Anda di halaman 1dari 11

MATERI PANGKAS DASAR

KONSEP DASAR PEMANGKASAN RAMBUT

Deskripsi singkat
Konsep dasar pemangkasan rambut membahas tentang menyajikan penguasaan pengetahuan dan
keterampilan teknik dasar memangkas rambut yang meliputi: konsep pangkasan rambut, tujuan,
diagnosa kulit kepala dan rambut, identifikasi alat dan kosmetika, analisa bentuk wajah,
memangkas, teknik pemangkasan rambut dasar serta menata rambut sesuai bentuk pemangkasan
B. Capaian pembelajaran matakuliah
Menguasai pengetahuan dan ketrampilan teknik dasar memangkas rambut sesuai bentuk wajah,
dan penataan rambut sesuai bentuk pemangkasan yang dilandasi sikap jujur, kreatif dan
inovatif untuk mewujudkan wawasan konservasi
C. Materi perkuliahan
PengertianPemangkasan
Secara “Ethimologi” pemangkasan adalah tindakan memotong yang sudah dilakukan sejak zaman
dahulu, dengan cara yang sederhana, dengan berkembangnya zaman dan tutuntunan masyarakat pada
saat itu, yang menginginkan perubahan model pemangkasan yang lain dari pada yang lain, maka pada
abad XX para ahli pemangkas rambut menciptakan beberapa model pemangkasan yang menghasilkan
bentuk yang sangat indah. Ada beberapa istilah pemangkasan yang akan sering kita dengar
diantaranya pemengkasan solit, pemangkasan graduasi dan lain sebagainya.
Para ahli penata rambut terkemuka diseluruh dunia, mempunyai berbagai aliran, teknik dan cara
dalam bidang pemangkasan, salah satunya adalah teknik pemangkasan geometris dari vidal sasson,
sculptured-cut dari pivot point dan beberapa lainnya yang banyak dikenal dalam dunia tata rambut
Indonesia sampai sekarang.
Tujuan Pemangkasan
 Mengurangi panjang rambut
 Merapikan rambut
 Mengubah penampilan
 Persiapan untuk dikeriting
 Mengikuti mode yang sedang berlaku / trend
Dasar Ilmu Pemangkasan
Sehubungan dengan adanya teknik-teknik pemangkasan, maka dapat dijelaskan bahwa
pemangkasan adalah tindakan untuk mengurangi panjang rambut semula dengan teknik tertentu,
sesuai dengan bentuk wajah, jenis rambut, perawakan, pekerjaan dan kepribadian seseorang,
sehingga menghasilkan model pangkasan yang diinginkan. Adapun tujuan dari pemangkasan ini
adalah mengurangi panjang rambut, merapihkan rambut, merubah penampilan serta mengikuti mode
yang sedang berkembang ( trend ). Pemangkasan ini sangat erat sekali hubungannya dengan beberapa
ilmu pengetahuan, seperti yang diuraikan oleh pivot point bahwa seni
Tujuan Pangkas
1. Untuk merubah bentuk tatanan rambut menjadi model rambut yang baru
2. Untuk mendapatkan keindahan wajah dan penampilan baru
3. Untuk memudahkan pengaturan dan penataan rambut
Memangkas rambut dipengaruhi oleh beberapa ilmu pengetahuan umum dan seni. Hal ini
dapat dilihat dari uraian berikut, yaitu :
1. Pengetahuan alam
Pengetahuan alam digunakan untuk menganalisa bentuk wajah, jenis kelamin, bentuk
tubuh dan susunan rambut, diantaranya adalah :
a) Ilmu anatomi
1) Menganalisa bentuk wajah dan leher
A. Bentuk wajah bulat
B. Bentuk wajah buah pear
C. Bentuk wajah persegi
D. Bentuk wajah oval
E. Bentuk wajah segitiga
F. Bentuk wajah segitiga terbalik
sedangkan bentuk leher terbagi atas dua, leher pendek dan panjang.

