Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. RSUD Dr.H.Moch Ansari Saleh


RSUD Dr.H.Moch Ansari Saleh adalah Rumah Sakit Umum milik
Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang beralamat di
Jalan BrigJend H Hasan Basri Nomor 1 Banjarmasin.
Sebagai Rumah Sakit, RSUD Dr H Moch Ansari Saleh menjadi salah satu
Rumah Sakit rujukan utama di Kalimantan Selatan yang berdiri di atas lahan
seluas 87.675 meter persegi dengan luas bangunan 12.161 meter persegi
dimana memiliki 39 tempat tidur berkelas VIP, 60 kelas I, 68 kelas II, 148
kelas III, 3 tempat tidur ICU, 1 tempat tidur PICU, 15 tempat tidur bayi baru
lahir, 3 ICCU, 28 tempat tidur IGD, 5 di ruang operasi dan 8 di ruang
operasi.

RSUD Dr.H.Moch.Ansari Saleh juga merupakan rumah sakit tipe B


pendidikan dengan Tingkat Paripurna bintang 5 oleh Komite Akreditasi
Rumah Sakit (KARS). Peringkat akreditasi tersebut menunjukkan bahwa
RSUD Dr.H.Moch.Ansari Saleh telah memenuhi keempat kelompok
Standar Akreditasi, yaitu kelompok standar pelayanan berfokus pada pasien,
kelompok standar manajemen rumah sakit, sasaran keselamatan pasien
rumah sakit. Sasaran keselamatan pasien rumah sakit dan sasaran Millenium
Development Goals.

B. Instalasi Farmasi RSUD Dr.H.Moch Ansari Saleh

Instalasi Farmasi mempunyai fungsi utama dalam pelayanan/jasa obat


atas dasar resep dan pelayanan obat tanpa resep, berorientasi pada
pelanggan/pasien apakah obat yang di berikan dapat menyembuhkan
penyakit serta efek samping. Tanggung jawab dan tugas apoteker di
Instalasi Farmasi ialah bertanggung jawab atas obat resep, dan mampu
menjelaskan tentang obat pada pelanggan/pasien. Dengan demikian bisa di
ambil kesimpulan bahwa peranan penting dalam Instalasi Farmasi adalah
seorang Apoteker. Farmasi rumah sakit merupakan departemen atau servis
di dalam Rumah sakit yang di pimpin oleh Apoteker. Apoteker adalah
administrator rumah sakit di segala persoalan tentang penggunaan obat.
Kriteria Pelayanan farmasi antara lain (Permenkes RI, 2016) :
a. Instalasi farmasi rumah sakit dipimpin oleh seorang apoteker.
b. Pelayanan kefarmasian diselenggarakan dan dikelola oleh apoteker
yang mempunyai pengalaman minimal 2 tahun di bagian rumah sakit.
c. Apoteker telah terdaftar di Depkes dan mempunyai surat ijin kerja.
d. Pada pelaksanaannya, apoteker dibantu oleh tenaga kesehatan lainnya
e. Kepala instalasi farmasi rumah sakit bertanggung jawab terhadap segala
aspek hukum dan peraturan-peraturan baik terhadap pengawasan
distribusi maupun administrasi barang.
f. Setiap saat harus ada apoteker di tempat pelayanan untuk
melangsungkan dan mengawasi pelayanan kefarmasian dan harus ada
pendelegasian wewenang yang bertanggung-jawab jika kepala farmasi
berhalangan hadir.
g. Adanya staf farmasi yang jumlah dan kualifikasinya disesuaikan dengan
kebutuhan.
h. Apabila ada pelatihan kefarmasian bagi mahasiswa fakultas farmasi atau
tenaga farmasi lainnya, harus ditunjuk apoteker yang memiliki
kualifikasi pendidik/pengajar untuk mengawasi jalannya pelatihan
tersebut.
i. Penilaian terhadap staf harus dilakukan berdasarkan tugas yang terkait
dengan pekerjaan fungsional yang diberikan dan juga pada penampilan
kerja yang dihasilkan dalam meningkatkan mutu pelayanan.
Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah suatu departemen atau
unit di rumah sakit di bawah pimpinan seorang apoteker yang dibantu oleh
beberapa apoteker lainnya yang berkompeten secara profesional, tempat
atau fasilitas penyelenggaraan yang bertanggung jawab atas seluruh
pekerjaan serta pelayanan kefarmasian (Permenkes RI, 2016). Instalasi
Farmasi RSUD Dr.H.Moch Ansari Saleh merupakan sarana
penyelenggaraan pelayanan kefarmasian penunjang medis di bawah komite
non medik dan non keperawatan. Instalasi farmasi dipimpin oleh Apoteker
yang dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh beberapa Apoteker.
Tenaga Tenis Kefarmasian (TTK) dan beberapa tenaga lainnya sesuai
dengan kebutuhan.
Pelayanan farmasi di rumah sakit merupakan bagian dari pelayanan
kesehatan yang bertanggung jawab dalam menjaga mutu penggunaan atau
pengelolaan perbekalan farmasi secara menyeluruh, baik dalam ruang
lingkup pelayanan produk maupun dalam ruang lingkup pelayanan farmasi
klinik. Fungsi pelayanan farmasi yang dilaksanakan di RSUD Dr.H.Moch
Ansari Saleh dan dibentuk oleh instalasi farmasi. Adapun filosofi pelayanan
farmasi RSUD Dr.H.Moch Ansari Saleh adalah pelayanan yang tidak
terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit dengan
memberikan pelayanan kefarmasian secara profesional.
Adapun Sistem Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit dr. H. Moch
Ansari Saleh menggunakan sistem pelayanan satu pintu yang artinya
seluruh perbekalan farmasi yang digunakan di seluruh bagian Rumah Sakit
(Poli, Instalasi dan Ruangan) berasal dari Instalasi farmasi Rumah Sakit.
Waktu Pelayanan 3 (tiga) shift dalam waktu 24 jam.