Anda di halaman 1dari 11

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sarang Semut sangat dikenal oleh masyarakat asli Papua sebagai tanaman
obat yang ampuh untuk beberapa jenis penyakit. Hasilnya, secara empiris, air
rebusan (dekoktum) ekstrak Sarang Semut dipercaya dapat mengobati berbagai
macam penyakit seperti jantung ,tumor, kanker, wasir, TBC, rematik, maag, asam
urat, stroke, gangguan fungsi ginjal dan prostat. Selain itu, air rebusan ekstrak
Sarang Semut juga dipercaya dapat meningkatkan produksi air susu (ASI),
meningkatkan gairah seksual, memperlancar haid dan dapat mengatasi keputihan

Analisis kimia menunjukkan bahwa tumbuhan sarang semut mengandung senyawa-


senyawa kimia dari golongan flavonoid, tannin, tokoferol, multimineral dan
polisakarida. Beberapa penelitian tentang sarang semut menyebutkan bahwa sarang
semut memiliki aktivitas antioksidan yang kuat sehingga memiliki aktivitas
antikanker yang efektif menyembuhkan beberapa penyakit.

Berbagai macam khasiat dapat diperoleh dari Sarang Semut Papua, hal ini
menyebabkan Sarang Semut Papua memiliki nilai jual ditengah-tengah masyarakat.
Sehingga tidak jarang memicu tindakan pemalsuan Sarang Semut Papua.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana potensi tumbuhan sarang semut dalam membasmi berbagai
penyakit, terutama kanker paru-paru?
2. Bagaimana mekanisme kerja dari sarang semut dalam memberantas
penyakit?
3. Bagaimana pemanfaatan tumbuhan sarang semut sebagai obat dalam
memberantas penyakit?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui potensi sarang semut dalam membasmi penyakit
2. Mengetahui mekanisme kerja

D. Manfaat Penulisan

Penulisan ini memberikan beberapa manfaat. Aspek akademis memberikan


informasi ilmiah pada masyarakat tentang manfaat sarang semut sebagai obat
alternatif untuk penyembuhan penyakit kanker terutama kanker paru-paru yang
berasal dari potensi lokal Indonesia. Aspek ekonomi, pemanfaatan sarang semut
sebagai obat alternatif penyembuhan kanker paru-paru dapat menghemat biaya.
BAB II PEMBAHASAN

A. Potensi Sarang Semut

Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendens) merupakan salah satu


tumbuhan epifit dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang dapat berasosiasi dengan
semut. Tumbuhan ini bersifat epifit, artinya tumbuhan yang menempel pada
tumbuhan lain, tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya, hanya sebagai
tempat menempel.

Genus tumbuhan sarang semut dibagi menjadi beberapa spesies berdasarkan


struktur umbinya. Ditemukan sebanyak 26 spesies sarang semut. Semua spesies
dari tumbuhan tersebut memilki batang menggelembung dan berongga-rongga serta
dihuni oleh semut. Tumbuhan ini dapat ditanam dengan mudah tanpa adanya semut
dan etap membentuk batang menggelembung dan berongga-rongga secara normal.

Penyebaran tumbuhan sarang semut banyak ditemukan, mulai dari


Semenanjung Malaysia hingga Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa,
Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon. Di Propinsi Papua,
tumbuhan sarang semut dapat dijumpai, terutama di daerah Pegunungan Tengah
yaitu di hutan belantara Kabupaten Jayawijaya. Kabupaten Tolikara, Kabupaten
Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Paniai. Secaa
ekologi, tumbuhan sarang semut tersebar dari hutan bakau dan pohon-pohon di
pinggir pantai hingga ketinggian 2.400 m di atas permukaan laut (dpl). Tumbuhan
sarang semut paling banyak ditemukan di padang rumput. Tumbuhan sarang semut
jarang ditemukan di hutan tropis dataran rendah, tetapi lebuh banyak ditemukan di
hutan dan daerah pertanian terbuka dengan ketinggian sekitar 600 m dpl.

Uji penapisan kimia dari tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa


tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan
tanin. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik
yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang
berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting
dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan
flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik
untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi
struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan
efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai
antibiotic.
Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai
antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau
virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk
untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan
berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma,
katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan
ikat penyangga akar gigi). Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-
fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk
pengobatan kanker.