2) Anatomi desain prespektif


A. Tatanan rambut dan wajah memberikan ilusi bentuk oval
B. Tatanan rambut, wajah dan leher memberikan ilusi bentuk memenjang
C. Tatanan rambut, wajah, leher dan tinggi badan memberikan ilusi suatu keserasian
3) Perbedaan usia : dibedakan usia muda dan tua
4) Perbedaan jenis kelamin : dibedakan atas wanita dan pria
5) Perbedaan bentuk badan
A. Wanita dewasa tinggi langsing
B. Pria dewasa tegap pendek
C. Anak gemuk
a) Ilmu biologi
Ilmu biologi dalam penerapannya adalah untuk menganalisis dan
mengetahui tentang beberapa hal yaitu :
b. Arah pertumbuhan rambut
Arah pertumbuhan rambut dilihat dari tumbuhnya (tegak/miring) batang rambut

Arah pertumbuhan dan kebelakang arah pertumbuhan pada puncak kepala pola belah ketupat

2. Matematika
Ilmu matematika digunakan sebagai kunci pembuatan macam garis, sudut,
pengetahuan derajat dan perhitungan lainnya. Teknik pemangkasan, matematika diterapkan dalam
pembuatan seperti:
A. Seleksial aksis
Pengertian seleksial aksis
Seleksial aksis adalah alat yang digunakan sebagai garis petunjuk arah yang digunakan untuk
mengecek apakah garis pemangkasan yang dibuat pada kepala model atau boneka sudah lurus dan
tepat. Seleksial aksis ini sangat membantu bagi yang baru belajar dasar pemangkasan. Bias
dibuat sendiri diatas transparansi (plastik) berukuran 10cm x 10cm, kemudian gambar garis-
garis yang bersilang membentuk seperti arah mata angin.
II. Petunjuk penggunaan seleksial aksis
Dibawah ini adalah petunjuk penggunaan seleksial aksis yakni :
a. Titik poros pada puncak kepala

b. Titik poros ditengah dahi

c. Titik poros diatas telinga


d. Titik poros dibelakang kepala

B. Sudut proyeksi
Penerapan sudut proyeksi pada pemangkasan adalah besar sudut yang akan digunakan sesuai
dengan berapa banyak tingkatan rambut yang diinginkan sebagai contoh:
1) Pemangkasan solid
Adalah pemangkasan dengan sudut proyeksi 0 derajat dengan kata lain tidak ada
pengangkatan dari kulit kepala.
2) Pemangkasan graduasi
Adalah pemangkasan dengan sudut proyeksi 0-60, sudut pengangkatan rambut dimulai
dari 0 bertahap hingga 60: dimulai dari 0;15; 30; 45; 60. Pengangkatan rambut sewaktu
pemangkasan diangkat sedikit demi sedikit sampai 60° paling tinggi pengangkatannya.
3) Pemangkasan layer
Adalah pemangkasan dengan sudut proyeksi 90-180, tingkatan rambut yang dihasilkan
lebih tinggi lagi.
Kesimpulan :
1. Teknik solid adalah tekni pangkas tanpa pengangkatan atau dengan posisi 0
2. Garis pangkas terdiri dari 2 yaiu : horizontal, diagonal ke depan dan diagonal ke belakang
3. Komponen disain :
 Bentuk pangkasan datar, terlihat padat dengan satu garis lurus
 Tekstur Nampak licin, pasif
 Keanjangan rambut tidak sama, bagian interior ( atas) lebih panjang dari eksterior (
bawah)
ALAT PEMANGKASAN DAN FUNGSI

Memangkas rambut tidak harus dengan pencucian atau keramas, tetapi jangan sekali- kali
memangkas rambut dalam keadaan kering. Untuk itu sebelum memulai pemangkasan
terlebih dahulu persiapkanlah alat-alat yang dibutuhkan dalam pemangkasan seperti:
1. Macam-macam Sisir
a. Sisir besar, untuk menyisir rambut setelah rambut dishampo. b. Sisir berekor, untuk membuat
parting/membagi rambut.
c. Sisir pangkas, untuk menyisir/melicinkan rambut ketika rambut akan dipangkas. d.
Sisir blow, untuk memblow ketika mengeringkan rambut setelah dipangkas

2. Gunting Rambut
Gunting rambut 4 ½, untuk memangkas rambut secara umum, untuk trap layer
dan untuk sudut
Gunting rambut “5”, untuk pangkasan lurus.
Gunting rambut 5 ½ untuk garis pangkasan lengkung.
Gunting bergigi (bilah 2), untuk menggunting atau penipis garis pangkasan lengkung. e.
Gunting bergigi (bilah 1), untuk menipiskan garis pangkas lurus.
Razor, untuk pemangkasan atau menipiskan rambut.

