Anda di halaman 1dari 5

ANALISA BANGUNAN YANG MENCIRIKAN GAYA ARSITEKTUR BARAT

DIKOTA PALEMBANG

A. ROMAWI, KRISTEN AWAL, ART NEUVEAU DAN BYZANTIUM.

Rumah Tinggal mantan Walikota


Sumber foto survei

Bangunan ini berada didaerah Bukit Kecil dan


merupakan rumah mantan walikota alm. Romi Herton.
Dari hasil survei lanpangan dapat dianalisa jika
bangunan ini menggabungkan berbagai macam
langgam arsitektur barat seperti Romawi, Art Neaveau
Byzantium dan kristen Awal. Dari segi bentuk atapnya
menggunakan langgam arsitektur byzantium karena
berbentuk kubah (dome), dan untuk bagian dalam
kubah sendiri ditambahkan ornamen berupa mozaik
dengan motif tumbuhan sebagai penambah nilai
estetika yang mana kita tahu jika arsitektur byzantium
Ornamen mozaik kaca
Sumber foto survei dan kristen awal memiliki ciri-ciri yang hampir sama
yaitu penggunaan atap kubah (dome) yang

1|SEJARAH ARSITEKTUR BARAT


membedakan hanya pada
mozaiknya karna bangunan-
bangunan bergaya arsitektur
byzantium sudah banyak beralih
fungsi menjadi masjid dan secara
tidak langsung motif mozaiknya
juga menyesuaikan dengan
keadaan tersebut. Sedangkan
untuk arsitektur kristen kuno
motif mozaik yang sering dipakai
Penggunaan atap kubah (dome) dan Kolom romawi composite adalah bentuk-bentuk atau
Sumber foto survei
gambar-gambar kerohanian.

Untuk bagian pilarnya sendiri menggunakan bentuk kolom Composite yang merupakan
langgam arsitektur romawi. Kolom ini merupakan campuran dari kolom ionic dan corinthian.
Sedangkan untuk bagian pagar balkon dan juga pagar depan menggunakan laggam arsitektur
art neuveau berupa bentuk tumbuhan yang meliuk-liuk. Kombinasi atap kubah, mozaik kaca
dan juga pilar romawi juga merupakan salah satu ciri arsitektuk kristen awal. Dan kombinasi
dihasilkan dari beberapa langgam arsitektur ini membuat tampilan bangunan ini menjadi lebih
elegan dan megah.

B. YUNANI DAN MODERN


Bangunan rumah tinggal ini berlokasi di jln.
Kenten sako. Bangunan ini memiliki ciri-ciri
arsitektur Yunani terlihat dari bentuk kolomnya
yang menggunakan bentuk kolom doric. Rumah ini
juga menggabungan langgam arsitektur yunani dan
modern. Terlihat dari bentuk bangunan yang
cenderung kaku dan tidak adanya ornamen-ornamen
pendukung sebagai nilai estetikanya.

Penggunaan kolom doric


Sumber foto survei

2|SEJARAH ARSITEKTUR BARAT


C. RENAISSANCE
Bangunan hotel ini berada
di jln. Jend. Surdirman dan sangat
strategis karena terletak ditengah
kota. Dari hasil survei dapat
dianalisa jika bangunan ini
menggunakan langgam arsitektur
Renaissance yang mana seperti
kita ketahui jika langgam
arsitektur ini merupakan kelahiran
kembali langgam arsitektur baru
setelah hampir 600 tahun berada
dalam zaman kegelapan (dark
age). Aliran ini merupakan Bangunan hotel Jl. Jend. Sudirman
Sumber foto survei
kombinasi dari arsitektur yunani-
romawi, bisa dilihat dari struktur atap depan yang berbentuk kubah romawi dan juga untuk
kolomnya menggunakan langgam arsitektur romawi berupa kolom composite. Sedangkan
untuk kolom struktur timbul yang mengelilingi bangunan merupakan langgam arsitektur
yunani berupa kolom corinthian. Bentuk jendela yang melengkung juga merupakan ciri-ciri
arsitektur renaissance.

D. GHOTIC DAN MODERN

Gereja katolik St. Yoseph ini berada di jln.


Jend. Surdiman. Bangunan ini merupakan
perpaduan antara arsitektur gothic dan modern.
Pada bagian pintu masuk gereja menggunakan
langgam arsitektur gothic awal yaitu penggunaan
bentuk Window Lancet. Dan untuk bangunannya
sendiri cenderung lebih modern dengan bentuk
yang sederhana.

Gereja St. Yoseph


Sumber foto survei

3|SEJARAH ARSITEKTUR BARAT


E. ART DECO, ART NEAVEAU DAN ROMAWI,

Bangunan rumah tinggal ini berada di daerah kenten sako. Dari hasil survei bangunan ini
merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Art Deco, Art Neaveau dan Romawi. Art deco
sendiri bisa dilihat pada tampak bangunan sebelah kanan yang menghilangkan sudut dan
cenderung melengkung dan bentuk bangunan yang cenderung kaku seperti yang kita ketahui
salah satu ciri art deco adalah bentuk bangunan yg kaku atau kubisme, karena aliran ini
merupakan akhir dari aliran
klasik dan menjadi cikal bakal
aliran modern. Menggunakan
jenis kolom composite romawi
pada bagian depan sebagai
penambah nilai estetika pada
bangunan. Pada bagian pagar
menggunakan aliran Art neaveau
berupa bentuk tumbuhan yang
meliuk-liuk dan pada dinding
pagar terdapat ornamen

Gereja St. Yoseph


tumbuhan yang timbul.
Sumber foto survei

F. POST MODERN

Bangunan gereja ini berada didaerah Puncak Sekuning. Langgam arsitektur yang
digunakan pada banguanan ini adalah langgam
arsitektur post modern beraliran historic. Bisa
dilihat dari segi atapnya yang merupakan bentuk
atap rumah tradisional sumatera utara dan juga
bentuk bangunan yang tidak kaku karna
menggabungkan bentuk segitiga dan kubus yang
mana kita tahu jika aliran ini ingin
menghilangkan kekakuan yang ada pada langgam
arsitektur modern yang cenderung menghilangkan Gereja HKB Palembang
penambahan ornamen pada bangunan. Sumber foto survei

4|SEJARAH ARSITEKTUR BARAT


G. MODERN

Bangunan ini berada dijalan Kenari,


Rajawali. Bangunan rumah tinggal pada
gambar tersebut merupakan bangunan yang
menerapkan aliran modernism. Terlihat dari
bentuk fasad bangunan yang berbentuk kubus
dan terlihat kaku hanya saja untuk
memanipulasi visual atau mata sang arsitek
memainkan kombinasi warna pada dinding
bangunan. Selain itu bangunan disamping
juga menggunakan atap dak sesuai dengan
ciri-ciri modernism.

Rumah Tinggal bergaya Modern


Sumber foto survei

5|SEJARAH ARSITEKTUR BARAT