Tabel 1. Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif

No Parameter satuan nilai


1 Energi Kkal/100g 350,52
2 Kadar air g/100 g 4,54
3 Kadar abu g/100 g 11,13
4 Kadar lemak g/100 g 2,64
5 Kadar protein g/100 g 2,75
6 Kadar karbohidrat g/100 g 78,94
7 Tokoferol mg/100 g 31,34
8 Total fenol g/100 g 0,25
9 Kalsium g/100 g 0,37
10 Natrium mg/100 g 68,58
11 Kalium g/100 g 3,61
12 Seng mg/100 g 1,36
13 Besi mg/100 g 29,24
14 Fosfor g/100 g 0,99
15 magnesium g/100 g 1,50

Seperti dalam tabel di atas tumbuhan Sarang Semut kaya akan antioksidan
tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh
seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium.

Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut dengan


menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa
ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai
IC50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfatokoferol yang merupakan antioksidan kuat
dengan nilai IC50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi
dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas.
Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan
tersebut. Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal
bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi-
konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna
bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam
radikal bebas hingga mendekati 100%.

B. Sarang Semut Sebagai Obat Kanker Paru-Paru


Tumbuhan sarang semut diperkenalkan pertama kali di pedalaman Papua
yang biasa digunakan sebagai obat oleh warga setempat selain buah merah,
tanaman ini sudah digunakan secara turun temurun. Tanaman ini diolah sebagai
campuran bubur dan juga sebagi minuman dengan tujuan untuk meningkatkan
imunitas tubuh. Masyarakat Wamena, Papua, umumnya merebus 1 sendok makan
sarang semut dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas.

Sejak tahun 2001, Hendro Saputro mulai memproduksi tumbuhan sarang


semut dalam bentuk serbuk sebagai obat tradisional. Secara mengejutkan ekstrak
rebusan air (deoktum) dari tumbuhan sarang semut tersebut dapat menyembuhkan
berbagai penyakit berat seperti tumor, kanker, jantung, TBC dan lain lain. Bukti
empiris tersebut membuat semakin banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan
sarang semut untuk mengobati berbagai penyakit. Khusus untuk penyakit kanker
tumbuhan sarang semut telah dilakukan ujicoba untuk mengetahui keampuhannya.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis


kanker diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut.
Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang
banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang
berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting
dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan
flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik
untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi
struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan
efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai
antibiotik.

Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai


antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau
virus. Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari
flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker
terutama knekr paru-paru. Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah
terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus
sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan
resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh mengatasi sel
kanker terutama kanker paru-paru. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui
Kim Tran dari Universit National of Hochiminch City dan koleganya Yasuhiro
Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu
bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University. Dalam penelitiannya
Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg, kemudian
diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-
air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alias mudah
menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus.
Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya
menakjubkan, Sarang Semut mempunyai aktivitas antiproliferasi. Dalam dunia
kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal.
Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali.
Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu. Seperti
dikutip Biology Pharmaceutical Bulletin, Qui Kim Tran dan rekan-rekannya
menuturkan bahwa seluruh ekstrak Sarang Semut menekan proliferasi sel tumor
manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektivitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml pada
ekstrak methanol. Artinya hanya dengan dosis kecil, 9,97 mg/ml, ekstrak Sarang
Semut mampu menekan 50% laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan EC50 pada
ekstrak air 22,3 mg/ml; campuran methanol-air, 11,3 mg/ml. Riset tersebut
meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yang sembuh dari kanker. Selain
itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang
berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar
Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai
antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara
antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai
antipenuaan. Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, dengan
adanya tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli
nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln itu mengungkapkan, peran vitamin
E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel
membran dari oksidasi oleh radikal bebas.

Dalam segi keamanan konsumen, riset ilmiah yang telah dilakukan oleh
Muhammad Ahkam Subroto, doktor alumnus University of New South Wales
Sydney, Australia, telah menjamin keamanan dari herba ini. Riset itu membuktikan,
konsumsi 3 kali 1 sendok makan Sarang Semut per hari masih sangat aman. Hasil
riset tersebut medapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga keamanan
konsumen terlindungi. Dimana kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan
dengan LD50. Dari hasil uji yang dilakukan oleh para ahli terdahulu dapat kita
ketahui bahwa ternyata sarang semut sangat efektif dalam membasmi kanker
terutama kanker paru-paru, selain itu dari segi keamanan sarang semut sangat aman
digunakan sebagai obat dalam membasmi penyakit terutama kanker paru-paru
karena hasil riset mendapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga sangat
aman bagi konsumen.