3. Jepit Bebek Besar, untuk menjepit rambut setelah dibagi dan sekaligus bisa untuk
mengambil section atau lapisan rambut yang akan dipangkas.
4. Botol Hair Spray, untuk membasahi rambut sewaktu pemangkasan Lihatlah contoh
gambar berikut ini
5. Hand Hair Drayer, untuk mengeringkan rambut setelah dipangkas biasanya digunakan
dengan sisir blow. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini

6. Handuk Kecil, untuk mengeringkan rambut setelah penyampoan.


7. Cape Pemangkasan, untuk menutup/melindungi baju pelanggan dari potongan rambut.
8. Sikat Leher, untuk membersihkan leher dan badan pelanggan dari potongan rambut

Cara Memegang Gunting


Memegang gunting dengan baik dan benar merupakan salah satu hal penting untuk memangkas
dengan baik dan bekerja lebih cepat serta professional, adapun teknik memegang gunting itu adalah
sebagai berikut:
1. Masukan jari manis ke dalam lubang gunting dan hadapkan ujung gunting kearah ibu jari.
2. Masukkan ibu jari ke dalam lubang satunya dengan bagian ujung ibu jari yang nantinya akan
mengendalikan buka tutupnya ujung gunting.
3. Untuk pemangkasan yang lebih mantap jari telunjuk dapat diletakkan diatas gunting
Perhatikan gambar berikut :

Selanjutnya mengetahui cara memegang gunting selanjutnya pekerjaan dapat lanjutkan dengan teknik
memegang alat pemangkasan dan teknik menggunting yang dimulai dengan cara:
1. Sisir dipegang diantara ibu jari dengan telunjuk.
2. Rambut dijepit diantara telunjuk dengan jari tengah.
3. Menggunting hanya dengan ujung gunting dengan menggerakkan ibu jari.
4. Bila memangkas rambut menghadap sebelah kanan tubuh, maka tekan rambut dengan
punggung tangan dan ujung gunting mengarahkan ke kanan. Jika kita gunting mengarah ke kiri
kemungkinan hasilnya akan melengkung.
5. Bila memangkas rambut menghadap sebelah kiri tubuh, maka tekan rambut dengan punggung
tangan sedangkan ujung gunting mengarah ke kiri, hasilnya akan benar- benar lurus.
6. Bila memangkas di sebelah kanan tubuh dan rambut dijepit diantara jari, posisi
gunting berada di bawah telapak tangan dan mengarah ke bahu kiri. Hati-hati dalam
menjepit rambut jika tidak tepat hasilnya tidak rata.
7. Memangkas dengan posisi punggung tangan menghadap ke belakang.
8. Menipiskan rambut dengan ujung gunting, posisi telapak tangan menghadap
kesamping
Menerapkan tertib kerja berdasarkan peraturan kesehatan dan keselamatan kerja agar hasil
pangkasan rambut sesuai dengan keinginan pelanggan, perlu diperhatikan tertib kerja sesuai dengan
model pangkasan. Perhatikan bekas potongan rambut, jangan sampai masuk ke mata atau ke mulut,
karena akan dapat mengganggu kesehatan. Di dalam pemakaian peralatan seperti gunting, dituntut
kehati-hatian supaya tidak melukai kulit pelanggan.

