsep Metafisika,” jurnal kajian islam interdisipliner, vol 6

no,2(Juli –Desember,2007);h,309
Usaha kaum salaf yang di pelopori Ibnu Hanbal (780-855 M) terhadap ilmu-

ilmu filsafat di atas mencapai puncak dan keberhasilannya pada masa kholifah al-

mutawakkil (846-861 M).tampilnya al-mutawakkil dengan kebijakannya yang

mendukung kaum salaf menyebabkan kajian dan pemikiran filsafat mengalami

hambatan.Lebih dari itu,kalangan salaf yang lebih dekat dengan khalifah dan

berkuasa dan melakukan revolusi,orang-orang muktazilah dan ahli filsafat yang

tidak sepaham di pecat dan di ganti oleh kalangan salaf.6

Meski demikian hambatan tersebut sesungguhnya hanya terjadi di lingkaran

pusat kekuasaan.di baghdad di luar baghdad,di kota–kota propinsi adalah

otonom.khususnya di aleppo dan damaskus,kajian-kajian filsafat tetap giat di

lakukan,sehingga melahirkan filsuf besar,yaitu Abu Nasr al-Farabi(870-950).Al-

Farabi adalah tokoh yang mempunyai pengaruh besar pada pemikiran sesudahnya

ini.baik dalam islam sendiri maupun di Barat-Eropa,sidak hanya mengembangkan

pemikiran-pemikiran metafisika islam melainkan juga memberikan landasan bagi

pengembangan keilmuan pada umumnya.dalam bidang metafisika,antara lain.ia

mengembangkan teori emanasi yang menggabungkan antara teori Neo-Platonis

dengan tauhid islam untuk menjelaskan hubungan antara Tuhan Yang Maha Gaib

dengan realitas yang empirik,Tuhan yang Maha Esa dengan realitas yang plural

dan seterusnya;mempertemukan antara konsep idealisme Plato (427-348M)

_____________________ 6 Ahmad Khudori Soleh, mencermati sejarah

perkembangan filsafat islam,jurnal universitas islam negeri (UIN) Maliki ,vol 10

no 1 (Malang ,2014); h.74