C. Ramuan Sarang Semut untuk Mengobati Kanker Paru-Paru

Sebagai obat biasanya sarang semut digunakan dalam bentuk serbuk. Proses
pembuatan serbuk sarang semut ini adalah: kupas kulit dari umbi sarang semut,
belah umbi tersebut menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, iris potongan-
potongan umbi tersembut dengan mesin iris, keringkan irisan potongan-potongan
umbi tesebut dengan oven pengering pada suhu 700 C selama 3×24 jam, giling
irisan dengan mesin gilig sesuai ukuran mesh yang dikehendaki, lakukan sterilisasi
bubuk kering tersebut, kemas bubuk kering tersebut dalam kantong alumunium foil.

Selain dalam bentuk serbuk, sarang semut juga bisa dikemas dalam bentuk
kapsul, mengenai proses pembuatan kapsul adalah sebagai berikut: ekstra bubuk
kering sarang semut dengan air atau etanol (pilih salah satunya) menggunakan
mesin ekstraktor hingga menjadi bubuk kering ekstrak, lakukan sterilisasi bubuk
kering hasil ekstraksi, masukkan bubuk hasil ekstraksi ke dalam kapsul, kemas
kapsul bubuk kering ekstrak dalam botol. Adapun dosis pemakaian yang
direkomendasikan secara umum untuk berbagai penyakit terutama kanker paru-
paru yaitu: sarang semut hasil rebusan, untuk penyembuhan, minumlah satu gelas
air (250 cc) air hasil rebusan sarang semut secara teratur 2-3 kali sehari hingga
sembuh. Jika dalam bentuk kapsul ukuran 500 mg, dosis pengobatan untuk setiap
penyakit adalah 1-2 kapsul sekali minum 3 kali sehari.

D. Kandungan zat aktif dalam sarang semut dan penyakit lain yang dapat
disembuhkan

Berdasarkan hasil penelitian ilmiah dari Pusat Bioteknologi LIPI, terbukti


bahwa Sarang Semut Papua mengandung senyawa-senyawa aktif yang telah
dikenal dalam dunia medis untuk pengobatan berbagai penyakit. Dr. M. Ahkam
Subroto, Sang Ahli Peneliti Utama LIPI mengatakan bahwa senyawa aktif yang ada
dalam Sarang Semut Papua itu adalah flavonoid, tanin, dan polifenol yang memiliki
fungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.
Selain senyawa aktif tadi, di dalam Sarang Semut Papua juga ditemukan
kandungan yang bermanfaat lainnya, seperti tokoferol, magnesium, kalsium, besi,
fosfor, natrium, dan seng. Berikut adalah keterangan singkat dari beberapa senyawa
aktif bermanfaat yang terkandung dalam Sarang Semut Papua.

1. Senyawa Flavonoid
Di dalam tubuh manusia, flavonoid berfungsi untuk melindungi struktur sel,
meningkatkan efektivitas vitamin C, anti-inflamasi, mencegah keropos tulang, dan
sebagai antibiotik. Penelitian-penelitian mutakhir telah mengungkapkan bahwa
flavonoid tidak saja berguna untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan
kanker. Dan sebagai anti-virus, fungsi flavonoid telah banyak dipublikasikan,
termasuk untuk melemahkan virus HIV/AIDS dan virus herpes. Selain itu,
beberapa penelitian juga menyatakan bahwa flavonoid dapat berperan dalam
pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes,
encok/rematik, migrain, wasir, dan periodontitis (peradangan pada jaringan ikat
penyangga akar gigi).

2. Senyawa Tanin
Tanin merupakan astringent yang mengikat dan mengendapkan protein berlebih
dalam tubuh. Dalam bidang pengobatan, tanin digunakan untuk mengobati diare,
hemostatik (menghentikan perdarahan), dan wasir. Karena itu kemampuan Sarang
Semut untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan
dengan kandungan zat ini.

3. Polifenol
Polifenol banyak ditemukan pada buah-buahan, sayuran serta biji-bijian. Biasanya
manusia bisa mengonsumsi polifenol dalam seharinya sampai 23 mg. Khasiat dari
polifenol adalah anti-mikroba dan menurunkan kadar gula darah.

4. Asam fenolik merupakan kelas dari antioksidan atau senyawa yang


menghilangkan radikal bebas, yang dapat menyumbat pembuluh darah dan
mengakibatkan perubahan pada DNA yang dapat menimbulkan kanker dan
penyakit lain.

5. Tokoferol
Banyak penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm saja
sudah mampu meredam radikal bebas hingga 96% sedangkan Sarang Semut Papua
kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm. Tentu saja, persentasenya
dalam meredam radikal bebas akan lebih tinggi. Tidak heran, herbal ini dikenal
memiliki reaksi yang cepat dalam membantu menumpas kanker, tumor, dan
berbagai bentuk benjolan yang bisa menjadi tumor atau kanker. Umumnya, 1-2
bulan penggunaan rutin saja, Anda sudah dapat merasakan perbaikan yang nyata.