POLA GARIS PEMANGKASAN DAN PENATAAN

1. PolaLurus (Horizontal)
Pemangkasan Diagonal Lurusatau horizontal adalah pemangkasan rambut berpola
datar dan sejajar dan sama panjang dengan trap yang sama antara trap di sudut
belakang dan samping.
Langkah – langkahnyadalahsebagaiberikut :
(1) Pastikan rambut client sudah dalam kondisi basah ,dan sudah diberi cape
pemangkasan.
(2) Memartingrambut client menjadi 4 bagian.

(3) Melepaskanselapisrambutbagianbelakang(section)danpangkasrambuttersebutdengansudutpangkas

0ºdarigarispolapangkas horizontal
(4) Menyelesaikanpangkasanrambutbagianbelakangselapisdemi selapis, yang dilanjutkan
sampaibatasujungtelingadengansudutpemangkasan 60 º

(5) Menurunkan selapis rambut bagian samping (section) di atas telinga, menyesuaikan garis
pangkas yaitu garis horizontal dengan derajat pemangkasan 60º

(6) Melakukanpemangkasansampaipada section terakhir.


(7) Melakukan checking padapangkasanrambut.

(8) Merapikan rambut yang sudah dipangkas ,lalu membersihkan area kerja sebelum melakukan
blow dry.
(9) Melakukan blow dry untuk melihat hasil pemangkasan.

2. Pola Diagonal kedepan


Pemangkasan graduasi diagonal kedepan adalah pemangkasan graduasi dengan pola
huruf V terbalik (Ʌ) dengan derajat pemangkasan maksimal 60º. Sehingga menghasilkan
pangkasan rambut panjang ke depan.
Langkah – langkahnya adalahs ebagai berikut :
(1) Pastikan rambut client sudah dalam kondisi basah ,dan sudah diberi cape
pemangkasan.
(2) Memartingrambut client menjadi 4 bagian.

(3) Melepaskanselapisrambutbagianbelakang
(section)danpangkasrambuttersebutdengansudutpangkas 0ºdarigarispolapangkas V terbalik ( Ʌ ) .

(4) Menyelesaikan pangkasan rambu tbagian belakang selapis demi selapis, yang dilanjutkan sampai batas
ujung telinga dengan sudut pemangkasan 60 º.
(5) Menurunkan selapis rambut bagian samping (section) di atas telinga,menyesuaikan garis
pangkas yaitu garis V terbalik dengan derajat pemangkasan 60 º

(6) Melakukanpemangkasansampaipada section terakhir.

(7) Melakukan cross checking (vertical) pada pangkasan rambut untuk mengecek apakah didalam hasil
pangkasan tersebut terdapat rambut yang overlap / kumis.

(8) Merapikan rambut yang sudah dipangkas ,lalu membersihkan area kerja sebelum melakukan
blow dry.
(9) Melakukan blow dry untuk melihat hasil pemangkasan graduasi diagonal kedepan.
3. Pola Diagonal kebelakang
Pemangkasan graduasi diagonal kebelakang adalah pemangkasan graduasi dengan
Langkah – langkahnyadalahsebagai berikut :
(1) Pastikan rambut client sudah dalam kondisi basah ,dan sudah diberi cape pemangkasan dan
handuk di pundak client.
(2) Memartingrambut client menjadi 4 bagian.

(3) Melepaskan selapis rambut bagian belakang (section )dan pangkas rambut tersebut dengan
sudut pangkas 0ºdari garis pola pangkas V.
(4) Menyelesaikan pangkasan rambut bagian belakang selapis demi selapis, yang dilanjutkan
sampai batas ujung telinga dengan sudut pemangkasan 60 º.

(5) Menurunkan selapis rambut bagian samping (section) di atas telinga,


menyesuaikan garis pangkas yaitu garis V dengan derajat pemangkasan 60 º .

(6) Melakukan pemangkasa nsampai pada section terakhir.


(7) Melakukan cross checking (vertical) pada pangkasan rambut untuk mengecek apakah
didalam hasil pangkasan tersebut terdapa trambut yang overlap / kumis.
(8) Merapikan rambut yang sudah dipangkas ,lalu membersihkan area kerja sebelum
melakukan blow dry. Melakukan blow dry untuk meliha thasil pemangkasan graduasi
diagonal kebelang