Anda di halaman 1dari 6

Deka Danyawan

5202414080

PTO Rombel 2

BAB 14
Struktur Polimer

Polimer alami yang berasal dari tumbuhan dan hewan telah digunakan
selama berabad-abad seperti kayu, karet, kapas, wol, kulit dan sutra. Adapun
polimer alami lain nya yaitu protein, enzim, dan selulosa yang berperan penting
dalam proses biologi dan fisiologi pada tanaman dan hewan. Alat-alat penelitian
ilmiah modern telah memungkinkan penentuan struktur molekul kelompok
bahan serta pengembangan berbagai polimer yang disintesis dari molekul
organik kecil seperti plastik,karet dan bahan-bahan serat polimer sintetis lain
nya. Bahkan sejak Perang Dunia II, para peneliti telah merevolusi dengan
munculnya polimer sintetik. Sintetis dapat diproduksi murah, dan sifat mereka
berhasil unggul dari polimer alami. Di beberapa bagian aplikasi logam dan kayu
telah digantikan oleh plastik, karena memiliki sifat yang baik dan dapat
diproduksi dengan biaya lebih rendah.

Skema representasi dari susunan rantai molekul untuk


wilayah kristal polietilen yang berwarna hitam serta abu-
abu berbentuk bola mewakili masing-masing karbon dan
atom hidrogen.

Skema diagram polimer rantai berlipat lapisan kristal


yang berbentuk wilayah kristal dimana rantai molekul
melipat kembali dan lipatan nya kembali seperti
semula lagi, lipatan ini terjadi pada wajah kristal.
Struktur spherulite yang ditemukan di beberapa
semicrystalline Polimer merupakan rantai kristal yang
berlipat dapat beradiasi keluar dari pusat umum. Kristal
tersebut dapat memisahkan dan menghubungkan daerah
yang berbahan amorphous, Dimana rantai molekul (kurva
merah) menganggap berkonfigurasi sejajar dan teratur.

Molekul Polimer

Molekul-molekul polimer raksasa dibandingkan dengan molekul hidrokarbon.

Stuktur yang disederhanakan menunjukkan kelompok fenil


Untuk polimer rantai karbon, tulang punggung dari masing-masing rantai adalah
string atom karbon. Atom karbon tunggal terikat pada dua atom karbon yang
berdekatan di kedua sisi, maka dari itu banyak sekali yang diwakili secara
skematis dalam dua dimensi sebagai berikut:

Masing-masing dua sisa elektron valensi untuk setiap atom karbon mungkin
terlibat dalam ikatan samping dengan atom atau radikal yang diposisikan
berdekatan dengan rantai.

Struktur Molekul

Karakteristik fisik polimer tidak hanya tergantung pada berat dan bentuk
molekul saja tetapi juga pada perbedaan dalam struktur rantai molekul. Teknik
sintesis polimer modern memungkinkan berkontrol besar dikarenakan atas
berbagai kemungkinan struktural.

 Linear Polimer
Polimer linier adalah Di mana semua unit berulang bergabung bersama
ujung ke ujung dalam rantai tunggal. Rantai panjang yang fleksibel ini
dapat dianggap sebagai massa spaghetti, yang diwakili skematis pada
Gambar 14.7a, di mana masing-masing lingkaran mewakili unit ulang.
Beberapa polimer umum yang membentuk dengan struktur linear adalah
polietilen, poli (vinil klorida), polystyrene, poli (metil metakrilat), nilon,
dan fluorocarbons.
Gambar 14.7 Skema representasi (a) linear, (b) bercabang, (c) silang, dan
(d) jaringan (tiga dimensi) struktur molekul. Lingkaran menunjuk individu
unit berulang.

 Polimer Bercabang
Polimer dapat disintesis ketika rantai samping sampai ke cabang yang
terhubung ke yang utama, seperti ditunjukkan secara skematik pada
Gambar 14.7b; ini pantas disebut polimer bercabang. Cabang-cabang,
dianggap sebagai bagian dari molekul utama rantai, mungkin akibat
reaksi dari samping yang terjadi selama sintesis polimer. Efisiensi lapisan
rantai dapat berkurang dikarenakan pembentukan dari samping cabang,
yang dapat berakibat penurunan kepadatan polimer. Polimer yang
membentuk struktur linear juga dapat bercabang. Sebagai contoh, high-
density polyethylene (HDPE) terutama polimer linier, sedangkan low-
density polyethylene (LDPE) mengandung cabang rantai yang pendek.

 Polimer Silang
Dalam polimer silang, rantai linear yang berdekatan bergabung satu sama
lain di berbagai posisi dengan ikatan kovalen, seperti yang digambarkan
dalam Gambar 14.7c. Proses silang dicapai baik selama sintesis dengan
reaksi kimia dapat dibalik. seringkali, persilangan ini dilakukan dengan
atom atau molekul aditif yang kovalen terikat oleh rantai.
 Polimer Jaringan
Monomer multifungsi membentuk tiga atau lebih ikatan kovalen aktif
yang dapat membuat jaringan tiga dimensi (Gambar 14.7d) maka dari itu
disebut polimer jaringan. Sebenarnya, polimer yang sangat bersilang juga
dapat diklasifikasikan sebagai jaringan polimer. Bahan-bahan nya
memiliki sifat mekanik dan bertermal khas seperti epoxies, poliuretan,
dan fenol-formaldehida merupakan anggota dari polimer jaringan.

Konfigurasi Molekul
Untuk polimer yang memiliki lebih dari satu atom samping atau kelompok atom
terikat pada rantai utama, keteraturan dan kesimetrian susunan kelompok sisi
dapat secara signifikan mempengaruhi sifat.

Dimana R merupakan atom kelompok lain dari hidrogen (misalnya, Cl, CH3).
Salah satu pengaturan ini dimungkinkan ketika kelompok sisi R berulang
berturut-turut, untuk dapat terikat oleh alternatif atom karbon adalah sebagai
berikut :
Hal ini ditetapkan sebagai konfigurasi atas ke bawah. Sedangkan untuk
pelengkap bagian konfigurasi atas ke atas terjadi ketika R terikat pada atom
rantai yang berdekatan.

Dalam kebanyakan polimer, konfigurasi atas ke bawah lebih mendominasi


dikarenakan sering terjadi tolakan kutub dengan R untuk konfigurasi atas ke
atas.

Polimer Thermoplastic dan Thermosetting

Respon yang berasal dari polimer terhadap kekuatan mekanik pada temperatur
tinggi dapat dikaitkan dengan struktur molekul yang dominan. Bahkan, salah
satu skema klasifikasi untuk material ini sesuai dengan aturan peningkatan
suhu. Termoplastic dan Termosetting adalah dua sub divisi. Termoplastic
bersifat lunak ketika dipanaskan (cair) dan mengeras bila di dinginkan, proses
tersebut juga dapat di ulang-ulang. Contoh termoplastic yaitu polyethylene,
polystyrene, poli (etilena tereftalat), dan poli (vinil klorida). Sedangkan
Termosetting bersifat keras permanen dan tidak melunak ketika dipanaskan.
Maka dari itu dapat dijabarkan bahwa secara garis besar thermoplastic memiliki
stabilitas dimensi yang lebih baik dan thermosetting umumnya bersifat lebih
kuat dan keras.