6. Magnesium
Magnesium dikenal sebagai mineral yang vital bagi kesehatan jantung manusia.
Efek mineral ini dalam tubuh diantaranya dapat melebarkan arteri koroner,
melancarkan aliran darah menuju jantung, meningkatkan kolesterol baik (HDL),
dan mempertahankan irama jantung yang normal. Jika peredaran darah lancar,
tidak hanya penyakit jantung, penyakit migrain pun dapat diatasi dengan
kemampuan mineral ini. Tak hanya itu, magnesium ternyata diperlukan dalam
penyerapan kalsium yang cukup dalam tubuh.

Tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang, melalui berbagai


penelitian yang dilakukan, masih akan ditemukan senyawa-senyawa aktif lainnya
dari Sarang Semut Papua yang belum terungkap sampai sekarang. Dan dapat lebih
menjelaskan ada apa di balik semua khasiat luar biasa tersebut, yang telah
membantu kesembuhan begitu banyak orang dari berbagai jenis kanker dan tumor,
dan penyakit-penyakit berat lainnya, yang terkadang sulit atau tidak dapat
disembuhkan secara medis.

Secara empiris tumbuhan Sarang Semuttelah terbukti dapat meyembuhkan


beragam penyakit ringan dan berat, seperti kanker dan tumor, asam urat, jantung
koroner, wasir, TBC, migren, rematik dan leukemia. Mengenai mekanisme kerja
kandungan senyawa aktif Sarang Semut dalam mengobati berbagai penyakit
tersebut memang masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penyakit
yang bisa disembuhkan dan kemungkinan senyawa aktif yang berperan
menaklukkan penyakit tersebut dijelaskan sebagai berikut :

1. KANKER DAN TUMOR


Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan
dengan Sarang Semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker
lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat,
serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis


kanker/tumor tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada
beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya
inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis
dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau
kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.
2. GANGGUAN JANTUNG, TERUTAMA JANTUNG KORONER
Hingga kini mekanismenya memang belum jelas, tetapi kemampuan Sarang Semut
untuk pengobatan berbagai macam gangguan / penyakit jantung ada kaitannya
dengan kandungan multi-mineral Sarang Semut, terutama kalsium dan kalium.

3. STROKE RINGAN MAUPUN BERAT


Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral
yang terkandung dalam Sarang Semut.

4. AMBEIEN (WASIR)
Kemampuan Sarang Semut untuk pengobatan ambeien (wasir) berkaitan dengan
kandungan flavonoid dan tanin yang tinggi pada sarang semut. Kedua golongan
senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati
wasir.

5. BENJOLAN-BENJOLAN DALAM PAYUDARA


Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan
bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa
dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan
kandungan flavonoid yang terkandung dalam Sarang Semut.

6. GANGGUAN FUNGSI GINJAL DAN PROSTAT


Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada
kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-
mineral yang ada dalam Sarang Semut.

7. HAID DAN KEPUTIHAN


Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan
kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineral sarang semut, terutama kalsium dan
seng / zink.

8. MELANCARKAN PEREDARAN DARAH


Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral
yang terkandung dalam sarang semut memiliki peranan penting dalam melancarkan
peredaran darah.

9. MIGREN (SAKIT KEPALA SEBELAH)


Untuk pengobatan migren berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-
mineral dalam Sarang Semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.
10. PENYAKIT PARU-PARU (TBC)
Pengobatan TBC terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam Sarang
Semut yang berfungsi sebagai antivirus.

11. REMATIK (ENCOK)


Ini terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase
dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang
terkandung dalam Sarang Semut.

12. GANGGUAN ALERGI HIDUNG, MIMISAN, BERSIN-BERSIN


Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah
antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.

13. SAKIT MAAG


Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang
terkandung dalam Sarang Semut sebagai antibakteri.

Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit


seperti tersebut di atas, Sarang Semut juga dapat digunakan untuk untuk
melancarkan dan meningkatkan ASI, memulihkan gairah seksual, dan memulihkan
serta menjaga stamina.

1. MELANCARKAN DAN MENINGKATKAN ASI


Kandungan multi-mineral dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan
yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI, mempercepat
proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan kewanitaan
(sari rapet).

2. MEMULIHKAN GAIRAH SEKSUAL


Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral
dari tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam
meningkatkan gairah seksual ini.

3. MEMULIHKAN STAMINA TUBUH


Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral
dais tumbuhan Sarang Semut diduga memiliki peranan yang penting dalam
memulihkan kesegaran dan stamina tubuh.